cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 77 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2019)" : 77 Documents clear
PERENCANAAN INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH (IPAL) TERPUSAT DI UNIVERSITAS BRAWIJAYA Budiatma, Arief; Sholichin, Moh; Pranoko, widyo
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK : Universitas Brawijaya adalah salah satu perguruan tinggi negeridi Indonesia yang terletak di kota Malang. Saat ini penanganan limbah cair diUniversitas Brawijaya belum memehuhi kaidah IPTEK dan regulasi yang ada,untuk itu pihak kampus berusaha mengolah limah cair dengan membangunInstalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) terpusat. Limbah cair yang dihasilkandari berbagai kegiatan menghasilkan debit sebesar 1217,053 m3/hr dengankualitas air limbah untuk BOD5, COD, dan TSS adalah 583,33 mg/lt, 604,17mg/lt dan 1458,33 mg/lt. Untuk mengolah limbah cair tersebut, direncanakanInstalasi Pengolahan Air Limbah terpusat yang terdiri dari bak ekualisasi, bakpengendap awal, bak anaerobik dan bak aerobik yang dilengkapi dengan mediafilter, serta bak pengendap akhir. Dari pengolahan tersebut kualitas air limbahdiperkirakan menghasilkan BOD5, COD, dan TSS berturut – turut sebesar19,125 mg/lt, 24,443 mg/lt dan 5,25 mg/lt dan memenuhi baku mutu.Kata Kunci : limbah cair, IPAL, bak penegndapABSTRACT : Brawijaya University is one of the state universities in Indonesialocated in Malang. At present the handling wastewater in the University ofBrawijaya has not fulfilled the rules of science and technology and existingregulations, for that the campus is trying to process wasteater by building acentralized Waste Water Treatment Plant (WWTP). The wastewater producedfrom various activities produces a discharge of 1217,053 m3 / day withwastewater quality for BOD5, COD, and TSS is 583.33 mg / lt, 604.17 mg / ltand 1458.33 mg / lt. To process the wastewater, a centralized WastewaterTreatment Plant is planned consisting of an equalization tank, a primarysettling tank, anaerobic and an aerobic tank equipped with filter media, and afinal settling tank. From the processing, the wastewater quality was estimatedto produce BOD5, COD, and TSS, respectively are 12.125 mg / lt, 24.443 mg / ltand 5.25 mg / lt and meet the quality standard.Keywords : wastewater, WWTP, settling tank
ANALISA BANJIR AKIBAT KERUNTUHAN BENDUNGAN WONOREJO DENGAN PROGRAM HEC-RAS Pramono, Agung -; Asmaranto, Runi -
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK: Waduk Wonorejo merupakan waduk yang dibangun tujuan pemanfaatan nya untuk penyedia air baku, air irigasi, pengendali banjir, dan pembangkit listrik tenaga air di Kabupaten Tulungagung. Dibalik banyaknya manfaat Bendungan juga memiliki resiko keruntuhan, keruntuhan bendungan yang sering terjadi akibat overtopping dan piping, keruntuhan tersebut dapat mengakibatkan  banjir dihilirnya. Sehingga perlu adanya analisa keruntuhan bendungan (Dam Break Analysis) dengan menggunakan program HEC-RAS versi 5.0.3. Penelitian ini, melakukan simulasi keruntuhan bendungan akibat overtopping dan piping. Keruntuhan akibat overtopping merupakan penyebab keruntuhan Bendungan Wonorejo yang menimbulkan dampak paling besar dengan banjir desain PMF dengan debit QInflow sebesar 1111.381 m³/det dan menghasilkan luas genangan sebesar 1879.08  ha dengan tinggi genangan maksimum sebesar 16.14  m. Akibat dari keruntuhan Bendungan Wonorejo ini terdapat 47 desa di 9  kecamatan di bagian hilir Bendungan Wonorejo yang terkena genangan. Terdapat  226659 jiwa penduduk terkena risiko akibat dari keruntuhan Bendungan Wonorejo dan  jarak Bendungan Wonorejo sampai hilir yang sejauh  24.2 km, maka Bendungan Wonorejo  termasuk dalam  klasifikasi bendungan dengan bahaya tingkat 4 yaitu bahaya sangat tinggi. Estimasi total kerugian yang harus ditanggung akibat banjir karena keruntuhan bendungan Wonorejo sebesar Rp 664,065,207,220.   Kata Kunci: Keruntuhan Bendungan, Bendungan Wonorejo, Overtopping, Piping, HEC-RAS
STUDI PERENCANAAN SISTEM JARINGAN DISTRIBUSI AIR BERSIH KECAMATAN LABANG KABUPATEN BANGKALAN MENGGUNAKAN WaterCAD v8i khalawi, muhammad reza fahlevi; Ismoyo, M. Janu
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK : Masih banyaknya masyarakat yang menggunakan sumur yang terdekat dan butuh suatu sistem penyediaan air bersih yang optimal. Desa Sendang Dajah dan Desa Sendang Laok merupakan desa yang terletak di Kecamatan Labang, Kabupaten Bangkalan. Desa ini termasuk Kawasam Kaki Jembatan Sisi Suramadu (KKJSM). Tidak adanya sarana penyediaan air bersih untuk mencukupi kebutuhan warga. Jarak dari Sumber Pocong ke Kecamatan Labang sekitar 9 km. Studi ini membahas tentang perencanaan jaringan air bersih di Desa Sendang Dajah dan Desa Sendang Laok yang memanfaatkan debit aliran Sungai Pocong dengan debit sebesar 3.236 L/detik dan yang diambil dari sumber hanya 100 L/detik. Studi ini untuk mengetahui kebutuhan air bersih sampai tahun 2035, mengetahui hasil simulasi jaringan air bersih, menghitung besarnya Rencana Anggaran Biaya dan mengetahui harga jual air bersih. Pemodelan dan simulasi jaringan air bersih menggunakan aplikasi Software WaterCAD V.8.i. Pada studi ini menggunakan pipa, pompa dan tandon. Hasil proyeksi kebutuhan air bersih penduduk yaitu sebesar 6,836 l/det. Dari hasil simulasi sesuai dengan kriteria perencanaan yang diijinkan seperti kecepatan antara 0,1 – 2,5 m/detik, headloss gradient antara 0 – 15 m/km, dan tekanan antara 0,5 – 8 atm. Rencana Anggaran Biaya (RAB) untuk perencanaan jaringan air bersih  sebesar Rp 7.755.052.134,50.   Kata kunci : Air Bersih, Jaringan, Simulasi, WaterCAD V.8.i, Rencana Anggaran Biaya, Harga Jual   ABSTRACT: There are still many people who use the closest wells and need an optimal water supply system. Sendang Dajah Village and Sendang Laok Village are villages located in Labang District, Bangkalan Regency. These villages include Kawasan Kaki Jembatan Sisi Suramadu (KKJSM). There is an absence of clean water supply facilities to meet the needs of the residents. Distance from Sumber Pocong to Labang Sub-district is about 9 km. This study discusses the planning of clean water networks in Sendang Dajah Village and Sendang Laok Village that utilize Sungai Pocong flow discharge with a discharge of 3,236 L / s and the amount of discharge taken from the source is only 100 L / sec. This study aims to find out the needs of clean water until 2035, find out the results of simulation of clean water networks, calculate the amount of the Budget Plan and find out the selling price of clean water. The modeling and simulation of clean water networks are conducted by using WaterCAD V.8.i Software application. This study uses pipes, pumps and reservoirs. The projection of the population's clean water needs is 6.836 l / sec. From the simulation results, the allowable planning criteria are as follows: speed is between 0.1 - 2.5 m / sec, head-loss gradient is between 0-15 m / km, and pressure is between 0.5 - 8 atm. The Budget Plan (RAB) for planning clean water networks is Rp. 7,755,052,134.50. Keywords: Clean Water, Networks, Simulation, WaterCAD V.8.i, Budget Plan, Water Price
Studi Evaluasi Kebutuhan Air Irigasi Dan Penyusunan Jadwal Pembagian Air Irigasi Pada Daerah Irigasi Molek Kecamatan Kepanjen Kabupaten Malang Permana, Candra Dwi; Ismoyo, Janu; Lufira, Rahmah Dara
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK : Daerah Irigasi Pakis terletak di Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang yang kewenangannya berada di bawah UPTD SDA dan Irigasi Kepanjen. Pembangunan sektor pertanian di Kecamatan Kepanjen masih menjadi prioritas utama dalam sektor ekonomi dan kebutuhan pangan dalam penyediaan pangan dan penyerap tenaga kerja. Oleh karena itu diperlukan evaluasi kebutuhan air irigasi pada kondisi eksisting pada Jaringan Irigasi Molek berdasarkan Kriteria Perencanaan (KP) Irigasi menggunakan metode berbasis FPR (Faktor Palawija Relatif) dan LPR (Luas Palawija Relatif) dengan debit modus dan debit median sebagai debit andalan. Dalam studi ini juga membahas pembagian waktu giliran pemberian air pada tiap golongan dan mengukur kedalaman genangan air irigasi pada tiap petak. Dengan mengevaluasi kondisi eksisting, dapat diperoleh tingkat ketersediaan air terhadap kebutuhan air irigasi yang diperlukan bagi warga setempat khususnya warga Kecamatan Kepanjen.   Kata Kunci : Irigasi, FPR, LPR, SCL,SRI, sistem rotasi, jadwal pemberian air   ABSTRACT : Pakis Irrigation Area is located in Kepanjen District, Malang Regency whose authority is under the UPTD SDA and Kepanjen Irrigation. The development of the agricultural sector in Kepanjen Subdistrict is still a top priority in the economic sector and food needs in the provision of food and absorbing workers. Therefore it is necessary to evaluate irrigation water requirements in existing conditions on Molek Irrigation System based on Irrigation Planning Criteria (KP) using the FPR-based method (Relative Palawija Factor) and LPR (Relative Palawija Area) with modus flow and median flow as the mainstay discharge. In this study also discussed the distribution of turnaround time for giving water to each group and measuring the depth of irrigation water in each plot. By evaluating the existing conditions, we can obtain the level of water availability for irrigation water needs that are needed for local residents, especially residents of Kepanjen District.. Keywords : Irrigation, FPR, LPR, SCL, SRI, rotation system, water delivery schedule
STUDI KONDISI PENGANGKUTAN SEDIMEN PADA SUNGAI KAHAYAN HULU KOTA PALANGKARAYA KALIMANTAN TENGAH Fikhruddin, Ahmad; Dermawan, Very
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK : Sungai Kahayan merupakan salah satu sungai besar di Kalimantan Tengah. Pembangunan yang semakin berkembang di Provinsi Kalimantan Tengah berdampak pada kondisi lingkungan sungai yang ada. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi pengangkutan laju sedimen suspended load, bed load dan total load secara analitis, mengetahui metode yang sesuai berdasarkan hasil pengukuran dilapangan untuk laju sedimen suspended load berdasarkan aplikasi HEC-RAS 5.0.3 serta mengetahui prediksi perubahan elevasi dasar Sungai Kahayan pada tahun 2020. Berdasarkan hasil perhitungan laju sedimen secara analitis tahun 2018 suspended load metode Ackers-White sebesar 13113 ton/hari, Yang’s sebesar 195045 ton/hari, Englund-Hansen sebesar 926188 ton/hari, untuk bed load metode MPM sebesar 57,19 ton/hari, Einstein sebesar 1,85 ton/hari, sedangkan untuk total load metode Englund-Hansen sebesar 5369 ton/hari, Shinohara-Tsubaki sebesar 79,04 ton/hari. Hasil simulasi menggunakan aplikasi HEC-RAS 5.0.3 dapat dilihat bahwa metode yang paling sesuai dan mendekati kondisi lapangan adalah metode Acker-White dengan perbedaan 6,5% dari kondisi lapangan. Pada tahun 2020 pengendapan (agradasi) terjadi di 18 titik lokasi dengan kenaikan 0,02 m sampai 1,96 m dengan rata-rata kenaikan dasar sungai 0,76 m. Sedangkan penurunan (degradasi) terjadi di 8 titik lokasi dengan kedalaman 0,12 m sampai 0,86 m dengan rata-rata kedalaman dasar sungai 0,51 m. Kata kunci: Sedimentasi, agradasi, degradasi, HEC-RAS
ANALISA BLUE WATER SCARCITY BERDASARKAN PERBANDINGAN BLUE WATER FOOTPRINT DAN BLUE WATER AVAILABILITY DI KECAMATAN LOWOKWARU KOTA MALANG Kusumawardhani, Kamilia; Harisuseno, Donny; Suhartanto, Ery
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK: Kelangkaan air merupakan hal yang biasa terjadi jika kebutuhan air melebihi jumlah ketersediaan air. Pengkategori kelangkaan air pada suatu daerah maupun DAS dapat menggunakan metode Blue Water Scarcity. Metode ini membandingkan “Blue Water Footprint” yang merupakan kebutuhan air dengan “Blue Water Availability” yang merupakan ketersedian air, dalam satu tangkapan di waktu yang sama. Dalam perhitungan harus memperhatikan semua data inflow dan outflow yang terjadi dalam kawasan yang ditinjau. Kecamatan Lowokwaru digunakan karena berpotensi terjadi kelangkaan air akibat selalu mengalami peningkatan jumlah penduduk dan merupakan kecamatan terpadat. Dalam perhitungan kebutuhan air untuk pertanian, harus memperhatikan parameter evapotranspirasi dan luas lahan pertanian. Sedangkan untuk domestik dan industri, harus memperhatikan jumlah pengambilan air dan jumlah penduduk serta industri. Dalam perhitungan ketersedian air untuk pertanian harus memperhatikan debit sungai dan debit pemeliharaan sungai. Sedangkan untuk domestik dan industri, harus memperhatikan debit pada tandon. Dari hasil perhitungan didapatkan bahwa tingkat kelangkaan air di Kecamatan Lowokwaru baik sektor Pertanian maupun permukiman serta domestic masuk ke dalam kategori aman atau tingkat kelangkaan air rendah.   Kata Kunci: kelangkaan air, kebutuhan air, ketersediaan air, pertanian, domestik ABSTRACT: Water scarcity usually happened when the water demand is bigger than the water supply. The categorization of water scarcity level on an area or watershed could be used Blue Water Scarcity method. This method was compared Blue Water Footprint, which is a water demand, with Blue Water Availability, which is a water supply on one area in the same time. Every inflow and outflow data on reviewed location should be looked out in detail. Lowokwaru sub-district was chosen because it was potentially being scarce for the consequences of population increased and being a populous district. The calculation of water demand for agricultural sector were evapotranspiration multiplied with the land areas. While in domestic and industrial sector, water withdrawal and the amount of the society were calculated. The calculation of the water supply for agricultural sector were the river discharge and environmental flow requirement. While in domestic and industrial sector reservoir discharge should be observed. The result of the calculation for both agricultural and domestic sectors were in safe category or in Low Blue Water Scarcity level. Keywords: Blue water scarcity, blue water footprint, blue water availability, agricultural, domestic
STUDI PERENCANAAN DINDING PENAHAN DAN TANGGUL SEBAGAI SALAH SATU UPAYA PENANGGULANGAN BANJIR DI SUNGAI GUNTING HULU KABUPATEN JOMBANG PROVINSI JAWA TIMUR Kartikaningrum, Andre Primantyo H, Dian Sisinggih, Retno
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK: Dengan sering terjadinya banjir pada Sungai Gunting Hulu di Kabupaten Jombang, dengan rata-rata ketinggian 0,5–2,5 m. Hal ini dikarenakan adanya perubahan morfologi sungai mengakibatkan tidak mampunya sungai untuk mengalirkan debit yang lewat. Maka harus dilakukan penanggulangan banjir. Dalam kajian ini menggunakan parapet yang direncanakan untuk debit kala ulang Q25th, dengan menggunakan Hidrograf Satuan Sintetis Nakayasu lalu menggunakan bantuan program HEC-RAS 5.0.3 untuk mengetahui analisis hidrolika pada kondisi eksisting dengan Q25th yang telah dihitung. Dari hasil perhitungan didapatkan debit sebesar 323,808  m3/dt yang mengakibatkan terjadinya limpasan yang paling besar adalah setinggi 2,5 m. Hasil perencanaan didapatkan tinggi parapet 3,3 m, lebar pondasi (B) 4 m dan kedalaman pondasi (D) 0,7 m. Perhitungan stabilitas dinyatakan aman dalam segala kondisi (guling, geser, gempa, daya dukung tanah). Biaya yang dibutuhkan untuk pembangunan parapet sebesar  Rp  45.287.249.000,00 (Empat Puluh Lima Milyar Dua Ratus Delapan Puluh Tujuh Juta Dua Ratus Empat Puluh Sembilan Ribu Rupiah). Kata Kunci: Banjir, HEC-RAS, Parapet, Stabilitas, Sungai Gunting.   ABSTRACT: Gunting Hulu river in Jombang has a frequent flooding with an average height of 0,5-2,5 m. This happened due to the change of river morphology and resulted in the inability of the river to flow the discharge. Therefore, it is necessary to build a parapet as flood control. This study uses a parapet that designed for 25 years return period which calculated by Nakayasu Synthetic Unit Hydrograph. To evaluate the hydraulics condition with 25 years return period the HEC-RAS program was also used. It is obtained that the discharge of 323,808 m3/s can be resulted to the largest runoff as high as 2,5 m. From the parapet design, it is obtained that the height of parapet is 3,3 m, the width of foundation (B) is 4,0 m and the depth of foundation (D) is 0,7 m. Calculation of parapet stability is stated to be safe in all conditions (overturning, sliding, earthquake and bearing capacity). The total cost for the build parapet was Rp  45.287.249.000,00 (Forty Five Billion Two Hundred Eighty Seven Million Two Hundred Forty Nine Thousand Rupiah). Keywords: Flood, HEC-RAS, Parapet, Stability, Gunting River.
STUDI EFISIENSI SALURAN SEKUNDER KEBONSARI PADA JARINGAN IRIGASI TEKUNG KABUPATEN LUMAJANG Putri, Deskasari Triyani; Sayekti, Rini Wahyu; Dermawan, Very
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK: Pada saluran sekunder Kebonsari pada Jaringan Irigasi Tekung Kabupaten Lumajang memiliki permasalahan perbedaan debit air yang tersedia dengan debit air yang diperlukan, sehingga diperlukan perhitungan besarnya kehilangan air selama proses pengaliran. Dari kehilangan air maka diketahui besarnya efisiensi. Berdasarkan hasil perhitungan efisiensi saluran irigasi dilakukan pemilihan tindakan untuk meningkatkan efisiensi tersebut. Pengukuran yang dilakukan mengukur kecepatan dengan current meter tipe C2.10’150, menghitung kehilangan debit yang terjadi berdasarkan perbedaan debit antar dua patok, besarnya efisiensi pengaliran, penilaian terhadap kondisi saluran, pemilihan upaya peningkatan dan perhitungan rencana anggaran biaya. Dari Hasil analisa pada studi ini diperoleh debit hulu pada pintu intake saluran Sekunder Kebonsari sebesar 1,628 m3/dt dan debit hilir tersisa 0, 201 m3/dt. Besarnya kehilangan debit dengan total 0,604 m3/dt sedangkan nilai efisiensi rerata 85,006%, nilai kondisi fisik dan fungsional saluran dengan rerata 83,25%, serta perbaikan, total biaya yang diperlukan Rp. 284,732,800.00. Kata Kunci: Efisiensi, Kondisi saluran, Biaya.   ABSTRACT: The problem at Kebonsari secondary channel of Tekung irrigation, Lumajang Regency is the difference between the availability with the required discharge, thus the calculation for the amount of water loss during the distribution process. The efficiency value can be discovered from the loss of water discharge. The action was conducted to improve the channel’s efficiency based on the calculation from the efficiency of irrigation channel. The measurement was measure flow velocity with current meter C2.10’150 type, to calculate the loss of discharge that occured in the channel, to determine the amount of  efficiency, to assess of channel conditions, to selection improvement efforts, and the calculate of the budget plan. The results of this study were the upstream discharge at Kebonsari Secondary intake channel was 1,628 m3/s and the remain downstream discharge was 0, 201 m3/s. The amount of discharge loss was 0,604 m3/s, the average value for efficiency was 85,006%, the average physical and functional condition channel was 83,25%, and total cost needed was Rp 284,732,800.00. Keywords: Efficiency, Channel Conditions, Costs.
ANALISA EVAPOTRANSPIRASI RUJUKAN (ET0) DENGAN RUMUS EMPIRIS DIiSTASIUN METEOROLOGI KLAS II MARITIM PERAK II SURABAYA Jannah, Siti Raudlatul; Harisuseno, Donny; Dermawan, Very
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK: Evapotranspirasi rujukan (ET0) merupakan salah satu jenis evaporasi yang berguna untuk memperkirakan kebutuhan air tanaman dan mempengaruhi debit tampungan yang nantinya akan berpengaruh pada keseimbangan air dalam jangka panjang. Besar kecilnya nilai ET0 sangap penting namun pengukurannya susah dilakukan karena alat yang tidak banyak digunakan oleh lembaga terkait. Sehingga diperlukan studi untuk mengetahui metode ET0 yang dapat sesuai digunakan pada lokasi tertentu. Studi ini bertujuan untuk mengetahui metode ET0 yang sesuai dari rumus empiris (Metode Makkink, Metode Penman, dan Metode FAO Penman Monteith) yang sudah dipertimbangkan. Untuk melihat kesesuaian metode dilakukan kalibrasi hasil ET0 rumus empiris dengan membandingkan terhadap hasil pengamatan menggunakan  Uji EfisiensiiNash-Sutcliffe (NSE), Kesalahan Relatif (Kr), Mean Square Error (MSE),  Koefisien Korelasi (R), dan Koefisien Determinasi (R2). Berdasarkan kalibrasi disimpulkan bahwa metode terpilih dalam studi ini adalah metode FAO Penman Monteith adalah dengan nilai NSE tertinggi (0), nilai MSE paling rendah (0,614), nilai R tertinggi (0,663), nilai Kr paling rendah (0,003%) dan nilai R2 tertinggi (0,401). Kata Kunci: evapotranspirasi rujukan, rumus empiris, metode terpilih.   ABSTRACT: Reference crop evapotranspiration (ET0) is one kind of evaporation that is useful to estimate crop water requirements and affect water reservoir which will have an impact on the water balance in the long term. ET0 value measurement is very important but very dificult because the tools are not widely used by the institutions. So that the necessary studies to determine the appropriate method of ET0 which can be used at a particular location.This study aims to determine the appropriate ET0 method of empirical formula (Makkink method, Penman method, and the method of Penman Monteith FAO) which is considered. To view the suitability methods of the ET0 resulted calibration from empirical formulas by comparing the results of observations using Efficiency Nash-Sutcliffe Efficiency (NSE), Relative Bias (Kr), Mean Square Error (MSE), Coefficient Correlation (R), and the Coefficient of Determination (R2). Based on calibration concluded that the selected method was FAO Penman Monteith from decided data 7, 8, and 9 with the highest NSE value (0) the lowest MSE value (0,614), the  highest   R-value (0,663), the lowest Kr (0,003%) and the highest R2 value (0,401). Keywords: reference crop evapotranspiration, empirical equations, calibration, selected method
ANALISIS EVAPOTRANSPIRASI RUJUKAN DENGAN RUMUS EMPIRIS DI STASIUN KLIMATOLOGI KLAS II KARANGPLOSO MALANG Halimathussa'diah, Siire; Harisuseno, Donny; Haribowo, Riyanto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK: Evapotranspirasi rujukan merupakan data hidrologi yang sangatpenting dalam proses hidrologi. Salah satunya digunakan untuk memperkirakantampungan air untuk pemenuhan sumber daya air. Dalam memperkirakanevapotranspirasi rujukan dapat dilakukan dengan menggunakan alat lysimeterdan rumus empiris. Namun alat lysimeter di lokasi studi sering mengalamikerusakan sehingga diperlukan memperkirakan evapotranspirasi rujukanmenggunakan rumus empiris. Tujuan dari studi ini adalah untuk mengetahuimetode yang paling baik dalam menentukan besaran evapotranspirasi rujukanpada lokasi studi. Metode yang digunakan pada studi ini diantaranya MetodeDavid, Metode Prescott, Metode Turc. Hasil evapotranspirasi rujukanmenggunakan rumus empiris dibandingkan dengan hasil pengamatan padakalibrasi menggunakan Uji Efisiensi Nash-Sutcliffe (ENS), Mean Absolute Error(MAE), Koefisien Determinasi (R2) dan Kesalahan Relatif (Kr). Berdasarkankalibrasi disimpulkan bahwa metode terpilih data 14 tahun adalah MetodePrescott dengan nilai ENS = 0,689, nilai MAE = 0,233, nilai R2 = 0,8553 dan nilaiKr = 6,581%.Kata Kunci: evapotranspirasi rujukan, rumus empiris, kalibrasi, metode terpilih.ABSTRACT: Reference evapotranspiration is very important data in thehydrological process. One of them is used to estimate water storage forfulfillment of water resources. The reference evapotranspiration can be estimatedusing the lysimeter and empirical equations. However, the lysimeter in the studylocation is often damaged, so it is necessary to estimate the referenceevapotranspiration using empirical equations. Therefore, a study is needed tolook the best method to find the reference evapotranspiration at the studylocation. The methods used in this study include David's Method, PrescottMethod, Turc Method. The results of reference evapotranspiration using theempirical equations and ANN model compared with the results of observationson calibration using the Nash-Sutcliffe Efficiency Test (ENS), Mean AbsoluteError (MAE), Determination Coefficient (R2) and Relative Error (Kr). Based onthe calibration it was concluded that the chosen method of 14 years data wasPrescott Method with ENS value = 0,689, MAE value = 0,233, R2 = 0.8553 andKr value = 6,581%.Keywords: reference evapotranspiration, empirical equations, calibration,selected method.