cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 1,398 Documents
PENGARUH EKSENTRISITAS SATU SISI BRACING DIAGONAL PADA STRUKTUR PORTAL AKIBAT BEBAN SIKLIK TERHADAP MOMEN KAPASITAS STRUKTUR DAN POLA RETAK Cendekiawan Putra, Moch Aldin; Susanti, Lilya; Wijaya, Ming Narto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia terletak pada tiga jalur gempa dunia (ring of fire) sehingga wilayah Indonesia memiliki banyak gunung berapi aktif dan rawan terjadi gempa bumi. Penduduk yang terus meningkat menjadi faktor dibangunnya infrastruktur untuk memenuhi kebutuhan penduduk. Dengan kondisi tersebut bangunan yang dibangun pada daerah rawan gempa didesain kuat terhadap gempa. Salah satu solusi untuk memenuhi kebutuhan bangunan tahan gempa yaitu digunakan elemen pengaku (bracing) pada struktur bangunan gedung. Posisi bracing sering kali membatasi penempatan pintu dan jendela, sehingga diperlukan penelitian mengenai eksentrisitas pada bracing.   Hasil dari pengujian momen kapasitas struktur yaitu momen ultimate pada portal  eksentrisitas bracing 0 cm memiliki nilai yang lebih besar dibandingkan dengan portal dengan eksentrisitas bracing 15 cm dan 30 cm. Dengan nilai momen kapasitas untuk portal eksentrisitas bracing 0 cm sebesar 3087 Kg.m, Portal dengan eksentrisitas bracing 15 cm sebesar 2310 Kg.m, dan Portal dengan eksentrisitas bracing 30 cm sebesar 1120 Kg.m. Pola retak untuk portal  eksentrisitas bracing 0 cm lebih banyak dan menyebar dibandingkan dengan pola retak portal dengan eksentrisitas bracing 15 cm dan 30 cm. Pola retak pada semua jenis benda uji portal saat kondisi beban ultimate, pada struktur menunjukkan retak yang sangat lebar pada daerah bracing untuk portal eksentrisitas bracing 0 cm dan balok link untuk portal yang memiliki eksentrisitas bracing. Jenis retak yang dominan terjadi yaitu retak geser lentur (flexural shear crack), retak geser (shear crack), dan retak lentur (flexure crack). Kata Kunci : Portal, Beban Lateral, Pengaku, Momen Kapasitas.
PENGARUH JENIS SEMEN TERHADAP KARAKTERISTIK KUAT TEKAN MORTAR Mahendra, Muhammad Reza; Dewi, Sri Murni; Susanti, Lilya
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dampak lingkungan tidak dapat dipisahkan dalam produksi semen. Oleh karena itu muncul berbagai jenis semen campur yang dimaksudkan untuk mengurangi dampak tersebut. Pada penelitian ini dilakukan pengujian kuat tekan dengan benda uji berupa mortar 5x5x5 cm yang dimaksudkan untuk melihat karakteristik perkembangan kuat tekan pada tiap jenis semen. Jenis semen yang digunakan yaitu PPC, Max Strength, PCC, OPC, dan Tipe-V dengan umur pengujian 3, 7, 14, 21, 28, dan 56 hari. Variasi lainya yaitu rasio campuran semen dengan pasir sebesar 1:3 dan 1:5. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi jenis semen, umur, dan rasio campuran semen pasir berpengaruh terhadap nilai kuat tekan mortar. Rasio semen pasir dan umur yang menghasilkan kuat tekan tertinggi yaitu 1:3 dan 56 hari sebesar 31,87 Mpa pada jenis semen Tipe-V. Pada umur awal dan rasio semen pasir 1:3 jenis semen yang menghasilkan kuat tekan tertinggi yaitu Tipe-V sebesar 16,00 Mpa dengan urutan Max Strength< PPC< PCC< OPC< Tipe-V. Pada umur 56 hari dan rasio semen pasir 1:3 jenis semen yang menghasilkan kuat tekan tertinggi yaitu Tipe-V sebesar 31,87 Mpa dengan urutan PPC< Max Strength< OPC< PCC< Tipe-V. Pada umur 3 hari dan rasio semen pasir 1:5 jenis semen yang menghasilkan kuat tekan tertinggi yaitu Tipe-V sebesar 7,68 Mpa dengan urutan PPC< Max Strength< PCC < OPC < Tipe-V. Pada umur 56 hari dan rasio semen pasir 1:5 jenis semen yang menghasilkan kuat tekan tertinggi yaitu Tipe-V sebesar 17,60 Mpa dengan urutan PPC < Max Strength< PCC < OPC< Tipe-V. Pada umur diatas 28 hari, bentuk kurva kuat tekan terhadap waktu pada semen OPC dan Tipe-V  sudah landai sedangkan pada semen PPC, Max Strength, dan PCC masih curam karena pada ketiga semen tersebut masih terjadi reaksi semen campur antara bahan campur dengan kalsium hidroksida. Kata kunci: Jenis Semen, Kuat Tekan ,Mortar
PENGARUH EKSENTRISITAS SATU SISI BRACING DIAGONAL PADA STRUKTUR PORTAL AKIBAT BEBAN SIKLIK TERHADAP DAKTILITAS DAN KEKAKUAN Khamdani, Muhammad Ali; Susanti, Lilya; Wijaya, Ming Narto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertumbuhan jumlah penduduk, urbanisasi, dan terbatasnya lahan untuk hunian menyebabkan Indonesia mengalami peningkatan dalam hal pembangunan perumahan massal vertikal.   Tulangan yang digunakan adalah berukuran Ø6 mm sebagai tulangan utama dan Ø4 mm sebagai tulangan geser, dengan jarak sengkang sebesar 15 cm dan selimut beton sebesar 2 cm. Penelitian ini membuat tiga benda uji portal, satu buah untuk portal tanpa eksentrisitas bracing (CBF) dan dengan eksentrisitas pada bracing (EBF). Variasi jarak eksentrisitas yang digunakan adalah 15 cm dan 30 cm. Untuk memudahkan penelitian maka setiap portal diberi kode yaitu portal A untuk jarak eksentrisitas 0 cm, portal B untuk jarak eksentrisitas 15 cm, dan portal C untuk jarak eksentrisitas 30 cm. Mutu beton rencana yang digunakan pada portal ini adalah K-175 (f’c= 14,5 Mpa). Pengujian siklik pada portal dilakukan sebanyak 4 fase, dan masing – masing fase terdapat 5 siklus. Hasil dari pengujian adalah Portal A (Eksentrisitas = 0) mengalami keruntuhan pada fase 4 siklus 1 dengan beban maksimum 4410 kg dan deformasi 16,70 mm. Portal B (Eksentrisitas = 15) mengalami keruntuhan pada fase 3 siklus 2 dengan beban maksimum 3300 kg dan deformasi 12,84 mm. Portal c (Eksentrisitas = 30) mengalami keruntuhan pada fase 2 siklus 1 dengan beban maksimum 1600 kg dan deformasi 7,97 mm. Nilai daktilitas untuk Portal A (E=0) sebesar 1,60, Portal B (E=15) sebesar 1,58, dan Portal C (E=30) sebesar 1,56. Untuk menentukan nilai kekakuan menggunakan dua metode yaitu metode tangensial dan secant. Nilai kekakuan dengan metode tangensial diperoleh nilai Portal A sebesar 264.07 kg/mm, Portal B sebesar 257.01 kg/mm, dan Portal C sebesar 203,43 kg/mm. Sedangkan dengan metode secant diperoleh nilai Portal A sebesar 316.50 kg/mm, Portal B sebesar 304.80 kg/mm, dan Portal C sebesar 240 kg/mm. Kata Kunci: Portal, Bracing, Eksentrisitas, Daktilitas, Kekakuan, Beban Siklik
PENGARUH EKSENTRISITAS BRACING TIPE V PADA STRUKTUR PORTAL AKIBAT BEBAN SIKLIK TERHADAP MOMEN KAPASITAS STRUKTUR DAN POLA RETAK STRUKTUR Munadi, Muhammad Ekky; Wijaya, Ming Narto; Susanti, Lilya
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gempa Bumi adalah getaran yang terjadi di permukaan bumi akibat pelepasan energi dari dalam secara tiba-tiba yang menciptakan gelombang seismik. Tidak sedikit bangunan bertingkat di Indonesia yang hancur karena kegagalan struktur akibat bencana gempa bumi. Pada penelitian ini digunakan bracing tipe V pada portal beton bertulang berdimensi 110 cm x 10 cm x 80 cm. Terdapat dua jenis tulangan yang digunakan yaitu tulangan utama Ø6 mm, dan tulangan geser Ø4-150 mm. Jumlah benda uji portal sebanyak 3 buah dengan variasi eksentrisitas bracing adalah Kode D berseksentrisitas 0 cm, Kode E berseksentrisitas 15 cm, Kode F berseksentrisitas 25 cm. Load cell digunakan untuk benda uji portal dengan peletakan beban siklik pada join portal. Pengujian dengan beban siklik pada portal dilakukan sebanyak 4 fase, dan terdapat 5 siklus pada masing – masing fase. Dari hasil penelitian akan didapatkan momen kapasitas struktur dan pola retak struktur untuk masing-masing konfigurasi bracing. Dari hasil pengujian didapatkan momen kapasitas struktur pada portal D (eksentrisitas 0 cm) memiliki momen kapasitas 3675 Kg.m, pada portal E (eksentrisitas 15 cm) memiliki momen kapasitas 3675 Kg.m, dan pada portal F (eksentrisitas 25 cm) memiliki momen kapasitas 2450 Kg.m. Pola retak untuk portal D (eksentrisitas 0 cm) lebih banyak mengalami penyebaran dibandingkan dengan pola retak pada potal E dan F (dengan eksentrisitas bracing) . Pola retak terjadi pada semua benda uji portal pada saat portal menerima beban ultimate, terjadi retak yang melebar pada daerah bracing pada portal D (tidak memiliki eksentrisitas bracing) dan terjadi retak yang melebar pada daerah link beam pada portal E dan F (bereksentrisitas bracing). Jenis retak yang dominan terjadi yaitu, retak geser (shear crack), dan retak lentur (flexure crack), retak geser lentur (flexural shear crack).
STUDI ALTERNATIF PERENCANAAN BANGUNAN GEDUNG LABORATORIUM VOKASI DAN INDUSTRI KREATIF VOKASI UNIVERSITAS BRAWIJAYA KAMPUS DIENG MENGGUNAKAN STRUKTUR BALOK KOMPOSIT (PROFIL BAJA DAN BETON BERTULANG) Pratama, Sony; Hidayat, M. Taufik; Wijaya, Ming Narto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangunan Gedung dengan cara konvensional yakni dengan beton bertulang memiliki kekurangan, yaitu pada pelaksanaannya cenderung memikul beban mati yang relatif lebih besar, hal ini mempengaruhi beban gempa yang juga bertambah besar apabila beban mati juga relatif besar. Struktur Baja Komposit dipilih karena memiliki beberapa kelebihan yaitu dapat memposisikan sifat material pada fungsinya sesuai kebutuhan struktur seperti Baja kuat terhadap tarik dan Beton kuat terhadap tekan. Sebelum memulai analisis, maka dilakukan pemodelan struktur dan pembebanan pada SAP 2000 hingga didapat hasil berupa gaya yang akan dianalisis. Melakukan pengecekan dimana harus memenuhi syarat perhitungan momen Φ Mn ≥Mu dan  harus memenuhi syarat perhitungan geser Φ Vn ≥Vu pada profil baja WF. Apabila tidak memenuhi maka dilakukan modifikasi dan diubah kedalam bentuk balok komposit. Agar terjadi aksi komposit antara baja dengan beton, maka digunakan penghubung geser. Hasil analisis didapatkan bahwa pengaruh beban gempa sangat signifikan pada daerah tumpuan sehingga Mu yang dipakai adalah pada daerah tumpuan, setelah dilakukan analisis perhitungan komposit didapatkan terjadi perbesaran Momen yaitu, jika pada sebelum komposit didapat balok induk dengan Φ Mn = 219,24 kNm dan pada balok anak dengan Φ Mn = 32,49 kNm . Pada saat setelah komposit dida balok induk dengan Φ Mn = 361,57 kNm dan pada balok anak dengan Φ Mn = 72,32 kNm dengan begitu didapat perbesaran momen pada balok induk sebesar 65% dan balok anak sebesar 123%. Kata kunci: Struktur Balok, Baja Komposit, Struktur Komposit, Balok Komposit, LRFD
ANALISIS PEMENUHAN STANDAR PENULANGAN BALOK PADA GEDUNG LABORATORIUM KEBENCANAAN JURUSAN TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS BRAWIJAYA ., David; Soehardjono, Agoes; ., Wisnumurti
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangunan suatu proyek tidak selalu berjalan mulus tetapi akan ada rintangan dan masalah yang harus dihadapi oleh kontraktor. Apabila di dalam fase pembangunan terdapat halangan sehingga harus merubah dari yang sudah direncanakan maka sudah menjadi kewajiban kontraktor dalam membuat gambar struktur yang berisikan seluruh informasi pembangunan yang dilaksanakan yang dinamakan as-built drawing. Oleh karena itu, untuk mengevaluasi gedung yang telah dibangun dapat dilakukan dengan menganalisis as-built drawing khususnya pada struktur balok.  Dengan dilakukan analisis ini diharapkan dapat melihat kelengkapan informasi pada as-built drawing, menghitung persentase balok pada gedung tersebut yang memenuhi syarat dan melihat kekuatan yang dimiliki gedung tersebut. Untuk melakukan analisis as-built drawing balok dapat dilakukan dengan membandingkan detail penulangan pada balok yang ada pada as-built drawing dengan peraturan SNI 03-6816-2002 dan SNI 2847:2013 yang dimana dari setiap peraturan tersebut hanya diambil untuk balok.  Dari peraturan tersebut dapat diambil beberapa obyek analisis antara lain rasio penulangan, panjang penyaluran, sambungan lewatan, bengkokan dan kait tulangan balok, serta jarak antar sengkang balok yang terpasang. Setelah semua balok pada gedung tersebut dianalisis sesuai obyek yang telah disebutkan maka dapat dihitung persentase balok tiap lantai yang memenuhi standar dan menyimpulkan kekuatan gedung tersebut. Analisis ini menunjukkan bahwa tidak semua balok dapat dianalisis dikarenakan adanya detail pada as-built drawing yang kurang lengkap. Maka dapat disarankan agar kontraktor lebih memahami terhadap peraturan mengenai detail penulangan. Kata – kata kunci: tulangan, balok, pemenuhan, persentase, kekuatan
ANALISIS PEMENUHAN STANDAR PENULANGAN BALOK PADA GEDUNG LABORATORIUM KEBENCANAAN JURUSAN TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS BRAWIJAYA ., David; Soehardjono, Agoes; ., Wisnumurti
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangunan suatu proyek tidak selalu berjalan mulus tetapi akan ada rintangan dan masalah yang harus dihadapi oleh kontraktor. Apabila di dalam fase pembangunan terdapat halangan sehingga harus merubah dari yang sudah direncanakan maka sudah menjadi kewajiban kontraktor dalam membuat gambar struktur yang berisikan seluruh informasi pembangunan yang dilaksanakan yang dinamakan as-built drawing. Oleh karena itu, untuk mengevaluasi gedung yang telah dibangun dapat dilakukan dengan menganalisis as-built drawing khususnya pada struktur balok.  Dengan dilakukan analisis ini diharapkan dapat melihat kelengkapan informasi pada as-built drawing, menghitung persentase balok pada gedung tersebut yang memenuhi syarat dan melihat kekuatan yang dimiliki gedung tersebut. Untuk melakukan analisis as-built drawing balok dapat dilakukan dengan membandingkan detail penulangan pada balok yang ada pada as-built drawing dengan peraturan SNI 03-6816-2002 dan SNI 2847:2013 yang dimana dari setiap peraturan tersebut hanya diambil untuk balok.  Dari peraturan tersebut dapat diambil beberapa obyek analisis antara lain rasio penulangan, panjang penyaluran, sambungan lewatan, bengkokan dan kait tulangan balok, serta jarak antar sengkang balok yang terpasang. Setelah semua balok pada gedung tersebut dianalisis sesuai obyek yang telah disebutkan maka dapat dihitung persentase balok tiap lantai yang memenuhi standar dan menyimpulkan kekuatan gedung tersebut. Analisis ini menunjukkan bahwa tidak semua balok dapat dianalisis dikarenakan adanya detail pada as-built drawing yang kurang lengkap. Maka dapat disarankan agar kontraktor lebih memahami terhadap peraturan mengenai detail penulangan. Kata – kata kunci: tulangan, balok, pemenuhan, persentase, kekuatan
STUDI ALTERNATIF PERENCANAAN STRUKTUR SAMBUNGAN BALOK-KOLOM DENGAN MENGGUNAKAN SISTEM PRACETAKPADA GEDUNG UBUD HOTEL BATU 7 LANTAI Pratama, Firman Yudi; Hidayat, M. Taufik; Susanti, Lilya
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Malang adalah sebuah kota yang terletak di Provinsi Jawa timur, kota terbesar kedua setelah Kota Surabaya.Kota Malang dikenal juga sebagai kota pendidikan. Banyak berbagai perguruan tinggi di kota malang yang berdekatan dengan kota batu yaitu salah satunya, Universitas Brawijaya, Universitas Negeri Malang, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dan Politeknik Negeri Malang karena banyaknya, Banyak juga tempat wisata yang berada pada kota batu hal ini menjadikan kota batu sebagai tempat pariwisata dari berbagai wilayah yang berada di sekitarnya seperti : Sidoarjo, Surabaya dan sekitarmya. Hal ini membuat lahan di kota Batu semakin sempit dan di perlukanya pembangunan yang cepat seperti hotel dan tempat rekreasi. Pembangunan dengan konvensional akan memerlukan lahan yang cukup luas dan waktu yang lama, maka di perlukan sebuah alternatif yaitu salah satunya dengan menggunakan metode pracetak yang di buat di pabrik atau di lokasi kemudian di rakit. Pada perencanaan pracetak di indonesia mengacu pada SNI 2847 tahun 2013 tentang perencanaan beton struktural untuk bangunan dan untuk gempa mengacu pada SNI 03- 1726- 2012 untuk gempa struktur bangunan gedung. Dari kedua peraturan di harapkan struktur dapat tahan gempa karena kota batu berada dizona gempa 4 yang berarti rawan gempa, dan bangunan dapat efisien dan efektif. Bangunan yang di rencanakan akan menggunakan metode pracetak. Kata Kunci : Beton Pracetak, Beban Gempa, Ubud Hotel Batu  
STUDI ALTERNATIF PERENCANAAN STRUKTUR SAMBUNGAN BALOK-KOLOM DENGAN MENGGUNAKAN SISTEM PRACETAKPADA GEDUNG UBUD HOTEL BATU 7 LANTAI Pratama, Firman Yudi; Hidayat, M. Taufik; Susanti, Lilya
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Malang adalah sebuah kota yang terletak di Provinsi Jawa timur, kota terbesar kedua setelah Kota Surabaya.Kota Malang dikenal juga sebagai kota pendidikan. Banyak berbagai perguruan tinggi di kota malang yang berdekatan dengan kota batu yaitu salah satunya, Universitas Brawijaya, Universitas Negeri Malang, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dan Politeknik Negeri Malang karena banyaknya, Banyak juga tempat wisata yang berada pada kota batu hal ini menjadikan kota batu sebagai tempat pariwisata dari berbagai wilayah yang berada di sekitarnya seperti : Sidoarjo, Surabaya dan sekitarmya. Hal ini membuat lahan di kota Batu semakin sempit dan di perlukanya pembangunan yang cepat seperti hotel dan tempat rekreasi. Pembangunan dengan konvensional akan memerlukan lahan yang cukup luas dan waktu yang lama, maka di perlukan sebuah alternatif yaitu salah satunya dengan menggunakan metode pracetak yang di buat di pabrik atau di lokasi kemudian di rakit. Pada perencanaan pracetak di indonesia mengacu pada SNI 2847 tahun 2013 tentang perencanaan beton struktural untuk bangunan dan untuk gempa mengacu pada SNI 03- 1726- 2012 untuk gempa struktur bangunan gedung. Dari kedua peraturan di harapkan struktur dapat tahan gempa karena kota batu berada dizona gempa 4 yang berarti rawan gempa, dan bangunan dapat efisien dan efektif. Bangunan yang di rencanakan akan menggunakan metode pracetak. Kata Kunci : Beton Pracetak, Beban Gempa, Ubud Hotel Batu  
PENGARUH VARIASI JENIS ALAT SAMBUNG TERHADAP ENERGI DISIPASI AKIBAT BEBAN SIKLIK (QUASI-STATIS) PADA PORTAL BAJA CANAI DINGIN 2D Timur, Shella Kartika; Firdausy, Ananda Insan; Setyowulan, Desy
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Baja canai dingin memiliki material yang ringan dan relatif tipis, hal ini mengakibatkan rentan terjadi kegagalan pada proses penyatuan elemen-elemennya yaitu sambungannya. Pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi jenis alat sambung yaitu sekrup (self-drilling screw) dan mur baut terhadap energi disipasi.  Dengan dilakukan pengujian portal baja canai dingin dua dimensi dengan pembebanan siklik sebagai representasi gaya gempa menggunakan metode displacement control sesuai drift ratio yaitu 2%, 4%, 6%, dan 8%. Hasil pengujian menunjukkan sambungan mur baut memiliki energi disipasi lebih besar 19,01% daripada sambungan sekrup. Benda uji sambungan mur baut memiliki energi disipasi kumulatif lebih besar dari portal dengan sambungan sekrup. Hal ini karena sambungan mur baut memiliki dua bidang kontak yang memberikan pengekangan sehingga energi disipasi lebih besar daripada sambungan sekrup.

Page 76 of 140 | Total Record : 1398