cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 65 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2018)" : 65 Documents clear
PERENCANAAN ALTERNATIF STRUKTUR KOMPOSIT GEDUNG LABORATORIUM KEBENCANAAN JURUSAN TEKNIK FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS BRAWIJAYA Dharma, Besar Wira; Hidayat, M. Taufik; N., Christin Remayanti
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1207.626 KB)

Abstract

Dalam menunjang kebutuhan sarana dan prasarana mahasiswa di Universitas Brawijaya, bangunan tinggi dibangun karena adanya keterbatasan lahan. Namun bangunan bertingkat tinggi harus mampu menahan beban vertikal dan gaya gempa yang ada. Berat sendiri bangunan sangat mempengaruhi besarnya gaya geser yang diakibatkan oleh gempa. Oleh karena itu, untuk memperkecil berat sendiri bangunanperlu dicobaperencanaan lain pada Gedung Laboratorium Kebencanaan Teknik Sipil Universitas Brawijaya. Perencanaan struktur alternatif yang digunakan adalah struktur komposityang mendasar pada metode LRFD. Sebelum merencanakan, harus didapat data berupa denah balok dan kolom terlebih dahulu. Setelah itu, dihitung pembebanan yang ada kemudian dilakukan analisis statika pada SAP2000 v19 untuk mendapatkan gaya-gaya dalam. Kontrol profil yang dilakukan adalah momen, geser,askial, dan lendutan. Hasil analisis menunjukkan balok dan kolom memenuhi persyaratan. Profil balok induk didapat 14’ WF 14x12 dan profil balok anak 10’WF 10x8. Sedangkan kolom digunakan profil WF 400x400x13x21. Agar tidak terjadi selip antar balok dan beton, digunakan penghubung geserdengan Ø=19,5mmdan fu stud = 400 MPa. Sambungan balok-kolom menggunakan las elektroda  E80 dengan fuw = 560 Mpa.Untuk sambungan antar balok dan sambungan antar kolom digunakan baut tipe A325. Struktur komposit memiliki keunggulan diantaranya kekakuan pelat lantai meningkat, lendutan lebih kecil, dimensi balok dan kolom lebih kecil sehingga berat sendiri bangunan berkurang.   Kata Kunci : struktur komposit, LRFD, bangunan tinggi
PENGARUH RASIO TULANGAN LONGITUDINAL DARI METODE JAKET BETON BERTULANGAN BAMBU DENGAN SENGKANG BAMBU PADA KOLOM BETON BERTULANG Wiliartha, Samuel; Wibowo, Ari; N., Christin Remayanti
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (473.1 KB)

Abstract

Dewasa ini, banyak bangunan yang mengalami kerusakan struktur pada proses pembangunan. Struktur bangunan yang pada umumnya mengalami kerusakan pada proses pembangunan adalah kolom. Kerusakan kolom pada proses pembangunan kemungkinan disebabkan oleh gempa, atau penahanan beban berlebih pada kolom. Salah satu metode yang digunakan untuk memperbaiki kerusakan kolom ini adalah  metode jaket beton. Kolom retrofit yang dipakai dalam penelitian ini akan dipasang tulangan dan sengkang bermaterialkan bambu. Jenis bambu yang digunakan pada tulangan pada penelitian ini adalah jenis bambu petung, sementara, jenis bambu yang dipakai pada sengkang adalah jenis bambu apus.. Kolom akan diuji tekan dengan menggunakan compression test machinedan dipasang dial gauge sebagai alat bantu dalam membaca defleksi yang terjadi pada saat kolom diuji tekan.Pada penelitian ini, diperoleh hasil bahwa, kolom retrofit A1 lebih efektif dibandingkan dengan kolom retrofit C1. Hal ini dikarenakan dari hasil pengujian menunjukkan bahwa kolom retrofit C1 memiliki perubahan gaya tekan maksimum -30,05 %, akan tetapi perubahan gaya tekan maksimum kolom retrofit A1 adalah -17,13 %. Kolom retrofit C1 mempunyai perubahan kekakuan sebesar -37,47 %, modulus elastisitas sebesar -72,21 %, dan daktilitas sebesar 150,3 %. Sedangkan kolom retrofit A1 memiliki perubahan kekakuan sebesar -9,42 %, modulus elastisitas -59,74 %, dan daktilitas sebesar 146,83 %. Selanjutnya, dengan membandingkan kolom retrofit B1 dengan D1, dapat diketahui bahwa kolom retrofit B1 lebih efektif dibandingkan dengan kolom retrofit D1. Hal ini dikarenakan dari hasil pengujian menunjukkan bahwa kolom retrofit D1 memiliki perubahan gaya tekan maksimum -2,20% sedangkan perubahan gaya tekan maksimum kolom retrofit B1 yaitu -25,77 %. Kolom retrofit D1 mempunyai perubahan kekakuan sebesar 4,73 %, modulus elastisitas sebesar -53,45 %, dan daktilitas sebesar 100,78 %. Sedangkan kolom retrofit B1 memiliki perubahan kekakuan sebesar 30,64 %, modulus elastisitas -41,94 %, dan daktilitas sebesar 159,68 % Kata Kunci: Jaket beton, efektivitas, gaya tekan, kekakuan, modulus elastisitas, daktilitas.
PENGARUH VARIASI RECYCLED COARSE AGGREGATE (RCA) TERHADAP KUAT LEKAT TULANGAN BAMBU PILIN DAN BAJA DENGAN BETON NORMAL Juniko, Kanza Syahdi; Nuralinah, Devi; Desy Setyowulan, Eva Arifi ,
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (438.319 KB)

Abstract

Beton bertulang merupakan material komposit yang sangat baik untuk konstruksi bangunan. Tulangan yang digunakan biasanya adalah material baja sebagai penahan tegangan tarik. Selain baja ada salah satu pengganti nya yaitu bambu karena pertumbuhan cepat di Indonesia dan memiliki kekuatan tarik yang tinggi. Tetapi bambu sebagai tulangan memiliki kelemahan yaitu tegangan lekat yang rendah maka perlu adanya perlakuan khusus kepada tulangan bambu. Bahan penyusun beton yang biasanya berasal dari agregat normal namun pada penelitian ini juga menggunakan agregat kasar daur ulang (RCA) sebagai bahan pengganti untuk agregat kasar alam. Penggunaan agregat kasar daur ulang (RCA) juga sebagai pemanfaatan bahan material yang tidak terpakai bisa di daur ulang dan digunakan kembali.Hasil dari penelitian ini adalah didapatkan kuat tarik baja sebesar 105,25 Mpa dan berdasarkan hasil pengujian pull out didapatkan tegangan lekat maksimum pada baja sebesar 2,06 Mpa, sedangkan pada pengujian pull out dengan menggunakan bambu pilin didapatkan tegangan tarik maksimum sebesar 1476,58 Mpa. Hasil dari kedua tegangan maksimum baik tegangan lekat pada baja maupun tegangan tarik pada bambu pilin didapatkan dari beton dengan campuran agregat kasar daur ulang (RCA). Tulangan bambu pilin belum memperlihatkan perilaku cabut saat pengujian pull out sehingga belum dapat diketahui kekuatan lekat antara tulangan bambu pilin dengan beton. Kata Kunci : Bambu Pilin, Recycled Coarse Aggregate (RCA), Uji Tarik, Uji Pull Out, Kuat Tarik, Kuat Lekat.
PERENCANAAN ALTERNATIF STRUKTUR NONKOMPOSIT GEDUNG LABORATORIUM KEBENCANAAN TEKNIK SIPIL UNIVERSITAS BRAWIJAYA W., Dicky Wirasatya; Hidayat, M. Taufik; Susanti, Lilya
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (786.754 KB)

Abstract

Konsep
STUDI PERENCANAAN ALTERNATIF STRUKTUR NON KOMPOSIT PADA BANGUNAN GEDUNG KULIAH TEKNIK PENGAIRAN FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG ApriliaKabuare, Debbie Sally; Hidayat, M. Taufik; N., Christin Remayanti
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (414.056 KB)

Abstract

Material konstruksimerupakankomponenutama dan sangatpentingdalampembangunansuatukonstruksibangunan. Pada penulisanskripsiini, Gedung Kuliah Teknik PengairanFakultas Teknik UniversitasBrawijaya Malang menggunakanstrukturbajasebagaiperencanaanalternatif. Konsepperencanaan yang digunakan pada perencanaaniniadalahkonsep LRFD. Setelah dilakukananalisis dan perhitunganmenggunakanbantuan program aplikasianalisisstrukturmakadiperolehdimensibalokindukmenggunakanprofil WF 350.350.12.19 dan kolommenggunakanprofil WF 400.400.13.21 denganmelaluitahapkontrolprofil per bagian, yaitudengankontrol pada bagiansayap dan badan profildengansyaratpenampangkompakdenganrumusuntuksayap, dan untuk badan serta Mn = Mp. Sedangkanuntuktahapkontrolprofilsecarakeseluruhandengansyaratdan . Kata kunci: material konstruksi, strukturbaja, LRFD
PERENCANAAN ALTERNATIF STRUKTUR KOMPOSIT GEDUNG KAMPUS FAKULTAS ILMU BUDAYA UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG Audian, Ilma; Hidayat, M. Taufik; Nuralinah, Devi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (894.94 KB)

Abstract

Penggunaan material komposit menjadi material utama pada perancangan Gedung Kampus Fakultas Ilmu Budaya Universitas Brawijaya Malang. Penggunaan material komposit pada balok serta pemakaian material baja pada kolom. Profil WF dipilih sebagai profil pada balok dan kolom pada bangunan yang ditinjau. Dengan memakai konsep LRDF saat perancangan.Trial dan error pada saat pemilihan dimensi balok dan kolom untuk menemukan profil baja WF yang mampu menahan gaya-gaya yang terjadi pada bangunan dan memenuhi persyaratan. Aksi komposit baja-beton terjadi akibat adanya penghubung geser. Las dipakai sebagai sambungan pada balok induk-balok anak dan penggunaan baut sebagai sambungan kolom-kolom. Struktur komposit memiliki bentang layan yang lebih panjang dibanding dengan struktur beton bertulang sehingga dapat meminimalisir dari dimensi balok yang akan dipakai. Kata kunci:material, struktur komposit, LRFD
TINJAUAN PENGARUH BUKAAN TERHADAP KAPASITAS KETAHANAN GEMPA RUMAH TINGGAL MENGGUNAKAN METODE “WALL DENSITY INDEX” Iqbal, Muhammad; Soehardjono, Agoes; ., Wisnumurti
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (993.915 KB)

Abstract

Rumah tinggal yang tahan terhadap gempa dibutuhkan sehingga kajian terhadap kapasitas ketahanan gempa pada rumah tinggal dibutuhkan.Hasil yang diperoleh dari hasil analisis ini adalah bentuk denah bangunan, tipe 45 dan tipe 45 modifikasi memiliki bentuk irregular dengan nilai 3,5 > 1,2 dan 3,5 > 1,2 sedangkan perbandingan panjang bangunan dengan lebar bangunan kedua bangunan 1,14 < 4. Bukaan pada bangunan tipe 45 dan tipe 45 modifikasi 18,5% dan 20% dari luas total dinding. Pada analisis Wall Density Index tiap tipe 45 dan 45 modifikasi 5,2 % dan 5,4 % yang syaratnya harus lebih besar dari 2,5% untuk bangunan 1 lantai. Kontrol kapasitas seismic, kontrol kebutuhan Wall Density Index terhadap gaya gravitasi dan kontrol daya dukung dinding tipe 45 4,902>1,6; 16,45>2,33 dan tipe 45 modifikasi 5,147>1,6; 16,33>2,33. Dari hasil analisis ini didapatkan bahwa semua bangunan tersebut memenuhi kapasitas ketahanan gempa berdasarkan metode Wall Density Index. Kata Kunci : Wall Density Index , kapasitas ketahanan gempa, beban gravitasi
PENGARUH LETAK BUKAAN PADA BANGUNAN RUMAH DUA LANTAI DALAM MENAHAN BEBAN GEMPA DI KOTA MALANG Ikhsan, Dito Muhammad; Soehardjono, Agoes; Zacoeb, Achfas
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (736.579 KB)

Abstract

Gempa bumi merupakan fenomena alam yang tidak dapat diramalkan kapan bencana tersebut akan dating atau terjadi secara akurat dan pasti. Secara teoritis gempa bumi memang dapat diprediksi, namun para peneliti mengalami kesulitan karena beberapa hal. Hasil proses perhitungan menunjukan bahwa luas dinding dan posisi letak bukaan pada masing-masih denah sangat berpengaruh pada distribusi gaya-gaya gempa yang terjadi. Untuk denah A lantai 1 arah x sisi kiri memiliki persentase bukaan lebih kecil dari sisi kanan 2,6% > 0%. Pada letak bukaan lantai 1 arah y sisi bagian atas mempunyai persentase bukaan lebih besar dari sisi bagian bawah 5,23%>4,76%. Untuk lantai 2 arah y persentase sisi bagian bawah jauh lebih besar dari sisi bagian atas sebesar 3,25% > 1,625% dan untuk luas dinding sisi bagian atas lebih besar daripada sisi bagian bawah yaitu sebesar 1,35 m2 > 0,9 m2. Selanjutnya untuk denah B lantai 1 arah x sisi bagian kanan memiliki presentase bukaan yang lebih besar dari sisi bagian kiri yaitu 2,38% > 0%. Untuk arah bukaan arah y sisi atas mempunyai presentase bukaan lebih besar dari sisi bawah yaitu 5,75% > 5,34%. Untuk lantai 2 arah x pada sisi kiri lebih kecil dari sisi kanan sebesar 0% < 1,62%.  Untuk lantai 2 persentase bukaan arerakhir untuk denah C lantai 1 arah x pada sisi kiri mempunyai persentase bukaan lebih besar dari sisi kanan sebesar 1,87% > 1,6% dan juga luas dinding sisi kiri lebih besar dibanding sisi kanan sebesar 1,45 m2 > 1,19 m2Sedangkan untuk lantai 2 arah y persentase bukaan sisi atas lebih besar dari sisi bawah senilai 5,22% > 3,26%. Kata kunci: gempa, persentase bukaan, luas dinding
APLIKASI METODE ERT (ELECTRICAL RESISTIVITY TOMOGRAPHY) DALAM MEMPREDIKSI BIDANG LONGSOR PADA MODEL LERENG DENGAN PERKUATAN GEOGRID Wibisono, Gunawan; Suryo, Eko Andi; ., Harimurti
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1157.154 KB)

Abstract

Indonesia merupakan negara dengan topografi beragam, Salah satunya adalah daerah perbukitan yang memiliki lereng-lereng yang rawan terhadap longsor.Tentunya hal ini seharusnya dapat diantisipasi dengan cara dilakukan terlebih dahulu penyelidikian kondisi dari lereng tersebut agar perkuatan dapat dilakukan maksimal.Salah satu alternatifametode yang dapat dipakai yatumenggunakan metode penyelidikanageofisika sepertiGeolistrikaaatau Electrical ResistivityaaTomography (ERT). Penelitian dengan tanah residual pada box berukuran 50 x 50 x 50 cm kemudian dibentuk lereng dengan tinggi sampel 30 cm dan tinggi terendah 12 cm lalu setelah diberi pembebanan sebesar 0Qu, 0.25 Qu, 0,5Qu, 0,75 Qu dan 1Qu pada lintasan yang telah ditentukan kita laksanakan pengukukuran geolistrik pada sampel. Selanjutnya dilakukan proses yang sama pada sampel dengan geogrid dan sampel dengan simulasi hujan. Setelah dilaksanakan penelitian dihasilkan bahwa pada sampel yang mulai terjadi kelongsoran akan terjadi penurunan nilai resistivitas di bagian permukaan pembacaan akibat tekanan air pori ekses dan kenaikan nilai resistivitas di bagian dasar pembacaan akibat kadar air yang bergerak ke permukaan. Pada sampel lain juga ditemukan pada kedalaman tertentu akan terjadi penurunan nilai resistivitas akibat pada sampel tersebut keretakan yang terjadi telah diisi oleh nilai kadar air yang tinggi. Kata Kunci :  Geolistrik, Electrical Resistivity Tomography (ERT), longsor, Tanah Residual
ANALISIS STABILITAS LERENG ZONA TANAH RESIDUAL AKIBAT PENGARUH VARIASI POLA HUJAN Pratama, Dicky Rosian; Suryo, Eko Andi; Rachmansyah, Arief
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1408.311 KB)

Abstract

Lereng adalah sisi tanah yang membentuk suatu kemiringan dengan sudut tertentu terhadap bidang horizontal pada sebuah bukit, gunung, perbukitan, ataupun pegunungan. Lereng dapat menimbulkan masalah berupa bencana longsor yang biasanya terjadi pada musim hujan karena air masuk ke dalam tanah menyebabkan tanah menjadi jenuh dan tekanan air pori meningkat dan kuat geser tanah mengecil yang berpotensi longsor. Gunung Banyak Kota Batu Propinsi Jawa Timur adalah daerah pegunungan dengan potensi hujan yang tinggi, perlu dilakukan analisis pengaruh air hujan terhadap kestabilan lereng tersebut.  Analisis dilakukan sebanyak tiga kali percobaan berdasarkan tiga pola hujan yang didapat dari Stasiun Hujan Selorejo yaitu pola hujan rata – rata, pola hujan naik dan pola hujan turun tertinggi yang pernah dicatat.  Kemudian parameter berupa berat volume tanah (), kohesi (c), sudut geser dalam(∅), water content, liquid limit, grain size dan permeabilitas (k) yang didapatkan dan diolah dari penelitian  sebelumnya.Hasil yang diperoleh dari analisis faktor keamanan menggunakan software Geostudio 2018 menunjukkan angka keamanan lereng sebelum terjadi hujan sebesar 1,189. Setelah dimasukkan data hujan yang telah ditentukan angka keamanan lereng turun menjadi  1,176 untuk pola hujan rata – rata, 1,177 untuk pola hujan naik dan 1,175 untuk pola hujan turun. Dari hasil analisis menunjukkan bahwa pola hujan berpengaruh terhadap kestabilan atau angka keamanan lereng dengan angka keamanan terendah diakibatkan oleh pola hujan yang menurun. Kata kunci : angka keamanan, stabilitas lereng, pengaruh hujan terhadap lereng