cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 88 Documents
Search results for , issue "Vol 10, No 2 (2022)" : 88 Documents clear
Penerapan Konsep Hemat Energi pada Sistem Tata Cahaya di Gedung Q Universitas Kristen Petra Surabaya salsha amelia; Andika Citraningrum
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Krisis energi merupakan salah satu isu hangat yang menjadi perbincangan pada saat ini. Sektor pembangunan sebagai pengguna energi terbesar perlu dilakukan adanya perubahan sebagai upaya mengurangi terjadinya krisis energi. Bangunan hemat energi merupakan salah satu solusi dalam menangani hal tersebut. Sistem pencahayaan sebagai penggunaan energi terbesar kedua pada suatu bangunan dibutuhkan adanya perhatian khusus untuk mengoptimalkan penggunaan energi. Maka dari itu aspek Energy Efficiency and Conservation pada sistem tata cahaya di Gedung Q Universitas Kristen Petra Surabaya sebagai green building patut diteliti. Tujuan penulisan artikel ini adalah mendeskripsikan penerapan konsep energy efficiency dan efektivitas penerapan aspek energy efficiency pada sistem tata cahaya di Gedung Q berdasarkan standar GREENSHIP. Metode yang digunakan adalah metode analisis deskriptif kualitatif. Setelah penentuan unit amatan yang ditinjau dari rumusan masalah, dilakukannya analisis dengan membandingkan data hasil dari observasi dengan pustaka terkait. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini menunjukkan bahwa Gedung Q Universitas Kristen Petra Surabaya telah menerapkan efisiensi energi pada sistem tata cahaya dengan baik dan sesuai dengan kriteria penilaian GREENSHIP.
Evaluasi Elemen Arsitektural Penunjang Wayfinding dan Orientasi Ruang pada Interior Stasiun Cisauk Naila Khairun Nisa; Indyah Martiningrum
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui evaluasi elemen arsitektural pada interior Stasiun Cisauk yang berfungsi sebagai penunjang wayfinding. Stasiun Cisauk yang terintegrasi dengan fungsi lain melalui sebuah skywalk memiliki pola sirkulasi yang kompleks. Ditemukan pengguna yang mengalami kesulitan mencari lokasi tujuan sehingga perlu bertanya kepada petugas yang berjaga di sekitar. Demi mencapai efisiensi waktu dan tenaga dibutuhkan stasiun dengan elemen-elemen yang dapat mendukung dan memudahkan pengguna dalam bernavigasi, menemukan tujuan (wayfinding) dan berorientasi di dalam bangunan. Metode yang digunakan yaitu metode kuantitatif dengan melakukan survei kepada pengguna berupa kuesioner. Selanjutnya hasil kuesioner dianalisa secara statistic deskriptif dengan mencari nilai rerata, skor total, indeks skor dan penentuan kriteria evaluasi dari indeks skor. Temuan dari penelitian menunjukkan nilai indeks kualitas elemen arsitektural penunjang wayfinding pada Interior Stasiun Cisauk berada pada kriteria sangat tinggi. Sifat visibility menjadi karakteristik yang mendominasi dan sifat imageability menjadi karakteristik yang kurang menonjol daripada karakteristik lainnya.Kata kunci: Wayfinding, Elemen Arsitektural, Visibility, Imageability
Pengaruh Aksesibilitas Menuju Fasilitas Umum Terhadap Perbedaan Harga Jual Unit Properti Begawan Apartment Malang Ayang Amalia; Iwan Wibisono
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan jumlah penduduk di Kota Malang menyebabkan kebutuhan akan tempat tinggal juga ikut meningkat. Namun, keterbatasan lahan menjadi kendala utama pada permasalahan tersebut. Hunian yang disusun secara vertikal atau apartemen menjadi salah satu solusinya. Begawan Apartment merupakan salah satu apartemen dan merupakan proyek apartemen BUMN pertama di Kota Malang. Penyediaan fasilitas umum bertujuan untuk menunjang kebutuhan sekunder penghuni di apartemen. Namun, setiap unit memiliki aksesibilitas yang berbeda untuk mengakses fasilitas umum pada Begawan Apartment. Pengaruh aksesibilitas menuju fasilitas umum terhadap perbedaan harga jual dianalisis menggunakan metode regresi linear berganda pada penelitian ini. Variabel yang diteliti yaitu Luas Unit, Lokasi Lantai, dan Aksesibilitas Menuju Fasilitas Umum sebagai variabel bebas, serta Harga Jual sebagai variabel terikat. Hasil yang didapat dari analisis regresi linear berganda yang dilakukan yaitu ketiga variabel bebas tersebut memberikan pengaruh terhadap perbedaan harga jual unit pada Begawan Apartment Malang.
Kenyamanan Termal Pasar PON Trenggalek Berdasarkan Persepsi Pengguna Bangunan Erika Putri; Wasiska Iyati
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK  Kenyamanan pada suatu area sangat penting untuk membantu aktivitas yang berlangsung dalam ruangan. Dalam mewujudkan kenyamanan termal pada bangunan gedung hijau dibutuhkan strategi salah satunya yaitu sistem pendinginan pasif. Pendinginan pasif yaitu upaya mendinginkan ruangan tanpa menggunakan alat elektrikal. Pasar PON Trenggalek merupakan bangunan gedung hijau yang menggunakan penghawaan alami, meskipun masih belum maksimal dalam mengeluarkan udara panas. Rumusan masalah yang diperoleh mengenai evaluasi kinerja pendinginan pasif dan evaluasi kenyamanan termal pasar PON Trenggalek berdasarkan persepsi pengguna bangunan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja pendinginan pasif serta kenyamanan termal Pasar PON Trenggalek berdasarkan persepsi pengguna. Metode yang dipakai pada penelitian adalah metode kualitatif serta kuantitatif dengan melakukan analisis visual, pengukuran lapangan meliputi temperatur, kelembaban, kecepatan angin dan temperatur radiasi. Kemudian penyebaran kuesioner, serta perhitungan PMV dan PPD. Hasil yang didapat dari penelitian menunjukkan suhu ruang yang melebihi standar serta masih banyak pengguna yang merasakan ketidakpuasan. Karena dari hasil kuesioner yang didapatkan lebih dari 10% responden merasakan ketidaknyamanan. Selanjutnya dari hasil analisis, pengukuran serta hasil kuesioner dapat dijadikan alternatif rekomendasi perbaikan untuk meningkatkan kinerja pendinginan pasif. Alternatif rekomendasi yang diperoleh seperti menambahkan shading device, mengganti material kaca tipe panasap menjadi tipe spectrally selective, menambah lapisan aluminum foil pada atap galvalum, memperluas lubang udara pada stack effect dan menambahkan lubang udara di atas dinding ruang kios. Kata kunci: kenyamanan termal, pendinginan pasif, kuesioner, dan PMV PPD.
Konfigurasi Spasial Desa Wisata Gubugklakah Kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malang Elvira Nur Cholida; Antariksa Sudikno
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Wisata Gubugklakah adalah salah satu desa yang terpilih menjadi Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) oleh Kemenparekraf dengan tujuan untuk meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara maupun domestik di kawasan Bromo-Tengger-Semeru. Perubahan Desa Gubugklakah menjadi desa wisata mengakibatkan perubahan pada tatanan elemen konfigurasi spasial desa baik secara mikro maupun meso. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menerapkan teori dan menganalisis perubahan elemen konfigurasi spasial pada tingkat mikro serta meso Desa Wisata Gubugklakah. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan secara diachronic dan syncronic reading untuk meninjau variabel penelitian. Hasil penelitian yang diperoleh berupa perubahan elemen konfigurasi spasial baik secara mikro maupun meso dari Desa Gubugklakah akibat berubahnya fungsi kawasan menjasdi kawasan wisata dan penambahan fungsi homestay. Perubahan pada elemen konfigurasi spasial Desa Gubugklakah ini dikarenakan oleh pemanfaatan ruang secara maksimal terkait isu potensial kawasan wisata.
TINGKAT KESESUAIAN TATA RUANG KANTOR LAYANAN FINANSIAL PADA ERA KENORMALAN BARU Aldo Mirza Ghifari; Rinawati P. Handajani
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penulisan ini memiliki tujuan yaitu untuk mengetahui dan meninjau tingkat adaptasi penerapan tata ruang kantor era kenormalan baru pada Kantor Dana Pensiun PT. BANK DKI. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan arah penyusunan berasal dari data. Data yang didapatkan berasal dari observasi langsung dengan melihat kondisi eksisting. Data yang dikumpulkan dalam bentuk kata, dan gambar. Berdasarkan hasil analisis keseuaian adaptasi tata ruang interior kantor dana pensiun PT. Bank DKI terdapat protokol kesehatan pada era kenormalan baru tingkat kesesuaian paling rendah terjadi pada area ruang keanggotaan dan sekretaris umum dengan persentase kesesuaian 15,63%.
STRATEGI ADAPTIVE RE-USE PADA BANGUNAN DIKAWASAN PELESTARIAN KOTA MALANG STUDI KASUS LAFAYETTE COFFEE AND EATRY M Rizki Hudiatma; Ema Yunita Titisari
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemerintah kota Malang menetapkan kawasan Kayutangan pada tanggal 22 April 2018 sebagai kawasa warisan budaya (Heritage), pada kawasan Kayutangan terdapat beberapa perubahan, dengan adanya perubahan tersebut kawasan Kayutangan mempunyai daya tarik sebagai objek wisata baru di kota Malang. Prinsip adaptive reuse yaitu membuat perubahan terhadap bangunan untuk mengakomodasi kebutuhan baru dan adaptasi yang dilakukan harus mampu menambah nilai dan kualitas bersejarah. Upaya ini tampaknya yang telah dilakukan pada objek kasus, yakni bangunan Lafayette coffee and Eatery. Penelitian ini berupa penelitian deskriptif penelitian ini penulis berusaha memahami penerapan adaptive reuse yang di gunakan pada bangunan lama Lafayette coffee and Eatery di kawasan Kayutangan kota Malang. Ada 3 aspek yang akan diteliti menyangkut adaptive reuse di bangunan ini yaitu (1) proses restorasi bangunan, (2) penerapan adaptive reuse, dan (3) elemen desain interior. Jenis penelitian yang digunakan pada penulisan ilmiah ini adalah metode deskriptif, Penelitian ini menggunakan dua sumber data yakni data primer dan sekunder. Dengan diterapkannya strategi adaptive reuse pada gedung lafayette coffe diharapkan mampu meningkatkan nilai ekonomi bangunan   dengan mempertahankan sisi historis bangunan dan mampu menjadikan strategi adaptive reuse sebagai salah satu alternatif dalam proses restorasi dan pelestarian bangunan, Serta diharapkan mampu mendukung program kawasan heritage yang dicanangkan pemerintah kota Malang.
Evaluasi Pencahayaan Buatan pada GOR Bulutangkis Banda Baru di Kota Batam Vito Hon; Ary Deddy Putranto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

GOR Banda Baru yang diresmikan langsung oleh ketua PBSI dan Gubernur provisi Kepri pada tahun 2006 memiliki sejumlah fasilitas yang dapat mendukung calon atlet muda. Namun sayangnya pada tahun yang sama, belum ada standar nasional yang dapat digunakan sebagai acuan. Sehingga kualitas GOR itupun masih jauh dari kebutuhan. Permasalahan dari GOR ini memiliki kualitas pencahayaan buatan yang cenderung kurang terang. Peneliti akan menggunakan jenis metode kuantitatif dengan proses deskriptif evaluatif. GOR ini memiliki arena yang berjumlah 8 lapangan, yang memiliki nilai intensitas cahaya rata-rata sekitar 75 Lux. Sedangkan standar yang dibutuhkan adalah 300 Lux untuk GOR turnamen lokal. Hal ini disebabkan oleh tata letak titik lampu dan penggunaan jenis lampu yang kurang baik. Sehingga rekomendasi desain dari penelitian ini menghadirkan penggunaan 2 jenis lampu dengan masing-masing tata letak. Jenis lampu yang pertama adalah Fluorescent Tube dengan nilai intensitas cahaya rata-rata sekitar 360 Lux. Kemudian jenis lampu yang kedua adalah Metalhalide High Bay dengan nilai intensitas cahaya rata-rata sekitar 340 Lux. Kedua jenis lampu ini berdasarkan panduan baik dari standar nasional maupun pustaka. Sehingga pihak pengelola memiliki pilihan dalam memperbaiki kualitas pencahayaan buatan pada GOR.