Articles
Produk Lipase Kapang Lipolitik pada Limbah Ampas Kelapa
Suyanto, Eko;
Soetarto, Endang Sutariningsih;
Cahyanto, Muhammad Nur
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 1, No 1: Maret 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Lipase memiliki manfaat penting di bidang industri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan kapang lipolitik yang mampu tumbuh dan menghasilkan aktivitas lipase tinggi pada limbah ampas kelapa menggunakan metode solid state fermentation. Isolat kapang uji dipurifikasi kemudian dilakukan skrining dan seleksi kapang lipolitik dan dilanjutkan dengan produksi lipase menggunakan substrat ampas kelapa yang sebelumnya diukur kandungan biokimia. Hasil menunjukkan bahwa 8 isolat kapang lipolitik mampu tumbuh baik pada substrat ampas kelapa yang ditunjukkan dengan adanya sporulasi dan perubahan pH medium selama reaksi. Diantara kapang lipolitik tersebut, isolat kapang KLC-333 diketahui menghasilkan aktivitas hidrolisis lipase terbesar yaitu 13,33 U/ml dan volume produksi 46 ml. Biosintesis dan peningkatan produksi lipase dipengaruhi oleh kandungan nutrien di dalam substrat ampas kelapa.
Produk Lipase Kapang Lipolitik pada Limbah Ampas Kelapa
Suyanto, Eko;
Soetarto, Endang Sutariningsih;
Cahyanto, Muhammad Nur
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 1, No 1: Maret 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23917/bioeksperimen.v1i1.311
Lipase memiliki manfaat penting di bidang industri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan kapang lipolitik yang mampu tumbuh dan menghasilkan aktivitas lipase tinggi pada limbah ampas kelapa menggunakan metode solid state fermentation. Isolat kapang uji dipurifikasi kemudian dilakukan skrining dan seleksi kapang lipolitik dan dilanjutkan dengan produksi lipase menggunakan substrat ampas kelapa yang sebelumnya diukur kandungan biokimia. Hasil menunjukkan bahwa 8 isolat kapang lipolitik mampu tumbuh baik pada substrat ampas kelapa yang ditunjukkan dengan adanya sporulasi dan perubahan pH medium selama reaksi. Diantara kapang lipolitik tersebut, isolat kapang KLC-333 diketahui menghasilkan aktivitas hidrolisis lipase terbesar yaitu 13,33 U/ml dan volume produksi 46 ml. Biosintesis dan peningkatan produksi lipase dipengaruhi oleh kandungan nutrien di dalam substrat ampas kelapa.
Predominant Bacterial Diversity in Rheumatoid Arthritis Rat After Treated with Caprine CSN1S2 Protein
Suyanto, Eko;
Fatchiyah, Fatchiyah
Journal of Tropical Life Science Vol 11, No 2 (2021)
Publisher : Journal of Tropical Life Science
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.11594/jtls.11.02.01
Introduction: Rheumatoid arthritis (RA) is an autoimmune and systemic inflammatory disease influenced by microbial abnormalities (dysbiosis) in the intestinal that affect changes in metabolism and immune system disorders. This study aimed to investigate the predominant intestinal microbiota in complete Freund’s Adjuvant-induced rheumatoid arthritis rats after treated with caprine milk CSN1S2 protein through fecal analysis based on PCR-DGGE and to construct the phylogenetic tree of bacteria as the evolutionary relationship. Method: The experimental animals were divided into 6 groups with 2 types of rat model, namely control rat (C group, CM group, and CY group) and RA rat (RA group, RAM group, and RAY group). Predominant cultivable microbiota was obtained by direct culture and analyzed using PCR-DGGE with some specific primers. The DNA sequences were analyzed and aligned using bioinformatics software to construct the phylogenetic tree. Results: We found that Lactobacillus group significantly increased in the control rat model and the predominant intestinal bacteria in RA rats were Enterococcus group (Enterococcus faecium and Enterococcus faecalis). Conclusions: The caprine milk CSN1S2 protein influences the composition of microbiota in RA rats with the emergence of predominant bacteria that are considered species of the Bacillus group, closely related to Bacillus coagulans, which can be promoted the growth of B. coagulans to suppress pathogenic bacteria in the development of RA disease.
Pengaruh Protein CSN1S2 dari Susu dan Yogurt Kambing Peranakan Ethawah Terhadap Komposisi Mikrobiota pada Feses Tikus RA-CFA
Adhya Dava Aligarh Yahya;
Eko Suyanto;
Fatchiyah Fatchiyah
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : University of Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21776/ub.biotropika.2020.008.02.06
Rheumatoid arthritis (RA) merupakan salah satu penyakit autoimun yang menyebabkan inflamasi pada jaringan sinovial. Prevalensi RA semakin meningkat setiap tahunnya dan berpotensi menghambat produktivitas. Komposisi mikrobiota merupakan salah satu faktor lingkungan yang mempengaruhi perkembangan penyakit RA. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengamati efek pemberian protein CSN1S2 susu dan yogurt peranakan Ethawah terhadap komposisi mikrobiota pada usus tikus rheumatoid arthritis yang diinduksi Complete Freund’s Adjuvant (CFA). Tikus dibagi menjadi dua model yakni kontrol dan RA yang masing – masing diberi perlakukan protein CSN1S2 susu dan yogurt. Feses yang diperoleh lalu dianalisis total koloni bakteri, isolasi bakteri, karakterisasi, perhitungan indeks Simpson, isolasi DNA bakteri dan amplifikasi gen 16S sRNA. Hasil menunjukkan bahwa pemberian protein CSN1S2 pada model hewan mempengaruhi komposisi bakteri dengan peningkatan jumlah koloni bakteri pada kelompok RAM dan RAY. Pada perlakuan kontrol dan RA didominasi oleh kelompok bakteri Lactobacillus berdasarkan analisis gen 16S rRNA. Kelompok Lactobacillus lebih banyak ditemukan pada perlakuan kontrol dibandingkan RA. Lactobacillus berperan dalam mempengaruhi perkembangan penyakit RA, serta mampu menghambat bakteri patogen dari golongan Clostridium dan Enterococcus, ini bergantung pada tingkat spesies bakteri tersebut.
Pengaruh Bioenkapsulasi Artemia salina Terhadap Tingkat Kelangsungan Hidup Benih Ikan Nila (Oreochromis niloticus)
Eko Suyanto;
Yasir Saifur Rahman;
Murwantoko Murwantoko
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : University of Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21776/ub.biotropika.2019.007.02.5
Permintaan ikan nila (Oreochromis niloticus) semakin meningkat dari tahun ke tahun namun terkendala dalam ketersediaan benih karena tingginya resiko serangan penyakit streptococcosis yang menurunkan kelangsungan hidup (sintasan) benih. Tujuan penelitian ini adalah adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian pakan bioenkapsulasi Artemia salina dengan Spirulina platensis terhadap sintasan benih ikan nila yang telah diinjeksi bakteri Streptococcus sp. dalam upaya mencegah penyakit streptococcosis. Bioenkapsulasi dilakukan dengan cara kultur A. salina diberi pakan tepung S. platensis ukuran 37 mikron selama 5 jam lalu dipanen dan disimpan pada suhu 4oC. Bioenkapsulan dianalisis proksimat meliputi kadar air, kadar protein total, kadar lemak, kadar abu, kadar serat kasar dan kadar karbohidrat sedangkan analisis kadar asam lemak dianalisis menggunakan Gas chromatography. Perlakuan pakan benih ikan nila yaitu bioenkapsulan dan pellet ikan dengan perbandingan variasi 25%:75% (BASP1), 50%:50% (BASP2), 75%:25% (BASP3), 100%:0% (BASP4) dan 0%:100% (K) lalu diuji tantang dengan bakteri Streptococcus sp konsentrasi 106 CFU/mL secara rendaman. Pakan bioenkapsulasi A. salina dengan S. platensis memberikan pengaruh terhadap tingkat kelangsungan hidup benih ikan nila. Peningkatan kelangsungan hidup terbaik diperoleh pada hari ke-7 sebesar 26,7%. Pemberian pakan bioenkapsulan dengan konsentrasi 50-75% cukup efektif diberikan hingga hari ke-14 untuk meningkatkan sintasan benih ikan nila dalam usaha pencegahan penyakit streptococcosis. Semakin tinggi konsentrasi pakan bioenkapsulan akan meningkatkan resiko kematian benih ikan nila.
Oral Administration of The Hypercholesterol Rat Feed Formula to Making The Animal Dyslipidemia Model on Sprague Dawley Rats
Fatchiyah Fatchiyah;
Eko Suyanto;
Rista Nikmatu Rohmah;
Lidwina Faraline Triprisila;
Hazna Noor Meidinna;
Dewi Ratih Tirto Sari;
Iva Himmatul Aliyah
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : University of Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21776/ub.biotropika.2021.009.02.08
The aim of this study was to make animal dyslipidemia models in Sprague Dawley strains induced by a high fat goat diet formula as hypercholesterol feed for two months. The experimental animal used in this study was 30 male rats (Rattus norvegicus strain Sprague Dawley) with an age of 2-3 months with an average body weight of 150g. Animal models are divided into two groups consisting of a control group without additional diet and dyslipidemia group given food consumption goat hypercholesterolemia with high-fat diet formula orally every day for two months. Physiological characteristics of dyslipidemia SD rats had higher body weight, increased food consumption and fecal weight, and decreased water intake and urine volume than the control group. Total cholesterol, triglyceride, and LDL-cholesterol levels increased, while HDL-cholesterol levels did not change in the dyslipidemia rats group compared to the control group. The conclusion of this study indicated that the hypercholesterol diet formula with a high composition of goat fat was successfully induced the SD rats to become dyslipidemia model rat with specific hypercholerol characteristics.
Predominant Bacterial Diversity in Rheumatoid Arthritis Rat After Treated with Caprine CSN1S2 Protein
Eko Suyanto;
Fatchiyah Fatchiyah
Journal of Tropical Life Science Vol. 11 No. 2 (2021)
Publisher : Journal of Tropical Life Science
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.11594/jtls.11.02.01
Introduction: Rheumatoid arthritis (RA) is an autoimmune and systemic inflammatory disease influenced by microbial abnormalities (dysbiosis) in the intestinal that affect changes in metabolism and immune system disorders. This study aimed to investigate the predominant intestinal microbiota in complete Freund’s Adjuvant-induced rheumatoid arthritis rats after treated with caprine milk CSN1S2 protein through fecal analysis based on PCR-DGGE and to construct the phylogenetic tree of bacteria as the evolutionary relationship. Method: The experimental animals were divided into 6 groups with 2 types of rat model, namely control rat (C group, CM group, and CY group) and RA rat (RA group, RAM group, and RAY group). Predominant cultivable microbiota was obtained by direct culture and analyzed using PCR-DGGE with some specific primers. The DNA sequences were analyzed and aligned using bioinformatics software to construct the phylogenetic tree. Results: We found that Lactobacillus group significantly increased in the control rat model and the predominant intestinal bacteria in RA rats were Enterococcus group (Enterococcus faecium and Enterococcus faecalis). Conclusions: The caprine milk CSN1S2 protein influences the composition of microbiota in RA rats with the emergence of predominant bacteria that are considered species of the Bacillus group, closely related to Bacillus coagulans, which can be promoted the growth of B. coagulans to suppress pathogenic bacteria in the development of RA disease.
Pemberdayaan Kelompok Ibu PKK Desa dalam Penyuluhan Menu Nutrisi Sehat Berbasis Produk Lokal di Desa Karangwidoro, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang
Fatchiyah Fatchiyah;
Eko Suyanto;
Ernanin Dyah Wijayanti;
Yeni Avidhatul Husnah
TRI DHARMA MANDIRI: Diseminasi dan Hilirisasi Riset kepada Masyarakat (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol 2, No 2 (2022)
Publisher : JTRIDHARMA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21776/ub.jtridharma.2022.002.02.70
Berdasarkan hasil penelitian riset kesehatan dasar, konsumsi pangan masyarakat Indonesia saat ini sebagian besar belum sesuai nutrisi sehat dan seimbang khususnya konsumsi sayuran dan buah-buahan. Hal ini menimbulkan kurangnya implementasi konsumsi pangan sehat masyarakat desa. Penyuluhan dan edukasi menu nutrisi sehat berbasis produk lokal menjadi penting dilakukan untuk mendukung Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) serta pemanfaatan pangan lokal yang bernutrisi sehat. Salah satu desa dengan potensi sumber daya lokal yang melimpah sebagai produk lokal pangan nutrisi sehat adalah Desa Karangwidoro, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang. Kegiatan penyuluhan ini merupakan upaya pemenuhan program pengabdian kepada masyarakat DPP/SPP Departemen Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Brawijaya Tahun 2022 untuk memberikan edukasi bagi masyarakat khususnya ibu-ibu PKK sebagai penggerak pertama dalam keluarga. Metode pelaksanaan dilakukan dengan 5 tahap yaitu kerangka pemecahan masalah; diskusi; sosialisasi penyuluhan; khalayak sasaran yakni perangkat desa, ketua pokja sandang dan kesehatan, ibu-ibu PKK; serta pelaksanaan kegiatan. Bentuk penyuluhan berupa edukasi pangan sehat, praktik menu sehat dan pengolahannya, serta pemaparan materi. Kegiatan penyuluhan dan edukasi menu sehat berjalan sukses dengan ibu-ibu kader PKK desa yang sangat antusias. Hasil kegiatan pre-test menunjukkan nilai 65–70 sebanyak 33%. Hasil post-test terdapat peningkatan menjadi 91–100 sebanyak 45%. Pendampingan dan pemantauan dilakukan oleh kader PKK kesehatan dan tim pengabdi di masyarakat secara door to door untuk mendukung keberhasilan program.
Pendampingan Penguatan Kompetensi Guru dan Siswa SMA Melalui Pengembangan Inovasi Sains dan Kompetisi Olimpiade Biologi di Kabupaten Sampang, Madura
Eko Suyanto;
Anna Safitri;
Nia Kurnianingsih;
Fatchiyah Fatchiyah
Engagement: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 2 (2020): November 2020
Publisher : Asosiasi Dosen Pengembang Masyarajat (ADPEMAS) Forum Komunikasi Dosen Peneliti
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52166/engagement.v4i2.288
Teachers and students need more knowledge to improve their competence. The educational quality can be improved by varying learning methods and supported by competition. This community service activity aims to strengthen the competence of teachers and students through learning innovation in the Biology subject and to provide learning competition of Biology Olympiad through simulation and training. The community-based research (CBR) method was performed by workshop and training involving 60 participants. As many as 100% of the participants attended the activities. The results indicated that the participants acquired new knowledge and realized their competence skills. Learning innovation and competition were able to improve their knowledge and competence. The participants are eager to apply the methods learned at school. These new competence and skill are expected to improve the quality of education
Enhancing Scientific Argumentation Skills in High School Physics: A Blended Learning Approach with Project-based Instruction
Putri, Indah Ardita;
Suana, Wayan;
Suyanto, Eko;
Hasan, Muhammad Fikri
JIPF (Jurnal Ilmu Pendidikan Fisika) Vol 9, No 2 (2024): May 2024
Publisher : STKIP Singkawang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26737/jipf.v9i2.5267
This empirical investigation delves into the application of blended learning within project-based instruction (project-based blended learning), within the framework of physics education for eleventh-grade students in a high school setting. The primary aim is to unravel the repercussions of this teaching model on the students' proficiency in scientific argumentation, particularly in the domain of optical instruments. Employing the non-equivalent control group design, the study enlists two classes: the experimental and the control group at a senior high school in Bandar Lampung, Indonesia, encompassing a total of 60 students during the academic year 2022/2023. Quantitative evaluation of scientific argumentation skills was conducted through tests, while qualitative insights into student reactions were garnered via an open-ended questionnaire. The findings underscore a noteworthy enhancement in the scientific argumentation abilities of the experimental group (n-gain: 0.69) as opposed to the control group (n-gain: 0.40), with the test of mean differences yielding a significance level (2-tailed) of 0.00. Qualitative scrutiny of the data also brought to light a more pronounced positive reception from students in the experimental cohort, lending support to the potential refinement of the project-based blended learning model for the augmentation of students' scientific argumentation aptitude.