cover
Contact Name
Dinia R Dwijayanti,
Contact Email
biotropika@gmail.com
Phone
+62341-575841
Journal Mail Official
biotropika@gmail.com
Editorial Address
Departemen Biologi FMIPA UB, Jalan Veteran, 65145, Malang, Jawa Timur
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Biotropika
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 23027282     EISSN : 25498703     DOI : 10.21776/ub.biotropika.
Biotropika: Journal of Tropical Biology invites research articles, short communication, and reviews describing new findings/phenomena of biological sciences in tropical regions, specifically in the following subjects, but not limited to biotechnology, biodiversity, microbiology, botany, zoology, biosystematics, ecology, and environmental sciences.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 2 (2020)" : 8 Documents clear
Etnobotani Tanaman Pangan dari Hutan dan Pekarangan Rumah pada Masyarakat di Pemukiman Kondang Merak, Malang Selatan Aya Shofiyah; Luchman Hakim
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.biotropika.2020.008.02.05

Abstract

Tanaman pangan yang tumbuh di hutan dan pekarangan rumah masyarakat merupakan sumberdaya penting dalam program ketahanan pangan masyarakat pesisir yang hidup di sekitar hutan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui spesies tanaman pangan yang dimanfaatkan masyarakat Kondang Merak baik yang diperoleh dari hutan maupun pekarangan rumah, dan mengetahui persepsi masyarakat terhadap pemanfaatan pekarangan rumah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei dan wawancara semi tersruktur. Analisis data kualitatif disajikan dalam bentuk deskriptif dan data kuantitatif dianalisis menggunakan Skala Likert. Dari hasil penelitian ditemukan 17 spesies (15 famili) tanaman pangan dari hutan Kondang Merak dan 20 spesies (17 famili) dalam dari pekarangan rumah. Tanaman pangan dalam penelitian ini dikategorikan dalam bahan pangan tambahan, yaitu umbi-umbian, sayuran, buah-buahan, bumbu dan aroma masakan, serta bahan minuman. Tanaman penghasil buah-buahan merupakan kelompok dengan persentase pemanfaatan tertinggi (37,5%), diikuti dengan sayuran dan lalapan (25%), bumbu dan aroma masakan (25%), bahan minuman (10,4%), dan persentase paling rendah yaitu umbi-umbian (2,1%). Cara pengolahan yang paling sering dilakukan adalah dengan cara dikonsumsi secara langsung. Masyarakat Kondang Merak telah mengetahui tentang pekarangan rumah (Skala Likert 4,09). Masyarakat cukup setuju (Skala Likert 2,64) terkait pemanfaatan pekarangan rumah dapat bernilai ekonomi dan estetik. Masyarakat cukup setuju (Skala Likert 3,27) terhadap cara pengolahan pekarangan rumah seperti di kebun. Kondisi pekarangan rumah masyarakat cukup terawat (Skala Likert 2,75).
Pengaruh Protein CSN1S2 dari Susu dan Yogurt Kambing Peranakan Ethawah Terhadap Komposisi Mikrobiota pada Feses Tikus RA-CFA Adhya Dava Aligarh Yahya; Eko Suyanto; Fatchiyah Fatchiyah
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.biotropika.2020.008.02.06

Abstract

Rheumatoid arthritis (RA) merupakan salah satu penyakit autoimun yang menyebabkan inflamasi pada jaringan sinovial. Prevalensi RA semakin meningkat setiap tahunnya dan berpotensi menghambat produktivitas. Komposisi mikrobiota merupakan salah satu faktor lingkungan yang mempengaruhi perkembangan penyakit RA. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengamati efek pemberian protein CSN1S2 susu dan yogurt peranakan Ethawah terhadap komposisi mikrobiota pada usus tikus rheumatoid arthritis yang diinduksi Complete Freund’s Adjuvant (CFA). Tikus dibagi menjadi dua model yakni kontrol dan RA yang masing – masing diberi perlakukan protein CSN1S2 susu dan yogurt. Feses yang diperoleh lalu dianalisis total koloni bakteri, isolasi bakteri, karakterisasi, perhitungan indeks Simpson, isolasi DNA bakteri dan amplifikasi gen 16S sRNA. Hasil menunjukkan bahwa pemberian protein CSN1S2 pada model hewan mempengaruhi komposisi bakteri dengan peningkatan jumlah koloni bakteri pada kelompok RAM dan RAY. Pada perlakuan kontrol dan RA didominasi oleh kelompok bakteri Lactobacillus berdasarkan analisis gen 16S rRNA. Kelompok Lactobacillus lebih banyak ditemukan pada perlakuan kontrol dibandingkan RA. Lactobacillus berperan dalam mempengaruhi perkembangan penyakit RA, serta mampu menghambat bakteri patogen dari golongan Clostridium dan Enterococcus, ini bergantung pada tingkat spesies bakteri tersebut.
Macrozoobenthos Diversities in Ciwulan River, Tasikmalaya Regency, West Java Muhammad Ridwan; Diana Hernawati; Popo Musthofa Kamil
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.biotropika.2020.008.02.04

Abstract

Ciwulan River is one of the longest rivers in Tasikmalaya Regency with a diversity of macrozoobenthos as one of the biota contained therein. The purpose of this study was to describe the diversity of macrozoobenthos in The Ciwulan River, Tasikmalaya Regency. This research is important because macrozoobenthos is a component in determining river bioindicators. The method used in this study is exploratory with a purposive sampling technique. Sampling of macrozoobenthos is done using a surber net and measurement of environmental indicators is done in situ at the observation station. Samples of macrozoobenthos were taken from three different stations including upstream Station I (Salawu), middle part II (Sukaraja), and downstream Station III (Cikalong). Data collection was carried out in November 2019-April 2020 in the Ciwulan River, Tasikmalaya Regency. Analysis of the observed data was then calculated relative abundance, cumulative abundance, diversity index, uniformity index, and dominance index. The results showed that the macrozoobenthos were found to have 24 species with 476 individuals/m2 belonging to the gastropod class as many as 21 species with 433 individual/m2, bivalve class two species with 37 individuals/m2 and crustacean class one species with six individuals/m2. Macrozoobenthos that are commonly found are Tarebia granifera Lamarck, 1822 totaling 222 individuals/m2. The highest relative abundance was found in Station I with the Tarebia granifera Lamarck species, 1822 which was 0.65%. and the lowest relative abundance was found in Station II with the species Lymnaea (Radix) rubiginosa Michelin, 1831 and Gyraulus convexiusculus Hutton, 1849 by 0.006%. Cumulative abundance values range from 54-350 individuals/m2. Diversity index values range from 1.02-1.67 with the category of moderate diversity. Uniformity index values ranged from 0.58 to 0.73 with a high category. The dominance index value ranges from 0.33 to 0.47 with the low category. Overall based on environmental parameters and ecological index measurements, the Ciwulan River is classified as not yet polluted and the conditions are suitable for macrozoobenthos life and have a moderate diversity of categories with relatively stable environmental conditions
Studi Keanekaragaman Diatom Epilitik serta Potensinya sebagai Bioindikator Kualitas Perairan Sungai di Coban Tarzan Kabupaten Malang Bayu Agung Prahardika; Widi Muhammad Lutsfi Dwi Styawan
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.biotropika.2020.008.02.07

Abstract

Air selalu menjadi kebutuhan penting dalam memenuhi segala aspek kehidupan bagi semua makhluk hidup. Keberadaan sumber daya perairan harus didukung dengan kuantitas yang tercukupi serta kualitas yang baik. Salah satu sumber daya perairan yang sering dimanfaatkan oleh makhluk hidup adalah sungai, terutama aliran sungai yang berasal dari air terjun (coban). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui keanekaragaman jenis diatom epilitik serta potensinya sebagai organisme indikator penentu kualitas perairan sungai di Coban Tarzan Kabupaten Malang. Pengambilan sampel diatom epilitik dilakukan dengan metode terpilih (purposive sampling) pada tiga stasiun di perairan sungai Coban Tarzan. Sampel diatom epilitik diambil dari substrat batuan yang terendam air dan tidak lebih dari kedalaman 20 cm. Parameter yang diamati dan diukur antara lain Kepadatan (K), Indeks Keanekaragaman Shannon Wiener (H’), Indeks Dominansi Simpson (C) dan Indeks Tropik Diatom Epilitik. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa kepadatan total diatom epilitik yang ditemukan di Coban Tarzan selama penelitian adalah 152.669 ind/cm2, yang terdiri delapan genus (Amphora, Cocconeis, Cymbella, Fragilaria, Gomphonema, Navicula, Nitzschia dan Rhoicosphenia). Sementara itu nilai H’ diatom epilitik di sungai Coban Tarzan menunjukkan tingkat keanekaragaman yang sedang (H’=1,52), sedangkan untuk nilai C menunjukkan tidak ada spesies diatom epilitik yang mendominasi di perairan tersebut (C=0,25). Hasil indeks tropik diatom epilitik menunjukkan perairan sungai Coban Tarzan tergolong memiliki kualitas perairan dengan kategori sedang (mesotrofik).
Analisis Pola Pertumbuhan dan Pendekatan DNA Barcoding untuk Identifikasi Turbo stenogyrus P. Fischer, 1873 (Mollusca: Gastropoda) Dandi Saleky; Simon P.O Leatemia; Thomas F. Pattiasina; Isma Isma; Rosa D. Pangaribuan; Marius A. Welliken; Edy H.P. Melmambessy; Muhammad Dailami
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.biotropika.2020.008.02.03

Abstract

Pengelolaan dan pelestarian keanekaragaman hayati berawal dari pengetahuan tentang ketersediaan sumberdaya, identifikasi, dan sistematika spesies. Banyaknya spesies Turbinidae dengan berbagai bentuk morfologi dan transformasi bentuk menjadikan identifikasi dengan gen COI sangat penting dalam mempercepat pengungkapan identitas spesies. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan menganalisis pola pertumbuhan dan mengidentifikasi gastopoda Turbinidae dengan pendekatan DNA barcode. Hasil identifikasi berdasarkan karakter morfologi menunjukkan bahwa genus Turbo yang diamati adalah dari spesies Turbo stenogyrus. Analisis pola pertumbuhan menunjukkan bahwa pola pertumbuhan T. stenogyrus adalah allometrik negatif. Amplifikasi DNA dengan gen COI menghasilkan panjang sekuen DNA 650 bp dengan hasil identifikasi sesuai dengan pengamatan morfologi yaitu Turbo stenogyrus. Berdasarkan analisis filogenetik dan jarak genetik, sekuen DNA yang dianalisis membentuk clade yang sama dengan spesies Turbo stenogyrus dengan jarak genetik terdekat 4,2%. Analisis genetik melalui gen COI sangat baik dan memberi kemudahan dalam identifikasi spesies gastropoda
Pertumbuhan Jenis Invasif Acacia decurrens Willd. dan Pengaruh Naungannya Terhadap Tanaman Restorasi Ramli Ramadhan; Harsanto Mursyid; Dwi Tyaningsih Adriyanti; Joko Triwanto; Nugroho Triwaskitho
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.biotropika.2020.008.02.02

Abstract

Erupsi Gunung Merapi pada akhir tahun 2010 telah mengakibatkan kerusakan ekosistem terutama di wilayah Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM). TNGM melakukan restorasi pasca letusan dengan membuat demonstrasi plot (demplot) restorasi menggunakan jenis tanaman puspa (Schima wallichii), salam (Syzygium polyanthum), dan gayam (Inocarpus edulis) sebagai tanaman inti restorasi. Di saat yang sama, jenis asing Acacia deccurens yang muncul sejak erupsi tahun 2006 mendominasi dan merubah struktur serta komposisi jenis yang ada di kawasan pasca erupsi tahun 2010. Keberadaan A. decurrens yang melimpah dalam demplot diperkirakan mengganggu pertumbuhan tanaman inti restorasi terutama dari penutupan tajuknya. Penelitian ini bertujuan mengetahui karakteristik pertumbuhan riap pohon A. decurrens pasca erupsi dan pengaruh naungan tajuk A. decurrens terhadap laju pertumbuhan tanaman restorasi. Demplot dalam penelitian ini menggunakan Rancangan Blok Tidak Lengkap (Incomplete Block Design) dengan total sembilan blok dan masing-masing blok terdiri tiga plot tanaman berbeda, sedang jarak tanam dibuat 4 m x 5 m. Data yang diambil ialah diameter A. decurrens pada berbagai kriteria diameter untuk memperoleh riap pertumbuhan. Data lain yang diukur adalah tinggi dan diameter tanaman restorasipada kondisi ternaung >60% dan tidak ternaung <60%. Data yang diperoleh dianalisis R-statistik menggunakan Wilcoxon-paired test untuk mengetahui pengaruh naungan A. decurrens terhadap pertumbuhan tanaman restorasi. Hasil pengukuran dan analisis menunjukkan bahwa riap rata-rata diameter A. decurrens di dalam demplot sebesar 1,66 cm/tahun. Pada kelas diameter pohon <3,00 cm dan >10,00 cm mengalami perubahan yang cepat dibanding kelas diameter yang lain. Analisis wilcoxon-paired test menunjukkan bahwa tanaman gayam pada pertumbuhan tinggi dan diameter dipengaruhi oleh kondisi naungan. Jenis puspa pertambahan tinggi tidak dipengaruhi oleh kondisi naungan, sedangkan pada pertambahan diameter kondisi naungan memiliki pengaruh. Jenis salam pada kondisi naungan >60% maupun <60% tidak berpengaruh terhadap pertambahan tinggi maupun diameter jenis salam
Pengaruh Gangguan pada Zona Riparian Terhadap Jasa layanan Ekositem Hulu Sungai Brantas Hamdani Dwi Prasetyo; Ari Hayati
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.biotropika.2020.008.02.08

Abstract

Zona riparian memberikan jasa layanan ekosistem dalam mengendalikan pencemaran. Peran vegetasi riparian berperan dalam proses regulasi nutrisi. Kualitas habitat riparian sangat bergantung pada gangguan yang terjadi pada zona riparian. Untuk menentukan kemampuan jasa layanan ekosistem hulu Sungai Brantas berdasarkan kualitas air sungai dan tingkat gangguan habitat. Penentuan kualitas air meliputi pengukuran parameter suhu air, derajat keasaman air (pH), konduktivitas air, oksigen terlarut, debit air, dan kecepatan arus air pada 3 stasiun dengan 3 kali ulangan pada hulu Sungai Brantas. Hasil penentuan kualitas air dianalisis menggunakan indeks Prati. Penentuan tingkat gangguan habitat dianalisis menggunakan indeks naturalness dan indeks hemeroby. Hasil penentuan kualitas air stasiun kedua hulu sungai masuk dalam kategori sangat baik dibandingkan stasiun pertama dan ketiga. Hasil penentuan tingkat gangguan habitat berdasarkan indeks naturalness, stasiun hulu sungai kedua masuk dalam kategori alami karena masih terdapat vegetasi lokal dan keberadaan bangunan tidak dominan serta pencemaran sedikit. Berdasarkan derajat Hemeroby, stasiun hulu sungai pertama dan ketiga masuk dalam kategori euhemerobic yang mana jauh dari kondisi alami, dan stasiun kedua berada ada kondisi mesohemerobic yang merupakan kondisi yang semi alami. Dengan demikian, kualitas stasiun hulu sungai kedua lebih baik dibandingkan dengan stasiun hulu sungai pertama dan kedua.
Virtual Inhibition Analysis of Bioactive Compound Brazilin (Caesalpinia sappan L.) Toward Progesterone Receptor or Lonaprisan in Breast Cancer Proliferation Ayu Puspitaning Dewi Harnis; Nur A.H.M. Hasan; Yuni K. Janah; Chaidila A. Tsamara; Fatchiyah Fatchiyah
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.biotropika.2020.008.02.01

Abstract

Breast cancer is one of the leading causes of death worldwide. The pathway of breast cancer in KEGG shows that the most effective pathway is through the progesterone receptor (PR). Brazilin is a bioactive compound of secang (Caesalpinia sappan L.) used to inhibit breast cancer through survivin and Bcl-2 pathway but the interaction with PR route is unknown. This research was conducted to determine the virtual interaction between brazilin and PR and its comparison with lonaprisan, so the potential of breast cancer drugs that can overcome through three targets at once with minimal side effects is expected to be known. There are five docking interactions, including the interaction of PR-progesterone, PR-brazilin, PR-brazilin-progesterone, PR-lonaprisan, and PR-lonaprisan-progesterone. Protein and ligand preparation was performed by using Discovery Studio Client 2019 and PyRx 0.8, molecular docking was performed by using Hex 8.0.0 and visualization used Discovery Studio Client 2019. Virtual interaction results shows that lonaprisan has the most stable bond (lowest binding energy), -333.8kJ/mol but when progesterone was docked afterwards the result shows the opposite. Brazilin has a more stable bond compared to lonaprisan with a difference of 2.1kJ/mol and supported by hydrophobic bonds also capable of changing the position of progesterone in binding to PR so that it is estimated that brazilin has the potential as SPRMs, an alternative breast cancer drug to replace lonaprisan. Herbal medicine with brazilin can be estimated to fight breast cancer through 3 targets at once (survivin, Bcl-2, PR).

Page 1 of 1 | Total Record : 8