cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 117 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 3 (2023)" : 117 Documents clear
Studi Analisis Perilaku Baja Cold-Formed pada Sambungan Balok Kanal Ganda (I) dan Kolom Kanal Ganda (Berhadapan) dengan Variasi Jumlah Sekrup Beto Edward Sufian; Desy Setyowulan; Devi Nuralinah
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 3 (2023)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam dunia konstruksi, penggunaan baja cold-formed digunakan dalam berbagai bentuk profil. Umumnya, baja cold-formed digunakan untuk rangka atap, rangka plafon, dan juga struktur baja untuk bangunan bertingkat rendah. Penggunaan baja cold-formed dalam struktur bangunan bertingkat rendah berpengaruh secara signifikan pada kekuatan, keamanan, dan ketahanan bangunan, serta dapat memberikan manfaat ekonomis dan lingkungan. Salah satu aspek yang mempengaruhi kekuatan dari struktur baja cold-formed adalah pemilihan sambungan yang digunakan pada struktur balok-kolom. Oleh karena itu, untuk mengetahui kekuatan dari sambungan yang digunakan, dilakukan perhitungan analisis. Perhitungan yang akan digunakan adalah perhitungan secara manual dan perhitungan analisis dengan bantuan software ABAQUS Student Edition. Pada penelitian ini dilakukan pengujian lentur terhadap struktur balok-kolom yang menggunakan profil baja cold-formed yaitu profil C80.30.9 dengan tebal 0,75 mm. Profil yang digunakan pada balok adalah profil kanal ganda berhadapan (toe to toe), sedangkan untuk profil pada kolom adalah profil kanal ganda berkebalikan (back to back). Terdapat dua variasi jumlah sekrup yang akan diuji yaitu variasi 4 sekrup dan variasi 8 sekrup. Dikarenakan belum adanya data stress-strain dari penelitian sebelumnya, pada penelitian ini dilakukan pendefinisian nilai stress-strain menurut literatur yang ada. Hasil akhir dari penelitian ini yaitu pengaruh variasi jumlah sekrup terhadap kapasitas beban maksimum, nilai tegangan-regangan, nilai momen-rotasi, nilai lendutan, dan pola keruntuhan yang terjadi. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan, kapasitas beban maksimum yang dapat ditahan oleh struktur balok-kolom dengan variasi 8 sekrup lebih besar dibandingkan dengan variasi 4 sekrup. Selain itu, nilai tegangan-regangan, nilai momen-rotasi, dan nilai lendutan yang terjadi pada variasi 8 sekrup juga lebih besar dibandingkan dengan variasi 4 sekrup. Namun, pola keruntuhan yang terjadi pada kedua variasi sekrup memiliki kesamaan yaitu terjadinya tekuk lokal pada balok dan kolom, keruntuhan jungkit (tilting) pada sekrup, dan keruntuhan sobek pada pelat sambung. Kata kunci : Baja Cold-Formed, Struktur Balok-Kolom, Variasi Jumlah Sekrup, Software ABAQUS Student Edition.
Evaluasi Penilaian Green Building Pada Gedung X Berdasarkan Greenship Existing Building Version 1.1 Diah Ayu Febrianingrum; Retno Anggraini; Kartika Puspa Negara
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 3 (2023)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bangunan gedung yang tinggi membutuhkan energi yang cukup besar dan pengelolaan yang baik, sehingga perlu menerapkan konsep green building. Green building merupakan bangunan ramah lingkungan yang mendukung untuk melakukan penghematan energi, penghematan sumber daya alam, dan meningkatkan kinerja gedung. Green Building Council Indonesia (GBC Indonesia) merupakan suatu lembaga yang mendukung untuk menerapkan green building pada bangunan di Indonesia, yaitu dengan melakukan sertifikasi mengenai peringkat penerapan green building pada bangunan gedung. Metode yang digunakan adalah mix methods gabungan dari metode kualitatif dan metode kuantitatif. Teknik perolehan data dilakukan dengan wawancara pada pengelola Gedung X, observasi, pengukuran, dan dokumentasi. Objek penelitian yang digunakan yaitu Gedung X di Kampus Y. Penelitian dilakukan berdasarkan standar acuan Greenship Existing Building Version 1.1 yaitu perangkat penilaian dari GBC Indonesia untuk bangunan yang sudah terbangun. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan diperoleh hasil bahwa Gedung X memenuhi 2 dari 4 kriteria standar yaitu memiliki luas bangunan 12.687,19 m2 dan bersedia memberikan data untuk dilakukan evaluasi penilaian green building. Sedangkan total nilai yang diperoleh adalah 49 poin dengan perolehan peringkat silver. Rincian nilai yang diperoleh adalah 11 poin pada aspek ASD, 22 poin pada aspek EEC, 1 poin pada aspek WAC, 8 poin pada aspek MRC, 5 poin pada aspek IHC, dan 2 poin pada aspek BEM. Saran yang dapat dilakukan adalah menerapkan dan merencanakan desain dari rekomendasi yang sudah diberikan oleh peneliti, selain itu perlu dilakukan evaluasi penilaian selanjutnya untuk memantau kelanjutan penerapan dan menyempurnakan penerapan green building yang belum bisa dievaluasi. Kata kunci : green building, GBC Indonesia, existing building, evaluasi, peringkat.
Identifikasi Penilaian Green Building Pada Gedung X Berdasarkan GBCI Sinta Andhia Regita Cahyani; Achfas Zacoeb; M. Hamzah Hasyim
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 3 (2023)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Green Building adalah suatu bangunan yang didesain yang bertujuan untuk mereduksi dampak lingkungan dalam menjaga kelestarian alam dan Kesehatan manusia. Green Building Council Indonesia (GBCI) merupakan suatu lembaga mandiri yang berkomitmen untuk memfasilitasi transformasi industri bangunan global berkelanjutan atau bangunan gedung hijau dengan melakukan sertifikasi pada bangunan gedung. Penelitian dilakukan menggunakan standar acuan GBCI yaitu Greenship Existing Building Version 1.1. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah mix method yaitu gabungan antara metode kualitatif dan kuantitatif. Berdasarkan data yang diperoleh, Gedung X memenuhi 2 dari 4 kriteria standar, sedangkan untuk penilaian penerapan green building pada Gedung X memperoleh 49 poin dengan peringkat silver. Rincian mengenai perolehan poin pada Gedung X yaitu, aspek ASD 9 poin, aspek EEC 22 poin, aspek WAC 2 poin, aspek MRC 8 poin, aspek IHC 5 poin, aspek BEM 3 poin. Kata Kunci: green building, GBC Indonesia, existing building, peringkat
Studi Eksperimental Pengaruh Variasi Jarak Antar Sambungan Sekrup Pada Baja Cold-Formed Tipe Double C Berhadapan Sebagai Struktur Balok Komposit Berongga Terhadap Kapasitas Lentur dan Lendutan Shella Amalia Ramadhani; Desy Setyowulan; Eva Arifi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 3 (2023)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan inovasi penggunaan baja cold-formed meningkat seiring dengan perkembangan prinsip pembangunan berkelanjutan yang mengutamakan material yang ramah lingkungan, praktis, serta ekonomis. Material ini selain dapat didaur ulang, praktis, ringan, dan tahan lama, juga memiliki kekurangan yaitu ketebalan profil yang tipis sehingga rawan terjadinya tekuk. Pengembangan penelitian terkait inovasi baja cold-formed juga berkembang hingga penggabungan material baja cold-formed dengan material lain sebagai struktur utama seperti balok komposit. Pada penelitian ini dilakukan studi eksperimental terkait balok komposit baja cold-formed dengan material beton yang juga terdapat rongga sehingga dapat mengurangi berat dari balok tersebut. Benda uji penelitian ini menggunakan beton normal dan profil double canal C80.30.9 dengan tebal profil 0,75mm dengan menggunakan sambungan sekrup SDS 12x20 dengan variasi jarak sambungan sekrup 150mm dan 300mm yang selanjutnya dilakukan pengujian lentur pada benda uji balok dengan satu titik pembebanan di tengah bentang. Selain dilakukan uji lentur juga dilakukan pengujian tekan untuk mengetahui kuat tekan beton, dan uji tarik untuk mengetahui tegangan leleh baja cold-formed. Analisis data yang dilakukan terkait nilai lendutan, besar beban maksimum, dan kapasitas lentur yang dihasilkan. Hasil analisis pada penelitian ini didapatkan bahwa semakin rapat jarak antar sambungan sekrup pada baja cold-formed, nilai lendutan yang terjadi seamkin kecil dan kapasitas lentur yang dihasilkan semakin besar. Nilai lendutan terkecil terjadi pada benda uji balok dengan jarak sekrup 150mm dan memiliki kapasitas lentur yang terbesar. Kata kunci : Baja cold-formed, Balok komposit, Sambungan sekrup, Uji lentur
STUDI ANALISIS PENGARUH INTERMEDIATE STIFFENERS TERHADAP PERILAKU BALOK BAJA COLD-FORMED PROFIL C SINGLE Dhiya Ulhaq Al Hanif Muhsin; Desy Setyowulan; Indra Waluyohadi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 3 (2023)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu cara untuk meningkatkan efektivitas ketahanan bangunan dan mendukung metode konstruksi yang berkelanjutan adalah dengan menggunakan baja cold-formed. Di Indonesia, diperlukan bangunan yang memiliki ketahanan dan kekuatan bangunan yang tinggi. Oleh karena itu, material baja cold-formed dapat digunakan untuk elemen struktur utama, seperti balok. Dalam penelitian ini, dilakukan pemodelan struktur balok dengan pengaruh intermediate stiffeners menggunakan software ABAQUS, untuk memahami perilaku kekuatan dan kapasitas beban maksimum. Penggunaan sambungan pada intermediate stiffeners pada baja cold-formed perlu diteliti lebih lanjut. Pada penelitian ini, digunakan profil kanal ganda (C) 80x30x9x0,75 dengan mutu G550 dan panjang balok 1000 mm. Tumpuan yang digunakan pada kolom adalah sendi dan roll. Beberapa variasi pemodelan intermediate stiffeners yang digunakan adalah Model 1 (tanpa pengaku), Model 2 (pengaku tepi web), Model 3 (pengaku tengah), dan Model 4 (Intermediate Stiffeners). Perilaku struktur balok kemudian dibandingkan berdasarkan analisis SNI 7971:2013 dan software ABAQUS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kapasitas beban maksimum yang dapat ditahan oleh struktur balok adalah 4,24% untuk Model 1, 4,64% untuk Model 2, 4,65% untuk Model 3, dan 4,26% untuk Model 4. Penggunaan intermediate stiffeners pada struktur balok akan meningkatkan kekuatan dan kapasitas beban yang dapat diterima oleh struktur tersebut. Kata kunci: Baja Cold-Formed, Kapasitas Beban, Struktur Balok, Software ABAQUS, Intermediate Stiffeners.
Studi Eksperimen Pengaruh Penambahan Serat Polypropylene Pada Limbah Masker Terhadap Kuat Tekan, Kuat Tarik Belah, Modulus Elastisitas, dan Poisson Ratio Beton Normal Gabrielle Pramesti Cahyaning Ramadhani; Devi Nuralinah; Desy Setyowulan
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 3 (2023)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pandemi Covid-19 membuat pemerintah menetapkan beberapa peraturan baru seperti PSBB dan wajibnya penggunaan masker. Hal tersebut menyebabkan banyaknya tumpukan limbah masker yang tidak dikelola dengan baik. Limbah masker sulit terurai karena mengandung polypropylene. Polypropylene merupakan sebuah polimer termo plastik yang biasa digunakan dalam industri tekstil, alat pengemasan, bahkan sampai alat laboratorium. Karena sifatnya yang mirip seperti plastik, polypropylene diinovasikan sebagai bahan tambah dalam campuran beton dan tertuang dalam ACI Commite 522 1982. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan dengan tujuan mengetahui pengaruh penambahan serat polypropylene pada limbah masker terhadap kuat tekan, kuat tarik belah, modulus elastisitas, dan poisson ratio beton normal serta untuk mengurangi banyaknya tumpukan limbah masker. Adapun studi ini menujukkan bahwa rata-rata kuat tekan beton tertinggi adalah pada penambahan serat 1% dari total volume beton yaitu 21,617 Mpa, bertambah sekitar 25,91% dari beton normal tanpa serat. Begitupun kuat tarik belahnya maksimum pada penambahan 1% dari total volume beton yaitu 5,404 Mpa, bertambah sekitar 25,90% dari beton normal. Modulus elastisitas juga demikian, maksimum pada penambahan 1% dari total volume beton yaitu 21852,089 Mpa bertambah sebesar 13,94% dari beton normal. Namun, untuk nilai rata-rata poisson ratio masih berkisar antara 0,1-0,3 yaitu berada dalam kisaran nilai poisson ratio beton normal.Kata Kunci : Serat Polypropylene Pada Limbah Masker, Kuat Tekan, Kuat Tarik Belah, Modulus Elastisitas, Poisson Ratio
Studi Eksperimental pada Balok Komposit Berongga Baja Cold-Formed Tipe Double C Berhadapan dengan Variasi Jarak Sambungan Sekrup Terhadap Kapasitas Lentur Esti Prabandari; Desy Setyowulan; Devi Nuralinah
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 3 (2023)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu inovasi dalam konstruksi adalah penggunaan material baja yang sangat tipis tetapi memiliki kekuatan yang sangat tinggi, yaitu baja cold-formed. Material ini merupakan material ramah lingkungan karena dapat di daur ulang dan memiliki ketebalan antara 0,5mm-4mm tetapi memiliki kekuatan serta kekakuan yang tinggi, sehingga cocok digunakan pada konstruksi. Maka dari itu, apabila dikombinasikan dengan material beton sebagai elemen struktur maka kapasitas dari struktur tersebut akan dapat menahan beban 33%-50% lebih besar dari beban yang ditahan oleh baja profil sebagai non komposit. Pada penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh jarak sambungan pada struktur balok komposit berongga yang dilakukan dengan eksperimen di Laboratorium Struktur dan Bahan Konstruksi Teknik Sipil FT-UB. Penelitian ini dilakukan pengujian lentur terhadap balok komposit berongga dimana beton menyelimuti baja cold-formed dengan tipe double C berhadapan dan disambung menggunakan sekrup dengan variasi jarak sambungan 150mm, 200mm, serta 300mm. Berdasarkan eksperimen didapatkan hasil bahwa jarak sambungan mempengaruhi kapasitas balok, lendutan, dan tegangan lentur. Kapasitas maksimum dari balok dengan jarak sambungan 150mm sebesar 4084,83 Kg, kapasitas balok dengan jarak sambungan 200mm sebesar 4036,67 Kg, dan jarak sambungan 300mm didapatkan kapasitas sebesar 4031 Kg. Semakin kecil jarak sambungan, maka semakin besar kapasitas dan tegangan lentur pada balok, sedangkan lendutan yang terjadi akan semakin kecil. Kata kunci : Balok Komposit Berongga, Baja Cold-Formed, Jarak Sambungan, Kapasitas, Lendutan, dan Uji Lentur
Energy Efficient Design of Building Based on Building Information Modelling (BIM) Giovanni Hertata Oktavian; Indradi Wijatmiko; Christin Remayanti Nainggolan; Yatnanta Padma Devia; M. Ruslin Anwar
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 3 (2023)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Building energy analysis is rarely carried out due to the complexity of building shape and materials. On the other hand, the urgency of environmentally friendly construction is increasing through the vision of the SDGs and Architecture 2030. The development of BIM technology is expected to provide accurate estimates of building energy consumption for projects undertaken, as well as recommendations for alternative designs and specifications to increase the energy efficiency of a building. The use of BIM technology for energy analysis during building design helps to implement green building sustainable design based on the analysis of BIM energy simulation software. Data of three-dimensional BIM model with the attributes of materials, project schedule and location are used in building energy consumption simulation analysis. Several scenarios of different materials and layout are carried out to determine the most efficient scenario for energy consumption and followed by its cost estimation. The results of this study are expected to be able to provide the energy value that can be saved through predetermined scenarios as well as the value of the costs required to run a more energy-friendly design scenario in a comprehensive manner.
STUDI ANALISIS STRUKTUR BALOK KOMPOSIT BERONGGA MENGGUNAKAN BAJA COLD-FORMED TIPE DOUBLE C BERHADAPAN DENGAN VARIASI JARAK SAMBUNGAN SEKRUP TERHADAP KAPASITAS LENTUR Fadhila Nur Azizah; Desy Setyowulan; Devi Nuralinah
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 3 (2023)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan konstruksi di Indonesia saat ini sangatlah pesat, dimana pemerataan pembangunan telah dilakukan diberbagai kota. Untuk itu pembangunan di Indonesia memerlukan berbagai macam inovasi seperti dari material yang digunakan. Dengan berbagai kelebihan yang dimiliki baja cold-formed seperti tipis, ringan, dan kuat dinilai efektif sebagai inovasi baru dalam komponen struktur utama seperti struktur balok dan kolom. Contohnya apabila ditambahkannya baja cold formed pada beton berongga sebagai suatu kesatuan struktur komposit, dimana profil baja cold formed akan mengisi lubang yang ada pada beton. Dalam penelitian ini digunakan baja cold-formed profil double C C80x30x9x0,75 berhadapan (toe to toe) membentuk box menggunakan bantuan sambungan sekrup SDS 12x20 yang dikompositkan menjadi struktur balok dengan beton berongga, dimana beton akan menyelimuti baja cold-formed. Digunakan variasi jarak sambungan 150 mm dan 300 mm. Pengujian dilakukan dengan cara bending test dimana diletakkan beban di satu titik ditengah bentang dengan menaikkan beban secara bertahap hingga mengalami kegagalan atau tidak dapat menerima beban lagi. Didapatkan hasil bahwa variasi jarak sambungan 150 mm memiliki kapasitas beban paling besar dibandingkan variasi lainnya. Kemudian jika ditinjau pada beban yang sama, diketahui bahwa variasi jarak sambungan sekrup 150 mm memiliki lendutan paling kecil diantara dua variasi tersebut. Selanjutnya kapasitas lentur pada variasi jarak sambungan sekrup 150 mm memiliki nilai paling besar diantara dua variasi tersebut. Kata kunci : Struktur Balok Komposit Berongga, Baja Cold-Formed, software ABAQUS, Kapasitas Lentur
Studi Eksperimen Pengaruh Penambahan Pilin Serat Polypropylene Pada Limbah Masker Terhadap Kuat Tekan, Kuat Tarik Belah, Modulus Elastisitas, dan Poisson Ratio Beton Normal Lea Vanya Chamilani Azhari; Devi Nuralinah; Indra Waluyohadi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 3 (2023)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan masker dalam kehidupan sehari-hari dapat menyebabkan menumpuknya limbah masker. Hal tersebut akan menimbulkan pencemaran pada lingkungan karena masker memiliki kandungan polypropylene. Sementara, serat polypropylene adalah jenis serat yang dapat meningkatkan sifat mekanis beton. Sehingga tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui dampak dari penggunaan serat polypropylene limbah masker terhadap kuat tekan, kuat tarik belah, modulus elastisitas, dan poisson ratio beton normal. Pengujian dilakukan pada benda uji silinder dan variasi penambahan serat yaitu 0% ; 0,5% ; 1% ; 1,5% dari volume benda uji dengan ukuran panjang serat 50 mm dan lebar 3 mm yang dipilin 5 kali. Didapatkan hasil penelitian bahwa penggunaan serat pada campuran beton dapat meningkatkan sifat mekanis beton dengan nilai optimum pada variasi tertentu yaitu kuat tekan pada variasi 1%, kuat tarik belah pada variasi 0,5%, modulus elastisitas pada variasi 0,5% (ASTM C469) dan 1% (SNI 2847:2019), serta poisson ratio pada variasi 0,5%. Kata kunci: limbah masker, kuat tekan, kuat tarik belah, modulus elastisitas, poisson ratio

Page 1 of 12 | Total Record : 117