cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 1,492 Documents
TATA AKUSTIK LINGKUNGAN DAN RUANG DALAM MASJID RAYA AL-AZHAR SUMMARECON BEKASI Mutyara Ayu Werdiningsih; Wasiska Iyati
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Masjid merupakan.tempat yangimewadahi masyarakat.umat islam melakukan.kegiatan peribadatanidan menuntut ilmuiagama serta syiariislam. Terdapat tigaiaktifitas utama yang..dilakukan dalam ruang..masjid yang dapatrberlangsung secaraibersamaanratau terpisahsyaitu ibadahsshalat, khutbah atausceramah, danspembacaanvayat suci al-qur’an. Dalamiketiga kegiatan tersebut, sangatidibutuhkan kondisiiakustik ruangiyang baik. Diperlukannkajian untuk mengetahuinkondisi tata akustiknMasjid Al-Azhar Summmareconnsuntuk melihat pengaruh-pengaruhinyang ada denganintujuan mendapatkan tata suara yang lebih baik. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-kuantitatifnsdengan perhitungannsmatematika. Pendekatannsdeskriptif-kuantitatif dilakukanidengan melakukan pengukuranslapangan dan perhitungan dengansrumus matematika. Pengukuranilapangan diperlukan untukimengukur persebaranidistribusi suaraiyang terjadi. Perhitunganidilakukan dengan formulaiSabine untuk mengetahui nilaiswaktu dengung yangsterjadi di ruangan. Setelahsitu dilakukansperbandingan dengan standar.kenyamanan akustik.yang berlaku. Hasilipenelitian menujukkan bahwa tatasakustik Masjid Raya Al-Azhar SummareconsBekasi ini masih tidaksmemenuhi standar yangidisarankan, dengan intensitas persebaranibunyi yang tidak merata, dan nilaiswaktu dengung sebesar 4.71-6.46 detiksyang masih berada di atassnilai yang direkomendasikan. Rekomendasitberupa penambahan luas permukaantbidang pantul dan penyerapisuara, serta perubahanimaterial selubung ruang dalamibangunan dapat menurunkaninilai RT yang terjadi hinggaimenjadi 1.04-1.09 detik. Kata kunci: masjid, persebaran bunyi, kebisingan, waktu dengung ABSTRACT Mosque isia place to accommodateimoslems to do theirireligious activitie, studying religionialso for spreadingireligion. Thereiare three main activityithat people do insideiMosque which canitake place both simultaneouslyior separately, thoseiare shalat, khutbah, andireciting Al-quran. Thoseiactivitiesineed good spaceiacoustic condition. Asistudy is needed toiiknowing the condition ofiiMasjid Al-Azhar Summarecon'siacoustic arrangement to seeithe existing influencesito get the better soundsarrangement. This studysuses quantitative descriptive..method with math calculation. Quantitative..descriptive approach done by..doing field measurement and.icalculation with mathematicaliiformulas. Field measurementiiis needed to measure..the distriebution of theisound by the timeiit is buzzing. Calculationidone with Sabine..formula to know theibuzz time value whichihappen inside the room. Later.on, comparison is.made to the applicable.acoustic convenience standard.  The study result shows that Masjid Raya Al-Azhar Summarecon Bekasi's acoustic arrangement is not up to the reccomended standard. With the uneven sound intensity distribution, and the buzz time value in amount of 4.71 - 6.46 seconds which is above the reccommended value. Recommendation with surface area of the reflected plane adding and sheath material changing could deflate the RT value to 1.04 - 1.09 second. Key word: Mosque, sound distribution, noise, buzz time.
Evaluasi Purna Huni Ruang Operasi Rumah Sakit di Kabupaten Malang Muhammad Fawwaz Mahdi; Ary Dedy Putranto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelayanan kesehatan merupakan perwujudan dari hak kesehatan kepada masyarakat yang dapat ditingkatkan dengan pengaplikasian peraturan dan standar pada bangunan rumah sakit. Namun masih terdapat ruang-ruang di rumah sakit yang masih belum sesuai dengan standar. Pada ruang-ruang di rumah sakit, ruang operasi menjadi ruang yang memiliki tingkat risiko sangat tinggi. Rumah sakit di Kabupaten Malang ini merupakan rumah sakit kelas C yang menjadi rujukan utama bagi Kabupaten Malang bagian selatan. Rumah sakit ini memiliki ruang operasi yang teridentifikasi tidak sesuai standar. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi perubahan fisik ruang operasi rumah sakit setelah beroperasi sekian lama terhadap pada peraturan teknis yang berlaku. Metode yang digunakan adalah investigatif yakni menilai kesesuaian ruang operasi dengan parameter dalam Peraturan Menteri Kesehatan No. 24 Tahun 2016. Penilaian dilakukan dengan dua tingkatan penilaian “Layak” dan “Tidak Layak” dengan masing-masing kriterianya. Hasil penelitian ini diperoleh ruang operasi rumah sakit di Kabupaten Malang mendapat nilai tidak layak terhadap peraturan yang berlaku dengan persentase 57.21 % kelayakan. Rekomendasi berupa desain diberikan agar ruang operasi sedapat mungkin mendapatkan tingkat kelayakan sebesar 100% terhadap standar yang berlaku.
Analisis Kinerja Akustik terhadap Ruang Ibadah Gereja HKBP M.T. Haryono di Jakarta Timur Margaretha Margaretha; Andika Citraningrum
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gereja HKBP M.T. Haryono merupakan sebuah rumah ibadah kecil di Bidara Cina, Kecamatan Jatinegara, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Dalam tugas akhir ini, dilakukan analisis akustik ruang pada ruang ibadah Gereja HKBP M.T. Haryono Jakarta Timur karena belum adanya penanganan yang baik dalam mengendalikan suara. Penilaian objektif dilakukan dengan parameter-parameter akustik menggunakan alat ukur yang sesuai dengan kaidah yang sudah ditentukan dan sebuah simulasi. Parameter tersebut diantaranya adalah Distribusi Tingkat Tekanan Bunyi (TTB), Waktu Dengung (RT), Speech Transmission Index (STI), Speech Clarity (C50), dan Music Clarity (C80). Dari hasil analisis dan pembahasan, keadaan akustik pada Gereja HKBP M.T. Haryono belum memenuhi standar akustik di setiap parameternya. Oleh karena itu, perlu dilakukan usaha untuk memperbaiki akustik ruang tersebut. Perbaikan yang dilakukan dibagi menjadi tiga tahap, yang pertama penambahan material penyerap bunyi, yang kedua penambahan sumber suara, dan yang ketiga penataan ulang sumber suara agar persebaran bunyi lebih maksimal. Perbaikan ini memberkan hasil yang baik, sehingga saat dilakukan simulasi ulang, keadaan akustik Gereja HKBP M.T. Haryono sudah memenuhi standar.
Evaluasi Purna Huni pada Ruang Rawat Inap di RSU Karsa Husada Kota Batu Apriliantino Bagus Raghil Suwito; Tito Haripradianto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Evaluasi purna huni yang dilakukan pada suatu bangunan dapat memberikan penilaian apakah bangunan tersebut telah berfungsi maksimal dalam memenuhi kebutuhan penggunanya. Rumah sakit sebagai salah satu sarana pelayanan kesehatan memerlukan suatu bangunan yang dapat mendukung seluruh pelayanan medis secara maksimal. RSU Karsa Husada merupakan RSUD di Kota Batu yang menjadi rujukan tertinggi sehingga dibutuhkan pelayanan medis yang maksimal, khususnya pada perawatan pasien di sarana IRNA. Evaluasi Purna Huni yang diteliti meliputi aspek teknis dan aspek fungsi pada sarana Instalasi Ruang Rawat Inap (IRNA) RSU Karsa Husada. Analisis yang digunakan pada evaluasi IRNA RSU Karsa Husada ini menerapkan metode kuantitatif dengan membandingkan antara kondisi eksisting bangunan IRNA dengan standar peraturan undang-undang. Hasil akhir pada penelitian ini menunjukkan tingkat kesesuaian IRNA RSU Karsa Husada terhadap standar undang-undang padaaspek teknis dan fungsi.
KAJIAN KEMUDAHAN AKSESIBILITAS PENYANDANG DISABILITAS PADA STASIUN KOTA BARU SISI TIMUR MALANG Melinda Putri; Rinawati Handajani
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelayanan publik pada sektor pariwisata dapat mempengaruhi jumlah kunjungan wisatawan. Begitu pula, pentingnya penyediaan aksesibilitas beserta fasilitas yang dapat digunakan oleh semua orang. Keberadaan Stasiun KA Sisi Timur merupakan salah satu penyedia fasilitas publik dan penunjang dalam pengembangan sektor pariwisata Malang. Hal tersebut dikarenakan pengguna jasa angkutan kereta api tiap tahunnya mengalami peningkatan. Dengan meningkatnya minat masyarakat, membuat stasiun sudah selayaknya menerapkan aksesibilitas yang tepat sesuai standar yang berlaku. Namun kebutuhan fasilitas yang aksesibel distasiun masih minim dan belum diterapkan dengan baik sesuai yang ditetapkan pemerintah. Maka dari itu, perlu adanya tindak lanjut untuk mengetahui tingkat kesesuaian terhadap standar pemenuhan hak kemudahan aksesibilitas fasilitas penyandang disabilitas. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif yang diawali observasi dengan simulasi keberangkatan dan kedatangan penumpang penyandang disabilitas khususnya kursi roda kemudian dilakukan pengukuran sesuai acuan standar. Hasil dari penelitian ialah pengelompokan tingkat kesesuaian, sehingga diketahui secara jelas ruang-ruang mana yang membutuhkan perhatian lebih, selain itu didapatkan titik hambatan pada penumpang ketika beraktivitas.
PENCAHAYAAN ALAMI RUANG KELAS PADA SEKOLAH MENENGAH ATAS KATHOLIK SANTA MARIA MALANG kevin xaverius putra sewi; Wasiska Iyati
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cahaya matahari merupakan sumber pencahayaan alami yang digunakan sebagai salah satu unsur bangunan dalam mendesain bangunan karena fungsinya yang ramah lingkungan tanpa membutuhkan cahaya buatan pada pagi dan siang hari. Penelitian ini merupakan pengukuran pencahayaan dan kuisioner survei persepsi kenyamanan visual terhadap ruang kelas di SMAK Santa Maria Malang. Dipilihnya bangunan tersebut dikarenakan kondisi ruang kelasnya yang terlihat dan terasa kurang terang pada berbagai ruang kelas dan terdapat beberapa ruang yang cahaya masuknya tidak merata. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif penelitian kuantitatif yaitu pengukuran intensitas pencahayaan di dalam ruang kelas dan penelitian kualitatif yaitu kuisioner yang dibagikan kepada guru dan murid. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan hasil data pengukuran dan survei yang akan dibandingkan dengan standar SNI sehingga dapat dilihat ruangan tersebut sesuai atau tidak. Ruang kelas yang diteliti terdapat total 17 ruang kelas yang berada di lantai satu dan dua, dengan waktu pengukuran diambil pada siang hari. Hasil penelitian memiliki mayoritas hasil dibawah standar dan hanya 3 dari 17 ruang kelas yang memiliki hasil yang sesuai standar, sedangkan menurut survei guru dengan 62,5 % dan murid dengan 68 % menyatakan pencahayaan alami di ruang kelas secara keseluruhan memuaskan.
Persepsi Pengguna Terhadap Kenyamanan Jalur Pedestrian Pada jalan Raya Lenteng Agung, Jakarta Ahmad Faishal Ekzananda; Muhammad Satya Adhitama
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 9, No 4 (2021)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gencarnya pengembangan fasilitas jalur pedestrian di ibukota membuat penataan fasilitas pejalan kaki menjadi lebih baik, namun terdapat beberapa jalan yang masih belum adanya perbaikan salah satu jalan perlu ditinjau kembali adalah Jalan Raya Lenteng Agung. Terletak di Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan, Jalan Raya Lenteng Agung merupakan area dengan permukiman padat, perkantoran, serta perdagangan dan jasa. Adanya transportasi tetap membuat mobilitas pada jalan ini terhitung tinggi. Dengan kondisinya yang terlihat masih adanya kerusakan pada jalur pedestrian, terputusnya jalur pedestrian, serta hal lainnya mengenai kenyamanan jalur pedestrian yang masih kurang maka perlu adanya peninjauan terhadap kenyamanan jalur pedestrian pada Jalan Raya Lenteng Aguang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Dari analisis tersebut maka akan dilakukan sintesis mengenai keterkaitan penilaian kenyamanan oleh pengguna dan kenyamanan berdasarkan teori dan peraturan. Dari hasil penelitian maka didaptkan kenyamanan jalur pedestrian pada Jalan Raya Lenteng Agung masih dinilai kurang berdasarkan persepsi pengguna maupun berdasarkan teori dan peraturan yang ada. Hal yang menjadi sorotan adalah posisi jembatan penyebrangan orang yang berada tepat di tengah jalur pedestrian. Maka dari itu diperlukan adanya peninjauan dan perbaikan pada jalur pedestrian Jalan Raya Lenteng Agung untuk dapat meningkatkan kualitas kenyamanan fasilitas pejalan kaki.
Faktor yang Mempengaruhi Kenyamanan Suhu Udara pada Bangunan dengan Pengkondisian Udara Buatan (Studi Kasus: Toko Kopi Bersaudara, Mojokerto Imelda Millenia Tanuwijaya; Andika Citraningrum
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Toko Kopi Bersaudara merupakan salah satu coffee shop yang berada di Kota Mojokerto yang berdiri sejak 2019 berfungsi sebagai tempat berkumpul dan banyak kegiatan lainnya, maka bangunan ini harus mampu memenuhi kenyamanan suhu udara agar pengguna dapat melakukan aktivitas dengan nyaman. Kajian ini bertujuan untuk menemukan faktor yang mempengaruhi kenyamanan suhu udara pada bangunan, mengetahui kondisi kenyamanan suhu udara dibandingkan dengan standar serta mengetahui upaya dalam meningkatkan kenyamanan suhu udara pada bangunan. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif-evaluatif. Metode kuantitatif digunakan untuk mengumpulkan data melalui pengukuran, deskriptif untuk menganalisis data danmevaluatif digunakan untuk memberikan rekomendasi desain berdasarkan teori. Dari penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa kondisi kenyamanan suhu udara pada bangunan ini tergolong nyaman pada pukul 09.00 - 12.00 dan tidak nyaman pada pukul 13.00 - 15.00. Hasil pengukuran tersebut dikaitkan dengan beberapa faktor yaitu penggunaan material yang kurang tepat, kurangnya ventilasi dan vegetasi. Kata kunci: kenyamanan suhu udara, pengkondisian udara, material selubung bangunan, ventilasi
Rekayasa Bukaan Penghawaan Alami Pada Masjid Istiqomah Deli Serdang Rayhan Kumala Aditria Nasution; Jono Wardoyo
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Manusia sekarang ini harus berhadapan dengan salah satu isu terbesar yang harus dihadapi, yaitu pemanasan global. Indonesia merupakan negara yang mayoritas masyarakatnya menganut agama Islam, dan bangunan masjid tempat masyarakat beragama islam beribadah dapat dijumpai dimana-mana di Indonesia. Salah satu contoh masjid yang digunakan masyarakat sekitar adalah Masjid Istiqomah di Kabupaten Deli Serdang. Masjid Istiqomah pada saat ini menggunakan penghawaan buatan yaitu air conditioner, namun jika ingin menggunakan penghawaan alami, terdapat beberapa permasalahan di bangunan ini yang perlu evaluasi dan mencari rekomendasi desain. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deksriptif kuantitatif eksperimental. Rekomendasi desain yang telah didapat dengan tujuan mencapai kenyamanan termal di masjid Istiqomah dengan penghawaan alami belum terpenuhi sepenuhnya jika mengacu pada SNI 03-6572-2001 dan juga diagram psikomatrik Nugroho. Kata kunci: rekayasa, penghawaan alami, masjid, deli serdang
Kualitas Walkability Pada Jalur Pedestrian Di Sekitar Stasiun Sudirman Kota Jakarta Berdasarkan Persepsi Masyarakat Rafi Dewangga; Damayanti Asikin
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ibukota Jakarta telah mengalami peningkatan populasi dan salah satu permasalahan yang timbul adalah maraknya penggunaan kendaraan pribadi yang menimbulkan kemacetan. Untuk itu diperlukan peningkatan dalam sarana transportasi umum dan penunjangnya. Salah satu elemen pembentuk yang penting dalam kawasan tersebut adalah fasilitas pejalan kaki yang dapat dinilai dengan menggunakan konsep walkability. Salah satu kawasan berorientasi transit yang terdapat di Jakarta adalah kawasan TOD Dukuh Atas yang didalamnya terdapat lima moda transportasi umum yang berpusat pada Stasiun Sudirman. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui kualitas walkability pada jalur pejalan kaki di area sekitar Stasiun Sudirman. Penelitian dilaksanakan dalam dua tahap: observasi lapangan dan evaluasi persepsi masyarakat melalui kuesioner yang diberikan kepada 100 responden. Hasil penelitian menyatakan bahwa kualitas walkability pada jalur pejalan kaki di sekitar Stasiun Sudirman sudah cukup memenuhi kebutuhan pengguna. Namun, masih ditemukan beberapa variabel yang dirasa belum memenuhi standar yang ada, sehingga perlu dilakukan perbaikan dimulai dari variabel yang mendapatkan respon negatif agar dapat mewujudkan lingkungan berjalan yang ideal di area sekitar Stasiun Sudirman.