cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 322 Documents
Evaluasi dan Rasionalisasi Kerapatan Jaringan Pos Hujan dan Pos Duga Air dengan Metode Stepwise di Sub DAS Brantas Hulu Cipta, Dara Marreta; Suhartanto, Ery; Harisuseno, Donny
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (930.966 KB)

Abstract

ABSTRAK Salah satu analisa penting dalam sebuah perencanaan, pengembangan, maupun pengendalian insfrastruktur keairan adalah analisa hidrologi. Ketepatan analisa hidrologi bergantung pada kualitas data hidrologi yang didapatkan dari pos hujan dan pos duga air dengan penempatan yang benar-benar mampu merepresentasikan keadaan daerah studi. Selain itu adanya pengaruh kejadian hujan terhadap debit, maka ketepatan analisa hidrologi seharusnya didukung dengan adanya hubungan yang berkaitan antara data pos hujan dan pos duga air. Pada studi ini evaluasi penempatan pos hujan dan pos duga air dilakukan berdasarkan pedoman WMO (World Meteorological Organization) dengan menghitung luasan kerapatan pengaruh setiap pos dengan poligon thiessen. Rasionalisasi dilakukan dengan pemodelan regresi metode Stepwise untuk mencari pos hujan yang memiliki korelasi tertinggi terhadap pos duga air. Hasil evaluasi dan rasionalisasi menunjukkan bahwa terdapat kombinasi dengan lima pos hujan yang memiliki korelasi tertinggi bahkan sempurna (R=1,00) dengan pos duga air dan menghasilkan kerapatan yang sesuai kondisi ideal pedoman WMO.   Kata kunci: kerapatan jaringan pos hujan, pos duga air, metode Stepwise, pedoman WMO   ABSTRACT One of the most important analysis in a planning, development, and control of water infrastructure is hydrological analysis. The accuracy of hydrological analysis depends on hydrological data quality obtained from rain gauges and Automatic Water Level Recorder (AWLR) placements that are actually capable to represent the study area condition. In addition to the influence of rainfall on discharge, the accuracy of hydrological analysis should be supported by corresponding relationship between rain gauges and AWLR data. In this study, evaluation of rain gauges and AWLR placements were done based on Water Meteorological Organization (WMO) guidance by calculating the influence of rain gauges densities with Polygon Thiessen. Rationalization was done by regression modelling with Stepwise method to find rain gauges which have the highest correlation to AWLR. The evaluation and rationalization results show that there is combination of five rain gauges with the highest even perfect correlation (R=1.00) to AWLR and achieved the appropriate densities of ideal condition based on WMO guidance. Keywords: rain gauge network density, AWLR, Stepwise method, WMO guidance
KAJIAN EVALUASI PEMBERIAN AIR DENGAN MENGGUNAKAN METODE KONVENSIONAL DAN METODE SRI DI DAERAH IRIGASI WONOSROYO KEBUPATEN BONDOWOSO WIJAYANTI, SILVIA DEWI; Harisuseno, Donny; Fidari, Jadfan Sidqi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (825.186 KB)

Abstract

ABSTRAK Daerah Irigasi Wonosroyo memiliki luas baku sawah 1.499 Ha.Permasalahan pada Daerah Irigasi Wonosroyo yaitupengaturan pola tata tanam dirasa kurang maksimal dan keterbatasan air untuk pemenuhan kebutuhan irigasi. Studi inibertujuan untuk mengevaluasi pemberian air pada kondisi eksisting kemudian direncanakan pola tata tanam baru untuk meningkatkan intensitas tanam padi menggunakan metode konvensional dan SRI.Dari hasil evaluasi, intensitas tanam kondisi eksisting sebesar 164,310% ditingkatkan mencapai 194,556% untuk metode konvensional, 300% untuk metode SRI serta 242,882% untuk gabungan metode konvensional dan SRI. Dan metode SRI yang paling tepat digunakan pada Daerah Irigasi Wonosroyo, karena lebih hemat 74,336% dibandingkan metode konvensional, dan pemberian air irigasinya 100% dengan cara terus-menerus. Kata kunci: Intensitas tanam, kebutuhan air irigasi, neraca air, Konvensional dan SRI   ABSTRACT Irrigation Wonosroyo Area has an area of raw rice 1,499 Ha Irrigation area Problems. Wonosroyo that is setting the pattern of planting layout proved insufficient and the limitations of water for the irrigation needs of fulfillment. The purpose of this study is evaluate the existing conditions of granting of the water then planned new plant layout pattern to increase the intensity of the rice plant using conventional methods and SRI.From the results of the evaluation, the intensity of the existing condition of planting of 164.310% enhanced reaches 194.556% for conventional methods, 300% for SRI 242.882% and the method of for the combined conventional methods and SRI. And the most appropriate method of SRI is used on the Wonosroyo Irrigation Area because the more frugal 74.336% compared to conventional methods, and the granting of water for irrigation reach 100% by the way constantly. Keywords: intensity of cropping, irrigation water needs, water balance, conventional and SRI.
STUDI EVALUASI SALURAN DRAINASE DAN ALTERNATIF PENANGANAN GENANGAN DI KECAMATAN TANDES KOTA SURABAYA Setyowati, Elfira Dyah; Ismoyo, M. Janu; Lufira, Rahmah Dara
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (660.626 KB)

Abstract

ABSTRAK Genangan yang sering terjadi di Kecamatan Tandes Kota Surabaya mengakibatkan kerugian bagi masyarakat dan lingkungan. Maka dari itu dibutuhkan studi untuk mengevaluasi saluran drainase yang ada dan perencanaan genangan yang solutif, efisien, dan berkelanjutan. Pada penelitian ini, direncanakan evaluasi saluran drainase dilokasi studi berdasarkan kapasitas eksisting dibandingkan dengan debit rancangan kala ulang 10 tahun. Penanganan genangan yang di sarankan ada 2 alternatif. Alternatif 1 yaitu perubahan dimensi, dan alternatif 2 yaitu perencanaan sistem pemanen air hujan. Hasil evaluasi didapatkan 9 dari 16 saluran yang tidak mencukupi untuk menampung dan mengalirkan debit rencana kala ulang 10 tahun, dengan total kelebihan air 13,062m3/dt. Untuk penanganan genangan, direncanakan penambahan dimensi untuk 9 saluran tersebut direncanakan  sistem pemanen air hujan di daerah tangkapan air  9 saluran dengan total 1153 bangunan. Biaya yang dibutuhkan untuk alternatif 1 yaitu sebesar Rp.38.224.083.300, sedangkan biaya yang dibutuhkan untuk alternatif 2 adalah sebesar Rp.60.785.985.900. Kata kunci : Genangan, drainase, pemanen air hujan, debit rancangan, evaluasi saluran ABSTRACT Inundation occurs in Tandes, Surabaya impacts eviromental and society damages. Therefore it needs study for evaluating exsisting urban drainage channels and planning for inundation issue handling that efficient, solutive, and sustainable. In this study, evaluation for the exsisting urban draiange channels in the catchment area in the location of study is analized by comparing the load capacity of each channel to design flood Q10. There are two alternativesplannedfor the inundation issue. First alternative is channel capasity increasement and the second alternative israin harvesting system. The result of this evaluation there are 9 of 16 channels that the capacities are not capable to collect and drain the load flow design for 10 years return period, gaining overflow 13,062m3/dt. For the inundation issue handling, designed capacity increasement for 9 uncapable channels and planned 1153 units of rain harvesting constructions planned only in the 9 channels with uncapable capacities catchment areas. The Cost for first alternative is Rp38.224.083.300 and for the second alternative is 60.785.985.900. Keywords : Inundation, urban draiange, rain harvesting, design flow, channel evaluation
EVALUASI DAN RASIONALISASI KERAPATAN JARINGAN POS HUJAN DAN POS DUGA AIR DENGAN METODE STEPWISE DI DAS WELANG Litsaniyah, Anzilirrohmah; Suhartanto, Ery; Harisuseno, Donny
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Data hidrologi merupakan kebutuhan utama untuk mengatasi permasalahan dalam bidang pengelolaan sumberdaya air. Keakuratan data sangat bergantung pada jumlah pos dan sebarannya dalam DAS tersebut. Studi ini mengkaji tentang evaluasi dan rasionalisasi kerapatan jaringan pos hujan dan pos duga air di DAS Welang dengan menggunakan metode stepwise dengan tujuan untuk memperoleh pos hujan yang dapat mempresentasikan kondisi hidrologi dalam DAS. Evaluasi kerapatan jaringan pos hujan dan pos duga air dalam studi ini menggunakan standar WMO. Sedangkan rasionalisasi jaringan pos hujan dan pos duga air ditunjukkan dari hasil regresi metode stepwise dengan melihat nilai korelasi atau hubungan antar pos hujan dan pos duga air. Pos hujan yang terpilih sebagai rekomendasi didasarkan pada hubungan atau korelasinya yang kuat dan memenuhi luasan berdasarkan standar WMO. Dari hasil evaluasi kerapatan jaringan pos hujan dan pos duga air dengan WMO pada DAS Welang yang terdapat 12 pos hujan dan 1 pos duga air, seluruh posnya telah memenuhi persyaratan minimal pada kondisi normal. Karena jumlah pos hujan tersebut masih tergolong banyak dan terlalu rapat, maka perlu dirasionaliasi lebih lanjut. Pada rasionalisasi digunakan metode stepwise. Hasil rasionalisasi dengan metode stepwise diperoleh model regresi terbaik yang terdiri dari 3 pos hujan. Kata Kunci: stepwise, standar WMO, rasionalisasi, kerapatan pos hujan, pos duga air, DAS Welang   ABSTRACT Hydrological data is an essential needs for solving problems in the field of water resource management. The accuracy of the data is highly depend on the number of rain gauge and their distribution within the watershed. This study discussed about the evaluation and rationalization of the network density of rain gauge and automatic water level recorder in Welang Watershed used stepwise method in order to obtain a rain gauge that can present the hydrological conditions in the watershed. Evaluation the network density of rain gauge and automatic water level recorder in this study used the WMO standard. The selected rain gauge as a recommendation, it was based on good relation or great correlation and meet the requirements wide area of WMO standards. The results of the evaluation of the network density of rain gauge and automatic water level recorder with the WMO standard on the Welang Watershed which have 12 rain gauges and 1 automatic water level recorder, all stations have met minimum wide area requirements under normal conditions. Because the number of rain gauge was still relatively large and too close each other, it needed to be further rationalized. In the process of rationalization in this study used Stepwise method. The result of rationalization with stepwise method obtained best regression model consist of 3 rain gauges. Keywords: stepwise, WMO standard, rationalization, rain gauge, automatic water level recorder, Welang Watershed
RASIONALISASI JARINGAN STASIUN HUJAN MENGGUNAKAN METODE KAGAN – RODDA DENGAN MEMPERHITUNGKAN FAKTOR TOPOGRAFI PADA DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS) SAROKAH, KABUPATEN SUMENEP, PULAU MADURA Siswanti, Yuvika Rega; Dermawan, Very; Suhartanto, Ery
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (376.287 KB)

Abstract

Ketelitianodata hujan yang didapat sering kali tidak akurat yang menyebabkan penelitian, perencanaan dan penglelolaan tidak efektif. Sehingga dibutuhkan rasionalisasi jaringan stasiun hujan. Rasionalisasi dilakukan dengan memperhitungkan faktor topografi dan keterkaitannya dengan penyebaran stasiun hujan. Studi ini menggunakan metode Kagan-Rodda dengan berpedoman pada standar WMO (World Meteorogical Organization) dalam menentukan jumlah dan pola sebaran stasiun hujan di DAS Sarokah. Berpedoman pada standar WMO dan hasil analisa Kagan-Rodda, diperoleh 7 stasiun hujan dengan kualitas data yang baik dengan kesalahan perataan dan interpolasi 10%. Jarak antar simpul Kagan-Rodda adalah 8012,150 km2. Hubungan yang terjadi antara faktor jarak dan elevasi memiliki nilai R2 tertinggi yaitu 0,212. Sedangkan hubungan antara curah hujan dengan faktor jarak memiliki nilai R2 tertinggi yaitu 0,706.Kata kunci: stasiun hujan, standar WMO, Kagan-Rodda, faktor topografiThe accuration of rainfall data is oftently not accurate, which leads to ineffective research, planning and mangement. Thus, it need rainfall station rasionalization. This rasionalization was implemented by calculating topography factors and its relevance with  distribution of rainfall station. This study used Kagan-Rodda method, based on WMO (World Meteorologycal Organization) standard to determine the number and distribution pattern of rainfall station in Sarokah basin. Reference to WMO standard and Kagan-Rodda analysis, the result was 7 rainfall station with good quality of rainfall data and just 10% in an average error and interpolation error. The distance between Kagan-Rodda vertices was 8012,150 km2. The relevance of distance and elevation factors has the highest R2, is 0,212. Whereas the relevance of rainfall data and distance factor has the highest  R2, is 0,706. Key Words: rainfall station, WMO standard, Kagan-Rodda, topohraphy factor
RASIONALISASI JARINGAN STASIUN HUJAN MENGGUNAKAN METODE KAGAN – RODDA DENGAN MEMPERHITUNGKAN FAKTOR TOPOGRAFI PADA DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS) SAMPEAN, KABUPATEN BONDOWOSO, JAWA TIMUR Adihaningrum, Anita Andriyani; Dermawan, Very; Chandrasasi, Dian
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1251.26 KB)

Abstract

DAS Sampean saat ini mempunyai 34 stasiun dengan sebaran yang tidak merata dan kurang efektif dalam pemeliharaan. Oleh karena itu diperlukan kajian rasionalisasi stasiun hujan di DAS Sampean dengan luas 1.244,18 km2. Hasil analisa rasionalisasi stasiun hujan metode Kagan-Rodda berdasarkan data curah hujan rata-rata harian maksimum daerah dari metode Poligon Thiessen, didapatkan jumlah ideal stasiun hujan sesuai standar WMO (World Meteorological Organization) adalah 12 buah stasiun hujan dengan nilai kesalahan perataan (Z1) sebesar 9,1 % dan nilai kesalahan interpolasi (Z3) sebesar 19,4%. Faktor topografi (elevasi, jarak, kemiringan) yang mempunyai hubungan yang paling kuat adalah elevasi dengan koefisien determinasi (R2) sebesar 0,517 atau mempunyai pengaruh sebesar 51,7%, sisanya dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti seperti garis lintang, arah angin, suhu, hubungan dengan deretan gunung, dan relief. Sedangkan hubungan antara parameter topografi yang mempunyai hubungan paling kuat adalah elevasi terhadap jarak dengan koefisien determinasi (R2) sebesar 0,493 atau mempunyai pengaruh 49,3%. Kata Kunci: rasionalisasi, standar WMO, Kagan-Rodda, faktor topografi Sampean Watershed currently has 34 rain gauges with uneven distribution and less effective in maintenance. Therefore, it is necessary to study rationalization of rain gauges in Sampean Watershed with an area of 1,244.18 km2. Result of rationalization analysis of rain gauges by Kagan - Rodda method based on precipitation data daily average maximum area from Thiessen Polygon method, got the ideal number of rain gauges according to WMO standard is 12 pieces of  rain gauges with the value of relative root mean error (Z1) is  9.1% and the value of interpolation error (Z3) is 19.4%. Topographic factors (elevation, distance, slope) that have the strongest relationship is elevation with the coefficient of determination (R2) of 0.517 or has the effect is 51.7%, the rest is influenced by other factors not examined such like latitude, wind direction, temperature, relationship with rows of mountains, and reliefs. While the relationship between topographic parameters that have the strongest relationship is elevation to the distance with the coefficient of determination (R2) of 0.493 or has the effect is 49.3%. Keywords: rationalization, WMO standard, Kagan-Rodda, topography factors
STUDI PERENCANAAN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA AIR (PLTA) PADA BENDUNGAN LUBUK AMBACANG KABUPATEN KUANTAN SINGINGI PROVINSI RIAU Azmi, Muhammad Nur; Juwono, Pitojo Tri; Wicaksono, Prima Hadi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (673.049 KB)

Abstract

ABSTRAK: Memanfaatkan bangunan air menjadi multifungsi merupakan sebuah bentuk pengemangan sumber daya air yang bisa dilakukan. Adanya unit pembangkit listrik (PLTA) pada sebuah Bendungan akan menambah manfaat dari bendungan sendiri. Studi ini diperlukan untuk menganalisa potensi pembangkitan listrik yang dapat mengatasi kekurangan energi listrik di Riau dan Sumatra Barat. Studi ini berlokasi di Bendungan Lubuk Ambacang Kabupaten Kuantan Singingi dengan memanfaatkan tinggi jatuh dan debit pada waduk. Debit yang digunakan dalam studi ini mempertimbangkan 4 kondisi keandalan debit untuk mendapatkan keefisienan desain bangunan PLTA. Hasil studi ini menunjukkan bahwa debit yang layak digunakan yaitu sebesar 200 m3/dt yang dapat membangkitkan energi rerata tahunan sebesar 824.979,71 MWh. PLTA ini dibangun dengan komponen bangunan sipil yang meliputi bangunan pengambilan, pipa pesat, rumah pembangkit, dan tailrace, serta komponen peralatan elektrik seperti turbin francis, dan generator sebesar 50Hz.Kata kunci: PLTA, Energi, Debit, Turbin, ListrikABSTRACT: Utilizing water building become multifunction is a form of water resources development. An electric generating unit (Hydropower) in a dam will give more benefit from a dam own. This study required to analyze the potential of the electric generator that can solve the lack of electrical power in Riau and West Sumatra.The study is located at Lubuk Ambacang Dam in Kuantan Singingi District by using head and discharge of it reservoir. The discharge used in this study was considered with 4 dependeble flow conditions to get effective design of Hydropower. This study indicates that the usable discharge is 200 m3/s which is able to generate the annual energy in the amount of 824.979,71 MWh. This hydropower was built using the components of the civil structure, including intake, penstock, power house, and tailrace, along with the components of electrical tools such as France Turbine and Generator with 50Hz power.Keyword : Hydropower, Energy, Discharg, Turbine, Electric
Studi Perencanaan Sistem Jaringan Pipa Distribusi Air Bersih dengan Software WaterCAD di Perumahan Green Orchid Residence Kota Malang Rusardi, Olda Fadhilah Aprilia; Prayogo, Tri Budi; Dermawan, Very
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (688.429 KB)

Abstract

Green Orchid Residence planned 968 houses with considering the futureidevelopment. This studyiaimed to determineithe existing conditions and development conditions at the study site based on the existing hydrauliciconditions. Simulation of water distributioniinetwork are usingiWaterCAD V8iisoftware application. Totalidischarge on the distribution pipe is 527,5 l/s and the available discharge is 72,5 l/s. According to the calculation of total dischargeirequired at the planning and development phase, the average dischargeirequired is 27,1 l/s. The calculation is based on the water needs fluctuation with the discharge changing according to the load factor of each hours. There are two alternative plans, first is according to existing conditions (all pumps are on) and second with changing of working hours of the pump and addition a new pump with centrifugal type. Also there are two alternative for future development, alternative 3 with addition 532 houses and alternative 4 with addition 500 houses. The simulation result showing the hydraulic condition, which 0,1 – 2,5 m/s of velocity, 0,5 – 15,0 m/km of headloss gradient and 0,5 – 8,0 atm of pressure. The cost estimation for the first alternative is Rp 688.494.800,00, the second alternative is Rp 729.885.600,00, the third alternative is Rp 823.588.200,00 and the fourth alternative is Rp 974.403.900,00. Keywords: WaterCAD, water, pipe network, planning, cost estimation
PENGEMBANGAN DAN ANALISA EKONOMI DALAM PENENTUAN HARGA AIR PADA SISTEM JARINGAN DISTRIBUSI AIR BERSIH SUMBER MATA AIR TAMAN LAKE’ KECAMATAN KOTA SUMENEP Rahmi, Nuri Aisyah; Ismoyo, M.Janu; Cahya, Evi Nur
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.293 KB)

Abstract

ABSTRAK: Sumber Taman Lake’ merupakan sumber yang dikelolah oleh PDAM Kabupaten Sumenep dengan melayani tujuh desa yaitu Pajagalan, Pabian, Marengan Daya, Marengan Laok, Kertasada, Kalianget Barat dan Kalianget Timur. Debit sumber ini sebesar 90 liter/detik. Pada tahap pengembangan dilakukan penambahan perencanaan jaringan di daerah Kalianget Timur dan perencanaan menara air dengan tinggi 5m dan dimensi tandon ukuran 5m x 5m x 4m untuk mengurangi tekanan dalam pipa. Hasil simulasi menggunakan WaterCAD v8i diperoleh nilai kecepatan 0,1 m/s -0,55 m/s, tekanan 2atm-3atm dan headloss gradient 0,057 m/km -1,347 m/km. Rencana Anggaran pada studi ini sebesar Rp1.800.238.841. Hasil ekonomi diperoleh harga air Break Event Point yaitu Rp.2.510-/m3 dengan payback period 6,02 tahun. Harga air  Benefit Cost Ratio = 1,12 yaitu Rp.2.800-/ m3 dengan payback period 10,29 tahun. Kata Kunci :pengembangan jaringan pipa ,perencanaan jaringan pipa,WaterCAD v8i,analisa ekonomi    
Studi Penentuan Daya Tampung Beban Pencemaran Sungai Brantas Ruas Kota Malang Dengan Menggunakan Paket Program QUAL2Kw Fajaruddin, Abdul Harist; Solichin, Moch; Prayogo, Tri Budi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1394.46 KB)

Abstract

ABSTRAK: Sungai Brantas merupakan salah satu sungai utama yang menjadi sumber perairan bagi masyarakat di Jawa Timur. Sungai ini bersumber di Desa Sumber Brantas, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. Seiring berjalannya waktu terjadilah alih fungsi lahan dimana lahan pada area tersebut berubah dari area pertanian menjadi area pemukiman. Dari data kualitas air yang ada, dapat dilihat bahwa beberapa parameter kualitas air telah melampaui baku mutu kelas II yang telah ditetapkan. Untuk itulah perlu dilakukan perhitungan beban pencemaran dan daya tampungnya. Untuk menganalisa parameter kualitas air tersebut di sepanjang aliran sungai, maka diperlukan suatu metode kontrol yang secara ekonomis dan teknis dapat dipertanggungjawabkan, salah satu metode tersebut adalah dengan cara model simulasi kualitas air menggunakan paket program QUAL2Kw. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi eksisting, jumlah beban pencemaran, besar daya tampung beban pencemarannya Sungai Brantas ruas Kota Malang dimulai dari Jembatan Pendem hingga Jembatan Bumiayu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini antara lain; segmentasi; kalibrasi; verifikasi; simulasi; perhitungan beban pencemaran dan daya tampung beban pencemaran. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini adalah nilai beban pencemaran yang paling besar terdapat pada reach kedua untuk semua parameter yaitu 609,846 kg/hari untuk TSS, 152,669 kg/hari untuk BOD, dan 995,976 kg/hari untuk COD. Nilai daya tampung yang paling tinggi untuk semua parameter terletak pada reach kedua sebesar 584,340 kg/hari untuk TSS, 127,164 kg/hari untuk BOD, dan 910,958 kg/hari untuk COD. Kata Kunci: QUAL2Kw, Sungai Brantas, Beban Pencemaran, Daya Tampung Beban Pencemaran. ABSTRACT: Brantas River is one of the main river that the source of waters for people in East Java. This river was begin from Sumber Brantas Village, Bumiaji District, Batu City. Recently, there was a land conversion from the agricultural  area to the settlement areas. From the existing water quality data, it was showed that some parameters of water quality have exceeded the established quality standard class II. Therefore it was need to calculate the pollution load and its capacity. o analyze the water quality parameters along the river flow, it is necessary to have a control method which economically and technically can be accounted for, one such method is by water quality simulation using QUAL2Kw program. This study aims to determine the existing condition, the amount of pollution load, the pollution and load capacity in  Brantas River of Malang City starting from Pendem Bridge to Bumiayu Birdge. The method used in this research; segmentation; calibration; verification; simulation; calculation of pollution load and pollution load capacity. The results obtained from this study are the largest pollution load value found at the second reach for all parameters, is 609,846 kg/day for TSS, 152,669 kg/day for BOD, and 995,976 kg/day for COD. The highest rated capacity for all parameters lies in the secod reach of 584,340 kg/day for TSS, 127,164 kg/day for BOD, and 910,958 kg/day for COD. Keywords : QUAL2Kw, Brantas River, Pollution Load, Pollution Load Capacity

Page 3 of 33 | Total Record : 322