cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmu Kimia Universitas Brawijaya
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 19 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2014)" : 19 Documents clear
STUDI MOLEKUL ODORANT DARI TURUNAN ESTER ASETAT BERDASARKAN KAJIAN IN SILICO DAN IN VITRO Hapsari, Febriyana Rizky; Utomo, Edi Priyo; Ulfa, Siti Mariyah
Jurnal Ilmu Kimia Universitas Brawijaya Vol 1, No 2 (2014)
Publisher : Jurusan Kimia, FMIPA Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (451.347 KB)

Abstract

Hubungan Struktur dan Bau (HSB) suatu molekul telah dipelajari berdasarkan interaksinya dengan reseptor olfaktori tikus (Rattus norvegicus). Penelitian ini dilakukan melalui pendekatan pemodelan (in silico) dan sintesis kandidat molekul beraroma dari molekul patchouli asetat (in vitro). Reseptor yang digunakan adalah protein olfaktori tikus yang diunduh dari Protein Data Bank dengan kode akses 3FIQ. Struktur molekul tiga dimensi odorant dari kelompok senyawa ester asetat rantai lurus, siklis, dan bisiklis diunduh dari National Center for Biotechnology  Information. Struktur molekul ligan dioptimasi dengan perangkat lunak Hyperchem  hingga diperoleh struktur molekul stabil. Setiap ligan didocking pada reseptor olfaktori untuk membentuk kompleks reseptor – ligan menggunakan AutoDock Tools – 1.5.4. Percobaan in vitro dilakukan dengan mensintesis patchouli asetat dari patchouli alkohol, asam asetat anhidrat, dan asam sulfat pekat sebagai katalis. Hasil sintesis dianalisis menggunakan GCMS dan uji organoleptik. Hasil kajian in silico menunjukkan bahwa konstanta dissosiasi (Kd) dari ester asetat semakin kecil dengan bertambahnya jumlah atom karbon, namun aroma yang dihasilkan semakin enak dengan note fruity, sweet dan waxy. Akan tetapi untuk ester asetat rantai siklis dan bisiklis menunjukkan aroma dengan kecenderungan note waxy dan woody. Kandidat molekul beraroma patchouli asetat menunjukkan aroma soft woody dan sineol (eucalyptus), sedangkan patchouli alkohol memiliki aroma hard woody. Semua ester asetat membentuk ikatan van der Walls dengan residu Leu116, interaksi elektrostatik semakin melemah tetapi interaksi hidrofobik semakin meningkat. Kata kunci : Ester asetat, Hubungan Struktur dan Bau, in silico, in vitro
PENENTUAN WAKTU FERMENTASI OPTIMUM PRODUKSI XILANASE DARI Trichoderma viride MENGGUNAKAN SUBSTRAT KULIT APEL DAN KLOBOT JAGUNG DENGAN FERMENTASI SEMI PADAT Febrianti, Nufida Tri; Sutrisno, Sutrisno; Purwonugroho, Danar
Jurnal Ilmu Kimia Universitas Brawijaya Vol 1, No 2 (2014)
Publisher : Jurusan Kimia, FMIPA Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.096 KB)

Abstract

Xilanase dapat diproduksi melalui fermentasi semi padat menggunakan substrat kulit apel dan klobot jagung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui waktu fermentasi dan jenis substrat optimum produksi xilanase dari Trichoderma viride. Waktu fermentasi dan jenis substrat optimum ditentukan dengan cara mengukur aktivitas dan kadar xilanase pada variasi waktu fermentasi dengan substrat kulit apel dan klobot jagung. Aktivitas xilanase ditentukan dengan cara mengukur gula pereduksi yang dihasilkan selama reaksi enzimatis secara spektrofotometri dengan menggunakan reagen DNS, dan kadar xilanase ditentukan secara spektrofotometri menggunakan reagen Biuret. Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu fermentasi optimum produksi xilanase dari Trichoderma viride menggunakan fermentasi semi padat adalah 60 jam dan jenis substrat yang optimum yaitu klobot jagung dengan aktivitas dan kadar protein berturut-turut 20, 875 U dan 14,6 mg/mL. Kata kunci: aktivitas xilanase,  jenis substrat optimum , kadar protein xilanase
PEMBUATAN KITOSAN MAKROPORI MENGGUNAKAN ETHYLENE GLYCOL DIGLYCIDYL ETHER (EGDE) SEBAGAI CROSS-LINKER DAN APLIKASINYA TERHADAP ADSORPSI METHYL ORANGE Siswati, Ika; Sabarudin, Akhmad; Darjito, Darjito
Jurnal Ilmu Kimia Universitas Brawijaya Vol 1, No 2 (2014)
Publisher : Jurusan Kimia, FMIPA Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (449.95 KB)

Abstract

Kitosan makropori (CS-M) dipreparasi menggunakan EGDE sebagai cross-linker dan garam NaCl sebagai porogen. Kemampuan adsorpsi kitosan makropori terhadap zat warna methyl orange dipelajari melalui pengaruh pH dan variasi kitosan : EGDE (CS:EGE). Kemudian kitosan makropori dikarakterisasi menggunakan SEM (Scanning Electron Microscope) dan Spektrofotometer FT-IR. Adsorpsi terbesar dihasilkan pada variasi CS:EGDE 4 g : 240 mg yang dicapai pada pH 7 dengan waktu kontak 180 menit. Hasil karakterisasi dengan SEM memperlihatkan struktur makropori pada CS-M dengan ukuran diameter pori berkisar antara 3-12 µm. Kata kunci: adsorpsi, kitosan, makropori , methyl orange.
PEMBUATAN KITOSAN MAKROPORI MENGGUNAKAN EPICHLOROHYDRIN SEBAGAI CROSS-LINKER DAN APLIKASINYA TERHADAP ADSORPSI METHYL ORANGE Mardila, Vita Tria; Sabarudin, Akhmad; Rumhayati, Barlah
Jurnal Ilmu Kimia Universitas Brawijaya Vol 1, No 2 (2014)
Publisher : Jurusan Kimia, FMIPA Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (658.111 KB)

Abstract

Kitosan makropori dibuat dengan menggunakan garam dapur NaCl sebagai porogen dan epichlorohydrin sebagai cross-linker. Kitosan makropori tersebut digunakan untuk adsorpsi zat warna methyl orange. Faktor yang berpengaruh terhadap adsorpsi methyl orange oleh kitosan makropori yang dikaji pada penelitian ini yaitu pH larutan, waktu kontak, dan komposisi kitosan:epichlorohydrin. Adsorpsi fisik diduga lebih mendominasi proses adsorpsi methyl orange oleh kitosan makropori daripada adsorpsi kimia. Hal ini ditunjukkan oleh pH larutan yang tidak berpengaruh secara signifikan terhadap proses adsorpsi. Kondisi optimum adsorpsi methyl orange dicapai pada pH 7 dengan waktu kontak 60 menit. Perbandingan komposisi kitosan:epichlorohydrin (1:40) menunjukkan komposisi terbaik untuk adsorpsi methyl orange dengan kapasitas adsorpsi sebsesar 8,538 mg/g dan konstanta laju adsorpsi (k) sebesar 0,033 menit-1. Kata kunci: adsorpsi, kitosan makropori, methyl orange.
Penentuan Mannitol secara Amperometri Denyut (PAD) dalam Sistem Alir (FIA) Arumdati, Rara Aulia; Mulyasuryani, Ani; Fardiyah, Qonitah
Jurnal Ilmu Kimia Universitas Brawijaya Vol 1, No 2 (2014)
Publisher : Jurusan Kimia, FMIPA Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (470.926 KB)

Abstract

Mannitol yang bersifat elektroaktif dapat ditentukan secara amperometri. Analisis amperometri didasarkan pada arus difusi terhadap konsentrasi pada potensial dan waktu yang tetap. Oleh karena itu, penelitian ini melakukan optimasi potensial dan waktu penerapan potensial dengan teknik amperometri denyut, yaitu PAD (Pulsed Amperometry Detection) dalam sistem alir. Pada teknik PAD mannitol dioksidasi pada potensial kerja kemudian hasil oksidasi mannitol pada permukaan elektroda dibersihkan dengan potensial pembersih yaitu potensial oksidasi dan potensial reduksi. Dalam sistem alir potensial kerja, potensial oksidasi dan potensial reduksi yang digunakan secara berturut-turut sebesar 0,2V selama 0,7detik, 0,8V selama 0,6 detik, dan -0,8V selama 2,4 detik. Kisaran konsentrasi linier, batas deteksi, sensitifitas, dan linearitas berturut-turut pada teknik PAD sistem alir 1x10-4 M sampai 1x10-2 M, 10 µM, 5040 µA/M, 0,999. Kata kunci : mannitol, Pulse Amperometry Detection, sistem alir (FIA)
PENGARUH PERBANDINGAN MASSA Ca:P TERHADAP SINTESIS HIDROKSIAPATIT TULANG SAPI DENGAN METODE KERING Wathi, Ayu Fahimah Diniyah; Wardhani, Sri; Khunur, Mohammad Misbah
Jurnal Ilmu Kimia Universitas Brawijaya Vol 1, No 2 (2014)
Publisher : Jurusan Kimia, FMIPA Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (539.311 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbandingan massa Ca:P dan temperatur kalsinasi terhadap sintesis biokeramik hidroksiapatit, Ca10(PO4)6(OH)2, dari tulang sapi. Kalsium dan fosfor dalam tulang sapi digunakan sebagai unsur utama pembentuk hidroksiapatit. Sintesis hidroksiapatit dilakukan melalui metode kering, yaitu reaksi antara padatan dengan padatan. Dalam penelitian ini digunakan bahan baku tulang sapi yang telah diabukan dan (NH4)2PO4 sebagai sumber fosfor. Abu tulang sapi dan (NH4)2PO4 dengan variasi perbandingan massa Ca:P sebesar 1:0,065; 1:0,038; dan 1:0,032 diaduk menggunakan magnetic stirrer selama tiga jam. Campuran tersebut dipanaskan dalam furnace selama dua jam pada temperatur 1000 oC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hidroksiapatit yang optimal diperoleh pada perbandingan massa Ca:P sebesar 1:0,065. Hasil karakterisasi dengan XRF menunjukkan bahwa kadar fosfor dalam hidroksiapatit meningkat dari kadar fosfor dalam abu tulang sapi sebesar 0,31%, sedangkan kadar kalsium dalam hidroksiapatit menurun dari kadar kalsium dalam abu tulang sapi sebesar 3,6%. Karakterisasi menggunakan FTIR menunjukkan pita serapan gugus PO43-, gugus OH- bending, dan karbonat. Kata kunci: biomaterial, hidroksiapatit, metode kering, tulang sapi.
Synthesis of Hydroxyapatite Bioceramics (Ca10(PO4)6(OH)2) of the Waste Cow Bone Using Sol-Gel Method Pinangsih, Arum Candra; Wardhani, Sri; Darjito, Darjito
Jurnal Ilmu Kimia Universitas Brawijaya Vol 1, No 2 (2014)
Publisher : Jurusan Kimia, FMIPA Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (365.99 KB)

Abstract

Hydroxyapatite bioceramics have been synthesized from waste cow bone using sol-gel method . The purpose of this study was to determine the effect of concentration HCl for the precursor CaCl2 mass produced and volume of H3PO4 for the synthesized hydroxyapatite. The results of this study, the optimum HCl concentration of the precursor synthesis was 1 M and the optimum volume H3PO4 on the synthesis of hydroxyapatite was 25 mL. Hydroxyapatite characterized by XRD, XRF, FTIR, dan SEM-EDX. XRD showed the presence of 23 peaks that were similar to the peak on hydroxyapatite standard. The highest intensity of peak present at 2q 25.93068, 50.44543, 48.70093, dan 49.0851. XRF demonstrated that the hydroxyapatite main constituent were calcium 80.1 % and phosphorus 14.0 %. wave number  of FTIR at 567,03; 3402,20; dan 1635,5 cm-1 showed the presence of PO43-, OH, and CaO groups on the synthesized hydroxyapatite. SEM EDX indicated size of synthesized hydroxyapatite were 0,52 mm and ratio of Ca:P were 1.04. Key words: bioceramic, hydroxyapatite, precursors, sol-gel
KARAKTERISASI KATALIS Cu/ZnBr2/γ-Al2O¬3 UNTUK HIDROGENASI SITRONELAL Putri, Cicilia Shinta; Iftitah, Elvina Dhiaul; Purwonugroho, Danar
Jurnal Ilmu Kimia Universitas Brawijaya Vol 1, No 2 (2014)
Publisher : Jurusan Kimia, FMIPA Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.325 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan melalui 3 tahap yaitu preparasi katalis Cu/ZnBr2/γ-Al­2O3 10%, karakterisasi katalis menggunakan XRD dan SEM-EDX serta uji aktivitas katalis. Katalis Cu/ZnBr2/γ-Al­2O3 dibuat dengan metode impregnasi Cu(NO3)2.3H2O ke dalam  katalis ZnBr2/γ-Al­2O3 dalam pelarut metanol. Difraktogram XRD menunjukkan adanya 2θ Cu = 440, 500, 740.. Image SEM dan EDX  menunjukkan profil yang medukung spesi aktif Cu dan ZnBr2 telah terembankan dengan baik. Hidrogenasi sitronelal dengan katalis Cu/ZnBr2/γ-Al­2O3 pada temperatur 60 oC selama 5 jam memberikan hasil berupa isopulegol sebesar 2,53%.Kata Kunci: katalis Cu/ZnBr2/γ-Al­2O3,  XRD, SEM-EDX, sitronelal. 
Reaksi Katalitik Terhadap Sitronelal Menggunakan Katalis Cu/ZnBr2/γ-Al2O3 Santiara, Ajeng; Iftitah, Elvina Dhiaul; Purwonugroho, Danar
Jurnal Ilmu Kimia Universitas Brawijaya Vol 1, No 2 (2014)
Publisher : Jurusan Kimia, FMIPA Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (366.348 KB)

Abstract

Telah dilakukan reaksi katalitik terhadap sitronelal menggunakan Cu/ZnBr2/γ-Al­2O3. Penelitian ini meliputi pembuatan katalis Cu/ZnBr2/γ-Al­2O3 dan reaksi katalitik terhadap sitronelal. Katalis Cu/ZnBr2/γ-Al­2O3 dibuat dengan metode impregnasi Cu(NO3)2.3H2O ke dalam  katalis ZnBr2/γ-Al­2O3 dalam pelarut metanol. Reaksi katalitik dilakukan dengan uji aktivitas katalis Cu/ZnBr2/γ-Al­2O3 terhadap sitronelal dengan atmosfer gas N2 dan H2 dengan perbandingan 1:4. Berdasarkan hasil analisis, diketahui bahwa produk yang dihasilkan adalah isopulegol dengan selektivitas 15,90% yang diperoleh pada kondisi temperatur 120oC.   Kata kunci: isopulegol, katalis Cu/ZnBr2/γ-Al­2O3, reaksi katalitik, sitronelal
PENGARUH LAJU ALIR UDARA PADA OZONISASI DALAM OKSIDASI EMAS Widyasari, Elok Nuri; Tjahjanto, Rachmat Triandi; Khunur, Muhammad Misbah
Jurnal Ilmu Kimia Universitas Brawijaya Vol 1, No 2 (2014)
Publisher : Jurusan Kimia, FMIPA Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (330.339 KB)

Abstract

Penelitian tentang oksidasi emas dalam larutan HCl dengan metode ozonisasi bertujuan untuk mengetahui pengaruh laju alir udara pada ozonisasi terhadap proses oksidasi emas. Oksidasi emas dilakukan pada variasi laju alir udara (300-500 mL/menit) dalam larutan HCl 1 M dengan waktu ozonisasi lima jam. Konsentrasi ion emas dianalisis dengan Spektrofotometer Serapan Atom. Nilai konsentrasi rata-rata emas(III) yang diperoleh adalah 36,601 mg/L pada laju alir 300 mL/menit; 35,252 mg/L pada laju alir 400 mL/menit; dan 40,041 mg/L pada laju alir 500 mL/menit. Uji statistik menyatakan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antara konsentrasi emas hasil oksidasi pada variasi laju alir udara. Kata kunci: emas, laju alir, oksidasi, ozonisasi

Page 1 of 2 | Total Record : 19