cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 52 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 4 (2017)" : 52 Documents clear
Kriteria Interior Ruang Pembelajaran Siswa SDLB-C Yang sesuai dengan Karakteristik Siswa Tunagrahita Ringan (Studi Kasus SDLB Pembina Tingkat Nasional Bagian C Malang) Erwin Feisal Fahmi; Jenny Ernawati; Rinawati P Handajani
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 5, No 4 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (711.462 KB)

Abstract

Anak tunagrahita adalah anak yang memiliki kondisi kecerdasan atau IQ yangberada dibawah rata-rata anak pada umumnya. Anak dengan tingkatketunagrahitaan ringan pada usia sekolah dasar memiliki potensi untuk dapatmengembangkan kemampuan intelegensi dan kecakapan dalam interaksi sosialmelalui proses pembelajaran dan pengembangan diri. Dengan kondisi yangdimilikinya, anak tunagrahita memiliki karakteristik yang berbeda dari anakseusianya sehinga dibutuhkan kelas khusus yang ditunjang oleh tenaga pengajarkhusus. Standar sarana dan prasarana untuk SLB-C yang ditetapkan olehpemerintah belum mengatur secara spesifik tentang desain interior ruangpembelajaran bagi anak tunagrahita ringan. Untuk mendapatkan konsep desaininterior yang dapat mengoptimakan proses pembelajaran siswa tunagrahita ringandibutuhkan kajian mengenai karakteristik dan perilaku siswa tersebut. Kajianpengamatan perilaku siswa tunagrahita ringan dilakukan di SDLB Pembina TingkatNasional Bagian C Malang yang merupakan SLB percontohan di Jawa Timur. Kajianini menggunakan metode pengamatan perilaku untuk memperoleh datakarakteristik siswa tunagrahita ringan yang menjadi acuan dalam penyusunankonsep desain interior ruang pembelajaran.Kata kunci: Anak Tunagrahita Ringan, Arsitektur Perilaku, Interior RuangPembelajaran
Pusat Rehabilitasi Diabetes dengan Pendekatan Healing Environment di Surabaya Geldy Desdiandra; Agung Murti Nugroho; Herry Santosa
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 5, No 4 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1626.689 KB)

Abstract

Pusat rehabilitasi diabetes ini mendukung konsep healing environment yang pada dasarnya bertujuan untuk mempercepat proses penyembuhan dengan cara merangsang kondisi pasien baik secara psikologis maupun emosional dan memberikan pelayanan kesehatan bagi pasien penderita diabetes. Perancangan ini berlokasi di Jalan Dr. Ir. H. Soekarno, Kota Surabaya. Lokasi yang dipilih berada kota Surabaya karena memiliki angka pasien penderita diabetes tertinggi di Jawa Timur dengan 14.377 kasus. Lokasi yang digunakan juga tidak berada jauh dengan masyarakat seperti di daerah lereng gunung untuk menghindari pasien merasa terisolasi dari masyarakat. Konsep healing environment yang digunakan didasarkan pada 7 prinsip dasar yang dikembangkan oleh Gary Coates dalam bukunya “Seven Principles of Life Enhancing Design”. Beberapa penerapan konsep healing environment pada desain pada pusat rehabilitasi diabetes adalah konsep tata massa yang terpisah namun tetap menjadi satu kesatuan di dalam tapak dengan proporsi simetris dan seimbang terhadap tapak. Penerapan prinsip kontras pada elemen-elemen ruang luar namun tetap menjaga kesan dekat dengan alam. Adaptasi bangunan terhadap tapak. Memanfaatkan potensi lingkungan alam di dalam tapak. Jenis bukaan lebar pada bangunan. Konsep warna yang dapat mempengaruhi kondisi psikologis seseorang. Serta jenis sirkulasi berupa radial untuk memberikan kemudahan dalam mengakses organisasi ruang luar dan dalam.Kata kunci: Diabetes, rehabilitasi, healing environment.
Pengoptimalan Pencahayaan Alami pada Pondok Pesantren Putri Darul Huda, Mayak Ponorogo Andy Rosmita; Andika Citraningrum
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 5, No 4 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1342.846 KB)

Abstract

Pondok pesantren dikenal sebagai wadah untuk menuntut ilmu atau belajar. Dimana belajar merupakan kegiatan utama yang dilakukan oleh para santri. Sangat erat kaitannya antara pencahayaan dan belajar. Pencahayan merupakan elemen terpenting yang dibutuhkan untuk kegiatan belajar. Letak Indonesia yang berada di iklim tropis lembab dengan intensitas cahaya yang kuat dapat sebagai penunjang kegiatan utama pada pondok pesantren dengan mengoptimalkan cahaya matahari. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode penelitian kuantitatif yaitu yaitu dengan melakukan pengukuran intensitas cahaya di dalam ruang dengan Lux Meter, observasi lapangan dan melakukan simulasi dengan software DiaLux versi 4.12 untuk mendapat beberapa alternatif desain. Hasil dari penelitian ini dapat memberi solusi desain terhadap pondok pesantren untuk dapat memaksimalkan cahaya matahari ke dalam ruang sehingga menghasilkan ruang yang memiliki tingkat intensitas cahaya yang standar dan nyaman untuk digunakan belajar. Hasil dari rekomendasi desain yaitu penataan ulang letak, jumlah dan luas jendela, selain itu juga dilakukan penataan ulang terhadap perabot an redesain shading device. Rekomendasi desain di sesuaikan dengan kebutuhan Lux di dalam ruangan dan sesuai dengan standar yang ada, sehingga menghasilkan ruang yang memiliki intensitas cahaya optimal.Kata kunci: Pencahayaan alami, ruang belajar, kenyamanan belajar
Kualitas Walkability pada Koridor Jalan Kayu Aya Seminyak Bali Cynthia Luna Kanadeva; Jenny Ernawati
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 5, No 4 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (666.921 KB)

Abstract

Bagi suatu kawasan wisata dengan fungsi-fungsi penunjang berdekatan didalamnya,moda transportasi non-motorized yang paling efisien dan mudah diakses olehmasyarakat ialah berjalan kaki. Guna mendukung kegiatan berwisata pada kawasantersebut, wisatawan membutuhkan kualitas berjalan yang baik (walkability). Jl. KayuAya yang memiliki karakter koridor jalan dengan fungsi perdagangan dan jasa dikawasan wisata Seminyak memiliki potensi dan masalah terkait kualitas walkabilitytersebut. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah guna mengetahui kualitas walkabilitypada koridor jalan Kayu Aya Seminyak beserta pengaruh dari kualitas walkabilityterhadap preferensi berjalan masyarakat di koridor jalan tersebut. Penelitian inimelibatkan 180 responden sebagai sampel. Metode penelitian yang digunakan ialahmetode deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Untuk mengetahui pengaruh kualitaswalkability terhadap preferensi berjalan masyarakat dilakukan analisis data statistikregresi. Hasil yang didapatkan adalah kualitas walkability di koridor Jalan Kayu Ayamenunjukkan hasil bervariasi mulai dari kualitas rendah hingga tinggi. Kualitastersebut turut mempengaruhi preferensi berjalan masyarakat dalam beberapa faktorseperti estetika street furniture, rest spot area, daya tarik aspek sosial, amenities koridorjalan wisata, keamanan pejalan kaki, penanda jalan dan fasilitas penyeberangan.Kata kunci: Walkability, koridor jalan, pedestrian way, preferensi
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Daya Tarik Kawasan Situ Cileunca sebagai Kawasan Wisata Salsabila Azka Nadya Halim; Jenny Ernawati
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 5, No 4 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (524.932 KB)

Abstract

Kawasan Wisata Situ Cileunca yang terletak di Pangalengan, Jawa Barat merupakansalah satu kawasan wisata danau dengan potensi berlimpah, diantaranya pemandanganalam Danau Cileunca yang indah, perkebunan teh, kebun kopi, kebun strawberry, jugafasilitas pendukung lainnya seperti camping ground, arung jeram, perahu dayung, danjembatan cinta. namun potensi yang ada belum dapat menarik pengunjung untuk datangke kawasan wisata ini. tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahuifaktor-faktor yang mempengaruhi daya tarik kawasan terhadap minat pengunjunguntuk datang ke Kawasan Wisata Situ Cileunca. Metode yang digunakan adalahdeskripsif kualitatif dan kuantitatif dari data yang diperoleh dari observasi lapangan dankuisioner. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa faktor-faktor utama yangmempengaruhi daya tarik kawasan adalah dari faktor atraksi utama dan atraksi alam diKawasan Wisata Situ Cileunca. Dari aspek atraksi tersebut terdapat aspek-aspek yangmasih dapat dikembangkan sehingga dapat lebih mendukung daya tarik wisata.Kata kunci: daya tarik wisata, atraksi, amenity, infrastructure, accessibility
Galeri Kerajinan Kayu di Kota Batu melalui Penerapan Pencahayaan Alami pada Bukaan Dinding dan Atap Puspita Ardi Nugroho; Heru Sufianto; Beta Suryokusumo
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 5, No 4 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1233.472 KB)

Abstract

Pencahayaan alami memiliki indeks kesesuaian warna (Colour Rendering Index) lebih tinggi daripada pencahayaan buatan sehingga dapat menampilkan warna benda pamer di dalam galeri lebih jelas. Arah datangnya cahaya alami dapat menciptakan ekspresi yang berbeda pada tampilan benda pamer di dalam galeri, yaitu pencahayaan dari atas, pencahayaan dari samping, pencahayaan dari depan, pencahayaan dari belakang, pencahayaan dari bawah dan, kombinasi (gabungan) beberapa strategi pencahayaan. Tujuan pemanfaatan cahaya alami di dalam galeri memanfaatkan arah datangnya cahaya matahari sesuai kebutuhan fungsi pencahayaan benda pamer. Metode penelitian yang diterapkan adalah metode pendekatan kualitatif deksriptif dengan menganalisis kebutuhan arah pencahayaan benda pamer untuk menentukan strategi pemanfaatan cahaya alami berupa perancangan bukaan pada elemen pembentuk ruang yaitu, dinding (Top Lighting) dan atap (Side Lighting). Produk akhir perancangan adalah rancangan galeri dengan penerapan cahaya alami melalui bukaan dinding dan atap untuk mencukupi kebutuhan arah pencahayaan pada benda pamer.Kata Kunci: Galeri, Pencahayaan Alami, Top Lighting, Side Lighting
Konsep Desain Ruko Ramah Lingkungan Di Kota Malang (Studi Kasus di Jalan Soekarno Hatta, Malang) Viriya Panna Peksirahardjo; Jenny Ernawati; Wasiska Iyati
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 5, No 4 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (504.573 KB)

Abstract

Perkembangan ruko di Kota Malang mengalami peningkatan salah satunya yaitu di daerah Jalan Soekarno Hatta yang berdekatan dengan daerah. Pembangunan ruko selama ini kurang mempertimbangkan aspek iklim dan lingkungan Kota Malang yang potensial. Arsitektur ramah lingkungan dapat menjadi panduan dalam perancangan ruko yang dalam kajian ini dibatasi hanya pada 3 aspek yaitu pencahayaan, penghawaan dan drainase. Metode kanonik pragmatis digunakan untuk merumuskan desain terbaik melalui perbandingan standar yang ada dan berproses sesuai tiap jenjang analisis. Diawali dengan studi evaluasi ruko eksisting, selanjutnya dilakukan analisis sehingga menghasilkan konsep desain ruko ramah lingkungan yang terdiri dari konsep ruang, tapak dan bangunan. Konsep hirarki ruang yaitu ruang usaha, ruang transisi dan ruang privat pada paling atas. Konsep tapak berupa area dasar hijau 24%, resapan berupa 2titik sumur resapan dan 10titik biopori. Kemudian konsep bangunan yakni elevasi antar lantai minimal 3,5 meter, perbandingan tinggi bukaan 1:1,5 terhadap kedalaman ruang dan panjang lightshelves sebesar 0.5m dan 1meter pada sisi timur serta 1meter pada sisi barat.Kata kunci: ruko ramah lingkungan, konservasi energi, konservasi air
Redesain Graha YOAI Sebagai Hospis Pasien Anak Penderita Leukimia Carolline Nani Permatasiz; Rinawati P Handajani
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 5, No 4 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1046.816 KB)

Abstract

Penyakit kanker pada anak muncul dengan gejala yang tidak spesifik, sehingga sulit terdeteksi secara dini. Jenis kanker terbanyak yang diderita oleh anak yauitu leukimia. Penyebaran pusat pengobatan khusus kanker belum merata di Indonesia yang hanya terdapat di kota besar, sehingga mengharuskan pasien selama pengobatan menetap sementara di luar kota. Hal tersebut berdampak pada pola kehidupan pasien anak seperti melewatkan proses belajar di sekolah dan kehilangan waktu dengan teman sebaya untuk berinteraksi dan bersosialisasi. Proses pengobatan anak berdampak pula pada orang tua, tidak jarang orang tua menjadi cemas dan stres. Untuk mengurangi dampak psikologis dan mewadahi kebutuhan pasien anak maupun orang tua selama berobat dibutuhkannya perawatan paliatif untuk mendukung proses pengobatan secara holistik. Graha YOAI tidak hanya berperan sebagai tempat tinggal sementara selama berobat, namun juga sebagai pusat aktivitas anak dan orang tua. Secara tidak langsung Graha YOAI berperan sebagai perawatan paliatif yaitu hospis. Pada kondisi eksisting, fungsi bangunan Graha YOAI sebagai rumah tinggal, sehingga memiliki kekurangan sebagai hospis dari segi fasilitas yang belum dapat mewadahi kebutuhan seluruh pengguna, luasan bangunan yang terbatas, karakter ruang yang belum mendukung sebagai hospis. Sehingga diperlukan adanya upanya redesain untuk mengatasi permasalahan tersebut.Kata kunci: Graha YOAI, leukimia, kanker anak, perawatan paliatif, hospis
Eksplorasi Bentang Alam sebagai Media Pembelajaran Berbasis Alam Tingkat TK-SD Nurina Hendri Wardina; Herry Santosa; Wulan Astrini
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 5, No 4 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1415.829 KB)

Abstract

Metode pembelajaran sekolah alam menggunakan alam sebagai media belajar, maka pengolahan bentang alam dibutuhkandan diwujudkan dalam rekomendasi desain. Beberapa hal penting dalam mengolah bentang alam yaitu kondisi topografi tapak, kondisi vegetasi, kondisi iklim dan cuaca serta kondisi utilitas di sekitar tapak. Pengumpulan data primer berupa observasi dan wawancara sedangkan data sekunder berupa studi literatur dan studi komparasi. Hasil akhir yang didapatkan adalah olah bentang alam berdasarkan potensi tapak yang ada seperti memanfaatkan beda level kontur, memanfaatkan ruang untuk beberapa fungsi ruang serta potensi alamiah lain seperti elemen air dan vegetasi yang ada.Kata kunci: Sekolah alam, kurikulum, media pembelajaran, bentang alam, potensi tapak
Konsep Green Building pada Bangunan Kantor (Studi Kasus : Spasio Office,Surabaya) Annisa Fikriyah Tasya; Ary Deddy Putranto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 5, No 4 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (977.65 KB)

Abstract

Surabaya merupakan kota yang ditunjuk oleh pemerintah pusat sebagai kota percontohan dalam menggalakkan konsep kota hijau & telah mendapatkan penghargaan pada Indonesia Green Awards 2016. Salah satu bangunan bertingkat di Surabaya yang sedang menggalakkan konsep green building adalah Spazio. Spazio adalah bangunan dengan fungsi perkantoran, berlokasi di Jalan Mayjend Yono Soewoyo Kav. 3, Graha Famili Surabaya, Indonesia. Adanya evaluasi serta kajian berkaitan dengan penerapan konsep bangunan hijau, bertujuan agar tema green ini tidak hanya dijadikan sebagai label dari bangunan saja namun terdapat wujud nyata yang diterapkan. Selain itu diperlukan analisa penerapan green building yang telah sesuai dengan Green Building Council Indonesia (GBCI). Penelitian ini menggunakan metode analisis kualitatif dengan pendekatan metode deskriptif analisis dan evaluatif. Metode evaluatif digunakan untuk mengevaluasi kondisi eksisting pada Spazio dengan menganalisa penerapan konsep hijau pada Spazio Office, yang berpedoman pada greenship Existing Building versi 1.1, dari GBCI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa objek studi tergolong dalam bangunan hijau dengan peringkat Silver, dengan perolehan poin sebesar 53 poin dari 117 poin. Setelah ditambahkan rekomendasi baik arsitektural dan non arsitektural pada Gedung Spazio, berhasil mendapatkan peringkat Platinum dengan total 82 poin.Kata kunci: green building, gedung kantor, greenship, dan sistem rating