cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 1,492 Documents
Karakteristik Rancangan Fasad Bangunan Kafe Urban di Kota Probolinggo secara Tipologis Mariyatul Qibtiyah; Indyah Martiningrum
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karakter pembentuk fasad yang berkembang terhadap lingkungan dapat mempertahankan identitas kawasan. Maka dari itu kafe yang kian menjamur pada masa kini tidak hanya memperhatikan aspek interiornya saja melainkan juga pada tampilan fasadnya. Tujuan dari penelitian ini, yaitu untuk mengetahui identitas elemen arsitektur yang membentuk karakteristik rancangan fasad kafe-kafe urban di Kota Probolinggo secara tipologis. Metode yang digunakan adalah metode analisis deskriptif dengan mendekripsikan elemen-elemen visual bangunan dan menganalisisnya sehingga dapat disimpulkan. karakter visual bangunan.berdasarkan elemen pembentuk fasad dengan sub-kategori: bentuk atap beserta warna dan materialnya; warna dan finishing pada dinding; Bentuk, jenis material, warna, dan jumlah daun pada pintu; serta bentuk, warna, dan jenis material pada jendela.
Penilaian Kualitas Visual Elemen Fasad Bangunan Café di Kota Malang dengan Gaya Kubisme Berdasarkan Persepsi Masyarakat prasasti putri millenia; Herry Santosa
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan jumlah penduduk di Kota Malang yang pesat menjadi peluang bisnis yang sangat menjanjikan dalam bidang kuliner khususnya café. Berkembangnya café di Kota Malang didorong dengan adanya perubahan perilaku konsumen khususnya anak muda dalam memandang fungsi café, bukan hanya sebagai tempat makan dan minum tetapi juga sebagai tempat untuk bersosialisasi sehingga munculnya gaya hidup baru dalam mengonsumsi kopi. Selain itu, semakin banyak café membuat persaingan semakin ketat sehingga pemilik café harus memikirkan cara untuk menarik pengunjung dengan memberikan visual fasad yang menarik dan bisa dijadikan sebagai ciri khas bangunan. Persepsi masyarakat dalam menilai kualitas fasad merupakan nilai yang penting untuk meningkatkan daya tarik terhadap bangunan. Desain modern minimalis sudah mulai bekembang pada pertengahan abad-XX dengan penggunaan material konstruksi beton dan baja. Kemudian munculnya material beton bertulang pada tahun 1900-an yang dapat mempercepat perkembangan Arsitektur Modern dengan konsep fungsionalisme yang menjadi dasar pendorong lahirnya Arsitektur Kubisme. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu deskriptif-kuantitatif dan pengambilan data menggunakan media kuesioner. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas visual elemen fasad café di Kota Malang dengan gaya Kubisme berdasarkan persepsi masyarakat. Kualitas visual elemen fasad café dengan gaya kubisme pada objek penelitian memiliki pengaruh yang signifikan sebesar 51.6% berdasarkan persepsimasyarakat.
Pengaruh Secondary Skin terhadap Temperatur Udara pada Ruang Shalat Masjid Al Hadiid Universitas Brawijaya Hanifa Trinanda Natasha; Andika Citraningrum
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masjid Al Hadiid Universitas Brawijaya adalah salah satu bangunan yang menerapkan desain pasif berupa secondary skin pada selubung bangunannya. Secondary skin merupakan salah satu upaya desain pasif pada selubung bangunan untuk membantu mengurangi panas matahari pada ruangan yang dapat berpengaruh terhadap kenyamanan termal pada ruangan. Tujuan dari penelitian ini yakni untuk mengetahui kondisi temperatur udara pada ruang shalat Masjid Al Hadiid dengan melakukan pengukuran lapangan dan mengkaji pengaruh secondary skin terhadap temperatur udara pada ruang shalat Masjid Al Hadiid Universitas Brawijaya melalui observasi dan analisis hasil pengukuran lapangan dengan menggunakan metode analisis deskriptif dengan memaparkan kondisi Masjid Al Hadiid Universitas Brawijaya berdasarkan hasil pengukuran lapangan serta metode evaluatif yang digunakan untuk mengevaluasi pengaruh secondary skin terhadap hasil pengukuran temperatur udara di lapangan dari Masjid Al Hadiid Universitas Brawijaya. Dari hasil analisis didapat bahwa penerapan tanaman pada secondary skin berdampak signifikan pada penurunan temperatur udara pada ruangan dengan rata-rata selisih temperatur udara sebesar 2.31°C pada lantai 1 dan 1.96°C pada lantai 2.
BENTUK SAMBUNGAN STRUKTUR PADA KONSTRUKSI RUMAH ADAT BAILEO DI KECAMATAN SAPARUA KABUPATEN MALUKU TENGAH Marlen Dolorosa Heatubun; Antariksa Sudikno
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Rumah Baileo yang tersebar di provinsi Maluku memiliki 2 (dua) jenis sistem konstruksi tradisional yaitu konstruksi panggung dan tidak berpanggung. Selain berfungsi sebagai tempat dilaksanakannya upacara adat, Rumah Baileo juga berguna sebagai sarana musyawarah masyarakat desa. Konstruksi Rumah Baileo menggunakan dominasi material kayu dengan teknik pengerjaan konstruksi secara manual. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi jenis-jenis bentuk sambungan yang timbul sebagai jawaban atas permasalahan teknis penggunaan material kayu dengan teknik pengerjaan manual. Metode analisis deskriptif digunakan untuk mengola data lapangan yang didapat kemudian dianalisis berdasarkan tiap elemen konstruksi yang terbagi atas struktur bawah (pondasi, balok lantai, lantai, kolom dan dinding) dan struktur atas (kuda-kuda atap dan penutup atap). Sementara untuk bentuk sambungan struktur dapat diidentifikasi pada tiap pertemuan elemen konstruksi seperti halnya pada kolom dan balok serta rangka kuda-kuda dan penutup atap. Lokasi penelitian terbagi di 4 (empat) tempat berbeda yaitu Kota Saparua, Desa Haria, Desa Paperu dan Desa Tiouw yang termasuk didalam wilayah Kecamatan Saparua, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku.ABSTRACT Baileo houses spread across Maluku province have 2 (two) types of traditional construction systems: stage construction and no stage construction. Besides functioning as a place for holding traditional ceremonies, Baileo House is also useful as a means of deliberation for the village community. Baileo House construction uses the dominance of wood materials with manual construction techniques. The purpose of this research was to identify the types of connection forms that arise as an answer to technical problems using wood materials with manual processing techniques. The Descriptive analysis method is used to manage field data obtained and then analyzed based on each construction element which separates into the lower structure (foundations, floor beams, floors, columns, and walls) and the upper structure (roof truss and roof covering). Meanwhile, structural connections can be identified at every meeting of the construction elements like the columns and beams and the truss and roof coverings. The research location is separated into 4 (four) different places, namely Saparua City, Haria Village, Paperu Village, and Tiouw Village which are included in the Saparua District, Central Maluku Regency, Maluku.
Penilaian Kualitas Elemen Visual Pembentuk Ruang Alun-alun Bondowoso berdasarkan Persepsi Masyarakat Bondowoso Safira Nurfadilla; Herry Santosa
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Citra visual kota yang baik tercipta dari adanya elemen visual kota yang baik dan menarik. Kabupaten Bondowoso memandang Alun-alun Bondowoso sebagai ikon Kabupaten Bondowoso. Adanya elemen kesejarahan seperti Monumen Gerbong Maut yang sudah ada dari zaman dahulu pada area Alun-alun Bondowoso juga menjadikan alun-alun sebagai spot penting yang dapat menunjukkan citra visual kotanya melalui objek-objek tersebut. Adanya Alun-alun Bondowoso yang berada di pusat kota yang strategis dan sebagai pembentuk awal dari citra visual kawasan Bondowoso, Alun-alun Bondowoso tersebut menjadi elemen yang berkontribusi pada citra visual kota Kabupaten Bondowoso. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi masyarakat terhadap citra visual kota pada area Alun-alun Bondowoso yang dinilai melalui tujuh spot elemen visual yang terdiri dari Monumen Gerbong Maut, paseban, dua area duduk, batu prasasti, papan nama, dan sculpture. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kuantitatif yang berdasarkan persepsi masyarakat dengan menggunakan bantuan analisis statistika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Monumen Gerbong Maut merupakan spot yang memiliki kualitas elemen visual paling tinggi sekaligus mampu mewakili citra visual Alun-alun Bondowoso. Elemen visual pada Alun-alun Bondowoso memiliki kontribusi terhadap persepsi masyarakat sebesar 42,7% pada kualitas elemen visual dan 44,6% pada kemampuan elemen visual mewakili citra visual Alun-alun Bondowoso berdasarkan persepsi masyarakat.
Kajian Sign System sebagai Elemen Pendukung Wayfinding pada Rumah Sakit Universitas Brawijaya Cut Zata Zakirah; Indyah Martiningrum
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Signage merupakan sistem tanda grafis yang dibutuhkan masyarakat dalam mencari informasi terkait lokasi dan informasi yang berkaitan dam juga merupakan elemen pendukung dari wayfinding. Rumah sakit merupakan salah satu fasilitas umum yang dangat dibutuhkan dan cukup sering dikunjungi, memiliki tingkat tata ruang yang cukup kompleks. Maka dari itu, dibutuhkan desain wayfinding yang baik agar para pengunjung tidak kesulitan mencari sebuah lokasi ruangan. Tujuan dari penulisan artikel ini adalah mendeskripsikan kesesuaian desain sign system pada area pintu masuk utama Gedung C dan area poliklinik RSUB berupa aspek visibility dan legibility meliputi tinggi signage, posisi/peletakan signage, konsistensi istilah, ukuran teks, dan kontras warna pada signage. Metode yang digunakan adalah metode analisis deskriptif kualitatif. Setelah penentuan unit amatan yang ditinjau dari rumusan masalah, dilakukannya analisis dengan membandingkan data hasil dari observasi dengan pustaka terkait. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar sign system pada area pintu masuk dan poliklinik sudah baik dan sesuai dengan pustaka acuan. Setelah dilakukan analisis, dapat disimpulkan bahwa elemen yang kurang sesuai dengan standar dari pustaka acuan adalah posisi dan peletakkan signage dan konsistensi istilah.
Presepsi Pengguna Rumah Tinggal di Perumahan Sutorejo Timur Surabaya terhadap Kenyamanan Termal gradiyanto effendi; iwan wibisono
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 9, No 4 (2021)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini membahas tentang presepsi Pengguna Rumah Tinggal di Perumahan Sutorejo Timur Surabaya terhadap Kenyamanan Termal. Hal ini dilatar belakangi atas suhu di kota surabaya yang semakin tinggi. Metode yang dilakukan untuk mengurangi kontak fisik karena masa pembuatan yang masih di masa pandemi, maka digunaka metode analisis visual dengan ditambahkan kuesioner. Dari hasil analisis visual dan kuesioner dapat disimpulkan bahwa rumah di perumahan sutorejo timur memiliki kenyamanan termal yang cukup baik sehingga membuat para penggunanya merasa cukup puas.  
Identifikasi Penerapan Fleksibilitas Ruang pada Jakarta Creative Hub terhadap Ragam Aktivitas Ruang Tasya Salsabila Kusumawati; Rinawati P Handajani
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Creative Hub atau Ruang Kreatif didefinisikan sebagai tempat dengan bentuk fisik maupun virtual dimana orang-orang kreatif berhimpun dan saling mendukung. Jakarta Creative Hub merupakan Creative Hub inisiasi pemerintah pertama di Indonesia yang telah lebih dulu berdiri dan menaungi 16 sub-sektor Industri Kreatif. Sebagai wadah kolaborasi yang menaungi 16 sub-sektor ekonomi kreatif, pemanfaatan ruang-ruang pada Creative Hub dituntut dapat menampung beragam jenis aktivitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penerapan fleksibilitas ruang pada Jakarta Creative Hub terhadap ragam aktivitas ruang yang dilakukan pada delapan ruang berdasarkan lima aspek fleksibilitas ruang yang terdiri dari kelancaran aliran (fluidity), serbaguna (versatility), dapat diubah (convertibility), penyesuaian skala (scaleability), dan kemampuan modifikasi (modifiability). Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif-kualitatif dengan interpretasi analisis Skala Guttman. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa secara keseluruhan, Jakarta Creative Hub menerapkan lima aspek fleksibilitas tersebut. Kata kunci: Creative Hub, industri kreatif, fleksibilita
Pengaruh Penggunaan Kontainer Bekas Sebagai Selubung Bagunan Terhadap Lingkungan Termal Taman Baca Amin Batu Muhammad Hanif Aqila; Wasiska Iyati
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan arsitektural yang kini kerap dihadapi di masa kini diantaranya adalah kelangkaan dan mahalnya harga material bangunan, Solusi dari permasalahan tersebut adalah menggunakan material alternatif seperti kontainer bekas sebagai selubung bangunan, seperti halnya pada Taman Baca Amin (TBA), Kota  Batu. Kekurangan dari kontainer adalah material dasarnya merupakan baja konduktor. Oleh karena itu, permasalahan yang timbul adalah ruang indoor di TBA terasa panas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi lingkungan termal TBA dan memberikan rekomendasi desain yang sesuai untuk menurunkan temperatur dalam bangunan. Data yang diukur dari TBA adalah adalah temperatur, temperatur radian, dan kelembaban yang divalidasi dengan Ecotect Analysis 2011. Hasil pengukuran dinyatakan valid dengan relative error tertinggi 8.01%. Berdasarkan data tersebut, diketahui bahwa kondisi lingkungan termal TBA tidak nyaman menurut SNI. Hal ini dikarenakan material selubung di TBA kurang efisien menurunkan panas serta insulasi kontainer eksisting hanya menggunakan glasswool 25mm yang telah rontok sering dengan waktu. Oleh karena itu perlu diberikan rekomendasi desain yang mampu menurunkan u-value. Dengan menggunakan rekomendasi desain pendinginan pasif, yaitu mengganti insulasi eksisting dengan rockwool dan ccSPF 100mm, menambahakan air gap 75mm, mengganti lantai baja dengan dak beton dan menyesuaikan beberapa material pada selubung bangunan. Hasilnya, u-value dinding dapat diturunkan sebesar 72%, lantai 90%, atap 71%, dan u-value  jendela diturunkan hingga 50%
IDENTIFIKASI KARAKTERISTIK GAYA ARSITEKTUR KONTEMPORER PADA KARYA RANCANG MASJID DI BANDUNG Fresha Destyananta Putra; Indyah Martiningrum
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Bandung merupakan salah satu kota yang ada di Jawa Barat. Bandung dikenal dengan julukan Paris Van Java karena sektor pariwisata dan pembangunannya. Disisi lain perkembangan pembangunan di kota Bandung juga dapat kita lihat dengan berkembangnya masjid di kota Bandung yang sangat pesat, misalnya Masjid Agung Bandung, Masjid Salman ITB, Masjid Cipaganti, Masjid Al-Irsyad, Masjid Al-Mutazzam, Masjid Al-Safar dan Masjid Agung Kabupaten Bandung Barat. Dari uraian tersebut dapat diambil sebuah makna dari karakteristik arsitektur kontemporer adalah; suatu metode atau konsep untuk mengidentifikasi sebuah objek bangunan atas dasar kesepakatan terciptanya kesamaan bahasa terhadap gestur (body language) bangunan berdasarkan 3 aspek karakteristik arsitektur kontemporer. Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan, terdapat beberapa identifikasi masalah yang ditemukan untuk menjadi acuan dalam penelitian ini, diantaranya: Kehadiran desain pada bangunan Masjid, kesederhanaan bentuk atau keberanian bentuk pada bagian fasad dan ruang dalamnya, keanekaragaman bentuk baik secara tampilan maupun ruang dalamnya, dan Masjid Kontemporer di Bandung memiliki tampilan yang unik dan atraktif namun tidak menghilangkan fungsi dari bangunan Masjid itu sendiri. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah Masjid Al-Irsyad memiliki 83% memenuhi karakteristik arsitektur kontemporer, Masjid Al-Mutazzam memiliki 75% memenuhi karakteristik arsitektur kontemporer, dan Masjid Al-Safar memiliki 58% memenuhi karakteristik arsitektur kontemporer. Kata kunci: bandung, masjid, kontemporer, arsitektur