cover
Contact Name
Dinia R Dwijayanti,
Contact Email
biotropika@gmail.com
Phone
+62341-575841
Journal Mail Official
biotropika@gmail.com
Editorial Address
Departemen Biologi FMIPA UB, Jalan Veteran, 65145, Malang, Jawa Timur
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Biotropika
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 23027282     EISSN : 25498703     DOI : 10.21776/ub.biotropika.
Biotropika: Journal of Tropical Biology invites research articles, short communication, and reviews describing new findings/phenomena of biological sciences in tropical regions, specifically in the following subjects, but not limited to biotechnology, biodiversity, microbiology, botany, zoology, biosystematics, ecology, and environmental sciences.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 1 (2020)" : 8 Documents clear
Isolasi, Karakterisasi, dan Aktivitas Antibakteri BAL Indigenous dari Sarang Lebah Trigona spp. Asal Kabupaten Sumbawa Baso Manguntungi; Arlinda Puspita Sari; Riri Rimbun Anggih Chaidir; Izzul Islam; Leggina Rezzy Vanggy; Naning Sufiyanti; Muhammad Fajri Al-Fateeh; Ulfa Febiana Whatin; Intan Dwi Pratiwi; Widya Dwi Kusuma
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.biotropika.2020.008.01.03

Abstract

Trigona spp. atau stingless bee merupakan jenis lebah yang banyak ditemukan di daerah tropis. Madu dan propolis yang dihasilkan oleh jenis lebah ini mengandung bakteri asam laktat (BAL) yang dapat dijadikan sebagai kandidat probiotik. Berdasarkan hal tersebut maka BAL tersebut juga diduga dapat ditemukan pada sarangnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan isolasi dan karakterisasi BAL dari sarang lebah Trigona spp., serta melakukan pengujian aktivitas antibakteri terhadap bakteri uji Salmonella thypi dan Staphylococcus aureus. Bakteri asam laktat diisolasi dari sarang lebah Trigona spp. pada media MRSA. Seleksi BAL dilakukan dengan uji pewarnaan Gram dan uji katalase. Delapan isolat BAL telah berhasil diisolasi dari sarang lebah Trigona spp.. Kedelapan isolat tersebut kemudian dikulturkan dan dilakukan ekstraksi metabolit sekunder. Hasil ekstraksi diujikan pada bakteri S. thypi dan S. aureus menggunakan metode difusi sumur. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa kedelapan isolat memiliki perbedaan efektivitas penghambatan bakteri uji. Isolat SRG 1 lebih efektif menghambat pertumbuhan bakteri S. thypi dengan ukuran zona bening terbesar 1,3± 0,471 mm. Sedangkan isolat SRG 19 efektif menghambat pertumbuhan bakteri S. aureus dengan ukuran zona bening terbesar 5,3 ± 0,471 mm.
Nilai Ekologi (Ecological Value) Hiu Hasil Tangkapan Nelayan di PPN Brondong Lamongan Jawa Timur Nourma Yulita; Djoni Eko Susiono
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.biotropika.2020.008.01.04

Abstract

Perairan Indonesia adalah perairan tropis yang memiliki sumberdaya ikan beraneka ragam jenisnya, diantaranya adalah hiu, Keberadaan hiu di perairan laut juga memiliki nilai fungsi ekologi sebagai kantung biomassa yang cukup besar mengingat massa hewan ini yang besar pula. Metode yang digunakan adalah Pengambilan dan pengukuran  sampel, Pengambilan sampel ikan hiu dilakukan setiap hari selama 3 bulan di PPN Brondong. Semua jenis ikan hiu di data kemudian di ambil 50-100 sampel untuk diukur parameter panjang dan lebar tubuh. Selanjutnya masing masing sampel ditimbang untuk mendapatkan berat basah (Kg), setelah di ukur sampel ikan dikeringkan secara alami untuk mendapatkan berat kering nya. Hasil dari penelitian ini didapatkan ada 29 jenis hiu dan nilai tertinggi ekologi pada jenis Sphyrna Lewini.
Sebaran Jenis Tumbuhan Mangrove Di Teluk Buo Bungus Padang Indonesia Rizki Rizki; Irma Leilani
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.biotropika.2020.008.01.01

Abstract

Hutan mangrove memiliki tipe dan jenis vegetasi yang berbeda sesuai dengan kondisi zonasi yang berhubungan dengan faktor fisika-kimia lingkungan, di antara faktor yang menyebabkan perbedaan vegetasi tersebut adalah jenis tanah dan pasang surut air laut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana sebaran tumbuhan mangrove berdasarkan tekstur tanah dan kondisi pasang surut yang terdapat di hutan mangrove Teluk Buo Bungus Padang. Penelitian ini dilakukan dengan pembuatan dua transek penelitian yang tegak lurus dari zona depan tumbuhan mangrove sampai ke zona transisi. Ukuran plot 10x10 meter dibuat tegak lurus mengikuti transek yang telah dibuat. Selanjutnya identifikasi jenis dilakukan pada semua tumbuhan yang ditemukan pada masing-masing plot baik dalam bentuk pohon, pohon muda (sapling), anakan pohon (seedling) dan tumbuhan penutup tanah. Untuk menentukan tinggi pasang dan surut air laut digunakan pancang yang telah dibalut dengan kertas krep sedangkan untuk analisis tekstur tanah dilakukan pengambilan sampel tanah di lakuan pada setiap plot masing-masing plot diambil tiga titik. Hasil penelitian diketahui bahwa sebaran tumbuhan terbanyak ditemukan pada tanah lempung berpasir yaitu delapan jenis, pada 21 plot penelitian. Sebaran tumbuhan terkecil terdapat pada tekstur tanah liat, hanya dua jenis yang mampu hidup pada tekstur tanah ini yaitu Rhizophora apiculata dan Sonneratia caseolaris
Pengaruh Pemberian Komposit Kitosan Asap Cair terhadap Pertumbuhan Cabai Rawit Merah Capsicum frutescens Linn. Sasi Gendro Sari; Evie Selvia; Chatimatun Nisa; Ahmad Budi Junaidi
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.biotropika.2020.008.01.02

Abstract

Pemanfaatan kitosan asap cair dalam meningkatkan pertumbuhan cabai rawit merah Capsicum frutescens penting dipelajari karena kebutuhan cabai rawit merah meningkat setiap tahunnya namun tidak disertai dengan peningkatan produktifitas yang seimbang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis kitosan asap cair yang paling optimal dalam mendukung pertumbuhan cabai rawit merah. Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial menggunakan empat ulangan dengan pemberian dosis kitosan asap cair sebesar 5, 7,5, 10, 12,5 dan 15% digunakan dalam penelitian. Parameter yang diamati adalah rasio C/N tanah, tinggi tanaman, jumlah daun, berat kering tanaman. Sebelum ditanam selama delapan minggu, biji cabai direndam dalam larutan akuades dan kitosan asap cair. Hasil menunjukkan bahwa penggunaan dosis kitosan asap cair sebesar 7,5% dan 10% menunjukkan pertumbuhan yang paling optimal berdasarkan tinggi tanaman, jumlah daun, berat kering tanaman dibandingkan dosis lainnya.
Identifikasi Makrofauna dan Pemetaan Gua Dopaam Pulau Enggano, Provinsi Bengkulu Dhanang puspita; Andi Setyo Wibowo; Sigit Eko Prasetyo
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.biotropika.2020.008.01.06

Abstract

Pulau Enggano adalah salah satu pulau terluar di Indonesia. Di pulau ini banyak terdapat gua-gua alam yang belum di ekplorasi. Salah satu gua alam adalah Gua Dopaam yang saat ini dimanfaatkan sebagai sumber air bersih oleh masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk memetakan gua dan mengidentifikasi makro fauna gua. Metode penelitian dilakukan dengan survey gua, pemetaan gua, dan identifikasi makrofauna secara insitu dengan obsevasi dan dokumentasi, secara eksitu dengan cara studi komparasi dengan data sekunder. Hasil penelitian, gua Dopaam memiliki panjang ± 2.220 m dan terdapat 6 spesies fauna gua yakni kelelawar (Emballonura cf. semicaudata), jangkrik (Rhaphidophora oophaga), udang (Macrobrachium bariense), laba-laba (Charon grayi), kepiting (Varuna litterata), ular sanca batik (Malayapyton reticulatus). Gua Dopaan berfungsi sebagai habitat makrofauna, menjaga ketersediaan air bersih, dan kedepannya bisa dimanfaatkan sebagai potensi wisata minat kusus
Etnobotani Pemanfaatan Pisang Lokal (Musa spp.) di Desa Srigonco, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang Naila Izzatul Mukhoyyaroh; Luchman Hakim
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.biotropika.2020.008.01.07

Abstract

Desa Srigonco, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang mempunyai keanekaragam kultivar pisang yang tinggi. Lokasinya yang strategis di Jalur Lintas Selatan (JLS) memberikan peluang untuk memperkenalkan keanekaragaman pisang sebagai salah satu daya tarik wisata pantai Malang Selatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kultivar pisang lokal (Musa spp.) dan menganalisis pemanfaatan pisang lokal (Musa spp.) setempat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu observasi dan wawancara semi tersruktur. Analisis data kualitatif disajikan dalam bentuk deskriptif dan data kuantitatif dianalisis dengan perhitungan Relative Frequency of Citation (RFC). Kultivar pisang yang ditanam dan dimanfaatkan di Desa Srigonco terdiri dari 9 kultivar yaitu Pisang Kepok, Pisang Raja, Pisang Candi, Pisang Susu, Pisang Barlin, Pisang Ambon, Pisang Raja Nangka, Pisang Raja Awak, dan Pisang Raja Molo. Bagian dari tanaman pisang yang dapat dimanfaatkan yaitu buah, daun, jantung pisang dan pelepah pisang. Tanaman pisang yang dimanfaatkan oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari mencakup aspek pangan, adat, perdagangan, perabot dapur, kosmetik, dan pakan ternak. Kultivar pisang yang memiliki nilai RFC tertinggi yaitu pisang kepok sebesar 0,8, sedangkan nilai RFC terendah yaitu pisang raja molo sebesar 0,1.
Study of High Nature Value Farmland (HNVf) in Rehabilitation Area, Block Donglo, Meru Betiri National Park Agung Sih Kurnianto; Hari Purnomo; Nilasari Dewi
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.biotropika.2020.008.01.08

Abstract

This study aims to quantitatively analyze the agricultural commodities in the rehabilitation area and their relationship qualitatively in an understanding of biodiversity conservation. The research was held in the Rehabilitation area, Donglo Block, Wonoasri resort, Meru Betiri National Park (-8.41158, 113.67849). Vegetation analysis was held by using a circle method with (r=17.1 m) for trees and 5 square method (1x1 m) for ground cover. We applied the point count method (r=20 m) in this study to observe diurnal birds. Mammal observations were held on each land with an area of 500 m2 by an observer. The observations showed that Jackfruit  Arthocarpus heterophyllus (highest INP = 81.46) provided perch for insectivorous birds: Sooty-headed Bulbul, Black-winged Flycatcher-shrike, and Collared Kingfisher. The average circumference of trees reaches 73 cm and height reaches 8.4 m. Peje Pueraria javanica is a ground cover plant that dominates among other commodities in the Donglo (INP=58.73). Wild boar Sus scrofa and long-tailed monkeys Macaca fascicularis appear in groups (5-20 individuals) as pests. Six of the 9 bird species identified as insectivores. White-bellied Sea-eagle has a role as a carnivore. Only a species has granivore roles.
Kultur Kalus Tanaman Obat Physalis angulata L. (Ciplukan) Retno Mastuti; Wahyu Widoretno; Nunung Harijati
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.biotropika.2020.008.01.05

Abstract

Ciplukan (Physalis angulata L.) merupakan anggota famili Solanaceae yang telah lama dimanfaatkan sebagai tanaman obat. Penyediaan tanaman obat yang umumnya tumbuh liar dan belum banyak dibudidayakan ini telah diupayakan melalui propagasi tanaman secara in vitro. Kultur kalus banyak dilaporkan berpotensi sebagai alternatif sumber metabolit sekunder termasuk yang berkhasit obat. Penelitian ini bertujuan untuk optimasi inisiasi dan pemeliharaan kultur kalus P. angulata menggunakan eksplan kotiledon dan hipokotil kecambah in vitro. Kalus diinduksi pada medium MS ditambah Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) BAP 0,5 dan 2 mg/l yang masing-masing dikombinasikan dengan 2,4-D 1, 2, dan 4 mg/l dan IAA 0,05 , 0,5 dan 1,0 mg/l. Secara umum kedua eksplan kotiledon maupun hipokotil menunjukkan respon proliferasi yang baik terhadap kombinasi ZPT yang diujikan. Jenis eksplan tidak berpengaruh nyata pada kemampuan pembentukan kalus pada semua (100%) bagian jaringan eksplan dan berat basah (BB) kalus primer maupun sekunder. Berat basah kalus primer maupun sekunder lebih dipengaruhi oleh kombinasi ZPT. Subkultur kalus primer pada medium pemeliharaan dengan kombinasi BAP (0,5 dan 1 mg/l) + IAA / 2,4-D 0,2 mg/l tidak hanya menghasilkan kalus sekunder tetapi juga menghasilkan tunas dan akar. Kombinasi BAP 2 mg/l + 2,4-D (1, 2 dan 4 mg/l) dapat mempertahankan pertumbuhan kalus sekunder tanpa mengalami organogenesis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kultur kalus dapat dihasilkan secara optimal baik dengan eksplan hipokotil maupun kotiledon in vitro pada medium induksi dan pemeliharaan yang sama yaitu MS + BAP 2 mg/l + 2,4-D (1, 2 dan 4 mg/l).

Page 1 of 1 | Total Record : 8