cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 322 Documents
STUDI KELAYAKAN KINERJA BANGUNAN PENGENDALI SEDIMEN (CHECK DAM) DI KALI SERINJING DESA PUNCU KABUPATEN KEDIRI PROVINSI JAWA TIMUR Putra, Boy Adi; Andawayanti, Ussy; Cahya, Evi Nur
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK: Saat ini khususnya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Direktorat Jenderal Sumber Daya Air telah banyak melakukan pembangunan infrastruktur atau sarana dan prasarana sumber daya air di seluruh wilayah Indonesia. Maka untuk itu perlu dilakukan kegiatan Penilaian Kinerja Prasarana Pengendali Sedimen dalam Kegiatan Operasi dan Pemeliharaan guna menjaga kinerja Prasarana Pengendali Sedimen. Selain memberikan manfaat bagi masyarakat Wilayah Sungai tersebut, juga memberikan kerugian jika prasarana tersebut tidak berfungsi dengan baik. Oleh karena itu, penulis membuat analisis yang terkait dengan masalah tersebut, dengan mengidentifikasi masalah kerusakan check dam yang terdapat di Kabupaten Kediri khususnya pada Kecamatan Puncu Desa Puncu. Tahapan awal pada audit check dam adalah mengumpulkan data eksisting. Tahap selanjutnya ialah melakukan survei lokasi dan menginventarisasi setiap item Check Dam. Berdasarkan dari hasil survei inventarisasi, selanjutnya dilakukan analisis terhadap kinerja bangunan. Dari hasil analisis tersebut, maka dapat direncanakan kegiatan O&P yang akan dilakukan. Tahap terakhir dalam studi ini yaitu analisis AKNOP Check Dam 01 dan Check Dam 02 pada Kali Serinjing. Berdasarkan hasil analisa kinerja bangunan dan perhitungan Angka Kebutuhan Nyata Operasi dan Pemeliharaan pada Check Dam Kali Serinjing, didapatkan jumlah biaya yang dibutuhkan pada check dam 01 adalah sebesar Rp. 117.308.000,00. Dan pada check dam 02 sebesar Rp. 107.000.000. Kata Kunci: check dam, O&P, kinerja check dam, AKNOP ABSTRACT: At present the Ministry of Public Works and Public Housing in particular the Directorate General of Water Resources has done a lot of construction of infrastructure or facilities and infrastructure for water resources in all regions of Indonesia. Therefore, it is necessary to carry out activities to evaluate the performance of sediment control infrastructure in operation and maintenance activities to maintain the performance of sediment control infrastructure. In addition to providing benefits to the community around the river, it also provide disadvantage if the infrastructure does not function properly. Therefore, the authors made an analysis related to the problem, by identifying the problem of check dam damage found in Kediri Regency, especially in Puncu Sub-District, Puncu Village. The initial stage of the check dam audit is collecting existing data. The next step is to conduct a location survey and inventory each Check Dam item. Based on the results of the inventory survey, analysis is carried out on the performance structural. From the results of the analysis, O & M activities can be planned. The last stage in this study is the analysis of the Check Dam 01 and the Check Dam 02 in the Serinjing River. Based on the results of the analysis of structural performance and the calculation of the Real Requirements for Operation and Maintenance at the Serinjing River Check Dam, it was found that the total cost needed at check dam 01 total cost required Rp. 117,308,000.00. And at check dam 02 total cost required Rp. 107,000,000. Keywords: check dam, O&M, performance of check dam, AKNOP
STUDI PERENCANAAN EMBUNG SAMAREKAT DI DESA KOKARLIAN KECAMATAN POTO TANO KABUPATEN SUMBAWA BARAT Efendy, Fatkhulloh Utsman; Asmaranto, Runi; Taufiq, Mohammad
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Masalah kurangnya ketersediaan air baku yang terjadi saat ini, menimbulkan berbagai permasalahan bagi kehidupan masyarakat salah satunya pada daerah Kecamatan Poto Tano di Kabupaten Sumbawa Barat.  Hal ini disebabkan karena semakin meningkatnya kebutuhan penduduk akan air baku yang tidak sejalan dengan pembangunan sarana dan prasarana penyediaan air baku.  Oleh karena itu, penulis membuat analisis yang terkait dengan masalah tersebut, dengan merencanakan sebuah embung yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan air baku. Tahap awal perencanaan embung adalah perhitungan debit banjir rancangan dengan berbagai kala ulang dan debit andalan. Tahap selanjutnya ialah analisis kebutuhan air baku penduduk pengguna embung, analisis tampungan embung dan analisis hidrolika pelimpah.  Dari hasil analisis tersebut, maka dapat direncanakan dimensi tubuh dan pelimpah embung.  Selanjutnya dilakukan analisis stabilitas lereng, stabilitas tubuh embung dan stabilitas tubuh embung. Tahap terakhir dalam perencanaan ini yaitu analisis rencana anggaran biaya konstruksi embung. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, didapatkan volume tampungan efektif embung adalah 10277,01 m3.Tipe embung yang digunakan yaitu tipe urugan homogen, dengan data teknis sebagai berikut: elevasi dasar embung +55,00; elevasi puncak embung +68,40; elevasi puncak pelimpah +65,00; tinggi pelimpah 2 m; lebar pelimpah 6 m; serta panjang kolam olak 10,408 m. Berdasarkan analisis stabilitas konstruksi yang dilakukan, didapatkan angka keamanan yang memenuhi persyaratan stabilitas terhadap guling, geser dan daya dukung tanah.  Rencana anggaran biaya konstruksi embung yaitu sebesar Rp  2.988.123.000,-.   Kata Kunci: embung, dimensi embung, stabilitas embung, rencana anggaran biaya.   Abstract The lack of raw water leads to couple of social problems one of which is in Poto Tano District in Sumbawa Barat Regency. This problem is caused by the elevating need of raw water which is not accommodated by infrastructure construction in providing raw water. Thus, the researcher conducted an analysis related to the aforementioned problem by planning a small dam which can be utilized to fulfill the need of raw water. The initial stage of planning a small dam is measuring the design flood discharge with numbers of return period and depandable flow. The further stages are analyzing the raw water need by the people relying on the dam, the reservoir, and the overflow’s hydraulics. By the analyses, the dimensions of the dam’s body and overflow can be planned. Furthermore, the stability analyses of the slope and the dam’s body were also carried out. On the last stage of the planning, the budget plan analysis is coming up next. Regarding on the executed analyses, the effective volume of the reservoir is 10277.01 m3 where the type of the dam is homogen dam, with technical data as follows the elevation of the dam’s floor which lies in the level of +55.00, the elevation of the dam’s crest which is on the level of +68.40, the elevation of the overflow’s crest is +65.00, the height of the overflow is 2-meter-high with 6 meter width, and the length of the stilling basin is 10.408-meter-long. Regarding to the conducted construction stability analysis, the retrieved safety number wich satisfy the stability requirements toward tumbling, shifting, and the soil’s supporting strength. The dam’s construction budget plan is in the level of Rp 2.988.123.000,-. Keywords: small dam, dimension physics of small dam, stability of small dam, budget plan
ANALISA DEBIT MENGGUNAKAN METODE NRECA UNTUK PERHITUNGAN NERACA AIR SUB DAS METRO Ambarwati, Arum Nurwidya; Limantara, Lily Montarcih; Soetopo, Widandi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Pertumbuhan jumlah penduduk serta pembangunan di berbagai sektor mengakibatkan bertambahnya kebutuhan air. Berdasarkan hal tersebut maka diperlukan analisa neraca air untuk melihat keseimbangan antara ketersediaan air dengan kebutuhan air di Sub DAS Metro untuk beberapa tahun kedepan. Neraca air di Sub DAS Metro dilakukan dengan menganalisa ketersediaan air menggunakan metode NRECA (National Rural Electric Cooperative Association) dengan keandalan 80%. Kebutuhan air yang dihitung yakni kebutuhan air domestik, non domestik, industri, peternakan, perikanan dan irigasi. Dari hasil analisa neraca air selama 25 tahun kedepan menunjukkan kondisi surplus untuk semua tahun dimana ketersedian air dianggap tetap yakni 532,72 m3/tahun. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa ketersediaan air dapat mencukupi seluruh kebutuhan air di Sub DAS Metro. Kata Kunci : Sub DAS Metro, NRECA, Ketersediaan Air, Kebutuhan Air, Neraca Air.   ABSTRACT The growth of population and development in various sectors led to increased water needs. Based of this, it is necessary to analysis the water balance to see the balance between water supplies and water needs at Metro Watershed for the next few years. Water balance analysis at Metro Watershed is conducted by analysing water supplies using NRECA (National Rural Electric Cooperative Association) with 80% reliability. Water demand is calculated namely the demand for domestic, non-domestic, industrial, farms, fisheries, and irrigation. From the result of the water balance analysis for the next 25 years shows a surplus condition for all years that availability of water is considered to remain 532,72 m3/year. From the result, it can be concluded that water availability can be adequate for all watern eeds in Metro Watershed. Keywords: Metro Watershed, NRECA, water demand, water supplies, water balance.
ANALISA DEBIT MENGGUNAKAN METODE THORNTHWAITE MATHER UNTUK PERHITUNGAN NERACA AIR DI SUB DAS LESTI Fauziyah, Fauziyah; Limantara, Lily Montarcih; Harisuseno, Donny
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK: Pada studi ini, akan membahas tentang neraca air di Sub DAS Lesti Kabupaten Malang dengan tujuan untuk mengetahui keseimbangan antara nilai ketersediaan air dengan kebutuhan air selama 25 tahun ke depan. Analisa ketersediaan air berasal dari dua sektor yaitu ketersediaan air permukaan yang dihitung dengan mengalihragamkan hujan menjadi debit dengan Metode Thornthwaite Mather dan ketersediaan air bawah permukaan yang berasal dari mata air. Sedangkan untuk perhitungan kebutuhan air dalam studi ini berasal dari enam sektor yakni kebutuhan domestik, non domestik, peternakan, perikanan, pertanian dan industri. Dari hasil analisa didapat rata-rata ketersediaan air Sub DAS Lesti sebesar 1035,59 juta m3/tahun. Sedangkan kebutuhan air yang dihitung berdasarkan 2 skenario yaitu skenario satu sebesar 152,60 juta m3/tahun dan pada skenario dua sebesar 130,35 juta m3/tahun. Dari hasil tersebut didapatkan bahwa ketersediaan air yang ada dapat mencakupi seluruh kebutuhan air di Sub DAS Lesti selama 25 tahun ke depan atau dengan kata lain hal ini menunjukkan keadaan surplus.   Kata kunci: Sub DAS Lesti, Thornthwaite Mather, ketersediaan air, kebutuhan air, neraca air.   ABSTRACT: In this study, will discuss about water balance in the Lesti Sub-Watershed in Malang Regency. The purpose of this research is to determine the balance between the value of water availability and water requirements for the next 25 years. Analysis of water availability is calculated from two sectors, availability of water surface which is calculated by transferring rain to discharge with the Thornthwaite Mather method, and availability of water subsurface from water springs. Whereas the  water requirements is calculated from six sectors, namely domestic demand, non domestic, animal husbandry, fishery, irrigation and industry. From the analysis, average of water availability of the Lesti Sub-Watershed is 1035,59 million m3/year. Whereas water reqirements are calculated based on two scenarios, in first scenario is 152,60 million m3/year and in second scenario is 130,35 million m3/year. From these result it was found that the availability of available water can cover all water requirements in the Lesti Sub-Watershed for the next 25 years or in other word this indicated a surplus situation. Keywords: Lesti Sub-Watershed, Thornthwaite Mather, water availability, water requirements, water balance.
STUDI EFISIENSI FILTER PENJERNIH AIR MENGGUNAKAN KOMBINASI BAHAN BATU SCORIA DAN BATU APUNG DENGAN ZEOLIT DAN KERIKIL UNTUK MENGURANGI POLUTAN PADA LIMBAH DOMESTIK Abdurrahman, Faris; Yuliani, Emma; Prayogo, Tri Budi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK: Air limbah domestik mengandung polutan yang berbahaya bagi lingkungan. Oleh karena itu, dibutuhkan suatu penelitian untuk mengidentifikasi bahan filter yang berpotensi mengurangi kandungan berbahaya pada limbah domestik yang efisien, hemat biaya, dan ketersediannya berlimpah. Bahan filter yang berpotensi untuk mengurangi kandungan pada limbah domestik adalah batu apung dan batu scoria dengan zeolit dan kerikil. Penelitian ini menggunakan empat macam variasi bahan filter, yaitu batu apung + kerikil, batu scoria + kerikil, batu apung + zeolit + kerikil, dan batu scoria + zeolit + kerikil. Kemudian terdapat dua variasi waktu, yakni 18 jam dan 36 jam. Parameter yang diukur meliputi pH, Suhu, BOD, COD, DO, TSS, Amonia, Nitrit, Nitrat, dan Fosfat. Studi ini menunjukan bahwa batu apung dan batu scoria memiliki kemampuan untuk menurunkan kandungan berbahaya pada air limbah domestik. Kemudian hasil uji SEM-EDX menunjukan terdapat perbedaan permukaan adsorben dan pengikatan unsur kimia setelah dilakukan filtrasi. Hasil perbandingan efisiensi untuk semua parameter menunjukan bahwa batu apung lebih baik dibanding batu scoria.   Kata Kunci: air limbah domestik, adsorben, batu apung, batu scoria, filtrasi, SEM-EDX, efisiensi.   ABSTRACT: Domestic wastewater contains pollutants that are dangerous to the environment. Therefore, it takes a study to identify Filter material that have the potential to reduce harmful content in domestic wastewater that are efficient, cost-effective, and abundant. Filter materials that have the potential to reduce hazardous content in domestic wastewater are pumice and scoria stone with zeolite and gravel. This research will use four variations of filter material, namely pumice + gravel, scoria + gravel, pumice + zeolite + gravel, and scoria + zeolite + gravel. Then in this study also used two kinds of time variations that are 18 hours and 36 hours. The parameters to be measured include pH, Temperature, BOD, COD, DO, TSS, Ammonia, Nitrite, Nitrate, and Phosphate. This study was showed that pumice and scoria can reduce harmful content in domestic wastewater. Then a result of SEM-EDX method indicate that there are differences in the surface of the adsorbent and the binding of chemical elements after filtration. The results of efficiency comparisons for all parameters indicate that in general pumice is better than scoria. Keywords: domestic wastewater, adsorbent, pumice, scoria, filtration, SEM-EDX, efficiency.
Analisa Debit Menggunakan Metode FJ. Mock Untuk Perhitungan Neraca Air Di Sub DAS Konto Hulu Juni, Riska Wulan; Limantara, Lily Montarcih; Chandrasasi, Dian
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK: Kajian neraca air pada Sub DAS Konto Hulu dilakukan untuk mengetahui potensi ketersediaan air dan penggunaannya dalam kebutuhan air multisektor. Curah hujan dikonversikan menjadi debit menggunakan metode FJ. Mock kemudian dibandingkan dengan debit pengamatan serta dikalibrasi menggunakan metode Kesalahan Relatif (KR), Root Mean Squared Error (RMSE), Nash-Sutcliffe Efficiency (NSE), dan Koefisien Korelasi (R). Potensi ketersediaan air dihitung berdasarkan debit andalan 80% menggunakan metode probabilitas Weibull dengan hasil sebesar 22.41 m3/det setara 706.622 juta m3/tahun. Besarnya kebutuhan air dalam jangka waktu 25 tahun pada skenario 1 (dihitung berdasarkan data dan meningkat sesuai laju pertumbuhan) sebesar 95.090 juta m3/tahun, sedangkan pada skenario 2 (berdasarkan asumsi domestik, non domestik, industri mengalami peningkatan sedangkan perikanan, pertanian, dan peternakan konstan) sebesar 93.419 juta m3/tahun. Hasil analisa nneraca air menunjukkan bahwa potensi ketersediaan air dapat mencukupi seluruh kebutuhan air atau menunjukkan keadaan surplus sampai 25 tahun (2017-2042) mendatang. Kata kunci: Sub DAS Konto Hulu, metode FJ. Mock, ketersediaan air, kebutuhan air, neraca air.   ABSTRACT: The water balance study in the Upper Konto sub-watershed was carried out to determine the potential for water availability and its use in the multisector water needs. The rainfall is converted into discharge using the FJ. Mock method then compared by the observation discharge and calibrated using the Relative Error (KR) method, Root Mean Squared Error (RMSE), Nash-Sutcliffe Efficiency (NSE), and Correlation Coefficient (R). The potential for water availability is calculated based on 80% mainstay discharge using the Weibull probability method with a amount of 22.41 m3/sec equivalent to 706.622 million m3/year. The amount of water demand within a period of 25 years in scenario 1 (calculated based on data and increasing according to the growth rate) is 95.090 million m3/year, while in scenario 2 (based on assumption that domestic, non domestic, industry has increased while fishery, agriculture, livestock are constant) is 93.419 million m3/year. The results of the water balance analysis show that the potential for water availability sufficient all multisector water needs in or indication a surplus condition until 25 years (2017-2042) later. Keywords: Upper Konto sub-watershed, FJ. Mock method, water availability, water need, water balance.
STUDI PERENCANAAN SISTEM PENYEDIAAN AIR BAKU DAN ANALISA HARGA DI DESA PESUCEN KECAMATAN KALIPURO KABUPATEN BANYUWANGI Octaviansyah, Yopie Dwi; Haribowo, Riyanto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK: Desa Pesucen di Kecamatan Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi merupakan salahsatu desa yang belum memiliki jaringan air baku yang memadai. Dimana warga mendapatkanair dari jaringan eksisting namun debit yang keluar kecil. Studi kali ini bertujuan untukmembahas perencanaan jaringan air bersih di Desa Pesucen memanfaatkan debit Sumber MataAir Papring sebesar 22 l/dt. Pemodelan dan simulasi jaringan air bersih menggunakan aplikasisoftware WaterCAD V.8.i dengan pengaliran secara gravitasi, perhitungan RAB berpedomanpada HSP Kabupaten Banyuwangi dan analisa ekonomi yang digunakan yaitu Benefit CostRatio, Net Present Value, Internal Rate of Return, payback period. Dari hasil pemodelan dansimulasi tanpa PRV menunjukkan kondisi hidrauliknya yaitu, kecepatan berkisar 0,0 – 0,6m/dt, headloss gradient berkisar 0,004 – 9,085 m/km, dan tekanan berkisar 1,07 – 17,78 atmsedangkan permodelan dan simulasi dengan PRV menunjukkan kondisi hidrauliknya yaitu,kecepatan berkisar 0,1 – 0,6 m/dt, headloss gradient berkisar 0,005 – 9,085 m/km, dan tekananberkisar 1,07 – 8 atm. Rencana Anggaran Biaya (RAB) sebesar Rp. 1.158.090.200,00. Analisaekonomi pada tingkat suku bunga 6,0% menyatakan bahwa nilai  BCR (Benefit Cost Ratio)sebesar 1,24, nilai NPV (Net Present Value) sebesar Rp 41.761.508,07/tahun, nilai IRR(Internal Rate Return) sebesar 8,521%, analisa pengembalian (payback period) selama 6,45tahun, dan harga jual airnya sebesar Rp. 1.700,00.Kata kunci: WaterCAD V.8.i, Rencana Anggaran Biaya,  Analisa EkonomiABSTRACT: Pesucen Village in Kalipuro District, Banyuwangi Regency is one of the villagesthat do not have adequate raw water network. Where residents get water from the existingnetwork but the discharge is small. This study aims to discuss the planning of clean waternetworks in Pesucen Village that utilize Papring Spring Source discharge of 22 l/s. Cleanwater network modeling and simulation using the WaterCAD V.8.i software application bygravity drainage, the RAB calculation is guided by the Banyuwangi Regency HSP and theeconomic analysis used is Benefit Cost Ratio, Net Present Value, Internal Rate of Return,payback period. From the results of modeling and simulation without PRV, it shows itshydraulic conditions, speeds ranging from 0.0 - 0.6 m/s, headloss gradients ranging from0.004 - 9.085 m/km, and pressures ranging from 1.07 - 17.78 atm while modeling andsimulation with PRV it shows its hydraulic conditions, speeds ranging from 0.1 - 0.6 m/s,headloss gradients ranging from 0.005 - 9.085 m/km, and pressures ranging from 1.07 - 8 atm.Calculation of The Cost Estimation (RAB) of Rp. 1,158,090,200.00. Economic analysis at aninterest rate of 6.0% states that the BCR (Benefit Cost Ratio) value is 1.24, the NPV (NetPresent Value) value of Rp. 41,761,508.07/year, the IRR (Internal Rate Return) value is 8.521%, payback period analysis for 6.45 years, and the selling price of water is Rp. 1,700.00.Keywords : WaterCAD V.8.i, Calculation of The Cost Estimation, Economic Analysis
ANALISIS ANGKA KEBUTUHAN NYATA OPERASI DAN PEMELIHARAAN SISTEM DRAINASE KELURAHAN KEPANJEN KECAMATAN KEPANJEN KABUPATEN MALANG Frinandy, Alvin; Suhartanto, Ery; Lufira, Rahmah Dara
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: pada Kelurahan Kepanjen perkembangan infrastruktur pada saat ini membuat berubahnya tata guna lahan. Hal ini akan mempengaruhi sistem drainase yang ada pada kota kepanjen. Sitstem drainase yang kurang baik menyebabkan terjadinya genangan pada kelurahan kepanjen. Debit rencana yang digunakan menggunakan debit rencana (Qdesain) dengan kala ulang 5 tahun dan 10 tahun, hal ini berdasarkan perubahan tata guna lahan pada kota kepanjen yang begitu pesat. perhitungan debit rancangan menggunakan metode rasional. Hasil debit rancangan yang didapatkan akan dilakukan analisis dengan kapasitas saluran drainase eksisting pada lokasi studi. Hasil penelitian yang telah dilakukan terdapat 7 saluran drainase eksisting yang tidak dapat menampung debit banjir rencana dengan kala ulang 5 tahun dan 8 saluran drainase eksisting yang tidak dapat menampung debit banjir rencana dengan kala ulang 10 tahun.  Berdasarkan dari hasil penilaian kinerja sistem drainase menunjukan bahwa pada Kelurahan Kepanjen saat ini tergolong cukup, dengan nilai sebesar 7.600,04 poin (76%). Mengacu pada hasil analisa, alternatif penanganan masalah sistem drainase adalah mengadakan inspeksi rutin dua belas kali setiap 1 tahun dan melakukan pengerukan sedimen secara berkala 2-3 kali setahun sesuai dengan jenis saluran. Total biaya Angka Kebutuhan Nyata Operasi dan Pemeliharaan dalam satu tahun yang harus dikeluarkan sebesar Rp. 316.478.361,55.   Kata kunci: AKNOP, sistem drainase, operasi dan pemeliharaan, Kepanjen. Abstract: Infrastructure developments of Kepanjen Sub-District at this time made changes in land use. This will affected the existing drainage system in the city Kepanjen. Bad sitstem drainage caused water puddle on the Kepanjen Sub-District . Design Discharge that used  design discharge (Qdesigned) by period of 5 years and 10 years. it was based on changes in land use in the city Kepanjen so advanced. Calculation discharge design used rational method. The results of discharge design conducted analysis with capacity channel drainage existing in the study locations. The results of the study there were 7 existing drainage channel that cannot accommodate discharge flood plans with period of 5 years and 8 existing drainage channel that cannot accommodate discharge flood plans with period of 10 years. Based on the results of performance of drainage system showed that Kepanjen Sub-District currently was adequated enough,with value of 7.600,04 (76%).Referring to the results of analysis, alternative treatments the problems of drainage system are routine inspection tweleve times a year and dredging the sediment regulary 2-3 times a year according to the kind of channels.Total costs that should be spent for Real Needs of Operation and Maintenance in one year is Rp. 316.478.361,55. Keywords: Real Needs of Operation and Maintenance, drainage system, operation and maintenance, Kepanjen.
STUDI PERENCANAAN PEMECAH GELOMBANG (BREAKWATER) DI PANTAI SANUR, DENPASAR, BALI. Cahyaningtyas, Elok Tiara; Suprijanto, Heri; Dermawan, Very
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK: Pantai Sanur mengalami perubahan morfologi pantai akibat erosi yang terjadi dari besarnya terjangan gelombang laut sehingga mengakibatkan kemunduran garis pantai.1Kerusakan pemukiman penduduk, fasilitas umum serta bengunan lainnya yang disebabkan oleh kemunduran garis pantai dapat diminimalkan degan membangun pemecah gelombang.1Perencanaan pemecah gelombang mula-mula dilakukan dengan menganalisis gelombang datang dengan kala ulang 25 tahun yang bertujuan untuk memperoleh dimensi pemecah gelombang. Pemecah gelombang ini menggunakan tipe pemecah gelombang Roublemound (tumpukan batu).1Setelah didapatkan dimensi, akan dihitung stabilitas bangunan terhadap kelongsoran rotasi dan daya dukung tanah.1Pondasi tiang pancang yang direncanakan menggunakan kayu gelam.1Hasil perencanaan ini diperoleh gelombang dominan dari arah Tenggara dengan tinggi gelombang signifikan sebesar 1,50 m untuk kala ulang 25 tahun. Pemecah gelombang terletak pada elevasi 0,0 m dengan tinggi puncak pada elevasi + 5,10 m, panjang 241m untuk profil 1 dan 17,9 m untuk profil 2 sepanjang garis pantai, berat batu pelindung terluar sebesar 2,11 ton dengan diameter 1,16 m.1Analisis stabilitas lereng terhadap kelongsoran rotasi mengunakan bantuan software Geostudio Geoslope dengan metode Fellenius, Bishop dan Janbu dapat dikatakan aman.1Pondasi tiang pancang direncanakan sedalam 7 m dengan diameter tiang pancang sebesar 0.5 m.1Total rencana angaran biaya (RAB) dengan material pondasi tiang pancang mengunakan dolken kayu gelam sebesar Rp 63.381.400.000,00. Kata kunci: pemecah gelombang, kelongsoran rotasi, pondasi tiang   ABSTRACT: The coastal morphology of Sanur Beach has been changed due to erosion from wave movement.The damages of the settlements, public facilities and other buildings caused by the changes of coastline can be minimized by a breakwater construction. The initial stage to design the breakwater was analyzing the design wave with a 25 year of return period to obtain the dimension of breakwater. After the dimension is obtained, the stability of breakwater structure against the rotational slide and the bearing capacity of the soil can be evaluated. The utilized alternative pile foundation is made of gelam wood. From this study, it is observed that the dominant waves came from southeast with a significant wave height of 1.50 m for a 25-year of return period. As a final design, the height of breakwater is 5.10 m with a length of 24 m and 17,9 m along the coastline. The weight of the outer protective rock is 2.11 tonnes with a diameter of 1.16 m. From the analysis of slope stability using Geostudio Geoslope software with Fellenius, Bishop and Janbu method indicates that this structure was safe against rotational slide. The depth of pile foundation is 7 m with a diameter of 0.5 m. The estimation of total cost with pile foundation using gelam wood isRp 63,381,400,000. Keyword: breakwater, rotational slide, pile foundation
STUDI EVALUASI DAN PERANCANGAN SISTEM DRAINASE KECAMATAN KOTA LAMA KOTA KUPANG Pancaputri, Widyaiswara; Andawayanti, Ussy
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada Kota Kupang perkembangan infrastruktur pada saat ini berdampak pada perubahan tata guna lahan yang mengakibatkan sistem drainase menjadi kurang baik. Sistem drainase yang kurang baik dan curah hujan yang tinggi menjadi penyebab terjadinya genangan pada jalan utama di Kecamatan Kota Lama. Keadaan ekisting saluran drainase pada Kecamatan Kota Lama adalah saluran drainase tidak bekerja efektif akibat tertutup sampah rumah tangga dan rerumputan. Dengan adanya permasalahan tersebut maka dilakukan studi evaluasi saluran drainase Kecamatan Kota Lama. Namun, apabila hasil dari evaluasi saluran drainase tidak efektif, maka akan dilakukan perancangan ulang sistem drainase di Kecamatan Kota Lama. Beberapa data utama yang dibutuhkan untuk menyelesaikan studi ini adalah peta lokasi, data curah hujan, peta topografi, peta tata guna lahan, data jumlah penduduk mulai dari tahun 2012 hingga tahun 2017, peta jaringan drainase eksisting, dan peta DAS. Pada studi ini menggunakan debit rancangan dengan kala ulang 5 tahun yang dihitung menggunakan metode rasional. Hasil debit rancangan yang didapatkan berkisar 0.673 - 1.947 m³/dt.  Berdasarkanlhasil perhitungan terdapat 4 saluran drainase eksisting yang tidak dapat menampung debit banjir. Saluran yangltidak dapat menampung debit banjir diakibatkan oleh curahlhujan yangltinggi pada daerahltersebut. Hasil dari studi ini direkomendasikan alternatif untuk mengatasi genangan, yaitu pendalaman saluran drainase sebesar 10-40 cm dan  pelebaran saluran drainase 10-20 cm . Total rancangan anggaran biaya (RAB) pada studi ini sebesar Rp 2.839.000.000