cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 86 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 3 (2018)" : 86 Documents clear
Pengaruh Tipe Bukaan Jendela Terhadap Kenyamanan Ventilasi di Asrama Griya Brawijaya Blok A Afni Fitria Ningsih; Agung Murti Nugroho
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Asrama Griya Brawijaya merupakan bangunan yang menggunakan penghawaan dan pencahaayaan alami. Namun kondisi suhu di dalam bangunan lebih tinggi dari pada suhu diluar bangunan, sehingga perlu adanya strategi pendinginan alami untuk menurunkan suhunya. Pendinginan alami pada asrama perlu diterapkan secara efektif melalui kinerja jendela yang sudah disesuaikan dengan kondisi iklim Kota Malang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dan eksperimental dengan Autodesk Ecotect Analisys 2011. Data primer berupa data pengukuran suhu, kecepatan angin, kelembapan, dan pengukuran fisik bangunan didapat melalui survey secara langsung. Dimana setelah dilakukan modifikasi pada jendela, tipe jendela yang memiliki kinerja cukup baik dalam menurunkan suhu adalah tipe kisi, awning, dan horizontal pivot. Kinerjs jendela kisi dengan penurunan suhu sebesar 0.39ᵒC sedangkan kinerja shading device didapatkan penurunan suhu ruang hingga 0.06ᵒC. Perubahan aliran angin tetap diperlukan untuk mencapai kenyamanan ventilasi.
Rekayasa Fasade Sebagai Pendekatan Hemat Energi Pada Hotel Innside Yogyakarta Nadia Amelia; Jono Wardoyo
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kenyamanan termal merupakan salah satu prioritas utama dari pelayanan Hotel Innside. Kenyamanan termal dapat dicapai dengan bantuan penghawaan buatan (AC). Namun, dengan iklim tropis suhu ruangan dapat naik terutama pada siang hari, menyebabkan konsumsi energi untuk AC menjadi boros. Maka dari itu perlu diambil tindakan untuk menghemat total pengeluaran energi hotel. Orientasi bangunan serta desain fasade dipercaya dapat mempengaruhi termal ruangan. Oleh karena itu dibuat rekomendasi desain fasade dengan tujuan untuk menurunkan suhu ruang. Dari hasil rekomendasi, terpilih rekomendasi ketiga sebagai desain yang berhasil paling banyak menurunkan suhu ruang yang berdampak pada penghematan energi. Adapun penurunan konsumsi energi berhasil sebesar 412,60 Wh untuk suite room; 102,46 Wh untuk north room dan 85,49 Wh untuk south room.
Identifikasi Ragam Elemen Arsitektur Masjid di Kota Malang Majid - Abdillah; Wulan Astrini
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masjid merupakan tempat beribadah kaum muslim yang fungsi dan perannyaditentukan oleh tempat serta waktu masjid itu berdiri. Selain berdasarkan fungsinya,elemen arsitektur masjid juga berkembang seiring menyebarnya ajaran agama Islam keberbagai wilayah. Hal tersebut membuat arsitektur masjid memiliki elemen yang beragam berdasarkan budaya setempat dimana masjid itu berdiri. Keragaman ataulokalitas tersebut disatukan dengan ciri universalitas yaitu antara lain kubah, minaret, arch atau pelengkung, dan ornamen. Elemen-elemen arsitektur masjid di Indonesia juga berubah dan terus berkembang seiring perkembangan jaman. Hal tersebut dikarenakan adanya upaya menjaga adat istiadat maupun usaha berkembang ke bentuk modern. Masjid-masjid di Kota Malang menerapkan ciri universalitas arsitektur masjid pada fasadenya. di antaranya adalah Masjid Agung Jami’ Malang, Masjid Sabilillah, Masjid Nurul Muttaqin, Masjid Ahmad Yani, dan Masjid Manarul Huda. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui ragam elemen arsitektur masjid di Kota Malang. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan mengkaji kondisi eksisting dengan teoriteori terkait. Ragam elemen arsitektur masjid di Kota Malang antara lain bentuk kubah bawang, gasing, dan cendawan. Minaret segi delapan, segi enam, dan segi lima, jumlah minaret satu dan dua. Pelengkung sirkular, bersudut, dan keriting. Ornamen floral, geometri, dan kaligrafi
spek Gender Terhadap Pola Ruang Dalam Rumah Tradisional Osing di Desa Kemiren Cena Filiani Rosa
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Suku Osing merupakan salah satu suku bangsa yang ada di Indonesia yang berada di Kabupaten Banyuwangi. Di Kabupaten Bayuwangi ini terdapat desa yang masih dapat mempertahankan adat istiadatnya yaitu Desa Kemiren yaitu dari segi arsitektur rumah adatnya. Ruamh tradisional Osing merupakan pengembangan dari rumah Jawa yang memilki konsep dualitas yaitu pria-wanita. Tujuan Studi ini adalah untuk mengetahui aspek gender terhadap pola ruang dalam rumah tradisional Osing. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode  deskriptif kualitatif yang di dapatkan dari data primer dan sekunder.  Hasil dari studi menunjukkan bahwa gender pria dan wanita di dalam sebuah rumah tidak memiliki batas berupa batas fisik namun hanya berupa batas etika antara pria dan wanita, peletakan ruang bagi gender wanita berada di area belakang yang berfungsi agar wanita terlindung di dalam rumah.   Kata kunci: gender, rumah tradisional Osing, ruang dalam
Pola Tata Ruang Dalam Rumah Tinggal di Desa Dero Kab. Ngawi Dewi Ristya Ayu; antariksa Antariksa
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rumah tradisional yang tertersebar di Indonesia banyak dan beragam. Salah satunya pada daerah Kabupaten Ngawi. Kabupaten Ngawi terletak pada perbatasan antara Jawa tengah dan Jawa Timur sehingga kebiasaan dan kebudayaan pada daerah ini perpaduan antara kedua daerah tersebut. Karena kondisi tanah yang sering bergeser, rumah-rumah di daerah ini menggunakan struktur bongkar pasang. Rumah pada daerah ini memiliki beberapa jenis berdasarkan ukuran. Ukuran dari rumah itu sendiri bergantung dari kebutuhan dan kemampuan dari pemilik rumah itu sendiri. Terdapat empat kelompok besar yang membagi rumah-rumah tersebut. Rumah yang diteliti memiliki kesamaan dan perbedaan. Kesamaan dan perbedaan tersebut menjadi data yang membantu untuk mengambil kesimpulan. Keempat kelompok besar tersebut diringkas berdasarkan variabel dan sub-variabel yang sudah ditentukan sehingga pada akhirnya muncul secara umum pola tata ruang dalam dari rumah tradisional jawa yang terletak pada Desa Dero, Kabupaten Ngawi.Kata kunci: pola ruang dalam, rumah tradisional, jawa
Rekayasa Shading Device Gedung Fakultas Teknik Pertanian Universitas Brawijaya untuk Mengurangi Penerimaan Radiasi Matahari Prasetio Herjuno; Andika Citraningrum
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia terletak pada area garis khatulistiwa dengan iklim tropis sehingga Indonesia bisa mendapatkan sinar matahari sepanjang tahun. Akibat dari posisinya tersebut, Indonesia menerima radiasi sinar matahari paling besar dari arah barat dan timur. Bangunan di Indoensia perlu perlindungan dari radiasi matahari dengan menggunakan shading device dengan bentuk dan ukuran yang sesuai. Pada objek penelitian, Gedung Fakultas Teknik Pertanian Universitas Brawijaya, sisi terpanjangnya menghadap barat dan timur tanpa perlindungan shading device yang mencukupi untuk membayangi sisi tersebut. Metode pada penelitian ini menggunakan metode simulasi. Objek di simulasi dengan program Autodesk Ecotect Analysis 2012 untuk mengetahui penerimaan radiasi matahari pada kedua sisi tersebut dan juga dilakukan perhitungan dengan OTTV (Overall Thermal Transfer Value) sebelum dan sesudah diberikan shading device yang direkomendasikan. Dengan rekomendasi shading device yang tepat, penerimaan radiasi matahari pada sisi barat dan timur bangunan dapat berkurang hingga 22,99% dari semula dan menurunkan nilai OTTV menjadi sesuai standar SNI yaitu 35 Watt/m2, dari 37,02 Watt/m2 menjadi 25,31 Watt/m2.
Evaluasi Sistem Proteksi Kebakaran pada Gedung Rektorat Universitas Brawijaya Malang Hanna Hartanto; Heru Sufianto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gedung Rektorat Universitas Brawijaya (UB) berperan penting untuk keberlangsungan kegiatan Universitas Brawijaya. Oleh sebab itu diperlukan adanya sistem proteksi kebakaran yang memadai, tidak sekedar berfungsi menyelamatkan penghuni bangunan bila terjadi kebakaran namun juga mampu mencegah terjadinya kebakaran. Pentingnya peran gedung tersebut bagi keberlangsungan kegiatan universitas mendasari dilakukannya evaluasi terhadap sistem proteksi kebakaran dengan cara membandingkan kondisi eksisting proteksi kebakaran dengan peraturan dan standar teknis yang berlaku, serta pemberian solusi untuk meningkatkan kehandalan ditemukan baik dari sudut lingkungan maupun teknis bangunan.Kata kunci: sistem proteksi kebakaran, bangunan tinggi, perkantoran
Kenyamanan Spasial dan Visual Ruang Pejalan Kaki pada Koridor Jalan Borobudur Kota Malang wafid irsyadunnas; Herry Santosa
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Koridor Jalan Borobudur merupakan satu dari lima koridor jalan provinsi di Kota Malang yang memiliki keragaman aktivitas di dalamnya, dengan area komersial sebagai fungsi utama kawasan. Kota Malang dengan perkembangan ekonomi yang cukup cepat mengakibatkan pertumbuhan wajah bangunan yang dinamis dimana hal ini mempengaruhi aktivitas dan juga kenyamanan masyarakat, terutama pengguna ruang pejalan kaki. Terkait kenyamanan sendiri fokus utama penelitian ini hanya pada dua aspek kenyamanan yaitu kenyamanan spasial dan kenyamanan visual. Penilaian terhadap karakter fisik kondisi eksisting pada koridor jalan ini merupakan langkah awal penelitian dalam menentukan apakah kondisi karakter fisik sudah sesuai atau belum dengan regulasi selanjutnya hasil dari penilaian tersebut disandingkan dengan preferensi pengguna ruang pejalan kaki untuk mengetahui apakah kenyamanan spasial dan visual sudah terpenuhi atau belum. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif, dengan analisis kualitatif dalam pengukuran kondisi eksisting yang ada pada koridor Jalan Borobudur dan analisis kuantitatif dalam pengumpulan preferensi pengguna ruang pejalan kaki pada koridor jalan ini. Hasil yang diperoleh sebesar 83,33% parameter kriteria kenyamanan spasial relevan dengan preferensi publik dan 100% parameter kriteria kenyamanan visual tidak relevan dengan preferensi publik.Kata kunci: kenyamanan spasial, kenyamanan visual, koridor jalan, preferensi publik
Aspek Sosio Ekologi Pada Langgam Bangunan Tradisional di Sumenep Arif Tri Pamungkas; Agung Murti Nugroho
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

  ABSTRAK   Keberagaman rumah tradisional di Indonesia dipengaruhi oleh kondisi alam, kebudayaan, adat istiadat, dan juga kepercayaan dari daerah tersebut. Artikel ini membahas tetang Aspek Sosio Ekologi pada Langgam Banguna Tradisional di Sumenep. Rumah tradisional di Sumenep ini memiliki bentuk dan makna tertentu yang sangat menggambarkan kondisi lokalitas dari Sumenep baik dari segi Sosial dan ekologinya yang belum banyak terungkap. Artikel ini menggunakan metode deskriptif analisis, untuk memaparkan data hasil temuan baik data eksisting atau data hasil analisis objek berdasarkan pengujian beberapa teori tentang bangunan ekologi. Analisis dari penelitian ini dibagi menjadi tiga bagian yaitu aspek sosial langgam, aspek ekologi langgam, dan aspek ekologi bangunan agar mempermudah dalam mendeskripsikan hasil temuan. Hasil temuan dari penelitian ini adalah terdapat pengaruh dari Kolonial Belanda yang memiliki bentuk kolom  dengan geometri sederhana, Jawa dengan kemiripan bentuk atap dan pintu berjenis kupu tarung, Cina dengan hiasa di atap, dan Islam di ornamennya , selain itu bangunan juga mencerminkan bentang alam dari Sumenep dengan menggunakan ornamen sulur serta warna yang memiliki makna baik sosial ataupun ekologi, dan juga memiliki konsep tanggap terhadap iklim sekitar sehingga bangunan dapat berdapatasi terhadap lingkungan sekitar   Kata kunci: Langgam, Sosial, Ekologi, Sumenep
Stadion Sepak Bola Di Kabupaten Tangerang Dengan Struktur Tegangan Membran Sugiarto Fajar Handoko
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Tangerang merupakan daerah dengan populasi tertinggi di Provinsi Banten. Dengan area selatan memiliki kepadatan lebih tinggi yang berbatasan dengan Kota Tangerang yang merupakan daerah penyangga Kota Jakarta. Kawasan ini didominasi oleh area pemukiman dengan pembangunan yang menagarah pada hunian vertikal. Peningkatan pertumbuhan penduduk dan pembangunan perlu adanya ruang aktivitas publik untuk sarana rekreasi masyarakat dan menghindari dampak negatif dari kepadatan yang tinggi seperti kriminalitas dan kekumuhan. Salah satu sarana yang diajukan berupa stadion sepak bola untuk memenuhi kekurangan veneu olahraga berupa sepak bola pada daerah ini. Pemaksimalan bentuk atap stadion dibutuhkan jenis struktur dengan efisiensi dalam menyalurkan gaya pada struktur bentang lebar. Penggunaan jenis struktur form active dan struktur tegangan membran diharapkan dapat memberikan rancangan struktur untuk bentang lebar pada stadion dengan efisiensi penyaluran gaya dan beban atap yang ringan.