cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmu Kimia Universitas Brawijaya
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 214 Documents
IDENTIFIKASI POLISIKLIK AROMATIK HIDROKARBON (PAH) PADA EMISI KENDARAAN BERMOTOR DENGAN WHATMAN FILTER PAPER PM10 Shadiq, Jakfar; Rahman, Mohammad Farid; Wardoyo, Arinto Y.P.
Jurnal Ilmu Kimia Universitas Brawijaya Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Jurusan Kimia, FMIPA Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.305 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk identifikasi komponen PAH dan   partikulat   dari   emisi   kendaraan   bermotor. Penangkapan komponen PAH dan partikulat dari emisi kendaraan bermotor menggunakan Whatman Filter Paper PM10 selama 60 menit. Selanjutnya Whatman Filter Paper PM10 diisolasi menggunakan soxhlet selama 10 jam dengan menggunakan pelarut diklorometana. Ekstrak yang diperoleh dipekatkan dengan gas nitrogen, Kemudian dipisahkan dengan kromatografi kolom dan  dikarakterisasi menggunakan kromatografi lapis tipis. Sampel dianalisis menggunakan Kromatografi Gas Spektroskopi Massa (KG-SM). Hasil dari emisi kendaraan bermotor  menunjukkan adanya beberapa komponen PAH yang sebagian besar terdiri dari C-(3-Vinyl-benzo[ghi]fluoranthen-4-yl)-methylamine, 3-Methyl-1,2,3,4-tetrahydro-anthracen-2-ylamine, and C-(3-Vinyl- naphthalen-2-yl)-methylamine. Kata kunci: PAH, Partikulat, Soxhlet, KG-SM. ABStract This study was aimed to identify PAHs componds in PM10 emitted by motor cycles. The PM10 particulates were trapped by a whatman filter paper PM10 for 60 minutes. The filter was isolated using soxhlet extraction for 10 hours with dichloromethane solvent, the solution was extracted by a nitrogen gases. Then the solution was separated using a column chromatography and characterized using thin layer chromatography. Finally the samples was analyzed using a GC-MS. The results showed that the PM10 emission from motor cycles contained of a several PAHs with the relativity large amount of C-(3-Vinyl-benzo[ghi]fluoranthen-4-yl)-methylamine, 3-Methyl-1,2,3,4-tetrahydro-anthracen-2-ylamine, and C-(3-Vinyl-naphthalen-2-yl)-methylamine. Keywords: PAH, Particulate Matter, Soxhlet, GC-MS
KARAKTERISASI ELEKTRODA SELEKTIF ION (ESI) TIMBAL (II) TIPE KAWAT TERLAPIS BERBASIS S-METHYL N-(METHYLCARBAMOYLOXY) THIOACETIMIDATE Irawan, Silzha Eka Prasetya; Fardiyah, Qonitah; Atikah, Atikah
Jurnal Ilmu Kimia Universitas Brawijaya Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Jurusan Kimia, FMIPA Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (469.501 KB)

Abstract

ABSTRAK Telah dilakukan penelitian tentang karakterisasi Elektroda Selektif Ion (ESI) timbal (II) tipe kawat terlapis berbasis S-methyl N-(methylcarbamoyloxy) thioacetimidate. ESI timbal (II) yang telah dibuat merupakan tipe kawat terlapis yang menggunakan kawat platina (Pt) sebagai konduktor elektronik. Membran yang terlapis pada kawat mempunyai komposisi S-methyl N-(methylcarbamoyloxy) thioacetimidate sebagai bahan aktif, polivinilklorida (PVC) sebagai matriks polimer dan dioktilftalat (DOP) sebagai pemlastis dengan perbandingan 17 : 17 : 66 (% b/b) yang dilarutkan dalam pelarut tetrahidrofuran (THF) dengan perbandingan 1 : 1,5 (b/v). Karakterisasi dasar ESI timbal (II) tipe kawat terlapis yang dipelajari meliputi harga faktor Nernst, rentang konsentrasi linier, batas deteksi, waktu respon dan usia pemakaian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ESI timbal (II) tipe kawat terlapis berbasis S-methyl N-(methylcarbamoyloxy) thioacetimidate yang telah dibuat cukup Nernstian dengan harga faktor Nernst 29,2 mV/dekade konsentrasi, rentang konsentrasi linier 10-1 – 10-5 M, batas deteksi 1,185x10-5 M atau setara dengan 2,453 ppm timbal, waktu respon 60 detik dan usia pemakaian selama 73 hari. Kata kunci : Faktor Nernst, rentang konsentrasi, limit deteksi, waktu respon, usia pemakaian
Modifikasi Gugus Aktif Permukaan Biomassa Azolla microphylla Melalui Reaksi Esterifikasi Dengan Asam Sitrat Nurfitriningsih, Latifah Dwi Kartika; Purwonugroho, Danar; Khunur, Mohammad Misbah
Jurnal Ilmu Kimia Universitas Brawijaya Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Jurusan Kimia, FMIPA Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (495.941 KB)

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang modifikasi gugus aktif permukaan biomassa Azolla microphylla. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan jumlah gugus karboksil pada permukaan biomassa A. microphylla melalui reaksi diesterifikasi dengan asam sitrat. Esterifikasi biomassa dilakukan dengan cara mengeringkan suspensi biomassa dalam larutan asam sitrat 0,8 M pada temperatur 60 oC, dilanjutkan dengan memanaskannya pada temperatur 120 oC selama 3,5 jam. Karakterisasi biomassa setelah diesterifikasi dilakukan menggunakan, SEM-EDX, FT-IR, serta titrasi dengan larutan NaOH. Foto SEM memperlihatkan morfologi permukaan yang sangat berbeda antara biomassa setelah dan sebelum diesterifikasi. Spektra EDX menunjukkan terjadinya peningkatan kadar C dan O pada biomassa setelah diesterifikasi. Keberhasilan esterifikasi biomassa juga ditunjukkan oleh spektra IR dan hasil analisis volumetri. Pita serapan baru pada 1733,89 cm-1 menunjukkan adanya tambahan gugus karbonil ester pada biomassa setelah diesterifikasi. Sementara itu, hasil analisis volumetri menunjukkan adanya penambahan gugus asam pada biomassa setelah diesterifikasi dengan asam sitrat. Kata kunci: Azolla microphylla, biomassa, esterifikasi, asam sitrat.
Adsorpsi Seng(II) Menggunakan Biomassa Azolla microphylla Diesterifikasi dengan Asam Sitrat Indriana, Mega Dona; Purwonugroho, Danar; Darjito, Darjito
Jurnal Ilmu Kimia Universitas Brawijaya Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Jurusan Kimia, FMIPA Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (627.909 KB)

Abstract

Penelitian tentang adsorpsi seng(II) menggunakan biomassa Azolla microphylla yang diesterifikasi dengan asam sitrat telah dilakukan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan suatu kondisi optimum adsorpsi seng(II) oleh biomassa Azolla microphylla yang telah diesterifikasi dengan asam sitrat dan kapasitas adsorpsi biomassa hasil esterifikasi terhadap seng(II). Esterifikasi biomassa Azolla microphylla dilakukan dengan  mensuspensikan 5 g biomassa dalam 50 mL larutan asam sitrat 0,8 M kemudian dikeringkan dalam oven pada 60 oC. Setelah itu, suspensi kering dipanaskan pada 120oC selama 3,5 jam. Percobaan  adsorpsi menggunakan sistem batch pada biomassa kering dengan ukuran 120-150 mesh dengan variasi pH, waktu kontak, dan variasi konsentrasi. Kemudian konsentrasi seng(II) setelah adsorpsi ditentukan menggunakan SSA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi optimum terjadi pada pH 6 dan waktu kontak 45 menit. Berdasarkan persamaan adsorpsi isotermis Langmuir dapat diperoleh informasi bahwa kapasitas adsorpsi (Qmax) biomassa yang diesterifikasi (21,09 mg/g) memiliki nilai relatif sama dengan kapasitas adsorpsi biomassa yang tidak diesterifikasi (21,14 mg/g).
Adsorpsi Timbal(II) Menggunakan Biomassa Azolla Microphylla Diesterifikasi Dengan Asam Sitrat Rosyida, Firdania Firdaus; Purwonugroho, Danar; Tjahjanto, Rachmat Triandi
Jurnal Ilmu Kimia Universitas Brawijaya Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Jurusan Kimia, FMIPA Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (577.413 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kemampuan biomassa A. microphylla yang diesterifikasi dengan asam sitrat terhadap adsorpsi timbal(II). Esterifikasi dilakukan dengan cara menambahkan 5 g biomassa ke dalam 50 mL asam sitrat 0,8 M, kemudian dipanaskan dalam oven pada temperatur 60 oC selama 24 jam dilanjutkan dengan pemanasan pada temperatur 120oC selama 3,5 jam. Percobaan adsorpsi timbal(II) pada biomassa yang telah diesterifikasi dilakukan pada varisi pH 3-6, variasi waktu kontak 30; 45; 60; 75; 90; 120 menit, dan variasi konsentrasi timbal(II) 75 mg/L; 100 mg/L; 125 mg/L; dan 200 mg/L. Konsentrasi timbal(II) setelah proses adsorpsi ditentukan menggunakan spektrofotometer serapan atom. Keberadaan timbal(II) yang terikat oleh biomassa ditentukan menggunakan SEM-EDX. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi optimum adsorpsi timbal(II) pada biomassa yang telah diesterifikasi dengan asam sitrat terjadi pada pH 5 dengan waktu kontak 60 menit. Berdasarkan persamaan adsorpsi isotermis Langmuir diperoleh informasi bahwa kapasitas adsorpsi (Qmax) biomassa A. micropylla setelah diesterifikasi adalah 39,84 mg/g, sedikit lebih kecil dari kapasitas adsorpsi biomassa A. microphylla yang tidak diesterifikasi yaitu sebesar 42,74 mg/g.  Kata kunci : adsorpsi, Azolla microphylla, esterifikasi, timbal(II), asam sitrat.
Pengaruh pH Awal dan Konsentrasi Awal Larutan Metilen Biru pada Degradasi Larutan Metilen Biru menggunakan Fotokatalis TiO2 – bentonit Ghofur, Mohammad Abdul; Wardhani, Sri; Tjahjanto, Rachmat Triandi
Jurnal Ilmu Kimia Universitas Brawijaya Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Jurusan Kimia, FMIPA Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (394.216 KB)

Abstract

Pada penelitian ini dibahas tentang pengaruh pH dan konsentrasi awal larutan metilen biru pada degradasi zat warna metilen biru dengan fotokatalis TiO2-bentonit. Variasi pH awal yang digunakan adalah 3, 5, 7, 9, 11 dan konsentrasi awal yang digunakan adalah adalah 5, 10, 15, 20 mg/L. Larutan Metilen biru sebanyak 25 mL ditambahkan 25 mg TiO2-bentonit dengan kadar 0,5 mmol TiO2/g bentonite disinari menggunakan sinar ultraviolet dengan panjang gelombang 325nm selama 10, 20, 30, 40, dan 50 menit. Konsentrasi metilen biru setelah degradasi ditentukan secara spektrofotometri. Konstanta laju fotodegradasi metilen biru dinyatakan dalam persamaan garis hubungan antara lnCo/Ct larutan Metilen biru dengan lama penyinaran. Slope dari persamaan garis tersebut merupakan konstanta laju. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi pH awal dan konsentrasi awal metilen biru mempengaruhi konstanta laju reaksi. Semakin besar pH awal larutan metilen biru,  nilai konstanta laju juga semakin besar. Semakin besar konsentrasi larutan metilen biru, semakin kecil nilai konstanta laju. Dari penelitian didapatkan nilai pH dan konsentrasi awal optimum  metilen biru pada pH 11 dan konsentrasi 5mg/L dengan nilai konstanta laju 0,0256 menit -1
PENGARUH KOMPOSISI TiO2-BENTONIT TERHADAP DEGRADASI METILEN BIRU Rayendra, Angga Fami; Wardhani, Sri; Tjahjanto, Rachmat Triandi
Jurnal Ilmu Kimia Universitas Brawijaya Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Jurusan Kimia, FMIPA Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (396.344 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi TiO2 dalam bentonit terhadap konstanta laju dan efektivitas penggunaan kembali (reuse) fotokatalis TiO2-bentonit pada degradasi zat warna metilen biru menggunakan radiasi sinar ultraviolet. Larutan metilen biru10 mg/L  pH 7 sebanyak 25 mL ditambah 50 mg fotokatalis TiO2-bentonit dengan variasi komposisi  0,2;0,4;0,8 ; dan 1,2 g/g bentonit disinari dengan lampu UV selama 10, 20, 30, 40, dan 50 menit. Dan uji penggunaan kembali (reuse) fotokatalis TiO2-bentonit dilakukan dengan memisahkan fotokatalis sisa proses degradasi, dicuci, dikeringkan dan digunakan kembali untuk proses degradasi selanjutnya. Analisis penentuan absorbansi metilen biru dilakukan secara spektrometri pada panjang gelombang 663 nm. Hasil menunjukkan bahwa konstanta laju degradasi metilen biru tertinggi dicapai pada komposisi TiO2-bentonit 0,4 g/g bentonit. Hasil uji reuse menunjukkan bahwa fotokatalis TiO2-bentonit dapat efektif  digunakan sampai pemakaian ke-empat.   Kata kunci : metilen biru, TiO2-bentonit,  fotodegradasi
KAJIAN SECARA IN SILICO TERHADAP POTENSI EUGENOL DAN SITRONELAL SEBAGAI PESTISIDA NABATI UNTUK PENGENDALIAN SERANGGA HELOPELTIS ANTONII Histo, Dani Muara; Utomo, Edi Priyo; Himawan, Toto
Jurnal Ilmu Kimia Universitas Brawijaya Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Jurusan Kimia, FMIPA Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (514.783 KB)

Abstract

Potensi eugenol dan sitronelal sebagai pestisida nabati dikaji melalui pemodelan secara in silico. Interaksi antara ligan eugenol dan sitronelal sebagai bioaktif dengan mitrokondria Helopeltis antonii sebagai reseptor, dikaji   dengan   menggunakan   perangkat   lunak   Autodock   Tools dan Autodock Vina. Hasil kajian in silico menunjukkan bahwa dengan metode multiple docking menggunakan Autodock Tools diperoleh nilai inhibisi (ki) campuran eugenol – sitronelal sebesar 4,20 mM dan nilai energi ikat bebas (∆G) sebesar -3,24 kkal/mol. Sedangkan hasil validasi menggunakan Autodock Vina menunjukkan bahwa interaksi antara eugenol – sitronelal memiliki nilai afinitas energi ikat bebas (∆Gaff) sebesar -4,8 kkal/mol dan nilai inhibisi (ki) sebesar 3,300 mM.Kata kunci: eugenol, sitronelal, cytochrome c oxidase, docking
OPTIMASI AMOBILISASI XILANASE DARI Trichoderma viride MENGGUNAKAN MATRIKS CA-ALGINAT-KITOSAN Mesla, Wifda; Mahdi, Chanif; Sutrisno, Sutrisno
Jurnal Ilmu Kimia Universitas Brawijaya Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Jurusan Kimia, FMIPA Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.278 KB)

Abstract

ABSTRAK Xilanase bebas tidak dapat digunakan digunakan lebih dari satu kali pemakaian sehingga perlu dilakukan modifikasi enzim dengan metode amobilisasi. Xilanase yang diperoleh dari Trichoderma viride diisolasi dengan sentrifuse dingin pada temperatur 4oC. Xilanase diamobilisasi menggunakan metode penjebakan dalam Ca-alginat-kitosan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi alginat optimum dan  konsentrasi xilanase optimum dengan cara  menentukan kadar protein dan aktivitas optimum xilanase pada variasi konsentrasi  alginat dan xilanase,  serta menentukan efisiensi pemakaian ulang xilanase amobil. Pada penelitian ini dilakukan variasi konsntrasi alginat (1,5; 2; 2,5; 3; 3,5) % dan variasi xilanase (0,157; 0,209; 0,261; 0,314;0,366) mg/mL. Kadar protein xilanase diuji dengan metode spektrofotometri menggunakan reagen biuret dan aktivitas gula pereduksi dengan reagen DNS. Kondisi optimum amobilisasi xilanase adalah pada konsentrasi alginat 3% dan konsntrasi xilanase 0,314 mg/mL dengan jumlah enzim yang terjebak 0,849 mg dan aktivitas sebesar 17,008 unit (P < 0,01). Efisiensi pemakaian ulang xilanase amobil yang diamobilkan menggunakan matriks Ca-alginat-kitosan adalah hingga lima kali pemakaian ulang dengan efisiensi sebesar 51,28%.   Kata kunci : Xilanase, Trichoderma viride, amobilisasi, Ca-alginat-kitosan, efisiensi    
OPTIMASI AMOBILISASI XILANASE DARI Trichoderma viride MENGGUNAKAN MATRIKS BENTONIT Mardiana, Mardiana; Sutrisno, Sutrisno; Mahdi, Chanif
Jurnal Ilmu Kimia Universitas Brawijaya Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Jurusan Kimia, FMIPA Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.604 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui waktu pengocokan optimum, konsentrasi xilanase optimum, serta efisiensi pemakaian ulang xilanase amobil. Kadar dan aktivitas xilanase amobil ditentukan pada variasi waktu pengocokan (1, 2, 3, 4, 5) jam pada 0,1 g bentonit teraktivasi H2SO4. Penentuan kadar protein dilakukan dengan metode Spektrofotometri menggunakan reagen Biuret sedangkan aktivitas xilanase ditentukan dengan mengukur kadar xilosa yang dihasilkan selama reaksi enzimatis secra spektrofotometri menggunakan reagen DNS. Xilanase yang digunakan untuk amobilisasi mempunyai kadar protein 0,366 mg/mL dengan aktivitas 8,449 unit. Penentuan efisiensi xilanase amobil dilakukan dengan uji aktivitas sebanyak lima kali pengulangan. Hasil penenlitian menunjukkan bahwa kondisi optimum amobilisasi xilanase dicapai pada waktu pengocokan 3 jam dengan jumlah xilanase teradsorpsi 0,378 mg/0,1 g bentonit dan aktivitas 10,245 unit. Sedangkan pada variasi konsentrasi didapatkan konsentrasi xilanase 0,261 ppm dan aktivitas 14,528 unit (P<0,01). Xilanase amobil dapat digunakan sebanyak lima kali pengulangan dengan aktivitas sisa sebesar 51,20%.   Kata Kunci : aktivitas, Trichoderma viride, Bentonit teraktivasi H2SO4, Xilanase