cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 1,398 Documents
PENGARUH VARIASI BENTUK PELAT SAMBUNG TERHADAP BEBAN LATERAL PUNCAK DAN KEKAKUAN AKIBAT BEBAN SIKLIK (QUASI-STATIS) PADA PORTAL CANAI DINGIN 2D Saputri, Meirheyma Denfia; Firdausy, Ananda Insan; Susanti, Lilya
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan material canai dingin pada konstruksi sudah banyak digunakan pada konstruksi atap, tetapi belum banyak digunakan pada bangunan tingkat sederhana tahan gempa, sehingga perlu penelitian dalam hal tersebut. Di Negara Indonesia, gaya gempa tidak dapat diabaikan pada perencanaan konstruksi karena Indonesia berada di antara 3 lempeng bumi, yaitu Lempeng Eurasia, Lempeng Indo -Australia, dan Lempeng Pasifik. Pada penelitian ini, gaya gempa direpresentasikan oleh beban siklik berupa beban lateral pada struktur portal yang terbuat dari material canai dingin yang sudah dilakukan uji kuat tarik dengan profil ukuran 40.40.0,4 mm untuk kolom dan 20.40.0,4 mm untuk balok. Portal tersebut memiliki dua lantai dengan tinggi total 106 cm dan lebar 50 cm dengan lantai dua berada di jarak 50 cm dari bawah. Sambungan pada setiap pertemuan balok dan kolom menggunakan sekrup dan menggunakan pelat sambung dari material canai dingin dengan variasi bentuk siku (Kode SK) dan segitiga (Kode SG) masing-masing 3 buah benda uji. Pada penelitian ini digunakan metode displacement control untuk menentukan beban yang dapat bekerja pada setiap kenaikan drift. Alat yang digunakan pada saat pengujian berupa loading frame, load cell, LVDT, dan  hydraulic jack. Hasil akhir dari penelitian ini merupakan beban lateral puncak, nilai kekakuan struktur, dan penurunan kekakuan struktur dari masing-masing variasi benda uji. Hasil pengujian menyatakan bahwa nilai rata – rata beban lateral dari kedua variasi benda uji tersebut adalah 5,25 kg untuk benda uji portal dengan kode SK dan 3,92 kg untuk benda uji portal dengan kode SG. Perhitungan dengan metode tangensial dan secant, benda uji kode SK memiliki nilai rata - rata kekakuan sebesar 1,009 kg/cm untuk metode tangensial dan 0,753 kg/cm untuk metode secant. Kata Kunci: Canai Dingin, Portal, Pembebanan Siklik, Beban Lateral, Kekakuan, Penurunan Kekakuan
PENGARUH VARIASI BENTUK PELAT SAMBUNG TERHADAP ENERGI DISIPASI AKIBAT BEBAN SIKLIK (QUASI-STATIS) PADA PORTAL BAJA CANAI DINGIN 2D Sulistomo, Jourdan Tri; Brahmana Kridaningrat, Bhondana Bayu Brahmana; Arifi, Eva
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masyarakat Indonesia mulai marak menggunakan material baja canai dingin sebagai struktur tambahan pada sebuah bangunan seperti struktur kuda-kuda atap, rangka plafon, dan lain-lain. Namun, Indonesia terletak pada Cincin Api sekaligus menjadi titik temu 3 lempeng besar yang aktif bergerak. Baja canai dingin yang mulai populer di Indonesia akan dihadapkan dengan masalah beban gempa/beban siklik (beban berulang).Dengan pengujian terhadap pemodelan portal dua dimensi sederhana, diharapkan dapat mewakili bagaimana perilaku baja canai dingin terhadap beban siklik.Pada penelitian ini, beban siklik direpresentasikan berupa beban lateral pada struktur portal yang terbuat dari material canai dingin dengan profil ukuran 40.40.0,4 untuk kolom dan 20.40.0,4 untuk balok. Portal tersebut memiliki 2 lantai dengan tinggi total 106 cm dan lebar 50 cm dengan lantai dua berada di jarak 50 cm dari bawah.Sambungan pada setiap pertemuan balok dan kolom menggunakan sekrup dan menggunakan pelat sambung dari material canai dingin dengan variasi bentuk siku (Kode SK) dan segitiga (Kode SG) masing-masing 3 buah benda uji.Pada penelitian ini digunakan metode displacement control untuk mendapatkan beban yang dapat bekerja pada setiap kenaikan drift. Hasil akhir dari penelitian ini merupakan kurva histerisis dan energi disipasi dari masing-masing variasi benda uji. Hasil pengujian dan perhitungan menghasilkan bahwa portal baja canai dingin dengan pelat sambung siku mendisipasi energi dengan rata-rata persentase 48,33% dari energi input, dengan kenaikan persentase energi disipasi per drift dari 44,60% hingga 55,86%. Portal baja canai dingin dengan pelat sambung segitiga mendisipasi energi dengan rata-rata persentase 53,39% dari energi input, dengan kenaikan persentase energi disipasi per drift dari 48,75% sampai 59,95%.Portal baja canai dingin dengan pelat sambung siku mengalami energi input 3,46% lebih besar daripada portal baja canai dingin dengan pelat sambung segitiga. Kata Kunci:Canai Dingin, Portal, Pembebanan Siklik, Energi Disipasi.
ANALISIS POTENSI LIKUIFAKSI DI KOTA MEDAN BERDASARKAN DATA HASIL CPT DENGAN METODE PERCEPATAN DONOVAN Rahmadika, Andrianna; Zaika, Yulvi; ., Harimurti
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gempa bumi dapat menimbulkan korban jiwa maupun materil, selain itu gempa bumi juga dapat menimbulkan kerusakan pada struktur bangunan dan tanah. Penurunan daya dukung tanah akibat beban gempa dapat memunculkan potensi terjadinya likuifaksi yang berbahaya. Pada saat gempa terjadi, tanah mengalami perubahan sifat dari solid ke liquid akibat beban siklik yang diterima. Oleh karena itu diperlukan sebuah metode untuk mengevaluasi potensi likuifaksi pada tanah, yang dapat diterapkan di kota Medan secara umumnya. Salah satunya adalah metode analisa potensi likuifaksi menggunakan data CPT atau uji sondir di lapangan. Metode yang digunakan yaitu dengan membandingkan nilai CRR (rasio tahanan siklik) dengan nilai CSR (rasio tegangan siklik), hasil yang diperoleh ialah angka keamanan atau FS.Hasil menunjukkan bahwa pada daerah penelitian yaitu Kecamatan Medan Barat, memiliki nilai faktor keamanan kurang dari 1 untuk magnitude gempa sebesar 7,5 SR yang berarti berpotensi terjadi likuifaksi. Kata Kunci:likuifaksi, CRR, CSR, FS.
ANALISIS POTENSI LIKUIFAKSI BERDASARKAN DATA PENGUJIAN CONE PENETRATION TEST (CPT) DENGAN METODE PERCEPATAN GEMPA MATUSCHKA DI WILAYAH SUKARAMAI, BAITURAHMAN, BANDA ACEH Setiawan, Muhamad Zaeri; Suryo, Harimurti, Eko Andi; ., Harimurti
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gempabumiadalahsuatugetaranataupergerakan yang berasaldaripermukaankulitbumi yang sifatnyasementara/tidakabadi dan kemudianmenyebarkesegalaarah. Kerusakan yang diakibatkan oleh gempabumibiasanyahanyabagianstrukturatassaja yang diperhitungkan, namun pada kenyataannyagempa juga dapatmenyebabkantanahkehilangankestabilannya. Banda Aceh merupakandaerah yang rawanmengalamigempabumi, tercatatdalamsatutahunterakhir, sehinggaperludilakukananalisisuntukmengetahuiseberapabesarpotensiterjadinyakerusakan pada strukturtanah di daerahtersebut. Salahsatukegagalanstrukturtanah yang berpotensiterjadiadalahlikuifaksi. Baiturahman, Banda Aceh dalam penelitian ini yaitu dengan menggunakan data pengujian Cone Penetration Test(CPT). Percepatan gempa yang digunakan didapat dari sejarah gempa yang pernah terjadi lalu besarnya PGA (Peak Ground Acceleration) didapat dengan menggunakan rumus empiris dari matuschka (1980) dan kekuatan gempa yang ditingkatkan menjadi 7,5 SR untuk mengetahui seberapa besar potensi yang bisa terjadi. Selain menggunakan rumus empiris, dalam penelitian ini juga menggunakan aplikasi Geo Studio dalam menentukan potensi likuifaksi di masing - masing lapisan tanah yang di teliti. Sehingga akan ada perbandingan dari hasil yang menggunakan rumus empiris dan juga dari aplikasi Geo Sudio tersebut. Dari analisis dengan menggunakan rumus empiris diperoleh besarnya nilai Safety Factor dari perbandungan antara Cyclic Resistance Ratio (CRR) terhadap Cyclic Stress Ratio (CSR). Berdasarkan sejarah gempa yang pernah terjadi dengan kekuatan 6,5 SR dan PGA sebesar 89,94 gal, nilai CRR yang dihasilkan lebih besar dari nilai CSR, sehingga menghasilkan angka Safety Factor lebih dari 1 yang artinya tanah tersebut tidak berpotensi terjadi likuifaksi. Perhitungan potensi selanjutnya dilakukan dengan meningkatkan kekuatan gempa menjadi 7,5 SR dan menghasilkan PGA sebesar 245,786 gal. Dari analisis yang dilakukan menggunakan rumus empiris ataupun apilkasi Geo Studio, menunjukan nilai CSR yang lebih besar dibandingkan dengan nilai CRR, hasil tersebut ditunjukan pada lapisan tanah yang terendam oleh air, yaitu pada kedalaman 3,4 meter hingga kedalaman 11 meter. Kata Kunci: CPT, CRR, CSR, Geo Studio, Likuifaksi, Peak Ground Acceleration.
KAJIAN KINERJA PELAYANAN MODA TRANSPORTASI ONLINE RODA DUA LAYANAN KOTA MALANG Priskila Dorothy, Ayu Anisa,; Djakfar, Ludfi; Bowoputro, Hendi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Go-Jek adalah moda transportasi online roda dua yang berkembang pesat di masyarakat saat ini. Sebagai moda transportasi baru tentunya terjadi berbagai permasalahan. Sehingga topik yang dipilih untuk penelitian ini adalah Go-Jek. Untuk itu, tujuan dari kajian ini adalah (1) mengetahui tingkat pelayanan dari Go-Jek, (2) mengetahui tarif ideal Go-Jek per km nya.Untuk mencapai tujuan diatas maka digunakan (1) metode Importance Performance Analysis (IPA), (2) Biaya Operasional Kendaraan (BOK), Ability To Pay (ATP), dan Willingness To Pay (WTP). Sebelum menggunakan metode diatas, dilakukan survei terlebih dahulu dengan jumlah sampel 300 responden. Sampel ini terdiri dari 150 pengguna dan 150 driver Go-Jek.Berdasarkan analisis IPA terdapat 2 variabel yang perlu ditingkatkan kinerjanya yaitu mengemudikan kendaraan dengan baik, serta mentaati tata tertib lalu lintas. Dimana variabel ini masuk pada kuadran I yang dianggap penting oleh pengguna, namun pelayanan yang diberikan Go-Jek masih kurang. Berdasarkan nilai ATP dan WTP didapatkan hasil tarif sebesar Rp 1.200,- dan tarif yang berlaku saat ini sebesar Rp 1.600,-. Tarif yang berlaku saat ini lebih tinggi dibanding tarif yang sesuai dengan kemampuan dan kemauan pengguna Go-Jek.Upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan pelayanan ini adalah dengan memberikan sanksi tegas terhadap driver Go-Jek apabila terdapat keluhan dari pengguna. Sanksi ini bertujuan agar driver Go-Jek lebih mentaati peraturan berkendara yang baik. Sedangkan untuk menentukan tarif ideal harus memperhatikan kemampuan dan kemauan penumpang untuk membayar, sehingga tarif yang berlaku saat ini perlu dievaluasi kembali.   Kata kunci : Go-Jek, Importance Performance Analysis (IPA), Biaya Operasional Kendaraan (BOK), Ability To Pay (ATP), Willingness To Pay (WTP), tingkat kinerja pelayanan.
KAJIAN EVALUASI LAYANAN SHUTTLE BUS DI KAWASANUNIVERSITAS BRAWIJAYA Aditya N. Pratikto, 'Abdulloh ‘Azzam,; Wicaksono, Achmad; Ambarwati, Lasmini
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banyaknya civitas akademika yang ada di Universitas Brawijaya berdampak terhadap mobilisasi di dalam kawasan kampus. Salah satunya adalah peningkatan volume lalu lintas dan tingginya kebutuhan parkir. Untuk mengatasi berbagai masalah ini Universitas Brawijaya menyediakan layanan shuttle bus yang beroperasi di dalam lingkungan kampus. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji karakteristik pengguna, persepsi pengguna layanan/ penumpang terhadap kinerja dan kepentingan pelayanan shuttle bus, dan menyusun strategi untuk meningkatkan kinerja shuttle bus. Studi dilakukan dengan membagikan kuesioner kepada penumpang shuttle bus. Survey ini dilakukan di beberapa lokasi pemberhentian bus dan di dalam angkutan bus. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan analisis IPA (Importance Performance Analysis). Hasil matriks SWOT kemudian digunakan untuk menyusun dan menentukan strategi yang tepat dalam upaya meningkatkan pelayanan shuttle bus di Universitas Brawijaya. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh beberapa kesimpulan diantaranya dari jumlah responden sebanyak 307, 60% diantaranya perempuan, dengan rentang usia responden 18-25 sebanyak 96%, responden mahasiswa sebanyak 98%, dengan jumlah rata-rata pendapatan sebulan Rp.1.000.001,00-Rp.3.000.000,00 sebanyak 49%. Untuk karakteristik perjalanan responden, asal masuk ke wilayah kampus yang paling sering dilalui adalah Gerbang Veteran sebanyak 42%, tujuan ke wilayah kampus (paling sering) ke Fakultas Ekonomi dan Bisnis sebanyak 11%, frekuensi ke kampus dalam satu hari sebanyak dua kali dengan 41%, responden yang mengendarai sepeda motor pribadi sebanyak 57%, dan biaya perjalanan dalam satu hari sebesar ≤Rp.5.000,00 sebanyak 50%.Dari hasil analisis MAT (Matriks Asal Tujuan) rute layanan shuttle bus yang diinginkan oleh responden dengan pola berawal dari Gerbang Veteran melewati Fakultas Kedokteran, Fakultas Pertanian, Fakultas Hukum, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Gerbang KPRI, Fakultas Teknik, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Ilmu Komunikasi dan kembali lagi ke titik awal Gerbang Veteran.Dari hasil analisis IPA didapatkan tingkat kesesuaian antara tingkat kinerja dan tingkat kepentingan sebesar 76% yang artinya tingkat kepuasan pengguna layanan shuttle bus terhadap kinerja pelayanan sudah memuaskan. Untuk analisis SWOT strategi yang dapat digunakan untuk layanan shuttle bus antara lain menyediakan tempat parkir terpusat, penyediaan prasarana penunjang layanan, melengkapi fasilitas keselamatan yang ada di dalam bus, menyediakan zona penjemputan dan menurunkan penumpang di luar gerbang masuk kampus bagi pengguna angkutan transportasi online, menambah rute layanan, dan peningkatan kualitas layanan. Kata kunci: shuttle bus kampus, evaluasi kinerja, karakteristik pengguna, analisis MAT, analisis IPA,analisis SWOT.
STUDI PENENTUAN LOKASI DAN KEBUTUHAN FASILITAS STASIUN PADA RENCANA PEMBANGUNAN LIGHT RAIL TRANSIT KOTA MANADO M. Fahmi Lutfi, Bagus Akbar M. ,; Djakfar, Ludfi; Bowoputro, Hendi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan manusia untuk berpindah dari satu tempat menuju tempat lain membutuhkan suatu moda transportasi yang handal dengan biaya perjalanan yang murah dan waktu perjalanan yang cepat. Salah satu kota yang memiliki potensi untuk dilakukan pembangunan infrastruktur transportasi perkotaan berbasis massal untuk mengatasi persoalan kemacetan yang terjadi adalah Kota Manado. Pemerintah Kota Manado telah menetapkan  rencana pembangunan kereta LRT dengan trase  yang menghubungkan Kecamatan Malalayang dengan Bandara Sam Ratulangi. Untuk mendukung rencana pembangunan tersebut, perlu dilakukan studi mengenai lokasi stasiun, potensi penumpang, waktu operasional, dan kebutuhan fasilitas stasiun. Data yang dibutuhkan pada saat survei adalah volume jumlah kendaraan yang melintas, Jumlah dan lokasi  naik turun penumpang angkutan umum, dan karakteristik pergerakan  pelaku perjalanan .Data yang diperlukan dapat diperoleh melalui Survei yang dilakukan dalam penelitian ini meliputi survei traffic counting yang dilakukan selama 1 hari, survei Road Side Interview selama 3 hari , dan survei angkutan umum dinamis selama 1 hari. Wilayah studi ini bertempatan pada jalan utama di Jln. RW Mongisidipada Kecamatan Malalayang. Standar yang digunakan dalam perencanaan stasiun LRT ada tiga , dari Indonesia yaitu Buku Standarisasi Stasiun Indonesia, dari Jepang yaitu Standar JICA , dan dari Edmonton  yaitu ETS.Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden melakukan perjalanan dengan maksud bekerja sebesar 54% dengan tingkat frekuensi perjalanan setiap hari sebanyak 37% dari jumlah responden. Lokasi ideal Stasiun LRT sejumlah 6 titik lokasi stasiun yakni Stasiun Terminal Malalayang, Stasiun RS. Kandou, Stasiun Bahu Mall, Stasiun Manado Town Square, Stasiun Megamas Mall, dan Stasiun Pusat Kota. Jumlahpotensi  penumpang pada arah Malalayang – Pusat Kota dalam sehari adalah sebanyak  25351  penumpang. Jam puncak terjadi pada pukul 07.00 hingga 08.00 dengan jumlah penumpang sebanyak 2214 penumpang. Sedangkan pada arah Pusat Kota – Malalayang sebanyak 21748 penumpang. Jam puncak terjadi pada pukul 18.00 hingga 19.00 dengan jumlah penumpang sebanyak 2005 penumpang. Waktu operasional direncanakan mulai pukul 05.00 WITA hingga pukul 21.00 WITA dengan headway pada jam sibuk 11 menit. Jumlah kereta LRT yang beroperasi adalah 6 kereta.  Stasiun menggunakan tipe Elevated Station adalah Stasiun Pusat Kota, Stasiun Megamas Mall, Stasiun Manado Town Square, dan Stasiun Bahu Mall. Adapun untuk stasiun dengan tipe Ground Level Station adalah Stasiun Terminal Malalayang dan Stasiun RS.Kandou. Luas stasiun yang dibutuhkan yaitu ±832 m2 untuk Elevated Station dan ±1600 m2 untuk Ground Level Station.   Kata Kunci: Transportasi, Light Rail Transit, Stasiun, Penumpang, Manado
KAJIAN POTENSI PENUMPANG KM LEGUNDI TUJUAN SURABAYA-LOMBOK DENGAN MENGGUNAKAN METODE STATED PREFERENCE S, Reinhard Fernando; Wicaksono, Achmad; K, Rahayu
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 3 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transportasi laut sebagai sarana angkutan antar pulau memiliki kelebihan mampu menampung penumpang dan barang dengan kapasitas yang lebih besar dibanding dengan transportasi lainnya, dan juga biaya transportasi laut relative lebih murah dibanding transportasi penyeberangan lain. Namun saat ini hanya satu armada kapal penyeberangan yang beroperasi dengan waktu keberangkatan yang terbatas yaitu dua kali dalam satu minggu dari Surabaya-Lombok atau sebaliknya.Maka di perlukan survei menggunakan metode Stated Preference dan pemodelan dengan Logit/Binomial agar terlihat berapa besarnya potensi penumpang yang akan menggunakan KM Legundi atau pesawat jika KM Legundi menambah armada atau menambah jadwal keberangkatan berdasarkan atribut biaya perjalanan,waktu perjalanan,waktu tunggu. Kata Kunci: Metode Stated Preference, Stated Preference Method, Pemodelan Logit Binomial, Logit Binomial Modeling
MODEL PREDIKSI KECELAKAAN YANG MELIBATKAN KENDARAAN ANGKUTAN BARANG DI JALAN NASIONAL KABUPATEN SIDOARJO, JAWA TIMUR Muhammad Fauzan Fakhrurrozi, Juan Bill Parhugi Sagala; Arifin, Muhammad Zainul; Wicaksono, Achmad
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jawa Timur merupakan provinsi terluas di Pulau Jawa, selain itu Jawa timur juga merupakan kawasan strategis dimana terdapat kawasan industri, pertanian, dan perdagangan yang mengakibatkan besarnya mobilisasi barang. Hal ini turut ditunjang dengan adanya infrastruktur berupa jalan nasional rute 15 yang memadai. Kabupaten Sidoarjo menjadi wilayah dengan kasus kecelakaan  terbesar di sepanjang jalan nasional tersebut. Peningkatan angka kecelakaan tersebut juga seiring dengan tingginya kasus kecelakaan yang melibatkan kendaraan angkutan barang. Penelitian ini membahas tentang karakteristik sosio-ekonomi pengemudi kendaraan angkutan barang; karakteristik geometrik jalan dan lalu lintas; dan karakteristik kecelakaan. Data penelitian ini diperoleh melalui survei kecepatan dan geometrik jalan, dan dari instansi terkait. Dari penelitian ini disimpulkan bahwa pengemudi kendaraan angkutan barang yang mengalami kecelakaan di jalan nasional Kabupaten Sidoarjo didominasi oleh jenis kelamin laki-laki dengan usia yang tidak diketahui serta memiliki pekerjaan sebagai pegawai swasta. Untuk karakteristik geometrik jalan dan lalu lintas di jalan nasional Kabupaten Sidoarjo memiliki lebar lajur 3-3,6 meter, lebar bahu 1-5,4 meter, volume total 4092,5-7932,6 smp/jam, kecepatan aktual 49,511-62,759 km/jam. Sedangkan karakteristik kecelakaan yang terjadi adalah didominasi pada pukul 06.00-07.59, cuaca cerah, geometrik jalan lurus, jenis kecelakaan double, dan jenis cedera yaitu tidak ada luka.   Kata kunci: karakteristik kecelakaan, kecelakaan angkutan barang, karakteristik pengemudi, jalan nasional, Kabupaten Sidoarjo
KARAKTERISTIK DAN BIAYA KECELAKAAN YANG MELIBATKAN PENGENDARA SEPEDA MOTOR DI KOTA MALANG, JAWA TIMUR KameliaVannyDanaswari, Noverando Bagus Pratama; M. Zainul Arifin, M. Zainul; Ambarwati, Lasmini
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaansepeda motor sudahmenjadigayahidup di Indonesia, karenasepeda motor dianggapmudahdigunakanuntukmenempuhjarakdekat. Saatini di Indonesia masalahkeselamatansangat di ragukan, akibatnyatimbulkemacetandankecelakaan yang merugikanpihak lain. Tujuandaripenelitianiniialahuntukmengetahui model prediksipeluangdanbiayasatuan korban serta kerugian ekonomi akibatkecelakaan yang melibatkanpengendarasepeda motor di Kota Malang yang dilihatdaribeberapakarakteristik. Metode yang digunakanadalahanalisisdeskriptif, analisisregresilogistik, dan perhitungan biaya menggunakan metode the gross output denganmenggunakan data hasilkuisioner yang dilakukanpada 200 responden di Kota Malang. Hasil analisis deskriptif yang telah dilakukan, didapatkan 153 responden yang pernah mengalami kecelakaan (76,5%) dan 47 responden yang tidak pernah mengalami kecelakaan sepeda motor (23,5%). Diketahui berdasarkan aspek karakteristik sosio – ekonomi variabel yang berpengaruh terhadap peluang terjadinya kecelakaan yaitu, pengendara sepeda motor berjenis kelamin perempuan (30%) dan tidak memiliki kendaraan selain sepeda motor (56%). Berdasarkan aspek karakteristik pergerakan variabel yang berpengaruh terhadap peluang terjadinya kecelakaan yaitu, berkendara dengan jarak tempuh lebih dari 15 km (19%), waktu tempuh lebih dari 1 jam (35,5%), dan frekuensi penggunaan setiap hari (78,5%). Sedangkan berdasarkan aspek karakteristik perilaku diketahui bahwa variabel perilaku yang dilakukan pengendara yang membawa barang atau muatan dalam jumlah besar (30%) dan mendahului dari sebelah kanan (80%) dominan terhadap peluang terjadinya kecelakaan. Untuk biaya satuan korban kecelakaan pengguna sepeda motor pada tahun 2019 didapatkan untuk kategori luka berat Rp. 16.153.846,06, luka ringan Rp. 721.154,00 dan tidak mengalami cedera Rp. 378.571,00. Sedangkan untuk kerugian ekonomi akibat kecelakaan pada tahun 2019 didapatkan Rp. 158.942.254,06.

Page 74 of 140 | Total Record : 1398