cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 322 Documents
STUDI PERENCANAAN EMBUNG BONAN DOLOK DI DESA SIBURUON KECAMATAN BALIGE KABUPATEN TOBA SAMOSIR PROVINSI SUMATERA UTARA Putra, Rengga Pratama; Hendrawan, Andre Primantyo; Fidari, Jadfan Sidqi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (809.913 KB)

Abstract

ABSTRAK: Di Kabupaten Toba Samosir terdapat banyak daerahapersawahan yang hanya mengandalkan air hujan. Hal ini membuat potensi pertaniannya maenjadi terhambat karena kurang maksimalnyaaketersediaan kebutuhan air irigasi. Untuk mengatasi masalah tersebut, upaya yang dapat dilakukan yaitu dengan membangun embung untuk mensuplai kebutuhan air irigasi di Daerah Irigasi Toba Samosir yang dapat dimanfaatkan pada musim kemarau. Tujuan utama dari studi ini adalah untuk merencanakan dimensi Embung Bonan Dolok yang aman dari aspek teknis. Tahap perencanaan embung meliputi beberapa tahap.Tahap pertama, analisis hidrologi untuk menghitung debit banjir rancangan, setelah itu dilakukan analisis neraca air guna mengetahui kebutuhan air dan kapasitas tampungan. Dari analisis tersebut selanjutnya direncanakan dimensi tubuh embung dan pelimpah. Kemudian, dilakukan analisis stabilitas terhadap lereng tubuh embung dan pelimpah untuk mengetahui agar dimensi yang direncanakan sudah sesuai. Dari hasil analisis yang sudah dilakukan, didapatkan tinggi embung 15 meter dengan tinggi embung berada pada elevasi +1059 m, lebar puncak embung 5,9 m, kemiringan hulu 1 : 3, kemiringan hilir 1 : 3, dan volume tampungan efektif sebesar 34.618,38 m3,volume tampungan mati 146,00 m3, volume tampungan total 34.764,38 m3. Sedangkan bangunan pelimpah yang digunakan adalah overflow type dengan lebar pelimpah 7 m dengan puncak mercu pelimpah berada pada elevasi +1057 m. Dalam analisis stabilitas, analisis yang digunakan dalam stabilitas lereng embung yaitu dengan metode Fellenius dan dari hasil analisis didapatkan angka keamanan yang memenuhiisyarat. Untuk analisis stabilitas pelimpah terhadap gaya uplift, gaya geser, gaya guling dan daya dukung tanah dalam keadaan normal dan juga gempa didapatkan angka aman yang telah memenuhiisyarat. Kata kunci : Embung Bonan Dolok, Pelimpah, Stabilitas, Tampungan ABSTRACT: In the Toba Samosir District, the water for rice fields was only supplied from rainwater. This may cause a limitation to increase the agriculture potential of this district. To solve these problems, an effort that can be done is to build a small dam to supply water for irrigation in the Toba Samosir Irrigation Area that reserves in the rainy season and can be used efficiently in the dry season. The main objective of this study is to design the dimension of Bonan Dolok Small Dam that meet the safety from any engineering aspects. The planning stage of construction small dam includesseveral steps.The first step is hydrological analysis to calculating flood flow, the next step is water balance analysis to supply  water and storage capacity.After that, the basin body dimension small dam and the spillway would be design. Finally, the stability of the body slope small dam and the spillway was analyzed to ensure that dimension planned was aplicable. As the result of this study, it is found that the height of the embankment was 15 meters with the height of the dam at the elevation of +1059 m, the width of embankment crest is 5.9 m and the slope of the upstream and the downstream was 1: 3. From the volume capacity analysis, the effective volume is 34,618.38 m3 with the dead storage volume is 146,00 m3 and a total storage volume is 34,764,38 m3. The spillway used was an overflow type that has a width of 7 m with the crest of the spillway was located at +1057 m elevation. From stability analysis using Fellenius method it can be evaluated that the embankment was safe against the rotational slide. For stability analysis of spillway in normal and earthquake condition it is observed that the structure is safe against uplift, shear and overturning force and had an adequate strength for its soil bearing capacity.   Keywords: Bonan Dolok Small Dam, Spillway, Stability, Storage
STUDI EVALUASI DAN PENGEMBANGAN JARINGAN DISTRIBUSI AIR BERSIH DI KECAMATAN PADEMAWU KABUPATEN PAMEKASAN MENGGUNAKAN SOFTWARE WATERCAD V8i Wirda, Wirda; Asmaranto, Runi; Fidari, Jadfan Sidqi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (674.433 KB)

Abstract

ABSTRAK: Kecamatan Pademawu ini memiliki 7 desa yang sudah terlayani kebutuhan airnya oleh PDAM yaitu Desa Majungan, Padelegan, Tanjung, Pademawu Timur, Pademawu Barat, Bunder dan Dasok dan pada perencanaan pengembangan hingga tahun 2036 ada penambahan daerah layanan di 4 desa lainnya yaitu Desa Baddurih, Pagagan, jarin dan Durbuk. Dalam studi ini dilakukan suatu evaluasi kondisi eksisting baik dari segi sumber, pompa, tandon serta komponen lainnya dan melaksanakan simulasi guna melihat kondisi hidrolis yang ada pada jaringan eksisting. Evaluasi ini dapat dijadikan acuan untuk perencanaan pengembangan 2036 kedepan. Perencanaan pengembangan yang meliputi 11 desa tersebut akan di simulasikan lagi menggunakan bantuan Software Watercad. Berdasarkan hasil akhir simulasi yang diperoleh dari software WaterCAD Perencanaan pengembangan dilakukan dengan penambahan beberapa komponen diantaranya kapasitas sumber air sebesar 20 lt/dt,  menara air, pompa, pergantian pipa dan juga penambahan katup PRV . Sehingga debit dan kondisi hidrolis jaringan air bersih dapat memenuhi kriteria yang telah ditentukan. Rencana anggaran biaya yang akan dikeluarkan pada perencanaan pengembangan ini sebesar Rp. 3.153.108.800,- Kata kunci: air bersih, watercad, jaringan, rencana pengembangan.   ABSTRACT : Pademawu District has 7 villages which have been served by the water needs by PDAM, Majungan, Padelegan, Tanjung, Pademawu Timur, Pademawu Barat, Bunder and Dasok and in development planning until 2036 there are additional service areas in 4 other villages, Baddurih, Pagagan , Jarin and Durbuk. In this study, an evaluation of the existing condition in terms of source, pump, tandon and other components and simulation is done to see the existing hydraulic conditions in the existing network. This evaluation can be used as a reference for future 2036 development planning. Development planning covering 11 villages will be simulated again using Watercad Software assistance. Based on the final simulation results obtained from WaterCAD software Development planning is done with the addition of several components such as water source capacity of 20 liters/second, water tower, pump, pipe change and addition of PRV valve. So that the discharge and hydraulic conditions of clean water network can meet the criteria that have been determined. The budget plan that will be spent on this development plan is Rp. 3.153.108.800, - Keywords: clean water, waterCAD, network, development planning.
STUDI PENENTUAN DAYA TAMPUNG BEBAN PENCEMARAN HULU SUNGAI BRANTAS RUAS TEMAS-DADAPREJO KOTA BATU DENGAN MENGGUNAKAN APLIKASI QUAL2KW Arief, Amalia Mardhatillah; Haribowo, Riyanto; Yuliani, Emma
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1042.684 KB)

Abstract

ABSTRAK: Sungai Brantas merupakan salah satu sungai utama yang menjadi sumber perairan bagi masyarakat di Jawa Timur. Sungai ini bersumber di Desa Sumber Brantas, Kecamatan Bumuaji, Kota Batu. Seiring berjalannya waktu terjadilah alih fungsi lahan dimana lahan pada area tersebut berubah dari area hutan menjadi area pertanian dan pemukiman. Dari data kualitas air yang ada, dapat dilihat bahwa beberapa parameter kualitas air telah melampaui baku mutu yang telah ditetapkan yaitu kelas I dan kelas II. Untuk itulah perlu dilakukan perhitungan beban pencemaran dan daya tampungnya. Untuk menganalisa parameter kualitas air tersebut di sepanjang aliran sungai, maka diperlukan suatu metode kontrol yang secara ekonomis dan teknis dapat dipertanggungjawabkan, salah satu metode tersebut adalah dengan cara model simulasi kualitas air menggunakan paket program QUAL2Kw. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi eksisting, jumlah beban pencemaran, besar daya tampung beban pencemarannya, serta status mutu air Sungai Brantas ruas Temas-Dadaprejo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini antara lain; segmentasi; kalibrasi; verifikasi; simulasi; perhitungan beban pencemaran dan daya tampung beban pencemaran; penentuan status mutu air. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini adalah nilai beban pencemaran yang paling besar terdapat pada reach kedua untuk semua parameter yaitu 8492,5 kg/hari untuk TSS, 378 kg/hari untuk BOD, dan 2270,6 untuk COD,. Hal ini dapat disebabkan karena jarak pada reach kedua yang paling panjang sehingga penggunaan lahan untuk pertanian dan pemukiman lebih banyak dari reach pertama dan ketiga. Nilai daya tampung yang paling tinggi untuk parameter TSS dan BOD terletak pada reach pertama sebesar 1462,6 kg/hari untuk TSS dan 65,2 kg/hari untuk BOD, sedangkan untuk parameter COD terletak pada reach kedua sebesar 618,9 kg/hari. Kata Kunci: QUAL2Kw, Sungai Brantas, Beban Pencemaran, Daya Tampung Beban Pencemaran. ABSTRACT: Brantas River is one of the main river that becomes the source of waters for people in East Java. This river is sourced in Sumber Brantas Village, Bumuaji District, Batu City. As time goes by, there was a land conversion from the forest area to the agricultural and settlement areas. From the existing water quality data, it can be seen that some parameters of water quality have exceeded the established quality standard (class I and class II). Therefore we need to calculate the pollution load and its capacity. To analyze the water quality parameters along the river flow, it is necessary to have a control method which economically and technically can be accounted for, one such method is by water quality simulation using QUAL2Kw program. This study aims to determine the existing condition, the amount of pollution load, the pollution load capacity, and the water quality status in  Brantas River Temas-Dadaprejo segment. The method used in this research; segmentation; calibration; verification; simulation; calculation of pollution load and pollution load capacity; determination of water quality status. The results obtained from this study are the largest pollution load value found at the second reach for all parameters, ie 8492.5 kg / day for TSS, 378 kg / day for BOD, and 2270.6 for COD. This can be due to the distance at the longest reach of the longest so that land use for agriculture and settlement is more than the first and third reach. The highest rated capacity for TSS and BOD parameters lies in the first reach of 1462.6 kg / day for TSS and 65.2 kg / day for BOD, whereas for COD parameters lies. Keywords : QUAL2Kw, Brantas River, Pollution Load, Pollution Load Capacity
Studi Kelayakan Pembangunan Dermaga Pelabuhan Canti Rajabasa Kabupaten Lampung Selatan Andono, Rizky Harsya; Purwati, Endang; Sholichin, Mohammad
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (665.076 KB)

Abstract

Pelabuhan Canti di Kecamatan Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan ini adalah salah satu pelabuhan rakyat yang dimana fungsi pelabuhannya akan ditingkatkan menjadi Pelabuhan Lokal yang berfungsi sebagai Pelabuhan Pengumpan Lokal sesuai dengan RencanabbIndukbPelabuhan Nasional No. KP 414 Tahun 2013 dan Peraturan Daerah KabupatenbLampung Selatan Nomor 15 Tahun 2012 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah KabupatenbLampung Selatan 2011-2031, Pelabuhan Canti ditetapkan sebagai Pelabuhan Lokal yang berfungsi sebagai Pelabuhan Pengumpan Lokal. Sebagai Pelabuhan Pengumpan Lokal maka Pelabuhan Canti dari segi pelayanan ialah pelabuhan yang fungsinya melayani kegiatan angkutan laut dalam negeri, bongkar muat angkutan laut dalam negeri dalam jumlah terbatas, dan merupakan pengumpan bagi pelabuhan utama dan pelabuhan pengumpul, dan sebagai tempat asal tujuan penumpang dan/atau barang, serta angkutan penyeberangan dengan jangkauan pelayanan provinsi. Dengan kenaikan fungsionalitas pelabuhan serta kondisi eksisting Pelabuhan Canti yang tidak sesuai dengan keamanan dan keselamatan pelayaran menjadi dasar dari pekerjaan pembangunan proyek Pelabuhan Canti di Kecamatan Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan yang bertujuan untuk dapat memfasilitasi angkutan kebutuhan pokok masyarakat yaitu sandang, pangan dan papan, hasil bumi seperti pertanian, peternakan, perikanan dan layanan jasa pariwisata menuju alur pelayaran yang telah ditentukan.
STUDI PENENTUAN DAYA TAMPUNG BEBAN PENCEMARAN HULU SUNGAI BRANTAS RUAS KEKEP-PUNDEN KOTA BATU DENGAN MENGGUNAKAN APLIKASI QUAL2Kw richa, vicky ataki; haribowo, riyanto; prayogo, tri budi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (917.627 KB)

Abstract

ABSTRAK: Sungai Brantas yang berada di Kota Batu merupakan salah satu sungai utama yang menjadi sumber perairan bagi pertanian dan perkebunan. Jumlah penduduk yang terus meningkat setiap tahun menyebabkan semakin tercemarnya Sungai Brantas, oleh karena itu diperlukan pemantauan kualitas air. Berdasarkan permasalahan diatas, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui besar daya tampung beban pencemaran sungai yang merupakan salah satu alat pantau kualitas air. Untuk menghitung daya tampung beban pencemaran dalam studi ini menggunakan aplikasi QUAL2Kw dengan parameter-parameter yang diambil adalah DO, BOD, COD, dan TSS. Pada aplikasi ini diperoleh hasil dari beban pencemaran dan daya tampung pada masing-masing segmen. Untuk beban pencemaran yang paling tinggi untuk semua parameter berada pada segmen ketiga, yaitu untuk parameter TSS 1131,84 kg/hari, BOD 45,273 kg/ hari, dan COD 294,278 kg/ hari. Hasil daya tampung beban pencemaran terbesar untuk parameter TSS 455,328 kg/ hari, BOD memiliki hasil yang sama antara segmen pertama dan segmen keempat yaitu sebesar 1,036 kg/ hari, COD 68,774 kg/ hari. Untuk perhitungan status mutu air dengan Indeks Pencemaran didapatkan hasil pada semua titik tercemar ringan. Kata Kunci: QUAL2Kw, Sungai Brantas, Kualitas Air, Daya Tampung Beban Pencemaran, Status Mutu Air   ABSTRACT: Brantas River that located in Batu City is one of the main river which become the source of water for agriculture and plantation. The increasing number of people every year causes the pollution of Brantas River, therefore it is necessary to monitor the water quality. Based on that problems, the purpose of this study is to determine the capacity of river pollution load which is one of the water quality monitoring control. The calculation of the pollution load capacity in this study used QUAL2Kw application program which water quality parameters that taken are DO, BOD, COD, and TSS. In this application obtained the result of pollution load and capacity in each segment. The highest pollution load for all parameters is in the third segment, there are TSS 1131.84 kg/day, BOD 45.273 kg/day, and COD 294.278 kg/day. The highest pollution load capacity for TSS parameter 455.328 kg/day, BOD has the same result between the first segment and the fourth segment that is 1.036 kg/day, COD 68.774 kg/day. For calculation of water quality with Pollution Index obtained result at all point of lightly contaminated. Keywords: QUAL2Kw, Brantas River, Water Quality, The Pollution Load Capacity, Status of Water Quality  
EVALUASI DAN RASIONALISASI KERAPATAN JARINGAN POS HUJAN DAN POS DUGA AIR DENGAN METODE STEPWISE DI SUB DAS LESTI Kurniawati, Tri; Suhartanto, Ery; Harisuseno, Donny
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1021.04 KB)

Abstract

ABSTRAK Kuantitas dan kualitas data hidrologi yang akurat tidak terlepas dari pentingnya jaringan pos hidrologi yaitu pos hujan dan pos duga air. Tujuan dari studi ini adalah untuk mengevaluasi dan merasionalisasi kerapatan jaringan pos hujan dan pos duga air di Sub DAS Lesti menggunakan metode stepwise. Evaluasi kerapatan jaringan pos hujan dan pos duga air eksisting menggunakan standar WMO (World Meteorological Organization). Sedangkan analisa hubungan kerapatan jaringan pos hujan dan pos duga air menggunakan metode stepwise dan mendapatkan rekomendasi pos hujan dilihat dari nilai koefisien korelasinya. Rekomendasi pos hujan yang rasional dilihat dari 2 aspek yaitu uji statistika dan luas daerah pengaruh dari masing-masing pos hujan. Hasil evaluasi kerapatan jaringan pos hujan dan pos duga air dengan standar WMO, sudah rasional untuk pos duga air. Sedangkan untuk pos hujan walaupun terdapat 6 pos hujan dan telah memiliki kerapatan jaringan yang bagus namun hal tersebut belum rasional karena penyebarannya belum cukup merata jika dilihat dari luas daerah pengaruh pada masing-masing pos hujan. Dan hasil analisa hubungan kerapatan jaringan pos hujan dan pos duga air dengan metode stepwise didapatkan rekomendasi jumlah pos hujan yang rasional yaitu rekomendasi 1 dengan jumlah 2 pos hujan dan rekomendasi 2 dengan jumlah 3 pos hujan. Kata kunci: kerapatan jaringan pos hujan, standar WMO, hubungan pos hujan dan pos duga air, metode stepwise   ABSTRACT The accuracy of quantity and quality hydrology data is related with the importance of hydrology station network especially rain gauge station and automatic water level recorder. This study discusses about evaluation and rationalization network density of rain gauge station and automatic water level recorder in Lesti sub watershed with stepwise method. Evaluation network density of rain gauge station and automatic water level recorder existing uses WMO (World Meteorological Organization)’s standard. Analysis the relation in network density of rain gauge station and automatic water level recorder uses stepwise method and the result will get rain gauge station recommendation from its correlation coefficient. Then rain gauge station recommendation which is rational is seen by 2 aspects, they are statistic result and catchment area of rain gauge station. Based on evaluation network density of rain gauge station and automatic water level recorder with WMO’s standard, automatic water level recorder has been rational. And rain gauge station has not been rational yet because deployment of rain gauge station is not prevalent, although there are 6 rain gauge stations and it has good network density. Rain gauge station recommendation which is rational are recommendation 1 with 2 rain gauge stations and recommendation 2 with 3 rain gauge stations based on the result of analysis relation in network density of rain gauge station and automatic water level recorder with stepwise method. Keywords: network density of rain gauge station, WMO standard, relation of rain gauge station and automatic water level recorder, stepwise method
IDENTIFIKASI KARAKTERISTIK FISIK DAN MINERALOGI MATERIAL PIROKLASTIK HASIL ERUPSI GUNUNG KELUD DI SUNGAI KALI SAMBONG DESA PANDANSARI KECAMATAN NGANTANG KABUPATEN MALANG SEBAGAI ALTERNATIF MATERIAL TIMBUNAN Aristantha, Fatan; Hendrawan, Andre Primantyo; Asmaranto, Runi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (840.17 KB)

Abstract

ABSTRAK: Desa Pandansari Kabupaten Malang yang berada dekat dengan Gunung Kelud merupakan salah satu lokasi dengan dampak paling parah akibat erupsi Gunung Kelud pada tahun 2014. Paska erupsi tersebut terdapat deposit melimpah material piroklastik di sepanjang Kali Sambong dekat Desa Pandansari. Sasaran utama pada studi ini adalah untuk menginvestigasi karakteristik fisik dan mineralogi material piroklastik dari Gunung Kelud sebagai material urugan kembali. Dua lokasi pengambilan sampel dipilih: pertama, batu apung dan batuan piroklastik diambil disekitar Jembatan Kali Sambong, lokasi kedua yang terletak sekitar 3-4 km pada bagian hulu Jembatan Kali Sambong diambil 4 sampel material butiran yang lebih halus. Hasil studi ini berdasarkan pengujian analisa saringan terlihat bahwa pecahan batu apung, pecahan batuan piroklastik dan pasir dapat diklasifikasikan sebagai Pasir Halus (A-3) berdasarkan klasifikasi AASHTO. Berdasarkan klasifikasi USCS, sebagian besar sampel piroklastik dapat diklasifikasikan sebagai SW (well graded); hanya 2 sampel pasir dari hulu Jembatan yang diklasifikasikan sebagai SP (poorly graded). Berdasarkan pengujian specific gravity (Gs) pada seluruh sampel diketahui bahwa nilai Gs bervariasi antara 2.522 sampai 2.946 yang berarti sejenis dengan pasir pada umumnya. Berdasarkan pengujian kerapatan dan angka pori pada seluruh sampel diketahui bahwa nilainya juga mirip dengan pasir pada umumnya. Berdasarkan analisa SEM-EDX, terlihat bahwa pada batu apung dan batuan piroklastik memiliki pori-pori yang saling berhubungan, memiliki tekstur yang vesikuler serta kandungan unsur dominan berupa silica (Si). Berdasarkan analisa X-RF, terlihat dari seluruh sampel bahwa silica (Si) merupakan unsur paling dominan dengan prosentase yang berbeda pada setiap sampel. Berdasarkan analisa X-RD, dapat disimpulkan bahwa komposisi senyawa paling dominan adalah Anorthite (Ca (Al,Fe)2 Si2 O8). Berdasarkan analisa AAS, diketahui bahwa senyawa paling dominan adalah SiO2. Dengan klasifikasi batuan standar berdasarkan kandungan silica (SiO2), material piroklastik dari Gunung Kelud diklasifikasikan sebagai asam dengan kandungan silica (SiO2) lebih dari 66%.Kata Kunci: Material Piroklastik, karakteristik fisik, identifikasi mineralogi, alternatif material timbunan.ABSTRACT: Pandansari village at Malang Regency was located near Mount Kelud and one of the areas that has been damaged seriously by Mount Kelud eruption in 2014. After the eruption a large of pyroclastic materials has been deposited along Kali Sambong River near from this village. The main objective of this study is to investigate the physical and mineralogy characteristics of pyroclastic materials from Mount Kelud as backfill materials. Two locations of collecting samples were chosen: first, the pumice and other pyroclastic rocks were taken around Kali Sambong Bridge and the second location was located about 3-4 km at upstream of Kali Sambong Bridge to collect 4 samples of finer granular materials. As a result of this study, based on sieve test analysis it is showed that crushed pumice, crushed pyroclastic rock and sand can be classified as sand with the fine grain (A-3) by using AASHTO classification. By using USCS classification, most of pyroclastic samples can be classified as SW (well graded); only samples of sand from upstream are classified as SP (poorly graded sand). From specific gravity (Gs) testing of all samples it is found that the values of Gs are varied in a range of 2.522 to 2.946 which are similar with natural common sand. From density and void ratio from all samples it is observed that their value were also similar with natural common sand. From SEM-EDX analysis, it is seen that pumice and pyroclastic rock have inter-connected vesicular with the dominant element is silica (Si). From X-RF analysis, it is seen from both samples that silica (Si) is the dominant element with different percentage. From X-RD analysis, it can be concluded that the dominant compound is Anorthite (Ca (Al,Fe)2 Si2 O8). From AAS analysis, it is observed that the dominant compound is SiO2, using a simple rock classification based on silica (SiO2) content, the pyroclastic materials from Mount Kelud can be classified as acidic which has more than 66% of silica content.Keywords: Pyroclastic materials, physical characteristics, mineralogy identification, alternative backfill material.
STUDI PERENCANAAN SPILLWAY BENDUNGAN SEULIMEUM DI KABUPATEN ACEH BESAR PROVINSI NANGGROE ACEH DARUSSALAM Suryanto, Rony Yuli; Taufiq, Mohammad; Marsudi, Suwanto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1809.053 KB)

Abstract

ABSTRAK PerencanaanApelimpahABendunganASeulimeum merupakan..salah..satu bagian..penting dari perencanaanABendungan Seulimeum. Tahapanaawal dari studiiini yaitu merencanakan pelimpahhsesuaiddengan kondisi hidrologi, hidrolika, topografiddanggeoteknik. Setelah itu dilakukan analisa mengenai stabilitas guling, geser dan daya dukung tanah dari bangunan tubuh pelimpah dan dinding penahan. Dari hasil analisa stabilitas didapatkan keadaan bangunan dan desain yang memenuhi persyaratan keamanan, dalam studi ini bangunan tubuh pelimpah dan dinding penahan menggunakan konstruksi beton bertulang. Darihhasilsstudiddidapatkan analisa berupaddesainppelimpah overflow dengan perencanaan hidrolikappelimpahhtelahmmemenuhiuuntukkkondisiQQ100, Q1000 dan QPMF. Selanjutnya  merencanakan bentuk dinding penahan dengan menggunakan dinding penahan tipe kantilever. Selanjutnya analisa berupa stabilitas danndaya dukung tanah tubuh pelimpah dan dindinggpenahannmemenuhippersyaratan.DDayaadukunggtanah.pada,tubuh pelimpahhdan dindinggpenahanndapattmenahanntegangannyanggterjadippadaabangunan. Pada konstruksi tubuh-pelimpah-dan-dinding-penahan-direncanakan-dengan-beton-f’c-=-25-Mpa-dan-fy = 400 Mpa.   Kata Kunci: Pelimpah, Dinding Penahan, Beton Bertulang   ABSTRACT The plan of Seulimeum Spillway is one of importan section from planning Dam Seulimeum. The initial stage of the study is to plan the spillway according to hydrological, hydraulic, topographic and geotechnical. Thereafter an analysis of the stability of overturning, slip, and soil bearing capacity of the spillway and retaining walls is observed. From the stability analysis results obtained the state of buildings and designs that meet the security requirements, in this study the spillway and retaining walls using reinforced concrete construction. From the analysis of the study results obtained the form of the overflow spillway design which the spillway hydraulics plan has accept the conditions for Q100, Q1000 and QPMF. Further plan the shape of the retaining wall by using cantilever type retaining wall. Further analysis of the stability and soil bearing weir spillway and retaining walls accept the satisfaction. Analysis for stress foundation for spillway and retaining walls is sufficient about allowable bearing capacity. In the construction of the spillway and retaining walls construction concrete planned  f'c = 25 Mpa and fy = 400 Mpa   Keywords: Spillway, Retaining Wall, Reinforced Concrete
STUDI PERENCANAAN SPILLWAY BENDUNGAN LOEA KABUPATEN KOLAKA TIMUR PROVINSI SULAWESI TENGGARA Jalaludin, Muhammad Satia; Taufiq, Mohammad; Juwono, Pitojo Tri
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1571.329 KB)

Abstract

ABSTRAKPerencanaan pelimpah Bendungan Loea adalah salah satu dari kajian terpenting perencanaan Bendungan Loea. Inti dari studi ini adalah merencanakan pelimpah berdasarkan pertimbangan topografi, hidrologi dan hidrolika yang sesuai. Kemudian dalam setudi perencanaan ini ada dua bagian terpenting yang dianalisis keamanannya yakni mercu pelimpah dan dinding penahan yang ditinjau dari keamanan terhadap gaya geser, gaya guling dan daya dukung tanah. Perencanaan penulangan dan pembetonan konstruksi juga tak kalah penting dalam studi perencanaan ini demi mewujudkan kesempurnaan perencanaan konstruksi. Dari analisis hidrologi dan hidrolika hasil studi didapatkan sebuah desain pelimpah bertipe pelimpah samping dengan bentuk mercu pelimpah USBR Ogee tipe I serta kolam olakan USBR tipe II yang telah memenuhi untuk kondisi banjir rancangan Q100th, Q1000th dan QPMF. Untuk desain dinding penahan yang direncanakan dalam studi ini ialah dinding penahan tipe kantilever. Dari analisis faktor keamanan bangunan didapatkan nilai yang memenuhi kriteria standar yang berlaku pada sebuah bangunan yang tahan terhadap gaya geser, gaya guling dan daya dukung tanah. Adapun untuk perencanaan pembetonan dan penulangan pada konstruksi mercu pelimpah dan dinding penahan direncanakan dengan mutu beton f’c = 30 MPa dan fy = 300 MPa.Kata Kunci: Pelimpah Samping, Kantilever,Dinding Penahan, Beton bertulangABSTRACTPlanning of the Loea Dam is one of the most important studies of the Loea Dam design. The core of this study is to plan the spillway based on topographic, hydrological and hydraulic appropriate considerations. Then in this set of planning there are two most important parts that are analyzed for safety, they are spillway weir and retaining walls viewed from safety against shear forces, slipping forces and soil bearing capacity. Planning of reinforcement and construction of concrete is also important in this planning study in order to realize the perfection of construction planning. From hydrological and hydraulic analysis, the result of the study was obtained a side-channel spillway design with Ogee type I nappe-shape crest weir and a type II of USBR basin that has been fulfilled for Q100th, Q1000th and QPMF flood design condition. For the design of the retaining wall planned in this study is a cantilever type wall. From the analysis of building safety factors obtained values that meet the standard criteria applicable to a building that is resistant to shear forces, slipping forces and soil bearing capacity. As for the planning of concretion and reinforcement on the construction of spillway and retaining wall is planned with the quality of concrete f'c = 30 MPa and fy = 300 MPa.Keywords: Side channel Spillway, Cantilever,Retaining Wall, Reinforced Concrete
STUDI ANALISIS HARGA AIR PDAM KABUPATEN BANGKALAN TERHADAP PENGEMBANGAN JARINGAN PIPA SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM DI KKJSM (KAWASAN KAKI JEMBATAN SISI MADURA) KECAMATAN LABANG Sandy, Dina Yunita; Juwono, Pitojo Tri; Lufira, Rahmah Dara
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (726.649 KB)

Abstract

STUDI ANALISIS HARGA AIR PDAM KABUPATEN BANGKALAN TERHADAP PENGEMBANGAN JARINGAN PIPA SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM DI KKJSM (KAWASAN KAKI JEMBATAN SISI MADURA) KECAMATAN LABANG Dina Yunita Sandy¹, Pitojo Tri Juwono², Rahmah Dara Lufira3 ¹Mahasiswa Program Sarjana Teknik Jurusan Teknik Pengairan Universitas Brawijaya ²Dosen Jurusan Teknik Pengairan Fakultas Teknik Universitas Brawijaya 3Dosen Jurusan Teknik Pengairan Fakultas Teknik Universitas Brawijaya Teknik Pengairan Universitas Brawijaya-Malang, Jawa Timur, Indonesia Jalan MT. Haryono 167 Malang 65145 Indonesia e-mail: dinaferiston@yahoo.co.id ABSTRAK KKJSM (Kawasan Kaki Jembatan Sisi Madura) adalah salah satu kawasan yang akan dikembangkan yang terletak di pesisir utara Jembatan Suramadu. Wilayah pengembangan KKJSM berada di Kecamatan Labang, meliputi desa Sukolilo Barat, Pangpong, Ba’engas, Labang, Morkepek, Petapan, Sendang Laok dan Sendang Dajah. Studi ini membahas tentang analisa ekonomi di KKJSM  (Kawasan Kaki Jembatan Sisi Madura) dengan memprediksikan biaya operasianal naik 10% setiap 5 (lima) tahun sekali. Dan dengan melakukan analisa hidrolika terlebih dahulu. Sistem Penyediaan Air Minum untuk KKJSM (Kawasan Kaki Jembatan Sisi Madura) memanfaatkan debit Sumber air Sungai Pocong sebesar 100 l/dt. Dari hasil simulasi menunjukkan hasil yang sama pada kondisi hidrauliknya yaitu, kecepatan berkisar 0,1 – 0,92 m/dt, headloss gradient berkisar 0,0 – 0,002 m/km, dan tekanan berkisar 0,69 – 1,97 atm. Rencana Anggaran Biaya (RAB) untuk pembangunan SPAM KKJSM sebesar Rp 59.455.272.200,00 Analisa ekonomi pada tingkat suku bunga 6,5% didapatkan bahwa nilai  BCR (Benefit Cost Ratio) sebesar 1,00 pada 5 (lima) tahun pertama, kedua, ketiga, keempat. NPV (Net Present Value) sebesar Rp 0/ tahun pada 5 (lima) tahun pertama, kedua, ketiga dan keempat. IRR (Internal Rate Return) sebesar 6,501% pada 5 (lima) tahun pertama, kedua, ketiga dan keempat. Analisa Pengembalian (Payback Period) selama 10,342 tahun pada 5 (lima) tahun pertama, kedua, ketiga dan keempat, dan harga air minimum B/C=1 pada 5 (lima) tahun pertama sebesar Rp 6.602,47/m³, pada 5 (lima) tahun kedua sebesar Rp 6.519,71/m³, pada 5 (lima) tahun ketiga sebesar Rp 5.135,98/m³, pada 5 (lima) tahun keempat sebesar Rp 5.055,29/m³.   Kata kunci: Air Minum, Sistem Jaringan Pipa, Rencana Anggaran Biaya, Analisa Ekonomi, Harga Air. ABSTRACT KKJSM ( Bridge Foot Region of Madura Side) is one of the area to be developed which is located on the coast north Bridge Suramadu . The development area of ​​KKJSM is located in District of Labang, covering the villages of West Sukolilo, Pangpong, Ba'engas, Labang, Morkepek, Petapan, Sendang Laok and Sendang Dajah. Studies this discuss about the analysis economy in KKJSM ( Bridge Foot Region Side of Madura) with predicted cost operations up 10% every 5 (five) years once . And with do analysis hydraulics first. System Water Supply for KKJSM ( Bridge Foot Region Side of Madura) utilizing discharge Pocong River water source amount 1 00 l / d t . The simulation results showed the same results on the condition hydraulic namely, speed ranges 0, 1 to 0.9 to 2 m / sec, headloss gradient ranging from 0.0 to 0.002 m / km, and a pressure range of 0, 69-1, 9 7 ATM. Budget Proposal (RAB) for SPAM KKJSM development amounted to Rp 59.455.272.200,00 Analysis economy on level tribe 6.5% interest found that the value of BCR ( Benefit Cost Ratio ) of 1.00 in 5 (five) years first , second , third , fourth . NPV ( Net Present Value ) of Rp 0 / year in 5 ( five ) first , second , third and fourth years. IRR ( Internal Rate Return ) of 6.501% in  first, second , third and fourth 5 ( five) years. Analysis Returns (Payback Period) for 10.342 years  in first , second , third and fourth 5 (five) years, and minimum water price B / C = 1 at first of 5 (five) years amount Rp 6,602.47 / m³, at second of 5 (five) years amount Rp 6,519.71 / m³, at 5 (five) third year amount Rp 5,135.98 / m³, at fourth of 5 (five) years amount Rp 5.055,29 / m³.   Keywords : Drinking Water , System Network Pipe , Plan Budget Cost , Analysis Economics , Water Prices.

Page 2 of 33 | Total Record : 322