cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 35 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 1 (2015)" : 35 Documents clear
PENERAPAN KONSTRUKSI BAMBU PADA FASILITAS KAMPEONG KIDZ DI SEKOLAH ALAM SELAMAT PAGI INDONESIA, BATU M. Thaufan Dwi Putro; Edi Hari Purwono; Chairil Budiarto Amiuza
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (899.218 KB)

Abstract

Sekolah Alam Selamat Pagi Indonesia yang terletak di Kota Batu memiliki fasilitas berupa Kampoeng Kidz yang berfungsi sebagai wahana rekreasi edukasi dengan konsep bangunan yang menyatu dengan alam disekitarnya. Pada kawasan SPI area Kampoeng Kidz menggunakan sistem konstruksi bambu namun tidak menggunakan sistem konstruksi bambu bentang panjang sehingga berkurangnya efektivitas ruang, terutama pada bangunan hall. Dalam waktu dekat bangunan penjualan merchandise akan diganti dengan material bambu yang baru karena masa usia pemakaian bambu dan penambahan fungsi bangunan hall. Menyikapi permasalahan tersebut maka dibutuhkan perancangan fasilitas hall dan tempat penjualan merchandise dengan menggunakan sistem konstruksi bentang panjang dan pengolahan pada material bambu sehingga dapat digunakan dalam jangka waktu panjang. Metode perancangan yang digunakan ialah deskriptif kualitatif, progrmatik dan pragmatik. Pengumpulan data dilakukan dengan melihat kondisi tapak secara langsung dengan penggunaan teori yang dipaparkan secara kualitatif. Tahap analisis dan sintesis dilakukan dengan metode programatik, sedangkan konsep penerapan konstruksi bambu dikembangkan melalui metode pragmatik. Objek komparasi yang digunakan ialah komparasi bangunan dengan fungsi sejenis dan bangunan dengan sistem konstruksi bentang panjang. Komparasi bertujuan untuk memberikan alternatif konstruksi bambu pada perancangan. Hasil dari kajian menunjukan bahwa pada bangunan perancangan yang menggunakan sistem konstruksi bambu dengan bentang panjang dapat memberikan efektivitas ruang dalam bangunan sangat baik dan pada pengolahan bahan material bambu secara perendaman kimia dapat menjadikan usia pakai material bambu dalam jangka waktu panjang.Kata kunci: Sekolah Alam Selamat Pagi Indonesia, sekolah alam, konstruksi bambu
KENYAMANAN VISUAL GEDUNG PAMER PUSAT SENI DAN KERAJINAN KENDEDES KABUPATEN MALANG Sutantri Sutantri; Jusuf Thojib; Indyah Martiningrum
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (996.928 KB)

Abstract

UMKM daerah sangat tahan banting sebagai usaha penopang dinamika ekonominasional yang semakin menurun. DPRI memfokuskan UMKM dalam bidang arsitektur,kerajinan, dan desain. Kabupaten Malang merupakan salah satu bagian terbesar JawaTimur dengan potensi pariwisata di bidang kerajinan dan kesenian dalam Pusat Senidan Kerajinan Kendedes. Gedung/ ruang pamer karya yang merupakan bagian utamabangunan, dimana aktivitas pengguna bangunan adalah proses melihat dan mengamatihasil seni/ kerajinan. Kebutuhan cahaya baik cahaya alami maupun cahaya buatan padagedung/ ruang pamer cukup tinggi mengingat fungsinya sebagai tempat kerja yangkegiatannya sangat mengandalkan mata. Pemanfaatan cahaya alami ditekankan padasiang hari (SNI-03-2396: 2001), sehingga penggunaan pencahayaan buatan harusdiminimalisir. Akan tetapi cahaya dalam gedung pamer Pusat Seni dan KerajinanKendedes yang terlalu tinggi menimbulkan silau. Keterbatasan wadah pameransemakin menambah kesan silau. Karena itu, diperlukan wadah yang mampumemberikan kenyamanan visual sesuai kebutuhan melihat, baik aspek teknispencahayaan maupun gedung pamer berdasarkan standar pencahayaan rata-ratasebesar 300 lux (SNI-6197: 2011). Pengelolaan elemen bangunan mampu memberikankenyamanan visual gedung pamer dengan mempertimbangkan kondisi ruang luar,organisasi dan orientasi, sistem tata cahaya (alami/ bukaan dan buatan/ lampu),bentuk/ modifikasi bangunan (sun shading), warna dan material (finishing), danperencanaan interior (jarak/ sudut pandang dan display produk).Kata kunci: pencahayaan, kenyamanan visual, ruang pamer, pusat seni dan kerajinan
PENERAPAN MATERIAL KAYU LAMINASI PADA KONSTRUKSI PUSAT KERAJINAN RAKYAT DI KOTA BATU Brian Basundara Tjokrowijanto; Edi Hari Purwono; Subhan Ramdlani
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (906.173 KB)

Abstract

Kota Batu merupakan kota dengan konsep wisata dengan pendekatan nuansa alam. Untuk mewujudkan konsep wisata alam pada perancangan Pusat Kerajinan Rakyat di Kota Batu ini, dibutuhkan bentuk yang dinamis agar dapat menyatu dengan alam lingkungan sekitar. Pemilihan material utama pun juga dapat menonjolkan konsep wisata alam, salah satunya adalah material kayu. Hal ini dapat dilakukan dengan teknologi pengolahan kayu yang dapat membuat kayu lebih dinamis, dimana produknya sebagai bahan material konstruksinya biasa dikenal dengan teknologi balok laminasi. Pusat Kerajinan Rakyat ini menggunakan ekspresi struktur kayu dengan konstruksi material yang menggabungkan dua material kayu menjadi material kayu laminasi sebagai bahan konstruksi utama. Dengan penonjolan ekspresi struktur kayu dan pemanfaatan teknologi laminasi pada material kayu, menunjukkan bahwa kayu sebagai konstruksi alami memiliki karakter visual alam yang kuat dan juga struktur yang dinamis. Metode deskriptif digunakan dalam pemaparan issue sebagai latar belakang penerapan material kayu laminasi. Pada aspek programatik membahas akan aktivitas dan fungsi serta komponen yang dibutuhkan sehingga pembahasan ini mengarah pada struktur tata ruang, pada aspek pragmatik membahas tentang konsep dan ide penerapan material laminasi, yang mengarah kepada struktur rangka dan sistem ruang.Kata kunci: material kayu, konstruksi, teknologi laminasi, kerajinan rakyat
PENERAPAN STRUKTUR SPACE FRAME PADA HANGGAR PEMELIHARAAN PESAWAT DI BANDARA SAMARINDA BARU Agung Hariyanto; Beta Suryokusumo; Ali Soekirno
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (927.171 KB)

Abstract

Pada Bandar Udara Samarinda Baru direncanakan terdapat hanggar pesawat yang mampu melakukan perawatan preventif dan dapat menampung pesawat jenis Boeing 737-300 dan ATR 72. Untuk menampung pesawat Boeing 737 dan ATR 72 bentang hanggar minimum yang dibutuhkan adalah 60 meter. Mengingat bentang bangunan hanggar yang sangat lebar, maka dibutuhkan suatu sistem struktur bentang lebar yang dapat mewujudkan berdiri bangunan hanggar tersebut. Sistem struktur yang dipilih adalah sistem struktur space frame (rangka ruang). Kajian ini bertujuan untuk merancang hanggar dengan melakukan penerapan sistem struktur space frame yang sesuai dengan fungsi bangunan, penerapan sistem struktur rangka ruang dilakukan khususnya pada bagian atap bangunan. Dalam pemilihan sistem struktur bentang lebar pada suatu rancangan dapat menggunakan kriteria-kriteria seperti kemampuan pelayanan dan keamanan (serviceability), efisiensi, dan konstruksi (Schodek, 1998). Kajian ini dilakukan dengan menggunakan metoda programatik, yaitu metode pembahasan secara sistematis, rasional, dan analitik dengan menggambarkan, mendiagramkan, serta memvisualisasikan tentang objek kajian berdasarkan literatur dan standar yang ada. Dengan dilakukannya kajian penerapan sistem struktur rangka ruang pada bangunan hanggar pesawat, maka diharapkan akan didapatkan rancangan hanggar pesawat yang sesuai dengan kapasitas dan fungsi yang akan diwadahi serta diketahui penerapan sistem struktur space frame yang sesuai untuk fasilitas hanggar perawatan pesawat di Bandara Samarinda Baru, khususnya pada bagian atap bangunan.Kata kunci: Bandara Samarinda Baru, hanggar pesawat, sistem struktur rangka ruang
POLA RUANG DALAM BANGUNAN RUMAH GADANG DI KAWASAN ALAM SURAMBI SUNGAI PAGU – SUMATERA BARAT Maulana Abdullah; Antariksa Antariksa; Noviani Suryasari
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (907.136 KB)

Abstract

Rumah Gadang merupakan salah satu rumah tradisional yang terdapat di Indonesia, terletak di Sumatera Barat. Rumah Gadang merupakan rumah tinggal bagi kaum Minangkabau. Keberadaan Rumah Gadang saat ini masuk dalam kategori terancam karena adanya bencana alam yaitu gempa, karena kawasan yang terdapat Rumah Gadang merupakan daerah pergerakan lempeng bumi pada bagian barat Indonesia. Selain itu, perawatan dan pemeliharaan Rumah Gadang semakin berkurang di berbagai kawasan di Minangkabau. Kawasan Alam Surambi Sungai Pagu merupakan salah satu kawasan yang masih banyak terdapat Rumah Gadang dan memiliki ruang dalam yang asli dengan berbagai bentuk penambahan sesuai dengan kebutuhan penghuninya. Kawasan ini juga disebut sebagai Nagari Saribu Rumah Gadang yang terletak di Kecamatan Sungai Pagu, Kabupaten Solok Selatan, Provinsi Sumatera Barat. Penelitian ini fokus pada permasalahan pola ruang dalam bangunan Rumah Gadangdi kawasan Alam Surambi Sungai Pagu yang terletak di Provinsi Sumatera Barat. Pelaksanaan penelitian menggunakan metode deskriptif dengan survei langsung ke lapangan, objek penelitian berupa Rumah Gadang yang difungsikan sebagai rumah tinggal dan tempat kegiatan adat. Hasil studi menunjukkan susunan-susunan ruang dalam bangunan Rumah Gadang dari berbagai jenis klasifikasi yang telah dibagi berdasarkan pola ruang dalam yang terdapat di kawasan tersebut.Kata kunci: Rumah Gadang, rumah tradisional, pola ruang dalam

Page 4 of 4 | Total Record : 35