cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2 (2017)" : 14 Documents clear
Pelestarian Bangunan Kantor Pos Besar Surabaya Novalinda Puspitasari; Antariksa Antariksa; Abraham Mohammad Ridjal
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (984.267 KB)

Abstract

Sejarah Kota Surabaya sebagai kota pahlawan menjadikan Kota Surabaya sebagai pusat pemerintahan pada masa kolonial, terdapat banyak bangunan dengan fungsi kantor pelayanan jasa sebagai pemenuhan kebutuhan pada zaman kolonial. Bangunan Kantor Pos Besar Surabaya merupakan salah satu bangunan yang memiliki nilai historis yang tinggi. Bangunan Kantor Pos Besar Surabaya bergaya Indische empire stijl yang tampak pada elemen-elemen bangunan. Tujuan studi ini sebagai identifikasi dan anaisis karaktakteristik bangunan, serta sebagai identifikasi dan analisis arah pelestarian Bangunan Kantor Pos Besar Surabaya Studi ini menggunakan tiga macam metode deskriptif, meliputi metode deskriptif analisis, metode evaluatif, dan metode development. Analiis karakter bangunan pada studi ini meliputi karakter spasial, karakter visual, dan karakter struktural. Hasil dari analisis ketiga karakter tersebut merupakan sumber untuk menganalisis arahan pelestarian Bangunan Kantor Pos Besar Surabaya. Potensial arahan pelestarian dibedakan menjadi tiga, yaitu potensial tinggi dengan arahan pelestarian preservasi dan konservasi, potensial sedang dengan arahan pelestarian konservasi dan rehabilitasi, serta potensial rendah dengan arahan pelestarian rehabilitasi.Kata Kunci: Kantor Pos Besar Surabaya, bangunan cagar budaya, Strategi Pelestarian
Komposisi Fasad Masjid Al Mubarok di Nganjuk Mohammad Bahrun Nidzom; Antariksa Antariksa; Abraham Mohammad Ridjal
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (486.78 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengidentifikasi komposisi fasadbangunan masjid al Mubarok yang meliputi komposisi pada fasad dan komposisielemen pada fasad. Metode analisis yang digunakan adalah metode diskriptifkualitataif, dengan menggambarkan dan menganalisis variabel-variabel tentangkomposisi fasad dan komposisi elemen-elemen fasad dengan sub variabel prinsipkomposisi. Hasil temuan menunjukkan bahwa adanya perbedaan komposisi padafasad bangunan yang terbagi menjadi tiga periode. Pembagian bangunan ini sesuaidengan periode pendirian bangunan masjid yang dilakukan dengan tiga tahap, yaitu: tahap pertama pada tahun 1830, tahap kedua dibangun beberapa tahun setelahtahap pertama, dan tahap ketiga pada tahun 2014. Hasil yang didapatkan padakomposisi fasad memiliki keseimbangan simetri; iramanya ada yang statis dan jugadinamis; skalanya intim pada periode kesatu, skala normal pada periode kedua; danskala monumental pada periode ketiga; proporsinya tidak didapatkan menggunakanprinsip Golden Sectian; kesatuan yang dihasilkan berbeda-beda; dan urutan padamasjid al Mubarok formal dengan urutan dari monumental menuju normal,kemudian menuju intim.Pada komposisi elemen fasad menggunakan variabel yangada pada elemen fasad, yaitu: atap, dinding, jendela dan pintu dengan subvariabelprinsip komposisi yang terdiri dari: keseimbangan, irama, point of interest dankesatuan.Kata kunci : Komposisi, fasad, masjid al Mubarok
Balai Budidaya Ikan Bandeng dan Udang Vanamei Sebagai Percontohan Budidaya Perikanan di Kecamatan Jabon, Sidoarjo Moch. Solichudin; Subhan Ramdlani; Bambang Yatnawijaya
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1617.643 KB)

Abstract

Jabon merupakan salah satu Kecamatan di Sidoarjo yang memiliki luas tambak terbesar dengan komoditi utama ikan bandeng dan udang vanamei. Pada 10 tahun terakhir perikanan di Jabon terus menurun dikarenakan rendahnya mutu genetik dan masyarakat masih menggunakan metode tradisional dalam budidaya. Metode yang penelitan adalah dengan observasi langsung pada kawasan budidaya perikanan di Kecamatan Jabon, Sidoarjo. Observasi menghasilkan data mengenai kebutuhan masyarakat terhadap fasilitas perikanan yang sampai saat ini belum ada di Kecamatan Jabon. Fasilitas yang dimaksud adalah fasilitas yang dapat mengedukasi para petani tambak yang nantinya akan berfungsi sebagai sarana percontohan budidaya perikanan khususnya budidaya ikan bandeng dan udang vanamei. Fasilitas berupa balai budidaya perikanan menjadi solusi kebutuhan petani tambak, karena balai budidaya perikanan merupakan sarana yang memiliki fasilitas yang mampu menunjang kebutuhan budidaya masyarakat setempat. Perancangan balai budidaya perikanan mengacu pada pedoman umum pemanfaatan kawasan konservasi perairan untuk kegiatan penelitian dan pendidikan yang diterbitkan oleh kementrian kelautan dan perikanan. Hasil perancangan balai budidaya perikanan difokuskan pada jenis budidaya ikan bandeng dan udang vanamei yang merupakan komoditi utama perikanan setempat.Kata kunci: Balai budidaya ikan bandeng dan udang vanamei, percontohan budidaya
Optimalisasi Pelayanan Pasca Kelahiran/ Neonatal Pada Desain Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Kelas A di Kabupaten Lumajang Anita Galuh Yuniar Kusumastuti; Subhan Ramdlani; Ali Soekirno
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1424.82 KB)

Abstract

Upaya kesehatan bagi ibu dan anak perlu mendapatkan perhatian utama. Beberapa indikator digunakan untuk mengukur status kesehatan ibu dan anak. Indonesia masih tertinggal dalam hal kesehatan ibu anak, terlihat dari capaian angka yang masih tinggi jika dibandingkan dengan negara di ASEAN. Salah satu penyebabnya adalah tingginya angka kematian pada masa neonatal. Banyaknya jumlah penduduk yang menjalani Umur Perkawinan Pertama (UKP) di bawah 20 tahun sangat mempengaruhi tingginya Angka Kematian Neonatal. Di Jawa Timur, Kabupaten Lumajang termasuk dalam prosentase tinggi UKP di bawah 20 tahun. Upaya pencegahan UKP yang tinggi dapat dilakukan dengan tindakan pencegahan jangka panjang dan tindakan penanganan bagi usia muda yang telah menikah. Hal ini dilakukan dengan cara pelatihan (perawatan ibu dan bayi pasca melahirkan) dalam fasilitas ibu dan anak yang saling terintegrasi yaitu RSIA. Kabupaten Lumajang belum memiliki RSIA dan jumlah kebutuhan tempat tidur yang masih kurang. Pendirian RSIA perlu direncanakan karena pengembangan sarana kesehatan telah diatur dalam Kebijakan Pemerintah Kabupaten Lumajang yaitu Rencana Teknis Ruang Kawasan (RTRK) tahun 2014-2015 dan Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) Kabupaten Lumajang tahun 2012-2032 dalam hal penentuan lokasi pengembangan rumah sakit. RSIA yang dirancang tentunya harus dapat mengoptimalkan pelayanan pasca kelahiran (neonatal).Kata kunci: Rumah Sakit Ibu dan Anak, Optimalisasi, Neonatal
Karakter Spasial dan Visual pada Bangunan Gedung Juang 45 Bekasi Jawa Barat Dewa Gde Agung Wibawa; Antariksa Antariksa; Abraham Mohammad Ridjal
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1158.094 KB)

Abstract

Beberapa bangunan masih berdiri dan berfungsi dari peninggalan kolonial Belanda di Bekasi adalah Gedung Juang 45 Bekasi. Bangunan ini masih memiliki keaslian bentuk dan fasade bangunan dari sejak pertama kali dibangun hingga saat ini. Perubahan fungsi yang terjadi pada bangunan Gedung Juang 45 Bekasi ini mempengaruhi aspek spasial maupun visual yang ada pada bangunan. Tujuan studi ini adalah untuk mengetahui karakter spasial dan visual dari bangunan Gedung Juang 45 Bekasi Jawa Barat. Metode yang digunakan adalah metode analisis deskriptif dengan langkah mendekripsikan elemen-elemen spasial dan visual bangunan dan menganalisisnya sehingga dapat disimpulkan karakter spasial dan visual bangunan. Karakter visual yang ditunjukkan oleh Gedung Juang 45 Bekasi adalah langgam Indische Empire Style. Penggunaan jendela dan pintu dengan ukuran berskala besar pada fasade bangunan menggambarkan bangunan milik penguasa yang ingin membuat bangunannya lebih monumental dari yang lain.Kata Kunci: Karakter Spasial, Karakter Visual, Bangunan kolonial Belanda
Karakteristik Spasial dan Visual Balaikota Madiun (Eks Raadhuis Madioen) Vicky Rizaldi; Antariksa Antariksa; Noviani Suryasari
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1157.594 KB)

Abstract

Bangunan pemerintahan Balai Kota Madiun merupakan bangunan bersejarah peninggalan pemerintah kolonial Belanda yang dibangun oleh biro konsultan arsitektur Fermont dan Eduard Cuypers yang proses pembangunannya dimulai pada tahun 1928 dan diresmikan pada tanggal 1 Agustus 1930. Langgam arsitektur Balai Kota Madiun bercirikan Nieuwe Bouwen yang terinspirasi oleh aliran International Style dan mengadopsi karakter arsitektur lokal. Penelitian ini fokus pada pembahasan mengenai karakteristik spasial dan karakteristik visual. Dari segi spasial, denah bangunan terdiri dari keseimbangan asimetris yang didominasi oleh bentukan geometri sederhana, court sebagai elemen bentukan void ditempatkan di tengah bangunan Keunikan dari karakteristik visual ditunjukkan melalui peletakan tower dekat pintu masuk utama, peletakan portico di depan porch pintu masuk utama, fasade bangunan yang didominasi warna putih. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif analisis yang fokus pada pendekatan historis dan metode analisis kualitatif yang fokus pada observasi bangunan.Kata kunci: Madiun, Balai Kota, karakteristik spasial, karakteristik visual
Optimalisasi Kenyamanan Akustik Ruang pada JX International Surabaya Alfa Nanda Ramadhan; M. Satya Adhitama; Agung Murti Nugroho
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1192.299 KB)

Abstract

Bangunan multifungsi merupakan salah satu fasilitas umum untuk mengadakan aktifitas yang berhubungan dengan percakapan dan musik. Kualitas kenyamanan akustik ruang merupakan salah satu hal utama yang perlu diperhatikan dalam penggunaan bangunan multifungsi, karena hal tersebut memiliki pengaruh besar dalam menentukan keberhasilan sebuah aktifitas yang ditampung didalamnya. JX International merupakan salah satu penyedia fasilitas multifungsi di Surabaya yang didominasi oleh penggunaan hard material. Penggunaan hard material yang terlalu banyak berpotensi menimbulkan cacat akustik seperti gema dan dengung ruang di dalamnya. Penggunaan metode iso-akustik dan pensimulasian menggunakan Ecotect Analysis untuk mengetahui fenomena cacat akustik yang ada di dalam ruang sehingga dapat ditentukan kriteria rekomendasi desain acoustic treatment sebagai langkah pengoptimasian kualitas akustik ruang di JX International Surabaya. Strategi yang digunakan antara lain dengan meneliti fenomena akustik ruang yang terjadi dengan menggunakan grafik noise mapping, penggunaan material, dan permukaan bidang yang dapat mempengaruhi sifat fenomena bunyi dalam ruang sehingga dapat memunculkan kriteria rekomendasi desain secara tentative yang sesuai dengan nilai standar RT60 (reverberation time) sebagai upaya optimalisasi akustik ruang di JX International Surabaya.Kata kunci: akustik ruang, noise mapping, multifungsi, Ecotect Analysis, acoustics treatment, reverberation time
Morfologi Ruang Taman Jayengrono pada Kawasan Kota Lama Surabaya Indah Ciptaning Widi; Subhan Ramdlani; Lisa Dwi Wulandari
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (922.715 KB)

Abstract

Surabaya sebagai Kota Hijau memiliki banyak taman kota yang tersebar di banyak kawasan. Salah satu taman kota yang merupakan taman tertua di Surabaya yakni Taman Jayengrono berada di kawasan Kota Lama. Taman seluas 5.300 m² tersebut telah mengalami perubahan ruang dari wajah sebelumnya. Namun dengan fungsi lahan yang tetap sama yakni peruntukkan sebagai ruang terbuka. Tepat pada tahun 2012, Pemerintah Kota Surabaya meresmikan Taman Jayengrono dengan memberi predikat sebagai memorial park. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui morfologi ruang pada Taman Jayengrono pada saat ini. Metode yang digunakan adalah deskriptif analitik berdasarkan teori tentang morfologi ruang terbuka beserta isi elemen lansekap oleh Hakim.(2012). Variabel yang dikaji meliputi elemen-elemen lansekap pembentuk ruang taman seperti garis, bidang, macam ruang, sirkulasi ruang, elemen desain serta aktivitas baik di dalam maupun di sekitar Taman Jayengrono. Kesimpulan yang didapatkan adalah bahwa masing-masing elemen taman menonjolkan karakter ruang yang tegas, kokoh, kaku, namun tetap dinamis. Begitu juga hubungan antara morfologi dan aktivitas yang berlangsung di dalamnya memperlihatkan bahwa morfologi ruang Taman Jayengrono mampu menyesuaikan bermacam aktivitas bahkan memberi wadah lebih fungsional.Kata kunci : morfologi, ruang terbuka, taman, lansekap
Penerapan Konsep Healing Garden Pada Pusat Rehabilitasi Narkoba di Batu Jhon Andrew Hasudungan; Jenny Ernawati; Herry Santosa
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1498.496 KB)

Abstract

Narkoba (narkotika, psikotropika, dan bahan adiktif lainnya) sangat pesat perkembangannya di seluruh negara, negara indonesia termasuk dalam kategori yang pesat dalam perkembangan penggunaan narkoba setiap tahunnya. Kenaikan angka pengguna narkoba negara indonesia tidak tinggal diam, dengan alasan tersebut harus adanya fungsi fasilitas yaitu pusat rehabilitasi narkoba, yang dapat memulihkan kondisi pecandu narkoba dalam hal fisik, mental, psikologis, medis dan sosial. Pusat rehabilitasi narkoba merupakan sebuah lingkungan penyembuhan yang desain nya memiliki tujuan untuk mempercepat proses penyembuhan dan memberikan pelayanan bagi pecandu narkoba. Bangunan pusat rehabilitasi narkoba harus mendukung keadaan psikologis dan emosional para penderita narkoba untuk mencapai kualitas hidup yang lebih baik. Berdasarkan perilaku pecandu Narkoba dan kebutuhan dari rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial, pengguna narkoba dapat dikategorikan sebagai pasien yang sedang mengidap suatu penyakit (fisik & psikis) fasilitas yang diberikan kepada pasien harus seimbang antara fasilitas medis maupun kebutuhan untuk psikis pasien. Menciptakan suatu pengobatan yang optimal dari fasilitas-fasilitas dari bangunan rehabilitasi narkoba tersebut seperti bagian luar bangunan yang dapat berperan untuk membantu dalam proses penyembuhan, seperti menambahkan fasilitas Healing Garden. Penerapan ruang luar dengan konsep healing garden dikarenakan, manfaatnya lebih berkaitan bahwa taman ini dapat terintegrasi dengan kesehatan dan suatu kegiatan yang dapat membantu suatu proses penyembuhan seseorang.Kata kunci : Healing garden, Pusat rehabilitasi narkoba
Penerapan Konsep Ruang Luar Pada Desain Community Center di Kota Tangerang Selatan Juniawan Adhari; Jenny Ernawati; Herry Santosa
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (596.872 KB)

Abstract

Pusat kegiatan masyarakat atau biasa disebut Community Center merupakan tempat kegiatanmasyarakat yang mewadahi berbagai macam kegiatan masyarakat suatu wilayah. CommunityCenter di kecamatan Pondok Aren, merespon kondisi jumlah penduduk yang sangat tinggi danminimnya ruang luar untuk publik di Tangerang Selatan. Sehingga Community Center dikecamatan Pondok Aren dirancang sebagai ruang luar publik yang mewadahi berbagai aktivitasmasyarakat, kedalam tiga fungsi utama yaitu fungsi olahraga, fungsi komunitas dan fungsikesenian & kebudayaan . Banyaknya jumlah ruang luar yang memiliki fungsi dan aktivitastertentu, dapat menyebabkan ketidaksesuaian antara fungsi dan aktivitas pada ruang luar yangdapat membuat fungsi dari ruang luar tidak dapat berfungsi dengan baik. Penerapan konsepruang luar diperlukan untuk menghasilkan kesatuan perancangan ruang luar yang baik, yaitu darisisi desain maupun kesesuaian konsep dan aktivitas pada ruang luar tersebut. Penggunaankonsep pembentukan ruang luar spatial impact, digunakan sebagai konsep masing-masing ruangluar pada Community Center. Penggunaan konsep spatial impact untuk kegiatan yang aktifdigunakan untuk ruang luar pada zona olahraga, konsep spatial impact kegiatan komunal dansosial digunakan pada zona komunitas dan konsep spatial impact untuk kegiatan hiburan danpertunjukan digunakan pada ruang luar pada zona kesenian.Kata kunci: ruang luar, konsep, Pondok Aren, spatial impact, community center

Page 1 of 2 | Total Record : 14