cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 322 Documents
REHABILITASI DAN PERENCANAAN SALURAN IRIGASI BARU DI DAERAH IRIGASI LODOYO KABUPATEN TULUNGAGUNG (SALURAN SEKUNDER DAN TERSIER NGUNUT) darmanata, ahmad imam; Prayogo, Tri Budi; Chandrasasi, Dian
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (11.23 KB)

Abstract

ABSTRAK : Daerah Irigasi LodoyoAmemiliki baku sawah seluas 12.219 Ha. Kondisi jaringan irigasi di Daerah Irigasi Lodoyo saat ini mengalami beberapa kerusakan sehingga mengganggu pasokan air ke petak-petak sawah yang akhirnya dapat mengganggu produktivitas tanam. Untuk itu diperlukan adanya identifikasi kerusakan jaringan irigasi sebagai acuan pelaksanaan pekerjaan fisik rehabilitasi yang akanadilaksanakan. Mengingat luasnya D.I. Lodoyo maka studi ini dibatasi hanya di saluran sekunder Ngunutasaja yang berada di Kecamatan Ngunut. Maka dilakukan survey lokasi untuk mengetahui kondisi lapangan serta merencanakan saluran baru. Berdasarkan data teknis hasil pengukuran dan inventarisasi di lapangan, panjang saluran eksisting pada petak tersier mulai dari BNG.1 Ki 1, BNG.1 Ki 2, BNG.2 ka 1, BNG.2 Ka 2, dan BNG.2 Ki adalah 9.032,29 m. Kemudian direncakan penambahan saluran baru sepanjang 19.236,25 m dengan total luas lahan sebesar 333,26 ha. Untuk total rencana anggaran biaya konstruksi dan rehabilitasi saluran sebesar Rp. 4.287.000.000,00 (sudah termasuk PPN). Kata Kunci : Daerah Irigasi, saluran Irigasi, dan Rehabilitasi saluran. ABSTRACT : Lodoyo Irrigation Area has an area of ​​12,219 Ha of rice fields. The condition of the irrigation network in the Lodoyo Irrigation Area is currently experiencing some damage, which disrupts the water supply to the rice fields which can ultimately disrupt crop productivity. For this reason, it is necessary to identify damage to the irrigation network as a reference for the implementation of physical rehabilitation work to be carried out. Given the extent of D.I. Lodoyo, this study is limited only to the Ngunut secondary channel in Ngunut District. So a site survey is conducted to determine the condition of the field and plan new channels. Based on technical data from measurements and inventory in the field, the length of the existing channel in the tertiary plot starts from BNG.1 Ki 1, BNG.1 Ki 2, BNG.2 ka 1, BNG.2 Ka 2, and BNG.2 Ki is 9,032, 29 m. Then planned the addition of new channels along 19,236.25 m with a total land area of ​​333.26 ha. For the total budget plan, the construction and rehabilitation costs of the channel are Rp. 4,287,000,000.00 (including VAT).  Keywords: Irrigation Area, Irrigation Channel, and Channel Rehabilitation.
DESAIN REHABILITASI JARINGAN IRIGASI SALURAN SEKUNDER REJOTANGAN DAERAH IRIGASI LODOYO KABUPATEN TULUNGAGUNG Setyawan, Arik Dwi; Prayogo, Tri Budi; Chandrasasi, Dian
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (11.19 KB)

Abstract

ABSTRAK : Daerah Irigasi Lodoyo memiliki baku sawah seluas 12.219 Ha yang berada di Kabupaten Tulungagung seluas 10.582 Ha dan di Kabupaten Blitar seluas 1.637 Ha. Namun pada beberapa tahun terakhir kondisi jaringan irigasi di D.I. Lodoyo mengalami beberapa kerusakan sehingga mengganggu pasokan air ke petak-petak sawah yang akhirnya berdampak pada menurunnya produktivitas pertanian. Akan tetapi mengingat luasnya D.I. Lodoyo maka studi ini dibatasi hanya di saluran sekunder Rejotangan yang berada di Kecamatan Rejotangan. Maka dilakukan survey lokasi untuk mengetahui kondisi lapangan serta merencanakan saluran baru. Diketahui panjang total saluran eksisting pada petak tersier mulai dari BRT.I, BRT.II, BRT.III Kanan, dan BRT.III Kiri keseluruhan sepanjang 4.890,58 m dan saluran baru yang direncanakan total sepanjang 20.888,97 m dengan Rencana Anggaran Biaya sebesar Rp. 5.525.000.000,- sehingga dari perencanaan rehabilitasi ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian khususnya di Kec. Rejotangan. Kata Kunci: Irigasi, Saluran, Sekunder,Tersier, Sawah, Rehabilitasi ABSTRACT : Lodoyo Irrigation Area has a rice field area of ​​12,219 Ha in Tulungagung Regency covering an area of ​​10,582 Ha and in Blitar Regency covering an area of ​​1,637 Ha. But in recently years the condition of the irrigation network in D.I. Lodoyo suffered a number of damages which disrupted the supply of water to the rice fields which eventually resulted in a decline in agricultural productivity. But considering the extent of D.I. Lodoyo, this study is limited to the Rejotangan secondary channel in Rejotangan District. So a site survey is conducted to determine the condition of the field and plan new channels. The total length of the existing channels in tertiary plots starting from BRT.I, BRT.II, BRT.III Right, and the entire BRT.III left is 4,890.58 m and the new channel is planned to total 20,888.97 m with a Budget Plan of Rp.5.525.000.000, - so this rehabilitation plan is expected to be able to increase agricultural productivity, especially in the district. Rejotangan. Keywords: Irrigation Channel, Secondary, Tertiary, Rice Field, Rehabilitation
ANALISA SEBARAN RAWAN LONGSOR DI SUBDAS BANGO KABUPATEN MALANG DENGAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG) Ilmiawan, Ahlun Nazar; Asmaranto, Runi; Dermawan, Very
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (17.208 KB)

Abstract

Tanah longsor merupakan suatu bencana yang sering terjadi di suatu Daerah Aliran Sungai (DAS). Untuk memudahkan penanganan dan meminimalisir korban yang terjadi akibat bencana tanah longsor, maka perlu adanya pemetaan daerah-daerah yang berpotensi terjadi bencana tanah longsor. Teknologi Sistem Informasi Geografis (SIG) merupakan salah satu alternatif yang dapat membantu memetakan daerah yang berpotensi terjadi bencana tanah longsor. Penetapan tingkat rawan longsor di SubDAS Bango Kabupaten Malang dilakukan berdasarkan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 22 Tahun 2007. Dalam Permen PU No. 22 Thn 2007 terdapat 2 Aspek penyebab bencana tanah longsor, yaitu aspek fisik alami (7 indikator: kemiringan lereng, kondisi tanah, geologi, curah hujan, tata air lereng, gempa dan vegetasi) dan aspek aktivitas manusia (7 indikator: pola tanam, penggalian dan pemotongan lereng, pencetakan kolam, drainase, pembangunan konstruksi, kepadatan penduduk dan usaha mitigasi). Dari beberapa indikator dalam 2 aspek tersebut dicari skor masing-masing menggunakan aplikasi AcrGIS 10.1 yang menghasilkan skor total tiap aspeknya. Skor akhir tiap aspek inilah yang nantinya digabungkan dan mendapat nilai atau skor untuk menentukan kelas tingkat rawan longsor. Tingkat sebaran rawan longsor di SubDAS Bango Kabupaten Malang terbagi menjadi 2 kelas: tingkat rawan longsor rendah dengan luas sebesar 39,405 km2 (10,938%) meliputi beberapa desa di Kecamatan Blimbing, Dau, Lowokwaru, Pakis, Singosari. Tingkat sebaran rawan longsor sedang dengan luas sebesar 320,839 km2 (89,062%) meliputi beberapa desa di Kecamatan Blimbing, Bumiaji, Dau, Jabung, Junrejo, Kedungkandang, Klojen, Lawang, Lowokwaru, Pakis, Singosari.   Kata Kunci : Sebaran rawan longsor, SubDAS Bango, Sistem Informasi Geografis (SIG)
KAJIAN HIDROLIKA PEMILIHAN BENDUNG TETAP DAN BENDUNG GERAK DI HULU INTAKE KAMIJORO SUNGAI PROGO Habibi, Faisal Farid; Sumiadi, Sumiadi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (11.967 KB)

Abstract

ABSTRAK: Kali Progo merupakan sungai yang mendapatkan material hasil erupsi Gunung Merapi sehingga mengakibatkan sedimen menutupi mulut intake Kamijoro. Oleh karena itu, dibutuhkan modifikasi bangunan pengambilan bebas Kamijoro, diantaranya dengan membangun bendung tetap maupun bendung gerak. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi hidrolika dan sedimentasi dari existing sungai, bendung tetap, dan bendung gerak sehingga dapat dipilih alternatif bendung yang sesuai untuk diterapkan ditinjau dari kajian hidrolika dan sedimentasi. Dari hasil simulasi program HEC-RAS 5.0.3 menunjukkan bahwa kapasitas existing sungai masih mampu untuk menampung debit Q100, untuk sungai dengan bendung tetap tidak dapat menampung debit Q100, dan untuk sungai dengan bendung gerak masih mampu menampung debit Q100 dengan pengoperasian pintu saat banjir dibuka penuh. Pada saat debit rerata, muka air di hulu pintu utama bendung gerak diatur setinggi muka air normal (+24.5). Sedangkan pintu intake bendung tetap dan bendung gerak dibuka sesuai dengan total debit kebutuhan air. Volume sedimen pada existing sungai di hulu as rencana bendung sebesar 143448.30 m3, pada sungai dengan bendung tetap di hulu as rencana bendung sebesar 333675.77 m3, serta pada sungai dengan bendung gerak di hulu as rencana bendung sebesar 261388.75 m3. Berdasarkan analisa hidrolika dan sedimen yang sudah dilakukan, sehingga dalam perencanaan disarankan menggunakan bendung gerak.Kata Kunci: bendung tetap, bendung gerak, hidrolika, sedimentasi, HEC-RASABSTRACT: Progo River is a river that gets the material from the eruption of Mount Merapi, which causes sediment to cover Kamijoro's mouth. Therefore, it is necessary to modify the free intake, including building weir and barrage. This study aims to determine the hydraulics and sedimentation conditions of existing rivers, weirs, and barrage so that alternative weirs that are suitable for application can be selected in terms of hydraulics and sedimentation studies. From the simulation results of the HEC-RAS 5.0.3 program, it shows that the existing capacity of the river is still able to accommodate the Q100 discharge, for the river with the weir still unable to accommodate the Q100 discharge, and for the river with the barrage still able to accommodate the Q100 discharge with the operation of the gates when the flood is opened full. At the average discharge, the water level in the upstream of the barrages main gates is set to a normal water level (+24.5). While the intake of the weir and the barrage is opened in accordance with the total discharge of need water. Sediment volume in the existing river in upstream as planned weir is 143448.30 m3, the river with weir in upstream as planned weir is 333675.77 m3, and on the river with barrage in  upstream as planned barrage is 261388.75 m3. Based on the analysis of hydraulics and sediment that has been done, so that in planning it is recommended to use barrage.Keywords: weir, barrage, hydraulics, sedimentation, HEC-RAS
PENANGGULANGAN BANJIR DENGAN PEMBUATAN TANGGUL SHEET PILE PADA SUNGAI BUNGI KABUPATEN PINRANG PROVINSI SULAWESI SELATAN Tandisau, Deandy Gilang; Dermawan, Very
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.896 KB)

Abstract

ABSTRAK: Sungai Bungi merupakan salah satu sungai yang berada Kabupaten Pinrang, Provinsi Sulawesi Selatan dengan luas 1961,77 km2. Sungai Bungi yang letaknya cukup strategis berada di jalan lintas trans Sulawesi secara langsung dan tidak langsung memberikan dampak terhadap daerah disekitarnya. Sungai Bungi merupakan pertemuan dari Sungai Kalobe, Sungai Kamali, dan Sungai Rantoni yang meyebebakan banjir setiap tahunnya. Banjir yang terjadi disebabkan karena ketinggian dataran banjir berada dibawah elevasi muka banjir serta gerusan dan longsoran tebing yang pada akhirnya menjadi endapan. Upaya penanggulangan banjir direncanakan dengan menggunakan tanggul Sheet pile. Analisa profil aliran dilakukan dengan menggunakan software HEC-RAS dengan titik cross setion sebanyak 50 ruas dan jarak tiap cross section 50 m. Sedangkan untuk  menganalisa stabilitas Sheet pile digunakan Metode Rankine. Perencanaan Penanggulangan banjir Sungai Bungi menggunakan debit banjir rancangan Q25th yaitu sebesar 392.498 m3/det. Pada kondisi eksisting ditemukan beberapa lokasi yang meluber. Hasil perencanaan bangunan Sheet Pile didapatkan  dengan kedalaman total 18 m sampai pada tanah keras. untuk penangggulangan banjir  dengan Sheet Pile di Sungai Bungi berada pada 2 titik, masing-masing titik 250 m pada muara dan 300 m berada di ruas tengah sungai. Kata Kunci: Sungai Bungi, Penanggulangan Banjir, Hec Ras, sheet Pile 
PERENCANAAN PVD (PREFABRICATED VERTICAL DRAIN) GUNA MEMPERCEPAT KONSOLIDASI TANAH DI PLTGU MAKASSAR PEAKER SULAWESI SELATAN Setiawan, Ribut; Hendrawan, Andre Primantyo; Asmaranto, Runi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (11.585 KB)

Abstract

ABSTRAK: Guna mendukung pengembangan daerah, PT. PLN berencana untuk membuat pembangkit listrik tenaga gas dan uap (PLTGU) di Kab. Maros Sulawesi Selatan. Namun PLTGU tersebut akan dibangun di muara sungai yang dominan tanah lempung lunak dimana penurunan konsolidasi harus diperhitungkan secara seksama. Metode pembebanan awal (preloading) dengan kombinasi prefabricated vertical drain (PVD) umum digunakan untuk mempercepat konsolidasi pada tanah lunak. Studi ini bertujuan untuk mengetahui besar dan lama penurunan akibat pembebanan awal, kombinasi pembebanan awal dan PVD serta menghitung biaya bahan dan pemasangan. Metode tersebut akan dihitung  menggunakan software Plaxis 8.2 2D dan akan dibandingkan dengan perhitungan analitis. Dapat diketahui besar dan lama waktu penurunan paling  besar akibat pembebanan awal yaitu pada bore hole (BH) 3 yaitu 0,320 m dalam 43,024 tahun pada area vital dan 0,283 m dalam 41,095 tahun. Besar dan lama penurunan akibat pembebanan awal dengan kombinasi PVD didapat sebesar 1,3 m dalam 5,687 bulan untuk pola segitiga dan 1,2 m dalam 5,597 bulan untuk pola segi empat. Biaya bahan dan pemasangan pembebanan awal dengan PVD baik jarak 1,3 m pola segitiga dan 1,2 m pola segi empat sebesar 129 milliar rupiah.   Kata Kunci: Konsolidasi, metode pembebanan awal, PVD, Plaxis 8.2 2D
ANALISIS BANJIR AKIBAT KERUNTUHAN BENDUNGAN BANYUKUWUNG DENGAN MENGGUNAKAN HEC-RAS Torimtubun, Angelina; Asmaranto, Runi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (109.898 KB)

Abstract

ABSTRAK: Bendungan Banyukuwung merupakan bendungan urugan homogen yang dibangun tahun 1996. Batas hilir Bendungan Banyukuwung berada di Teluk Rembang (Laut Jawa). Keruntuhan Bendungan Banyukuwung dapat terjadi akibat overtopping dan piping. Dari simulasi yang dilakukan dengan program HEC-RAS 5.0.3, keruntuhan akibat overtopping merupakan peyebab keruntuhan Bendungan Banyukuwung yang menimbulkan dampak paling besar dengan banjir desain 0,5PMF dengan puncak debit QInflow 239,9 m³/det dan luas genangan 1907,475 ha dengan tinggi genangan maksimum 7,95 m. Akibat dari keruntuhan Bendungan Banyukuwung, terdapat 23 desa di bagian hilir Bendungan Banyukuwung yang terkena genangan dengan jumlah penduduk terkena risiko sebesar 17015 jiwa. Jarak Bendungan Banyukuwung sampai hilir hanya sejauh 9 km, maka Bendungan Banyukuwung termasuk dalam klasifikasi bendungan dengan bahaya tingkat 4 yaitu bahaya sangat tinggi.   Kata Kunci: keruntuhan bendungan, Bendungan Banyukuwung, overtopping, piping, HEC-RAS
ANALISA KERUNTUHAN BENDUNGAN PONRE PONRE DI KABUPATEN BONE PROVINSI SULAWESI SELATAN DENGAN MENGGUNAKAN PROGRAM ZHONG XING HY21 Putri, Laily Amalia; Juwono, Pitojo Tri
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (90.134 KB)

Abstract

ABSTRAK: Bendungan disamping bermanfaat untuk memenuhi berbagai kepentingan bagi manusia, juga menyimpan potensi bahaya yang sangat besar, bila bendungan tersebut runtuh. Keruntuhan bendungan yang sering terjadi dikarenakan overtopping dan piping, maka diperlukan analisa keruntuhan bendungan (Dam Break Analysis) dan simulasi keruntuhan bendungan (Dam Break Simulation). Analisa dan simulasi keruntuhan bendungan adalah bentuk dari pencegahan-pencegahan secara teknis dan politis, dimana tertulis didalam peraturan dan undang-undang terikat oleh dokumen keamanan dokumen dan RTD bendungan. Lokasi studi analisa keruntuhan bendungan ini berada di Bendungan Ponre Ponre Kabupaten Bone Provinsi Sulawesi Selatan dengan menggunakan program Zhong Xing HY21 yang salah satunya dapat menghasilkan peta penyebaran genangan banjir dan selanjutnya dapat digunakan sebagai pedoman atau pegangan penetapan batasan potensi daerah terdampak bencana. Kondisi yang digunakan dalam program Zhong Xing HY21 adalah piping dengan kondisi muka air banjir dan Normal dikarenakan setelah menganalisa penelurusuran banjir melelui pelimpah hasilnya menyatakan Bendungan Ponre Ponre tidak mengalami overtopping. Sehingga dapat diketahui keruntuhan Bendungan Ponre Ponre dengan kondisi muka air banjir piping atas adalah kondisi terparah dengan luas genangan 40.8029 Km2 dan total debit outflow puncak saat keruntuhan terjadi 141259.13662 m3/det.ABSTRACT: Besides being useful for fulfilling various needs for humans, but also dam has a dangerous potential, if the dam were broken. Dam break that often occurs due to overtopping and piping, because of that dam break analysis is needed and dam break simulation too. Analysis and simulation of dam break is a form of technical and political prevention, which is written in the regulations and laws bound by document security and RTD dam documents. The study location of the dam break analysis of this dam is Ponre Ponre Dam which is located in Bone District, South Sulawesi Province using the Zhong Xing HY21 programe, one of which can produces a map of the spread of flood inundation and then can be used as a guideline or setting boundaries for potential affected areas. The condition used in the Zhong Xing HY21 programe is piping with the condition of the flood water level and normal water level because after analyzed the flood routing through the spillway, the result is Ponre Ponre Dam does not have overtopping condition. Because of that it can be seen the dam break of the Ponre Ponre Dam with the condition of the upper piping flood water level is the worst condition with an inundation flood area of ​​40,8029 km2 and the peak total outflow discharge occurs is 141259.13662 m3/sec.
HUBUNGAN AIR TANAH DAN KONDISI GEOLOGI TANAH BERKAPUR DALAM MENGETAHUI KANDUNGAN SIFAT KIMIA KESADAHAN (DESA GAMPING KECAMATAN CAMPURDARAT KABUPATEN TULUNGAGUNG) aqil, dea rozan; Yuliani, Emma -
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (89.821 KB)

Abstract

ABSTRAK: Air merupakan aspek penting kebutuhan manusia yang tidak tergantikan, terlebih untuk air tanah, yang merupakan sumber terbesar suplai kebutuhan untuk air baku. Karena itu air tanah harus memperhatikan baik kuantitas maupun kualitasnya. Dari beberapa faktor yang mempengarui air tanah salah satunya merupakan tanah itu sendiri. Pada lokasi studi, Daerah Tulungagung merupakan daerah yang mempunyai jajaran pegunungan yang terletak di selatan yang memiliki komposisi kapur yang lama kelamaan berubah menjadi batu marmer terutama pada Desa Gamping Kecamatan Campurdarat yang dimana disana terdapat tambang sekaligus pengrajin marmer. Sifat kimia merupakan salah satu faktor penting dalam studi ini yang nantinya akan digunakan untuk menganalisa dengan metode diagram. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kandunagn sadah dari air tanah. Analisis kimia air tanah dilakukan dengan menggunakan Metode Diagram Trilinier Piper dengan bantuan paket program AquaChem 2011.1 Berdasarkan dari hasil penelitian yang dilakukan pada lokasi studi diketahui bahwa air tanah lokasi penelitian mempunyai kandungan kimia mendukung terhadap kesadahan yaitu kesadahan sementara yaitu didominasi oleh kandungan anion bikarbonat (HCO3-), dan kation kalsium (Ca2+).ABSTRACT: Water is an important aspect of irreplaceable human needs, especially for ground water, which is the largest source of supply of raw water. Therefore groundwater must pay attention to both quantity and quality. Of the several factors that influence groundwater one of them is the land itself. At the study location, Tulungagung area is an area that has a mountain range located in the south that has a limestone composition which eventually turns into marble stone, especially in Gamping Village, Campurdarat District, where there are mines as well as marble craftsmen. Chemical properties are one of the important factors in this study which will later be used to analyze the diagram method. The purpose of this study was to determine the resistance of groundwater. Chemical analysis of groundwater was carried out using the Piper Trinier Diagram Method with the help of the AquaChem 2011 package package.1 Based on the results of research conducted at the study location it was known that groundwater in the study site had a supportive chemical content against hardness which is temporary hardness which is dominated by the content of bicarbonate anion (HCO3- ), and calcium cations (Ca2 +).
ANALISA KERUNTUHAN BENDUNGAN KEUREUTO DENGAN MENGGUNAKAN BANTUAN SOFTWARE ZHONG XING HY21 Ghozi, Roid; Suprijanto, Heri
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (15.772 KB)

Abstract

ABSTRAK: Keruntuhan bendungan yang sering terjadi diakibatkan oleh overtopping dan piping, kerutuhan tersebut dapat mengakibatkan banjir yang  besar di hilirnya, sehingga perlu dilakukan analisa keruntuhan bendungan (Dam Break Analysis) serta simulasi keruntuhan bendungan (Dam Break Simulation). Setelah melakukan perhitungan uji kesesuaian, selanjutnya adalah menghitung debit banjir rencana menggunakan HSS Nakayasu, didapat debit Inflow Q100 sebesar 1039,817 m3/det, Q1000 sebesar 1360,967 m3/det PMF nya sebesar 2530,454 m3/det, setelah menghitung debit banjir rencana, selanjutnya adalah menghitung penelusuran banjir (flood routing) terhadap pelimpah berpintu dengan hasil: dengan kondisi pintu beroperasi adalah Outflow sebesar 389,15 m3/det pada elevasi 103,92 m ketika menggunakan Q100. Outflow sebesar 605,60 m3/det pada elevasi 104,63 m ketika menggunakan Q1000. Outflow sebesar 887,496 m3/det pada elevasi 106,72 m ketika menggunakan QPMF. Dengan Elevasi puncak bendungan berada pada elevasi +107,50 m. Hasil yang diperoleh dari software Zhong Xing HY21 berupa peta genangan banjir, waktu tiba, waktu puncak, kedalaman, kecepatan dan elevasi banjir. Kondisi yang digunakan adalah piping dengan kondisi muka air banjir dan overtopping. Sehingga diperoleh luas genangan untuk kondisi overtopping sebesar 125,2187 km2 sedangkan pada kondisi piping atas 124,3683 km2, piping tengah 124,2162 km2, piping bawah 124,4965 km2. Kemudian dilakukan perhitungan total kerugian pada 140 desa terdampak yang mencapai Rp. 383,489,826,728.ABSTRACT: Dam break that often occur are caused by overtopping and piping, the fragility can result in very large floods in the downstream, so dam break analysis is needed and simulation of dam break is simulated. After calculating the suitability test, the next step is to calculate the planned flood discharge using Nakayasu HSS which obtained an Inflow Q100 discharge of 1039.817 m3/sec, Q1000 of 1360.967 m3/sec QPMF discharge of 2530.454 m3/sec, after counting planned flood discharge, the next step is to calculate flood routing of the spillway with door and the results: with the condition of the operating door the Outflow is 389.15 m3/sec at 103.92 m elevation when using Q100. The outflow was 605.60 m3/sec at 104.63 m elevation when using Q1000. The outflow was 887,496 m3/sec at an elevation of 106.72 m when using QPMF. With the top elevation of the dam at an elevation of +107.50 m. The results obtained from Zhong Xing HY21 software are flood inundation maps, arrival time, peak time, depth, speed and flood elevation. The conditions used are piping with flood water conditions and overtopping. So that the inundation area for overtopping conditions is 125.2187 km2 while in piping conditions above 124.3683 km2, the middle piping is 124.2162 km2, piping below 124.4965 km2. Then the last step after running the software is to calculate the analysis of the losses caused by the dam break of the Keureuto Dam in accordance with existing guidelines. So that after the calculation was made, the total losses in 140 impacted villages reached Rp. 383,489,826,728.