cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 322 Documents
Perencanaan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro di Waduk Tukul Pratiwi, Tami; Juwono, Pitojo Tri
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (530.607 KB)

Abstract

ABSTRAK: Pembangunan Waduk Tukul yang terletak di Desa Karanggede, KecamatanArjosari, Kabupaten Pacitan. Waduk Tukul memiliki fungsi sebagai kebutuhan air bakusebesar 300 liter/ detik. Kebutuhan air baku pada Kabupaten Pacitan sebesar120liter/orang/hari. Maka air baku pada Waduk Tukul mampu melayani 216.000 orang. Selainitu, pada tahap kedua Waduk Tukul juga dimanfaatkan sebagai Pembangkit Listrik TenagaMikrohidro. Kebutuhan listrik pada Kab. Pacitan masih belum terpenuhi, sekitar 32% daripenduduk Pacitan tidak mendapatkan listrik. Ada sekitar 2000 KK yang belum mendapatkanlistrik. Walaupun, hal ini telah didukung dengan Pembangkit Listrik Tenaga Udara kebutuhanini masih belum terpenuhi. Pada studi ini didapatkan nilai debit outflow sebesar 1 m3/ dtsebagai dasar perencanaan untuk Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro pada Waduk Tukul,Pacitan. Dengan tinggi jatuh pada perencanaan ini sebesar 60,12 meter. Pipa pesat yangdigunakan pada perencanaan pembangkit listrik tenaga mikrohidro Waduk tukul diameter 0,70meter berbahan weelded steel dan panjang 214,82 meter. Turbin yang digunakan di lapanganadalah turbin francis. Daya yang dihasilkan pada Pembangkit Listrik Tenaga MikrohidroWaduk Tukul adalah 2 x 0,227 MW. Dalam perhitungan analisa kelayakan ekonomi pada studiini meliputi BCR, NPV, IRR, Analisa sesnsitivitas dan Payback Periode. Nilai dari parametertersebut adalah sebagai berikut BCR = 1,25,NPV = Rp 9.088.552.693,94, IRR = 10,21%, danPayback Periode = 16 tahun.Kata Kunci: PLTMH, Waduk, Turbin Francis, Daya Listrik, Kelayakan EkonomiABSTRACT: Construction of Tukul Reservoir located in Karanggede Village, ArjosariDistrict, Pacitan Regency. Tukul Reservoir has a function as raw water requirement of 300liters / sec. Raw water needs in Pacitan Regency are 120 liters / person / day. So the raw waterin Tukul Reservoir is able to serve 216.000 people. In addition, in the second phase the TukulReservoir is also used as a Micro-hydro Power Plant. Electricity needs in Kab. Pacitan is stillnot met, around 32% of Pacitan residents do not get electricity. There were around 2000families who had not received electricity. Although, this has been supported by the Air PowerPlant this need is still not met. In this study, the value of outflow discharge is 1 m3 / sec as abasis for planning for Microhydro Power Plant in Tukul Reservoir, Pacitan. With a head grossin this plan amounting to 60.12 meters. Penstock used in micro hydro power plant planningReservoir tukul diameter 0.70 meters made of weelded steel and length 214.82 meters. Theturbine used in the field is the French turbine. The power generated at the Tukul Tube MicroHydro Power Plant is 2 x 0.227 MW. In the calculation of economic feasibility analysis in thisstudy include BCR, NPV, IRR, sensitivity analysis and payback period. The values of theseparameters are as follows BCR = 1.25, NPV = Rp. 9,088,552,693.94, IRR = 10.21%, andPayback Period = 16 yearsKeywords: MHPP, Reservoir, Francis Turbine, Electric Power, Economic Feasibility
PERENCANAAN GROUNDSILL PADA SUNGAI TINGA-TINGA DESA TUKAD TINGA-TINGA KECAMATAN GEROKGAK KABUPATEN BULELENG BALI Tungga, Anand Wijaya; Asmaranto, Runi; Suprijanto, Heri
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (438.689 KB)

Abstract

Sungai Tinga-Tinga adalah salah satu sungai yang terletak di Kabupaten Buleleng, sungai Tinga-Tinga ini tergolong sungai intermitten. Sungai Tinga-Tinga memiliki luas sub-DAS sebesar 5,7 km2 ˛dengan panjang sungai ± 5,93 km. Kondisi yang terjadi pada Sungai Tinga-Tinga yang sering banjir cukup mengganggu sarana dan prasarana di sekitar sungai, terlebih air yang menggerus tepi sungai. Perhitungan hidrologi menggunakan metode Hidrograf Satuan Sintetis Nakayasu dengan besar debit Q25th 23,97 m3/dt yang akan digunakan untuk analisa banjir rancangan dan desain groundsill, analisa Transport Sediment menggunakan Metode Einstein didapatkan jumlah sedimen yang melintas sebesar 23399,71 m3 /tahun sedangkan untuk analisa banjir akan di running dengan menggunakan software HECRAS 5.0.3. Berdasarkan perhitungan yang telah dilakukan, maka direncanakan bangunan groundsill. Dengan lebar pelimpah 14 m, tinggi main dam 1,5 m, kedalaman pondasi 1,5 m, dan tebal mercu main dam 1,5 m.Kata kunci : GroundSill, Sungai Tinga-Tinga, Banjir, Hec-Ras. Tinga-Tinga River is one of the existing rivers located in the Buleleng district, this river is classified of intermittent river. Catchment Area of Tinga-Tinga River is 5,70 km2 with length of this river is ± 5,93 km. Condition of Tinga-Tinga River was flooded frequently which quite disturb facilities and infrastructures around the river, the water activity scoured the river banks. Hydrology calculation was used the Synthetic Unit Hydrograph of Nakayasu method with large discharge Q25th 23,97 m3 /sec to be used for analysis flood design and will used to design the groundsill, analysis of transport sediment was used Einstein Method and obtained the number of the sediment load that is passed the Tinga-Tinga river as much as 23399,71 m3 /year and analysis for flood will be running using HECRAS 5.0.3. Based on the calculation, the groundsill designed dimension as follows with weir width 14 m, main dam height 1,5 m, depth footing 1,5 m, and main dam thickness 1,5 m.Keyword: Groundsill, Tinga-Tinga River, Flood, Hec-Ras
EVALUASI DAN PERENCANAAN KERAPATAN JARINGAN POS HUJAN DENGAN METODE KRIGING MENURUT REKOMENDASI WMO (WORLD METEOROLOGICAL ORGANIZATION) DI WILAYAH SUNGAI ROKAN PROVINSI RIAU Wicaksono, Bagus; Suhartanto, Ery
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (639.855 KB)

Abstract

Dalam kegiatan analisis hidrologi dibutuhkan data hidrologi seperti data curahhujan, debit air, data iklim dan lain sebagainya. Data hidrologi didapat atau dipantau melaluiberbagai pos hidrologi yang tersedia di beberapa daerah dalam suatu wilayah, namun belumtentu data yang diperoleh atau yang dihasilkan selalu akurat. Keakuratan data dalam hidrologi dilihat dari kerapatan pos hidrologi satu  dengan yang lain, semakin rapat pos hidrologi makadata yang diperoleh akan semakin akurat. Mengingat pentingnya informasi data hidrologi yangbergantung pada infrastruktur pengairan maka diperlukan kajian evaluasi dan perencanaanjaringan stasiun hujan yang efektif dan efisien. Wilayah Sungai Rokan secara keseluruhanmemiliki luas sekitar 22.325 km2. Data yang digunakan dalam studi ini adalah data sekunderyang diperoleh dari instansi terkait (data hujan). Untuk  mengevaluasi dan merencanakankerapatan jaringan pos hujan eksisting digunakan metode Kriging. Keoptimalan letak pos hujanrekomendasi dilihat dari besarnya nilai RMSE dan MAE serta memenuhi standart WMO(World Meteorological Organization). Sedangkan pengujian metode Kriging dilakukan denganmenentukan besarnya kesalahan relatif antara curah hujan rancangan eksisting dengan curahhujan rancangan pada pos hujan rekomendasi. Hasil analisa evaluasi stasiun hujan berdasarkanstandar WMO rekomendasi I adalah 8 stasiun hujan dengan kondisi normal dan untukrekomendasi II adalah 25 stasiun hujan dengan kondisi normal dan ideal. Sedangkan hasil darimetode Kriging didapatkan jumlah ideal stasiun hujan yaitu 8 stasiun hujan, dengan nilaiRMSE dan MAE rekomendasi I lebih kecil dari pada eksisting. Sedangkan nilai rata-ratakesalahan relatif rekomendasi adalah 8,1% pada peta galat baku exponential.Kata kunci: evaluasi, standar WMO, KrigingIn hydrology analysis activities required hydrological data such as rainfalldata, water discharge, climate data and so forth. Hydrological data obtained or monitoredthrough various hydrological posts available in some areas within a region, but notnecessarily the data obtained or produced is always accurate. The accuracy of the data inhydrology seen from the hydrological heading density with each other, the closer thehydrological post, the data obtained will be more accurate. Given the importance ofhydrological data information depend on irrigation infrastructure it was necessary toevaluated or planned an effective and efficient network of rainfall stations. The entire RokanRiver region has an area of approximately 22.325 km2. The data used in this study wassecondary data obtained from related institution (rainfall data). Evaluated and planned theexisting rainfall network density the Kriging method was used. The optimization of rainfallrecommended location was seen from the value of RSME and MAE and meet the standart ofWMO (World Meteorological Organization). While test of Kriging method was done bydetermining the relative error between the rainfall of the existing design with rainfall design onthe recommended rainfall network. Result of evaluation of rainfall network evaluation basedon WMO standart recommendation I was 8 rain station with normal condition and forrecommendation II was 25 rain station with normal and ideal condition. While the result of theKriging method obtained the ideal number of rain station that was 8 rain stations, with RMSEand MAE value of the recommendation I was smaller than the existing. While the averagerelative error value of recommendation was 8,1% at the Exponential raw error map.Key words: evaluation, WMO standard, Kriging
STUDI SIMULASI DEBIT DAN EROSI LAHAN PADA SUNGAI WARNASI MENGGUNAKAN AVSWAT 2000 SEBAGAI DATA PERENCANAAN PLTM WARKAPI Astriyadi, Muhammad Yusuf; Marsudi, Suwanto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (994.494 KB)

Abstract

Saat ini Kabupaten Manokwari dalam masa pembangunan, dukungan energi listrik sangat penting karena jika sampai terjadi pemadaman ataupun krisis listrik akan mengahambat pembangunan tersebut. Kerusakan DAS yang terjadi mengakibatkan kondisi kuantitas (debit) air sungai menjadi fluktuatif antara musim penghujan dan kemarau. Studi analisa debit dan erosi lahan pada DAS Warkapi yang memiliki luas 10458,875 ha menggunakan AVSWAT 2000. Hasil analisis menunjukkan bahwa, Debit bulan januari sebesar 3,549 m3/dt, bulan februari sebesar 3,467 m3/dt, bulan maret sebesar 3,729 m3/dt, bulan agustus sebesar 6,434 m3/dt, bulan september sebesar 5,630 m3/dt, bulan oktober sebesar 6,624 m3/dt, bulan november sebesar 4,961 m3/dt, dan pada bulan desember sebesar 3,525 m3/dt. Analisa pendugaan erosi, limpasan, dan sedimen pada tahun 2007 sampai dengan tahun 2016 rata-rata telah terjadi erosi sebesar 2,692 ton/ha/tahun atau 0,094 mm/tahun, limpasan sebesar 21,303 ton/tahun atau 0,747 mm/tahun, dan sedimen sebesar 11238,558 ton/tahun atau 0,038 mm/tahun. Hasil analisa IBE (Indeks Bahaya Erosi) DAS Warkapi memiliki 4 kriteria kekritisan lahan. Pertama adalah lahan dengan IBE rendah dengan jumlah luasan sebesar 3753,2501 ha. Kedua adalah lahan dengan IBE sedang dengan jumlah luasan 10458,875 ha. Ketiga adalah lahan dengan IBE tinggi dengan jumlah luasan 5585,0625 ha. Keempat adalah lahan dengan IBE sangat tinggi dengan jumlah luasan 1120,5625 ha.Kata kunci: DAS, debit, erosi, sedimen, limpasan, hujan, AVSWAT 2000Currently Manokwari District in the development period, the support of electric energy is very important because if there is a blackout or electricity crisis will impede the development. Damage to the watershed that resulted in the condition of the quantity (discharge) river water to fluctuate between the rainy season and drought. Analysis of land discharge and erosion analysis in the Warkapi watershed which has an area of 10458,875 ha using AVSWAT 2000. The results of the analysis show that, January's debit is 3,549 m3/sec, February is 3,467 m3/sec, March is 3,729 m3/sec, August is 6,434 m3/sec, September is 5,630 m3/sec, October is 6,624 m3/sec, November is 4,961 m3/sec, and in December it is 3,525 m3/sec. Analysis of erosion, runoff, and sediment estimation in 2007 to 2016 had an average erosion of 2.692 tons/ha/year or 0.094 mm/year, runoff of 21.303 tons/year or 0.747 mm/year, and sediment of 11238 558 tons/year or 0.038 mm/year. Warkapi Watershed Hazard Index (IBE) analysis results have 4 criteria of land criticality. First is land with low IBE with total area of 3753,2501 ha. Second is land with moderate IBE with total area 10458,875 ha. Third is land with high IBE with total area 5585,0625 ha. Fourth is land with very high IBE with total area 1120,5625 ha.Keywords: watershed, discharge, erosion, sediment, runoff, rain, AVSWAT 2000.
PEMODELAN FLUSHING SEDIMEN BENDUNG LODOYO DENGAN MENGGUNAKAN SEDIMENT SIMULATION IN INTAKE WITH MULTIBLOCK OPTION (SSIIM 2) Dwiguna, Muhamad Anugrah; Dermawan, Very; Wicaksono, Prima Hadi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (541.647 KB)

Abstract

ABSTRAK: Bendung Lodoyo merupakan salah satu bendung yang mempunyai tipe sebagai bendung gerak. Bendung Lodoyo mempunyai fungsi sebagai PLTA, pengendali banjir, pariwisata, yang membuat Bendung Lodoyo menerima banyak sedimen mengendap di daerah tampungannya. Sehinnga perlu adanya penanganan untuk menghilangkan atau mengurangi endapan sedimen yang ada pada Bendung Lodoyo. Salah satu caranya dengan melakukan penggelontoran (flushing) sedimen. Pemodelan flushing Bendung Lodoyo dilakukan untuk mengetahui bagaimana besaran kondisi sedimentasi pada Bendung Lodoyo sebelum dan sesudah adanya penggelontoran sedimen (flushing). Dan dapat dilakukan perbandingan hasil volume gerusan total dari pemodelan menggunakan model Sediment Simulation In Intake with Multiblock option (SSIIM) dengan kondisi asli di lapangan. Dari hasil pemodelan menggunakan Sediment Simulation In Intake with Multiblock option (SSIIM) yang telah dilakukan, menunjukkan volume gerusan total di lapangan sebesar 143.449,259 m3 dan pada pemodelan SSIIM sebesar 129.226,630 m3 dengan kesalahan relatif sebesar 9,94%.   Kata kunci : Penggelontoran Sedimen, Pemodelan Penggelontoran Sedimen, SSIIM   ABSTRACT: Lodoyo Dam is a dam that has a type as a barrage. Lodoyo Dam has a function as a hydropower, flood controller, tourism, which makes Lodoyo Dam receive a lot of sediment deposit in its reservoir area. There should have been treatment to eliminate or reduce sediment deposits in Lodoyo Dam. One of the ways is by flushing sediments. Flushing modelling of Lodoyo Dam was conducted to find out how the amount of sedimentation conditions in Lodoyo Dam was before and after flushing. And we can compare the results of the total scour volume from the modelling using the Sediment Simulation In Intake with Multiblock option (SSIIM) model with the original conditions in the field. From the modelling results using the Sediment Simulation In Intake with Multiblock option (SSIIM) that has been carried out, shows total scour volume in the field of 143,449.259 m3 and SSIIM modeling of 129,226,630 m3 with a relative error of 9.94%. Keywords: Sediment Flushing, Modelling Sediment Flushing, SSIIM.
STUDI PENJADWALAN PELAKSANAAN KONSTRUKSI CONDUIT PENGELAK DAN COFFERDAM PADA BENDUNGAN GONDANG KABUPATEN KARANGANYAR PROVINSI JAWA TENGAH DENGAN MENGGUNAKAN MICROSOFT PROJECT MANAGER 2016 Ariftriawan, Herlambang; Marsudi, Suwanto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (300.499 KB)

Abstract

ABSTRAK : Pembangunan Bendungan Gondang berfungsi sebagai pemenuhan air irigasi dan air baku di wilayah Kabupaten Karanganyar. Pelaksanaan konstruksi pada Bendungan Gondang memiliki kompleksitas yang cukup tinggi, baik ditinjau dari segi sumber daya yang digunakan maupun dari segi macam pekerjaan. Sehingga diperlukan manajemen penjadwalan yang fleksibel agar dapat diterapkan dilapangan. Dengan begitu jadwal pelaksanaan konstruksi pada Bendungan Gondang tidak akan mengalami keterlambatan. Untuk mendapatkan penjadwalan yang optimal dalam  hal efisiensi waktu, biaya dan sumber daya, maka digunakan program Microsoft Project Manager 2016 untuk dapat mengetahui kegiatan yang dapat dioptimalkan dalam suatu penjadwalan. Dalam melakukan percepatan digunakan penambahan jam kerja dan penambahan sumber daya. Berdasarkan hasil penjadwalan, pelaksanaan konstruksi conduit pengelak dan cofferdam pada Bendungan Gondang dengan durasi 602 hari didapatkan anggaran biaya sebesar Rp. 120.650.000.000,00. Setelah dilakukan percepatan jadwal proyek menggunakan alternatif penambahan jam kerja, didapatkan jadwal proyek dengan durasi 452 hari yang membutuhkan rencana anggaran biaya sebesar Rp. 122.279.000.000,00. Sedangkan percepatan jadwal proyek  menggunakan alternatif penambahan sumber daya dengan durasi yang sama diperoleh rencana anggaran biaya sebesar Rp. 120.138.000.000,00.   Kata Kunci:, Penjadwalan, Jam kerja, Sumber daya, Percepatan, Microsoft Project Manager 2016   ABSTRACT : Gondang dam construction serves as the fulfillment of irrigation water and water standard needs in the region of Karanganyar Regency. The complexity of Gondang dam construction is quite high, both in terms of resources and work aspect. According to that, flexible scheduling management is required to be applied in the field. Therefore, the schedule of Gondang dam construction will not delay. To get optimal scheduling in terms of time efficiency, cost and resources, then Microsoft Project Manager 2016 is used to find out which activities can be optimized in a scheduling. In accelerated used additional working hours and additional resources. Based on the results of the field survey, two alternatives were made possible, namely the addition of working hours for 4 hours per day and the addition of resources. Depend on the scheduling result, the budget plan of Diversion Tunnel and Cofferdam construction on Gondang dam is Rp. 120.650.000.000,00 with duration of 602 days. After the acceleration of the project schedule using the addition of working hours, the budget plan of the project schedule is Rp.122.279.000.000,00  with the duration of 452 days. While the acceleration of the project schedule using the addition of resources with the same duration, the budget plan of the project schedule is Rp. 120.138.000.000,00.   Keywords: Scheduling, Overtime, Resources, Crashing, and Microsoft Project Manager 2016  
STUDI PENJADWALAN PELAKSANAAN KONSTRUKSI BENDUNG PLTA SION KECAMATAN PARLILITAN KABUPATEN HUMBANG HASUNDUTAN PROVINSI SUMATERA UTARA DENGAN MENGGUNAKAN MICROSOFT PROJECT MANAGER 2016 Timikasari, Fachrulia; Marsudi, Suwanto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (489.996 KB)

Abstract

ABSTRAK : Pembangunan Bendung PLTA Sion merupakan suatu bangunan yang berfungsi untuk meninggikan tataran muka air di sungai Aek Simonggo, sehingga air sungai bias disadap untuk memutar turbin di powerhouse. Pelaksanaan konstruksi Bendung PLTA Sion merupakan salah satu proyek yang berskala menengah dan memiliki kompleksitas yang cukup tinggi, baik dari segi sumber daya yang digunakan maupun dari segi jenis pekerjaan. Selain itu pelaksanaan konstruksi Bendung PLTA Sion memiliki batasan waktu dan biaya dimana dalam pelaksanaannya tidak boleh melebihi waktu dan biaya yang telah ditentukan, sehingga dibutuhkan suatu  penjadwalan yang baik untuk mengatasi berbagai masalah yang mungkin terjadi. Untuk mendapatkan penjadwalan yang optimal dalam  hal efisiensi waktu, biaya dan sumber daya, maka digunakan program Microsoft Project Manager 2016 untuk dapat mengetahui kegiatan yang dapat dioptimalkan dalam suatu penjadwalan. Dalam melakukan percepatan digunakan penambahan jam kerja dan penambahan sumber daya alat berat. Berdasarkan hasil penjadwalan, pelaksanaan konstruksi Bendung PLTA Sion dengan durasi 654 hari didapatkan anggaran biaya sebesar Rp. 272.415.246.000,00. Setelah dilakukan percepatan jadwal proyek menggunakan alternatif penambahan jam kerja, didapatkan jadwal proyek dengan durasi 511 hari dan rencana anggaran biaya sebesar Rp. 275.231.147.000,00. Sedangkan percepatan jadwal proyek  menggunakan alternatif penambahan sumber daya alat berat dengan durasi yang sama diperoleh rencana anggaran biaya sebesar Rp. 272.583.413.000,00.   Kata Kunci:, Penjadwalan, Jam kerja, Sumber daya, Percepatan, Microsoft Project Manager 2016 ABSTRACT : The construction of weir Sion the city of our water electric power station are men who are a building that serves the worldwide and seems erasing might be exalted and enriched including this porch or vestibule of the water in rivers aek simonggo , so that the water of a river bias being bugged to twist turbine in powerhouse .Of construction execution of of hydro powered plant plta weir Sion to mark out the is one of the projects be of a reasonable size medium enterprises and having the complexity of the which is quite high , both in terms of resources that short circuit electricity from the perspective of the type of jobs .In addition of construction execution of of hydro powered plant plta weir Sion to mark out the have this limitation the time and money spent where in it was not implemented be sold more than the time and cost the lord has allotted and , so that is required a scheduling is a good thing to overcome these various difficulties are likely to occur .To get scheduler considers achieved their intended objectives in terms of efficiency time , the cost and the source of its power , then used the program microsoft project manager of 2016 to can understand my insight into activities that can be optimized in a scheduling. In accelerated used the addition of working hours and the addition of resources heavy equipment.Based on the results of scheduling, construction execution weir plta Sion with duration 654 day obtained the budget for the rp.272.415.246.000,00.After conducted acceleration project schedule use alternative the addition of working hours, obtained project schedule with duration 511 days and the budget for the plan rp.275.231.147.000,00.While the acceleration project schedule use alternative the addition of resources heavy equipment with equal duration obtained plan the budget for the rp.272.583.413.000,00   Keywords: Scheduling, Overtime, Resources, Crashing, and Microsoft Project Manager 2016
EVALUASI DAN PERENCANAAN KERAPATAN JARINGAN POS HUJAN DENGAN METODE KRIGING MENURUT REKOMENDASI WMO (WORLD METEOROLOGICAL ORGANIZATION) DI WILAYAH SUNGAI KAMPAR PROVINSI RIAU Vidyasena, Aryoga; Suhartanto, Ery
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (649.144 KB)

Abstract

Kerapatanbjaringan stasiun hujan dinyatakan sebagai luas Wilayah Sungai (WS) yangdiwakili olehbsatu stasiunbhujan. Semakin tinggi kerapatan stasiun hujan yang digunakan maka akansemakin tinggi pula ketelitian data yang diperoleh. WS Kamparbmemilikibluas sebesarb27044,898 km2dan jumlah stasiun hujan saat ini sebanyak 11 stasiun hujan dengan sebaran yang kurang merata dankurang efektif . Oleh karena itu diperlukan kajian rasionalisasi stasiun hujan menggunakan metodeKriging. Analisa dalam studi ini ialah mengevaluasi kerapatan stasiun hujan eksisting. Selain itu studiini juga menentukan atau membuat jarigan pos hujan baru (rekomendasi) dengan metode Kriging. Hasilanalisa rasionalisasi stasiun hujan menggunakan data curah hujan kumulatif tahunan dari metodePolygon Thiessen, didapatkan jumlah ideal stasiun hujan menurut rekomendasi WMO adalah 10 stasiunhujan dikarenakan 1 stasiun hujan tidak lolos uji statistika data, sehingga perlu menggeser stasiun hujanyang lain supaya kerapatannya tersebar merata.Kata kunci: rasionalisasi, standar WMO, Kriging The density of rain station network expressed as the area of River Region (WS) which isrepresented by a station of rain. The higher the density of the rain station used the higher the accuracyof the data obtained. WS Kampar has an area of 277044,898 km2 and the current number of rainstations is 11 rain stations with less equitable distribution and less effective. Therefore it was necessaryto study rationalization of rain stations used Kriging method. The analysis in this study was evaluatedthe density of existing rain stations. In addition, this study also determined or made a new rain post(recommendation) with Kriging method. The result of rain station rationalization analysis used annualcumulative rainfall data from Polygon Thiessen method, got the ideal number of rain stations accordingto WMO recommendation was 10 rain stations because 1 rain station did not pass statistic data testtherfore needed to shift the other rain station so that the density was evenly distributed.Keywords: rationalization, WMO standards, Kriging
Perencanaan Sistem Jaringan Pipa Distribusi Air Bersih di Kecamatan Gondanglegi Kabupaten Malang Daniswara, Demas Trihatma; Haribowo, Riyanto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (411.738 KB)

Abstract

ABSTRAK: Sumber Dieng merupakan sumber yang dikelola oleh PDAM Kabupaten Malang yang mempunyai debit sebesar 150 lt/dt dan akan direncakan ke 3 desa yaitu Desa Sukorejo, Desa Kemiri dan Desa Sukoraharjo melalui Tandon Dieng. Total kebutuhan air rata-rata yang dibutuhkan sebesar 17,905 lt/dt. Hasil simulasi dengan program WaterCAD v8i menunjukan bahwa distribusi air bersih untuk 3 desa tersebut dapat terlayani 100% untuk kebutuhan rata-rata maupun pada jam puncak. Rencana anggaran biaya untuk 3 desa yaitu sebesar Rp. 2.970.769.637. Analisa Ekonomi pada tingkat suku bunga 9,75% dan periode pengembalian selama 6 tahun dengan harga air Rp. 1500,-/m3. Dengan subsidi biaya konstruksi pemerintah 100% didapatkan harga air sebesar Rp. 200,-/m3 dan apabila subsidi biaya konstruksi pemerintah 50% harga air sebesar Rp. 700,-/m3. Kata Kunci: Jaringan pipa, air bersih, simulasi, , rencana anggaran biaya, analisa ekoonomi ABSTRACT: Sumber Dieng is a source managed by PDAM Kabupaten Malang which has a discharge of 150 lt / s and will be planned to 3 villages namely Sukorejo Village, Kemiri Village and Sukoraharjo Village through Tandon Dieng. The required total water requirement is 17,905 lt / s. The results of the simulation with the WaterCAD v8i program show that the distribution of clean water for the 3 villages can be served 100% for the average needs and at peak hours. Budget plan for 3 villages is Rp. 2.970.769.637. Economic Analysis at 9.75% interest rate and 6 year payback period with water price Rp. 1500, - / m3. With a subsidized 100% government construction cost, a water price of Rp. 200, - / m3 and if the subsidized government construction cost 50% of water price of Rp. 700, - / m3. Keywords: Pipeline network, water, simulation, budget plan, economic analysis
PERBANDINGAN METODE ALIH RAGAM HUJAN MENJADI DEBIT DENGAN FJ. MOCK DAN NRECA DI DAS KEMUNING KABUPATEN SAMPANG alby, lyn; Suhartanto, Ery
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (523.344 KB)

Abstract

ABSTRAK : Pendekatan perhitungan alih ragam hujan menjadi debit sangat bervariasi. Metode-metode yang digunakan untuk menaksir besarnya debit aliran sungai, khususnya di DAS Kemuning Kabupaten Sampang didasarkan pada anggapan bahwa pada musim penghujan air tersedia secara berlebihan dan pada musim kemarau terjadi kekeringan. Metode-metode tersebut adalah Metode FJ. Mock dan NRECA, dimana kedua metode tersebut adalah yang dianjurkan menurut KP-01 tahun 2010. Dibandingkan dengan FJ. Mock, Metode NRECA memiliki hasil yang lebih baik dengan hasil kalibrasi yaitu untuk Koefisien Efisiensi Nash-Sutcliffe sebesar 0,858, Mean Absolute Error (MAE) sebesar 2,928, Koefisien Korelasi sebesar 0,977, dan  Kesalahan Relatif (Kr) rata-rata 27,924%. Nilai parameter kalibrasi yang dihasilkan (karakteristik DAS) untuk metode NRECA adalah koefisien reduksi 0,9 dengan ketentuan antara 0,4-0,9, PSUB (prosentase dari limpasan yang bergerak keluar dari DAS melalui limpasan permukaan) yaitu 0,4 dengan ketentuan antara 0,3-0,9, dan GWF (prosentase dari tampungan air tanah yang mengalir ke sungai sebagai aliran dasar) yaitu 0,6 dengan ketentuan antara 0,2-0,8.   Kata kunci: FJ. Mock, NRECA, alihragam, curah hujan, limpasan. ABSTRACT : The approaching transformation of rainfall calculation to discharge are really variative. This methods used to estimate the amount of river flow discharge, especially in Kemuning Watershed of Sampang Regency because in Sampang Regency have an assumption that in rainy season the water was excessively available and in dry season there was drought. The methods were FJ. Mock and NRECA, both of the methods were recommended according to KP-01 in 2010. Compared with FJ. Mock, NRECA method had a better result in calibration result for Nash-Sutcliffe Efficiency coefficient average 0,858, Mean Absolute Error (MAE) 2,928, Correlation Coefficient 0,977, and Relative Error (Kr) average 27,924%. The value of the resulting calibration parameter (based on watershed characteristics) for the NRECA method was 0.9 reduction coefficient with the provision between 0.4-0.9, PSUB (the percentage of runoff that moving out of the watershed by a surface runoff) that was 0.4 with the provision between 0,3-0,9, and GWF (percentage of groundwater catchment that flows into river as baseflow) that was 0,6 with the condition between 0,2-0,8. Keywords: FJ. Mock, NRECA, transformation, rainfall, runoff.

Page 10 of 33 | Total Record : 322