cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 322 Documents
STUDI SEBARAN DAERAH RAWAN LONGSOR MENGGUNAKAN APLIKASI SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS PADA SUB-SUB DAS KEYANG KABUPATEN PONOROGO Adhiwirawan, Patria; Asmaranto, Runi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peristiwa longsor yang menjadi sorotan terjadi di Kabupaten Ponorogo tepatnya di Dusun Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung pada tahun 2017. Dusun Tangkil sebagai titik terjadinya bencana longsor termasuk dalam kawasan wilayah Sub-Sub DAS Keyang yang merupakan bagian dari Sub DAS Kali Madiun, dimana Sub DAS Kali Madiun merupakan salah satu bagian dari DAS Bengawan Solo. Penelitian ini memanfaatkan aplikasi GIS sebagai metode untuk penentuan daerah rawan longsor di daerah DAS Keyang, menggunakan metode pembobotan berjenjang tertimbang pada setiap faktor penentu kerawanan longsor. Berikut faktor-faktor pembobotan berjenjang tertimbang yang digunakan dalam penelitian ini sesuai acuan yang di gunakan yaitu permen PU tahun 2007. Aspek Alami : Curah Hujan, Kemiringan Lereng, Batuan penyusun lereng, Kondisi Tanah, Kegempaan, Tata air lereng dan Vegetasi dan aspek manusia :Kepadatan penduduk, Usaha Mitigasi, Pencetakan Kolam, Drainase, Pola tanam, Penggalian & Pemotongan Lereng, Pembangunan Konstruksi. Hasil penelitian untuk Aspek alami kerawanan longsor menunjukkan bahwa terdapat 3 kelas kerawanan longsor yang mampu di identifikasi. Kelas kerawanan tinggi pada aspek alami hanya mampu di identifikasi di sebagian kecil daerah penelitian. Hasil Peta Kerawanan longsor berdasarkan aspek manusia menunjukkan bahwa hanya dapat mengidentifikasi 2 kelas pada hasil penelitian ini yaitu kelas sedang dan rendah. Hasil peta resiko kerawanan longsor didapatkan hasil berupa kelas yang mampu teridentifikasi dalam peneletian ini hanya sebanyak 2 kelas yatitu kelas rendah dan sedang. penelitian ini menunjukkan bahwa ancaman kejadian bencana longsor di Daerah Sub-DAS Keyang secara fisik terjadi pada daerah-daerah yang belum terbangun atau daerah dengan kepadatan yang rendah pada kondisi lereng yang berbukit dan terjal. namun kejadian bencana longsor tersebut tidak memiliki dampak yang besar kepada manusia karena terjadi di areal yang jauh dari pemukiman dan pusat kegiatan manusia. One of the landslides that were in the spotlight occurred in Ponorogo Regency, precisely in Tangkil Villagex, Banaran Village, Pulung Sub-District in 2017. Tangkil Hamlet as a point of landslide is included in the Keyang Sub-watershed which is part of the Kali Madiun Sub- watershed, where the Kali Madiun watershed is one part of the Bengawan Solo watershed. This study utilizes the GIS application as a method for determining landslide prone areas in the Keyang watershed area, using a weighted tiered weighting method for each determinant of landslide vulnerability. The following weighted tiered weighting factors used in this study are in accordance with the references used, Government Regulationt PU Number 22 2007. Natural Aspects: Rainfall, Slope, Slope Composition Rock, Soil Condition, Seismicity, Slope Water and Vegetation and human aspects: Population Density, Mitigation Efforts, Pool Excavation, Drainage, Cropping Patterns, Slope Excavation & Cutting, Construction. The results of the study for the natural aspects of landslide vulnerability indicate that there are 3 classes of landslide vulnerability that can be identified. High class vulnerability in natural aspects can only be identified in a small part of the research area. Map Results Landslide vulnerability based on human aspects shows that only two classes can be identified in the results of this study, which are the moderate and low classes. The results of the landslide hazard risk map were obtained in the form of classes that were able to be identified in this study, only as many as 2 classes were low and medium classes. this study shows that the threat of landslides in the full Sub-watershed area occurs in unbuilt areas or areas with low density on hilly and steep slope conditions. but the landslide disaster does not have a large impact on humans because it occurs in areas far from settlements and centers of human activity.
STUDI PENGENDALIAN BANJIR DI SUNGAI GUNTING KABUPATEN JOMBANG JAWA TIMUR Faizaturrohmah, Nur -; Sumiadi, Sumiadi -; Hendrawan, Andre Primantyo
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seringkali terjadi banjir pada Sungai Gunting Hilir di Kabupaten Jombang dengan rata-rata ketinggian 0,4 – 1,8. Hal ini dikarenakan adanya perubahan alih fungsi lahan daerah resapan air dan penurunan kapasitas sungai sehingga sungai tidak mampu untuk mengalirkan debit yang terjadi. Oleh karena itu perlu dilakukan studi pengendalian banjir di Sungai Gunting Kabupaten Jombang Jawa Timur sebagai usaha untuk menanggulangi daya rusak air dan mengurangi kerugian yang diakibatkan oleh banjir yang terjadi. Dalam studi ini menggunakan alternatif perencanaan dinding penahan banjir yang direncanakan untuk debit kala ulang Q25th dengan menggunakan Hidrograf Satuan Sintetis Nakayasu, untuk analisis profil aliran menggunakan bantuan program HEC-RAS 5.0.3 pada kondisi eksisting dengan Q25th yang telah diperhitungkan. Dari hasil perhitungan didapatkan debit sebesar 386,118 m3/dt yang mengakibatkan terjadinya limpasan paling besar adalah setinggi 1,8 m. Hasil perencanaan didapatkan tinggi dinding penahan banjir 2,0 m, lebar pondasi (B) 1,50 m dan kedalaman pondasi (D) 0,3 m. Perhitungan stabilitas dinyatakan aman dalam kondisi normal dan gempa (guling, geser, dan daya dukung tanah). Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang dibutuhkan sebesar Rp. 31.550.398.700 (Tiga Puluh Satu Milyar Lima Ratus Lima Puluh Juta Tiga Ratus Sembilan Puluh Delapan Ribu Tujuh Ratus Rupiah).Flood often occur on the downstream part of Gunting River in Jombang District with an average height of 0,4 – 1,8 meter. This may due to alteration of the land use of water catchment and reduction of river capacity to carry the existing discharge. Hence, it is necessary to conduct a study as an attempt to reduce the damage caused by the flooding in Gunting River, Jombang District, East Java. In this study, the retaining wall was designed with Q25 using Nakayasu Unit Hydrograph, for flow profile analysis using HEC-RAS 5.0.3 with the calculated Q25. The result of the calculation obtained 386,118 m3/s which resulted 1,8 meter as highest runoff. From the result, the height of the retaining wall can be designed as 1,8 m, the width is 2 m, and for the depth of foundation is 0,3 m. Stability calculations are determined to be safe under normal and seismic conditions (overturning, sliding and bearing capacity). The resulted budget plan is estimated for Rp. 31,550,398,700 (Thirty-One Billion Five Hundred Fifty Million Three Hundred Ninety-Eight Thousand Seven Hundred Rupiah).
Penentuan Skala Prioritas Pengembangan Potensi Mata Air Untuk Irigasi Di Kabupaten Tuban Dengan Menggunakan Metode Analytic Network Process Pranantya, Vanadani; Siswoyo, Hari; Haribowo, Riyanto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Potensi mata air yang digunakan sebagai sumber air irigasi di Kabupaten Tuban belum sepenuhnya memiliki infrastruktur yang layak sebagai sarana irigasi. Potensi mata air tersebut dikembangkan dengan cara membangun infrastruktur untuk keperluan irigasi. Tujuan dilakukannya penelitian ini untuk menentukan skala prioritas pengembangan potensi mata air untuk irigasi. Penelitian ini dilakukan di 10 lokasi mata air yang mengalir sepanjang musim di Kabupaten Tuban. Pengembangan potensi mata air dapat dilakukan dengan mengidentifikasi potensi mata air berdasarkan aspek kuantitas air, aspek kualitas air, dan aspek kontinuitas aliran. Hasil identifikasi tersebut dapat digunakan dalam penentuan skala prioritas pengembangan potensi mata air dengan menggunakan metode Analytic Network Process (ANP). Aspek kuantitas air di lokasi penelitian berada dalam rentang besarnya debit air 21 liter/detik – 1134 liter/detik. Aspek kualitas air untuk irigasi yang ditentukan berdasarkan nilai daya hantar listrik pada suhu 25⁰C (DHL25⁰C) sebesar 467 μS/cm – 566 μS/cm dan nilai rasio serapan natrium (SAR) sebesar 0,007 – 0,020. Mata air di lokasi penelitian bersifat musiman. Skala prioritas pengembangan potensi mata air untuk irigasi secara berurutan adalah Mata Air Bektiharjo, Mata Air Srunggo, Mata Air Ngerong, Mata Air Kerawak, Mata Air Beron, Mata Air Bangkok, Mata Air Jadi, Mata Air Mejiret, Mata Air Ngajaran, dan Mata Air Lanang.Spring potentials that used as irrigation source in Tuban Regency don’t have feasible infrastructure for irrigation. The spring potentials should be developed by constructing infrastructure for irrigation. This research was conducted to determine the development priority scale of spring potential for irrigation. The study was carried out at 10 spring locations that flow in all seasons in Tuban regency. The spring potential development can be done by identifying the spring potentials based on the spring development aspect such as, water quantity, water quality and water flow continuity. The identification results can be used to determine the development priority scale of spring potential by using Analytic Network Process (ANP). The quantity aspects at the research location is in the range of water discharge 21 liters/second – 1134 liters/second. The water quality aspect for irrigation that is determined based on the electrical conductivity at temperature of 25oC (EC25⁰C) of 467 μS/cm – 566 μS/cm and sodium absorption ratio (SAR) values in the range 0,007 – 0,020. The spring at the research location is intermitten springs. The priority scale development of spring potential for irrigation is Bektiharjo spring, Srunggo spring, Ngerong spring, Kerawak spring, Beron spring, Jadi spring, Ngajaran spring, Bangkok spring, and Lanang spring.
ANALISA KELAYAKAN EKONOMI TAMBAK UDANG VANAME DI LABORATORIUM FPIK UNIVERSITAS BRAWIJAYA KOTA PROBOLINGGO Rachmanto, Dwi Ferdian; Lufira, Rahma Dara; Andawayanti, Ussy
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK: Udang Vannamei merupakan salah satu jenis komoditi ekspor unggulan di Indonesia. Melihat potensi yang besar, kini mulai dikembangkan budidaya tambak Udang Vannamei oleh UPT Laboratorium Perikanan Air Payau dan Laut Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya di kota Probolinggo. Studi ini bertujuan untuk menganalisa kelayakan ekonomi budidaya tambak Udang Vannamei. Untuk mengetahui hal tersebut dianalisa dengan 4 alternatif menggunakan metode B/C Ratio, Net Benefit, Payback Periode, Net Present Value, Internal Rate of Return dan Analisa sensitivitas. Hasil analisa kelayakan ekonomi pada alternatif 1 kondisi eksisting diperoleh nilai B/C Ratio 1,16, Net Benefit Rp 234.500.000,00 , Payback Periode 6,6 tahun, Net Present Value Rp 418.951.684, Internal Rate of Return 14,88 %, dan Analisa Sensitivitas dari semua kondisi layak. Dari 4 alternatif tersebut, merekomendasikan alternatif 4 sebagai alternatif terbaik karena mempunyai nilai terbesari dari semua metode.   Dengan  nilai B/C Ratio 1,41, Net Benefit Rp 421.800.000,00 , Payback Periode 3,5 tahun, Net Present Value Rp 1.761.959.934,29, Internal Rate of Return 27,23 %, dan Analisa Sensitivitas dari semua kondisi layak.ABSTRACT: Vannamei Shrimp is one of the leading export commodity types in Indonesia. Seeing great potential, the Vannamei shrimp aquaculture pond has now begun to be developed by the Brackish Water and Marine Fisheries Laboratory of the Faculty of Fisheries and Marine Sciences, Universitas Brawijaya in Probolinggo. This study aims to analyze the economic feasibility of the Vannamei Shrimp Pond culture. To find this out, it was analyzed with 4 alternatives using B / C Ratio, Net Benefit, Payback Period, Net Present Value, Internal Rate of Return and sensitivity of analysis. The results of economic feasibility analysis on alternative 1 as existing condition was obtained value B / C Ratio is 1,16, Net Benefit is IDR 234.500.000,00, Payback Period is 6.6 years, Net Present Value is IDR 418.951.684, Internal Rate of Return is 14.88%, and Sensitivity Analysis of all decent condition are feasible. The 4 alternatives recommended, alternative 4 as the best alternative because it has the greatest value of all methods. Value B / C Ratio is 1.41, Net Benefit is IDR 421,800,000.00, Payback Period is 3.5 years, Net Present Value is IDR 1,761,959,934.29, Internal Rate of Return is 27.23%, and Sensitivity Analysis of all decent condition.
ANALISA DAN RASIONALISASI KERAPATAN JARINGAN STASIUN HUJAN DENGAN METODEIKAGAN – RODDA DI SUB DAS LAHOR MALANG JAWA TIMUR Islamiyanto, Yudho Putra; Limantara, Lily Montarcih; Wahyuni, Sri
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jumlah dan letak stasiun hujan menjadi hal yang perlu diperhatikan terkait ketersediaan data hujan. Data hujan yang dihasilkan dari pencatatan stasiun hujan dianggap mewakili suatu wilayah yang memiliki distribusi hujan yang berbeda satu sama lain. Studi ini dilakukan di Sub DAS Lahor dengan luas 186,111 km2 menggunakan metode WMO (World Meteorogical Organization) dan Kagan-Rodda. Hasil analisa berdasarkan standar WMO 100-250 km2/stasiun hujan, hanya 1 dari 5 stasiun hujan yaitu Sumberpuncung yang memenuhi standar. Hasil analisa Kagan-Rodda berdasarkan nilai kesalahan perataan 5% adalah Sub DAS Lahor cukup memiliki 3 stasiun hujan. Hasil rasionalisasi dengan titik stasiun acuan Sumberpuncung, menghasilkan rekomendasi menggeser stasiun Ngajum sejauh 7,012 km2 ke arah barat dan menggeser stasiun Tlekung sejauh 8,470 km2 ke arah selatan. Hasil rekomendasi tersebut memiliki luas pengaruh untuk masing-masing stasiun hujan, yaitu: Sumberpuncung 68,83 km2, Ngajum 64,85 km2, dan Tlekung 52,43 km2.The number and location of rain stations is a matter of concern regarding the availability of rain data. Rain data generated from recording rain stations are considered to represent an area that has a different rain distribution. This study was location in Lahor watershed with area 186,111 km2 using the WMO (World Meteorogical Organization) and Kagan-Rodda methods. The results of the analysis are based on WMO 100-250 km2 standard / rain station, only 1 out of 5 rain stations, Sumberpuncung rain stasion comply the standards. The results of the Kagan-Rodda analysis based on 5% leveling error values are that the Lahor watershed is sufficient to have 3 rain stations. The results of the rationalization with the Sumberpuncung reference station point, resulted in a recommendation to move the Ngajum rain station as far as 7.012 km2 to the west and move the Tlekung rain station as far as 8.470 km2 to the south. The results of these recommendations havean area of influence for each rain station, that is: Sumberpuncung 68.83 km2, Ngajum 64.85 km2, and Tlekung 52.43 km2.
Analisis Laju Infiltrasi Dengan Metode Penggenangan (Flooding) Dan karakteristik Tanah Pada kawasan kampus II Universitas Brawijaya (Dieng) Ragananda, Elang Timur Muhammad Patih; Wahyuni, Sri; Chandrasasi, Dian
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertumbuhan ekonomi menyebabkan peningkatan kesejahteraan masyarakat berakibat pada terlaksananya pembangunan infrastruktur. Pembangunan infrastruktur berskala besar berakibat pada perubahan tata guna lahan dan tutupan lahan pada area yang terdampak. Akibatnya terdapat peningkatan volume air hujan yang menjadi aliran permukaan tanpa sepenuhnya terinfiltrasi ke dalam tanah. Kajian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk menganalisis laju infiltrasi menggunakan perhitungan Model Horton, Model Holtan, dan Model Philip serta untuk mengetahui karakteristik tanah dan karakteristik genangan yang terjadi. Penelitian ini dilaksanakan pada delapan titik yang tersebar di Kawasan Kampus II Universitas Brawijaya (Dieng). Pada setiap titik, terdapat sekali pembacaan laju infiltrasi menggunakan Turf-Tech Infiltrometer untuk mendapatkan data laju infiltrasi dan pengambilan sampel tanah. Sampel tanah yang didapatkan dilakukan pengujian karakteristik tanah di Laboratorium Tanah dan Air Tanah (Teknik Pengairan). Data hujan yang dipergunakan didapatkan dari penakar hujan (Teknik Pengairan). Analisis karakteristik genangan diperoleh dari penggabungan antara kurva laju infiltrasi dengan histogram hujan. Berdasarkan dari hasil analisis, disimpulkan bahwa perhitungan dengan Model Horton dan Model Holtan dianggap cocok berdasarkan kemudahan perhitungan serta perbandingan dengan kurva laju infiltrasi di lapangan. Hasil karakteristik tanah menunjukkan seluruh titik memiliki komposisi tanah dominan pasir dengan kandungan gravel dan fine sand. Hasil karakteristik genangan menunjukkan seluruh titik tinjau berpeluang terjadi genangan.The economic growth has cause to the growth of people’s welfare that result to materialization of infrastructure development. Large scale infrastructure development leads to the change of land use and land cover in affected area. As a result there is an increase in the volume of rainfall that becomes surface run off without fully infiltrated into ground. This study was conducted in order to analyze the infiltration rate using Horton’s Model, Holtan’s Model, and Philip’s Model calculation and also to find out the soil characteristics and surface run off characteristics that happened. This study was conducted in eight points that spread in The Campus II Area of Universitas Brawijaya (Dieng). In each point, there is an infiltration rate’s reading using Turf-Tech Infiltrometer to obtained infiltration rate’s data and soil sampling. The soil samples that obtained were tested for soil characteristics in The Soil and Groundwater Laboratory (Water Resources Engineering). The rainfall data that used were obtained from rainfall recorder (Water Resources Engineering). The surface run off characteristics analysis are obtained from the combining between infiltration rate curves with rainfall histogram. According to the analysis result, concluded that the calculation with Horton’s Model and Holtan’s Model are considered suitable based on the simplicity of calculation and the comparison with infiltration rate curves in the field. The result of soil characteristics shows that all points have a dominant sand composition with a fragment of gravel and fine sand. The result of the surface run off characteristics shows that all points are likely to occur surface run off.
STUDI RANCANGAN INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH TAMBAK INTENSIF UDANG VANNAMEI KOTA PROBOLINGGO Ugroseno, Wahyu; Bisri, Mohammad; Fidari, Jadfan Sidqi; Lufira, Rahma Dara
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pesatnya perkembangan industri tambak di indonesia sejak 1990, diiringi dengan berkurangnya lahan bakau. Hal ini memicu terjadinya kerusakan lingkungan akibat polusi kegiatan tambak. Air limbah buangan tambak terbukti mengandung bahan pencemar sisa pakan, mikroorganisme dan bibit penyakit. Metode yang akan digunakan dalam perencanaan unit pengolahan limbah  tambak udang adalah metode biofilter secara anaerobik dan aerobik. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui kualitas air limbah tambak sebagai dasar penentuan rancangan instalasi pengolahan air limbah pada Tambak udang, sehingga diharapkan air limbah yang akan dikembalikan menuju badan perairan sesuai dengan baku mutu, dan nantinya akan mengurangi pencemaran di Pantai Mayangan, Kota Probolinggo. Sebelum melewati tahapan proses pengolahan limbah, kandungan BOD, TSS, fosfat, H2S dan amonia pada sampel air tidak memenuhi baku mutu limbah tambak udang. Hasil dari pengolahan limbah ini terbukti sangat efektif. Didapatkan nilai-nilai kandungan polutan air limbah, dapat berkurang secara signifikan. Contohnya parameter BOD pada limbah. Sebelumnya didapati kandungan BOD pada sampel limbah air tambak sebesar 571,72 miligram per liter sampel. Nilai ini melebihi ambang baku mutu yang ditetapkan yaitu kurang atau sama dengan 45 miligram per liter air limbah. Setelah melewati tahapan pengolahan air limbah, dihasilkan nilai BOD yang rendah dan memenuhi kriteria, sebesar 20,582 mg/l. The rapid development of the ponds industry in Indonesia since 1990, accompanied by a reduction in mangrove land. This triggers environmental damage due to pollution of pond activities. Pond wastewater is proven to contain contaminants left over from feed, microorganisms and disease germs. The method to be used in planning the shrimp pond waste treatment unit is an anaerobic and aerobic biofilter method. The purpose of this study is to determine the quality of pond wastewater as a basis for determining the design of wastewater treatment plants in shrimp ponds, so that it is expected that wastewater will be returned to the water body in accordance with quality standards, and will later reduce pollution in Mayangan Beach, Probolinggo City. Before going through the stages of the waste treatment process, the content of BOD, TSS, phosphate, H2S and ammonia in water samples does not meet the quality standards of shrimp pond waste. The results of this waste treatment have proven to be very effective. Obtained values ​​of wastewater pollutant content, can be reduced significantly. For example BOD parameters in waste. Previously found BOD content in pond water waste samples worth 571.72 milligrams per liter of sample. This value exceeds the established quality standard that is less or equal to 45 milligrams per liter of wastewater. After passing through the wastewater treatment stage, a low BOD value is produced and fulfills the criteria, valued at 20,582 mg/l. 
ANALISA KESESUAIAN KURVA INTENSITAS DURASI FREKUENSI MENGGUNAKAN METODE SHERMAN, ISHIGURO DAN HASPER DI ARBORETUM SUMBER BRANTAS Aysya, Febrina Lifatul; Harisuseno, Donny; Soetopo, Widandi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada tahun 2000-an di daerah Arboretum Sumber Brantas (ASB) pernah mengalami banjir dan banjir yang paling besar terjadi pada tahun 2004. Hal tersebut dikarenakan intensitas hujan yang terjadi cukup tinggi. Karena permasalahan tersebut maka dilakukan penelitian tentang intensitas hujan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan metode yang paling sesuai di wilayah ASB dengan membandingkan intensitas hujan dari analisa distribusi frekuensi (Log Pearson III dan Gummbel) dengan berbagai metode intesitas hujan (Sherman Ishiguro dan Hasper). Output dari metode metode tersebut adalah berupa kurva Intensitas Durasi Frekuensi (IDF). Hasil yang paling baik adalah metode Sherman karena memiliki penyimpangan yang paling kecil diantara metode lainnya. Dengan nilai Kesalahan Relatif rerata terkecil sebesar 7,06 %, nilai rerata koefisien NSE sebesar 0,96 dan nilai deviasi rerata terkecil sebesar 2,66. Setelah itu dilakukan validasi antara intensitas hujan berdasarkan peluang kala ulang dengan metode terpilih (Sherman). Dari hasil validasi metode Sherman memiliki penyimpangan yang kecil, hal ini menunjukkan bahwa metode Sherman memiliki kecocokan untuk memprediksi intensitas hujan di ASB. The flooding started to occur in 2000s at the Arboretum Sumber Brantas (ASB) area and the highest flood occured in 2004 due to high rainfall intensity. That being said, this research will focus on the rainfall intensity. The purpose of this research is to obtain the appropriate rainfall intensity method by comparing the rainfall intensity from the analyses of frequency distribution (Log Pearson III and Gumbel) with rainfall intensity methods (Sherman, Ishiguro and Hasper) at the ASB area. Output from those methods is Intensity Duration Frequency (IDF) curve. Prior to it’s small deviation between other methods, Sherman is the most suitable one. Sherman method has the smallest average value of Relative Error is 7,06; average value of NSE coefficient is 0,96; and the smallest average value of deviation is 2,66. Subsequently, validation was performed between rainfall intensity based on probability return period with selected method (Sherman). Sherman method has shown that it has the suitability to predict the rainfall intensity at the ASB area.
PERENCANAAN INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH (IPAL) RUMAH TANGGA DENGAN BANGUNAN PENYARING MINYAK DAN LEMAK SERTA SARINGAN PASIR CEPAT DI SALURAN DRAINASE SMPN 13 MALANG Sukoco, Arfinsyah Hanandha; Suhartanto, Ery; Chandrasasi, Dian
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan drainase di perkotaan merupakan hal yang biasa terjadi. Saluran drainase yang bermasalah bisa menyebabkan berbagai macam kerugian bagi lingkungan sekitar. Banjir dan bau yang menyengat merupakan dampak dari bermasalahnya saluran drainase. SMPN 13 Malang dipilih sebagai lokasi yang ditinjau, karena adanya saluran drainase yang air limbahnya berasal dari limbah rumah tangga dan pertanian yang melewati halaman sekolah. Untuk mengurangi dampak dari permasalahan saluran drainase maka dibangunnya alat filter sederhana berupa penyaring minyak dan lemak serta saringan pasir cepat. Kedua alat dibangun karena tingginya kandungan minyak dan lemak serta detergen pada air limbah yang dibawa dalam saluran drainase. Tujuan lain dari pembangunan alat filter sederhana adalah untuk merubah kualitas air yang memiliki kandungan BOD, COD, deterjen, minyak dan lemak menjadi standar kelas II menurut PP No. 82 Tahun 2001. Pembangunan alat filter sederhana alternatif kedua dapat bekerja secara optimal dan didapatkan nilai efektifitas sebesar 13,337% pada BOD; 7,692% pada COD; 0,783% pada pH, dan 9,265% pada deterjen.  Drainage problem on urban area is a common thing. The problematic drainage could be causing a lot of disadvantages for the environmental around it. Some impact of a problematic drainage were flood and pungent odor. SMPN 13 Malang was chosen on this study because there is a drainage chanel. That it carried waste water from domestic and agricultural sector through the center of the school. In order to minimalized the bad impact of the problematic drainage chanel, designing wastewater treatment was needed. Grease trap and rapid sand filter were chosen because the waste water on the chanel was contaminated by grease and detergent. The other purpose of design wastewater treatment is to improve the water quality on the drainage chanel into second classification of water standard based on Government Regulation No. 82 in 2001. The second alternative of wastewater treatment was worked optimally and obtained effectiveness value of 13,337% on BOD; 7,692% on COD; 0,783% on pH; and – 9,265% on detergent.
PERENCANAAN SISTEM DISTRIBUSI AIR BERSIH DI DESA ARGOYUWONO KECAMATAN AMPELGADING KABUPATEN MALANG DENGAN BANTUAN APLIKASI WATERCAD v8.i Wiguna, Adam; Haribowo, Riyanto; Ismoyo, M. Janu
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Argoyuwono Kecamatan Ampelgading Kabupaten Malang merupakan pedesaan yang terletak di kaki Gunung Semeru. Namun, di desa tersebut belum ada jaringan perpipaan. Tujuan dilakukan studi ini adalah untuk merencanakan jaringan perpipaan yang layak secara jangkauan pelayanan, hidraulika dan ekonomi. Data yang digunakan dalam perencanaan ini adalah peta topografi untuk perencanaan jaringan pipa, data jumlah penduduk dari tahun 2008 - 2017 untuk memproyeksikan jumlah kebutuhan air, data debit sumber mata air dengan potensi debit 6 liter/detik untuk menganalisa kondisi hidraulik di dalam pipa, dan data harga satuan bahan bangunan untuk menghitung RAB dan menganalisa kelayakan ekonomi dari rencana proyek. Dalam studi ini gambar jaringan perpipaan terlampir pada gambar 1, metode proyeksi yang digunakan adalah metode eksponensial dengan jumlah penduduk ditahun 2037 adalah 3658 jiwa, dan kebutuhan air rata-rata ditahun 2037 adalah 3,51 liter/detik. Analisa hidraulik menggunakan aplikasi WaterCAD v.8i menunjukan kondisi hidraulik sebagai berikut, velocity adalah 0,10 – 0,50 m/dt, headloss gradient adalah 0,10 – 11,57 m/km, dan pressure adalah 1,50 - 8,00 atm. RAB yang akan dibutuhkan adalah Rp 2.992.525.000,00, perhitungan analisa ekonomi dengan tingkat suku bunga 5,25% dan usia guna pembangunan 20 tahun menyatakan bahwa, nilai BCR 1,16617, nilai NPV Rp 52.204.374,37/tahun, nilai IRR 7,1%, analisa payback period adalah 9,8 tahun, dan harga jual airnya sebesar Rp 4.200,00/m3.   Argoyuwono Village, Ampelgading District, Malang Regency is a village located at the base of Semeru Mountain. However, in the village there was no pipeline. The purpose of this study is to plan a proper pipeline network in terms of service, hydraulics and economy. The data used in this plan is a topographic map for pipeline planning, population data from 2008 - 2017 to project the amount of water needed, water source data with a potential discharge of 6 liters/second to analyze hydraulic conditions in the pipeline, and unit price of building materials to calculate the budget plan and analyze the economic viability of the project plan. In this study the pipe network picture is attached in figure 1, the projection method used is an exponential method with a population of 2037 is 3658 people, and the average water demand in 2037 is 3.51 liters/second. Hydraulic analysis using the WaterCAD v8.i software shows the following hydraulic conditions, velocity is 0.10 - 0.50 meters/second, headloss gradient is 0.10 - 11.57 m/km, and pressure is 1.50 - 8.00 atm. The budget plan that will be needed is Rp 2,992,525,000.00, the calculation of economic analysis with an interest rate of 5.25% and the age of development for 20 years states that, the BCR value is 1.16617, the NPV value of Rp. 52,204,374.37/year, the value IRR 7.1%, analysis of payback period is 9.8 years, and the selling price of water is Rp 4,200.00/m3.