cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 1,398 Documents
STUDI KELAYAKAN INVESTASI PEMBANGUNAN WADUK JLANTAH KABUPATEN KARANGANYAR DITINJAU DARI ASPEK EKONOMI Abdurrahman, Gani; Hasyim, M Hamzah; ., Pudyono
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 3 (2015)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu permasalahan yang ada di beberapa tempat di Indonesia adalah kesulitan memperoleh air terutama air baku dan untuk kebutuhan air irigasi pada saat musim kemarau yang panjang. Waduk merupakan salah satu solusi dari pemanfaatan air permukaan yang berfungsi untuk menampung air sebagai cadangan air baku pada saat musim kemarau. Salah satu tempat yang berpotensi dalam pembangunan waduk ini adalah di kabupaten Karanganyar kecamatan Jatiyoso desa Tlobo yang akan membendung sungai Jlantah yang mempunyai Daerah Aliran Sungai (DAS) sebesar 22.47 km2. Untuk merencanakan pembangunan Waduk Jlantah tercapai sesuai dengan yang diharapkan maka perlu dilakukan studi kelayakan. Metode yang digunakan untuk menghitung tingkat kelayakan pembangunan waduk Jlantah kabupaten Karanganyar adalah dengan menggunakan Net Present Value untuk mengetahui arus kas yang akan datang yang didoskontokan pada saat ini. Selain itu metode yang digunakan adalah Internal Rate Of Return untuk mengetahui tingkat diskonto yang menyamakan nilai sekarang dari arus kas masuk proyek yang diharapkan terhadap nilai sekarang proyek yang membuat nilai Net Present Value sama dengan nol. Metode yang ke tiga adalah Benefit Cost Ratio, metode ini digunakan untuk mencari nilai manfaat dengan perbandingan antara manfaat dan biaya dalam suatu proyek. Metode yang terakhir digunakan adalah Payback Period yang digunakan mencari tahu waktu yang dibutuhkan dalam pengembalian nilai investasi yang telah dikeluarkan. Dalam perhitungan studi kelayakan waduk Jlantah ini digunakan suku bunga sebesar 11% sehingga didapatkan nilai pada kondisi normal dengan metode  Net Present Value didapatkan sebesar Rp 110.025.049.610,03, Internal Rate Of Return sebesar 15%, Benefit Cost Ratio sebesar 1,27, dan Payback Period selama 8,64 tahun. Dari hasil perhitungan kelayakan ekonomi pembangunan waduk Jlantah kabupaten Karanganyar dengan kondisi normal ini, maka proyek layak untuk dilaksanakan dikarenakan nilai Net Present Value> 0, Internal Rate Of Return> 11%, dan Benefit Cost Ratio> 1. Kata – kata kunci : manajemen kosntruksi, studi kelayakan waduk, ekonomi teknik, net present value, internal rate of return, benefit cost ratio, dan benefit cost ratio .
EVALUASI KEANDALAN KESELAMATAN KEBAKARAN PADA GEDUNG FISIP II UNIVERSITAS BRAWIJAYA, MALANG Anggara, Dheva Vegar; Unas, Saifoe El; Negara, Kartika Puspa
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 3 (2015)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan pembangunan terhadap gedung membuat pengembang maupun pemilik gedung harus mempertimbangkan aspek keselamatan salah satunya adalah aspek keselamatan kebakaran, tidak terkeculi pada gedung FISIP Universitas Brawijaya, Malang perlu diadakan evaluasi terhadap kebakaran untuk menjamin keselamatan dan tercegahnya dari bencana bagi gedung itu sendiri beserta isi dari gedung tersebut yang meliputi manusia,peralatan dan barang (PD-T-11-2005-C) .Adapun tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat keandalan kebakaran pada gedung tersebut dan tingkat keandalan kebakaran dari masing-masing variabel kebakaran yang terdapat pada gedung tersebut . Kuisoner pada penelitian ini dilakukan sebanyak dua kali, kuisoner pertama dilakukan untuk mencari pembobotan variabel kebakaran, variabel tersebut antara lain tapak bangunan, sarana penyelamatan, proteksi aktif, dan proteksi pasif. Sedangkan, kuisoner kedua dilakukan untuk menentukan kendalan variabel maupun keandalan gedung terhadap kebakaran. Hasil penelitian pertama dengan metode AHP dalam pengolahan datanya didapatkan pembobotan variabel kebakaran sebagai berikut : Tapak Bangunan (29%), Sarana Penyelamatan (21%), Proteksi Aktif (26%), dan Proteksi Pasif (24%) . Untuk hasil penilitian yang kedua didapatkan keandalan tapak bangunan dengan nilai baik (90) keandalan sarana penyelamatan dengan nilai baik (85,5), keandalan proteksi aktif dengan nilai baik (86,32), kendalan proteksi pasif dengan nilai baik (85) dan nilai keandalan kebakaran gedung FISIP II Universitas Brawijaya, Malang berdasarkan analisis menggunakan metode AHP sebesar 86,94 % sedangkan berdasarkan PD-T-11-2005-C sebesar 86,692 sehingga keduanya  dapat dikategorikan baik (B). Kata kunci : Keandalan, Kebakaran,  Keselamatan .
STUDI KELAYAKAN INVESTASI PEMBANGUNAN BENDUNGAN KREKEH KABUPATEN SUMBAWA BERDASARKAN ASPEK EKONOMI Da Costa Rao, Fredy Benedictus; Unas, Saifoe El; ., Pudyono
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 3 (2015)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangunan Bendungan Krekeh sangat dibutuhkan oleh masyarakat sumbawa untuk menunjang kegiatan / kebutuhan dalam aktivitas. Sering terjadinya banjir di Sungai Brang Biji yang melintasi Kota Sumbawa sangat merugikan dan menghambat aktivitas warga di sekitar daerah.Dalam rencana pembangunan bendungan Krekeh ini, terdapat 3 alternatif yang dapat digunakan sebagai patokan dalam pembangunan serta analisis kelayakan investasi yaitu  alternatif 1 Posisi diatas Desa Krekeh pada Sungai Brang Batu Lanteh dengan kordinat 8o 32’ 22,59” LS dan 117o 24’ 34,71” BT, alternatif 2 Posisi diatas Dusun Selang  pada Sungai Brang Batu Lanteh dengan 8o 33’ 54,37” LS dan 117o 23’ 28,38” BT dan alternatif 3 Posisi Pondok Empat pada Sungai Brang Batu Lanteh Posisi dengan kordinat 8o 34’ 39,39” LS dan 117o 23’ 2,16” BT. Studi kelayakan investasi pembangunan bendungan Krekeh  dilakukan untuk mengetahui kelayakan 3 alternatif serta mana alternatif yang layak digunakan dalam rencana pembangunan Bendungan Krekeh. Nilai manfaat ditinjau dari pihak – pihak yang bersangkutan dengan proyek, terlebih lagi bagi masyarakat yang membutuhkan. Hal ini dilakukan untuk mewujudkan program pemerintah untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat.Metode yang digunakan dalam analisis studi kelayakan adalah parameter NPV,BCR,IRR dan PP. Kelayakan ekonomi suatu pembangunan dapat diketahui dari beberapa parameter antara lain NPV bernilai positif, IRR bernilai lebih besar dari suku bunga,BCR bernilai lebih dari satu. Dalam studi ini suku bunga yang digunakan sebesar 12,63% dan dalam analisis studi kelayakan terdapat 3 alternatif yang setelah dianalisis dapat disimpulkan ketiga alternatifnya untung dan layak digunakan. Namun, hanya 1 alternatif yang paling menguntungkan berdasarkan nilai NPV,BCR,PP,IRR yaitu alternatif ke-1. Hasil Analisia sensivisitas alternatif 1 didapatkan bahwa untuk normal semua parameter mendapatkan hasil yang baik, sedangkan untuk kondisi manfaat normal, biaya naik 10%, kondisi manfaat turun 10% biaya normal & manfaat turun 10% biaya naik 10% mendapatkan nilai NPV,BCR,PP,IRR yang bisa disimpulkan layak.   Kata Kunci : Studi Kelayakan, Investasi, Bendungan
STUDI KELAYAKAN FINANSIAL PROYEK PERUMAHAN MUTIARA ALAM REGENCY KABUPATEN TULUNGAGUNG Rachmadiansyah, Afanny; Negara, Kartika Puspa; Unas, Saifoe El
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 3 (2015)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Tulungagung merupakan kota yang mulai berkembang dalam bidang perumahan. Salah satu perumahan yang sedang dibangun adalah Mutiara Alam Regency.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui layak atau tidaknya pembangunan tersebut. Dengan adanya proyek pembangunan perumahan tersebut maka perlu diketahui mengenai kelayakan finansialnya.Penelitian ini menggunakan parameter Net Present Value (NPV), Internal Rate Return (IRR), Benefit Cost Ratio (BCR), dan Payback Period (PP).Dengan mengumpulkan data yang dibutuhkan maka selanjutnya menganalisa kelayakan proyek dari segi finansialnya dan analisis sensitivitasnya.Selain itu menganalisis bila terjadi penurunan penjualan rumah antara 1 unit dan 2 unit rumah. Maka akan diperoleh keuntungan dari biaya operasional maupun biaya investasi. Biaya operasional atau pengeluaran dari perumahan Mutiara Alam Regency dikeluarkan selama umur rencana proyek. Penurunan penjualan rumah akan mempengaruhi umur proyek juga. Dari hasil uji analisis pada penjulan rumah periode Mei 2015 hingga Desember 2016 sebanyak 3 unit rumah menggunakan Net Present Value disaat kondisi normal sebesar Rp. 2.835.522.810. Untuk metode Benefit Cost Ratio pada kondisi normal 1,3881. Untuk metode Internal Rate Return didapat 73%. Untuk metode Simple Payback Period didapat hasil pengembalian selama 2 tahun 4 bulan, sedangkan pada metode Discounted Payback Period didapat hasil pengembalian sebesar 2 tahun 3 bulan. Pada penjulan rumah periode Mei 2015 hingga Oktober 2017 sebanyak 2 unit rumah menggunakan Net Present Value disaat kondisi normal sebesar Rp.2.674.400.211. Untuk metode Benefit Cost Ratio pada kondisi normal 1,3734. Untuk metode Internal Rate Return didapat 62%. Untuk metode Simple Payback Period didapat hasil pengembalian selama 2 tahun 8 bulan, sedangkan pada metode Discounted Payback Period didapat hasil pengembalian sebesar 2 tahun 4 bulan. Pada penjulan rumah periode Mei 2015 hingga April 2020 sebanyak 1 unit rumah menggunakan Net Present Value disaat kondisi normal sebesar Rp. 2.255.564.768. Untuk metode Benefit Cost Ratio pada kondisi normal 1,2971. Untuk metode Internal Rate Return didapat 45%. Untuk metode Simple Payback Perioddidapat hasil pengembalian selama 3 tahun 2 bulan, sedangkan pada metode Discounted Payback Period didapat hasil pengembalian sebesar 3 tahun. Kata kunci : net present value, benefit cost ratio, internal rate return, payback period,        analisis sensitivitas.
PENERAPAN METODE MONTE CARLO PADA PENJADWALAN PROYEK GEDUNG DINAS SOSIAL KOTA BLITAR Aulabih, Royyan; Unas, Saifoe El; Negara, Kartika P.
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam bidang manajemen proyek, simulasi Monte Carlodigunakan untuk menghitung atau mengiterasi biaya dan waktu sebuah proyek dengan menggunakan nilai-nilai yang dipilih secara random dari distribusi probabilitas biaya dan waktu yang mungkin terjadi dengan tujuan untuk menghitung distribusi kemungkinan biaya dan waktu total dari sebuah proyek.Sehingga dengan adanya keragaman waktu atau durasi yang tidak menentu, penjadwalan dengan menggunakan software Microsoft Project Professional akan memiliki indikator lebih dalam keuntungan dan kerugian proyek jika menggunakan metode Monte Carlo. Oleh karena itu, salah satu metode digunakan dalam proses analisis risiko untuk menentukan estimasi waktu proyek, yaitu metode simulasi Monte Carlo. Metode ini merupakan metode yang umum digunakan untuk simulasi perhitungan probabilitas membahas aspek risiko dalam manajemen proyek. Dengan meninjau latar belakang di atas, pada kasus Gedung Dinas Sosial Kota Blitar maka perlu adanya suatu penelitian untuk mencari durasi penjadwalan yang dapat diterima dan probabilitas penjadwalan pada pembangunan gedung tersebut sehingga mendapat perkiraan waktu yang optimal dan lebih aman. Pada penelitian ini dilakukan simulasi Monte Carlo pada durasi pekerjaan optimis, paling disukai, dan pesimis hasil survey pada pihak kontraktor gedung Dinas Sosial Kota Blitar. Simulasi pada penilitian ini menggunakan software @Risk dan distribusi data yang di gunakan adalah distrubusi triangular. Durasi pekerjaan hasil simulasi Monte Carlo kemudian  digunakan untuk melakukan penjadwalan menggunakan softwareMicrosoft Project Professional. Sehingga di dapatkan jadwal dan kurva S hasil simulasi Monte Carlo yang selanjutnya akan di analisis dan dibandingkan dengan jadwal durasi rencana, optimis, paling disukai, dan pesimis. Perbedaan jadwal yang di analisis dan di bandingkan pada penelitian kali ini adalah pada total durasi pekerjaan dan besarnya probabilitas selesainya pekerjaan sesuai jadwal. Hasil dari perbandingan jadwal yang di lakukan pada penelitian kali ini terdapat perbedaan penjadwalan pada total durasi pekerjaan yakni durasi optimis selama 119 hari, durasi paling disukai selama 159 hari, durasi pesimis selama 203 hari dan durasi hasil simulasi Monte Carlo selama 169 hari.Perbedaan jadwal pada proyek Gedung Dinas Sosial Kota Blitar bila dibandingkan dengan penjadwalan menggunakan metode simulasi Monte Carlo adalah lama durasi dan  besarnya probabilitas penyelesaian pekerjaan. Lama durasi jadwal rencana selama 162 hari dengan probabilitas sebesar 55%. Sedangkan durasi hasil simulasi Monte Carloselama 169 haridengan probabilitas sebesar 70%.     Kata Kunci :Monte Carlo, durasi, penjadwalan.
PENERAPAN METODE MONTE CARLO PADA PENJADWALAN PROYEK GEDUNG AUTIS CENTER KOTA BLITAR TAHUN 2013 Rahmadhani, Muhammad Bachtiar; Negara, Kartika P; Hasyim, M. Hamzah
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam pelaksanaan suatu proyek salah satu faktor yang paling menunjang adalah dengan membuat suatu jadwal perencanaan sesuai dengan keinginan yang akan dicapai. Sehingga dengan adanya keragaman waktu atau durasi yang tidak menentu, penjadwalan dengan menggunakan software Microsoft Project Professional 2013 akan memiliki indikator lebih dalam keuntungan dan kerugian proyek jika menggunakan metode Monte Carlo. Oleh karena itu, salah satu metode digunakan dalam proses analisis risiko untuk menentukan estimasi waktu proyek, yaitu metode simulasi Monte Carlo. Simulasi Monte Carlo adalah sebuah teknik sampling statistik yang digunakan untuk memperkirakan solusi terhadap masalah-masalah kuantitatif. Pada penelitian ini durasi pekerjaan memiliki kemungkinan untuk dilakukan simulasi dengan metode Monte Carlo karena durasi pekerjaan yang bermacam-macam. Dengan meninjau latar belakang di atas, pada kasus Gedung Autis Center Kota Blitar maka perlu adanya suatu penelitian untuk mencari durasi penjadwalan yang dapat diterima dan probabilitas penjadwalan pada pembangunan gedung tersebut sehingga mendapat perkiraan waktu yang optimal dan lebih aman. Pada penelitian ini dilakukan simulasi Monte Carlo pada durasi pekerjaan tercepat, paling mungkin, dan terlama hasil survey pada pihak kontraktor gedung Autis Center Kota Blitar. Simulasi pada penelitian ini menggunakan software Crystal Ball dan distribusi data yang digunakan adalah distrubusi triangular. Durasi pekerjaan hasil simulasi Monte Carlo kemudian digunakan untuk melakukan penjadwalan menggunakan software Microsoft Project Professional. Sehingga didapatkan jadwal dan kurva S hasil simulasi Monte Carlo yang selanjutnya akan di analisis dan dibandingkan dengan jadwal durasi rencana, tercepat, paling mungkin, dan terlama. Perbedaan jadwal yang dianalisis dan dibandingkan pada penelitian kali ini adalah pada total durasi pekerjaan dan besarnya probabilitas selesainya pekerjaan sesuai jadwal. Hasil dari perbandingan jadwal yang dilakukan pada penelitian kali ini terdapat perbedaan penjadwalan pada total durasi pekerjaan yakni durasi tercepat selama 108 hari, durasi paling mungkin selama 126 hari, durasi terlama selama 150 hari dan durasi hasil simulasi Monte Carlo selama 132 hari. Perbedaan jadwal pada proyek Gedung Autis Center Kota Blitar bila dibandingkan dengan penjadwalan menggunakan metode simulasi Monte Carlo adalah lama durasi dan besarnya probabilitas penyelesaian pekerjaan. Lama durasi jadwal rencana selama 120 hari dengan probabilitas sebesar 18%. Sedangkan durasi hasil simulasi Monte Carlo selama 132 hari dengan probabilitas sebesar 68%. Sedangkan probabilitas terbesar yakni 100% untuk durasi terlama dengan waktu selama 150 hari. Kata Kunci : Monte Carlo, durasi, jadwal.
EVALUASI DESAIN BALOK PADA PELAKSANAAN PROYEK PEMBANGUNAN RUMAH DINAS 2 UNIT FLAT 2 LANTAI BRIMOB POLDA MALUKU DENGAN MENGGUNAKAN REKAYASA NILAI (VALUE ENGINEERING) Marantika, Giovianne Friensty; Hasyim, M Hamzah; ., Wisnumurti
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses pembangunan di Indonesia saat ini dituntut untuk memberikan hasil yang maksimal tanpa mengurangi kualitas dari produk yang dihasilkan. Manajemen proyek yang baik diperlukan untuk mencapai hasil yang diinginkan. Diperlukan kesiapan rencana yang matang agar pekerjaan sesuai dengan keinginan owner. Agar pencapaian maksimal, perencana dapat menggunakan rekayasa nilai. Rekayasa Nilai (Value Engineering) merupakan usaha yang terorganisasi secara sistematis dengan pengaplikasian teknik tertentu yang bertujuan menganalisa fungsi dari barang dan jasa untuk meningkatkan nilai produk atau jasa dengan life cycle cost yang rendah namun hasil optimal dengan cara peninjauan ulang seluruh tahapan proyek dan menghilangkan biaya tak perlu. Rekayasa nilai inilah yang diterapkan penulis untuk mengevaluasi balok pada Rumah Dinas Brimob Polda Maluku. Penelitian ini dimulai dengan pengumpulan data primer dan sekunder dari lokasi penelitian. Setelah didapatkan data yang mendukung dilanjutkan dengan Tahapan Informasi. Pada tahapan ini dilakukan pemilihan item yang memiliki biaya tinggi. Pengidentifikasian dilakukan dengan 3 cara yaitu breakdown analysis dan cost model, serta analisa fungsi. Kemudian dilanjutkan dengan Tahap Spekulasi untuk menentukan alternatif pekerjaan yaitu balok T. Selanjutnya dilakukan analisa struktur terhadap balok eksisting dan balok alternatif T dan juga analisa dari segi biaya. Ditutup dengan tahapan penyajian, yang menyajikan hasil akhir dari seluruh analisa yang dilakukan. Hasil dari proses analisa yang didapat menunjukan bahwa perubahan bentuk dari balok tidak memberikan dampak perubahan. Sebaliknya penggantian material tulangan berdampak positif. Reduksi momen ultimate terjadi pada balok BL1 dan BL2. Momen ultimate balok eksisting BL1 sebesar 86.612.829 N.mm dan BL2 sebesar 45.993.542 N.mm. Sedangkan momen untuk balok alternatif T BL1 sebesar 70.616.785 N.mm dan balok alternatif T BL2 sebesar 31.325.622 N.mm. Untuk analisa biaya didapatkan hasil sebesar Rp 242.490.908,23 untuk balok eksisting dan Rp 228.579.315,02 untuk balok alternatif T dengan cost saving sebesar 5,7370%. Kata Kunci: rekayasa nilai, balok, cost saving
OPTIMASI SITE LAYOUT MENGGUNAKAN MULTI-OBJECTIVES FUNCTION (Studi Kasus Proyek Pembangunan Gedung Baru Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya Malang Tahap II) Wahyudi, Rahmat; Negara, Kartika P.; Unas, Saifoe El
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tata letak lapangan sangat penting dalam pelaksanaan sebuah proyek konstruksi.Namun, site layout kurang mendapatkan perhatian penting untuk direncanakan dengan baik dan optimal.Demikian halnya pada proyek pembangunan gedung baru Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya Tahap II.Oleh karena itu, perlu adanya pembenahan dalam pengaturan site layout. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui optimum tidaknya bentuk site layout di proyek pembangunan gedung baru Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya Tahap II, untuk mengetahui bentuk site layout yang optimum dari pertimbangan travelling distance (TD) dan safety index (SI) serta pertimbangan dari gabungan keduanya. Pada penelitian ini, optimasi dilakukan menggunakan multi-objectives function. Dalam menentukan penempatan fasilitas proyek dapat dilakukan dengan dua kondisi dilapangan yaitu equal site layout dan unequal site layout.Equal site layout yaitu jika dalam suatu proyek jumlah fasilitas sama dengan jumlah tempat yang tersedia sedangkan unequal site layout yaitu jika jumlah fasilitas lebih sedikit dari jumlah tempat/lahan yang tersedia dalam proyek (dummy). Dalam hal ini akan digunakan kondisi equal site layout dalam penelitian. Untuk mendapatkan site layout yang optimal dan efisien, maka jarak tempuh (Travelling Distance) harus diminimumkan dan index keamanan (Safety Index) juga harus diminimalisir agar tingkat kecelakaan yang dialami pekerja yang melalui zona bahaya juga akan semakin kecil. Site layout yang paling optimal diketahui dengan cara melakukan pemindahan beberapa fasilitas dalam proyek. Pemindahan tata letak fasilitas dalam penelitian ini dilakukan sebanyak empat skenario, dengan masing-masing skenario dicari nilai TD dan SI.Selanjutnya, didapatkan hasil bentuk site layout yang optimum yang memiliki nilai TD dan SI terkecil dibandingkan dengan kondisi eksisting. Untuk nilai travelling distance paling optimum terletak pada skenario 3 dengan nilai TD sebesar 47025,82 meter sedangkan nilai safety index terletak pada skenario 1 dengan nilai SI sebesar 1017,402. Untuk kondisi site layout paling optimal sesuai kriteria prioritas kontraktor pelaksana, yaitu 30% untuk nilai traveling distance dan 70% untuk nilai safety index adalah skenario 1 dengan nilai sebesar 1,005201.Kata Kunci:Site Facilities, Optimasi, Site Layout, Equal Site Layout, Anequal Site Layout, Multi-Objectives Function, Travelling Distance, Safety Index
ANALISIS KAPASITAS RUAS SUNGAI CILIWUNG HILIR (GUNUNG SAHARI) TERHADAP DEBIT BANJIR SERTA PENANGGULANGANNYA PADA DAS MARINA DKI JAKARTA Muhammad Hafis Adli Rahman, Muhammad Hafis; Suharyanto, Agus; Widjatmiko, Indradi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Provinsi DKI Jakarta memiliki luas daerah ± 661,52 Km2, kota DKI Jakarta merupakan dataran rendah yang dialiri oleh 13 sungai yang bermuara ke utara pulau jawa, aliran air di DKI Jakarta sebagian dibuang ke laut dengan sistem gravitasi dan sebagian lagi dengan sistem pompanisasi. Banjir yang setiap tahun yang terjadi di DKI Jakarta tidak lepas dari pengaruh sungai-sungai yang melintasinya. Sungai-sungai besar berhulu di bagian selatan DKI Jakarta yaitu daerah Bogor yang mempunyai ketinggian lebih dari 200 m dpl dan curah hujan tinggi, sehingga DKI Jakarta secara alamiah menjadi daerah tempat berakumulasi air dari hulu sungainya. Kawasan yang rentan terhadap banjir dan genangan adalah Jakarta Utara, khususnya untuk sungai ciliwung gunung sahari karena sungai ciliwung gunung sahari ini melewati beberapa kawasan penting seperti stasiun gambir, Istana Negara, Monas, Balaikota DKI Jakarta, Masjid Istiqlal. Oleh sebab itu di wilayah ini harus mempunyai penanganan khusus, sektor ini sangat vital untuk DKI Jakarta. Pintu Air Hai Lai Marina yang merupakan pintu air pengontrol drainase aliran Sungai Cilliwung serta sebagai pintu pasang surut (Tidal Gate) terletak di hilir aliran kali Cilliwung Gunung Sahari.Pintu Air ini merupakan pemisah antara Sungai Cilliwung dan Laut Utara Jakarta. Sistem kerja Pintu Air Hai Lai Marina ini tergantung perbedaan antara ketinggian muka air laut dengan muka air Sungai Cilliwung Gunung Sahari. Saat muka air laut tinggi pintu air ini ditutup agar air laut tidak masuk ke dalam aliran Sungai Cilliwung gunung sahari dan jika muka air laut lebih rendah maka pintu air dibuka agar aliran dari Sungai Cilliwung bisa masuk ke laut. Hasil pemodelan untuk kala ulang 5 tahun diperlukan pompa dengan kapasitas total 50m3/dtk untuk menurunkan muka air sungai agar tidak meluap, pemodelan untuk kala ulang 10 tahun diperlukan pompa dengan kapasitas total 60m3/dtk untuk menurunkan muka air sungai agar tidak meluap, pemodelan untuk kala ulang 25 tahun diperlukan pompa dengan kapasitas total 70m3/dtk untuk menurunkan muka air sungai agar tidak meluap. Kata kunci: Banjir, Jakarta, Ciliwung
PENGARUH EKSENTRISITAS SATU SISI BRACING DIAGONAL PADA STRUKTUR PORTAL AKIBAT BEBAN SIKLIK TERHADAP HUBUNGAN TEGANGAN - REGANGAN STRUKTUR Agraprana, Andhika; Susanti, Lilya; Wijaya, Ming Narto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan negara yang memiliki probabilitas terjadinya gempa bumi yang sangat tinggi. Banyak bangunan di Indonesia runtuh akibat gempa karena strukturnya tidak tahan terhadap gempa. Oleh karena itu terdapat inovasi yaitu penambahan bracing pada suatu struktur, penambahan bracing ini bertujuan untuk meningkatkan kekuatan struktur dalam menahan gempa. Terdapat bracing yang disebut dengan bracing tanpa eksentrisitas (CBF) yaitu bracing yang terletak di titik pertemuan antara kolom dan balok. Namun, karena faktor arsitektur maka sistem bracing CBF ini terkadang sulit diterapkan pada sebuah struktur. Maka, pemasangan bracing dengan eksentrisitas (EBF) perlu diterapkan. Dalam penelitian ini terdapat tiga buah benda uji portal. Benda uji portal terdiri dari balok, kolom, dan bracing diagonal. Benda uji portal memiliki panjang 100 cm dan tinggi 70 cm. Untuk portal CBF dibuat satu buah benda uji. Sedangkan untuk portal EBF dibuat dua buah benda uji dengan eksentrisitas pada sisi atasnya masing-masing sebesar 15 cm, dan 30 cm. Tulangan yang digunakan pada benda uji portal ini  yaitu Ø6 untuk tulangan utama dan Ø4-150 untuk sengkang. Hasil penelitian ini diketahui bahwa portal CBF memiliki nilai tegangan maksimum yang paling besar diantara dua portal yang lainnya, dengan nilai tegangan beton dan baja masing-masing 181,72 N/mm2 dan 181,67 N/mm2. Nilai regangan maksimum pada benda uji portal CBF untuk beton dan baja masing-masing sebesar 172 x 10-6 dan 1160 x 10-6. Sedangkan untuk benda uji portal yang memiliki eksentrisitas 15 cm masing-masing 149 x 10-6 dan 1099 x 10-6. Beban maksimum yang dapat diterima dari benda uji portal non-eksentris sebesar 4410 kg, benda uji dengan eksentrisitas 15 cm sebesar 3300 kg, sedangkan untuk benda uji dengan eksentrisitas 30 cm memilki beban maksimum sebesar 1600 kg. Kata Kunci : Portal, Bracing Diagonal, Tegangan-Regangan, Beban Siklik Lateral

Page 75 of 140 | Total Record : 1398