cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 1,492 Documents
Preferensi Masyarakat Terhadap Setting Elemen Fisik Ruang Terbuka Publik Nabila Marsha Herawati; Jenny Ernawati
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Adanya ketidakmerataan aktivitas di antara fasilitas Taman Singha Merjosari Malang, yaitu adanya ruang yang sepi pengunjung menyebabkan timbulnya pertanyaan apakah pengunjung tidak nyaman dalam beraktivitas di fasilitas taman atau apakah terdapat elemen-elemen fisik yang tidak disukai pengunjung. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah masyarakat umum termasuk pengunjung yang sudah pernah menggunakan fasilitas Taman Singha Merjosari. Pada taman teridentifikasi empat jenis elemen fisik yang paling banyak ragamnya dan paling sering digunakan. Empat jenis elemen fisik yaitu tempat duduk, tempat sampah, jalur pedestrian dan pola vegetasi merupakan objek amatan. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan menyebar kuesioner online. Penentuan sampel menggunakan teknik accidental sampling. Foto sebagai stimuli dinilai oleh masyarakat menggunakan multiple rating scale tujuh skala. Hasil kuesioner diolah dengan analisis mean score. Dari hasil yang diperoleh terlihat kecenderungan masyarakat pada elemen tempat duduk, tempat sampah dan jalur pedestrian tipe 1.Kata kunci: preferensi, setting elemen fisik, ruang terbuka publik
Pengaruh Peletakakkan Anchor Tenant Terhadap Arus Sirkulasi Pengunjun Pada Malang Town Square Novia Wahyu Hanifah; Rinawati Puji Handajani
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengaruh Peletakan Anchor tenant Terhadap Arus Sirkulasi Pengunjung pada Malang Town Square Novia Wahyu Hanifah1 dan Rinawati P. Handajani2 1 Mahasiswa Program Studi Sarjana Arsitektur,, Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya2 Dosen Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya Alamat Email penulis: phinovia@gmail.com ABSTRAKPusat perbelanjaan modern atau mall telah menjadi pilihan untuk memenuhi kebutuhan hidup masyarakat. Saat ini, pusat perbelanjaan terus beradaptasi untuk menyediakan kebutuhan primer, sekunder, dan tersier. Bahan dasar salah satu keberhasilan mall adalah anchor tenant yang merupakan penyewa utama di suatu mall. Hal ini penting karena anchor tenant dan ritel non-Anchor mengalami efek spillover dan mampu meningkatkan penjualan secara drastis setelah adanya pengenalan anchor tenant ke dalam pusat perbelanjaan. Malang Town Square merupakan salah satu mall terbesar di Malang. Pada mall ini terdapat beberapa permasalahan dimana pada beberapa lantai terdapat area sirkulasi yang sepi mengakibatkan persebaran pengunjung tidak merata. Pada beberapa lantai bangunan anchor tenant yang seharusnya menjadi magnet lantai dan dapat membantu pengunjung agar melewati retail lain justru sedikit dilewati pengunjung dan lokasinya cenderung tertutup. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan penjelasan secara deskriptif. Observasi dan wawancara akan dilakukan dan disukung dengan simulasi menggunakan space syntax untuk mengetahui pola sirkulasi pengunjung. Hasil penelitian akan didapat pola arus pergerakan pengunjung di area sirkulasi mall yang dipengaruhi oleh magnet lantai dan faktor yang mendukung kemudahan pencapaian dari tata ruang dan sirkulasi mall.Kata kunci: Mall, anchor tenant, sirkulasi, space syntax ABSTRACTModern shopping centers or malls have become the choice to meet the needs of people. Today, shopping centers are constantly adapting to provide for primary, secondary, and tertiary needs. The essential ingredient of one of the mall's successes is the anchor tenant who is the main tenant in a mall. This is important because anchor tenants and non-anchor retailers experience spillover effects and can increase sales drastically after the introduction of anchor tenants into the development center. Malang Town Square is one of the biggest malls in Malang. In this mall there are several problems where on several floors there are circulation areas that are rarely visited by visitors, resulting in an unbalanced distribution. On several floors of the building, anchor tenants are supposed to be floor magnets and can help visitors pass through other retailers, but this location is rarely visited by visitors because of the enclosed circulation.This study uses a qualitative method with a descriptive explanation. Observations and interviews will be conducted and supported by simulations using space syntax to determine visitor circulation patterns. The results of the study will get the flow pattern of visitor movements in the mall circulation area which is influenced by floor magnets and factors that support the layout and circulation of the mall.Keywords: Mall, anchor tenant, circulation, space syntax
PERSEPSI DAN PREFERENSI MASYARAKAT TERHADAP PENATAAN DAN KENYAMANAN ELEMEN FISIK KORIDOR JALAN MALIOBORO POST COVID-19 Kholisha Athalla Kusuma; Jenny Ernawati
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Setelah adanya Covid-19 ini menimbulkan dampak yang cukup besar bagi kehidupan masyarakat. Penyebaran penyakit ini sangat cepat terutama pada ruang terbuka publik di kota, dimana area publik menjadi salah satu tempat paling penting dalam membangun sebuah kehidupan di area kota. Salah satu ruang terbuka publik yang mengalami dampak dari Covid-19 tersebut adalah koridor Jalan Malioboro. Sejak terjadinya pandemi Covid-19 ini menyebabkan adanya penyesuaian terhadap penataan pada koridor Jalan Malioboro akan standar protokol kesehatan yang berlaku. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji dan mengevaluasi persepsi dan preferensi masyarakat terhadap penataan dan kenyamanan elemen fisik pada koridor Jalan Malioboro pada era setelah terjadinya pandemi Covid-19. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Untuk melihat pengaruh penataan elemen fisik terhadap kenyamanan pengguna jalan dilakukan analisis regresi berganda. Dilakukan dua tahap penelitian dengan hasil pertama (119 Responden) yaitu berupa penilaian persepsi pengguna jalan terhadap penataan elemen fisik saat ini, dan hasil yang kedua  (114 Responden)  adalah preferensi pengguna jalan terhadap evaluasi gubahan alternatif penataan elemen fisik yang dianggap kurang nyaman digunakan di saat pandemi Covid-19 mengacu pada hasil penelitian pertama.
KUALITAS AKUSTIK RUANG SHALAT MASJID JAMI AL-AZHAR JAKAPERMAI KOTA BEKASI Hasnaa Adiba Rifat; Iwan Wibisono
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberadaan masjid sangatlah penting sebagai tempat yang mewadahi masyarakat umat islam melakukan kegiatan keagamaan serta menuntut ilmu agama dan syiar islam yang menjadikan kenyamanan masjid menjadi salah satu hal utama dalam aspek bangunannya. Dari berbagai aspek kenyamanan masjid, kualitas akustik adalah hal yang perlu diperhatikan dalam perancangan ruang untuk mencapai kenyamanan yang diperlukan manusia dalam membentuk kekhusyukan dalam beribadah. Terdapat beberapa hal yang mempengaruhi kenyamanan akustik di dalam ruang diantaranya adalah bentuk geometri ruang, penyetelan ruang dalam, dan penggunaan material selubung ruang. Masjid Jami Al-Azhar Jakapermai merupakan salah satu masjid terbesar di Kota Bekasi yang sering mengadakan acara keagamaan dalam tiap minggunya diluar shalat wajib dan shalat jumat. Akan tetapi kondisi akustik di ruang dalamnya masih belum optimal yang menyebabkan penyebaran suara tidak merata dan timbul cacat akustik didalamnya. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif-kuantitatif. Studi dilakukan dengan menganalisis data kuantitatif untuk mengetahui penyebaran suara serta waktu dengung di dalam ruangan sehingga dapat memunculkan rekomendasi desain yang sesuai sebagai upaya mengoptimalisasikan kualitas akustik ruang Masjid Jami Al-Azhar Jakapermai. Hasil penelitian menunjukkan penyebaran suara yang tidak merata serta beberapa fenomena akustik yang terjadi di dalam ruang shalat masjid diakibatkan bentuk geometri ruang dan material penyelubung ruangnya.
EVALUASI INTERIOR POS PAUD PADA BANGUNAN BALAI RW DI KOTA MALANG Ririh Dyah Prabandiani; Rinawati Puji Handajani
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Balai RW merupakan bangunan fasilitas umum yang berfungsi untuk menampung berbagai kegiatan warga dalam satu RW. Berbagai kegiatan yang ditampung dalam satu tempat ini menyebabkan adanya fasilitas yang digunakan bersama seperti kamar mandi, gudang, dan berbagai macam perabot. Bangunan fasilitas umum seperti Balai RW tidak secara khusus dirancang untuk fungsi PAUD. Pada pelaksanaannya, 104 dari 157 Pos PAUD yang ada di Kota Malang menempati Balai RW. Alih fungsi bangunan dari Balai RW ke Pos PAUD ini perlu ditinjau, apakah bangunan fasilitas umum merupakan bangunan yang memenuhi standar yang telah ada khususnya pada aspek interior yang menjadi tempat berlangsungnya kegiatan belajar mengajar untuk anak. Pada penelitian ini peneliti mengkaji apakah interior Pos PAUD yang menggunakan Balai RW sebagai tempat penyelenggaraannya telah sesuai untuk anak usia dini. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan strategi penelitian observasi. Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa unit amatan yang kurang memenuhi standar seperti layout ruang, toilet, pencahayaan dan penghawaan, serta perabot. Penggunaan Balai RW untuk penyelenggaraan Pos PAUD di Kota Malang masih memiliki beberapa kekurangan dikarenakan bangunan tersebut merupakan bangunan multifungsi yang bukan dikhususkan untuk anak.  
Persepsi Msyarakat Terhadap Keamanan Aloon-Aloon Kota Madiun Salma Yusra Nandia; Subhan Ramdlani
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Taman selain menjadi wadah bagi aktivitas rekreasi dan relaksasi masyarakat, juga berperan untuk memastikan keamanan dan keselamatan publik (Frey, 1999). Keterlibatan masyarakat dengan memberikan umpan balik mengenai aloon-aloon Kota Madiun digunakan untuk mengukur kepuasan pengguna, khususnya persepsi terhadap keamanan taman. Kejahatan pada taman publik sesungguhnya dapat diantisipasi melalui desain lingkungan dengan pendekatan Crime Prevention Through Environmental Design (CPTED). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi masyarakat terhadap keamanan aloon-aloon Kota Madiun. Penelitian dilakukan menggunakan metode campuran kualitatif-kuantitatif. Kuesioner berisi pertanyaan multiple rating scale digunakan untuk mengukur persepsi pengunjung terhadap implementasi komponen CPTED. Wawancara tak terstruktur digunakan untuk mendalami persepsi pengunjung. Komponen yang dinilai meliputi: pencahayaan, garis pandang, kontrol akses, rambu dan informasi, dan pemeliharaan dan pengelolaan. Analisis data menggunakan analisis deskriptif dan mean score. Teknik sampling menggunakan purposive sampling. Kriteria responden yaitu minimal berusia 17 tahun. Berdasarkan hasil analisis, implementasi komponen CPTED telah diupayakan terlibat dalam pengembangan taman aloon-aloon. Namun pelaksanaannya belum sepenuhnya berhasil. Perlu adanya penyesuaian pada komponen-komponen CPTED di aloon-aloon.
Penilaian Estetika Fasad Bangunan Pertokoan dengan Pendekatan Computational Aesthetic dan Visual Connection (Objek Studi: Penggal Jalan MERR Surabaya) Kristya Dewani; Indyah Martiningrum
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 9, No 4 (2021)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Akibat pembangunan jalan MERR IIC Gunung Anyar menembus wilayah permukiman, fasad bangunan sekitar jalan menunjukkan adanya kompleksitas dari fasad permukiman sebelumnya yang sporadik. Dibutuhkan upaya pengembangan kawasan ke arah yang lebih baik sekaligus menjaga kontinuitas kawasan. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk menunjang tujuan tersebut adalah dengan melakukan penelitian mengenai estetika fasad bangunan. Penelitian ini menggunakan metode visual connection untuk mengetahui kecenderungan fasad kawasan, dan IAM untuk mengetahui kualitas fasad dari segi bentuk formal fasad dalam kawasan. Penggunaan kedua metode tersebut bertujuan untuk melihat image fasad dalam kawasan, juga menilai bagaimana kualitas visualnya. Hasil penelitian menunjukkan masih belum adanya keterpaduan antar fasad bangunan secara keseluruhan maupun dalam fungsi bangunan tertetntu. Dari visual connection, fasad antar bangunan tidak memiliki ciri khas yang kuat, sedangkan dalam penilaian IAM menunjukkan fasad kawasan cukup estetis dari segi bentuk formalnya karena memiliki bentuk sederhana meski nilai OM antar bangunan cukup beragam. Hasil dari visual connection maupun IAM tidak terkait secara langsung karena masih terbatasnya aplikasi IAM yang digunakan saat ini.
Planning and Development Strategy of Pancer Door Beach Tourism Area in Pacitan City Irfan Maulana Ashgaf; Lisa Dwi Wulandari
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pacitan is a city nicknamed as "Paradise of Java" which has natural and abundant cultural wealth. Tourism is the mainstay of regional income. One of the beaches close to the city as the main destination is Pancer Door Beach. This area stretches wide but the condition of it doesn’t attract tourists because the diversity of potential both naturals, artificial and cultural are not optimal. This is a reference for researchers in knowing what are the potential of the Pancer Door Beach Tourism Area is that can be used as an important point in developing the area. This study uses qualitative research methods with SWOT analysis. The SWOT contains of the research identification which are then analysed in terms of strengths, opportunities, weaknesses and threats. From the SWOT analysis, a SWOT matrix appears. The SWOT matrix becomes the basis for finding a grand strategy. The grand strategy in this study is a combination between strong and weak potentials of the area for rapid and to overcome the slowdown in planning and development of Pancer Door Beach Tourism Area. Phenomena, interviews, research objects, and regulations as well as theoretical studies are the basis of developing the area on a micro-architectural scale. Keywords: 4A Tourism, Development, Planning, Potential 
Kualitas Akustik Ruang pada Masjid dengan Dinding Roster (Studi Kasus: Masjid Al-Ikhlas) Intan Yuntia Ismah Zain; Andika Citraningrum
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masjid merupakan tempat beribadah bagi umat Islam yang membutuhkan kualitas akustik yang nyaman. Masjid Al-Ikhlas, Sidoarjo, merupakan masjid berdinding roster. Lubang-lubang pada roster menyebabkan kebisingan dari luar ruangan masuk ke dalam ruang sholat.  Penelitian ini menggunakan tiga metode yaitu deskriptif, kuantitatif dengan menghitung waktu dengung menggunakan rumus Sabine, dan eksperimental dengan simulasi digital menggunakan software EASE 4.4. Variabel bebasnya adalah material pelingkup interior dan presentase jumlah lubang roster. Variabel terikatnya adalah tingkat kebisingan latar belakang, tingkat tekanan bunyi, dan waktu dengung. Hasil pengukuran menunjukkan nilai kebisingan latar belakang di dalam dan luar ruangan yang masih melebihi standar. Tingkat tekanan bunyi sudah meratan, tapi cacat akustik masih terjadi di beberapa tempat. Waktu dengung masih jauh di bawah standar, baik dengan perhitungan manual maupun simulasi. Oleh karena itu diperlukan modifikasi untuk menangani permasalahan tersebut dengan menambahkan noise barrier pada lubang roster, menambah dan merubah posisi speaker, mengganti material pelingkup interior, dan menutup 50% lubang roster.
Penilaian Daya Tarik Visual Elemen Arsitektur Ruang Publik Komersial berdasarkan Persepsi Masyarakat. Studi Kasus : Kumulo Creative Compound, BSD City Annisa Putri Fudali; Herry Santosa
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bumi Serpong Damai (BSD City) Tangerang Selatan merupakan salah satu kota mandiri di wilayah Jabodetabek yang memiliki daya tarik citra kota. Pengembang BSD City menyediakan Ruang publik komersial yang turut bertanggungjawab terhadap citra kota. Salah satu produknya adalah The Breeze BSD City lifestyle center yang merupakan pusat perbelanjaan dengan konsep semi terbuka dan memiliki sub fasilitas pendukung Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berupa creative compound. Kumulo creative compound hadir sebagai ruang publik komersial dengan konsep prefabrikasi toko-toko kecil (micro-shop) yang dikhususkan untuk tenant UMKM . Daya tarik visual Kumulo didukung adanya fenomena swafoto oleh pengunjung yang menandakan masyarakat semakin sadar akan estetika visual yang ada di lingkungan sekitarnya. Penelitian ini merupakan penilaian daya tarik visual pada elemen arsitektur ruang publik komersial berdasarkan persepsi masyarakat pada Kumulo creative compound yang dilakukan dengan metode kuantitatif. Pengambilan data menggunakan kuesioner dengan menilai daya tarik visual elemen arsitektur pada kawasan luar dan eksterior beberapa sampel micro-shop. Data di analisis menggunakan SPSS untuk dicari mean-scorenya. Variabel Bentuk Bangunan mendapatkan mean-score tertinggi secara keseluruhan sedangkan Variabel Pintu Masuk mendapatkan meanscore terendah secara keseluruhan. Hasil dari penelitian dapat dipertimbangkan untuk perancangan ruang publik komersial selanjutnya.

Page 99 of 150 | Total Record : 1492