cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
protanbp@ub.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Produksi Tanaman
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 23383976     EISSN : 25278452     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Produksi Tanaman adalah Jurnal Pertanian yang diterbitkan oleh Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya berisi hasil penelitian yang disusun oleh mahasiswa setelah menyelesaikan tugas akhir berupa skripsi.
Arjuna Subject : -
Articles 3,493 Documents
PENGARUH BIOURIN KELINCI DAN PUPUK NPK PADA PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAGUNG MANIS (Zea mays saccharata Sturt.) Sirot, Titis Ariesa; Sudiarso, Sudiarso; Santosa, Mudji
Jurnal Produksi Tanaman Vol 5, No 12 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (447.755 KB) | DOI: 10.21776/591

Abstract

Jagung manis (Zea mays saccharata Sturt.) atau sweet corn merupakan salah satu varietas jagung yang banyak diminati konsumen karena rasanya manis serta mengandung kadar gula, kadar gula rendah, vitamin A dan C yang lebih tinggi dibanding jagung biasa. Di Indonesia produksi jagung manis masih belum mencukupi kebutuhan nasional. Penelitian ini bertujuan Mempelajari pengaruh biourin kelinci dan pupuk NPK bagi pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis (Zea mays saccharata Sturt.) dan telah dilaksanakan pada bulan Maret – Juli 2015 di Dusun Dadapan, Desa Pandanrejo, Bumiaji, Kota Batu, Provinsi Jawa Timur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAKF) menggunakan 2 faktor yaitu pupuk biourin kelinci dan pupuk NPK yang terdiri dari 9 perlakuan dan diulang 3 kali menjadi 27 unit perlakuan. Pengamatan terdiri dari parameter pertumbuhan (bobot kering total, tinggi, jumlah daun, luas daun dan indeks luas daun) dan parameter hasil panen (bobot segar tongkol berklobot, Bobot segar tongkol tanpa klobot dan hasil panen). Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan bahwa pemberian biourin kelinci memberikan pengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis. Pada perlakuan biourin kelinci 3000 l ha-1 dapat meningkatkan hasil 18,29% apabila dibandingkan dengan perlakuan biourin kelinci 1500 l ha-1. Pada perlakuan pemberian pupuk NPK 200 kg ha-1 dapat meningkatkan hasil 15,45% apabila dibandingkan dengan perlakuan pemberian pupuk NPK 100 kg ha-1.
RESPON TANAMAN MENTIMUN (Cucumis sativus L.) PADA PENGGUNAAN MULSA PLASTIK HITAM PERAK DAN BERBAGAI TINGKAT TAKARAN MULSA JERAMI Prasetyo, Ibnu; Fajriani, Sisca; Nugroho, Agung
Jurnal Produksi Tanaman Vol 5, No 12 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (436.51 KB) | DOI: 10.21776/592

Abstract

Peningkatan suhu pada musim kemarau menyebabkan suhu tanah meningkat, kelembaban tanah rendah dan mengakibatkan kehilangan air melalui penguapan sehingga, pertumbuhan tanaman kurang optimal. Penelitian bertujuan untuk mengetahui tingkat takaran mulsa jerami  pada pertumbuhan dan hasil tanaman mentimun. Penelitian dimulai September - November 2015 di Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP), Kec. Karangploso, Kab. Malang, Jawa Timur. Alat yang digunakan antara lain cangkul, gembor, sabit, tali rafia, rol meter, kamera digital, gunting, ember, sprayer, penggaris dan alat tulis. Bahan yang digunakan antara lain mentimun varietas harmony, mulsa jerami dan mulsa plastik hitam perak. Penelitian menggunakan Rancangan  Acak Kelompok (RAK) dengan 9 perlakuan yang diulang sebanyak 3 kali.  Analisis data menggunakan ANOVA (Analysis of Variance). Apabila terdapat perbedaan yang nyata maka dilanjutkan dengan uji BNT 5%. Hasil penelitian memperlihatkan  bahwa  terdapat pengaruh nyata antara  perlakuan tingkat takaran mulsa jerami 7 ton ha-1 pada pertumbuhan dan hasil tanaman mentimun. Pada takaran mulsa jerami 7 ton ha-1 dapat meningkatkan bobot buah per tanaman sebanyak  8,60 (kg.tan-1)  atau meningkatkan  59 % dari pada tanpa pengunaan mulsa.
UPAYA PEMBUNGAAN Zephyranthes candida DENGAN PERLAKUAN INTERVAL PEMBERIAN AIR DAN APLIKASI GA3 Vivedru, Faranissa Anggi; Guritno, Bambang; Sitawati, Sitawati
Jurnal Produksi Tanaman Vol 5, No 12 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (442.667 KB) | DOI: 10.21776/593

Abstract

Zephyranthes candida merupakan salah satu alternatif tanaman hias yang dapat digunakan di dunia pertamanan. Interval pemberian air dan aplikasi GA3 akan berpengaruh pada saat muncul bunga dan persentase tanaman berbunga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi pemberian air dan aplikasi GA3 yang tepat terhadap pertumbuhan dan waktu muncul bunga Zephyranthes candida. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni 2015 hingga Agustus 2015 di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Kepuharjo, Karangploso, Malang (7°54’56.9”S. 112°36’46.9”E). Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial dengan 2 faktor dan 3 kali ulangan. Faktor pertama adalah interval waktu penyiraman dan faktor kedua ialah empat taraf konsentrasi GA3. Perlakuan interval pemberian air memberikan pengaruh nyata terhadap jumlah daun dan jumlah umbi. Tanaman yang diberi perlakuan penyiraman setiap hari menghasilkan tanaman dengan jumlah daun dan jumlah umbi yang lebih banyak. Aplikasi GA3 memberikan pengaruh nyata terhadap panjang tanaman. Tanaman yang diaplikasikan GA3 0,56 ml/l menghasilkan panjang tanaman yang paling panjang. Interaksi perlakuan interval penyiraman dan aplikasi GA3 memberikan pengaruh nyata terhadap waktu muncul bunga dan persentase tanaman berbunga. Tanaman yang diberi perlakuan penyiraman setiap hari dengan aplikasi GA3 0,28 ml//l menghasilkan tanaman dengan waktu muncul bunga yang lebih cepat (47,05 hst) dengan persentase tanaman berbunga 63,33%. Sedangkan perlakuan penyiraman setiap hari dan aplikasi GA3 0,56 ml/l menghasilkan tanaman dengan waktu muncul bunga 51 hst dengan persentase tanama berbunga 38,33%.
PENGARUH PEMBERIAN LARUTAN GIBERELIN (GA3) DAN PERBEDAAN BOBOT BONGGOL TERHADAP PERTUMBUHAN TUNAS PADA PERBANYAKAN PISANG MAS KIRANA (Musa acuminata L) Sutejo, Nur Azizah Luthfina Erry; Wicaksono, Karuniawan Puji; Widaryanto, Eko
Jurnal Produksi Tanaman Vol 5, No 12 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (427.789 KB) | DOI: 10.21776/594

Abstract

Berbagai kendala dalam budidaya pisang secara konvensional adalah sulit men-dapatkan bibit yang berkualitas dalam  jumlah besar, waktu yang singkat dan ber-kelanjutan. Upaya meningkatkan produksi tanaman pisang dapat dilakukan melalui perbaikan teknologi budidayanya. Pe-ningkatan kualitas bibit dilakukan melalui pengembangan bibit melalui bonggol pisang sehingga diperoleh bibit dalam jumlah banyak dan seragam. Giberellin termasuk zat pengatur tumbuh yang berguna bagi tanaman, dalam konsentrasi rendah dapat merangsang pembelahan dan pemanjangan sel. Efek giberelin tidak hanya mendorong perpanjangan batang, tetapi juga terlibat dalam proses regulasi perkembangan tumbuhan. Disintesis pada ujung batang dan akar, giberelin menghasilkan pengaruh yang cukup luas. Salah  satu efek utamanya adalah mendorong pemanjangan batang dan daun.  Penelitian dilaksanakan di Desa Srimulyo, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang pada bulan Mei hingga September 2015. Penelitian menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok faktorial, yang terdiri dari  dua faktor, yaitu perlakuan per-bedaan bobot bonggol dan perlakuan konsentrasi larutan Giberelin. Hasil pe-nelitian menunjukkan bahwa perlakuan pemberian larutan giberelin dan perbedaan bobot bonggol secara efektif dan efisien mampu meningkatkan pertumbuhan tunas tanaman pisang pada waktu munculnya tunas, jumlah tunas, tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah akar, panjang akar dan bobot bagian bawah tanah. Bobot bonggol ter-tinggi 500-650 g memberikan hasil terbaik.  Pemberian larutan giberelin dengan kon-sentrasi 150 ppm mampu me-ningkatkan pertumbuhan tanaman.
PENGARUH PUPUK KANDANG KAMBING DAN PUPUK HIJAU (Crotalaria juncea) PADA PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TOMAT (Lycopersicon esculentum MILL) Hasifah, Alifah Dita; Sumarni, Titin; Sebayang, Husni Thamrin
Jurnal Produksi Tanaman Vol 5, No 12 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (432.165 KB) | DOI: 10.21776/595

Abstract

Produksi tanaman secara organik dikembangkan di Indonesia, salah satu cara untuk meningkatkan hasil tomat dengan pemberian pupuk organik. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk kandang dan pupuk hijau pada pertumbuhan dan hasil tanaman tomat. Penelitian ini dilaksanakan bulan Juli sampai Desember 2014 di Ds. Cemorokandang, Kec. Kedung Kandang, Kab. Malang. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan 7 perlakuan dan diulang 4 kali. Perlakuan yang diuji: P0 : Tanpa pupuk kandang + tanpa pupuk hijau P1 : Pupuk kandang 5 t ha-1; P2 : Pupuk hijau 5 t ha-1; P3 : Pupuk kandang 10 t ha-1; P4 : Pupuk hijau  10 t ha-1; P5 : Pupuk kandang 5 t ha-1 + pupuk hijau 5 t ha-1; P6 : Pupuk kandang 10 t ha-1 + pupuk hijau 10 t ha-1. Hasil penelitian menunjukkan Pupuk kandang 5 t ha-1, pupuk kandang 10 t ha-1, pupuk hijau 5 t ha-1 dan pupuk hijau 10 t ha-1 belum meningkatkan hasil tomat. Hasil panen meningkat pada kombinasi pupuk kandang 5 t ha-1 dan pupuk hijau 5 t ha-1 sebesar 17,50 t ha-1 (meningkatkan 40% dibandingkan tanpa pupuk kandang dan pupuk hijau) serta kombinasi pupuk kandang 10 t ha-1 dan pupuk hijau 10 t ha-1 sebesar 19,06 t ha-1 (meningkat  53% dibandingkan tanpa pupuk kandang dan pupuk hijau). Hasil panen tomat sebesar 19,06 t ha-1 tidak sebanding dengan hasil produksi umum petani sebesar 30-40 t ha-1. Hal ini dikarenakan penelitian ini dilakukan secara organik, sedangkan yang dilakukan petani secara konvensional.
PENGARUH TANAMAN SELA PADA PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAGUNG (Zea mays L.) DENGAN TIGA TARAF DOSIS NITROGEN Yuliani, Nur; Sumarni, Titin; Sebayang, Husni Thamrin
Jurnal Produksi Tanaman Vol 5, No 12 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.56 KB) | DOI: 10.21776/596

Abstract

Tumpangsari jagung (Zea mays L), kedelai (Glycine max (L) Merill) dan kacang hijau (Vigna radiate L) merupakan model yang potensial untuk dikembangkan. Karena jagung, kedelai dan kacang hijau memiliki nilai ekonomis yang tinggi di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tanaman sela pada pertumbuhan serta hasil tanaman jagung dan menentukan dosis nitrogen yang sesuai bagi jagung dengan sistem tumpangsari. Percobaan dilaksanakan pada bulan Oktober 2014 sampai Januari 2015  di kebun percobaan Universitas Brawijaya, Desa Jatikerto, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok terdiri dari 7 perlakuan dengan 4 kali ulangan : T0 = Monokultur tanaman jagung + Nitrogen 150 kg ha-1, T1 = Jagung + Kedelai + Nitrogen 150 kg ha-1, T2 = Jagung + Kedelai + Nitrogen 200 kg ha-1, T3 = Jagung + Kedelai + Nitrogen 250 kg ha-1, T4 = Jagung+ Kacang Hijau + Nitrogen 150 kg ha-1, T5 = Jagung + Kacang Hijau + Nitrogen 200 kg ha-1, T6 = Jagung + Kacang Hijau + Nitrogen 250 kg ha-1.  Hasil penelitian menunjukkan pertumbuhan dan hasil monokultur  jagung tidak berbeda nyata dibandingkan dengan tumpangsari jagung dan kedelai atau kacang hijau dengan dosis nitrogen yang sama. Hal ini membuktikan penyisipan tanaman sela tidak mempengaruhi pertumbuhan dan hasil tanaman jagung. Tumpangsari jagung dan kedelai atau kacang hijau dengan dosis nitrogen 250 kg ha-1 meningkatkan hasil sebesar 28,29% (6,689 t ha-1) dan 28,50% (6,700 t ha-1) dibandingkan perlakuan monokultur jagung. Hal ini menunjukkan penambahan dosis nitrogen meningkatkan hasil jagung tumpangsari kedelai dan kacang hijau.
UJI DAYA HASIL PENDAHULUAN 20 CALON VARIETAS JAGUNG HIBRIDA HASIL TOPCROSS Agustin, Eka; Sugiharto, Arifin Noor
Jurnal Produksi Tanaman Vol 5, No 12 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (830.337 KB) | DOI: 10.21776/597

Abstract

Topcross ialah salah satu strategi dalam program pemuliaan tanaman konvensional untuk mengevaluasi galur. evaluasi pada kombinasi persilangan difokuskan pada hasil dan penampilan yang baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan kombinasi persilangan yang memiliki potensi untuk dijadikan tetua (betina atau jantan) yang menghasilkan hibrida baru dan mengetahui nilai koefisien keragaman genetik hasil persilangan. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok 3 ulangan dengan 22 perlakuan yaitu 20 calon hibrida yang diuji dan 2 varietas komersial (Pertiwii 3 dan DK 85). Penelitian dilaksanakan pada bulan November 2015 sampai Maret 2016 Analisis ragam menunjukkan perlakuan berbeda nyata pada semua karakter yang diamati. Sebelas dari 20 kombinasi persilangan dipilih yang memilki potensi untuk menjadi tetua hibrida yaitu G2 (14,03 ton ha-1), G3 (15,73 ton ha-1), G4 (14,15 ton ha-1), G5 (13,94 ton ha-1), G7 (12,98 ton ha-1), G9 (12,92 ton ha-1), G11 (14,99 ton ha-1), G12 (13,70 ton ha-1), G13 (14,77 ton ha-1), G15 (15,30 ton ha-1) dan G16 (12,82 ton ha-1). Nilai koeffisien keragaman genetik pada kategori rendah sampai agak rendah.
UJI DAYA HASIL PENDAHULUAN BEBERAPA GALUR JAGUNG MANIS (Zea mays L. saccharata) Wulandari, Diyah Retno; Sugiharto, Arifin Noor
Jurnal Produksi Tanaman Vol 5, No 12 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (845.784 KB) | DOI: 10.21776/598

Abstract

Uji daya hasil pendahuluan dilakukan untuk melihat potensi hasil calon varietas dibandingkan dengan varietas komersial dan untuk memilih parental yang akan dilan-jutkan dalam seleksi berikutnya yaitu dalam metode seleksi berulang (recurrent selec-tion). Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui potensi hasil dari calon varietas hasil top cross yang diuji dibandingkan de-ngan varietas komersial, memilih tanaman yang sesuai dengan tipe ideal jagung manis dan mengetahui pasangan terbaik dari tetua yang digunakan. Penelitian dilaksanakan pada bulan November–Februari 2016 di Dusun Ngandat Kidul, Desa Mojorejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan tiga ulangan. Bahan yang diuji ialah 12 galur harapan jagung manis dan dua varietas komersial (Talenta dan Avilia). Terdapat 6 galur harapan yang memiliki potensi hasil dan penampilan yang baik yaitu (IE3+69 x TLY), (IE3+69 x SBX), (IE3+69 x SBY), (IE3+162 x TLY), (IE3+162 x SBX) dan (IE3+162 x SBY). Galur (IE3+ 162 x TLY), (IE3+162 x SBY), (IE3+69 x TLY), (IE3+162 x SBX), dan (IE3+69 x SBY) cocok dikembangkan untuk kebutuhan in-dustri. Galur (IE3+69 x SBX) cocok dikem-bangkan untuk kebutuhan konsumen pasar. Galur yang sesuai dengan tipe ideal jagung manis ialah (IE3+69 x SBX) dan (IE3+162 x SBX). Pasangan tetua terbaik untuk tetua jantan TLX ialah (IE3+147), TLY dan SBX ialah (IE3+ 162) dan pasangan terbaik SBY ialah (IE3+69). Nilai koefisien keragaman genetik (KKG) termasuk kriteria rendah yang menunjukkan populasi dalam galur tidak perlu dilakukan seleksi.
KAJIAN VARIASI JARAK TANAM DAN PEMUPUKAN KALIUM PADA PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAGUNG MANIS (Zea mays saccharata Sturt L.) Uliyah, Vika Noer; Nugroho, Agung; Suminarti, Nur Edy
Jurnal Produksi Tanaman Vol 5, No 12 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.121 KB) | DOI: 10.21776/600

Abstract

Jagung manis di Indonesia memiliki produktivitas rendah yaitu rata-rata 6-8 ton ha-1. Dewasa ini untuk meningkatkan produksi melalui pemupukan K dan pengaturan jarak tanam. Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh kombinasi jarak tanam dan pemupukan kalium serta menentukan kombinasi jarak tanam dan pemupukan kalium yang optimum pada pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis. Penelitian dilaksanakan di Kabupaten Nganjuk dengan jenis tanah latosol. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan kombinasi jarak tanam dan pemupukan  Kalium sebagai perlakuan, dan terdiri dari 12 kombinasi perlakuan yaitu: 30 cm x 20 cm + 125% KCl (P1), 30 cm x 20 cm + 100% KCl (P2), 30 cm x 20 cm + 75% KCl  (P3), 30 cm x 20 cm + 50% KCl (P4), 50 cm x 20 cm + 125% KCl (P5), 50 cm x 20 cm + 100% KCl (P6), 50 cm x 20 cm + 75% KCl (P7), 50 cm x 20 cm + 50% KCl (P8), 70 cm x 20 cm + 125% KCl (P9), 70 cm x 20 cm + 100% KCl (P10), 70 cm x 20 cm + 75% KCl (P11), 70 cm x 20 cm + 50% KCl (P12). Perlakuan diulang 3 kali sehingga didapatkan 36 petak kombinasi perlakuan.  Berdasarkan hasil analisis, disimpulkan bahwa kombinasi jarak tanam dan pemupukan kalium (K) berpengaruh nyata pada parameter yang diamati yaitu  pertumbuhan dan hasil.  Penggunaan jarak tanam 70 cm x 20 cm + 125% Pupuk K, bobot tongkol per hektar yang dihasilkan paling tinggi dengan R/C tertinggi yaitu 1,83.
UJI KETAHANAN TIGA GENOTIP PADI HITAM (Oryza Sativa L.) TERHADAP CEKAMAN KEKERINGAN M Sihombing, Theresia; Damanhuri, Damanhuri; Ainurrasjid, Ainurrasjid
Jurnal Produksi Tanaman Vol 5, No 12 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (421.873 KB) | DOI: 10.21776/601

Abstract

Padi merupakan sumber bahan makanan pokok bagi masyarakat Indonesia. Padi hitam sangat berpotensi untuk dikembangkan dikarenakan padi hitam kaya akan nutrisi seperti asam amino, kalium, magnesium, kalsium, serta pigmen antosianin melebihi kadar nutrisi pada beras merah. Semakin pesatnya alih fungsi lahan dari sektor pertanian menjadi non sektor pertanian berakibat menurunnya lahan subur untuk pertanaman padi lahan sawah. Oleh karena itu, pemanfaatan lahan kering perlu ditingkatkan. Permasalahan pada lahan kering ialah terbatasnya air tanah yang mampu memenuhi kebutuhan tanaman. Hal tersebut dapat mengakibatkan penghambatan pertumbuhan tanaman. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ketahanan genotip padi hitam terhadap cekaman kekeringan. Penelitian ini dilaksanakan di kelurahan Dadaprejo kecamatan Junrejo kota Batu. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni – November 2014 Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAKF). Faktor pertama adalah 3 genotip padi hitam dan faktor kedua adalah dengan 3 tingkat cekaman kekeringan dengan 3 ulangan. Variabel pengamatan yang diamati yaitu tinggi tanaman, jumlah anakan produktif panjang akar, berat kering akar, berat kering tajuk, jumlah malai per rumpun dan jumlah gabah per rumpun. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pada karakter komponen hasil, genotip UB 2 lebih tahan terhadap kekeringan dibandingkan genotip lainnya.

Page 53 of 350 | Total Record : 3493


Filter by Year

2013 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 01 (2026): Januari Vol. 14 No. 2 (2026): Februari (In-Press) Vol. 13 No. 12 (2025): Desember Vol. 13 No. 11 (2025): November Vol. 13 No. 10 (2025): Oktober (In-Press) Vol. 13 No. 08 (2025): Agustus Vol. 13 No. 07 (2025): Juli Vol. 13 No. 06 (2025): Juni Vol. 13 No. 05 (2025): Mei Vol. 13 No. 04 (2025): April Vol. 13 No. 9 (2025): September Vol. 13 No. 3 (2025): Maret Vol. 13 No. 2 (2025): Februari Vol. 13 No. 1 (2025): Januari Vol. 12 No. 12 (2024): Desember Vol. 12 No. 11 (2024): November Vol. 12 No. 10 (2024): Oktober Vol. 12 No. 09 (2024): September Vol. 12 No. 05 (2024): Mei Vol. 12 No. 04 (2024): April Vol. 12 No. 8 (2024): Agustus Vol. 12 No. 7 (2024): Juli Vol. 12 No. 6 (2024): Juni Vol. 12 No. 3 (2024): Maret Vol. 12 No. 2 (2024): Februari Vol. 12 No. 1 (2024): Januari Vol. 11 No. 12 (2023): Desember Vol. 11 No. 11 (2023): November Vol. 11 No. 10 (2023): Oktober Vol. 11 No. 9 (2023): September Vol. 11 No. 8 (2023): Agustus Vol. 11 No. 7 (2023): Juli Vol. 11 No. 6 (2023): Juni Vol. 11 No. 5 (2023): Mei Vol. 11 No. 4 (2023): April Vol. 11 No. 3 (2023): Maret Vol. 11 No. 2 (2023): Februari Vol. 11 No. 1 (2023): Januari Vol. 10 No. 12 (2022): Terbitan Bulan Desember Vol. 10 No. 11 (2022): Terbitan Bulan November Vol. 10 No. 10 (2022): Terbitan Bulan Oktober Vol. 10 No. 9 (2022): Terbitan Bulan September Vol. 10 No. 8 (2022): Terbitan Bulan Agustus Vol. 10 No. 7 (2022) Vol 10, No 7 (2022) Vol. 10 No. 6 (2022) Vol. 10 No. 5 (2022) Vol 10, No 5 (2022) Vol. 10 No. 4 (2022) Vol 10, No 4 (2022) Vol. 10 No. 3 (2022) Vol 10, No 3 (2022) Vol 10, No 2 (2022) Vol. 10 No. 2 (2022) Vol. 10 No. 1 (2022) Vol 10, No 1 (2022) Vol. 9 No. 12 (2021) Vol 9, No 12 (2021) Vol 9, No 11 (2021) Vol. 9 No. 11 (2021) Vol. 9 No. 10 (2021) Vol 9, No 10 (2021) Vol. 9 No. 9 (2021) Vol 9, No 9 (2021) Vol. 9 No. 8 (2021) Vol 9, No 8 (2021) Vol. 9 No. 7 (2021) Vol 9, No 7 (2021) Vol 9, No 6 (2021) Vol. 9 No. 6 (2021) Vol. 9 No. 5 (2021) Vol 9, No 5 (2021) Vol. 9 No. 4 (2021) Vol 9, No 4 (2021) Vol 9, No 3 (2021) Vol. 9 No. 3 (2021) Vol. 9 No. 2 (2021) Vol 9, No 2 (2021) Vol 9, No 1 (2021) Vol. 9 No. 1 (2021) Vol. 8 No. 12 (2020) Vol 8, No 12 (2020) Vol. 8 No. 11 (2020) Vol 8, No 11 (2020) Vol 8, No 10 (2020) Vol. 8 No. 10 (2020) Vol 8, No 9 (2020) Vol. 8 No. 9 (2020) Vol 8, No 8 (2020) Vol. 8 No. 8 (2020) Vol. 8 No. 7 (2020) Vol 8, No 7 (2020) Vol. 8 No. 6 (2020) Vol 8, No 6 (2020) Vol. 8 No. 5 (2020) Vol 8, No 5 (2020) Vol 8, No 4 (2020) Vol. 8 No. 4 (2020) Vol. 8 No. 3 (2020) Vol 8, No 3 (2020) Vol 8, No 2 (2020) Vol. 8 No. 2 (2020) Vol 8, No 1 (2020) Vol. 8 No. 1 (2020) Vol. 7 No. 12 (2019) Vol 7, No 12 (2019) Vol 7, No 11 (2019) Vol. 7 No. 11 (2019) Vol. 7 No. 10 (2019) Vol 7, No 10 (2019) Vol. 7 No. 9 (2019) Vol 7, No 9 (2019) Vol 7, No 8 (2019) Vol. 7 No. 8 (2019) Vol. 7 No. 7 (2019) Vol 7, No 7 (2019) Vol 7, No 6 (2019) Vol. 7 No. 6 (2019) Vol 7, No 5 (2019) Vol. 7 No. 5 (2019) Vol. 7 No. 4 (2019) Vol 7, No 4 (2019) Vol 7, No 3 (2019) Vol. 7 No. 3 (2019) Vol. 7 No. 2 (2019) Vol 7, No 2 (2019) Vol. 7 No. 1 (2019) Vol 7, No 1 (2019) Vol. 6 No. 12 (2018) Vol 6, No 12 (2018) Vol 6, No 11 (2018) Vol. 6 No. 11 (2018) Vol 6, No 10 (2018) Vol. 6 No. 10 (2018) Vol 6, No 10 (2018) Vol 6, No 9 (2018) Vol. 6 No. 9 (2018) Vol 6, No 8 (2018) Vol. 6 No. 8 (2018) Vol 6, No 8 (2018) Vol 6, No 7 (2018) Vol. 6 No. 7 (2018) Vol 6, No 7 (2018) Vol 6, No 6 (2018) Vol. 6 No. 6 (2018) Vol. 6 No. 5 (2018) Vol 6, No 5 (2018) Vol 6, No 4 (2018) Vol. 6 No. 4 (2018) Vol. 6 No. 3 (2018) Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol. 6 No. 2 (2018) Vol 6, No 1 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018) Vol 5, No 12 (2017) Vol. 5 No. 12 (2017) Vol 5, No 12 (2017) Vol. 5 No. 11 (2017) Vol 5, No 11 (2017) Vol 5, No 10 (2017) Vol. 5 No. 10 (2017) Vol. 5 No. 9 (2017) Vol 5, No 9 (2017) Vol 5, No 8 (2017) Vol. 5 No. 8 (2017) Vol. 5 No. 7 (2017) Vol 5, No 7 (2017) Vol. 5 No. 6 (2017) Vol 5, No 6 (2017) Vol 5, No 5 (2017) Vol. 5 No. 5 (2017) Vol. 5 No. 4 (2017) Vol 5, No 4 (2017) Vol. 5 No. 3 (2017) Vol 5, No 3 (2017) Vol 5, No 2 (2017) Vol. 5 No. 2 (2017) Vol. 5 No. 1 (2017) Vol 5, No 1 (2017) Vol 4, No 8 (2016) Vol. 4 No. 8 (2016) Vol. 4 No. 7 (2016) Vol 4, No 7 (2016) Vol. 4 No. 6 (2016) Vol 4, No 6 (2016) Vol 4, No 5 (2016) Vol. 4 No. 5 (2016) Vol. 4 No. 4 (2016) Vol 4, No 4 (2016) Vol. 4 No. 3 (2016) Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol. 4 No. 2 (2016) Vol 4, No 1 (2016) Vol. 4 No. 1 (2016) Vol 3, No 8 (2015) Vol. 3 No. 8 (2015) Vol. 3 No. 7 (2015) Vol 3, No 7 (2015) Vol 3, No 6 (2015) Vol. 3 No. 6 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol. 3 No. 5 (2015) Vol. 3 No. 4 (2015) Vol 3, No 4 (2015) Vol 3, No 3 (2015) Vol. 3 No. 3 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol. 3 No. 2 (2015) Vol. 3 No. 1 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol 2, No 8 (2014) Vol. 2 No. 8 (2014) Vol. 2 No. 7 (2014) Vol 2, No 7 (2014) Vol. 2 No. 6 (2014) Vol 2, No 6 (2014) Vol 2, No 5 (2014) Vol. 2 No. 5 (2014) Vol. 2 No. 4 (2014) Vol 2, No 4 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol. 2 No. 3 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol. 2 No. 2 (2014) Vol. 2 No. 1 (2014) Vol 2, No 1 (2014) Vol 1, No 6 (2013) Vol. 1 No. 6 (2013) Vol. 1 No. 5 (2013) Vol 1, No 5 (2013) Vol. 1 No. 4 (2013) Vol 1, No 4 (2013) Vol 1, No 3 (2013) Vol. 1 No. 3 (2013) Vol. 1 No. 2 (2013) Vol 1, No 2 (2013) Vol 1, No 1 (2013) Vol. 1 No. 1 (2013) More Issue