cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 322 Documents
EFEKTIVITAS PENGELOLAAN LIMBAH DOMESTIK MENGGUNAKAN METODE MULTI SOIL LAYERING (MSL) DI KELURAHAN TLOGOMAS sari, windy; haribowo, riyanto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (91.872 KB)

Abstract

STUDI EFISIENSI PENGOLAHAN LIMBAH DOMESTIK BUATAN MENGGUNAKAN ZIG – ZAG AERATOR Karinda, Naci Sevim; Prayogo, Tri Budi; Chandrasasi, Dian
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (76.782 KB)

Abstract

ABSTRAK: Pertumbuhan jumlah penduduk yang semakin pesat dan diiringi dengan semakin merebaknya permukiman akan berpengaruh terhadap jumlah buangan limbah domestik yang ditimbulkan oleh aktivitas rumah tangga. Hasil dari aktivitas rumah tangga merupakan sumber penghasil limbah domestik terbesar. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) pada faktorial 2x3x2 dengan 3 kali pengulangan. Faktor pertama yaitu debit. Debit yang digunakan yaitu 0,07 liter/detik dan 0,02 liter/detik. Faktor kedua yaitu kemiringan plat 0º, 5º, dan 10º. Faktor ketiga yaitu jumlah plat 6 dan 4. Dalam penelitian ini dilakukan pengolahan limbah domestik buatan menggunakan Zig – Zag Aerator. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dan efisiensi kemiringan plat, debit, dan jumlah plat pada pengolahan limbah domestik buatan menggunakan zig – zag aerator terhadap parameter kekeruhan, Dissolved Oxygen (DO), dan pH.  Dari hasil penelitian didapatkan efisiensi untuk Dissolved Oxygen (DO) 17% - 59%, kekeruhan sebesar 16% - 31%, dan pH 1% - 4%. Dari hasil perhitungan efisiensi dapat disimpulkan untuk pengolahan dengan zig – zag aerator yang baik mengolah limbah domestik buatan adalah perlakuan debit setengah jumlah plat 6 kemiringan plat 0o.ABSTRACT: The rapid growth in population and followed by increasingly widespread settlements will affect the amount of domestic waste generated by household activities. The results of household activities are the largest source of domestic waste production. This study uses a Completely Randomized Design (CRD) method in 2x3x2 factorial with 3 repetitions. The first factor is discharge. The discharge used is 0.07 liters/second for full discharge and 0.02 liters/second for half discharge. The second factor is the slope of the plate 0º, 5º, and 10º. The third factor is the number of plates 6 and 4. In this study an artificial domestic waste treatment was carried out using Zig-Zag Aerator. This study aims to determine the effect and efficiency of slope plate, discharge, and number of plates in the processing of artificial domestic waste using zig-zag aerator on turbidity parameters, Dissolved Oxygen (DO), and pH. From the results of the study obtained efficiency for Dissolved Oxygen (DO) 17% - 59%, turbidity of 16% - 31%, and pH of 1% - 4%. From the results of the calculation of efficiency, it can be concluded that processing with zig-zag aerator that are good at treatment artificial domestic waste is a treatment half of debit the amount of plate 6 slope of 0o plate.  
Studi Evaluasi dan Efektivitas Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) PT. Kelola Mina Laut Gresik Sinantrya, Mutiara; Sholichin, Moh
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (115.02 KB)

Abstract

ABSTRAK: PT. Kelola Mina Laut Gresik merupakan industri yang memproduksi pengolahan hasil perikanan. Selain menghasilkan produk yang bermanfaat PT. Kelola Mina Laut Gresik juga menghasilkan limbah cair yang dapat membawa dampak negatif bagi lingkungan sekitar industri. Oleh karena itu, limbah cair dari PT. Kelola Mina Laut Gresik perlu diolah terlebih dahulu sebelum dibuang ke lingkungan. PT. Kelola Mina Laut Gresik telah memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dengan kapasitas 750 m3/hari. Kondisi Eksisting IPAL tersebut tidak mampu untuk mengolah air limbahnya dikarenakan debit air limbah yang dihasilkan terkadang melebihi kapasitas IPAL yang disediakan. Pada studi ini dilakukan pengambilan sampel air limbah pada inlet dan outlet sebanyak empat kali. Hal ini bertujuan untuk mengetahui air limbah yang dihasilkan sudah memenuhi baku mutu atau belum serta untuk memprediksi debit dan beban pencemar jika terjadi penambahan jumlah produksinya hingga tahun 2023. Parameter air limbah pada kondisi eksisting yang diuji adalah pH sebesar 7 mg/L , TSS sebesar 0,2 mg/L, H2S sebesar 0,11 mg/L, NH3-N sebesar 3,25 mg/L, khlor bebas sebesar <0,1 mg/L, BOD5 sebesar 87,56 mg/L, COD sebesar 133,46 mg/L, serta minyak dan lemak sebesar 5,28 mg/L. Dengan hasil yang diperoleh maka dapat disimpulkan IPAL masih efisien. Setelah itu, kondisi eksisting bangunan IPAL dibandingkan dengan perhitungan yang sesuai dengan kriteria desain bangunan IPAL yang telah ditentukan. Debit air limbah yang dihasilkan pada tahun 2018 sebesar 661,447 m3/hari sedangkan pada tahun 2023 sebesar 668,315 m3/hari Hasil dari evaluasi IPAL PT. Kelola Mina Laut Gresik didapatkan rekomendasi seperti penambahan unit bangunan berupa bak pengendapan awal dan bak kontrol sebagai bioindikator. ABSTRACT: PT. Kelola Mina Laut Gresik is an industry that produces processing of fishery products. In addition to producing useful products, also wastewater produced by PT. Kelola Mina Laut Gresik can have negative impacts on the environment around the industry. Therefore PT. Kelola Mina Laut Gresik wastewater need to be treated before it discharged into the environment. PT. Kelola Mina Laut Gresik has Wastewater Treatment Plant (WWTP) with capacity of 750 m3/day. Existing conditions was unable to process its own wastewater due to wastewater discharge generated sometimes exceed the capacity of the WWTP is provided. In This study, sampling has been conducted on the inlet and outlet Wastewater Treatment Plant (WWTP) four times. Which aims to determine whether wastewater meet the quality standards pursuant and also to predict the discharge and pollutant load in the event of an increase in the amount of production by 2023. Wastewater parameters in existing conditions are pH of 7 mg/L, TSS of 0,2 mg/L, H2S of 0,11 mg/L, NH3-N of 3,25 mg/L, khlor free of <0,1mg/L, BOD5 of 87,56 mg/L, COD of 133,46 mg/L, oil and fats of 5,28 mg/L.With the result obtained, WWTP is still efficient. After that, the existing condition of the building WWTP compared with the calculation according to the WWTP building design criteria have been determined. The inflow wastewater in 2018 amounted 661,447 m3/day and the prediction of inflow wastewater in 2023 amounted 668,315 m3/day, From the evaluation Wastewater Treatment PT. Kelola Mina Laut Gresik obtained on such additional units of settlement batch and control batch for bioindicator
Analisa Keruntuhan Bendungan Kuningan Dengan Menggunakan Program Zhong Xing HY21 Sasongko, Yufintra Prasetya; Juwono, Pitojo Tri
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (34.065 KB)

Abstract

ABSTRAK: Bendungan Kuningan terletak di Dusun Cileuweung, Desa Randusari, Kecamatan Cibeureum, Kabupaten Kuningan Provinsi Jawa Barat. Keruntuhan Bendungan Kuningan dapat terjadi dikarenakan overtopping dan piping. Dari simulasi yang dilakukan dengan program Zhong Xing HY21, keruntuhan akibat piping atas kondisi muka air banjir pada Bendungan Kuningan yang mengakibatkan dampak paling besar dengan puncak debit QInflow 893,008 m³/det dan luas genangan 35,696 Km2 dengan 32 desa di bagian hilir Bendungan Kuningan yang terkena dampak akibat keruntuhan Bendungan Kuningan.Bendungan Kuningan termasuk dalam klasifikasi bendungan dengan bahaya tingkat 4 yaitu bahaya sangat tinggi dengan total debit outflow yang keluar akibat keruntuhan Bendungan Kuningan yaitu 55570.2727 m2/det  ABSTRACT: The Kuningan Dam is located in Cileuweung Hamlet, Randusari Village, Cibeureum District, Kuningan Regency, West Java Province. Kuningan Dambreak can occur due to overtopping and piping. The simulation carried out by the Zhong Xing HY21 program, the dambreak due to piping on the flood water level conditions in the Kuningan Dam has the biggest impact with the peak flow QInflow 893,008 m³/sec and the inundation area is 35,696 km2 with 32 villages downstream of the Kuningan Dam affected the impact of the Kuningan dambreak. Kuningan Dam is included in the classification of dam with level 4 hazard, namely very high hazards with total outflow discharge resulting from the break of the Kuningan Dam, which is 55570.2727 m2/sec.
KAJIAN HIDROLIKA KOMBINASI PELIMPAH SAMPING DAN PELIMPAH BERPINTU PADA BENDUNGAN WAY APU KABUPATEN BURU PROVINSI MALUKU DENGAN UJI MODEL FISIK SKALA 1:65 Fardiana, Ayu; Suprijanto, Heri
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (60.55 KB)

Abstract

ABSTRAK: Dalam proses pembangunan suatu bendungan, salah satu tahapan yangharus dilakukan guna memperoleh kesempurnaan desain Bendungan Way Apu adalahdengan melakukan uji model fisik guna mengetahui fenomena hidraulik pelimpahbendungan tersebut. Dari hasil pengujian final design, dengan sill setinggi 1,50 m padapenampang kontrol-1 yang terletak di akhir saluran samping menyebabkan kondisialiran subkritis dan adanya bantalan air. Sedangkan penampang kontrol-2 terletak padaperalihan saluran transisi menuju saluran peluncur. Perubahan kemiringan saluran dihilir penampang kontrol-1 dan meperbesar lengkung di akhir saluran menuju salurantransisi dapat mengatasi permasalahan tekanan negatif sehingga aman dari bahayakavitasi. Pada peredam energi telah dilakukan penurunan sebesar 3,50 m (dari +46,50menjadi +43,00) agar peredaman energi cukup efektif. Sedangkan untuk mengatasimasalah gerusan lokal (local scouring) dilakukan pemasangan krib di sepanjang saluranakhir (escape channel), pemasangan bronjong pada bagian yang tergerus, danpemasangan groundsill sebelum section 37.Kata Kunci: Pelimpah, pintu, analisa hidraulika, gerusan lokal.ABSTRACT: In building a dam, one of the stages that must be passed to obtainperfection Way Apu Dam is to test the physical model hydraulics spillway to determinethe spillway’s hydraulic performance. From the final design of the test results, byadding the sill as high as 1,50 m at the control-1 cross section that located at the end ofthe side channel causes subcritical flow conditions and the presence of water pads.While the control-2 cross section is located in the transition channel to chuteway.Changing the slope at the end of control-1 cross section and increasing the curve at theend channel to the transition channel can solve the problem of negative pressure so thatit is safe from cavitation. Decreasing the stilling basin as high as 3.50 m (from +46.50to +43.00) so that energy reduction is quite effective. Whereas to solve the problem ofscours, the cribs is added along the final escape channel, added the gabions on erodedparts, and build groundsill before section 37.Keywords : Spillway, gate, hydraulics analysis, scours.
Kajian Hidrolika Pelimpah Samping Uji Model Fisik Bendungan Temef Kabupaten Timor Tengah Selatan Provinsi Nusa Tenggara Timur dengan Skala 1:65 Retnaningtyas, Jenny; Suprijanto, Heri
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1046.945 KB)

Abstract

ABSTRAK: Untuk memenuhi kebutuhan air baku di wilayah Kabupaten Timor Tengah Selatan maka sangat diperlukan dibangunnya Bendungan Temef di wilayah tersebut. Dalam membangun suatu bendungan, salah satu tahapan yang harus dilalui untuk memperoleh kesempurnaan desain adalah dengan melakukan uji model fisik hidrolika pelimpah. Dalam kajian hidrolika pada model fisik ini, untuk analisa hidrolika pada saluran pelimpah menggunakan persamaan kontinuitas dengan perhitungan koefisien debit Cd menggunakan metode USBR dan Iwasaki. Untuk analisa pada saluran samping menggunakan persamaan momentum, analisa hidrolika pada saluran transisi dan saluran peluncur menggunakan persamaan energi dengan metode perhitungan tahapan standar. Sedangkan untuk analisa hidrolika pada peredam energi USBR tipe II menggunakan persamaan momentum dan kontinuitas. Untuk perhitungan gerak material dasar menggunakan persamaan momentum dan dilakukan koreksi dengan menggunakan grafik shield. Dari hasil pengujian final design, menurunkan dasar hulu saluran samping sebesar 2 m, menambahkan 1 aerator di section 21 dan 22 pada saluran peluncur agar tidak terjadi tekanan negatif. Tinggi dinding peredam energi USBR Tipe II masih mampu menampung debit rancangan Q1000th yang lewat. Pada bagian saluran pengarah hilir, mengubah lebar saluran dari 34 m menjadi 50 m. Pada sungai di hilir saluran pengarah hilir ditemukan adanya gerusan lokal dari hasil pengamatan.Kata Kunci: Kajian hidrolika, pelimpah side channel, gerusan lokal.ABSTRACT: To fulfill the needs of the raw water in Timor Tengah Selatan, Temef Dam’s construction is needed. One of the stages in building a dam that must be passed to obtain perfection of the design is model test of hydraulics spillway. In this hydraulics study of this physical model, hydraulics analisis at Spillway used the continuity equation by calculating the coefficient of discharge (Cd) using USBR and Iwasaki method. For analysis of the side channel using momentum equation, analysis of transition channel and the chuteway using the energy equation with the calculation stages standard method. Meanwhile, for the hydraulics analysis on type II of USBR stilling basin used the momentum and sudden rise continuity equations. For the calculation of the base material movement using the equations of momentum and correction by using charts shield. From the test result of final design, by lower side channel base about 2 meters, add 1 aerator on section 21 and 22of chuteway so there is no negative pressure or avoid cavitation. Overall the high wall of USBR Type II stilling basin is still able to accommodate design discharge until Q1000th. From observations, in the escape channel and downstream river was found scours.Key words: Study of hydraulics, side channel spillway, scours.
STUDI EVALUASI PENDUGAAN USIA GUNA WADUK KRISAK KABUPATEN WONOGIRI DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN EROSI DAN SEDIMENTASI Furqondari, Erlia Eka; Asmaranto, Runi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (119.496 KB)

Abstract

ABSTRAK: Waduk Krisak merupakan outlet dari sungai DAS Krisak yang terletak di Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wonogiri. Kondisi saat ini waduk tersebut telah beroperasi selama 72 tahun dengan umur usia guna yaitu 98 tahun. Namun kenyataanya perubahan tata guna lahan serta tingginya laju sedimentasi mengakibatkan berkurangnya sisa usia guna waduk. Studi ini bertujuan untuk mengetahui laju sedimentasi yang masuk dan untuk mengetahui sisa usia guna waduk Krisak. Dalam studi ini dilakukan perhitungan erosi menggunakan metode USLE (Universal Soil Loss Equation) sehingga dapat diketahui besarnya SDR (Sediment Delivery Ratio), dan perhitungan Trap Eficiency dengan metode Brune sehingga dapat diketahui laju sedimen yang terjadi dan perkiraan sisa usai guna Waduk Krisak. Kemudian membandingkan hasil dengan pengukuran echosounding yang dilakukan oleh pihak BBWS Bengawan Solo. Dari hasil perhitungan, didapatkan sisa usia guna waduk berdasarkan erosi dengan R metode Utomo dan Mahmud sebesar 87,44 tahun, erosi dengan R metode Lenvain sebesar 117,92 tahun, sedangkan berdasarkan trap efficiecy sebesar 86 tahun dan berdasarkan echosounding sebesar 86,38 tahun.   ABSTRACT: Krisak dam is an outlet from Krisak Watershed is located in Selogiri District, Wonogiri Regency. Until now, the reservoir has been operated for 72 years and with the design ages usages of 98 years. But in fact, land use and sedimentation flow further reduce the utilization rate of reservoirs. This study aims was to determine the level of sedimentation entering the reservoir and also to determine the ages usages of the Krisak Reservoir. In this study, erosion calculations using USLE (Universal Soil Loss Equation) that can be known the value of the Sediment Delivery Ratio (SDR) and the calculate of  trap efficiency with the Brune method, it can be known the sediment rate that occurred and the estimated ages of usage the Krisak Reservoir. Afterwards, the results then were compare with echosounding measurements of performed by BBWS Bengawan Solo. The calculation of  remaining ages usages of Krisak Reservoir Method According to Utomo and Mahmud is 87,44 years, Lenvain's Method is 117,92 years, trap efficiency The Brune method is 86 years , while based on the measurement result of echosounding is 86,38 years.
ANALISA KERUNTUHAN BENDUNGAN BINTANG BANO PROV. NUSA TENGGARA BARAT DENGAN MENGGUNAKAN PROGRAM BOSS DAMBRK Ramadhan, Yudhistira Akbar Zulfikar; Asmaranto, Runi; Juwono, Pitojo Tri
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (13.857 KB)

Abstract

ABSTRAK: Bendungan Bintang Bano terletak di Desa Bangkatmonte, Kecamatan Brang Rea, Kabupaten Sumbawa Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Keruntuhan Bendungan Bintang Bano dapat terjadi dikarenakan overtopping dan piping. Dari analisis hidrologi nilai debit inflow kala ulang PMF sebesar 2625,887 m3/det. Dari simulasi yang dilakukan dengan program BOSS Dambrk, keruntuhan akibat overtopping pada Bendungan Bintang Bano memiliki luas genangan keruntuhan Bendungan Bintang Bano sebesar 5714,14 Ha dengan desa terdampak sejumlah 23 desa. Sementara, keruntuhan akibat piping pada Bendungan Bintang Bano memiliki luas genangan keruntuhan Bendungan Bintang Bano sebesar 5113,94 Ha dengan desa terdampak sejumlah 21 desa. Bintang Bano termasuk dalam klasifikasi bendungan dengan bahaya tingkat 4 yaitu bahaya sangat tinggi.ABSTRACT: Bintang Bano Dam is located in Bangkatmonte Village, Brang Rea District, West Sumbawa Regency, West Nusa Tenggara Province. Bintang Bano dambreak can occur due to overtopping and piping. From the hydrological analysis the PMF inflow discharge value was 2625,887 m3 / sec. The simulations carried out by the BOSS Dambrk program, the dambreak due to overtopping of the Bintang Bano Dam has an inundation area of Bintang Bano Dam in the amount of 5714.14 Ha with an affected 23 villages. Meanwhile, the dambreak due to piping in the Bintang Bano Dam has an inundation area of Bintang Bano Dam in the amount of 5113.94 Ha with the affected 21 villages. Bintang Bano is included in the classification of dams with level 4 hazards namely very high hazards.   
ANALISA LAJU EROSI DAN ARAHAN KONSERVASI LAHAN BERBASIS SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG) PADA SUBDAS LESTI KABUPATEN MALANG khairunnisa, khairunnisa; Suhartanto, Ery
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1032.588 KB)

Abstract

Aktifitas pengelolaan DAS yang dilakukan diera saat ini banyak mengalami ketidakseimbangan dengan kemampuan lahan yang ada sehingga sangat berdampak pada ekosistem DAS. Permasalahan erosi lahan yang menyebabkan pendangkalan sungai di Sub DAS Lesti sudah masuk pada kondisi sangat kritis, penumpukan sedimen pada sungai, bencana longsor dan banjir sering terjadi didaerah Sub Das Lesti. Oleh sebab itu, untuk mengurangi masalah tersebut Sub DAS Lesti perlu dilakukan arahan konservasi dengan metode vegetatif dan metode mekanis. Penelitian ini menggunakan model ArcSWAT 2012 dalam memperhitungkan nilai erosi dan sedimen. Proses penggambaran tata guna lahan dilakukan dengan bantuan citra landsat seri tahun 2010, 2015 dan 2017 sebagai salah satu data input untuk proses running ArcSWAT 2012. Proses kalibrasi menggunakan tahun 2010, 2015 dan 2017. Hasil simulasi menunjukan nilai erosi rata-rata 63,92 ton/ha dan nilai rata-rata sedimen 96004,30 m3. Dari hasil erosi dan sedimen yang diperoleh, tingkat kekritisan sub DAS Lesti pada kriteria potensial kritis sebesar 18448,48 ha (31% dari luasan DAS), semi kritis sebesar 7634,16 ha (13% dari luasan DAS), kritis sebesar 15075,06 ha (25% dari luasan DAS) dan sangat kritis sebesar 18053,58 ha (31% dari luasan DAS). Dengan arahan konservasi yang disesuaikan dengan kemampuan lahan yang ada, erosi rata-rata menurun 26,23% dan sedimen rata-rata menurun 39,26%. Sedangkan dengan metode mekanis, efektifitas penanganan sedimen dapat berkurang hingga 9,24%.
ANALISA BANJIR AKIBAT KERUNTUHAN BENDUNGAN BAJULMATI DENGAN PROGRAM HEC-RAS Sriwibowowati, Sunan Mukti; Sisinggih, Dian -
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (12.436 KB)

Abstract

ABSTRAK: Waduk Bajulmati merupakan waduk yang dibangun untuk memenuhi kebutuhan irigasi sebanyak 1800 ha di daerah irigasi Kabupaten Situbondo dan Banyuwangi. Pada hilir Bendungan Bajulmati perkembangan masyarakat di daerah hilir menjadi daerah pemukiman, pertanian, industri, perdagangan dan banyaknya fasilitas umum, hal ini menyebabkan makin bertambahnya tingkat bahaya akibat keruntuhan bendungan. Tujuan penelitian ini adalah melakukan analisa keruntuhan bendungan dengan menggunakan program HEC-RAS versi 5.0.3 yang dikembangkan oleh Hydrolic Engineering Center. Penelitian ini, melakukan simulasi keruntuhan bendungan akibat overtopping dan piping. Keruntuhan akibat overtopping merupakan penyebab keruntuhan Bendungan Bajulmati yang menimbulkan dampak paling besar dengan banjir desain PMF dengan puncak debit QInflow sebesar 2490.878 m³/det dan menghasilkan luas genangan sebesar 1646.0146  ha dengan tinggi genangan maksimum sebesar 21.31  m. Akibat dari keruntuhan Bendungan Bajulmati ini terdapat 5 desa di 2 kecamatan di bagian hilir Bendungan Bajulmati yang terkena genangan. Terdapat  30024 jiwa penduduk terkena risiko akibat dari keruntuhan Bendungan Bajulmati. Dengan jumlah penduduk terkena risiko tersebut dan jarak Bendungan Bajulmati sampai hilir yang sejauh 9.8 km, maka Bendungan Bajulmati termasuk dalam  klasifikasi bendungan dengan bahaya tingkat 4 yaitu bahaya sangat tinggi. Estimasi total kerugian yang harus ditanggung akibat banjir karena keruntuhan bendungan Bajulmati sebesar Rp 476,691,534,795.   Kata Kunci: Keruntuhan Bendungan, Bendungan Bajulmati, Overtopping, Piping, HEC-RAS   ABSTRACT:. Bajulmati Reservoir is a reservoir built to meet the irrigation needs of 1800 ha in the irrigation area of ​​Situbondo and Banyuwangi Districts. At the downstream of the Bajulmati Dam the development of communities in the downstream area becomes residential, agricultural, industrial, trade and many public facilities, this causes an increase in the level of danger due to the collapse of the dam. The purpose of this study was to analyze the dam collapse using the HEC-RAS version 5.0.3 program developed by the Hydrolic Engineering Center. This research, carried out a simulation of dam collapse due to overtopping and piping. Collapse due to overtopping is the cause of the collapse of the Bajulmati Dam which has the greatest impact with the flood of PMF design with a peak flow of QInflow of 2490,878 m det / sec and produces a pool area of ​​1646.0146 ha with a maximum inundation of 21.31 m. As a result of the collapse of the Bajulmati Dam there were 5 villages in 2 sub-districts in the lower reaches of the Bajulmati Dam which were inundated. There were 30024 residents affected by the risk of the collapse of the Bajulmati Dam. With the population affected by this risk and the distance of the Bajulmati Dam to the downstream which is as far as 9.8 km, the Bajulmati Dam is included in the classification of dams with level 4 hazards, namely very high hazards. The estimated total loss to be borne due to flooding due to the collapse of the Bajulmati dam was Rp. 476,691,534,795. Keywords: Dam Break, Bajulmati Dam, Overtopping, Piping, HEC-RAS