cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 21 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 3 (2020)" : 21 Documents clear
Kualitas Ruang Luar Ngrowo Waterfront sebagai Destinasi Wisata Kota Tulungagung berdasarkan Persepsi Publik Dimas Gilang Narendra; Subhan Ramdlani
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 8, No 3 (2020)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Untuk meningkatkan dan mendukung sektor wisata sebagai pusat ekonomi Tulungagung, Sungai Ngrowo menjadi salah satu objek yang dikembangkan. Pembangunan Ngrowo Waterfront oleh Pemerintah Kabupaten Tulungagung untuk menjadi destinasi wisata belum maksimal karena kurang atraktif baik dari segi aspek fisik maupun aspek sarana dan prasarana. Dengan menyajikan banyak sarana meliputi rekreasi, olah raga, perdagangan, dan edukasi, kawasan ini masih dianggap belum memenuhi sebagai kawasan wisata. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kualitas ruang luar kawasan tersebut sebagai destinasi wisata ditinjau dari persepsi publik. Metode penelitian ini menggunakan deskriptif-kualitatif dan kuantitatif ditinjau dari persepsi publik. Hasil penelitian yang akan diperoleh berupa analisa kualitas ruang luar pada objek penelitian sebagai destinasi wisata
Persepsi Pengguna Terhadap Aksesibilitas Pada Alun-alun Kabupaten Lamongan Aflah Rihadannafis; Muhammad Satya Adhitama
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 8, No 3 (2020)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Renovasi Alun-alun Lamongan pada akhir tahun 2018 membuat Alun-alun Lamongan mengalami peningkatan angka pengunjung yang berasal dari berbagai kalangan usia.  Terdapat banyak perubahan yang terjadi pada Alun-alun Lamongan, seperti pelebaran trotoar pejalan kaki, fasilitas tempat duduk, ruang baca, taman rekreasi, hingga wahana-wahana yang bisa dinikmati langsung oleh pengunjung alun-alun Lamongan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana persepsi masyarakat terhadap aksesibilitas pada Alun-alun Lamongan. Berdasarkan observasi awal diketahui bahwa masih terdapat beberapa fasilitas di Alun-alun Lamongan yang belum bisa dimanfaatkan secara maksimal, serta masih ditemui ketidaksesuaian fasilitas pada Alun-alun Lamongan dengan standar aksesibilitas yang ada. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Data pengamatan kondisi eksisting aksesibilitas pada Alun-alun Lamongan akan dianalisis secara kualitatif dengan standar aksesibilitas yang ada. Data persepsi pengguna dianalisis secara kuantitatif menggunakan analisis meanscore untuk mengetahui tingkat kesesuaian aksesibilitas pada Alun-alun Lamongan berdasarkan persepsi penggunanya. Dari kedua analisis tersebut kemudian dilakukan sintesis data untuk mengetahui keterkaitan antara kesesuaian kondisi eksisting pada Alun-alun Lamongan dengan persepsi pengguna terhadap aksesibilitas pada Alun-alun Lamongan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat tiga elemen aksesibilitas yaitu jalur pemandu, jalur pedestrian dan ruang/ sirkulasi yang dinilai masyarakat sudah cukup baik dan memiliki tingkat kesesuaian yang tinggi dengan standar aksesibilitas yang ada. Sementara untuk elemen ramp, tangga, rambu dan marka, serta area parkir dinilai cukup oleh masyarakat, karena masih terdapat beberapa ketidaksesuaian yang dapat mempengaruhi penggunanya. Serta satu elemen aksesibilitas yang dinilai masih sangat kurang adalah pada elemen toilet karena masih terdapat banyak kekurangan dan ketidaksesuaian dengan standar aksesibilitas yang ada. Hasil tersebut menunjukkan bahwa masyarakat menilai kualitas aksesibilitas pada Alun-alun Lamongan dinilai cukup, karena masyarakat cenderung sudah terbiasa dengan kondisi seperti itu sehingga akan lebih baik jika dilakukan beberapa perbaikan terhadap elemen aksesibilitas yang dirasa kurang oleh masyarakat, agar pengguna dapat merasakan kenyamanan dan bisa beraktivitas sesuai dengan kebutuhannya terhadap Alun-Alun Lamongan.
Pengaruh Penggunaan Material Alami terhadap Performa Pencahayaan Alami Pada Bangunan Alfa Omega School Tangerang. Fildza Mulia Rachma; Wasiska Iyati
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 8, No 3 (2020)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pencahayaan alami merupakan salah satu elemen utama bagi sebuah ruang, khususnya ruang belajar. Disamping itu, penggunaan material sebagai material utama pada ruang belajar dianggap dapat memberikan kesan gelap atau suram. Akan tetapi bangunan Alfa Omega School menggunakan material alami secara keseluruhan sebagai material utama bangunan mulai dari material struktur hingga selubung bangunan. Bangunan sekolah ini juga tidak menggunakan pencahayaan buatan di siang hari, melainkan hanya dengan memanfaatkan cahaya alami, aktivitas ajar mengajar di dalam kelas tetap terjalani dengan lancar. Setiap massa pada sekolah ini memiliki karakteristik yang berbeda – beda yang dapat mempengaruhi performa pencahayaan alami pada ruang – ruang belajar, seperti orientasi, dimensi bukaan, material, dan pembayang. Untuk mengetahui adanya pengaruh dari penggunaan material terhadap performa pencahayaan alami, penelitian ini menggunakan metode analisis bivariat dengan membandingkan antara variabel – variabel terkait terhadap variabel tingkat distribusi cahaya. Selain itu, penelitian juga menggunakan metode analisis visual, pengukuran, simulasi, dan kuesioner. Setelah menghubungkan hasil sintesis satu sama lain maka diketahui bahwa ketiga ruang sampel memiliki tingkat pencahayaan alami yang sudah memenuhi standar, akan tetapi belum memenuhi standar rasio UDF. Secara keseluruhan, tingkat distribusi (UDF) pada tiap ruang sampel dipengaruhi oleh penggunaan material alami dengan adanya korelasi sebesar 73%. Disisi lain, menurut siswa sebagai pengguna ruang kelas sudah merasakan kenyamanan visual yang cukup dengan mayoritas suara sebanyak 63%.   Kata kunci: Pencahayaan alami, material alami, tingkat distribusi pencahayaan alami, Alfa Omega School, kenyamanan visual
Pola Pemanfaatan Taman Lansia Jalan Gubeng Surabaya Oleh Pengunjung Lansia Alifiardo Akhmad Habib Aliandi; Sigmawan Tri Pamungkas
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 8, No 3 (2020)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengaruh Orientasi Bangunan & Shading Device terhadap Suhu Termal Bangunan Rumah Tinggal (Studi Kasus: Perum. Citra Garden City Malang) Annisa Bianda Raharjo; Jono Wardoyo, S.T., M.T.
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 8, No 3 (2020)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Suhu termal pada waktu pagi hari hingga sore hari banyak terpengaruh oleh sinar matahari. Sinar matahari yang masuk secara direct ke dalam bangunan secara berlebihan akan berdampak pada semakin meningkatnya suhu didalam ruangan. Cahaya matahari berlebih yang secara langsung menyinari bangunan dapat diatasi dengan shading device. Oleh karena itu, shading device pada bangunan rumah tinggal perlu diperhatikan dan dioptimalkan sesuai orientasinya demi mendapatkan kondisi termal yang baik. Penelitian ini dilakukan di rumah-rumah tinggal pada Perumahan Citra Garden City Malang dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh yang diberikan oleh orientasi terhadap kinerja suhu termalnya, mengetahui orientasi bangunan terbaik ditinjau dari suhu termalnya, dan mengetahui bagaimana mengoptimalkan shading device-nya. Observasi lapangan, pengukuran, serta studi literatur dilakukan untuk mengumpulkan dan mengolah data pada penelitian deskripsif-evaluatif ini. Hasil perhitungan dengan metode analisa korelasi menggunakan aplikasi statistic menunjukkan adanya korelasi yang sangat besar antara orientasi dengan suhu termal. Orientasi terbaik pada penelitian ini merupakan bangunan dengan orientasi menghadap timur cenderung ke utara. Dalam pengoptimalannya, beberapa jenis shading device diantaranya vertical fin, horizontal plane, dan overhang horizontal louvers dapat dikombinasikan untuk diaplikasikan.
Rekayasa Tata Cahaya Alami Pada Sekolah Inklusif Galuh Handayani Surabaya Jessika Putri Aristi; Iwan Wibisono
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 8, No 3 (2020)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ruang kelas dan ruang sensori adalah ruang utama yang digunakan untuk aktivitas belajar mengajar pada sekolah. Anak penyandang autis adalah anak dengan gangguan penginderaan, dimana hipersensori adalah salah satu klasifikasi dari anak penyandang autis. Anak penyandang hipersensori lebih peka terhadap suara, cahaya berlebih dan mudah terdistraksi. Oleh karena itu, dibutuhkan kualitas pencahayaan alami yang baik sesuai dengan standar SNI yaitu 250lux dan kenyamanan visual yang baik untuk anak penyandang autis hipersensori. Ruang kelas dan ruang sensori pada Sekolah Inklusif Galuh Handayani belum memenuhi standar dan kenyamanan visual untuk anak hiposensori. Penelitian ini menggunakan metode simulasi eksperimental dengan menggunakan software DIAlux 4.13 yang bertujuan untuk mengetahui rekayasa tata cahaya alami yang baik untuk meningkatkan kualitas pencahayaan. Hasil dari penelitian ini yaitu adanya perubahan dimensi bukaan jendela dengan ketinggian jendela di atas anak penyandang autis, penambahan elemen pembayang (sun shading, lightshelf, brightshelf) dengan memperhatikan orientasi matahari dan adanya perubahan elemen material lantai dan warna dinding. Dengan adanya rekayasa tata cahaya alami tersebut kualitas pencahayaan alami pada ruang kelas dan ruang sensori menjadi lebih baik sesuai dengan standar SNI dan kenyamanan visual untuk anak hipersensori.
Signifikansi Visual Elemen Interior Bangunan Kafe Pada Kota Lama Semarang Berdasarkan Persepsi Pengunjung Agatha Christina Felia Rampi; Herry Santosa
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 8, No 3 (2020)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Semarang merupakan salah satu dari beberapa kota di Indonesia yang memiliki peninggalan kawasan kolonial, yang disebut sebagai Kawasan Kota Lama Semarang merupakan kawasan pariwisata. Pemerintah Kota Semarang melakukan restorasi dan konservasi pada Kawasan Kota Lama Semarang tersebut dalam rangka mewujudkan program pemerintah dalam menjaga, melestarikan serta menghidupkan kembali kawasan tersebut. Pemerintah Kota Semarang juga mengajukan kawasan tersebut sebagai World Heritage The United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) pada tahun 2020. Salah satu program yang dilakukan yaitu konservasi, dimana bangunan dibenahi, interior bangunan menjadi faktor penting dalam upaya konservasi tak hanya melihat dari fasade bangunannya saja. Signifikansi budaya pada bangunan merupakan faktor penting dalam upaya konservasi yang dapat dilakukan pada Kawasan Kota Lama Semarang. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu deskripif-kuantitatif dengan responden penelitian yaitu pengunjung empat kafe di Koridor Jalan Letjen Suprapto, Kawasan Kota Lama Semarang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi pengunjung Kota Lama Semarang terhadap signifikansi elemen visual interior bangunan kolonial dengan fungsi kafe di Koridor Jalan Letjen Suprapto. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap elemen visual interior dari masing-masing kafe memiliki tingkat signifikansi yang berbeda. Elemen perabot dengan sub variabel jenis memiliki pengaruh sebesar 46,5% pada Filosofi Kopi sedangkan pada Spiegel Bar and Bistro sebesar 34,1%, dan pada Keris Cafe sebesar 32,8%. Sedangkan elemen bukaan dengan sub variabel jenis memiliki pengaruh sebesar 15,7 pada Tekodeko Koffiehuis.
EVALUASI TATA RUANG KANTOR DINAS KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA KOTA MALANG Sheryl Febiola; Rinawati Puji Handajani
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 8, No 3 (2020)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

EVALUASI TATA RUANG KANTOR DINAS KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA KOTA MALANG Sheryl Febiola dan Rinawati Puji Handajani Mahasiswa Program Studi Sarjana Arsitektur, Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya Dosen Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya Alamat Email Penulis: Sheryl_olla@gmail.com; rinawatinoor@yahoo.com   ABSTRAK   Tata ruang kantor yang baik tidak tercipta dengan sendirinya, Maka itu perlu adanya standar berdasarkan pada azas-azas tertentu dalam membantu pemerintah kota untuk meningkatkan kualitas kerja, seperti pada Kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Malang yang pemerintahannya ingin meningkatkan kualitas kerja. Awalnya fungsi bangunan adalah perpustakaan yang dialih fungsikan sebagai kantor sehingga kebutuhan akan tata ruang kantor haruslah di rancang senyaman mungkin. Seperti ruangan subbag perencanaan dan subbag keuangan dipilih sebagai objek penelitian ingin mengetahui kesesuaian tata ruang kantor dengan luasan yang terbatas dalam penataan perabot dengan organisasi kerja sehingga menciptakan sirkulasi yang baik dengan standar azas tata ruang kantor. Penelitian ini menggunaka metode kualitatif dengan penjelasa deskriptif, untuk menganalisis tingkat kesesuaian eksisting tata ruang kantor pada objek penelitian berdasarkan keriteria standar azas tata ruang kantor. Hasil studi menunjukkan masih ada beberapa kriteria yang kurang sesuai dengan standar. Untuk mewujudkan tata ruang kantor yang sesuai, yaitu dengan memaksimalkan tata letak perabot dengan standar azas tata ruang kantor dan melakukan penataan meja antar pegawai yang disesuaikan dengan organisasi kerja, sehingga dapat terwujudnya alur sirkulasi yang baik. juga dengan pemilihan jenis perabot dan dimensi perabot yang sesuai dengan kebutuhan dan luasan kantor sehingga tata ruang kantor menjadi lebih baik dari sebelumya. Kata kunci: Tata Ruang Kantor, Azas Tata Ruang Kantor, Tata Letak Perabot, Sirkulasi   ABSTRACT Good office layout is not created by itself, therefore it is necessary to have standards based on certain principles in helping the city government to improve their  quality of work, such as the Office of Culture and Tourism of Malang City whose government wants to improve their quality of work. Initially the building function was a library that was converted as an office so that the need for office space had to be designed as comfortable as possible. As  departement of planning room and departement of finance room were selected as the object of this research in order to know the suitability of the office layout with limited area in the arrangement of furniture with work organizations so as to create good circulation with the standard office layout principles. This study uses  qualitative method with descriptive explanation, to analyze the suitability level of the existing office layout on the object of research based on the standard criteria of office layout. The results of the study indicate that there are still some of the criteria that are not in accordance with the standards. In order to realize an appropriate office layout,  by maximizing the layout of furniture with standard office layout principles and arranging desks between employees that are adjusted to the work organization, so that a good circulation flow can be form. also by choosing the type of furniture and the dimensions of furniture in accordance with the needs and area of ​​the office so that the office layout is better than before. Keywors: Office Layout, Office Layout Principles, Furniture layout, Circulation  
Kenyamanan Termal Pada Ruang Luar Mall The Breeze Di Tangerang Randika Adhyasa; Heru Sufianto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 8, No 3 (2020)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mall The Breeze yang terletak di Kota Tangerang memiliki konsep yang berbeda dari mall pada umumnya. Mall ini berkonsep mall terbuka dengan membuat sirkulasi utama antar retail berupa ruang terbuka. Sehingga area sirkulasi utama pada mall ini memanfaatkan penghawaan alami yang maksimal. Dengan kondisi udara Kota Tangerang yang rata-rata suhu udara perharinya berkisar 300C, mall ini tetap ramai dikunjungi masyakarat. Dengan penggunaan penghawaan alami, maka kenyamanan termal menjadi faktor yang sangat penting pada mall ini agar menunjang aktifitas pengunjung didalamnya. Penelitian ini bertujuan untuk melihat tingkat kenyamanan termal pengunjung yang ada di area ruang luar atau ruang antara Mall The Breeze. Pengukuran berupa temperatur udara, kelembaban, dan kecepatan angin di lapangan dilakukan untuk melihat suhu efektif, secara bersamaan tingkat kenyamanan termal pengunjung diukur melalui pengisian angket. Sebagian besar area ruang luar walaupun tidak ternaungi secara langsung oleh atap secara termal dirasa nyaman, namun demikian sebagian lainnya panas tidak nyaman. Rekomendasi desain diusulkan untuk meningkatkan kenyamanan termal di area tersebut.
Kenyamanan Lingkungan Termal Ruang Luar Pada Taman Bungkul Surabaya Haryo Seno Wibowo; Andika Citraningrum
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 8, No 3 (2020)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ruang Terbuka Hijau memiliki peran penting dalam kawasan perkotaan yang padat, selain memiliki fungsi ekonomi, sosial dan budaya, ruang terbuka hijau juga memiliki fungsi sebagai kontrol iklim mikro yang dapat meningkatkan kualitas iklim perkotaan. Kota Surabaya dijuluki sebagai kota taman memiliki 1649,10 Ha ruang terbuka hijau berupa taman kota yang mana Taman Bungkul adalah salah satu taman yang menjadi ikon Kota Surabaya. Taman Bungkul seharusnya dapat menjadi preseden taman kota yang baik untuk pengembangan taman kota Surabaya di masa mendatang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif-evaluatif yang bertujuan untuk mengetahui tingkat kenyamanan termal yang ada pada Taman Bungkul melalui  metode Temperature Humidity Index (THI). Sejatinya beraktivitas pada ruang luar termasuk taman kota membutuhkan kondisi tertentu agar masyarakat merasa nyaman dalam beraktivitas di ruang luar. Dilakukan pengukuran data iklim mikro berupa Temperature Udara, Kelembaban Udara dan Kecepatan Angin selama tiga hari berturut-turut, dan hasil penelitian pada Taman Bungkul menunjukkan nilai tidak nyaman (>26). Nilai iklim mikro berbeda pada masing-masing titik pengukuran bergantung pada elemen pembentuk lansekap, dan elemen vegetasi merupakan elemen lansekap yang berperan penting dalam kontrol iklim mikro disekitarnya

Page 1 of 3 | Total Record : 21