cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 322 Documents
STUDI PERENCANAAN JARINGAN PIPA DISTRIBUSI AIR BERSIH DENGAN WATERCAD DI PERUMAHAN D’RICH GARDEN KOTA MALANG Tutuarima, Gallardio Taniago; Ismoyo, M. Janu; Sumiadi, Dr.
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sumber Air Pitu merupakan sumber yang dikelola oleh PDAM Kota Malang yang mempunyai debit sebesar 158,38  lt/dt. Perumahan D’rich Garden terletak di Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang memiliki jumlah penduduk 2620 pada tahun 2018. Simulasi jaringan pipa distribusi air bersih dilakukan menggunakan bantuan program WaterCAD, perhitungan RAB dilakukan dengan melihat pedoman HSP kota malang dan analisa ekonomi yang digunakan yaitu Benefit Cost Ratio, Net Present Value,dan Internal Rate of Return. Total kebutuhan air rata-rata di Perumahan D’rich Garden yaitu yang dibutuhkan sebesar 4,81 lt/dt. Hasil simulasi dengan program WaterCAD v8i menunjukan bahwa distribusi air bersih untuk Perumahan D’rich Garden tersebut dapat terlayani 100% untuk kebutuhan rata-rata maupun pada jam puncak. Rencana anggaran biaya untuk Perumahan D’rich Garden yaitu sebesar Rp. 231.000.000. Analisa Ekonomi pada tingkat suku bunga 9,98% didapatkan nilai Benefit Cost Ratio sebesar 3,46 selisih Net Present Value (B–C) sebesar Rp. 247.579.209/tahun, Internal Rate of Return sebesar 61,33% dengan harga air Rp. 780,-/m3.
STUDI EVALUASI SISTEM BANGUNAN PELIMPAH PADA BENDUNGAN GRAWAN KABUPATEN REMBANG PROVINSI JAWA TENGAH Aini Amalia, Ayu Khurotul; Asmaranto, Runi; Priyantoro, Dwi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Setelah adanya kegiatan inspeksi pada Bendungan Grawan, diperlukan adanya evaluasi terhadap sistem bangunan pelimpah. Evaluasi disesuaikan dengan kondisi eksisting dengan As Built Drawing menggunakan analisa hidrologi, hidrolika dan stabilitas bangunan. Selanjutnya adalah mengusulkan rencana perbaikan dari hasil evaluasi dengan pertimbangan hidrologi, hidrolika dan stabilitas (guling, geser, eksentrisitas dan daya dukung tanah). Dalam studi ini juga akan menganalisa mengenai kavitasi, analisa aliran getar dan perkiraan kedalaman gerusan.Dari hasil studi didapatkan hasil analisa berupa usulan perbaikan untuk panjang peredam energi vlugter, panjang saluran transisi, peredam energi dan perlindungan terhadap dasar saluran pengarah hilir dari bahaya gerusan dengan menggunakan rip-rap. Selanjutnya merencanakan bentuk dinding penahan yaitu menggunakan dinding penahan tipe gravity wall. Setelah dilakukan analisa untuk stabilitas guling, geser dan eksentrisitas pada ambang pelimpah dan dinding penahan memenuhi persyaratan untuk kondisi normal > 1,5 dan kondisi gempa > 1,2. Daya dukung tanah pada ambang pelimpah dan dinding penahan dapat menahan tegangan yang terjadi pada bangunan. After inspection of the Grawan’s Dam, an system of spillway evaluation is required. The assessment is adapted to existing conditions using As Built Drawing related to hydrological, hydraulics and stability analysis. Furthermore, a plan to improve the evaluation results in consideration of hydrology, hydraulics and stability (overturning, sliding, eccentricity and bearing capacity) will be proposed. This study also analyzes cavitation, pulsating flow analysis and scouring depth.From the results of the investigation, the results of the analysis were presented in the form of suggestions for improvement of the length of the Vlugter, the length of the transitional channel, stilling basin and the protection of escape channel by using Rip-Rap. The next step is a plan of the retaining wall with a gravity wall. Shear and eccentricity for spillway and retaining wall meet the requirements for normal conditions> 1.5 and earthquake conditions> 1.2 after analysis of the roll stability. However, the bearing capacity of spillway and retaining walls can overcome the stress of the buildings.After inspection of the Grawan’s Dam, an system of spillway evaluation is required. The assessment is adapted to existing conditions using As Built Drawing related to hydrological, hydraulics and stability analysis. Furthermore, a plan to improve the evaluation results in consideration of hydrology, hydraulics and stability (overturning, sliding, eccentricity and bearing capacity) will be proposed. This study also analyzes cavitation, pulsating flow analysis and scouring depth.From the results of the investigation, the results of the analysis were presented in the form of suggestions for improvement of the length of the Vlugter, the length of the transitional channel, stilling basin and the protection of escape channel by using Rip-Rap. The next step is a plan of the retaining wall with a gravity wall. Shear and eccentricity for spillway and retaining wall meet the requirements for normal conditions> 1.5 and earthquake conditions> 1.2 after analysis of the roll stability. However, the bearing capacity of spillway and retaining walls can overcome the stress of the buildings.
STUDI PERENCANAAN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA MIKROHIDRO (PLTMH) LABORATORIUM AGROTECHNOPARK CANGAR DI DESA SUMBERBRANTAS KECAMATAN BUMIAJI KOTA BATU Riduwan, Achmad; Asmaranto, Runi; Limantara, Lily Montarcih
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi perencanaan Pembangkit Listrik Tenaga Air mendesain infrastuktur guna memanfaatkan potensi di sungai cangar, Desa Sumberbrantas, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Provinsi Jawa Timur. Perencanaan pada studi ini didapatkan debit rencana Q100 = 50,22 m3/detik lebar bendung 6,3 meter dan tinggi bendung = 1,5 meter menggunakan tipe pasangan batu. Peredam energi menggunakan tipe CANGAR dengan Panjang ambang 2,9 meter tinggi ambang hilir 1,0 meter dan lebar ambang hilir 2,0 meter. Debit desain pada bangunan pengambilan 0,052 m3/detik dengan lebar intake 1 meter dan tinggi muka air 2,4 meter. Saluran pembawa direncanakan memiliki kemiringan 0,1% lebar 0,5 meter dengan pasangan batu. Panjang dari bak pengendap 3,4 meter lebar 0,43 meter dengan volume tampungan 3,51 m3. Panjang dari bak penenang 3,75 meter lebar 1,5 meter dengan volume tampungan 0,798 m3. Pipa pesat pada PLTMH Cangar menggunakan pipa PVC dengan diameter 0,27 meter atau 11,023 inchi tetapi dikarenakan tidak ada ukuran pipa yang sama, maka mengikuti ukuran pipa pabrikasi = 10 inchi dengan Panjang pipa 88,8 meter. Klasifikasi turbin berdasarkan tinggi jatuhm aliran dan kecepatan spesifik (NS),iPLTMH Cangar menggunakan 2 turbin propeller. Spesifikasi teknis saluran pembuang disarankan sama dengan saluran pembawa. Daya yang dihasilkan PLTMH Cangar dengan debit 0,052 m3/detik dan tinggi jatuh efektif 14,16 meter adalah 75,93 kW. Jika diperuntukan untuk pemukiman dengan asumsi kebutuhan tiap rumah = 170 watt, maka daya yang dihasilkan dapat menghidupkan 44.664 rumah. Total biaya yang diperlukan untuk pembangunan PLTMH Canghar adalah 1.776.000.000,- terbilang satu milyar tujuh ratus tujuh puluh enam juta rupiah Planning study of Hydroelectric Power Station to design infrastructure to utilize the potential in the cangar river, Sumberbrantas Village, Bumiaji District, Batu City, East Java Province. Planning for this study was obtained by a combination of civil, mechanical and electrical buildings of Cangar MHP. With Q100th = 50,22 m3/second planned width of the dam is 6.3 meters and weir height = 1,5 meters. Energy absorbers use the CANGAR pool with froude at the end of the dam slope 2,807. Design discharge at building is taken = 0.052 m3/sec with intake width of 0.5 meters. The carrier channel is planned to have a slope of 0.1%, width of 0.5 meters with a pair of stones. The length of the sedimentary tub = 3.75 meters and width = 1.5 meters with a storage volume of 0,798 m3. Fast pipes in the Cangar MHP use PVC pipes with a diameter of 0.27 meters or 11.023 inches but because there is no same pipe size, it follows the size of the manufacturing pipe = 10 inches with a pipe length of 88,8 meters. Classification of turbines based on fall height, flow and specific speed (NS), Cangar MHP uses two Propeller Turbines. The recommended waster channel technical specifications are the same as the carrier channel.The power produced by the Cangar MHP with discharge of 0.052 m3/sec and the effective fall height of 14,16 meters is 75,93 kW. If it is intended for settlements with Asumsu needs of each house = 170 watts, then the power produced can turn 44.664 houses. The total cost needed for the construction of the Cangar MHP is Rp. 1,776,000,000 - which is one billion seven hundred seventy six million.
ANALISIS KERUNTUHAN BENDUNGAN KALOLA DENGAN MENGGUNAKAN APLIKASI ZHONG XING HY21 AZWAR, HAFIDH BURHAN; JUWONO, PITOJO TRI; SUPRIJANTO, HERI
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bendungan Kalola yang terdapat di Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, merupakan bendungan yang dibangun pada tahun 1992 – 1995. Setiap bendungan memiliki potensi keruntuhan, begitu juga dengan Bendungan Kalola. Keruntuhan Bendungan Kalola dapat disebabkan karena overtopping dan piping. Berdasarkan hasil dari aplikasi Zhong Xing HY21, dampak keruntuhan Bendungan Kalola yang paling parah disebabkan karena overtopping. Simulasi keruntuhan Bendungan Kalola akibat  overtopping dilakukan dengan menggunakan QInflow banjir desain PMF sebesar 1.600,738 m³/det dan menghasikan luas genangan sebesar 223,206 km2 dengan tinggi genangan maksimum 9,325 m. Terdapat 19 desa yang terdampak akibat keruntuhan Bendungan Kalola dengan jumlah penduduk terkena risiko sebanyak 11.495 jiwa. Banjir yang dihasilkan menyebabkan genangan sejauh 20,52 km dari lokasi bendungan, dan kemudian genangan banjir masuk ke dalam Danau Tempe. Oleh karena itu, Bendungan Kalola termasuk bendungan dengan klasifikasi bahaya tingkat 4 atau bahaya sangat tinggi.Kalola Dam located in Wajo Regency, South Sulawesi, is a dam that was built in 1992 – 1995. Each dam has the potential to collapse, as well as the Kalola Dam. Kalola Dam break can be caused by overtopping and piping. Based on the results of the application Zhong Xing HY21, the impact of the Kalola Dam break is the  most severe due to overtopping. Kalola Dam break simulation due to overtopping was carried out using the PMF flood design QInflow of 1.600,738 m3/sec and produced the inundation area of 223,206 km2 with the maximum height inundation of 9,325 m. There were 19 villages affected by the collapse of the Kalola Dam with 11.495 people at risk. Floods caused inundation as far as 20,52 km from the location of the dam, and then a flood inundation enters Lake Tempe. Therefore, Kalola Dam is classified as a dam with level 4 hazard or very high danger.
ANALISA KELAYAKAN EKONOMI PENGELOLAAN KAWASAN SUNGAI DENGAN KONSEP RESTORASI PADA SUNGAI KUNCIR KABUPATEN NGANJUK JAWA TIMUR Wardana, Yoga Okta; Andawayanti, Ussy; Cahya, Evi Nur
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seiring dengan pertumbuhan penduduk yang pesat, ruang terbuka hijau di bantaran atau sempadan sungai Kuncir Kabupaten Nganjuk menjadi semakin berkurang. Sehingga, sempadan sungai tidak memiliki kemampuan untuk menginfiltrasi air hujan yang turun, yang mengakibatkan sungai mengalami banjir karena menerima air limpasan dari kawasan sempadan sungai. Maka dari itu, tujuan studi ini adalah untuk menganalisa kelayakan ekonomi restorasi Sungai Kuncir. Dalam studi ini, dibutuhkan data-data seperti data kerugian banjir dari BPBD Kabupaten Nganjuk, data nilai bangunan per m2 dari Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kabupaten Nganjuk, data teknis pekerjaan, data harga satuan bahan  dan harga satuan upah di Kabupaten Nganjuk. Dari perhitungan kerugian banjir yang dianalisa menggunakan metode Damage and Loss Assessment didapatkan kerugian banjir Sungai Kuncir yang meliputi kerugian pada lahan permukiman dan lahan pertanian. Nilai tersebut kemudian dijadikan sebagai manfaat restorasi sungai. Biaya konstruksi dari restorasi sungai yaitu meliputi biaya pembangunan 3 blok taman kota dan pekerjaan revitalisasi sempadan Sungai Kuncir. Dari analisa ekonomi yang dilakukan didapat nilai BCR sebesar 1,12. Nilai NPV sebesar Rp. 85.951.984. Nilai IRR sebesar 7,10% dan Payback Period selama 10 tahun. Hasil analisa sensitivitas menunjukan bahwa proyek sensitif terhadap penurunan manfaat dan kenaikan harga bahan dan upah. Hasil analisa juga menunjukan bahwa proyek tidak sensitif terhadap keterlambatan pekerjaan.Along with rapid population growth, green space on the banks or borders of the river Kuncir Nganjuk Regency is increasingly diminishing. Thus, the river border cannot infiltrate the falling rainwater, which causes the flood because the river receives runoff water from the riverbank. Therefore, the purpose of this study is to analyze the economic feasibility of the Kuncir River restoration. In this study, data such as flood loss data from the Nganjuk Regency BPBD, data on building values from the Nganjuk District Public Housing Agency, technical work data, material unit price data and wage unit price in Nganjuk Regency, are needed. From the calculation of flood losses that were analyzed using the Damage and Loss Assessment method, it was found that the Kuncir River flood losses included losses on residential land and agricultural land. This value is then used as a benefit of river restoration. The construction costs of river restoration include the cost of building 3 city park blocks and revitalizing the Kuncir River border. From the economic analysis conducted, the BCR value was 1.12. NPV value of Rp. 85,951,984. IRR value of 7.10% and Payback Period for 10 years. The results of the sensitivity analysis show that the project is sensitive to decreasing benefits and rising material prices and wages. The analysis also shows that the project is not sensitive to work delays.
STUDI PENYUSUNAN ANGKA KEBUTUHAN NYATA OPERASI DAN PEMELIHARAAN SISTEM DRAINASE KELURAHAN SUMBANG KECAMATAN BOJONEGORO KABUPATEN BOJONEGORO Albinisa, Nurra Aulia; Andawayanti, Ussy Andawayanti; Suhartanto, Ery
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saluran drainase dikatakan berfungsi apabila dapat mengalirkan air buangan, baik berasal dari rumah tangga, industri maupun air hujan.Namun pada kenyataannya tidak berlaku di Kelurahan Sumbang karena sistem drainase belum berfungsi dengan maksimal akibat adanya perubahan fungsi lahan dan kurang optimalnya kegiatan operasi dan pemeliharaan. Maka dari itu perlu dilakukan perhitungan Angka Kebutuhan Nyata Operasi dan Pemeliharaan Sistem Drainase. Dari hasil penilaian kinerja sistem drainase di Kelurahan Sumbang memperoleh nilai 6.113,40 poin (88,60%) dari 6.900 poin dan dapat digolongkan dalam kategori baik. Kemudian dari perhitungan perhitungan evaluasi kapasitas saluran drainase pada kala ulang 2th,5th,10th terdapat 16 saluran yang melimpas. Berdasarkan pada hasil analisa, kegiatan operasi dan pemeliharaan yang akan dilakukan adalah inspeksi rutin setiap satu bulan sekali pada saluran terbuka ataupun saluran tertutup. Kemudian dilakukan pengerukan sedimentasi setidaknya 2-3 kali dalam setahun untuk saluran sekunder maupun tersier pada saluran terbuka ataupun tertutup. Dari kegiatan operasi dan pemeliharaan yang akan dilakukan, rekapitulasi biaya Angka Kebutuhan Nyata Operasi dan Pemeliharaan dalam satu tahun adalah sebesar Rp 552.106.891.     Drainage channels said to function when able to drain wastewater, whether derived from households, industries and rainwater. But in fact did not apply in Sumbang Urban Village because the drainage system has not been functioning with the maximum due to changes in land function and less optimal operation and maintenance activities. Therefore, it was necessary to calculate the Real Needs of Drainage System’s Operation And Maintenance. From the results of the performance assessment of drainage system in Sumbang Urban Village obtained 6,113.40 points (88.60%) of 6,900 points and could be classified in good category. Then, from the calculation of the capacity evaluation of drainage channels at the return period of 2th, 5th, 10th there were 16 channels run off. Based on the results of the analysis, the operation and maintenance activities that will be carried out are routine inspections once a month on open channels or closed channels. Sedimentation was dredging at least 2-3 times a year for both secondary and tertiary channels on open or closed channels. From the operation and maintenance activities, the Real Needs of Drainage System’s Operation And Maintenance in one year is Rp 552,106,891.
STUDI PENENTUAN PRIORITAS PERBAIKAN ASET IRIGASI DI DAERAH IRIGASI KEDUNGREJO KECAMATAN PILANGKENCENG KABUPATEN MADIUN Nugraha, Yosua Panji; Wahyuni, Sri; Prayogo, Tri Budi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Irigasi memiliki peranan penting bagi peningkatan produksi pertanian guna mencapai kedaulatan pangan nasional. Akan tetapi pada kenyataannya, pengajuan dana untuk keperluan pengelolaan jaringan irigasi dari tahun ke tahun tidak selalu terpenuhi sesuai kebutuhan. Oleh sebab itu, dibutuhkan penyelesaian masalah berupa penentuan prioritas perbaikan aset irigasi agar penanganan dapat dilakukan dengan optimal. Data inventerisasi jaringan irigasi digunakan sebagai input. Studi ini menggunakan Kriteria dan Bobot Penilaian Kinerja Jaringan Irigasi yang telah dimodifikasi. Selain itu, uji statistika yang digunakan adalah Uji Kruskal-Wallis dan Uji Mann-Whitney. Software Google Earth dan Arc-GIS digunakan untuk mempermudah dalam mengetahui kondisi dan penanganan seluruh aset. Hasil dari studi ini yaitu Daerah Irigasi Kedungrejo mempunyai kondisi aset irigasi dengan kondisi baik sekali sebesar 9,76%, kondisi baik sebesar 36,59%, kondisi sedang sebesar 48,78%, dan kondisi jelek sebesar 4,88%. Ranking tertinggi (ranking 1) ditempati oleh masukan pembuang (B.KR.1m), masukan pembuang (B.KR.1w), dan terjunan (B.PL.2a). Ranking terendah (ranking 82) ditempati oleh tangga cucian (B.KR.1c), masukan pembuang (B.KR.1k), jembatan (B.KR.1t), jembatan (B.KR.1u), jembatan (B.KU.3a), jembatan (B.SI.1a), jembatan (B.SI.5a), dan jembatan (B.BD.2a). Analisis data melalui uji statistik (Uji Kruskal-Wallis) mendapatkan H(6,639) ≤ X(0,05;5) (11,070) maka kesimpulan statistik terhadap hipotesis yang diajukan tidak ada perbedaan yang berarti menerima H0 dan menolak H1.Irrigation has an important role for increasing agricultural production in order to achieve national food sovereignty. However, in reality, proposing funds for irrigation network management needs from year to year is not always met as needed. Therefore, problem solving is needed in the form of prioritizing the improvement of irrigation assets so that the handling can be done optimally. Irrigation network inventerization data is used as input. This study uses the Criteria and Weight of the Irrigation Network Performance Assessment that has been modified. In addition, the statistical test used is the Kruskal-Wallis Test and the Mann-Whitney Test with the consideration that the data obtained are in the form of ranking. Google Earth and Arc-GIS software are used to make it easier to find out the condition and handling of all assets. The results of this study are Kedungrejo Irrigation Area which has an irrigation asset condition with a very good condition of 9.76 %, a good condition of 36,59 %, a moderate condition of 48,78 %, and a bad condition of 4.88 %. In addition, the highest ranking (1st ranking) is occupied by Drain Inlet (B.KR.1m), Drain Inlet (B.KR.1w), and Cascade (B.PL.2a). The lowest ranking (82th ranking) is occupied by Laundry Ladders (B.KR.1c), Drain Inlet (B.KR.1k), Bridges (B.KR.1t), Bridges (B. KR.1u), Bridges (B.KU.3a), Bridges (B. SI.1a), Bridges (B.SI.5a), and Bridges (B.BD.2a). Data analysis through statistical tests (Kruskal-Wallis Test) get H (6,639) ≤ X(0,05;5) (11,070) then the statistical conclusions on the hypothesis proposed there is no difference that means accepting H0 and rejecting H1.
Studi Pemilhan Pengembangan PLTM Lodagung dengan Kapasitas Terpasang 1x1,30 MW dan 2x0,65 MW Berdasarkan Analisa Ekonomi Ikhsanti, Lanthika Dwi; Marsudi, Suwanto; Dermawan, Very
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sungai Brantas merupakan salah satu sungai di pulau Jawa dengan potensi debit yang besar. Seiring dengan meningkatnya kebutuhan energi listrik di pulau Jawa maka potensi sungai Brantas adalah pilihan yang tepat untuk lebih dioptimalkan lagi manfaatnya mengingat masih banyak potensi yang tersimpan didalamnya.  Salah satunya dengan membangun pembangkit listrik dengan skala kecil (PLTM). Studi ini diperlukan untuk meninjau rencana pengembangan jumlah turbin pada PLTM Lodagung. Studi berlokasi pada bendungan Wlingi, Kabupaten Blitar. Studi ini akan meninjau kelayakan alternatif pengembangan PLTM Lodagung berdasarkan parameter analisa ekonomi pada rencana satu turbin dan dua turbin.  Sehingga dapat ditentukan, alternatif jumlah terbin yang mendapatkan hasil optimum.Dari hasil kajian menunjukkan, dengan jumlah dua unit turbin dengan kapasitas terpasang 2x0,65 MW serta diameter runner turbin sebesar 1,31 m, PLTM Lodagung dapat menghasilkan energi sebesar 8,58 Gwh. Dari perencanaan tersebut didapatkan biaya pembangunan sebesar 94 milyar rupiah dengan nilai nilai BCR: 1,12, NPV senilai 9,29 milyar rupiah, IRR pada 8,38%, dan periode pengembalian selama 9,87 tahun. Sehingga rencana pengembangan PLTM dengan dua unit terbin layak secara ekonomi. Brantas river is one of the most potential water recourses in Java.. By the increasing of electric power needs, Brantas river is the appropiate choice for optimizing the potential. The water recources potential could be used in mini-hydroelectric power plant (MHP) . This study is needed to consider the developement plan on the addition of Lodagung unit turbine. Studies are located at dam Wlingi, Blitar. This study will consider the feasibility of developement design on Lodagung MHP based on economic parameters on each design. Thus, the most optimal alternative of  developement could be selected.The result of the study showed that with two units turbine with installed capacity of 2x0,65 MW, and runner diameter of 1,31 m, Lodagung MHP can produced 8,58 Gwh each year. From the planning, it obtained onstruction cost of 94 billion rupiah to the value of BCR: 1,12, NPV: 9,29 billion rupiah, IRR on 8,38%, and payback period for 9,87 years. So, the developement of Lodagung MHP with two unit turbines is economically viable.  
STUDI RESTORASI SUNGAI KUNCIR KANAN DI KABUPATEN NGANJUK, JAWA TIMUR Nugroho, Cahyo Wisnu; Dermawan, Very; Asmaranto, Runi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sungai Kuncir Kanan merupakan salah satu sungai yang mengalir melintasi Kabupaten Nganjuk. Banjir yang terjadi setiap tahun pada periode musim hujan menunjukkan bahwa telah terjadi penurunan retensi sungai Kuncir Kanan terhadap debit pada musim hujan. Studi ini dimaksudkan untuk meningkatkan retensi sungai dan mencegah terjadinya banjir. Dari hasil simulasi program HEC-RAS 5.0.3 menunjukkan bahwa kondisi existing sungai tidak mampu menampung debit dengan Q5, Q10, Q25, Q50, maupun Q100. Maka direncanakan konsep restorasi fisik dan non fisik, restorasi fisik meliputi normalisasi dan penataan sempadan sebagai ruang terbuka hijau, sedangkan untuk konsep restorasi non fisik berupa sosialisasi dan penegakan peraturan terkait sempadan dan sanitasi. Normalisasi direncanakan menggunakan penampang ganda dengan debit rencana 25 tahun sebesar 146,857 m³/det dengan dimensi penampang B1 =  3 m, B2 = 15 m, H1 = 4 m dan H2 = 2 m. Berdasarkan hasil simulasi setelah dilakukan restorasi menunjukan bahwa tidak terjadi lagi banjir pada ruas sungai yang mengalami banjir pada simulasi sebelumnya   Kuncir Kanan River is the one of the rivers that flows across Nganjuk Regency. Flood that occurs every years during the rainy season period indicates that Kuncir Kanan river retention of discharge during rainy season has been decreased. This study is intended to increase river retention and prevent flood. From the simulation results using HEC-RAS 5.0.3 shows that the existing condition of the river is unable to accomodate discharge with Q5, Q10, Q25, Q50, or Q100. Then it is planned physical restoration concept and non-physical, physical restoration includes normalization and structuring of river borders as green open space, while for the concepts of non-physical restoration includes socialization and enforcement law of river border and sanitation regulations. Normalization planned using compound channel with 25 year discharge plan of 146,857 m³/s with cross section dimention B1 = 3 m, B2 = 15 m, H1 = 4 m dan H2 = 2 m. Based on simulation result after restoration indicates that no more flood on the river section that occured on the previous simulation.
Analisa Potensi Air Tanah Menggunakan Groundwater Modeling System (GMS) 4.0 di Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto Novalina, Diajeng Narita Hardi; Sholichin, Mohammad
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK : Kecamatan Dlanggu memiliki 5 lokasi yang akan menjadi studi kali ini yaitu SDMJ 509 desa Randugenengan, SDMJ 518 desa Sambilawang, SDMJ 554 desa Sumber Karang, SDMJ 555 desa Jrambe dan SDMJ 557 desa Talok. Penelitian mengenai penurunan muka air tanah pada daerah studi menggunakan analisa FEMWATER pada paket program Groundwater Modelling System (GMS) 4.0. dimana output dari program GMS 4.0. adalah sebaran nilai pressure head, total head, dan kedalaman muka airtanah. Simulasi dilakukan dengan debit coba-coba di setiap sumur bor, dan simulasi prediksi sumur bor selama 10 tahun.Tekanan airtanah mengunakan debit coba-coba yang mempunyai nilai terkecil terletak pada sumur SDMJ 554 dengan debit 30,07 liter/detik, berada pada elevasi 91,55 mdpl, memiliki nilai pressure head 64,13 mH2O dan total head 155,68 mH2O. Sedangkan sumur yang memiliki pressure head tertinggi pada sumur SDMJ 557 dengan nilai 85,52 mH2O, dengan total head 185,52 mH2O pada debit 18,10 liter/detik, sumur berada pada elevasi 100 mdpl. Penurunan pressure head selama periode 10 tahun terbesar terjadi pada SDMJ 518 di tahun 2015 dengan kedalaman muka air tanah 47,76 m dengan pressure head sebesar 70,24 mH2O dan total head sebesar 135,20 mH2O. Penurunan muka air tanah yang secara terus menerus bisa mengakibatkan sumur bor tidak lagi produktif. ABSTRACT: Dlanggu district having 5 locations that will be studied this time, namely SDMJ 509 Randugenengan village, SDMJ 518 Sambilawang village, SDMJ 554 Sumberkarang village, SDMJ 555 Jrambe village and SDMJ 557 Talok village. Research on the decline in the groundwater at the study area using FEMWATER analysis on the Groundwater Modelling System (GMS) 4.0 program package where is the output of the GMS 4.0 program is the distribution of pressure head value, total head, and depth of groundwater level. The simulation with discharge trial and error in each drilled wells and simulation of a prediction drilled wells for 10 years.Groundwater pressure using trial and error which has the smallest value is located in SDMJ 554 well with a discharge of 30,07 lt/s, is at an elevation of 91,55 masl (meters above sea level), has a pressure head value of 64,13 mH20 and a total head of 155,68 mH20. While wells that have the highest pressure head at SDMJ 557 with a value of 85,52 mH20, with a total head 185,52 mH20 at a discharge of 18,10 lt/s, the well is at an elevation of 100 masl. The biggest decrease in pressure head during 10 years period occured in SDMJ 518 in 2015 with a groundwater depth of 47,76 m with a pressure head of 70,24 mH20 and a total head of 135,20 mH20. Continuous decrease in groundwater level can result in drilled wells no longer productive.