cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
protanbp@ub.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Produksi Tanaman
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 23383976     EISSN : 25278452     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Produksi Tanaman adalah Jurnal Pertanian yang diterbitkan oleh Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya berisi hasil penelitian yang disusun oleh mahasiswa setelah menyelesaikan tugas akhir berupa skripsi.
Arjuna Subject : -
Articles 3,493 Documents
RESPON PERKECAMBAHAN VARIETAS DAN GALUR TANAMAN MENTIMUN ( Cucumis sativus L. ) PADA BEBERAPA TINGKAT SALINITAS Puspita, Dahniar Yudha; Koesriharti, Koesriharti; Aini, Nurul
Jurnal Produksi Tanaman Vol 5, No 11 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (433.672 KB) | DOI: 10.21776/571

Abstract

Mentimun ( Cucumis sativus L. ) adalah tanaman sayuran yang memiliki manfaat yang sangat banyak dalam kehidupan sehari - hari. Pemanfaatan lahan marginal yang termasuk didalamnya adalah lahan salin dipandang sebagai solusi dalam mengatasi penyempitan lahan budidaya yang ada pada saat ini. Tujuan yaitu untuk mengetahui respon perkecambahan varietas/galur tanaman mentimun pada berbagai tingkat salinitas. Hipotesis dari penelitian ini menduga respon perkecambahan tanaman mentimun terhadap tingkat salinitas yang berbeda untuk varietas/galur yang berbeda, perkecambahan tanaman mentimun pada dosis salinitas yang berbeda dan perkecambahan tanaman mentimun berbeda untuk varietas/galur yang berbeda. Penelitian ini menggunakan Percobaan faktorial dalam Rancangan Acak Lengkap pada fase perkecambahan. Penelitian ini Menggunakan  dua faktor yaitu salinitas dengan berbagai tingkat salinitas garam NaCl diantaranya S1 : 0 ppm = tanpa NaCl, S2 : 2500 ppm = 2,5 g NaCl/ 1 liter air, S3 : 5000 ppm = 5 g NaCl/ 1 liter air, S4 : 7500 ppm = 7,5 g NaCl/ 1 liter air, S5 : 10000 ppm = 10 g NaCl/ 1 liter air dan 6 varietas yaitu diantaranya V1= Varietas Mercy, V2= Varietas Metavy , V3= Varietas Monza, V4= Galur Lokal Blitar, V5= Galur Lokal Jember, V6= Varietas Lokal Panda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa salinitas berbengaruh nyata pada awal berkecambah, panjang hipokotil dan panjang akar. Varietas Mercy, Metavy, Monza dan Varietas Lokal Panda relatif lebih toleran pada kondisi cekaman salin dibandingkan dengan Galur Lokal Blitar dan Galur Lokal Jember.
PENGARUH DOSIS ZAT PENGATUR TUMBUH DAN BAHAN TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT SIRIH MERAH (Piper Crocatum Ruiz and Pav.) Rosyidah, Nurhayati; Guritno, Bambang; Aini, Nurul
Jurnal Produksi Tanaman Vol 5, No 11 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.71 KB) | DOI: 10.21776/572

Abstract

Tanaman sirih merah merupakan tanaman yang memiliki prospek yang cukup baik dimasa depan, sebab tanaman sirih merah memiliki kandungan senyawa fitokimia yang dapat digunakan sebagai obat. Tanaman sirih merah diperbanyak dengan penyetekan, pencangkokan dan perundukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui terjadinya interaksi antar zat pengatur tumbuh dan bahan tanam terhadap pertumbuhan bibit sirih merah (Piper Crocatum Ruiz and Pav).  Penelitian ini dilaksanakan di Desa Pandensari Kecamatan Pujon Kabupaten Malang pada bulan Februari-Mei 2015. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial dengan 3 ulangan dan 2 perlakuan yaitu pemberian konsentrasi Rootone F dan bahan tanam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi yang meningkatkan pertumbuhan bibit sirih merah pada parameter pengamatan jumlah daun, panjang tunas, panjang akar dan jumlah akar. Perlakuan konsentrasi Rootone F 300 meningkatkan pertumbuhan bibit tanaman sirih merah tertinggi daripada konsentrasi lainnya. Perlakuan bahan tanam bagian pangkal meningkatkan pertumbuhan bibit tanaman sirih merah daripada bahan tanam lainnya.
PENGARUH PUPUK HIJAU OROK-OROK (Crotalaria juncea) dan EM4 PADA PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN PADI (Oryza sativa) VARIETAS CIHERANG Hastanti, Rina Dwi; Widaryanto, Eko; Sumarni, Titin
Jurnal Produksi Tanaman Vol 5, No 11 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/573

Abstract

Produktivitas padi di Indonesia pada tahun 2013 mencapai 5,152 t ha-1 menjadi 5,128 t ha-1 pada tahun 2014 (BPS,2014).  Salah satu masalah yang menjadi penyebab produktivitas padi belum optimal adalah kesuburan tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh pemberian pupuk hijau orok-orok (Crotalaria juncea) dan EM 4 pada pertumbuhan dan hasil tanaman padi (Oryza sativa) Varietas Ciherang. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret sampai Agustus 2015 di Desa Pendem, Batu. Penelitian ini dilakukan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) sederhana yang terdiri 5 perlakuan dan diulang 4 kali, sehingga diperoleh 20 satuan percobaan. Perlakuan tersebut meliputi : (P1) 100% Anorganik,( P2) 10 t ha-1 Orok-orok, (P3)  20 t ha-1 Orok-orok, (P4) 10 t ha-1 Orok-orok + EM 4, (P5) 20 t ha-1 Orok-orok + EM 4. Hasil penelitian menunjukan bahwa orok-orok 10 t ha-1 dan 20 t ha-1 mampu meningkatkan  jumlah anakan, indeks luas daun, jumlah malai serta jumlah bulir tanaman dibandingkan dengan perlakuan pupuk anorganik.10 t ha-1 orok-orok + EM 4 dan 20 t ha-1 Orok-orok + EM 4 menghasilkan jumlah anakan masing-masing, indeks luas daun, jumlah malai serta jumlah bulir lebih tinggi dibandingkan dengan tanpa menggunakan EM 4. Orok-orok 10 t ha-1 dan 20 t ha-1 + EM 4 mampu menghasilkan gabah masing-masing sebesar 5,14 t ha -1 dan  5,24 t ha -1 serta meningkatkan hasil gabah lebih tinggi dibandingkan dengan perlakuan tanpa EM4.
PENGARUH PEMBERIAN PLANT GROWTH PROMOTING RHIZOBACTRIA (PGPR) DAN PUPUK KOTORAN AYAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN BUNCIS (Phaseolus vulgaris L.) Priasmoro, Yuda Pangestu; Tyasmoro, Setyono Yudo; Barunawati, Nunun
Jurnal Produksi Tanaman Vol 5, No 11 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/574

Abstract

Tanaman buncis (Phaseolus vulgaris L.) merupakan tanaman kacang-kacangan yang dikonsumsi sebagai sayuran. Produksi kacang buncis dari tahun ke tahun mengalami peningkatan.  Namun produksi belum mampu memenuhi permintaan konsumen, oleh karena itu beberapa usaha agronomi yang dapat dilakukan untuk meningkatan bahan organik misalnya dengan pemberian pupuk kotoran ayam dan Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR). Penelitian telah dilaksanakan pada bulan Mei sampai bulan Juli 2015. Tempat pelaksanaan kegiatan penelitian ini dilakukan di rumah kaca Sekolah Tinggi Penyuluh Pertanian (STPP), Lawang, Kab Malang, Jawa Timur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi antara perlakuan PGPR dan pupuk kotoran ayam pada bobot kering tanaman, bobot kering akar serta bobot bintil akar. Pemberian pupuk kotoran ayam dengan dosis 5 t ha-1 menunjukan hasil yang optimal dibandingkan perlakuan lainnya pada jumlah polong dan berat segar polong. Pemberian PGPR berbagai dosis tidak menunjukan pengaruh nyata terhadap berbagai parameter pertumbuhan dan hasil buncis.
PENGARUH MACAM BAHAN ORGANIK DAN PUPUK N PADA PERTUMBUHAN DAN HASIL JAGUNG MANIS (Zea mays saccharata Sturt) Irawan, Joni; Sitawati, Sitawati; Sudiarso, Sudiarso
Jurnal Produksi Tanaman Vol 5, No 11 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/575

Abstract

Jagung manis ( Zea mays saccharata Sturt) ialah komoditas pertanian yang sering dibudidayakan dan banyak mengandung vitamin dan gizi yang tinggi. Rasa manis pada biji jagung manis disebabkan oleh tingginya kadar gula pada endosperm biji jagung manis yang berkisar 13-14%, sedangkan kandungan kadar gula jagung biasa hanya mencapai 2-3%. Peningkatkan produksi tanaman jagung manis dilakukan dengan beberapa cara, salah satunya yaitu dengan pemupukan (pupuk organik dan pupuk anorganik). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kombinasi dosis terbaik dalam pemberian pupuk hijau Crotalaria juncea, pupuk kotoran ayam dan pupuk Nitrogen pada pertumbuhan dan hasil jagung manis. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan  April 2015 sampai dengan bulan Juli 2015, di Desa Pendem, Kecamatan Junrejo, Kota Batu. Metode penelitian yang digunakan ialah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 9 perlakuan dan 3 ulangan. Analisis data menggunakan ANOVA (Analysis of variance). Apabila terdapat perbedaaan yang nyata maka dilanjutkan dengan uji BNT 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk C. juncea 50% (2,1 ton ha-1) + Urea 50% (153,3 kg ha-1) menunjukkan pertumbuhan dan hasil lebih baik dengan hasil per hektar mencapai 21,95 ton ha-1.
PENGARUH AGENS HAYATI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL 5 VARIETAS TANAMAN KENTANG (Solanum tuberosum L.) DI DATARAN MEDIUM PONCOKUSUMO MALANG Farid, Muhammad; Maghfoer, Mochammad Dawam; Wardiyati, Tatik
Jurnal Produksi Tanaman Vol 5, No 11 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/576

Abstract

Kentang (Solanum tuberosum L.) ialah salah satu komoditas potensial sebagai sumber karbohidrat dan mempunyai arti penting pada perekonomian Indonesia. Salah satu penyakit yang menyebabkan produktivitas kentang menurun ialah busuk lunak yang disebabkan oleh bakteri Ralstonia solanacearum. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh agens hayati terhadap pertumbuhan dan hasil 5 varietas tanaman kentang   (Solanum tuberosum L.) di dataran medium Poncokusumo Malang. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret 2015 sampai dengan bulan Juni 2015, di Desa Wonorejo Kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malang. Metode penelitian yang digunakan ialah Rancangan Petak Terbagi (RPT) dengan 10 perlakuan dan 3 ulangan. Analisis data menggunakan ANOVA (Analysis of Variance). Apabila terdapat perbedaan yang nyata maka dilanjutkan dengan uji BNT 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh agens hayati terhadap macam varietas menunjukkan pengaruh yang berbeda. Varietas Nadiya menunjukkan respon pertumbuhan dan hasil terbaik di dataran Medium Poncokusumo Malang dengan hasil umbi mencapai 19,72 ton/ha.
KERAGAMAN GENETIK HASIL APLIKASI KOLKHISIN PADA TANAMAN JERUK SIAM cv. PONTIANAK (Citrus nobilis) SECARA MORFOLOGI DAN MOLEKULER Yasin, Muhammad; Saptadi, Darmawan; Kendarini, Niken; Agisimanto, Dita
Jurnal Produksi Tanaman Vol 5, No 11 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (612.906 KB) | DOI: 10.21776/577

Abstract

Jeruk ialah salah satu buah yang memiliki kandungan vitamin C yang tinggi dan memiliki adaptasi yang luas, sehingga jeruk banyak dibudidayakan dan digemari oleh masyarakat. Meskipun produksi tanaman jeruk meningkat dari 267.061 t (2010), 315.133 t (2011), 362.680 t (2012) dan 514.855 t (2013), dirasa masih belum mencukupi kebutuhan dalam negeri karena impor jeruk di Indonesia jumlahnya  masih besar yaitu 160.254 t (2010), 182.345 t (2011) dan 76.227 t (2013). Salah satu usaha untuk meningkatkan produksi buah jeruk yaitu dengan peningkatan keragaman genetik melalui aplikasian zat kolkhisin agar  tanaman  menjadi poliploid. Hasil mutasi tanaman oleh zat kolkhisin dapat diketahui dengan penanda morfologi dan molekuler. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keragaman genetik tanaman hasil aplikasi kolkhisin berdasarkan marka morfologi dan marka molekuler pada tanaman jeruk Siam cv. Pontianak. Diduga  terdapat keragaman genetik tanaman hasil aplikasi kolkhisin morfologi dan molekuler. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April - Juni 2015 di kebun dan di Laboratorium Pemuliaan Terpadu Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika Tlekung, Batu, Jawa Timur. Tanaman yang diuji yaitu 18 tanaman jeruk Siam Pontiank yang berumur 8 tahun hasil perlakuan kolkhisin. Hasil dari penelitian ini menunjukkan terdapat perbedaan antara jeruk Siam cv. Pontianak dengan jeruk hasil aplikasi kolkhisin pada karakter bentuk daun. Nilai keragaman pada karakter kuantitatif dikatagorikan rendah. Pada analisa molekuler terdapat keragaman dengan jarak genetik 71%. Secara molekuler diperoleh 18, 5, 13 dan 8 pita polimorfism yang dihasilkan oleh 4 primer ISSR yang digunakan. Primer ISSR yang digunakan sangat informatif karena nilai dari PIC>50%.
PENGARUH APLIKASI PUPUK ORGANIK DAN ANORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN CABAI MERAH (Capsicum annuum L.) Emir, Muhammad Nazri; Aini, Nurul; Koesriharti, Koesriharti
Jurnal Produksi Tanaman Vol 5, No 11 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/578

Abstract

Kebutuhan cabai nasional terhitung pada tahun 2005 yaitu sebesar 788.544 ton dengan luas tanam sekitar 5.000 ha/bulan. Sementara itu, peningkatan permintaan akan cabai merah mencapai 7,5%/tahun. Permintaan yang terus bertambah dan tidak terpenuhi ini disebabkan karena penggunaan bahan tanam, pemupukan yang belum berimbang, pengendalian hama dan penyakit tanaman terpadu serta pengelolaan yang tidak efisien. Oleh karena itu, perlu dilakukannya suatu penelitian pada salah satu varietas dengan mengkombinasikan penggunaan pupuk organik dan anorganik dengan aplikasi pemupukan yang berbeda guna mengetahui pemupukan yang sesuai untuk menghasilkan produksi maksimum. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi antara penggunaan pupuk organik dan anorganik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman cabai merah dan untuk mendapatkan kombinasi dosis pupuk organik dan anorganik yang tepat guna mendapatkan hasil yang maksimal. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei-Oktober 2015 di Dusun Kasin, Ampeldento, Kecamatan Karangploso, Malang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pupuk organik dan anorganik berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman dan jumlah daun pada semua umur pengamatan. Sedangkan untuk diameter batang berpengaruh nyata hanya pada umur 42 hst. Untuk pengamatan jumlah bunga yang terbentukjuga memberikan pengaruh yang nyata. Dari hasil penelitian juga diketahui bahwa perlakuan pupuk organik dan anorganik berpengaruh tidak nyata terhadap komponen hasil panen per tanaman dan hasil panen per hektar. Hasil panen yang diperoleh berkisar antara 21,99 ton/ha hingga 23,02 ton/ha yang lebih besar dari potensi hasil (0,7 kg/tanaman) atau setara dengan 23 ton/ha.
PENGARUH PENAMBAHAN LUMPUR LAPINDO SEBAGAI PEMBENAH TANAH TERHADAP PETUMBUHAN DAN HASIL KEDELAI ( Glicyne max L. Merrill) Meganada, Ika Kartika; Sumarni, Titin; Islami, Titiek
Jurnal Produksi Tanaman Vol 5, No 11 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/579

Abstract

Kedelai (Glycine max L. Merrill) merupakan komoditas tanaman pangan terpenting ketiga setelah padi dan jagung. Dalam kurun waktu 2010-2014, produksi kedelai nasional cenderung tidak stabil. Untuk meningkatkan produksi kedelai di Indonesia, perlu adanya perbaikan lahan, yaitu salah satunya dengan pembenah tanah. Lumpur lapindo dengan tekstur liat dapat membantu menambah kelembaban tanah pada tanah yang cenderung bertestur pasir. Tujuan penelitian ini adalah mempelajari pengaruh lumpur lapindo sebagai pembenah tanah terhadap pertumbuhan dan hasil kedelai serta mendapatkan dosis lumpur lapindo yang baik untuk pertumbuhan dan hasil kedelai. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli-September 2015 di desa Sumberjo, Kecamatan Wonoayu, Kabupaten Sidoarjo. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah menggunakan Rancangan Acak Kelompok, terdiri dari 2 faktor yaitu faktor pertama adalah varietas terdiri dari varietas Grobogan dan Anjasmoro, sedangkan faktor kedua adalah dosis lumpur terdiri dari lumpur 0 t ha-1, lumpur 10 t ha-1, lumpur 15 t ha-1,dan 20 t ha-1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Varietas Grobogan lebih respon terhadap lumpur lapindo dibandingkan dengan varietas Anjasmoro, hal ini didapatkan lumpur lapindo 15 t ha-1 pada varietas Grobogan mengalami peningkatan jumlah buku subur sebesar 9,61%. Sedangkan lumpur lapindo 15 t ha-1 pada varietas Anjasmoro hanya mengalami peningkatan jumlah buku subur sebesar 8,51%. Hasil tanaman kedelai dipengaruhi oleh dosis lumpur lapindo 15 t ha-1 yang mampu meningkatkan tinggi tanaman sebesar 9,10%, jumlah daun sebesar 2,68%, jumlah cabang sebesar 3,90%, luas daun sebesar 9,88%, jumlah polong sebesar 9,07%, jumlah biji sebesar 16,57%, dan berat kering sebesar 7,82% serta hasil biji sebesar 15,88%.
PENGARUH PUPUK HAYATI PELARUT P PADA PERTUMBUHAN DAN HASIL BERBAGAI VARIETAS KEDELAI (Glycine max L. Meril) Muthoharoh, Nurul; Sunaryo, Sunaryo; Islami, Titiek
Jurnal Produksi Tanaman Vol 5, No 11 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/580

Abstract

Kedelai ( Glycine Max L. Meril) adalah salah satu komoditi pangan utama setelah padi dan jagung. Kedelai merupakan bahan pangan sumber protein nabati utama bagi masyarakat sehingga kebutuhannya terus meningkat seiring dengan pertambahan jumlah penduduk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi dosis pupuk hayati pelarut P terhadap berbagai varietas tanaman kedelai. Penelitian telah dilaksanakan pada bulan Mei sampai Juli 2015 di lahan jemur UPT Pengembangan Benih Palawija Jl. Raya Randuagung No. 120 A, Desa Randuagung, Kecamatan Singosari. Pada penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok dengan dua faktor. Faktor 1 yaitu jenis varietas kedelai yang menggunakan varietas Argomulyo, Wilis, dan Gepak Kuning.  Faktor 2 yaitu pemberian dosis pupuk hayati pelarut P 15 g, 10 g, 5 g dan tanpa pupuk hayati pelarut P. Dari hasil yang didapatkan perlakuan macam-macam varietas tanaman kedelai dan pemberian dosis pupuk hayati pelarut P memberikan pengaruh yang nyata diantaranya pada parameter tinggi tanaman, jumlah cabang, dan jumlah bintil akar. Varietas Gepak Kuning lebih toleran terhadap pupuk hayati pelarut  P dengan dosis 15 g. Hal ini ditunjukan dari hasil  parameter tinggi tanaman, jumlah cabang, dan jumlah bintil akar.

Page 51 of 350 | Total Record : 3493


Filter by Year

2013 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 01 (2026): Januari Vol. 14 No. 2 (2026): Februari (In-Press) Vol. 13 No. 12 (2025): Desember Vol. 13 No. 11 (2025): November Vol. 13 No. 10 (2025): Oktober (In-Press) Vol. 13 No. 08 (2025): Agustus Vol. 13 No. 07 (2025): Juli Vol. 13 No. 06 (2025): Juni Vol. 13 No. 05 (2025): Mei Vol. 13 No. 04 (2025): April Vol. 13 No. 9 (2025): September Vol. 13 No. 3 (2025): Maret Vol. 13 No. 2 (2025): Februari Vol. 13 No. 1 (2025): Januari Vol. 12 No. 12 (2024): Desember Vol. 12 No. 11 (2024): November Vol. 12 No. 10 (2024): Oktober Vol. 12 No. 09 (2024): September Vol. 12 No. 05 (2024): Mei Vol. 12 No. 04 (2024): April Vol. 12 No. 8 (2024): Agustus Vol. 12 No. 7 (2024): Juli Vol. 12 No. 6 (2024): Juni Vol. 12 No. 3 (2024): Maret Vol. 12 No. 2 (2024): Februari Vol. 12 No. 1 (2024): Januari Vol. 11 No. 12 (2023): Desember Vol. 11 No. 11 (2023): November Vol. 11 No. 10 (2023): Oktober Vol. 11 No. 9 (2023): September Vol. 11 No. 8 (2023): Agustus Vol. 11 No. 7 (2023): Juli Vol. 11 No. 6 (2023): Juni Vol. 11 No. 5 (2023): Mei Vol. 11 No. 4 (2023): April Vol. 11 No. 3 (2023): Maret Vol. 11 No. 2 (2023): Februari Vol. 11 No. 1 (2023): Januari Vol. 10 No. 12 (2022): Terbitan Bulan Desember Vol. 10 No. 11 (2022): Terbitan Bulan November Vol. 10 No. 10 (2022): Terbitan Bulan Oktober Vol. 10 No. 9 (2022): Terbitan Bulan September Vol. 10 No. 8 (2022): Terbitan Bulan Agustus Vol 10, No 7 (2022) Vol. 10 No. 7 (2022) Vol. 10 No. 6 (2022) Vol. 10 No. 5 (2022) Vol 10, No 5 (2022) Vol 10, No 4 (2022) Vol. 10 No. 4 (2022) Vol. 10 No. 3 (2022) Vol 10, No 3 (2022) Vol. 10 No. 2 (2022) Vol 10, No 2 (2022) Vol 10, No 1 (2022) Vol. 10 No. 1 (2022) Vol. 9 No. 12 (2021) Vol 9, No 12 (2021) Vol. 9 No. 11 (2021) Vol 9, No 11 (2021) Vol. 9 No. 10 (2021) Vol 9, No 10 (2021) Vol. 9 No. 9 (2021) Vol 9, No 9 (2021) Vol 9, No 8 (2021) Vol. 9 No. 8 (2021) Vol. 9 No. 7 (2021) Vol 9, No 7 (2021) Vol. 9 No. 6 (2021) Vol 9, No 6 (2021) Vol 9, No 5 (2021) Vol. 9 No. 5 (2021) Vol. 9 No. 4 (2021) Vol 9, No 4 (2021) Vol. 9 No. 3 (2021) Vol 9, No 3 (2021) Vol 9, No 2 (2021) Vol. 9 No. 2 (2021) Vol 9, No 1 (2021) Vol. 9 No. 1 (2021) Vol. 8 No. 12 (2020) Vol 8, No 12 (2020) Vol 8, No 11 (2020) Vol. 8 No. 11 (2020) Vol. 8 No. 10 (2020) Vol 8, No 10 (2020) Vol 8, No 9 (2020) Vol. 8 No. 9 (2020) Vol. 8 No. 8 (2020) Vol 8, No 8 (2020) Vol. 8 No. 7 (2020) Vol 8, No 7 (2020) Vol 8, No 6 (2020) Vol. 8 No. 6 (2020) Vol. 8 No. 5 (2020) Vol 8, No 5 (2020) Vol 8, No 4 (2020) Vol. 8 No. 4 (2020) Vol 8, No 3 (2020) Vol. 8 No. 3 (2020) Vol. 8 No. 2 (2020) Vol 8, No 2 (2020) Vol 8, No 1 (2020) Vol. 8 No. 1 (2020) Vol. 7 No. 12 (2019) Vol 7, No 12 (2019) Vol. 7 No. 11 (2019) Vol 7, No 11 (2019) Vol 7, No 10 (2019) Vol. 7 No. 10 (2019) Vol. 7 No. 9 (2019) Vol 7, No 9 (2019) Vol 7, No 8 (2019) Vol. 7 No. 8 (2019) Vol 7, No 7 (2019) Vol. 7 No. 7 (2019) Vol. 7 No. 6 (2019) Vol 7, No 6 (2019) Vol 7, No 5 (2019) Vol. 7 No. 5 (2019) Vol. 7 No. 4 (2019) Vol 7, No 4 (2019) Vol. 7 No. 3 (2019) Vol 7, No 3 (2019) Vol. 7 No. 2 (2019) Vol 7, No 2 (2019) Vol 7, No 1 (2019) Vol. 7 No. 1 (2019) Vol 6, No 12 (2018) Vol. 6 No. 12 (2018) Vol 6, No 11 (2018) Vol. 6 No. 11 (2018) Vol 6, No 10 (2018) Vol. 6 No. 10 (2018) Vol 6, No 10 (2018) Vol 6, No 9 (2018) Vol. 6 No. 9 (2018) Vol. 6 No. 8 (2018) Vol 6, No 8 (2018) Vol 6, No 8 (2018) Vol. 6 No. 7 (2018) Vol 6, No 7 (2018) Vol 6, No 7 (2018) Vol 6, No 6 (2018) Vol. 6 No. 6 (2018) Vol. 6 No. 5 (2018) Vol 6, No 5 (2018) Vol 6, No 4 (2018) Vol. 6 No. 4 (2018) Vol 6, No 3 (2018) Vol. 6 No. 3 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol. 6 No. 2 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 1 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018) Vol 5, No 12 (2017) Vol 5, No 12 (2017) Vol. 5 No. 12 (2017) Vol. 5 No. 11 (2017) Vol 5, No 11 (2017) Vol 5, No 10 (2017) Vol. 5 No. 10 (2017) Vol. 5 No. 9 (2017) Vol 5, No 9 (2017) Vol. 5 No. 8 (2017) Vol 5, No 8 (2017) Vol 5, No 7 (2017) Vol. 5 No. 7 (2017) Vol. 5 No. 6 (2017) Vol 5, No 6 (2017) Vol. 5 No. 5 (2017) Vol 5, No 5 (2017) Vol 5, No 4 (2017) Vol. 5 No. 4 (2017) Vol. 5 No. 3 (2017) Vol 5, No 3 (2017) Vol 5, No 2 (2017) Vol. 5 No. 2 (2017) Vol. 5 No. 1 (2017) Vol 5, No 1 (2017) Vol. 4 No. 8 (2016) Vol 4, No 8 (2016) Vol 4, No 7 (2016) Vol. 4 No. 7 (2016) Vol. 4 No. 6 (2016) Vol 4, No 6 (2016) Vol. 4 No. 5 (2016) Vol 4, No 5 (2016) Vol 4, No 4 (2016) Vol. 4 No. 4 (2016) Vol. 4 No. 3 (2016) Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol. 4 No. 2 (2016) Vol. 4 No. 1 (2016) Vol 4, No 1 (2016) Vol 3, No 8 (2015) Vol. 3 No. 8 (2015) Vol 3, No 7 (2015) Vol. 3 No. 7 (2015) Vol. 3 No. 6 (2015) Vol 3, No 6 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol. 3 No. 5 (2015) Vol 3, No 4 (2015) Vol. 3 No. 4 (2015) Vol. 3 No. 3 (2015) Vol 3, No 3 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol. 3 No. 2 (2015) Vol. 3 No. 1 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol. 2 No. 8 (2014) Vol 2, No 8 (2014) Vol 2, No 7 (2014) Vol. 2 No. 7 (2014) Vol. 2 No. 6 (2014) Vol 2, No 6 (2014) Vol 2, No 5 (2014) Vol. 2 No. 5 (2014) Vol 2, No 4 (2014) Vol. 2 No. 4 (2014) Vol. 2 No. 3 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol. 2 No. 2 (2014) Vol. 2 No. 1 (2014) Vol 2, No 1 (2014) Vol. 1 No. 6 (2013) Vol 1, No 6 (2013) Vol 1, No 5 (2013) Vol. 1 No. 5 (2013) Vol. 1 No. 4 (2013) Vol 1, No 4 (2013) Vol 1, No 3 (2013) Vol. 1 No. 3 (2013) Vol 1, No 2 (2013) Vol. 1 No. 2 (2013) Vol. 1 No. 1 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue