cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 322 Documents
PENENTUAN KESESUAIAN KUALITAS AIR TANAH DENGAN TANAH DAN TANAMAN PADA LAHAN IRIGASI AIR TANAH DI KECAMATAN KUTOREJO KABUPATEN MOJOKERTO Kefas, Rehuel; Siswoyo, Hari; Sayekti, Rini Wahyu
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PENENTUAN KESESUAIAN KUALITAS AIR TANAH  DENGAN TANAH DAN TANAMAN PADA LAHAN IRIGASI AIR TANAH  DI KECAMATAN KUTOREJO KABUPATEN MOJOKERTO
PENURUNAN PERMEABILITAS AKIBAT BIOCLOGGING PADA BUTIRAN BATU APUNG DAN SKORIA Wicaksono, Audy Arkanta; Yuliani, Emma; Primantyo H, Andre
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK: Gunung Kelud di Kabupaten Blitar, Jawa Timur merupakan salah satu Gunung Api di Indonesia yang mempunyai material apung dan skoria yang jumlahnya berlimpah dan masih kurang untuk pemanfaatannya. Penelitian ini didasarkan pada gagasan rekayasa geoteknik perbaikan karakteristik pada butiran apung dan skoria yaitu dalam hal perbaikan penurunan permeabilitas dengan bioclogging yang diyakini dapat menyebabkan penyumbatan pada lubang pori akibat slime atau ikatan ekspolisakarida yang diproduksi oleh bakteri Lactobacillus Sakei dan Bacillus Subtilis. Penelitian ini dilakukan dengan melakukan variasi pada jenis batuan, gradasi butiran, kerapatan relatif, dan jenis bakteri dengan jumlah 8 sampel tanpa bakteri, 8 sampel dengan Lactobacullis Sakei, dan 8 sampel dengan Bacillus Subtilis. Sebagai hasilnya, butiran apung dan skoria tanpa bakteri untuk karakteristi fisik tergolong pasir bersih bergradasi baik (SW) berdasarkan USCS dan tergolong pasir halus (A-1-b) berdasarkan AASHTO. Hasil karakterstik mineralogi pada uji SEM-EDX dan XRD butiran apung dan skoria mempunyai unsur dominan Si dan Al dan mempunyai senyawa dominan berupa anorthite Ca(A12Si2O8). Hasil pengujian permeabilitas tanpa bakteri adalah 0,00035 – 0,0351 cm/det, hasil dengan bioclogging menggunakan Lactobacillus Sakei antara 0,00018 – 0,0218 cm/det dan hasil dengan Bacillus Subtilis mempunyai nilai permeabilitas yang lebih kecil antara 0,000112 - 0,0195 cm/det. Hasil Porsentase penurunan permeabilitas terbesar akibat bioclogging pada sampel Bacillus Subtilis adalah 82,957% dan padacsampel Lactobacillus Sakei adalah 73,019% dengan kesimpulan bakteri Bacillus Subtilis mempuyai pengaruh yang lebih besar dalam penurunan permeabilitas dibandingkan Lactobacillus Sakei.   Kata kunci : Permeabilitas, Bioclogging, Butiran Apung, Butiran Skoria. ABSTRACT : Mount Kelud in Blitar Regency, East Java is one of the volcanoes in Indonesia that has pumice and scoria material that the amount is abundant and is still lacking for its use. This research is based on the idea of ​​geotechnical engineering to improve the characteristics of chrused pumice and scoria in terms to reduce the permeability with bioclogging which is believed can cause of clogging in the pores because of slime or expolisaccharide bonds that produced by Lactobacillus Sakei and Bacillus Subtilis bacteria. This research was conducted by variations in rock types, grain grading, relative density, and types of bacteria with a total of 8 samples without bacteria, 8 samples with Lactobacullis Sakei, and 8 samples with Bacillus Subtilis. As a result, crushed pumice and scoria without bacteria for physical characteristics are classified clean graded sand (SW) based on USCS and classified as fine sand (A-1-b) based on AASHTO. Mineralogical characteristics results on SEM-EDX and XRD tests on crushed pumice and scoria have dominant elements Si and Al and have a dominant compound in the form of anorthite Ca (A12Si2O8). The results of permeability testing without bacteria are 0,00035 – 0,0351 cm/sec, the results with bioclogging using Lactobacillus Sakei are between 0,00018 - 0.0218 cm/sec and the result with Bacillus Subtilis have a smaller permeability value between 0,000112 - 0 , 0195 cm/sec. The results of the biggest percentage of permeability reduced due to bioclogging in the Bacillus Subtilis sample are 82,957% and in the Lactobacillus Sakei sample are 73,019% with the conclusion that the Bacillus Subtilis bacteria had a greater effect on reducing permeability compared to Lactobacillus Sakei.   Keywords : Permeability, Bioclogging, Crushed Pumice, Crushed Scoria
Studi Perencanaan Embung Judeg di Desa Sidomulyo Kecamatan Pagerwojo Kabupaten Tulungagung Ardiyansah, Ilham; Asmaranto, Runi; Dermawan, Very
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah kurang ketersediaannya air baku yang terjadi saat ini, menimbulkan permasalahan bagi masyarakat salah satunya pada daerah Kecamatan Pagerwojo di Kabupaten Tulungagung. Hal ini terjadi karena semakin meningkatnya kebutuhaan penduduk akan air baku yang tidak sejalan dengan ketersediaan sarana dan prasarana penyedia air baku. Oleh sebab itu penulis membuat analisis yang berkaitan dengan masalah tersebut, dengan merencanakan sebuah embung yang dimanfaatkan untuk menampung air pada musim hujan agar dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan air baku. Berdasarkan analisis yang dilakukan, didapatkan volume tampungan efektif embung sebesar 11889,405 m3, sedangkan hasil untuk analisis kebutuhan air baku penduduk di tahun 2040 sebesar 0,00449 m3/det. Data perencanaan dimensi tubuh embung didapatkan: tinggi embung 13,3 m; elevasi3puncak embung +767,3; lebar puncakfembung 5,1 m; kemiringanyhulu 1: 3; kemiringanohilir 1: 2,3; elevasi pelimpah +765; lebar pelimpah 15 m; serta peredam energi direncanakan menggunakan kolam olakan USBR tipe III. Untuk analisis stabilitas tubuh embung menggunakan metode fellenius dimana angka kemanan yang didapatkan memenuhi syarat. hasil yang didapat dari analisis stabilitas pelimpah terhadap gaya uplift, gaya geser, gaya guling dan terhadap daya dukung tanah baik dalam keadan normal maupun gempa aman secara teknis untuk stabilitas pelimpah. Rencana anggaran biaya konstruksi embung sebesar Rp. 8.934.081.000,-
STUDI ALTERNATIF PENJADWALAN DAN PEMBIAYAAN PROYEK PERBAIKAN TANAH PLTMG RAJA AMPAT DI KOTA WAISAI KABUPATEN RAJA AMPAT MENGGUNAKAN MICROSOFT PROJECT 2016 Permata Putra, Dipa Graha; Marsudi, Suwanto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak:Suatuqproyekqdikatakanqberhasilqdenganqbaikqapabilaqditinjauqdariqsegiqekonomis,proyek tersebut dilaksanakan secara efektif dan efisien. Denganqkataqlainqproyek terhindardari segala macam pengeluaran biaya yang tidak diingginkan, sehing ga keuntungan yangsudah direncanakan dapat tercapai. Adapun masalah masalah yang dapat menyebabkan pengeluaran menjadi membesar, salah satunya adalah lamanya durasi pelaksanaan proyek. Untuk mencapai hasil proyek konstruksi yang efisien dari segi biaya, w aktu, dan tenaga kerja maka penulis menerapkan program Microsoft Project Manager 2016 untuk membantu perenca naan , pengelolaan, dan penjadwalaan yang sangat mendukung proses administrasi proyek.Pada studi ini membahas tentang penjadwalan dan pembiayaan menggunakan 2 alternatif yang mencakup analisa produktifitas alat berat, durasi proyek, kebutuhan jumlah sumber daya tenaga kerja, analisa harga satuan pekerja, rancangan anggaran biaya, dan rencana kurva s dengan memperhatikan urutan pelakdanaan pekerjaan dan kebutuhan material dari penjadwalan Microsoft Project Manager 2016 yang menghasilkan jaringan kerja berupa hant chart. Sehingga pekerjaan yang mengalami konflik dapat langsung terlihat kemudian cepat dikontrol.Tujuan dari penyusunan tugas akhir ini adalah untuk mengetahui alternative mana yang paling efisien ditinjau dari segi waktu dan biaya untuk percepatan durasi proyek. Kedua alternative memberikan perbedaan analisa dan hasil yang tentunya berbeda dari segi waktu dan biaya dengan alternative 1 ( 98 hari , biaya total proyek Rp. 13.715.265.892,89) dan alternative 2 penambahan alat berat (80 hari, biaya total proyek Rp. 13.617.640.993,96). Ditinjau dari segi waktu dan biaya serta kelemahan dari kedua alternative, maka dapat disimpulkan bahwa penambahan alat berat adalah alternative yang dianggap efisien untuk pelaksanaan.).   Kata Kunci: Penjadwalan, Pembiayaan, Alat Berat, Tenaga Kerja, Microsoft Project 2016 Abstract: A project is said to work well when viewed from an economic perspective, the project is carried out effectively and efficiently. In other words the project is avoided from all kinds of expenses that are not excluded, so that the planned benefits can be achieved. As for the problem problems that can cause expenditure to be enlarged, one of which is the length of the duration of the project. To achieve the results of a construction project that is efficient in terms of cost, time, and labor, the writer applies the Microsoft Project Manager 2013 program to help plan, manage, and schedule which strongly supports the project administration process.This study discusses scheduling and financing using 2 alternatives which include analysis of machine productivity, duration of the project, the need for labor resources, analysis of labor unit prices, draft budgetary costs, and curve plans s taking into account the implementation of the work order and material requirements of scheduling Microsoft Project Manager 2016 that produces a network in the form of a hant chart. So that work that experiences conflict can immediately be seen then quickly controlled.The purpose of this final assignment is to find out which alternative is the most efficient in terms of time and cost to accelerate the duration of the project. The two alternatives provide different analysis and results which are certainly different in terms of time and cost with alternative 1 (98 days, total project costs of Rp. 13,715,265,892.89) and alternative 2 additions of heavy equipment (80 days, total project costs of Rp. 13,617. 640,993.96). In terms of time and cost and the weaknesses of the two alternatives, it can be concluded that the addition of heavy equipment is an alternative that is considered efficient for implementation. Keywords: Scheduling, Financing, Heavy Equipment, Labor, Microsoft Project 2016.
PERENCANAAN INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH (IPAL) WILAYAH SELATAN FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS BRAWIJAYA Patabang, Marianty -; Sholichin, Moh. -; Prayogo, Tri Budi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Fakultas Teknik Wilayah Selatan Universitas Brawijaya Malang terdiri dari Jurusan Teknik Mesin, Teknik Elektro dan Teknik Industri. Jurusan Teknik Mesin memiliki 39 orang dosen, 16 orang pegawai dan 767 orang mahasiswa.  Jurusan Teknik Elektro memiliki 49 orang dosen, 19 orang pegawai dan 813 orang mahasiswa.  Jurusan Teknik Industri memiliki 37 orang dosen, 7 orang pegawai dan 897 orang mahasiswa.  Berdasarkan perhitungan, limbah cair domestik yang dihasilkan di lokasi studi adalah sebesar 69801,6 liter/hari.  Limbah cair tersebut langsung dibuang ke saluran drainase tanpa melalui proses pengolahan terlebih dahulu yang dapat mencemari lingkungan penerima.  Dari hasil uji laboratorium ada 3 parameter yang tidak memenuhi baku mutu yaitu BOD, COD dan TSS dengan nilai berturut – turut sebesar 470,8 mg/L, 1500 mg/L dan 266,5 mg/L. Oleh karena itu dalam studi ini direncanakan jaringan pipa pembawa air limbah dan bangunan IPAL.  Dari hasil perhitungan dibutuhkan pipa PVC  Ø 2,5 inci sebanyak 96 buah dengan panjang masing – masing 4m.  Perlu direncanakan IPAL berdasarkan baku mutu yang berlaku.  Berdasarkan hasil perencanaan, tahapan pengolahan yang diperlukan terdiri dari: bak penampungan, bak pengendapan awal, bak biofilter anaerobik, bak pengendapan akhir dan bak penampungan – klorinasi.  Berdasarkan perhitungan, air limbah yang telah melalui pengolahan – pengolahan tersebut telah memenuhi baku mutu dengan nilai BOD sebesar 8,5 mg/L, COD sebesar 27 mg/L dan TSS sebesar 1,2 mg/L.  Total rencana anggaran biaya yang dibutuhkan adalah Rp 320.657.500,00. Kata kunci: air limbah domestik, jaringan perpipaan, IPAL, biofilter anaerobik.   Abstract: Southern area in Engineering Faculty of Brawijaya University Malang consists of Mechanical Engineering Department, Electrical Engineering Department and Industrial Engineering Department.   The Mechanical Engineering Department has 39 lecturers, 16 employees and 767 students.  The Electrical Engineering Department has 49 lecturers, 19 employees and 813 students.  The Industrial Engineering Department has 37 lecturers, 7 employees and 897 students.  Based on calculations, the domestic wastewater produced at the research sites is 69801,6 liters/day.  The wastewater is directly discharged into the drainage system without treatment which can pollute the receiving environment.  From the laboratory test results there are 3 parameters that do not meet the quality standard namely BOD, COD and TSS with successive values of 470,8 mg/L, 1500 mg/L and 266,5 mg/L.  Therefore in this study, planned the piping network and WWTP buildings.  From the calculation results, a total of 96 pieces of Ø 2,5 inch PVC pipe are needed with a length of 4m each.  WWTP needs to be planned based on applicable quality standard.  Based on the planning results, the required treatment stages consist of: reservoir, primary sedimentation basin, anaerobic biofilter basin, secondary sedimentation basin and reservoir-clorination basin.  Based on the calculation, the treated wastewater has met the quality standard with a BOD value of 8,5 mg/L, COD of 27 mg/L and TSS of 1,2 mg/L.  The total budget plan required is Rp 320.657.500,00. Keywords: domestic wastewater, piping network, WWTP, anaerobic biofilter.
PENENTUAN SKALA PRIORITAS PENGEMBANGAN POTENSI MATA AIR DI KOTA BATU MENGGUNAKAN METODE ANALYTIC NETWORK PROCESS Diaz Alfi, Theodora Lie; Siswoyo, Hari; Asmaranto, Runi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK:Penelitian skala prioritas pengembangan potensi mata air telah dilakukan di Kota Batu menggunakan metode Analytic Network Process. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan solusi alternatif dalam memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat Kota Batu. Penyelidikan potensi mata air menggunakan 4 kriteria yang terdiri atas kuantitas air (8 subkriteria), kualitas air (5 subkriteria), kontinuitas aliran (3 subkriteria), status kepemilikan lahan (3 subkriteria) dan 15 alternatif mata air. Analisis hasil penelitian dilakukan dengan bantuan paket program komputer Super Decisions 2.10.0. Hasil penelitian menunjukkan Mata Air Torong Sisir sebagai prioritas alternatif mata air pertama dan Mata Air Urip berada di urutan kedua. Kata Kunci:Analytic Network Process, Mata Air, Super Decisions. ABSTRACT:The researchof the scale priority potential development the springs has been done in Batu City using the Analytic Network Process method. This research aimsto get alternative solutions in compliance the needs of the cleanwater  in Batu City. The research of potential springs uses 4 criteria consisting of water quantity (8 subcriteria), water quality (5 subcriteria), flow continuity (3 subcriteria), land ownership status (3 subcriteria), and 15 alternative springs. Analysis of the results this study was carried out with the help of the super decisions 2.10.0 computer program package. The results showed the Torong Sisir springs as the first alternative priority springs and Urip Springs in second place. Keywords: Analytic Network Process, Springs, Super Decisions.
Evaluasi Keamanan Tubuh Bendungan Grawan Berdasarkan Kondisi Hidrologi dan Geologi Terkini (Grawan Dam Safety Evaluation Based On Current Hydrological and Geotechnical Data) Rini, Desy Yustika; Asmaranto, Runi; Priyantoro, Dwi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK: Pada studi ini dilakukan evaluasi keamanan tubuh Bendungan Grawan berdasarkan data hidrologi dan geoteknik terkini, yakni meliputi: penelusuran banjir, perhitungan rembesan menggunakan Software Geoslope dengan berbagai kondisi muka air, serta perhitungan stabilitas lereng bendungan kondisi statis dan dinamis (dengan gempa OBE dan MDE) dengan menggukanan metode Fellenius dan Bishop yang dilakukan menggunakan Software Geoslope dengan melihat Peta Gempa Indonesia 2017. Hasil analisa menunjukkan bahwa kondisi hidrologi berdasarkan penelusuran banjir pada Bendungam Grawan aman terhadap tinggi jagaan, rembesan yang terjadi pada tubuh bendungan masih aman terhadap debit ijin rembesan (1% debit inflow rata –rata), serta stabilitas lereng bendungan grawan menunjukkan hasil kondisi statis, OBE, dan MDE 100% aman terhadap faktor keamanan ijin stabilitas. Kata Kunci: Bendungan, Hidrologi, Rembesan, Stabilitas Lereng   ABSTRACT: In this study, Grawan Dam safety evaluation was calculated based on current hydrological and geotechnical data, which included: flood routing, seepage calculations using Geoslope Software with various water conditions, and slope stability of the static and dynamic conditions (at OBE and MDE) calculations using Fellenius and Bishop methods using Geoslope Software by looking at 2017 Indonesian Earthquake Map. The results of the analysis show that hydrological conditions based on flood routing in Grawan Dam is safe from embankment height, the seepage that occurs in the dam body is still safe from permits discharge (1% average inflow discharge), and the slope stability of the dam shows statistical results, OBE and MDE are 100% safe from the safety factor of a stability safety permits. Keywords: Dam, Hidrology, Seepage, Slope Stability
ESTIMASI TINGGI CURAH HUJAN DARI DATA KLIMATOLOGI MENGGUNAKAN MODEL ARTIFICAL NEURAL NETWORK (ANN) DI KABUPATEN SAMPANG JAWA TIMUR Pratiwi, Novalina Putri; Wahyuni, Sri; Suhartanto, Ery
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi ini dilakukan untuk mengetahui hasil pemodelan tinggi curah hujan bulanan dan harian dari data klimatologi berdasarkan metode Artificial Neural Network (ANN) dan mengetahui perbandingan curah hujan antara metode Artifical Neural Network (ANN) (Matlab) dengan data lapangan. Dalam studi ini untuk mengetahui kesesuaian hasil metode yang digunakan terhadap pengamatan, maka dilakukan uji kalibrasi dengan pembagian data 5, 6, 7, 8, dan 9 tahun serta uji verifikasi dengan pembagian data 5, 4, 3, 2, dan 1 atau data sisa dari kalibrasi. Masing-masing dilakukan pengujian dengan epoch 500, 1000, 1500, dan 2000. Uji yang digunakan yaitu Efisiensi Nash-Sutcliffe (ENS), Uji Koefisien Korelasi (R), Uji Root Mean Squared Error (RMSE), dan Uji Kesalahan Relatif (Kr). Hasil analisis perhitungan curah hujan bulanan dengan metode (ANN) terhadap data pengamatan berdasarkan kalibrasi didapatkan bahwa di pembagian data 5 tahun epoch 2000 yang memenuhi nilai kriteria dan memiliki nilai yang paling baik, sedangkan untuk verifikasi di data 1 tahun epoch 2000. Perhitungan curah hujan harian berdasarkan kalibrasi terdapat di data 7 tahun epoch 1000, sedangkan uji verifikasi terdapat di data 1 tahun dengan epoch 500. Perbandingan data curah hujan dengan data pengamatan hampir mendekati jika nilai Efisiensi Nash-Sutcliffe (ENS), dan Koefisien Korelasi (R) memenuhi kategori yang ada.   The study was conducted to know the result of the high montly and daily rainfall modeling from the climatology data based on an Artifical Neural Network (ANN) method and to know the comparison of rainfall between Artifical Neural Network (ANN) (Matlab) compare with the real data. In this study to determine the suitability  of result of the method  used for observation, calibration test was done by dividing data 5, 6, 7, 8 and 9 years and also verification test by dividing data 5, 4, 3, 2 and 1 or residual data from calibration step. Each of them was done by testing epoch 500, 1000, 1500,  And 2000. The tests used were Nash-Sutcliffe (ENS), correlation coefficient test (R), Root Mean Squared Error test (RMSE), and relative fault test (Kr). The result of the analysis of the monthly rainfall calculation using the ANN method compare with observational data based on caliboration found that the data distribution of 5 years data epoch 2000 meet the criteria value and had the best value, while for verification in the data of 1 year with epoch 2000. Calculation of daily rainfall based on the calibration found in the 7 yearsdata with epoch 1000, while the verification test was in the 1 years data with epoch 500. Comparison of rainfall data with observational data is almost close if the Nash-Sutcliffe (ENS) value and the correlation coefficient (R) meet the appropriate category there is.  
Studi Perencanaan Pengembangan Jaringan Distribusi Air Bersih di Kecamatan Labuapi Kabupaten Lombok Barat Menggunakan Software WaterCAD Narariya, Ira; Sumiadi, Sumiadi; Haribowo, Riyanto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendistribusian air yang tidak merata di Kecamatan Labuapi mendorong adanya peningkatan pelayanan oleh PDAM. Terdapat beberapa daerah yang akan dilakukan peningkatan pelayanan, diantaranya Desa Kuranji, Desa Kuranji Dalang, dan Desa Perampuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi sistem distribusi air bersih pada kondisi eksisting maupun kondisi pengembangan serta mengetahui besarnya rencana anggaran biaya yang harus dikeluarkan untuk tahap pengembangan. Simulasi kondisi hidrolik dilakukan dengan bantuan Software WaterCAD v8i berupa kontrol nilai tekanan (0.5-8 atm), kecepatan (0.1-2.5 m/dt) dan headloss gradient (0-15 m/km), perhitungan RAB dilakukan dengan melihat pedoman Harga Satuan Pekerjaan wilayah studi.  Hasil simulasi yang diperoleh dengan Software WaterCAD v8i menunjukkan bahwa nilai kecepatan, headloss gradient dan tekanan pada kondisi eksisting telah memenuhi kriteria perencanaan, sedangkan pada kondisi pengembangan nilai kecepatan, headloss gradient dan tekanan belum memenuhi kriteria perencanaan sehingga perlu dilakukan perbaikan dan penambahan jaringan distribusi. Selain itu anggaran biaya yang dibutuhkan dalam tahap perencanaan pengembangan sebesar Rp 2,997,490,462. Unequal distribution of water in Labuapi District has led to an increase in services by PDAM. There are several areas that will an increase in services, including Kuranji Village, Kuranji Dalang Village and Perampuan Village. This study aims to evaluate the distribution system of clean water in existing conditions and development conditions as well as knowing the magnitude of the planned budget costs that must be spent for the development stage. Hydraulic condition simulation using the aid of WaterCAD v8i Software in the form of pressure value control (0.5-8 atm), velocity (0.1-2.5 m/s) and headloss gradient (0-15 m/km), RAB calculation is done by looking at Work Unit Price guideliines for the study area. Simulation results obtained from WaterCAD v8i Software showed that the velocity, headloss gradient and pressure values in the existing conditions meet the planning criteria, while in the development conditions velocity, headloss gradient and pressure do not meet the planning criteria so the distribution network needs to be improved. In addition, the budget needed for the development planning is Rp 2,997,490,462.  
SIMULASI INFLOW DAN OUTFLOW WADUK PADA BENDUNGAN SEMANTOK KABUPATEN NGANJUK JAWA TIMUR Arum, Pradani Puspita; Suhartanto, Ery; Dermawan, Very
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecamatan Rejoso berada di wilayah Kabupaten Nganjuk bagian utara dengan wilayah paling luas dan jumlah penduduk yang cukup tinggi. Sektor pertanian merupakan sektor yang mendominasi perekonomian Kecamatan Rejoso. Oleh karena itu, pemenuhan kebutuhan air baku dan air irigasi menjadi hal yang mutlak diperlukan untuk perkembangan wilayah Kecamatan Rejoso. Pada puncak musim penghujan selalu terjadi luapan air Sungai Semantok yang mengakibatkan banjir di wilayah Kecamatan Rejoso. Dikarenakan hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Nganjuk berinisiatif untuk merencanakan pembangunan bendungan berskala nasional di wilayah kecamatan Rejoso, yaitu Bendungan Semantok. Sehubungan dengan rencana Pembangunan Bendungan Semantok, telah dilakukan kajian mengenai Simulasi Inflow Outflow waduk pada Bendungan Semantok yang bertujuan untuk mengetahui tingkat kebutuhan air di Kecamatan Rejoso dan untuk mengetahui keandalan waduk pada Bendungan Semantok Berdasarkan analisa dan perhitungan yang telah dilakukan, diketahui bahwa nilai kebutuhan air baku meningkat seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk berdasarkan analisa proyeksi penduduk. Sedangkan tinggi rendahnya kebutuhan air irigasi sangat dipengaruhi oleh pola tata tanam. Dari neraca water balance didapatkan hasil bahwa kebutuhan air baku dapat tercukupi. Sedangkan dari hasil simulasi inflow outflow waduk pada Bendungan Semantok, didapatkan hasil bahwa untuk memenuhi seluruh kebutuhan air baku dan air irigasi dengan keandalan waduk 80-90%, pola tata tanam yang palig efektif adalah Padi-Kedelai-Jagung dengan periode keberhasilan 239 Rejoso Subdistrict that located in the northern region of Nganjuk, has the widest area and the population is quite high. The agricultural sector is a sector that dominates Rejoso subdistrict economy. Therefore, the fulfillment of fresh water needs and irrigation water is absolutely necessary for the development of Rejoso subdistrict. On the other hand, at the peak of rainy season always occurs the water overflow of Semantok River which resulted in flooding in the area of Rejoso district. Nganjuk Government initiated to plan the construction of a nationwide dam in Rejoso subdistrict, namely Semantok Dam.In connection with the plan of development of Semantok Dam, has been conducted a study on the simulation Inflow Outflow Reservoir on Semantok Dam that aims to determine the level of fresh water needs in Rejoso District and to know the reliability of the reservoir on Semantok Dam. Based on the analysis and calculations that have been done, it is known that the value of fresh water demand increases with the increasing population.While the low level of irrigation water demand is strongly influenced by the pattern of planting. From water balance, it get the result that the fresh water demand can be fulfilled. While the results of the simulation inflow outflow reservoir on the Semantok dam, obtained the result that to fulfill all the needs of fresh water and irrigation water with the reliability of the 80-90% reservoir, the pattern of planting that most effective is Paddy-Soybean-Corn with success period of 239 times or at 82.99% and the failed period of 49 times or 17.01%