cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 18 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 3 (2021)" : 18 Documents clear
Morfologi Arsitektur Masjid Agung Jami' Malang Yoshinta Aqilla Arawinda Putri; Abraham Mohammad Ridjal
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 9, No 3 (2021)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masjid Agung Jami’ Malang merupakan bangunan warisan budaya Kota Malang yang didirikan pada tahun 1875 dengan langgam masjid Jawa. Setelah melalui beberapa kali perkembagan, kini Masjid Agung Jami’ Malang menerapkan dua langgam sekaligus.Tampilan luar masjid menerapkan langgam masjid Timur Tengah, sedangkan pada bagian dalam masjid masih menerapkan langgam masjid Jawa. Kajian morfologi dilakukan guna mengidentifikasi dan melacak perubahan elemen arsitektur yang mengakibatkan adanya pergeseran langgam yang semula berlanggam masjid Jawa menjadi masjid Timur Tengah. Pendekatan morfologis dilakukan dengan mengumpulkan data mengenai perubahan elemen masjid terutama elemen ruang, atap,menara (minaret), dan arkade. Data tersebut kemudian disusun dan dianalisis dengan pendekatan diakronis (historis) guna melacak perubahan yang terjadi sejak awal didirikan hingga kini. Melalui kajian ini, diperoleh hasil bahwa berdasarkan morfologinya masjid ini melewati enam periode perkembangan. Tampilan masjid ini mulai bergeser menjadi langgam masjid Timur Tengah sejak periode tiga (1930) hingga empat (1950) dengan adanya penambahan elemen atap kubah, minaret, dan arkade. Hingga akhirnya langgam masjid Jawa, yang diterapkan pada bagian dalam masjid, tertutupi sepenuhnya oleh langgam masjid Timur Tengah pada awal periode enam(2000).
Kinerja Lingkungan Termal Rumah Vernakular Suku Osing Avief Wahyu Hidayat; Agung Murti Nugroho
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 9, No 3 (2021)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di masa sekarang rumah vernakular Suku Osing hanya bisa ditemui di beberapa desa adat di Banyuwangi. Kemajuan teknologi dan konstruksi banyak menggeser rumah vernakular sebagai hunian di kalangan masyarakat Banyuwangi. Salah satu faktor vital yang membuat perbedaan antara rumah tinggal masa kini dan rumah  vernakular Suku Osing adalah kenyamanan termal yang tercipta. Rumah vernakular Suku Osing banyak dinilai tidak praktis dalam mengendalikan kinerja termal di dalam rumah dibandingkan dengan rumah masa kini. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah masih ada elemen bangunan rumah vernakular Suku Osing yang bisa berpengaruh dalam menurunkan suhu dan kelembapan di dalam ruang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif. Hasilnya menyimpulkan jika beberapa elemen strategi lingkungan termal alami pada rumah vernakular Suku Osing masih sangat bisa digunakan dan dimanfaatkan dalam menurunkan suhu sekaligus mencapai kenyamanan termal.
Teritori Ruang Pada Aktivitas Budaya Dan Ritual di Dusun Tambakwatu, Pasuruan Diana Stefanie; Antariksa Sudikno
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 9, No 3 (2021)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dusun Tambakwatu merupakan daerah yang masih kental akan adat dan budaya kejawennya. Hal ini dapat dilihat dari rangkaian pernikahan dan selametan yang masih menggunakan pakem-pakem Jawa. Aktivitas ritual dan budaya yang berjalan di Dusun Tambakwatu bersifat komunal dan sebagian besar terjadi di dalam rumah. Hal ini bersebrangan dengan pemahaman bahwa rumah adalah teritori primer dalam skala meso dan makro. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan teritori ruang yang terbentuk pada aktivitas budaya dan ritual dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Penelitian ini menghasilkan bahwa semakin besar dan semakin banyak aktivitas dalam suatu acara membutuhkan area yang lebih luas dan dapat menginvasi teritori orang lain.
Kualitas Visual Wisata Telaga Sarangan di Kabupaten Magetan Sonia Pristika Widodo; Subhan Ramdlani
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 9, No 3 (2021)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telaga Sarangan di Magetan merupakan destinasi liburan yang menjadi andalan kota Magetan. Sebuah konfigurasi wilayah seharusnya dimungkinkan jika komponen-komponennya dirancang sedemikian rupa untuk mencapai keselarasan dan konkordansi. Alasan penelitian ini adalah untuk menentukan sifat visual kawasan Telaga Sarangan tergantung pada kecenderungan pengunjung dan penghuni lingkungan setempat. Teknik yang digunakan adalah strategi campuran, khususnya subjektif dan kuantitatif. Hasil yang diperoleh dari pengujian yang dilakukan adalah terdapat tiga belas boost yang memiliki kualitas kualitas sedang berdasarkan kedua responden, dan sifat visual Telaga Sarangan memiliki karakterisasi kualitas mid-range. Sifat visual ruang dapat ditingkatkan dengan memberikan ide rencana dan proposal desain.
PENGARUH TINGKAT RENOVASI RUMAH TINGGAL DI SIDOARJO TERHADAP PERSEPSI PENGHUNI DALAM ASPEK PENGHAWAAN ALAMI Gean Putri Cahyani; Wasiska Iyati
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 9, No 3 (2021)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Sidoarjo merupakan salah satu kabupaten di jawa timur yang memiliki cuaca panas mencapai 350C. Kondisi itu tentu membuat tingkat kenyamanan di dalam hunian mempengaruhi aktivitas di dalamnya. Beberapa hal yang berkaitan dengan kenyamanan termal itu sendiri adalah bukaan ventilasi yang menjadi aliran udara keluar masuk dalam sistim penghawaan. Perumahan The Oasis village telah menerapkan cross ventilation dimana letak jendela antar ruang saling berhadapan yang menyebabkan pertukaran udara dapat terjadi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui presepsi penghuni dalam penghawaan alami di dalam rumah. Metode yang di gunakan adalah kuantitatif dengan melalui kuisioner untuk mendapatkan hasil presepsi para penghuni. Dengan mengambil 25 sampel hunian. Hasil penelitian yang diperoleh adalah hasil presepsi dari tiap penghuni dengan aspek penghawaan alami dan kenyamanan termal di dalam rumah sehingga dapat memberikan ide bukaan jendela. Kata kunci: penghawaan alami, kenyamanan termal, persepsi ABSTRACT Sidoarjo is one of the regencies in East Java which has hot weather reaching 350C. this condition certainly makes the level of thermal comfort in effect of the activities in it. Several things related to the thermal comfort itself are the flow of air in and out of the air conditioning system. The Oasis Village has implemented cross ventilation where the windows between rooms are facing each other which causes air exchange to occur. The purpose of this study was to determine the occupant’s perception of natural ventilation in the house. The metod used is quantitative by going through a questionnaire to get the results of the residents, perception. By taking 25 samples. The results obtained are the results of the perception of each occupant with aspects of natural ventilation and thermal comfort in the house so that they can provide window opening ideas. Keyword: natural ventilation, thermal comfort, perception
POLA PEMANFAATAN RUANG TERBUKA PUBLIK DI TAMAN SINGHA MERJOSARI KOTA MALANG Arief Setyo Putro
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 9, No 3 (2021)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Taman Singha Merjosari adalah salah satu Taman Kota yang berlokasi di pusat kota Malang yang digunakan untuk memfasilitasi kebutuhan aktivitas ruang luar masyarakat. Sebagai salah satu ruang terbuka publik, Taman Singha Merjosari memiliki konsep taman tematik yang mengusung beberapa tema sekaligus. Dengan beragamnya fungsi yang ada pada taman, dalam fenomenanya terlihat pemanfaatan aktivitas pada beberapa area terkadang kurang tepat sasaran ditinjau dari fungsi utamanya. Selain itu juga terdapat pemanfaatan yang tidak merata, terlihat dari adanya area yang sepi pengguna, dan sebaliknya terdapat area yang ramai digunakan untuk berbagai jenis aktivitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola pemanfaatan ruang terbuka publik pada Taman Singha Merjosari kota Malang. Landasan teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori tentang ruang terbuka publik, lingkungan, behavior setting dan perilaku. Penelitian dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif menggunakan pendekatan behavioral mapping yaitu place centered mapping. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola pemanfaatan yang terbentuk pada Taman Singha Merjosari adalah cluster serta aspek yang paling berpengaruh terhadap pola pemanfaatannya adalah atribut ruang.
Kualitas Estetika Taman Apartemen Bassura City, Jakarta Irsyad Abdurrasyid; Muhammad Satya Adhitama
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 9, No 3 (2021)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beberapa tahun ini, sedang banyak pembangunan apartemen-apartemen baru di Jakarta karena terus meningkatnya minat masyarakat terhadap apartemen. Selain harga yang terjangkau dan lokasi yang strategis, fasilitas pada apartemen seperti taman dapat meningkatkan kualitas hidup penghuni sehingga menjadi salah satu alasan mengapa apartemen sedang diminati. Meskipun begitu, masih banyak apartemen di Jakarta yang terkesan belum optimal terkait penataan fasilitas tamannya. Pada penelitian ini, fasilitas taman dari Apartemen Bassura City menjadi objek yang dikaji karena meskipun sarana terlihat lengkap, sarana-sarana tersebut tidak seluruhnya digunakan dan terkesan tidak dioptimalkan bagi penghuni. Hal ini dapat berkesan buruk bagi masyarakat yang berminat terhadap apartemen ini. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian terkait keindahan taman Apartemen Bassura City dengan mengevaluasi elemen-elemen pembentuk lansekap, yaitu pavement, site structure, vegetasi, air, dan bangunan, Penelitian dilakukan dengan metode Scenic Beauty Estimation (SBE) untuk mengetahui persepsi masyarakat terhadap keindahan taman tersebut. Menurut mereka, elemen vegetasi dan air sudah mencapai kategori keindahan tinggi sedangkan elemen pavement, site structure, dan bangunan memiliki kategori keindahan sedang. Meskipun begitu, beberapa titik pada elemen pavement, site structure, vegetasi, dan bangunan perlu diperhatikan karena masih memilki kategori keindahan rendah.
Pengaruh View terhadap Harga Jual Unit Apartemen Begawan Tlogomas Malang Andi Tahta Wibawa; Ary Deddy Putranto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 9, No 3 (2021)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bangunan apartemen merupakan bangunan komersil yang berkaitan dengan harga jual. View merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi harga jual dari bangunan apartemen. Setiap view memiliki pengaruh berbeda terhadap harga jual apartemen. Sehingga tujuan penelitian ini adalah untuk menegetahui pengaruh view terhadap harga jual apartemen Begawan kota Malang. Pengaruh view terhadap harga jual apartemen kota malang di kaji berdasarkan analisis kulitatif dan kuantitatif. Analisis kualitatif digunakan metode deskriptif dengan membandingkan data primer dengan kebutuhan apartemen. Sedangakn analisis kuantitatif menggunakan metode tabel matriks untuk mengetahui sberapa besar pengaruhnya terhadap harga jual apartemen. Berdasarkan penelitian ini diperoleh bahwa setiap kenaikan lantai apartemen Begawan memiliki pengaruh negative. Sedangkan view secara horizontal yang dapat memberikan nilai lebih adalah view arah tenggara, barat daya, utara, dan timur laut. Kata kunci: Apartemen,view,harga jual

Page 2 of 2 | Total Record : 18