Articles
10 Documents
Search results for
, issue
"Vol 5, No 3 (2017)"
:
10 Documents
clear
Fleksibilitas Studio Film pada Akademi Perfilman
Widya Nurul Aisyah H.;
Rinawati P Handajani;
Herry Santosa
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 5, No 3 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1443.867 KB)
Industri film Indonesia telah mengalami pasang surut dalam hal perkembangannya. Kurangnya wadah untuk menampung ide-ide kreatif para sineas muda dan masyarakat lain yang ingin berkecimpung di dunia perfilman juga menjadi alasan mengapa kualitas film Indonesia masih banyak yang kurang, walaupun tidak sedikit juga yang dapat menembus pasar internasional. Sekolah film dengan fasilitas memadai adalah salah satu solusi yang dicari masyarakat. Fasilitas tersebut di antaranya adalah studio film, yang merupakan tempat dilakukannya pengambilan gambar, berbentuk sebuah ruangan besar dan tinggi berisi berbagai macam set dan latar. Di sekolah film, studio ini digunakan oleh para siswa untuk belajar dan membuat film yang berbeda-beda. Hal ini mempengaruhi set dan latar yang digunakan dalam studio sehingga studio pun memerlukan sebuah fleksibilitas untuk memenuhi kebutuhan para mahasiswanya. Metode yang digunakan adalah metode traditional problem solving yang menjabarkan analisis terkait isu dan objek yang dirancang, yang nantinya dapat menghasilkan solusi untuk masalah tersebut. Perancangan ini akan menghasilkan tatanan ruang studio film sesuai kebutuhan para mahasiswa, yang menerapkan elemen ruang fleksibel berupa partisi.Kata Kunci: fleksibilitas, studio film, akademi perfilman, partisi
Fleksibilitas Artspace dengan Lahan Minim (Studi Kasus Semen Art Gallery)
Edwin Abdullah Almuhaimin;
Chairil Budiarto Amiuza;
Herry Santosa
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 5, No 3 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1245.763 KB)
Artspace merupakan suatu wadah bagi seniman dalam menuangkan karya seni kemasyarakat dan melestarikan karya serta sebagai sarana pendidikan publik. Bagiandalam dari Artspace adalah komponen penting yang dapat mempengaruhi suasanagaleri. Selain itu terdapat komponen interior yang juga sangat berpengaruh, sepertisistem sirkulasi, tata letak, pencahayaan dan sistem tampilan yang dapatmempengaruhi alur cerita suatu karya dan aktivitas di dalamnya yang dinamissehingga dapat menentukan kenyamanan pengunjung. Adanya fleksibilitas ruangyang dapat memfasilitasi karya seni yang beragam sangat dibutuhkan terutamapada bangunan dengan lahan minimal, sehingga pengembangan fleksibilitas ruangpada Artspace diharapkan dapat meningkatkan manfaat dan fungsionalitasbangunan itu sendiri.Kata kunci: Artspace, Tata Ruang, Sirkulasi, Pencahayaan
Pengaruh Desain Fasade Terhadap Nilai Jual/Sewa Pada Apartemen 1Park Avenue, Jakarta Selatan
Yordie Wicaksono;
Ary Deddy Putranto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 5, No 3 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (760.996 KB)
Pembangunan apartemen pada dekade terakhir ini di Kota Jakarta dan sekitarnya mengalami peningkatan sangat pesat. Para perusahaan pengembang selaku pembangun apartemen-apartemen tersebut memiliki cara tersendiri dalam menarik minat konsumen agar dapat membeli unit apartemen yang mereka tawarkan, seperti halnya dalam pengolahan desain fasade bangunannya agar bangunan yang mereka bangun dapat terlihat menarik ketika dilihat, meskipun terdapat faktor-faktor lain yang dapat menjadi pendorong bagi peningkatan nilai jual pada sebuah bangunan apartemen. Terkait dengan inti permasalahan tersebut, maka penelitian ini mencoba untuk menganalisis seberapa besar tingkat keberhasilan faktor desain fasade dalam mempengaruhi keputusan pembelian dan mengetahui dari setiap variabel-variabel desain fasade yang berpengaruh terhadap keputusan pembelian penghuni pada Apartemen 1Park Avenue – Jakarta Selatan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif - kuantitatif dengan teknik penarikan sampel yaitu probabilitas secara acak terhadap 147 responden yang merupakan penghuni dari Apartemen 1Park Avenue. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor desain fasade mempunyai pengaruh yang besar terhadap keputusan pembelian penghuni pada Apartemen 1Park Avenue – Jakarta Selatan. Dan dari variabel-variabel desain fasade juga yaitu elemen-elemen pendukung fasade, komposisi fasade, bentuk, dan material fasade – GRC secara individu memiliki pengaruh yang nyata terhadap keputusan pembelian penghuni pada Apartemen 1Park Avenue – Jakarta Selatan.Kata Kunci: Desain Fasade, Keputusan Pembelian Penghuni Apartemen
Tingkat Kenyamanan Desain Interior pada Perpustakaan (Studi Kasus : Perpustakaan Umum Kota Tuban, Jawa Timur)
Imroatin Nurillah;
Chairil Budiarto Amiuza;
Jenny Ernawati
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 5, No 3 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (779.328 KB)
Perpustakaan Umum Kota Tuban membutuhkan peningkatan kualitas kenyamanan interior khususnya pada aspek tata ruang, pencahayaan, pewarnaan dan sirkulasi. Studi ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan teknik penelitian survey tingkat kenyamanan pengguna terhadap desain interior di perpustakaan. Metode penelitian yang digunakan merupakan metode campuran (mixed), yaitu penggunaan metode kualitatif dalam menjelaskan kondisi eksisting objek observasi dan metode kuantitatif dalam pengambilan data persepsi pengguna perpustakaan malalui teknik survey. Analisis yang dilakukan merupakan analisis dari hasil pengamatan lapangan, analisis data kuantitatif dari survey kuisioner dan analisis dengan standar yang ada. Hasil studi ini menarik kesimpulan bahwa pada elemen tata ruang pengguna merasa masih tidak nyaman hingga penulis memberikan beberapa masukan untuk mengatasi hal ini. Pada pewarnaan ruang di beberapa ruang sudah memenuhi kenyamanan pengguna. Sedangkan pada pencahayaan alami maupun buatan dinyatakan sudah nyaman dan mampu memenuhi kebutuhan pengguna. Sirkulasi ruang masih berada pada tingkat kenyamanan antara nyaman-tidak nyaman sehingga perlu adanya perbaikan. Dengan temuan hasil penelitian tersebut diharapkan dapat memberikan masukan kepada pengelola Perpustakaan khususnya dalam mendesain interior untuk meningkatkan kualitas layanan.Kata kunci: Desain interior perpustakaan, tingkat kenyamanan pengguna.
Implementasi Konstruksi Hijau Pada Proyek Apartemen Grand Kamala Lagoon Tower Emerald Bekasi
Nadia Khairarizki;
Wasiska Iyati
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 5, No 3 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1156.677 KB)
Konstruksi hijau merupakan upaya membangun dengan tujuan mengurangi dampak terhadap lingkungan. Aplikasi konstruksi hijau pada proyek konstruksi di Indonesia dipelopori oleh PT.PP dengan komitmen berupa Green Construction Target yang diterapkan pada salah satunya proyeknya Grand Kamala Lagoon (GKL) Bekasi. Model Assessment Green Construction (MAGC) merupakan sistem penilaian yang dikembangkan oleh Ervianto untuk menilai proses konstruksi hijau atau ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil capaian keseluruhan implementasi konstruksi hijau pada kondisi eksisting proyek apartemen GKL Tower Emerald berdasarkan tolok ukur MAGC dan mengetahui persentase kontribusi pekerjaan arsitektur di dalam aspek green construction pada MAGC. Metode analisis yang digunakan adalah deskriptif evaluatif dengan pengumpulan data melalui kuesioner MAGC, wawancara mendalam, dan observasi lapangan. Hasil yang didapatkan yakni implementasi konstruksi hijau pada kondisi eksisting 12,91 (58,89%) sehingga belum mencapai NGCIdeal yakni 21,92 (100%) maupun NGCTerbaik yakni 15,47 (70,57%). Upaya untuk meningkatkan capaian implementasi konstruksi hijau di proyek dilakukan melalui pendekatan pekerjaan arsitektur. Kontribusi pekerjaan arsitektur pada penilaian MAGC didapatkan 71 indikator (50%) dari hasil pemilihan pada 142 indikator green construction. Setelah diberikan rekomendasi melalui indikator pekerjaan arsitektur terjadi peningkatan NGC (Nilai Green construction) sebesar 18.36 (83.76%). Dengan begitu besar peningkatan hasil capaian implementasi konstruksi hijau dari kondisi eksisting sebesar 5.42 (24.73%).Kata kunci: konstruksi Hijau, model assessment green construction, pendekatan pekerjaan arsitektur, proyek apartemen
Keamanan bagi Pengguna Lanjut Usia di Taman Lansia Surabaya
Dwi Rahayu Amini;
Sigmawan Tri Pamungkas
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 5, No 3 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1020.512 KB)
Kota Surabaya saat ini bertujuan menjadi Kota Ramah Lansia tahun 2030 yang salah satu indikatornya adalah ruang terbuka ramah lansia menurut WHO. Taman Lansia Surabaya merupakan satu-satunya taman tematik untuk lansia di Surabaya tentunya harus menerapkan aspek keamanan bagi pengguna lansianya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana penerapan aspek keamanan bagi pengguna lansia di dalam taman tersebut yang menjadi permasalahan utama jika dibandingkan dengan kenyamanan dan kriteria taman lansia lainnya terutama berkaitan dengan lansia. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Untuk pengumpulan data, penelitian menggunakan metode observasi lapangan serta wawancara dan penyebaran kuesioner terhadap pengguna taman lansia dan umum. Analisis data bersifat evaluatif terhadap variabel penelitian (fungsi, desain, aksesibilitas, material) di dalam taman dengan metode deskriptif analisis dalam menyajikan data. Kesimpulan analisis data sebelumnya dibuat dalam sintesis data sehingga diperoleh kesimpulan mengenai kondisi yang ada. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek keamanan bagi pengguna lansia di dalam Taman Lansia Surabaya belum diterapkan sepenuhnya. Pemerintah maupun perancang kota dapat mengacu pada hasil penelitian ini untuk membuat kota yang lebih ramah lansia. Untuk akademisi dapat meneliti di taman lansia yang lain atau melanjutkan penelitian terhadap kriteria taman bagi lansia selain keamanan.Kata kunci: keamanan, taman, pengguna lansia
Gedung Asrama Kampus II Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang Berkonsep Hemat Energi
Gibran Khalifah Aulia;
Agung Murti Nugroho;
Tito Haripradianto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 5, No 3 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (941.547 KB)
Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang dalam rencana strategisnya tahun 2030 akan melakukan pengembangan bidang studi dan infrastruktur dengan membuka kampus II yang berlokasi di kecamatan Junrejo, Kota Batu. Salah satunya adalah pembangunan fasilitas fisik kampus yaitu asrama mahasiswa. Kampus II UIN Maliki mengusung konsep “ Green, Health, and Smart Campus”. Konsep green building di Indonesia, telah dikembangkan oleh lembaga Green Building Council Indonesia (GBCI) dalam program sertifikasi green builing. Oleh karena itu perancangan gedung asrama mahasiswa II UIN Maliki didasarkan pada kriteria green building dari GBCI sebagai upaya hemat energi dan perwujudan konsep kampus. Perancangan perancangan gedung asrama mahasiswa II UIN Maliki disesuaikan dengan rancangan masterplan yang sudah tersusun sebelumnya. Rancangan masterplan terutama untuk area asrama dikembangkan dengan pengolahan tapak dan ruang dalam bangunan dengan pertimbangan utama pada aspek hemat energi. Penerapan kriteria green building dari GBCI meliputi aspek tata guna lahan, efisiensi dan konservasi energi, konservasi air, sumber siklus material, kesehatan dan kenyamanan ruang dalam, dan manajemen lingkungan bangunan. Hasil rancangan gedung asrama mahasiswa II UIN Maliki dengan konsep hemat energi telah memenuhi kriteria GBCI setidaknya 24 poin untuk capaian peringkat terendah.Kata kunci: gedung asrama mahasiswa, hemat energi, green building, GBCI
Konsep Green Building Pada Gedung A Griya Universitas Brawijaya Malang
Nur Azlina;
Agung Murti Nugroho
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 5, No 3 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (729.251 KB)
Green building merupakan faktor penting dari penerapan pembangunan berkelanjutan (sustainable development). Saat ini sustainable development menjadi trend dalam dunia pembangunan yang merupakan penghematan energi pada suatu bangunan serta ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi konsep green building pada Griya UB khususnya gedung A. Evaluasi menghasilkan rating dan rekomendasi yang menjadi acuan kedepannya. Penelitian ini menggunakan standar Green Building Council Indonesia (GBCI) pada pengukurannya. Hasil dari evaluasi, gedung A Griya UB mendapatkan rating SILVER. Kriteria yang menghasilkan poin terbanyak adalah efisiensi energi. Griya UB dapat menghemat konsumsi listrik dikarenakan memaksimalkan pencahayaan dan penghawaan alami. Sehingga tidak menggunakan lampu dan AC pada area asrama. Penelitian ini memaksimalkan semua kriteria untuk direkomendasi, untuk mendapatkan rating platinum.Kata kunci: Greenship EB GBCI, Asrama, Griya UB, Rating, Rekomendasi
Semiotika Arsistektur Rumah Adat Kudus Joglo Pencu
Rheza Arifputra Rasyidi;
Chairil Budiarto Amiuza
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 5, No 3 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1185.732 KB)
Rumah Adat di setiap daerah menjadi sebuah lambang khas dari kebudayaan sebuah daerah. Lambang kekhasan itu juga ditemui pada Rumah Adat Kudus Joglo Pencu. Pada saat ini rumah pencu tersebut sudah jarang ditemui. Sebagian hilang karena dijual, sebagian berubah karena rusak atau karena mengikuti model dan material baru. Dengan metode Pendekatan semiotika arsitektur kita akan memperoleh data – data baru mengenai makna – makna yang terkandung dalam bangunan arsitektur tradisional Rumah Adat Kudus Joglo Pencu.Kata kunci: arsitektur tradisional, joglo pencu, semiotika, semantik
Rumah Sejahtera Susun untuk Buruh Pabrik di PIER dengan Konsep Bioklimatik
Dimas Fajar Agung Priambodo;
Agung Murti Nugroho;
Bambang Yatnawijaya
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 5, No 3 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1399.447 KB)
Kabupaten Pasuruan merupakan salah satu kawasan industri utama di Jawa Timur. Dengan adanya kawasan industri mendorong meningkatnya kebutuhan akan rumah tinggal. Pembangunan rumah susun ini merupakan solusi di kawasan yang berfungsi sebagai pusat kegiatan ekonomi.Akan tetapi permasalahan yang muncul dari pembangunan rumah susun yaitu memiliki kenyamanan thermal yang rendah akibat paparan radiasi matahari. Dalam permasalahan ini selalu dislesaikan dengan peralatan mekanikal – elektrikal. Konsep arsitektur bioklimatik merupakan konsep arsitektural yang mampu menjawab permasalahan iklim dengan sadar akan potensi sumber daya alam seperti cahaya matahari angin dan suhu di daerah tersebut. Hasil yang diharapkan adalah desain yang mampu menerapkan konsep tanggap iklim pada tapak dan bangunan melalui orientasi bangunan, peletakan servis core, bukaan, desain pada dinding,penggunaan alat pembayangan pasif dan vegetasi.Kata kunci: rumah susun, buruh, bioklimatik