cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 322 Documents
UJI MODEL FISIK BAFFLED CHUTE UNTUK PENINGKATAN PEREDAMAN ENERGI PADA PELIMPAH BENDUNGAN RIAM KIWA KECAMATAN PARAMASAN KABUPATEN BANJAR PROVINSI KALIMANTAN SELATAN Rahman, Muhammad Adhia; Sholichin, Moh.; Cahya, Evi Nur
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1024.914 KB)

Abstract

ABSTRAK : Dengan melihat kondisi uji model Bendungan Riam Kiwa yang dilakukan sebelumnya, kondisi aliran pada saluran pengarah hilir dalam kondisi aliran subkritis namun dengan nilai bilangan froude ≈ 0,9 - 1 dan hal ini kurang dianjurkan secara keamanan hidraulis. Maka perlu dilakukan penelitian uji model perencanaan alternatif desain lain yang pada penelitian ini dengan menggunakan desain baffled chute pada saluran peluncur. Uji model fisik baffled chute Bendungan Riam Kiwa ini dilakukan dalam 2 kondisi yakni dengan tinggi baffled chute 3 meter dan 2 meter, yang dikombinasikan dengan peredam energi USBR tipe II dan I pada peredam energi akhir. Penelitian uji model fisik baffled chute Bendungan Riam Kiwa menggunakan model dengan skala 1:65 dan dilakukan dengan 5 seri percobaan. Hasil penelitian akan terfokus pada kondisi tinggi muka air dan besarnya kecepatan aliran dan akan dilakukan perbandingan pada tiap seri. Diketahui bahwa pada setiap seri percobaan kondisi kecepatan aliran telah berkurang dibandingkan model seri original design.   Kata kunci: Uji model fisik, baffled chute, peredam energi, efektifitas, dan trayektori aliran   ABSRACT : By looking at the condition of the model test Riam Kiwa Dam before, the flow conditions in the escape channel was in the sub-kritical flow conditions but with a value of froude number ≈ 0,9 – 1 and it is less recommended in the security of hidraulic. Then the research needs to be done to test another alternative planning model design at this time using design of baffled chute on the chute channels. The model test of baffled chute Riam Kiwa Dam is done in two conditions: with a height of 3 meters and 2 meters of baffled chute and combined with the USBR energy dissipator type II and I in the final stilling basin. The model test research of baffled chute on Riam Kiwa Dam using models with scale 1:65 and done with 5 experimental series. The research results will be focused on the condition of high water level and the velocity of the flow and also would do a comparison from each series. It is known that each series of experimental, the condition of the flow rate has been reduced compared to the original design series models. Keywords: Model test, baffled chute, energy dissipator, the effectiveness, and jet trajectories
UJI MODEL FISIK AMBANG BERCURAT SEBAGAI ALTERNATIF PENGGANTI SKOT BALOK Suryarawit, Gigih; Priyantoro, Dwi; Wicaksono, Prima Hadi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (486.204 KB)

Abstract

Dalam praktek irigasi, pada bangunan sadap memanfaatkan peran skot balok un­tuk mengendalikan debit yang masuk ke bangunan sadap. Dilihat dari segi konstruksi, skot balok merupakan konstruksi yang sederhana, akan tetapi penggunaan skot balok dalam irigasi belum praktis, yaitu pemasangan dan pemindahan balok memerlukan sedikit-dikitnya dua orang dan memerlukan banyak waktu. Oleh sebab itu peningkatan efisiensi dalam pengoperasian bangunan irigasi perlu dilakukan. Dari hasil penelitian didapatkan nilai korfisien debit rata-rata curat adalah 0,894. Artinya memiliki perbedaan yang signifikan jika dibanding­kan dengan koefisien debit yang melalui lubang pada tanki yang nilai rata-ratanya 0,620. Batas rasio perbedaan muka air hilir dan muka air hulu, h2/hABC > 0,08 supaya tidak menimbulkan aliran tenggelam. Untuk menentukan dimensi ambang bercurat dapat didekati menggunakan kombinasi kurva hungungan antara (QABC/(√h15g)) dengan hABC/h1 dengan persamaan QABC = Cd.A.(2.g.hABC)0,5 pada kondisi aliran bebas dan  QABC = Cd.A.(2.g.(hABC – h2))0,5 pada kondisi aliran tenggelam.
STUDI PERENCANAAN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA MIKRO HIDRO (PLTMH) DESA CIKEUSIK KECAMATAN CIDAHU KABUPATEN KUNINGAN PROVINSI JAWA BARAT oktanti, vita; Juwono, Pitojo Tri; Wicaksono, Prima Hadi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (806.686 KB)

Abstract

ABSTRAK : Sungai Cisanggarung yang terletak di Kabupaten Kuningan ini memiliki tinggi jatuh yang sangat rendah setinggi 1,054 m dan pemilihan jenis turbin.yang digunakan tergolong Pumps As Turbin (PAT). Dalam kondisi tersebut, Sungai Cisanggarung mendukung untuk dibangunnya PLTMH. Sungai Cisanggarung dapat mengalirkan debit yang diandalkan sepanjang.tahunnya dan memiliki kontur sesuai dengan teknis perencanaan untuk dibangunnya PLTMH Cikeusik.Dalam perencanaan PLTMH Cikeusik, debit pembangkit Q90% sebesar 1,509 m3/detik dan bangunan sipil meliputi bangunan pengambilan memiliki lebar pintu 2,2 meter. Pipa pesat berdiameter 0,97 meter. Turbin yang digunakan adalah jenis Axial Flow Pump As Turbine, menghasilkan daya 11,934 kW dan energi sebesar 104.545,17 kWh. Hasil Rencana Anggaran Biaya (RAB) perencanaan PLTMH Cikeusik adalah Rp 1.242.193.008,33.   Kata kunci: PLTMH, Debit, Turbin, Listrik, Rencana Anggaran Biaya   ABSTRACT : Cisanggarung River located in the district Kuningan has a very low head as 1,054 m and selection different types of turbines used Pumps As Turbin (PAT). In these conditions, river Cisanggarung support for the building of PLTMH. Cisanggarung River can flow the discharge water that reliable throughout the year and have contours in accordance with technical planning to built a PLTMH Cikeusik. In plannings PLTMH Cikeusik, plant discharge Q90% of 1.509 m3/s and civic buildings include intake has 2.2 meters. Diameter penstockpipe of 0.97 m. The turbine used is type Axial Flow Pump Turbine, power of 11.934 kW and energy amounted to 104,545.17 kWh. The results of the budget plan costs (RAB) planning PLTMH Cikeusik is Rp 1,242,193,008.33. Key words: PLTMH, Flow, Turbine, Electric, Plans Cost Budget
Perencanaan Kolam Retensi Sebagai Usaha Mereduksi Banjir Sungai Citarum Hulu, Kabupaten Bandung Baskoro, Bima Adhi; Sisinggih, Dian; Marsudi, Suwanto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1312.363 KB)

Abstract

ABSTRAK: Sungai Citarum Hulu (Cekungan Bandung) memiliki kapasitas debit rata-rata 550 m3/dt, apabila debit sungai melebihi kapasitas tersebut, maka terjadi genangan pada 3 Kecamatan, yaitu Baleendah, Dayeuhkolot, dan Bojongsoang. Mengingat sebagian besar wilayah Kecamatan Baleendah khususnya kampung Cieunteung merupakan daerah dataran rendah, tidak menutup kemungkinan banjir akan terjadi di wilayah ini akibat luapan Sungai, maka dari itu dibutuhkan suatu upaya pengendalian banjir, salah satunya perencanaan kolam retensi, guna mereduksi banjir. Pada studi ini, dilakukan analisa hidrologi guna mendapatkan debit banjir rancangan pada lokasi studi.. Selanjutnya dilakukan analisa hidrolika untuk mengetahui kondisi eksisting dengan banjir kala ulang 50 tahun untuk mengetahui seberapa besar dampak banjir dengan menggunakan bantuan paket program HEC-RAS 5.0.3. Selanjutnya direncanakan bangunan inlet berupa pelimpah samping dan bangunan outlet berupa pintu pengeluaran. Berdasarkan hasil perbandingan hasil analisa kondisi eksisting dengan kondisi setelah adanya pengendalian banjir dengan perencanaan kolam retensi, mengalami reduksi bila di bandingkan dengan kondisi eksisting yang mengalirkan debit kala ulang 50 tahun sebesar 590,098 m3/detik, debit dapat tereduksi menjadi 550 m3/detk atau sekitar 7%. Selanjutnya dilakukan analisa stabilitas lereng Kolam Retensi dengan menggunakan metode Bishop, berdasarkan hasil analisa stabilitas, didapatkan angka keamanan dengan cara coba-coba dari beberapa titik di sepanjang garis kelongsoran yang memenuhi syarat keamanan. Kata Kunci: Banjir, HEC-RAS, Kolam Retensi, Stabilitas ABSTRACT:.  The upstream of citarum river (bandung water basin) have a discharge capacity in average 550 m3/s. If the discharge of the river is exceeding the capacity, floods will occur at several sub-districts, among others, Baleendah, Dayeuhkolot, & Bojongsoang. Most of the area at Baleendah, particularly in Cieunteung Village, is one kind of lowland area and it leads a flood to occur because of the river overflow. Therefore, it is necessary to do flood control, such as retention pond. In this research, hydrological analysis is conducted to obtain the design flood discharge. Then the hydraulics analysis is conducted to determine the condition of the existing flood in 50 years return period, to know the impact of flooding using HEC-RAS 5.0.3. Next is planning a sideweir in the inlet and a sluice gate in the outlet. Based on the comparison of existing condition analysis and condition after flood control with retention flood planning, there is a reduction of the discharge in 50 years return period, from 590,098 m3/s, becomes 550 m3/s, means it was reduced about 7%. The retention pond retard stability analysis using the Bishop method, based on the stability analysis, was obtained by using a trial and error from several points along the safety slip surface.. Keywords: Flood, HEC-RAS, Retention pond, Stability
STUDI PERENCANAAN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA MINIHIDRO (PLTM) DI SUNGAI WARKAPI DISTRIK TANAH RUBUH KABUPATEN MANOKWARI PROVINSI PAPUA BARAT Sukma, Dwi Mahenra; Marsudi, Suwanto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (680.516 KB)

Abstract

ABSTRAK: Papua Barat merupakan salah satu provinsi yang adaadi Indonesia yang masih kekurangan pasokan listrik, sehingga kebutuhan listrik di provinsi ini haruslah terpenuhi. Untuk mengatasi masalah tersebut, di distrik Tanah Rubuh terdapat sungai yaitu sungai Warkapi yang memiliki potensi untuk menghasilkkan energi listrik dengan dibangunnya Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM). Menurut hasil kajian, debit banjir rancangan yang digunakan dengan kala ulang 100 tahun sebesar 502.66 m3/detik, dan debit andalan yang digunakan adalah debit andalan 45% sebesar 7.232 m3/detik digunakan sebagai debit pembangkitan. Pada PLTM Warkapi ini menggunakan bendung tipe sabo dikarenakan material dominan pada sungai warkapi yaitu kerikil dan batu-batu kecil. Tebal mercu sebesar 2 meter, tinggi bendung 1.5 meter, lebarrefektif bendung 30.693 meter. Adapun komponen-komponen sipil lain pada PLTM ini antara lain bangunan pengambilan, saluran pengarah, bak pengendap disatukan dengan bak penenang, pintu penguras, pipa pesat dan saluran pembuang. Pada PLTM ini menggunakan turbin Francis horizontal sebanyak 2 unit turbin, denganadaya yang dihasilkan sebesar 4.92 MW dan produksi energi tahunan sebesar 27.87  GWh. Hasil analisis ekonomi dari PLTM ini menunjukan bahwa layak untuk dibangun, hal ini didukung dengan nilai BCR adalah 1.112, nilai NPV adalah 50.5 Milyar , nilai IRR adalah 5.14% dan payback period adalah 18 tahun.  Kata Kunci: listrik, debit, PLTM, pipa pesat, analisa ekonomiABSTRACT: West Papua is one of the provinces in Indonesia that still lack of electricity supply, electricity energy production is needed to be increased. To resolve this problem, in the Tanah Rubuh District there is a river that is Warkapi river that has the potential can be energy source with the contruction of Small Hydropower Plant. From the observation, the selected design flood discharge 100 year period to be 502.66 m3/dt, and selected mainstay discharge 45% to be 7.232 m3/dt used as the plant discharge. In this hydropower using sabo weir because the dominant material in the river Warkapi is gravel and small stones. The thickness of weir is 2 meters and the height 1.5meters, the effective width of river is 30.693 meters. The other civil components in this hydropower such as intake, feeder canal, settling basin merged with forebay, drain door, penstock, and tailrace. In this warkapi hydropower uses turbin are 2 unit of horizontal Francis type, with 4.92 MW power produced and 27.87 GWh energy produced in a year. The result of economic analysis from this hydropower is feasible to built, it is supported by BCR is 1.112, NPV is Rp. 50,596,548,800,53, IRR is 5.14% and payback period is 18 years. Keyword: electric, discharge, hydropower, penstock, economic analysis
STUDI PERENCANAAN SISTEM JARINGAN PIPA DISTRIBUSI AIR BERSIH DI PERUMAHAN CITRA PESONA BURING RAYA KOTA MALANG DENGAN PROGRAM WATERCAD dewanti, valina ayu; Haribowo, Riyanto; ismoyo, M. janu
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (101.736 KB)

Abstract

Perumahan Citra Pesona Buring Raya terletak di kelurahan Wonokoyo, kecamatan Kedungkandang, Buring, Kota Malang memiliki total rumah 1.116 unit. Saat ini, penduduk di Citra Pesona Buring Raya menggunakan air bersih dari jaringan distribusi yang dilakukan secara swadaya oleh penduduk. Tetapi air bersih tersebut tidak dapat digunakan 24 jam penuh dan masih kurang untuk memenuhi kebutuhan air bersih di perumahan yang semakin luas. Sehingga banyak permintaan dari warga perumahan tersebut untuk menggunakan PDAM sebagai sarana pemenuhan kebutuhan air bersih. Tujuan dilakukannya studi ini adalah untuk mengetahui debit yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan air bersih di perumahan, mengetahui perencanaan jaringan pipa, serta membuat rencana anggaran biaya. Simulasi jaringan pipa distribusi air bersih dilakukan menggunakan bantuan program WaterCAD. Pemenuhan kebutuhan air bersih pada perumahan tersebut mendapatkan suplai air dari Tandon Buring Atas dengan debit inflow maksimum tandon sebesar 250 l/dt. Berdasarkan perhitungan total debit yang dibutuhkan pada perencanaan jaringan distribusi air bersih di perumahan, debit rata-rata yang dibutuhkan adalah sebesar 15,15 l/dt. Hasil simulasi dengan bantuan program WaterCAD sudah memenuhi standar yaitu kecepatan 0,1 – 1,34 m/dt, headloss gradient 0,04 – 10,59 m/km, dan tekanan 2,28 – 8,75 bars. Rencana anggaran biaya pada perencanaan ini sebesar Rp. 2.857.505.000,00.
STUDI PERENCANAAN DISTRIBUSI AIR BERSIH DI KECAMATAN LUMBANG KABUPATEN PASURUAN MENGGUNAKAN PROGRAM WATERGEMS V8I Kurniawan, Dita Cahya; Sholichin, Moh.; Cahya, Evi Nur
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (488.689 KB)

Abstract

ABSTRAK : Meningkatnya pertumbuhan penduduk dan pembangunan berbanding lurus dengan kebutuhan air. Dengan bertambahnya jumlah penduduk yang semakin banyak maka bertambah pula tuntutan akan ketersediaan air tersebut. Lumbang merupakan kecamatan yang kekurangan air bersih, hal ini disebabkan jauhnya sumber air dari penduduk. Dari permasalahan tersebut maka perlu adanya pembangunan sarana penunjang distribusi air bersih yang baik agar kebutuhan air bersih di Kecamatan Lumbang terpenuhi. Tujuan dari kajian ini adalah mengetahui kondisi sistem jaringan air bersih eksisting, debit kebutuhan air bersih hingga tahun 2035, memperoleh sistem jaringan air bersih yang memadahi, kondisi hidrolis pada sistem jaringan, Rencana Anggaran Biaya untuk pembangunan sistem jaringan dan hasil analisa ekonominya. Dari kajian ini diketahui bahwa jaringan eksisting tidak dapat digunakan untuk perencanaan sebab berbagai sarana yang kurang memadai maka perlu pembuatan sistem jaringan baru. Besar debit sumber sebesar 85 l/dtk dan kebutuhan air rata-rata tahun 2035 sebesar 33,56 l/d. Simulasi perencanaan jaringan menggunakan program WaterGEMS V8i dan berjalan sesuai dengan rencana. Hal ini dapat dilihat dari kondisi tekanan, kecepatan dan headloss gradient pada jaringan yang sudah sesuai dengan syarat perencanaan jaringan air bersih. Dari segi Rencana Anggaran Biaya, perencanaan ini membutuhkan biaya sebesar Rp 18.962.273.024,01 dan dengan hasil Analisa Ekonomi yang dilakukan didapatkan Benefit Cost Ratio sebesar 1,11 maka dapat dikatakan bahwa proyek ini layak secara ekonomi. Kata Kunci : Air bersih, sistem jaringan, simulasi, rencana anggaran biaya, analisa ekonomi ABSTRACT : Increasing of development and population growth is directly proportional to the water demand. The growing number of population then the demand for water availability is increasing. Lumbang is a district that are lack of clean water, due to the far water source from residents. From these problems, it is necessary to build a supporting facility for better distribution of clean water so that the needs of clean water in Lumbang District can be fulfilled. The purpose of this study is to know the existing condition of clean water network system, knowing the clean water discharge needs until year 2035, get a compact clean water network system, know the hydraulic conditions on the network system, Budget Plan for the construction of network systems and know the results of the economic analysis. From this study is known the excisting network with less complicated can not be used for this planning due to various facilities, so that requires a new network system. The source of discharge amounted to 85 l/s and the average water requirement of 2035 by 33.56 l/s. The network planning simulation uses the WaterGEMS V8i program and runs as planned. This can be seen from the conditions of water pressure, velocities and headloss gradient on the network that is in accordance with the requirements of water network planning. In terms of Budget Plan, this planning costs Rp 18,962,273,024,01 and with the result of Economic Analysis conducted obtained the Benefit Cost Ratio of 1.11 it can be said that the project is economically feasible. Keywords : Clean water, network system, simulation, cost budget plan, economic analysis
STUDI PENENTUAN SEBARAN DAERAH TERDAMPAK BANJIR DI DAS KALI KAMUNING KABUPATEN SAMPANG MENGGUNAKAN APLIKASI HEC-RAS v5.0 Rachma, Siti Talitha; Limantara, Lily Montarcih; Marsudi, Suwanto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (929.476 KB)

Abstract

ABSTRAK: Sumber daya air terutama sungai selain memiliki peran penting bagi kehidupan manusia namun juga memiliki beberapa kerugian jika tidak dikelola dengan baik. Salah satu kerugian yang sering timbul adalah banjir khususnya di Kali Kamuning yang berada pada kabupaten Sampang. Maka, diperlukan analisa untuk mengetahui daerah mana saja yang terdampak banjir. Langkah awal yang dilakukan dalam menganalisa daerah terdampak banjir ini adalah dengan analisa hidrologi. Dalam analisa hidrologi ini dihitung debit banjir rancangan dengan kala ulang 2, 5, 10, 25, 50, dan 100 tahun dengan menggunakan metode HSS Nakayasu. Debit rancangan yang telah didapatkan kemudian diolah mengggunakan program HEC-RAS v5.0 dengan metode steady flow untuk mengetahui tinggi muka air yang disebabkan oleh banjir. Didapatkan besaran debit banjir sebesar Q2th = 276,50 m3/det, Q5th = 319,70 m3/det, Q10th = 342,75m3/det, Q25th = 367,49m3/det, Q50th = 383,48 m3/det dan Q100th = 397,76  m3/det. Pada kondisi eksisting sebaran rata-rata tinggi genangan untuk setiap kala ulang setinggi 1,70 m, 1,96 m, 2,10 m, 2,24 m, 2,34 m dan 2,42 m. Sehingga, daerah yang terdampak banjir mulai dari desa Tanggumong, Paseyan, Panggung, Gunung Sekar dan Dalpenang dengan luas tiap debit banjir rancangan 5,09 km2, 5,36 km2, 5,47 km2, 5,57 km2, 5,60 km2 dan 5,63 km2. Diperkiran nilai kerusakan dan kerugian akibat banjir kala ulang 25 tahun sebesar Rp78.589.235.000.
STUDI RASIONALISASI JARINGAN POS STASIUN HUJAN MENGGUNAKAN METODE JST (JARINGAN SARAF TIRUAN) DENGAN MENGHUBUNGKAN PENGARUH FAKTOR TOPOGRAFI DAS REJOSO KABUPATEN PASURUAN Mandasari, Puspita; Dermawan, Very; Marsudi, Suwanto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1019.118 KB)

Abstract

ABSTRAK  : Jaringan stasiun hujan yang efisien dan efektif, mendukung biaya operasional dan pemeliharaan yang minimum serta data curah hujan yang akurat. Oleh karena itu, dilakukan rasionalisasi di Daerah Aliran Sungai Rejoso yang memiliki luas 234,257 km2 dengan 9 stasiun hujan. Pada hasil analisis kerapatan jaringan stasiun hujan didapatkan 3 stasiun hujan terpilih yaitu Winongan, Lumbang, Panditan dengan KR sebesar 7,336%, minimum mean square error untuk training set 0,024 sedangkan untuk cross validation set 0,007 dan nash sutcliff error ‘baik’. Sedangkan hasil evaluasi pola penyebaran stasiun hujan didapatkan kondisi eksisting maupun hasil JST telah tersebar pada seluruh bagian DAS (Hulu, Tengah dan Hilir). Kemudian analisis hubungan topografi jaringan hasil JST dengan 3 stasiun hujan memiliki koefisien determinasi tertinggi yaitu hubungan antara curah hujan dengan jarak sebesar 0,858 dan hubungan antara jarak dengan beda tinggi sebesar 0,995. Analisis debit banjir menggunakan Hidrograf Satuan Sintetis (HSS) Nakayasu didapatkan Q25th, untuk kondisi eksisting sebesar 350,124 m³/dt,  jaringan hasil JST dengan 5 stasiun hujan sebesar 537,276 m³/dt sedangkan hasil JST dengan 3 stasiun hujan sebesar 586,895 m³/dt. Kata Kunci: Rasionalisasi, Jaringan Saraf Tiruan, Kerapatan Jaringan, Aspek Topografi, Debit Banjir Rancangan.   ABSTRACT: The efficiency and effectivity of rainfall station network supporting minimum operational and maintenance costs and accuration of rainfall data. Rejoso watershed is a rationalized location which has an area of 234,257 km2 with 9 rain stations. The result of rain station network density analysis is 3 rain stations chosen that are Winongan, Lumbang, Panditan with Relative Error equal to 7,336%, minimum mean square error for training set 0,024 while for cross validation set 0,007 and nash sutcliff error 'Good'. While the evaluation results of the dispersion pattern of the rain station obtained the existing condition and the results of ANN has spread across the entire watershed (Upper, Middle and Lower). Then the relationship with the topography of the network results of ANN with 3 rain stations has the highest coefficient of determination that is the relationship between rainfall with a distance of 0.858 and the relationship between the distance with a high difference of 0.995. Analysis of flood discharge using Synthetic Unit Hydrograph of Nakayasu was obtained Q25th, for the existing condition of 350,124 m³ / sec, network of ANN result with 5 rain stations 537,276 m³ / sec whereas the result of ANN with 3 rain stations 586,895 m³ / sec. Keywords: Rationalization, Artificial Neural Networks, Network Density, Topographical Aspects, Design Flood Discharge.
OPTIMASI PEMANFAATAN AIR DI DAERAH IRIGASI TANGGUL KABUPATEN PASURUAN MENGGUNAKAN PROGRAM LINIER Retnowati, Fitri; Sayekti, Rini Wahyu
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (790.448 KB)

Abstract

ABSTRACT: The utilization of water resources for irrigation requirements influenced by climate change. In the long time, climate variability and diversity will seasoon change. As a result of season change, water balance had in excess condition (surplus) or lack condition (deficit). Therefore, optimization is needed to optimize the utilization of irrigation water as well as adjustment plan cropping layouts can make maximum agriculture profits and resolve unbalanced water balance. Water balance analysis uses two debits, dependable discharge 80% and dependable discharge 50%. This study uses seven alternatives in optimization model based on existing cropping area of 728 ha. The optimization technic that used in this study is Linear Programming which is converted to mathematic model. Software Solver used to help in the determination of objective function which will be maximized agricultural production at growing season is Z = C1X1 + C2X2 + C3X3 + .... + CnXn with conclusion variable are cropping land area (X1, X2,  X3, .... Xn). Where constrain variables are volume of discharge (Vpdn.Xna + Vpjn.Xnb + Vtn.Xnc ≤ Vsn)  and land area (Xna + Xnb + Xnc ≤ Xt). From the water balance analysis, dependable discharge 50% is chosen because approached/represented existing of discharges in Tanggul’s irrigates area for last ten years (2007 until 2016). Selected cropping layouts by changing cropping schedule are rice, corn, sugarcane-rice, soybean, sugarcane-rice, peanut, sugarcane. Before optimization, the existing cropping intensity is 287,5%. From the optimization result for dependable discharge 50% (existing of discharges) based on the layout of cropping plan was chosen with cropped intensity for a year in amount 300% and profit in amount Rp. 95.438.280.000,-. Keywords: irrigation, water balance, optimization, cropped intensity, agriculture profit

Page 5 of 33 | Total Record : 322