cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 22 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 1 (2016)" : 22 Documents clear
Representasi Budaya pada Rancangan ASEAN Cultural Park Di Kota Batu Fadli Fadli; Triandriani Mustikawati; Tito Haripradianto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Batu adalah salah satu kota di Propinsi Jawa Timur dengan arah pengembangan wisata.Salah satu pengembangan yang akan dilakukan adalah membuat sebuah taman wisata yang memiliki suatu bentuk representasi budaya,tema yang akan diangkat adalah budaya pada negara– negara ASEAN. Budaya akan dikenalkan dengan berbagai macam cara atau konsep sehingga menarik dan menyenangkan untuk dipelajari dan dinikmati oleh pengunjung. Mengingat obyek yang akan diusung adalah budaya ASEAN, maka representasi budaya ASEAN harus dihadirkan dalam taman wisata ini.Pada kajian ini, fokus yang akan dilakukan adalah mengenai desain sebuah taman wisata dengan budaya sebagai tema yang ditampilkan.Katakunci : Representasi Budaya,Taman Wisata
Morfologi Spasial Kompleks Perumahan Karyawan Pabrik Gula Wonolangan, Probolinggo Rachma Nita Sunarto; Sigmawan Tri Pamungkas; Noviani Suryasari
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kompleks Perumahan Karyawan Pabrik Gula Wonolangan merupakan salah satu perumahan yang memiliki tatanan khas kolonial Belanda. Perumahan ini sudah berumur lebih dari 50 tahun dan terletak di Jl. Raya Dringu yang menyebabkan perumahan karyawan pabrik gula ini memiliki ciri khas yang berbeda jika dibanding perumahan yang lain. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui morfologi spasial kompleks perumahan karyawan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan morfologi sinkronik. Variabel yang dikaji meliputi morfologi spasial kompleks berupa tata guna lahan, tata letak massa, tata kavling dan tata sirkulasi. Diperoleh kesimpulan bahwa antar variabel memiliki saling keterkaitan dan mempengaruhi pola spasial kompleks yang ada pada Perumahan Karyawan Pabrik Gula Wonolangan. Pola spasial kompleks yang dapat digunakan untuk pengembangan kompleks perumahan.Katakunci: morfologi, spasial, kompleks
Aplikasi Teknologi Smart Seating System pada Ruang Main Hall Gedung Olahraga di Kota Malang Sukinsi Sukawruh; Heru Sufianto; Sigmawan Tri Pamungkas
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Malang memiliki 139 fasilitas olahraga, diantara fasilitas tersebut terdapat 5gedung olahraga. Menurut Standar Pelayanan Minimal (SPM) KementerianPermukiman dan Prasarana Wilayah (2001), setiap 1 fasilitas olahraga merupakankebutuhan 3000 penduduk. Berdasarkan standar tersebut dapat disimpulkan KotaMalang belum memenuhi kebutuhan fasilitas olahraga. Selain itu perkembangangedung olahraga di Kota Malang juga kurang memenuhi kriteria perancangangedung olahraga khususnya fleksibilitas ruang. Oleh karena itu dibutuhkanpenambahan gedung olahraga yang memiliki fleksibilitas ruang. Fleksibilitas ruangpada gedung olahraga dapat dicapai dengan penerapan teknologi smart seatingsystem pada ruang utama yaitu main hall. Terdapat 4 tipe smart seating system yaitumutasub, mutaflex, telescopic riser, dan rotation. teknologi tersebut dipilihberdasarkan variabel kecepatan transformasi, gerak transformasi, ruangpenyimpanan, dan efisiensi ruang. Dari keempat variabel tersebut rotation systemmemiliki keunggulan dibandingkan sistem lainnya. Penerapan rotation system akanmenghasilkan 10 modul pada ruang main hall yang dapat digunakan untuk kegiatankombinasi seperti latihan dengan pertandingan, pertandingan dengan pertandingan,pertandingan dengan kegiatan lain, dan latihan dengan kegiatan lain.Kata Kunci : gedung olahraga, fleksibilitas, smart seating system.
Elemen Arsitektural Rumah Bangsal Di Desa Larangan Luar Pamekasan Madura Intan Kurnia Asmarani; Antariksa Antariksa; Abraham Mohammad Ridjal
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Larangan Luar memiliki banyak peninggalan arsitektur tradisional Madura yang masih bertahan hingga sekarang, salah satunya adalah rumah bangsal. Rumah bangsal merupakan rumah tradisional Madura yang lahir dari akulturasi budaya Madura, Jawa, Kolonial Belanda, Cina dan mendapat pengaruh dari golongan rakyat dan Kerajaan. Banyaknya faktor yang mempengaruhi rumah bangsal membuat karakter elemen arsitekturalnya berbeda dari rumah tradisional lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis elemen arsitektural rumah bangsal. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan analisis secara deskriptif dan historis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa elemen arsitektural rumah bangsal terdiri dari lantai, dinding batu bata, dinding kayu, pintu, jendela, kolom batu, kolom kayu dan atap. Karakter penghuni rumah bangsal sebagai orang Madura tercermin pada elemen arsitekturalnya. Faktor budaya Madura, Jawa, Kolonial Belanda dan Cina, kepercayaan dan kondisi iklim mempengaruhi karakter elemen arsitektural rumah bangsal.Kata kunci: Elemen arsitektural, Rumah bangsal, Madura
Sistem Penghawaan Alami Ruang Produksi Batik Barong Gung di Tulungagung Femina Andradewi; Jusuf Thojib; Indyah Martiningrum
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Tulungagung merupakan salah satu daerah penghasil batik yang memiliki potensi kecepatan angin cukup tinggi yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kenyamanan ventilasi pekerja melalui penurunan suhu ruang akibat suhu pemanasan yang mencapai 800C dari aktivitas nglorod dan mengeringkan pola batik printing. Pada penelitian ini akan dilakukan pengukuran pada kondisi eksisting ruang produksi yang meliputi kecepatan angin, suhu dan prosentase luas bukaan terhadap luas lantai. Hal tersebut dilakukan untuk mengetahui sistem penghawaan alami pada eksisting telah memenuhi Standart Nasional Indonesia (SNI) 03-6572-2001 atau belum. Dari kajian ini diketahui penghawaan alami pada ruang produksi batik dapat diwujudkan melalui pengaturan layout area aktivitas dan bukaan. Faktor tersebut akan saling mempengaruhi untuk memenuhi kenyamanan ventilasi di dalam ruang yaitu suhu 28 0C dan kecepatan angin 0,6 m/s yang masih berada pada rentang suhu dan kecepatan angin yang disyaratkan oleh SNI 03-6572-2001 dan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1405/MENKES/SK/XI/2002 tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan Kerja Perkantoran dan Industri. Program ANSYS digunakan untuk mengetahui kontur suhu dan kecepatan angin di dalam ruang.Kata kunci: kenyamanan ventilasi, layout area produksi batik, bukaan, program ANSYS
Metode dalam Menentukan Material Bangunan yang Ideal (Studi Kasus: Perancangan Laboratorium di Kabupaten Pohuwato) Andre Sandhywinata; Tito Haripradianto; Abraham Mohammad Ridjal
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sejak Fenomena green design menjamur diseluruh lapisan masyarakat arsitektur. Para pelaku arsitektur seakan estafet dalam berlomba menghasilkan material bangunan yang paling “green”. Kompetitif tersebut melahirkan rupa baru green design menjadi green capitalism. Atas nama “green” jarak tempuh pengiriman material green ke lokasi pembangunan tidak lagi dihiraukan dan potensi upgrading people economic melalui bangunan juga ditenggelamkan atas nama “green” karena didalam label green tidak ada asas pertimbangan dari kesanggupan tukang lokal untuk dapat mengerjakan material tersebut atau tidak. Untuk itu, dirasa perlunya mencari metode dalam pencarian material yang lebih baik daripada pemilihan serampangan berlabelkan green. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasikan metode dalam menentukan klasifikasi material yang ideal dalam sebuah perancangan arsitektur. Studi kasus yang diambil dari penelitian metode klasifikasi ini ialah sebuah perancangan laboratorium di Kabupaten Pohuwato. Langka dalam penyelesaian penelitian ini menggunakan analysis deskriptif dengan penjabaran selektif eliminier didalamnya. Hasil dari kajian penelitian ini menunjukan klasifikasi pemilihan material ideal dapat diklasifikasi dengan analysis raw material, manufacturing and logistics, installation, analysis lifetime, analysis end of life and recycling.Kata kunci: metode, material bangunan, laboratorium, Kabupaten Pohuwato.
Aspek Konservasi dalam Penyediaan Fasilitas Wisata di Candi Sumberawan Priska Annastasya A.K. Wardhani; Subhan Ramdlani; Triandriani Mustikawati
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyediaan fasilitas wisata pada kawasan Candi Sumberawan ini dilatarbelakangioleh kurang terolahnya atraksi wisata dan tidak adanya sarana untuk menunjangkeberadaannya sehingga membuat kawasan ini kurang dikenal dan kurangberkembang. Sebagai kawasan wisata yang baik diperlukan fasilitas pendukungkawasan wisata yang dapat menunjang pengembangan wisata situs candiSumberawan. Kawasan Candi Sumberawan berada pada area konservasi cagarbudaya yang areanya dilingkupi oleh fungsi LDTI (Lahan dengan tujuan istimewa)yang merupakan lahan yang diberikan untuk tujuan istimewa dan berfungsi untukperlindungan situs ekologi dan budaya. Proses kajian ini dilakukan denganmengungkapkan potensi eksisting yang dapat dikembangkan dan menganalisispermasalahan lingkungannya, dan membagi area berdasar aspek zonasi cagarbudaya yang telah ditentukan. Zonasi konservasi cagar budaya ini akanmempengaruhi dan menentukan peletakan fungsi dan fasilitas yang direncanakanpada tapak. Hasil yang diperoleh adalah tata ruang kawasan yang ditentukanberdasarkan analisis potensi dan permasalahan tapak yang di overlay dengan hasilpembagian zonasi konservasi cagar budaya. Proses overlay ini akan menghasilkanarea yang dapat dibangun fasilitas penunjang atau possible area, yang akan menjawabsejauh mana perencanaan fasilitas penunjang melalui aspek konservasi cagar budayaakan dapat memenuhi kebutuhan fungsional bangunan dan permasalahan sertapotensi lingkungan tapak.Kata kunci: kawasan wisata, fasilitas wisata, konservasi cagar budaya
Pencahayaan sebagai Kriteria Aspek Keselamatan pada Hunian Khusus Lansia Defi Puspitasari; Indyah Martiningrum; Triandriani Mustikawati
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seiring dengan berjalannya waktu manusia lanjut usia atau yang biasa disingkat lansia mengalami kemunduran fungsi fisik yang menimbulkan permasalahan serius dikalangan lansia. Terjatuh merupakan masalah yang paling banyak dialami lansia terutama saat beraktivitas di dalam rumah (Bulletin Housing The Family, 1974). Masalah terjatuh lansia disebabkan oleh beberapa aspek salah satunya kemunduran fungsi pengelihatan yang dipadukan dengan lingkungan yang berbahaya (Brawley, 2005). Pengaturan pencahayaan sangatlah dibutuhkan untuk membantu aktivitas lansia, karena pencahayaan yang buruk dapat menimbulkan masalah sederhana hingga mengancam jiwa lansia. Fokus bahasan studi ini adalah mengenai pencahayaan sebagai kriteria aspek keselamatan untuk menghindari terjatuh pada lansia di rumah tinggal. Pada kajian ini penulis membandingkan dua objek hunian khusus lansia yang menerapkan aspek keselamatan. Dari kajian ini menghasilkan tiga kriteria aspek pencahayaan yaitu meningkatkan pencahayaan, menghindari efek silau pada mata dan menghindari perubahan intensitas cahaya yang terlalu kontras.Kata Kunci: Lansia, Keselamatan, Terjatuh, Pencahayaan
Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa Khusus Tunanetra melalui Pendekatan Orientasi dan Mobilitas di Malang Adif Lazuardy Firdiansyah; Abraham Mohammad Ridjal; Ali Soekirno
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan fisik pada siswa tunanetra akan menghambat tunanetra dalammenjalani kehidupan sehari – hari. Gangguan yang dimiliki siswa tunanetra dalamaspek penglihatan akan menyebabkan siswa tunanetra mempunyai keterbatasanmengenai orientasi dan mobilitas. Orientasi dan mobilitas menjadi faktor utamadalam menjalani kehidupan sehari – hari secara mandiri karena berkaitan dengankemampuan bergerak siswa tunanetra dari satu tempat ke tempat lain.Berdasarkan Badan Pusat Statistika Jawa Timur menjelaskan bahwa wilayahMalang memiliki presentase penyandang tunanetra yang lebih tinggi daripadapenyandang tuna lainnya, yaitu sebesar 874 orang. Sedangkan diantara jumlahpenyandang tunanetra tersebut, angka yang paling tinggi berdasarkan umurnyayaitu anak tunanetra yang berusia 12 – 15 tahun, yaitu sebesar 24.45% (214 anaktunanetra). Oleh karena itu, berdasarkan data tersebut, penyandang tunanetramerupakan aspek yang cukup berpotensi untuk dikembangkan. Sebagai tempatbelajar siswa, perancangan sekolah tunanetra berperan sebagai media latihorientasi dan mobilitas. Perancangan sekolah tunanetra ini didasarkan padaobservasi sederhana di Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa YPAB Surabaya,analisis tunanetra pada masing – masing klasifikasi dan analisis orientasi danmobilitas, sehingga diperoleh kriteria desain untuk perancangan seklah tunanetra.Kata Kunci : Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa, Tunanetra, Orientasi, Mobilitas
Sirkulasi Bangunan Rumah Tinggal Kampung Kauman Kota Malang Rosawati Saputri; Antariksa Antariksa; Lisa Dwi Wulandari
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kampung Kauman merupakan salah satu kampung tertua di Kota Malang yang memperoleh pengaruh gaya kolonial Belanda pada arsitektur bangunannya. Saat ini, rumah tinggal bergaya kolonial di Kampung Kauman Kota Malang telah banyak yang mengalami perubahan. Fokus pembahasan dibatasi pada kajian sirkulasi bangunan rumah tinggal Kampung Kauman Kota Malang untuk menggambarkan secara detail sirkulasi yang terbentuk dan elemen-elemen yang membentuk sirkulasi. Tujuan studi ini adalah untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh perubahan pada sirkulasi bangunan rumah tinggal bergaya kolonial di Kampung Kauman Kota Malang. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan melakukan survey lapangan dan menganalisis sirkulasi bangunan rumah tinggal bergaya kolonial Belanda di Kampung Kauman Kota Malang.Kata kunci: tata ruang, sirkulasi, bangunan rumah tinggal, Kampung Kauman

Page 2 of 3 | Total Record : 22