cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Physics Student Journal
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 203 Documents
Studi Bidang Gelincir Sebagai Langkah Awal Mitigasi Bencana Longsor di Kampung Ledok Kecamatan Sumberpucung Kabupaten Malang Menggunakan Metode Geolistrik Konfigurasi Dipol-Dipol Udin, Muslih; Susilo, Adi; Juwono, Alamsyah Muhammad
Physics Student Journal Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Department of Physics - Faculty of Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian terhadap keberadaan bidang gelincir di Kampung Ledok  Sumberpucung-Malang. Letak bidang gelincir diidentifikasi dengan menggunakan metode resistivitas. Dalam penelitian ini, pengukuran resistivitas bawah permukaan dilakukan menggunakan konfigurasi dipol-dipol. Pengukuran dilakukan pada 5 lintasan berbeda dengan panjang bentangan lintasan 1 sepanjang 200 m, lintasan 2, lintasan 3, lintasan 4, dan lintasan 5 sepanjang 150 m, dengan jarak antar elektroda adalah sejauh 10 m untuk masing-masing lintasan. Hasil pengolahan data  menunjukkan bahwa resistivitas bidang gelincir berada pada kisaran 25 Ωm – 50 Ωm yang diduga berupa lapisan lempung dengan kemiringan bidang gelincir 80 , lapisan penutup bidang gelincir berupa lapisan tanah dan tanah berkerikil dengan ketebalan 4 m - 10 m. Nilai resistivitas batuan bawah permukaan di daerah penelitian berada pada nilai antara 6 Ωm hingga 731 Ωm dengan pendugaan litologi bawah permukaan yang terdiri dari tanah, tanah berkerikil, lempung, lempung berbatu, tuf lapili, dan endapan lava. Kata kunci : Kampung Ledok, Sumberpucung, bidang gelincir,geolistrik ,dipol-dipol
DESAIN HIGH FREQUENCY PWM MENGGUNAKAN CPLD DAN PEMANFAATAN SISTEM SEBAGAI KONTROL PADA DC-DC FLYBACK UP CONVERTER Kurniawan, Sigit; Sakti, Setyawan Purnomo
Physics Student Journal Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Department of Physics - Faculty of Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pulse Width Modulation (PWM) menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kebanyakan sistem kontrol. Salah satu kegunaan dari PWM adalah sebagai pengontrol daya pada rangkaian konverter DC-DC/DC-AC. Penggunaan PWM dengan frekuensi tinggi selalu menjadi  alternatif untuk mengurangi besarnya ukuran trafo pada  konverter Flyback.  Frekuensi tinggi PWM  dapat dihasilkan jika mengunakan model pencacah dengan kemampuan menghitung cepat. Teknik pencacahan rising dan falling untuk model pencacah dirancang mampu menghasilkan  PWM dengan frekuensi lebih tinggi daripada teknik PWM yang dibangun pada mikrokontroller PIC16F87X. Besarnya frekuensi PWM yang dibangun pada komponen CPLD bergantung pada resolusi dan osilator kristal yang digunakan, nilai frekuensi yang mampu  dihasilkan untuk resolusi PWM 10 bit dan frekuensi osilator kristal 48 MHz pada arsitektur PWM yang telah dirancang adalah 93.5 kHz. Serta desain high frequency PWM pada komponen CPLD dapat digunakan sebagai  kontrol pada konverter Flyback untuk menaikkan tegangan DC dari 12V ke 400V.
Hydrocarbon Identification through Acoustic Impedance and Elastic Impedance Cross-Correlation using Constrained Sparse Spike Inversion Method Saraswati, Putu Ayu; Susilo, Adi; Hosni, Farid
Physics Student Journal Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Department of Physics - Faculty of Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Among other interpretation methods used in oil and gas industries, seismic inversion has become a method widely practiced to get better understanding on the subsurface condition. By combining seismic and well log data and applying certain workflow, information regarding hydrocarbon distribution presented in the form of impedance section. Using constrained sparse spike inversion, a generated low frequency model was use as input for inversion process to obtain acoustic impedance and elastic impedance variation based on seismic and low frequency data from well log data. To enhance the difference between sand and shale presence, the gamma ray distribution between acoustic impedance (AI) and elastic impedance (EI) generated from the inversion process are cross-correlated. Based on the cross plot, gas sand bodies detected in the area was mapped. Keywords: inversion, acoustic impedance, elastic impedance
EKSTRAKSI FITUR MIRIP HAAR UNTUK PENDETEKSIAN OBYEK PADA REAL-TIME VIDEO MENGGUNAKAN OPENCV DAN IMPLEMENTASINYA PADA SISTEM TERTANAM BEAGLEBOARD XM Sidiq, Zarnuji
Physics Student Journal Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Department of Physics - Faculty of Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Robot memerlukan aksi yang tepat untuk menanggapi suatu keadaan lingkungan. Kondisi lingkungan dapat diperoleh dari sensor-sensor yang terhubung dengan suatu unit pemroses, salah satu sensor yang dapat digunakan adalah sensor visual. Aksi terhadap obyek yang hanya dapat dikenali secara visual sangat bergantung pada kemampuan robot dalam mengolah informasi warna atau bentuk obyek. Dalam penelitian ini digunakan pendeteksian obyek berdasarkan ekstraksi fitur yang banyak diterapkan pada pengenalan wajah otomatis. Fitur-fitur ini  kemudian diolah menggunakan metode pembelajaran terarah (supervised learning) AdaBoost untuk melakukan pembelajaran terhadap suatu obyek tertentu. Tahap pembelajaran dilakukan menggunakan rasio sampel positif dan negatif sebesar 5:3 untuk membuat tabel look-up. Tiga set tabel training dibuat dengan jumlah sampel dan stage training yang berbeda. Tiga set tabel yang dibu-at telah diuji menggunakan 2 buah berkas video suatu lingkungan yang diambil dari dua sudut pandang yang berbeda. Telah didapatkan dalam penelitian ini rasio pendeteksian pada kedua video memberikan kecenderungan yang sama. Suatu aturan yang sederhana ditunjukkan dalam penelitian ini untuk meningkatkan akurasi tabel look-up. Pustaka OpenCV digunakan dalam penelitian ini karena kemampuannya yang dapat ditanamkan pada bermacam-macam perangkat keras, termasuk piranti-piranti bergerak dan sistem tertanam. Kecepatan pendeteksian obyek menggunakan sistem tertanam Beagleboard XM juga dijelaskan dalam penelitian ini.
PENCITRAAN TOMOGRAFI AMBIENT NOISE UNTUK MENENTUKAN MODEL KECEPATAN GELOMBANG RAYLEIGH DI PULAU JAWA Anshori, Muhajir; Maryanto, Sukir; Rahman, Tri Deni
Physics Student Journal Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Department of Physics - Faculty of Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tomography ambient noise telah diterapkan untuk menggambarkan model kecepatan grup gelombang Rayleigh pada bagian kerak bumi Pulau Jawa. Data penelitian adalah data waveform komponen vertikal periode Januari – Desember 2011 dari 12 seismograf jaringan Ina Tews BMKG di Pulau Jawa. Pengolahan data waveform dilakukan mulai dari tahap persiapan data waveform harian, pengkondisian sinyal hingga kroskorelasi sinyal antar pasangan stasiun yang menghasilkan fungsi green empiris dari medium dimana sinyal tersebut menjalar. Estimasi travel time grup gelombang Rayleigh untuk periode 5s dan 20 s diperoleh dari picking waktu tunda hasil kroskorelasinya masing-masing diperoleh sebanyak 36 dan 22 jejak. Proses tomografi dilakukan dengan menggunakan software fmst v1.1 dimana pemodelan forward dan invers dilakukan secara iteratif. Hasil pemodelan untuk periode 5s menunjukkan sebaran anomali negatif bersesuaian dengan sebaran gunung api dan dataran antar gunung api yang berumur kuarter. Untuk periode 20s, wilayah Pulau Jawa bagian barat memiliki anomali kecepatan yang lebih rendah daripada jawa bagian timur. Hal ini mengindikasikan adanya aktifitas tektonik wilayah Pulau Jawa bagian barat yang lebih kompleks.   Kata kunci : tomografi, ambient noise, kroskorelasi, rayleigh, jawa
ANOMALI SEISMISITAS DAN MODEL PERKIRAAN KEJADIAN GEMPABUMI DI DAERAH BENGKULU ardiansyah, sabar
Physics Student Journal Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Department of Physics - Faculty of Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK   Gempabumi merupakan gerakan atau hentakan tiba-tiba akibat pelepasan akumulasi energi yang disebabkan oleh tumbukan antar lempeng, aktivitas sesar, aktivitas gunung api atau proses-proses pelepasan akumulasi energi lain di dalam bumi. Sebelum terjadi gempabumi utama, biasanya akan didahului oleh suatu pola atau siklus kegempaan. Siklus ini meliputi periode normal, periode anomali yang ditandai dengan peningkatan aktivitas, periode precursory gap yang ditandai dengan penurunan aktivitas seismik, dan periode terjadinya gempabumi utama. Dengan menggunakan katalog data kegempaan M>4,5 di daerah Bengkulu pada rentang tahun 1971-2013 akan dilihat karakteristik kegempaan di daerah Bengkulu sebelum terjadi gempabumi signifikan (M≥7,0) pada tahun 1975, 1994, 2000, dan 2007. Metode perhitungan model perkiraan magnitudo gempabumi menggunakan metode Predictive Regressions. Berdasarkan hasil analisis menunjukkan bahwa saat ini siklus kegempaan daerah Bengkulu memasuki periode precursory gap yang ditandai dengan penurunan aktivitas kegempaan. Diperkirakan saat ini daerah Bengkulu memilki potensi gempabumi dengan kekuatan M>7,5. Kata Kunci : Siklus gempabumi, prekursor, model perkiraan gempabumi.
PERCEPATAN PELEPASAN ENERGI (ACCELERATING MOMENT RELEASE) SEBAGAI PREKURSOR SEBELUM TERJADI GEMPABUMI SIGNIFIKAN DAERAH BENGKULU DAN SEKITARNYA ardiansyah, sabar
Physics Student Journal Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Department of Physics - Faculty of Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK   Gempabumi merupakan gerakan atau hentakan tiba-tiba akibat pelepasan akumulasi energi yang disebabkan oleh tumbukan antar lempeng, aktivitas sesar, aktivitas gunung api atau proses-proses lain hasil dari pelepasan akumulasi energi di dalam bumi. Sebelum terjadi gempabumi utama, biasanya akan didahului oleh suatu pola yang disebut sebagai prekursor. Pola ini antara lain fenomena kesenyapan seismik (seismic gab), penurunan (seismic quiescene) dan peningkatan (accelerating seismicity), dan perubahan kecepatan gelombang seismik. Kajian tentang accelerating seismicity atau accelerating moment release masih jarang dilakukan di Indonesia. Dengan menggunakan data katalog gempabumi daerah Bengkulu periode tahun 1973 hingga 2013, akan dilihat pola peningkatan aktivitas kegempaan sebelum terjadi gempabumi signifikan di daerah Bengkulu. Dari hasil analisis memperlihatkan bahwa, sebelum gempabumi besar tanggal 4 Juni 2000 dan tanggal 12 September 2007, terjadi peningkatan aktivitas kegempaan. Hal ini mengindikasikan bahwa, sebelum terjadi gempabumi utama, akan didahului dengan peningkatan pelepasan energi dalam bentuk gempabumi-gempabumi kecil. Kata Kunci : Prekursor, accelerating moment release.  
ENERGI POTENSIAL GEMPABUMI SEGMEN MENTAWAI - SUMATERA BARAT ardiansyah, sabar
Physics Student Journal Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Department of Physics - Faculty of Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Segmen Mentawai-Sumatera Barat merupakan salah satu kawasan seismik aktif. Banyak gempabumi besar yang mengakibatkan kerusakan dan korban jiwa terjadi di kawasan ini. Tujuan dari penulisan paper ini adalah untuk mengetahui nilai energi potensial yang terkandung di kawasan Segmen Mentawai  sejak terakhir kali terjadi gempabumi besar tanggal 25 Oktober 2010 melalui kajian statistik. Data sekunder yang digunakan dalam penulisan paper ini adalah data katalog gempabumi yang diambil melalui katalog International Seismological Center (ISC). Metode yang digunakan untuk menghitung periode ulang, energi yang dilepaskan tiap tahun, energi simpan serta energi potensial dengan menggunakan metode least square. Berdasarkan hasil analisis meunjukkan bahwa, kawasan Segmen Mentawai-Sumatera Barat menyimpan enegri potensial gempabumi yang belum dilepaskan sejak terjadi gempabumi 25 Oktober 2010 adalah sebesar 3.8 x 1022 erg. Energi ini setara dengan gempabumi berkekuatan 7.2 SR. Kata Kunci : Energi lepas, energi ekspektasi, energi potensial.
ANALISIS AKTIVITAS SEISMIK GUNUNG GUNTUR GARUT JAWA BARAT BERDASARKAN SPEKTRUM FREKUENSI DAN SEBARAN HIPOSENTER BULAN JANUARI – MARET 2013 anggraeni, indria restika; Susilo, Adi; Triastuty, Hetty
Physics Student Journal Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Department of Physics - Faculty of Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian seismisitas Gunung Guntur dengan data bulan Januari 2013 hingga Maret 2013. Penelitian dilakukan dengan metoda analisis spektrum frekuensi dan analisis hiposenter. Analisis spektrum frekuensi digunakan untuk mengetahui nilai frekuensi domainnya. Dan analisis hiposenter digunakan untuk mengetahui kedalaman sumber gempa. Sinyal gempa diperoleh dari 4 stasiun seismik. Stasiun tersebut antara lainStasiun Citiis, Stasiun Masigit, Stasiun Kabuyutan dan Stasiun Sodong. Sinyal seismik diseleksi terlebih dahulu untuk mendapatkan event gempa dan mengelompokkannya. Berdasarkan analisis spektrum frekuensi, diperoleh kandungan frekuensi gempa vulkanik berkisar antara 3.03 Hz hingga 9.81 Hz. Nilai ini dapat dikorelasikan dengan struktur geologi Gunung Guntur yang merupakan suatu kawasan dengan sesar aktif disekitarnya. Analisis hiposenter menunjukkan kedalaman sumber gempa berkisar antara 0.3 km – 5 km arah barat yang merupakan kawah Gunung Guntur. Serta kedalaman gempa tektonik antara 9 km – 92 km dengan sebaran yang acak
Identifikasi Litologi dan Indikasi Patahan pada Daerah Karangkates Malang Selatan dengan Menggunakan Metode Geolistrik Konfigurasi Dipol-Dipol Chumairoh, Izza
Physics Student Journal Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Department of Physics - Faculty of Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan identifikasi litologi dan indikasi patahan di daerah Karangkates Malang Selatan dengan menggunakan metode geolistrik konfigurasi dipol-dipol. Penelitian ini bertujuan menentukan nilai resistivitas batuan, litologi serta indikasi keberadaan patahan di daerah Karangkates. Pengambilan data dilakukan selama 2 hari pada 4 lintasan, yaitu lintasan A, B, C, dan D. Panjang lintasan A,C, dan D masing-masing sebesar 90 m dengan bentangan 5 m, sedangkan lintasan lintasan B memiliki panjang 150 m dengan bentangan 10 m. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan persamaan resistivitas semu, kemudian dilakukan inversi menggunakan software Res2dinv untuk mendapatkan nilai resistivitas sesungguhnya. Berdasarkan hasil pengolahan data didapatkan nilai resistivitas sebesar 2 Ωm sampai 1347 Ωm. Litologi ditentukan dengan melakukan interpretasi, yaitu membandingkan tabel nilai resistivitas batuan dan peta geologi daerah penelitian. Hasil interpretasi menunjukkan bahwa daerah penelitian memiliki penyusun litologi yang sama, yaitu lempung berpasir, tuf dan lava. Terdapat indikasi patahan di sepanjang lintasan penelitian yang ditunjukkan dengan nilai resistivitas yang rendah.  Kata kunci : geolistrik, resistivitas semu, litologi, patahan.

Page 8 of 21 | Total Record : 203


Filter by Year

2013 2014