cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 25 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2022)" : 25 Documents clear
STUDI ALTERNATIF PERENCANAAN STRUKTUR SAMBUNGAN BALOK– KOLOM MENGGUNAKAN SISTEM BETON PRACETAK (PRECAST) PADA GEDUNG PEMERINTAH KABUPATEN LAMONGAN Farhani, Muhammad Rizqi; Hidayat, M. Taufik; Susanti, Lilya
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2022)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangunan gedung bertingkat tak ada habisnya untuk selalu ditingkatkan. Akantetapi dengan meningkatnya pembangunan gedung bertingkat membuat ketersediaan lahanyang lama kelamaan semakin sedikit. Hal ini membuat beberapa daerah mengatasi masalahketersediaan lahan yang sempit untuk pembangunan gedung bertingkat. Sampai sekarangpembangunan struktur gedung bertingkat di Indonesia metode pengerjaannya masihbanyak yang menggunakan metode beton bertulang konvensional biasa ( cast in situ )dikarenakan metode konvensional biasa prosesnya mudah dikerjakan tetapi waktupelaksanaanya yang relatif lama dan biaya yang dibutuhkan juga cukup banyakdikarenakan memerlukan banyaknya bekisting. Salah satu inovasi dimana dapatmempersingkat waktu pelaksanaanya dan mengurangi kebutuhan bekisting yaitu denganmenggunakan metode beton pracetak ( precast ). Metode beton pracetak adalah teknologikonstruksi struktur beton dimana komponen pembentukannya dibuat atau di fabrikasi,pengolahannya bisa di lahan pembuatan bahkan bisa juga di lapangan yang kemudiandipasang sehingga membentuk sebuah struktur bangunan. Untuk struktur dengan metodepracetak ( precast ), sambungan yang terpasang pada hubungan antar komponen balokdengan kolom dan kolom dengan balok merupakan hal utama yang perlu ditinjau danditeliti.Studi ini merupakan perhitungan perencanaan struktur sambungan balok – kolommenggunakan system beton pracetak ( precast ) pada Gedung Pemerintah KabupatenLamongan yang merujuk pada SNI 2847:2019 yang membahas persyaratan betonstructural untuk bangunan gedung, SNI 7883:2012 yang membahas tata cara perancanganbeton pracetak dan beton prategang untuk bangunan gedung, SNI 1727:2013 yangmembahas beban minimum untuk perancangan bangunan gedung dan struktur lainnya danSNI 1726:2019 yang membahas tata cara perencanaan ketahanan gempa untuk strukturbangunan gedung dan non gedung. Dari hasil studi yang ada didapatkan bahwa dimensiukuran balok induk sebensar 40 cm x 60 cm dengan penulangan tarik 10D25, penulangantekan 5D25 dan kolom 60 cm x 60 cm dengan penulangan tekan 9D22, penulangan tarik9D22. Dalam sambungan antar komponen balok dan kolom menggunakan tipe sambunganbasah dengan panjang distribusi tulangan sebesar 365,148 mm dalam kondisi tekan,701,084 mm dalam kondisi tarik dan dengan panjang kait sebesar 255,604 mm.Kata Kunci: Betonlpracetak, Tulangan, Sambungan
ANALISIS PEMODELAN PERILAKU TEGANGAN DAN REGANGAN PADA PORTAL DENGAN BRACING DIAGONAL EKSENTRIS SATU ARAH Saulina Situmorang, Gracesella Novita; Susanti, Lilya; Setyowulan, Desy
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2022)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berada di daerah cincin api, Indonesia memiliki bahaya relatif tinggi terhadap gempayang menyebabkan kerusakan pada ribuan unit rumah hingga menelan korban jiwa. Strukturrangka dengan bracing eksentris (EBF) adalah sistem rangka portal yang merupakan sebuahpengembangan dari struktur rangka dengan bracing konsentris (CBF) dengan kekakuan sertakapasitas daktilitas yang signifikan. Pada struktur EBF, link-beam merupakan komponenterpenting struktur yang berfungsi untuk disipasi energi secara stabil. Penelitian dilakukanguna mengetahui pengaruh tegangan dan regangan eksentrisitas pada portal baja denganbresing diagonal eksentrisitas satu arah sebagai upaya mitigasi risiko yang terfokus padastruktur bangunan sederhana terutama di Indonesia dan dilakukan dengan tiga variasipanjang link. Hasil menunjukan bahwa komponen bracing pada pemodelan CBF yangbefungsi sebagai sekring dapat mendisipasi sebagian besar energi yang diterima oleh strukturdengan baik dan menjadi penentu perilaku keruntuhan dari pemodelan portal. Pada sisi lain,komponen link-beam pada pemodelan EBF mengalami kelelehan terlebih dahuludibandingkan dengan komponen lainnya.Kata kunci: EBF, CBF, link-beam, portal bresing
ANALISIS SISTEM PERKUATAN DINDING GESER MENGGUNAKAN METODE DIRECT DISPLACEMENT BASED DESIGN (DDBD) PADA GEDUNG RUMAH SAKIT BHAYANGKARA NGANJUK Prayoga, M. Fajar; Wibowo, Ari; Susanti, Lilya
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2022)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini banyak sekali pekerjaan konstruksi yang sedang berjalan di Indonesia,khususnya pembangunan gedung bertingkat tinggi. Dalam pembangunan gedung bertingkattinggi harus memperhatikan berbagai hal, salah satunya kekuatan struktur dalam menahan gayalateral akibat gempa bumi. Alternatif yang tepat untuk membantu struktur menahan gaya lateralyaitu dengan memasang perkuatan seperti dinding geser (shear wall). Dinding geser (shearwall) merupakan suatu sistem yang berfungsi untuk menahan gaya lateral pada bangunanbertingkat tinggi akibat adanya guncangan atau gempa horizontal. Perencanaan bangunanbertingkat tinggi dengan perkuatan dinding geser harus dirancang dengan metode yang tepat,agar dapat menggambarkan pada kondisi riil gedung yang akan dibangun. Metode yang saatini diyakini akurat dan menggambarkan kondisi riil gedung yaitu metode Direct DisplacementBased Design (DDBD). Direct Displacement Based Design (DDBD) ini adalah metodealternatif yang digunakan untuk merancang bangunan tahan gempa. DDBD dianggap lebihakurat dan jelas digunakan merancang bangunan tahan gempa daripada metode sebelumnya,yaitu Force Based Design (FBD). Tidak hanya akurat saja, penyelesaian metode ini tergolongmudah untuk menganalisi gedung berderajat kebebasan banyak.Kata kunci : Gempa bumi, dinding geser (shear wall), Direct Displacement Based Design(DDBD)
STUDI ALTERNATIF PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG RSUD Dr. KANUJOSO DJATIBOWO BALIKPAPAN MENGGUNAKAN PROFIL CASTELLATED BEAM Ramayadi, Muhammad Faisal; Hidayat, M. Taufik; Susanti, Lilya
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2022)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Balikpapan merupakan salah satu daerah yang berada di provinsi KalimantanTimur yang biasa dikenal sebagai kota minyak. Dengan bertambahnya pekerja tersebutmembuat kebutuhan akan tempat fasilitas kesehatan yang memadai menjadi fokus utama.Dengan adanya teknologi yang ada saat ini, kontraktor dapat memilih cara yang palingefisien serta efektif untuk dapat mempersingkat penyelesaiannya dalam segi waktu dan kuatsecara struktural untuk gedung yang akan dibangun. Karena semakin tinggi suatu gedungmaka waktu pengerjaannya akan semakin lama dan biaya pekerjaannya juga mahal.Dalam tugas akhir ini akan dibahas perencanaan ulang Gedung RSUD dr.KanujosoDjatiwibowo yang menggunakan metode beton bertulang konvensional menjadi CastellatedBeam. Perencanaan ini meliputi: perencanaan pelat lantai ruangan dan atap, tangga, balokanak, balok induk, bracing, kolom, dan pondasi. Peraturan yang dipakai SNI 1726:2019 dandimensi struktur menggunakan program SAP 2000.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apa saja perbedaan yang dihasilkanpada elemen balok sebelum dan sesudah dilakukan analisis castella. mengetahuiperencanaan alternatif struktur balok castella menurut desain struktur yang mengacu padaSNI 1729:2019 dan Metode Desain Faktor Beban Ketahanan (LRFD) pada Gedung RSUDdr. Kanujoso Djatiwibowo BalikpapanBerdasarkan hasil analisis perencanaan alternatif struktur bangunan gedung RSUD Dr.Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan menggunakan profil castellated beam. 1. Padaproses perencanaan awal digunakan pelat lantai dengan ketebalan 120 mm dengan tulanganØ10 – 150. Untuk perencanaan balok induk digunakan profil baja WF 300x200x9x14dengan Mu maks lapangan = 206,831 kNm dan Mu maks tumpuan = 416,1061 kNm. Untukperencanaan balok anak digunakan profil baja WF 150x100x6x9 dengan Mu maks = 49,792kNm. Kata Kunci : Profil, Baja, Perencanaan, Castella, Komposit, Perkuatan
STUDI ALTERNATIF PERENCANAAN GEDUNG RSUD DR. SOEWANDHI SURABAYA PADA STRUKTUR SAMBUNGAN BALOK-KOLOM MENGGUNAKAN SISTEM PRACETAK (PRECAST) Puterawardhana, Sjahihza; Hidayat, M. Taufik; Wijaya, Ming Narto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2022)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seiring berkembangnya zaman, banyak permasalahan kompleks pada sektorinfrastruktur. Hal ini beriringan dengan meningkatnya kebutuhan sarana prasarana kesehatandan kemajuan teknologi. Rumah Sakit merupakan prasarana dan sarana untuk menunjangdan mendukung terwujudnya Kesehatan masyarakat. Masyarakat yang sehat secara jasmanidan rohani akan mewujudkan sumber daya masyarakat yang berkualitas tinggi. Permintaanakan pelayanan Kesehatan masyarakat hari demi hari semakin meningkat secara pesat. OlehUntuk penyelsaian masalah tersebut adalahmembuat bangunan vertikal. Masyarakat Indonesia pada umumnya menggunakan betonkonvensional untuk membangun sebuah gedung bertingkat, sebenarnya, bukan hanya betonkonvensional yang dapat digunakan untuk membangun sebuah bangunan, beton pracetak(precast) adalah salah satu inovasi dalam pembangunan sebuah gedung bertingkat yangefektif dan efisien dalam mempersingkat waktu pelaksanaanPerencanaan pada skripsi ini merupakan perhitungan perencanaan struktursambungan balok-kolom menggunakan sistem beton pracetak (precast) pada Gedung RSUDdr. Soewandhi Surabaya yang didasari pada SNI 7883:2012 membahas tentang tata caraperancangan beton pracetak dan beton prategang untuk bangunan gedung, SNI 2847:2019yang membahas tentang persyaratan beton sruktural untuk bangunan gedung, SNI1727:2013 yang membahas tentang beban minimum untuk perancangan bangunan gedungdan struktur lainnya dan SNI 1726 : 2019 membahas tentang tata cara dalam perencanaanketahanan gempa untuk struktur bangunan gedung dan non gedung. Hasil dari skripsi inididapatkan bahwa dimensi ukuran balok 40 cm x 60 cm dengan penulangan tarik 10 D25dan penulangan tarik 9 D25. Dan kolom 70 cm x 70 cm dengan penulangan tarik 10 D25,dan penulangan tekan 10 D25. Untuk sambungan antara balok dan kolom menggunakan tipesambungan basah dengan panjang distribusi tulangan sebesar 387,9701 mm dengan kondisitekan, distribusi tulangan sebesar 744,9026 dengan kondisi tarik dan tulangan berkait dalamkeadaan tertarik sebesar 255,604Kata Kunci: Beton pracetak, Bangunan, Sambungan
STUDI ALTERNATIF PERENCANAAN ULANG BANGUNAN GEDUNG 7 LANTAI MENGGUNAKAN STRUKTUR BALOK KOMPOSIT PADA PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG KANTOR PEMERINTAH KABUPATEN LAMONGAN Alifian Arzaq, Bachrudin Muhammad; Hidayat, M. Taufik; Wijaya, Ming Narto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2022)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangunan Fasilitas Untuk Sebuah Kantor Pemerintahan sangatlah penting karena termasukdalam sarana prasarana dalam bekerja, semakin berkembangnya zaman, pembangunan-pembangunansemakin meningkat, apalagi pembangunan fasilitas utama seperti gedung kantor sangat dimaksimalkanuntuk menciptakan kenyamanan manusia yang melakukan aktifitas kerja, dalam perencanaan danpembangunan gedung kantor bertingkat secara umum menggunakan struktur beton bertulang. Namunmempunyai beberapa kekurangan seperti menghasilkan beban mati yang besar dan membutuhkan ukurandimensi elemen struktur yang besar utuk bentang yang panjang sehingga kurang efisien. Terdapatbeberapa alternatif pilihan agar lebih efisien, salah satunya alternatif penggunaan struktur baja komposit.perhitungan perencanaan struktur elemen balok menggunakan sistem struktur komposit dan kolommenggunakan material baja profil pada Gedung Pemerintah Kabupaten Lamongan, desai perencanaanstruktur komposit dan pembebanan struktur yang mengacu pada SNI 1729:2020 dan LRFD, Baja Profilyang digunakan perencanaan pada Balok Induk Melintang menggunakan Profil WF 300.300.12.12 danMemanjang menggunakan Profil WF 250.250.14.14, untuk perencanaan Kolom menggunakan profilBaja WF 400400.400.18.18 dan WF 300.300.15.15, perhitungan beban gempa mengacu pada SNI1726:2019. Analisis gaya dalam yang terjadi pada struktur dibantu menggunakan softwere SAP 2000.Kata Kunci :Stuktur Balok Koposit,Balok Komposit,Struktur Komposit, Profil Baja
ANALISIS PERKUATAN BRESING BAJA MENGGUNAKAN METODE DIRECT DISPLACEMENT BASED DESIGN (DDBD) PADA GEDUNG RUMAH SAKIT BHAYANGKARA NGANJUK Pradana, Egi; Wibowo, Ari; Setyowulan, Desy
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2022)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara dengan potensi bencana alam gempa bumi yangtinggi. Hal ini disebabkan karena negara Indonesia berada di zona ring of fire Faktor lain yangmenyebabkan potensi yang tinggi ini ialah karena negara Indonesia merupakan wilayahpertemuan dari 3 lempeng besar, yaitu Lempeng Eurasia, Lempeng Indo-Australia danLempeng pasifik. Akibatnya, aktivitas gempa di Indonesia sangat tinggi dan menimbulkankerugian yang besar juga. Untuk itu ,diperlukan konsep perencanaan untuk merancang strukturbangunan tahan terhadap gempa yang tepat. Konsep perencanaan bangunan tahan gempa yangsekarang ini banyak digunakan yaitu Performance Based Seismic Design (PBSD) denganmetode Direct Displacement Based Design (DDBD). Direct Displacement Based Design(DDBD) lebih mengutamakan perpindahan atau displacement daripada kekuatan ataustrength. Pada analisis ini membahas terkait perencanaan sistem perkuatan bresing bajamenggunakan metode Direct Displacement Based Design (DDBD) yang merujuk pada SNI1726:2019 yang membahas tentang tata cara perencanaan ketahanan gempa untuk gedung dannon gedung dan SNI 1727:2013 yang membahas pembebanan gedung. Dalam kajian inimenggunakan baja yang digunakan sebagai perkuatan bresing baja yaitu baja profil WF400.300.10.16 dengan mutu BJ-41. Dimana terdapat 3 tipe perkuatan dengan lokasi perletakanyang berbeda-beda.Kata Kunci: Direct Displacement Based Design (DDBD), Bresing Baja, Displacement
PENGARUH PANJANG TANAM TERHADAP BOND SLIP STRENGTH ANTARA TULANGAN BAMBU DAN BETON W., Thariq Ramzie; N., Christin Remayanti; Wibowo, Ari
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2022)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulangan dengan memanfaatkan bahan dari bambu betung sebagai tulanganpengganti material baja diharapkan dapat meningkatkan performa dari struktur denganmampu menahan beban yang diterima, meningkatkan daktilitas, kekakuan, dan kekangan,meningkatkan performa dari struktur, namun kegagalan elemen beton dengan batangbertulang bambu masih sering terjadi itu pada perekatan antara bambu dengan beton. Padapenelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui dampak dari pemasangan treatment yangsudah sering dilakukan, pemasangan cable ties stainless steel akan menambah kekuatantahanan gelincir (slip),ihal ini disebabkan oleh gaya gesek permukaan tulangan bambu padacable ties stainless steel yang berfungsi untuk shear connector. Panjang tanam bambuberpengaruh terhadap kelekatan beton dengan tulangan bambu. Kekuatan menurun seiringdenganikenaikan diameteritulangan dan semakin dalam tulangan tertanam. Hasil pengujiankuat tarik tulangan bambu yang diberi cable ties stainless steel dan tambahan menggunakansikadur pasir sebagai ulir terhadap bambu memberikan bertambahnya gaya gesek (frection)dipermukaan bambu hingga membuat monolitnya tulangan bambu dengan beton pemberiancable ties stainless steel sebagai modifikasi ulir menambahkan gaya bearing force.penambahan kekuatan lekatan pada masing-masing variabel sangat dipengaruhi olehpanjang tanam kedalaman tulangan, semakin dalam panjang tanam yang tertanam padabeton maka semakin besar kuat lekatnya dan sebaliknya.Kata Kunci: tulangan bambu, kuat lekat, panjang tanam tulangan.
PENGARUH JARAK PEMASANGAN CABLE TIES SEBAGAI ULIR TERHADAP BOND SLIP STRENGTH ANTARA TULANGAN BAMBU DAN BETON Lukman Hakim, Muhammad Wildhan; Wibowo, Ari; Widjatmoko, Indradi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2022)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan bambu dalam bidang konstruksi disebabkan bambu sebagai bahan bangunandengan banyak keunggulan yang dimiliki oleh bambu. Permukaan bambu yang licin jugamenjadi permasalahan tersendiri bagi kuat lekat bambu (bond strength) dengan beton, danmayoritas kegagalan konstruksi bambu dalam struktur yaitu kegagalan lekatan (bondfailure), kurangnya kekuatan lekat pada bambu menyebabkan kegagalan slip (bond slip).Pemberian treatment pada tulangan bambu untuk mengurangi ke kegagalan lekatan (bondfailure), denagn pemberian sikadur pasir dan cable ties stainless steel sebagai modifikasi ulirpada tulangan bambu dengan pemberian jarak pemasangan cable ties stainless steel sejarak6,74 mm, 25 mm, 50 mm, dan 100 mm. Pada hal ini cable ties stainless steel dan sikadur pasirsebagai treatment pada tulangan bambu memberikan peningkatan kuat lekat sebesar 49,19%. Sertapemberian jarak pemasangan cable ties stainless steel meningkatkan kemampuan breaing forcepada cable ties stainless steel sebesar 30,98% pada jarak pemasangan 50 mm, 20,83% untuk jarak25 mm, 24,4% untuk variabel 6,74 mm, dan 23,33% pada jarak 100 mm. Sehingga perilakupemasangan jarak cable ties stainless steel memiliki persamaan sifat seperti tulangan baja.Kata kunci : tulangan bambu, kuat lekat, jarak pemasangan cable ties stainless steel.
PENGARUH KEDALAMAN RETAK BETON TERHADAP BOND SLIP STRENGH ANTARA TULANGAN BAMBU DAN BETON Al Machroja, Balad Fachruda; Wibowo, Ari; N., Christin Remayanti
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2022)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangunan di Indonesia saat ini masih menggunakan bahan mateial bangunan yangdi dapat di tambang dan tidak bisa diperbaharuhi dan kurang memanfaatkan material lain yangbisa diperbaharuhi. Seperti halnya tulangan yang memanfaatkan baja sebagai materialnya,dapat digantikan dengan menggunakan bambu. Bambu dapat digunakan menjadi tulangan padabangunan sederhana. Akan tetapi pada pelaplikasiannya bambu perlu diuji dalam hal kuat lekatnya pada beton. Sayangnya bambu memiliki tekstur yang polos dan kurang bisa menyatudengan beton atau menjadi monolit. Untuk solusinya adalah menggunakan bahan kimia dandicampur pasir serta pemodelan ulir dengan cableties stainless steel. Penelitian ini merupakanhal yang dilakukan untuk mengetahui perkuatan lekat bambu terhadap beton denganmenggunakan pelapisan campuran sikadur dan pasir dan pengaplikasian ulir pada tulanganbambu menggunakan cable ties stainleess steel. Pada penilitian ini divariasi juga denganpenambahan retak yang dibuat pada saat pengecoran. Dari hasil penelitian ini dihasilkan bahwaperkuatan tulangan yang diberikan campuran sikadur dan pasir serta cable ties stainless steellebih besar kuat lekat nya dari pada tulangan bambu polos dan juga didapatkan bahwa semakinlebar kedalaman retak betonnya semakin kecil kuat lekat yang dihasilkan.Kata kunci: tulangan bambu, kuat lekat, ulir, bambu, retak beton

Page 1 of 3 | Total Record : 25