cover
Contact Name
Dinia R Dwijayanti,
Contact Email
biotropika@gmail.com
Phone
+62341-575841
Journal Mail Official
biotropika@gmail.com
Editorial Address
Departemen Biologi FMIPA UB, Jalan Veteran, 65145, Malang, Jawa Timur
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Biotropika
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 23027282     EISSN : 25498703     DOI : 10.21776/ub.biotropika.
Biotropika: Journal of Tropical Biology invites research articles, short communication, and reviews describing new findings/phenomena of biological sciences in tropical regions, specifically in the following subjects, but not limited to biotechnology, biodiversity, microbiology, botany, zoology, biosystematics, ecology, and environmental sciences.
Arjuna Subject : -
Articles 20 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 3 (2015)" : 20 Documents clear
Modulasi Sel T CD4+ dan CD8+ pada Spleen Ayam Arab Putih (Gallus turcicus) dengan Ransum yang Mengandung Daun Pepaya (Carica papaya L.) Febrianty, Herminah; Djati, Muhammad Sasmito
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 3, No 3 (2015)
Publisher : Biotropika: Journal of Tropical Biology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.323 KB)

Abstract

ABSTRAK Usaha peternakan ayam arab (Gallus turcicus) saat ini telah berkembang pesat di Indonesia. Ayam ini memiliki berbagai macam keunggulan, salah satunya adalah produktivitas telur yang tinggi. Penggunaaan feed additive merupakan kebutuhan yang hampir tidak terpisahkan dalam pemeliharaan ayam yang umumnya berguna sebagai Antibiotic Growth Promote (AGP). Konsumsi ransum dengan feed additive sintetis dapat menyebabkan residu antibiotik di dalam hasil produksi seperti telur dan daging, karena proses ekskresi yang tidak sempurna. Daun pepaya (Carica papaya L.) yang memiliki senyawa flavonoid dan alkaloid untuk memodulasi aktivitas sistem imun. Tujuan percobaan ini untuk mengetahui pengaruh pemberian daun pepaya dalam ransum terhadap modulasi jumlah sel T CD4+ dan CD8+ pada spleen ayam arab putih. Metode penelitian diantaranya pembuatan ransum kontrol (0 %), dosis 1 (6 %) dan dosis 2 (12 %) dari daun pepaya, dengan bahan lain yaitu jagung, bekatul dan konsentrat. Pembedahan dilakukan setelah perlakuan selama 2 bulan. Sel limfosit diisolasi dari spleen dan diinkubasi dengan antibodi rat-anti-CD4+PE dan rat-anti-CD8+FITC dengan pengenceran PBS (1:100 μl), masing-masing sebanyak 50 μl, kemudian dilakukan running pada flowcytometer, selanjutnya dilakukan analisis jumlah relatif sel limfosit T CD4+ dan CD8+ menggunakan SPSS 16 for Windows dengan α=0,05. Hasil menunjukkan bahwa pemberian pakan dengan tambahan daun pepaya secara signfikan dapat memodulasi jumlah relatif sel limfosit, terutama pada sel T CD4+. Perlakuan dengan kemampuan paling baik dalam meningkatkan jumlah relatif sel T CD4+ secara signifikan adalah ransum daun pepaya 6 % yakni sebesar 2,39 %, sedangkan perlakuan kontrol sebesar 0,58 % dan dosis 12 % sebesar 0,50 %. Sedangkan jumlah relatif CD8+ memiliki nilai yang tidak berbeda nyata dari semua perlakuan. Sehingga dapat dibuktikan bahwa daun pepaya mampu berperan sebagai imunomodulator dalam sistem imunitas ayam arab. Kata kunci : ayam  arab, CD4+, CD8+, daun  pepaya
The Effect of Dexamethasone Treatment to Humoral Immunity in BALB/C Mice Models Ardiana, Ovi
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 3, No 3 (2015)
Publisher : Biotropika: Journal of Tropical Biology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.655 KB)

Abstract

ABSTRACT Glucocorticoids (GCs) are a class of steroid hormones which regulate a variety of essential biological functions. The profound anti-inflammatory and immunosuppressive activity of synthetic GCs, combined with their power to induce lymphocyte apoptosis place them among the most commonly prescribed drugs worldwide. Endogenous GCs also exert a wide range of immunomodulatory activities, including the control of T cell homeostasis. Dexamethasone is kind of glucocorticoid which is used to control some deseases. The purpose of this experiment is to know the effect of dexamethasone on B220. There are three different doses of treatments applied: 0.0 mg/kg BW (control), 0.5 mg/kg BW, and 10 mg/kg BW.  Each treatment uses 6 mice (2 weeks old) with intraperitoneal injection. The treated mice were observed for 7 days and spleen cells were isolated for flow cytometric immunophenotyping . The data were analyzed by BD CellQuest and tested using One-way ANOVA (p<0,05) then Tukey’s test with SPSS 16.0 for Windows program. The result of this experiment showed that the dose of 0.5 mg/kg BW did not decrease B220 cell number significantly, but the dose of 10 mg/kg BW did. Keyword : B220, Dexamethasone, Glucocorticoids
Keberhasilan Hidup Beberapa Tumbuhan Riparian Lokal yang Ditanam di antara Biomassa Kangkung yang Tumbuh Terapung di Kolam Fitoremediasi Mufarida, Lailatul; Arisoesilaningsih, Endang
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 3, No 3 (2015)
Publisher : Biotropika: Journal of Tropical Biology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (545.902 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui keberhasilan hidup dan pertumbuhan beberapa tumbuhan riparian lokal yang ditanam terapung di antara biomassa Ipomoea aquatica Forsk. (kangkung). Eksperimen semu ini menggunakan tumbuhan riparian lokal Acorus calamus L. (dlingo), Coix lacryma-jobi L. (Jagung jali), Colocasia esculenta (L.) Schott (Talas), Cyperus alternifolius L. (Bintang air), Fimbristylis globulosa (Retz.) Kunth. (Mendong), Hedychium coronarium J. Koenig. (Gandasuli), Ipomoea crassicaulis (Benth.) B. L. Rob. (Kangkungan), Limnocharis flava L. (Genjer), Monochoria vaginalis (Burm. f.) C. Presl ex Kunth. (Eceng padi). Sembilan spesies ditanam di antara biomassa I. aquatica, masing-masing sebanyak sepuluh individu secara monokultur di kolam fitoremediasi air irigasi. Keberhasilan hidup ditunjukkan oleh pertumbuhan tunas dan anakan. Pertumbuhan tunas dan anakan diamati satu bulan sekali. Analisis data menggunakan Ms. Excel, PAST dan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua tanaman riparian berhasil hidup sebagai tanaman terapung di antara biomassa I. aquatica, namun F. globulosa, A. calamus dan L. flava merupakan spesies yang mampu membentuk tunas dan anakan. Sebaliknya keterbatasan pertumbuhan tunas dan anakan diamati pada H. coronarium dan C. alternatifolius. Sedangkan keberhasilan hidup C. lacryma-jobi, I. crassicaulis, M. vaginalis dan C. esculenta termasuk kelompok sedang. Kata Kunci: Biomassa kangkung,  keberhasilan hidup, terapung, tumbuhan riparian lokal
ATTRACTION OF ARTHROPODS IN REFUGIA BLOCKS (Ageratum conyzoides L., Capsicum frustecens L., and Tagetes erecta L.) WITH THE APPLICATION OF LIQUID ORGANIC FERTILIZER AND BIOPESTICIDE IN APPLE CROPS IN PONCOKUSUMO Muhibah, Tria Irma; Leksono, Amin Setyo
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 3, No 3 (2015)
Publisher : Biotropika: Journal of Tropical Biology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.998 KB)

Abstract

The objective of this research was to know the community structure of arthropods and to know visiting patterns of arthropods in refugia blocks. The method used in this research was Visual Encounter in fruiting season and flowering season. The observation was held four times in each season and four times a day. The observation was held on the refugia blocks that were applied a liquid organic fertilizer and biopesticide (POCB) and Control. Measurement of abiotic factors was done including temperature, humidity and light intensity. The result was analyzed using important value (INP) and Shannon-Wienner Index (HI). Overall the total abundance of arthropods was 32 family in flowering season and 33 family in fruiting season. All of the refugia blocks were dominated by family Muscidae in flowering season and dominated by family Apidae in fruiting season. The Diversity of arthropods in flowering season and fruiting season is quite high with the value was ranged from 3 to 4. Arthropods visiting patterns on the refugia block showed an increase in the abundance of arthropods in period 2 that was during 9:00 to 10:30 am.   Key word : Arthropods, Biopesticide, Flowering Season, Fruiting Season, Liquid Organic Fertilizer, Refugia Blocks, Visual Encounter
ANALISIS KADAR LUTEINIZING HORMONE (LH) PADA SERUM SAPI FRIESIAN HOLSTEIN POST PARTUM DENGAN PENAMBAHAN SELENIUM DAN VITAMIN E Prasetiani, Ririn Dwi; Rahayu, Sri; Soewondo, Aris
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 3, No 3 (2015)
Publisher : Biotropika: Journal of Tropical Biology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.791 KB)

Abstract

ANALISIS KADAR LUTEINIZING HORMONE (LH) PADA SERUM SAPI FRIESIAN HOLSTEIN POST PARTUM DENGAN PENAMBAHAN SELENIUM DAN VITAMIN E   Ririn Dwi Prasetiani1), Sri Rahayu2), Aris Soewondo3) 1),2),3) Laboratorium Biomolekuler dan Seluler, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Brawijaya, Malang 65145, Jawa Timur, Indonesia. E-mail: ririndwi68@yahoo.com ABSTRAK Sapi Friesian Holstein (FH) merupakan bangsa sapi yang memiliki produksi susu tertinggi dibandingkan bangsa-bangsa sapi perah lainnya. Banyak peternak yang menginginkan peningkatan produktifitas sapinya dengan asumsi setiap 1 ekor sapi setidaknya melahirkan 1 ekor anak sapi setiap tahun. Namun banyak masalah yang ditimbulkan pada sapi postpartum, salah satunya akibat peningkatan radikal bebas pada tubuh sapi postpartum, sehingga asumsi tersebut tidak terpenuhi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian selenium dan vitamin E secara intramuskular terhadap kadar Luteinizing Hormone (LH) serum sapi FH postpartum. Hewan coba yang digunakan adalah 6 ekor sapi bunting 7 bulan yang dibagi menjadi 2 kelompok, masing-masing 3 ekor untuk kelompok kontrol (P0/ tidak diinjeksi selenium dan vitamin E) dan perlakuan (P1/di injeksi sodium selenite 1,5 mg/ml + vitamin E 50 mg/ml). Injeksi dilakukan 5 kali yaitu saat sapi bunting 7 bulan, 8 bulan, saat 2 minggu sebelum melahirkan, 7 hari dan 14 hari setelah melahirkan. Pengambilan serum untuk pengujian kadar LH dilakukan dua kali dari masing-masing hewan coba, yaitu pada 25 hari dan 45 hari postpartum. Pemeriksaan kadar LH dilakukan dengan teknik ELISA (Enzyme-Linked Immunosorbent Assay). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian sodium selenite 1,5 mg/ml + vitamin E 50 mg/ml cenderung menyebabkan peningkatan LH serum sapi FH pada 25 dan 45 hari postpartum.   Kata kunci: LH, sapi FH, selenium, vitamin E ABSTRACT Holstein Friesian dairy cows (FH) is a group of cows that have the highest milk production compared to other dairy cattle groups. Many farmers want to increase the productivity of the cow with the assumption that every one cow give birth to at least 1 cow each year. But many problems caused in postpartum cows, one of which is due to the increase of free radicals in the postpartum cows body, so the assumptions are not met. This study was conducted to analyze the effect of selenium and vitamin E intramuscularly in LH levels serum of dairy cow FH postpartum. There are 6 cows divided into two groups, 3 cows for each group. First group is control (P0) which no administration of sodium selenite and vitamin E, and second group is treatment (P1) that intramuscularly injected of sodium selenite 1.5 mg/ml + vitamin E 50 mg/ml). Injection of selenium and vitamin E conducted 5 times when 7 months, 8 months cows gestation, two weeks before calving, seven days after calving and 14 days after calving. Serum sampling for testing levels of LH take in 25 days and 45 days postpartum on each cows. The level of LH was conducted by ELISA (Enzyme-Linked Immunosorbent Assay). The results showed that administration of sodium selenite 1.5 mg/ml + vitamin E 50 mg/ml causes increased LH levels serum that taken 25 days, 45 days postpartum.   Keywords: dairy cow FH, LH, selenium, vitamin E
Struktur Embrio Porang (Amorphophallus muelleri Blume) dari Berbagai Variasi Ukuran Biji Dewi, Dita Fitriana Kusuma; Azriyaningsih, Rodliyati; Indriyani, Serafinah
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 3, No 3 (2015)
Publisher : Biotropika: Journal of Tropical Biology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (405.706 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui posisi dan penyebaran embrio pada berbagai ukuran biji porang, mengetahui pengaruh ukuran (kriteria) biji terhadap ukuran embrio, dan mengetahui ukuran biji yang paling baik sebagai bibit porang. Metode yang dilakukan meliputi, pengambilan sampel biji porang dari tongkol yang berasal dari lapang (Desa Rejosari Kecamatan Bantur) berumur 32 minggu, pengukuran berat biji porang, pengamatan anatomi embrio biji porang, pengukuran panjang dan lebar embrio porang, dan analisis data. Biji porang diklasifikasikan menjadi tiga kriteria, yakni besar (0,2 < x ≤ 0,3 g), sedang (0,1 < x ≤ 0,2 g), dan kecil (0,01 < x ≤ 0,1 g). Hasil penelitian menunjukkan bahwa embrio porang pada berbagai ukuran biji berada pada posisi atau bagian proksimal dari biji porang, bukan pada bagian distal dari biji porang. Uji ANOVA yang dilakukan menunjukkan bahwa ukuran biji tidak menunjukkan adanya pengaruh terhadap ukuran embrio (panjang x lebar). Biji berukuran besar mempunyai rata-rata panjang embrio tertinggi, yakni sebesar 1,0±0,8 mm sedangkan biji berukuran sedang mempunyai rata-rata lebar embrio tertinggi, yakni sebesar 0,7±0,4 mm. Biji poliembrio menunjukkan persentase sebesar 17,65±1,64 % dengan penyebaran embrio secara mengelompok atau berdekatan antara embrio satu dengan embrio lainnya. Biji berukuran sedang mempunyai potensi viabilitas tertinggi dalam perkecambahan karena menunjukkan biji poliembrio sebesar 38,46±17,55 % dan tidak ada biji yang tidak mengandung embrio (00,00±00,00 %).   Kata kunci: Anatomi, biji porang, embrio, porang
Isolasi dan Uji Antagonis Kapang Tanah terhadap Fusarium Patogen pada Tanaman Tomat (Lycopersicum esculentum Mill.) di Lahan Pertanian Bocek, Jawa Timur Mawardika, Herlinda; Suharjono, Suharjono
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 3, No 3 (2015)
Publisher : Biotropika: Journal of Tropical Biology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.224 KB)

Abstract

ABSTRAK Salah satu kegagalan dalam budidaya tanaman tomat disebabkan oleh penyakit layu Fusarium. Penyakit ini dapat diatasi dengan penggunaan kapang antagonis yang mampu menghambat pertumbuhan kapang patogen. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengisolasi Fusarium patogen dan kapang antagonis, serta mengetahui potensi kapang antagonis untuk menghambat pertumbuhan Fusarium patogen. Tahapan penelitian meliputi isolasi Fusarium patogen dan kapang antagonis, skrining kandidat kapang antagonis, dan uji antagonis dengan metode dual-culture. Data dianalisis ragam satu arah dengan α = 0,05. Dua isolat Fusarium patogen diperoleh dari batang tanaman tomat dan 19 kandidat kapang antagonis berasal dari sampel tanah. Kapang tanah yang berpotensi untuk menghambat pertumbuhan Fusarium yaitu  KT.7, KT.10. dan KT.16. Isolat KT.16 menunjukkan penghambatan tertinggi terhadap isolat FB.1, sedangkan isolat KT.7 menunjukkan penghambatan tertinggi terhadap isolat FB.2, yaitu berturut-turut 59,84 % dan 54,67 %. Kata kunci: antagonis, Fusarium, kapang tanah, tomat ABSTRACT One of the failure in tomato plants cultivation caused by Fusarium wilt disease. This disease can be overcome using antagonist mold which able to inhibit pathogenic Fusarium.  The purpose of this research were to isolation pathogenic Fusarium and antagonist mold and determine potency of antagonist mold to inhibit growth of pathogenic Fusarium. The research consist of isolation of pathogenic Fusarium and antagonist mold, screening of antagonis molds candidate, and antagonist test using dual-culture method. Data was analyzed One-way ANOVA at a significant level of α = 0.05. Two pathogenic  Fusarium were obtained from tomato plant stems and 19 candidate of antagonis molds were obtained from soil sample. Potential soil molds to inhibit growth of pathogenic Fusarium were isolates KT.7. KT.10, and KT.16. Isolate KT.16 showed the highest inhibition against isolate FB.1, whereas isolate KT.7 against isolate FB.2, 59.84 % and 54.67 % respectively. Key words: antagonist, Fusarium, soil molds, tomato
STUDI PENGARUH HIPERTIROIDISME TERHADAP SIKLUS ESTRUS DAN GAMBARAN HISTOLOGI OVARIUM PADA TIKUS BETINA (Rattus norvegicus) Riestanti, Shinta Dwi; W.M, Agung Pramana; Soewondo, Aris
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 3, No 3 (2015)
Publisher : Biotropika: Journal of Tropical Biology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.376 KB)

Abstract

Hipertiroidisme merupakan salah satu penyakit yang disebabkan oleh jumlah hormon tiroid yang disekresikan oleh kelenjar tiroid terlalu tinggi. Hipertiroidisme banyak terjadi pada wanita sebab selama proses kehamilan, janin yang sedang berkembang membutuhkan asupan yodium (iodin) yang lebih. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh induksi Natrium iodin sebagai penyebab Hipertiroidisme pada siklus estrus tikus betina (Rattus norvegicus) beserta gambaran histologi ovarium tikus betina (Rattus norvegicus). Metode yang dilakukan yaitu dengan melakukan induksi secara berlebih Natrium Iodin (NaI) yang menyebabkan Hipertirodisme kemudian dilakukan pengamatan siklus estrus dan pengamatan secara histologis melalui gambaran histologi ovarium. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh Hipertiroidisme pada tikus betina menyebabkan siklus estrus tikus betina menjadi tidak normal dan berpengaruh terhadap fase estrus sedangkan gambaran histologis ovarium pewarnaan Hematoxylin-eosin menunjukkan tidak ada perbedaan antara tikus kontrol dengan tikus hipertiroid.   Kata kunci :  Hipertiroidisme, siklus estrus, ovarium.
Pengaruh Jarak Tanam Terhadap Pertumbuhan Porang (Amorphophallus muelleri Blume.) Pada Fase Pertumbuhan Kedua anturida, zulfa; Azriyaningsih, Rodliyati
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 3, No 3 (2015)
Publisher : Biotropika: Journal of Tropical Biology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.127 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jarak tanam terhadap viabilitas umbi dan pertumbuhan tanaman porang pada fase pertumbuhan kedua. Sampel penelitian adalah biji porang yang berumur 85 hst yang ditanam di lahan porang Desa Rejosari, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang dengan ketinggian 400 mdpl dengan suhu 27-32oC. Sampel biji tersebut ditanam dengan perlakuan jarak tanam 40x40 cm², 60x60 cm², dan 80x80 cm. Kemudian pada fase pertumbuhan kedua, pertumbuhan tanaman yang diamati adalah tinggi petiolus, lebar tajuk, diameter umbi, berat umbi, dan tebal umbi. Penelitian ini dirancang dengan menggunakan RAL. Pengukuran dilakukan setiap minggu untuk viabilitas umbi, setiap dua minggu untuk tinggi petiolus dan lebar tajuk, sedangkan berat, diameter dan tebal umbi dilakukan setelah tanaman rebah. Analisis data menggunakan uji ANOVA yang dilanjutkan dengan uji Tukey dan uji T (α= 0,05). Hasil analisis menunjukkan bahwa tinggi tanaman, lebar tajuk, berat umbi, diameter umbi, dan tebal umbi pada ketiga perlakuan jarak tanam  berbeda nyata pada semua  perlakuan, tetapi pada perlakuan jarak tanam 60x60 cm² memiliki hasil yang paling tinggi dibandingkan dengan perlakuan jarak tanam yang lain. Kata kunci: Amorphophallus, iles-iles, jarak tanam, pertumbuhan, viabilitas
Uji Kualitatif dan Kuantitatif Isolat Bakteri Lipolitik dari Limbah Cair Pabrik Pengolahan Ikan Kecamatan Muncar, Banyuwangi Bestari, Niken Candra; Suharjono, Suharjono
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 3, No 3 (2015)
Publisher : Biotropika: Journal of Tropical Biology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (557.886 KB)

Abstract

Banyaknya industri pengolahan ikan di Muncar, Banyuwangi, menghasilkan limbah cair yang mengandung minyak ikan. Bakteri lipolitik yang hidup dalam limbah cair tersebut dapat menghidrolisis lipid menjadi asam lemak dan gliserol dengan memproduksi lipase. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan isolat bakteri lipolitik yang unggul dari limbah cair pabrik ikan. Isolasi bakteri menggunakan media mineral sederhana, uji kualitatif enzim berdasarkan diameter zona bening menggunakan substrat minyak zaitun 5 % ditambah metil merah 0,01 %. Data diameter zona bening pada hari ke-7 inkubasi dianalisis menggunakan One-Way ANOVA dengan taraf signifikansi 95%. Aktivitas lipase dari 4 isolat dengan diameter zona bening tertinggi diuji secara kuantitatif dengan metode titrimetri menggunakan NaOH 0,03 N. Diameter zona bening isolat 1me, 3ma, 3mb, dan 3mc secara berurutan adalah 4,08±0,21 mm; 3,94±0,03 mm; 3,99±3,15 mm; dan 4,02±0,15 mm. Aktivitas lipase optimum isolat 1me,  3ma, 3mb, dan 3mc secara berurutan sebesar 3,52 U/ml (jam ke-24); 3,98 U/ml (jam ke-30);  3,74 U/ml (jam ke-34), dan 4,05 U/ml (jam ke-34).

Page 1 of 2 | Total Record : 20