cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Sosiologi
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
Arjuna Subject : -
Articles 76 Documents
Representasi Nilai Tanda Produk Apple (Studi Etnografi Pada Komunitas Iphonesia Malang) NIM :105120101111020, Liestiana
Jurnal Mahasiswa Sosiologi Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK   Liestiana (2014). Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Brawijaya Malang. ‘Representasi Nilai Tanda Produk Apple (Studi Etnografi pada Komunitas iPhonesia Malang)’. Pembimbing: Anif Fatma Chawa dan Indhar Wahyu Wira Harjo iPhonesia Malang merupakan suatu komunitas yang beranggotakan pemilik segala produk milik Apple. Syarat utama untuk dapat bergabung dengan komunitas iPhonesia Malang haruslah pengguna dari produk Apple. Produk Apple identik dengan memiliki ‘nilai tanda’ tersendiri bagi para anggota komunitas iPhonesia Malang. Representasi dari nilai tanda produk Apple itulah yang menjadi sebuah fenomena menarik pada komunitas iPhonesia Malang, sehingga dari representasi nilai tanda tersebut menghasilkan perilaku-perilaku konsumtif di dalam komunitas iPhonesia Malang. Maka dari itu diperlukan suatu analisis kritis mengenai perilaku-perilaku konsumtif yang dihasilkan dari representasi nilai tanda Apple pada komunitas iPhonesia Malang dengan menggunakan teori masyarakat konsumsi Jean P.Baudrillard. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan menggunakan pendekatan etnografi. Hasil dari penelitian yang dilakukan oleh peneliti menunjukkan bahwa yang pertama, yaitu komunitas iPhonesia memiliki 3 kegiatan unik yang dikenal dengan sebutan KOPDAR (Kopi Darat), Instameet dan Minggu Hore. Kedua, ditemui beberapa perilaku-perilaku konsumtif yang terjadi pada komunitas iPhonesia Malang. Sehingga ditentukan bahwa Tema Budaya dari penelitian ini adalah perilaku-perilaku konsumtif anggota komunitas iPhonesia Malang merupakan wujud dari Urban Culture. Maka dari itu representasi masyarakat konsumsi di era masyarakat konsumer menurut Baudrillard cukup tergambar pada komunitas iPhonesia Malang ini, dimana saat ini masyarakat lebih cenderung mengkonsumsi nilai tanda dari suatu objek daripada nilai gunanya.   Kata Kunci : Komunitas, Masyarakat Konsumsi, Representasi Nilai Tanda dan Urban Culture
Dinamika Kelompok Mandiri Perempuan (KMP) terhadap Program Pemberdayaan Ekonomi Simpan Pinjam (Studi Pada Dampingan LSM RUMPUN Di Dukuh Jatimulyo, Desa Jatiguwi, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang) NIM 0710010032, Sulastri
Jurnal Mahasiswa Sosiologi Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Perempuan desa memiliki potensi yang belum dikembangkan dengan baik dalam pembangunan karena secara kultural mereka terikat oleh adat dan budaya setempat. Perempuan desa memiliki pendidikan yang rendah, kurangnya keterampilan, pembagian kerja secara seksual yang masih kaku dan tinginya angka pernikahan dini. Untuk memberikan pilihan lebih kepada perempuan, LSM RUMPUN memberikan kontribusinya dengan membentuk pemberdayaan kelompok di pedesaan. LSM RUMPUN memiliki beberapa tema program antara lain: pengembangan ekonomi melalui skema simpan pinjam guna peningkatan pendapatan, pendidikan warga negara, advokasi kebijakan dengan kepentingan perempuan, dan pengembangan mata pencaharian berbasis lingkungan. LSM RUMPUN dalam menjalankan program pengembangan tersebut memberikan fokus pada perempuan di daerah pedesaan. Pengembangan dilakukan dengan membentuk kelompok-kelompok mandiri perempuan yang kemudian mendapatkan pendampingan oleh LSM RUMPUN. Salah satu desa yang menjadi target pemberdayaan LSM RUMPUN adalah Desa Jatiguwi, Dukuh Jatimulyo. Dua kelompok di Dukuh tersebut yakni KMP Intan dan KMP Mutiara dibimbing untuk dapat melakukan kegiatan simpan pinjam dan kegiatan produksi. Program simpan pinjam kemudian menjadi hal yang menarik peneliti untuk meninjau dinamika kelompoknya mengenai fenomena tersebut lebih lanjut. Untuk melihat dinamika kelompok yang terjadi, peneliti menggunakan konsep dari Ruth Benedict (dalam Santosa, 2004: 7) yakni melihat segi dari segi kohesi (persatuan), motif (dorongan), struktur, pimpinan, dan perkembangan kelompok. Dengan analisis dari dinamika kelompok ini selanjutnya akan nampak faktor-faktor yang secara fluktuatif mempengaruhi perkembangan kelompok baik dari dalam (intrinsik) maupun dari luar (ekstrinsik). Dari perkembangan kelompok yang ada pada KMP Intan dan KMP Mutiara, peneliti lalu mengkategorikan kelompok tersebut pada kelompok yang increase dan kelompok yang decrease dengan berpedoman pada potensi yang dimiliki kelompok tersebut.   Kata kunci: Program Simpan Pinjam, Analisis Dinamika kelompok, Faktor Intrinsik, Faktor Ekstrinsik  
PILIHAN RASIONAL PEMILIK LAHAN PEKARANGAN DALAM BERMITRA DENGAN PT ANUGRAH ALAM SUBUR INDONESIA (Studi Kasus di Desa Maron Kecamatan Kademangan Kabupaten Blitar) sosiologi, WIDODO NURADI
Jurnal Mahasiswa Sosiologi Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT This study discusses the rational choice land owners to partner with PT Anugrah Alam Subur Indonesia Jabon tree planting program. Management system that developed in Jabon planting program partnership is pattern. This pattern provides the opportunity for local people to enjoy the natural resources owned. This pattern also provides the opportunity for other people who do not have land that could be supporting resources in the process of planting, fertilizing, maintenance and harvesting activities.   The analysis in this study uses the theory of Rational Choice of James Coleman, and the concept of partnership and community empowerment by Jim Ife. This analysis focused on  farmers rational choice and landowners to partner with PT Anugrah Alam Subur Indonesia. This research method is qualitative research deskripsif case study approach and process of data collection is done by observation, interview and documentation.   Key words: Rational Choice and partnerships
KONTESTASI KEKUASAAN DALAM PRAKTIK SOSIAL KEAGAMAAN GERAKAN PEMUDA ANSOR DI KABUPATEN JOMBANG 0911210048, Nur Fahmi Ramadhani
Jurnal Mahasiswa Sosiologi Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.075 KB)

Abstract

ABSTRAKMemasuki era reformasi, berbagai ormas Islam telah menunjukkan pergerakannya yang lebih dinamis. Salah satunya adalah Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor), yang merupakan badan otonom dari organisasi keagamaan Nahdlatul Ulama (NU), saat ini cenderung menunjukkan pergeseran pergerakan, dari yang dulunya bergerak dalam lingkup tradisi NU saja, tetapi pada saat ini lebih menunjukkan pergerakan yang lebih luas. Namun, adanya pergeseran pergerakan ini memunculkan sebuah perdebatan dan tarik ulur didalam internal Ansor, antara golongan yang masih mempertahankan tradisi dan golongan yang lebih progresif. Hal ini yang kemudian menyebabkan terjadinya pertarungan (kontestasi) kekuasaan antar individu didalamnya. Beberapa kasus yang menggambarkan pergeseran pergerakan pada GP Ansor di Jombang antara lain, GP Ansor Jombang menyelenggarakan konser Slank, mengadakan Jambore Vespa, Konvoi pengamanan Tahun Baru Masehi, Penjagaan Gereja dan ikut serta memberikan pengawalan terhadap pasangan Pilkada Jombang 2013. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa praktik sosial keagamaan yang dilakukan GP Ansor merupakan hasil dari kontestasi kekuasaan dalam internal Ansor yang muncul akibat dari adanya pergeseran tindakan yang dilakukan. Praktik sosial yang dilakukan ini merupakan sebuah strategi untuk menjaga eksistensi organisasi di era reformasi dan kebebasan ditengah aktifnya kembali berbagai ormas Islam yang lain. Strategi eksistensi organisasi ini dilakukan dengan upaya membangun berbagai modal baik modal sosial, ekonomi, budaya dan simbolik yang terejawantahkan dalam bentuk praktik sosial keagamaan yang dilakukan.Kata Kunci : Praktik sosial keagamaan, habitus, kontestasi, GP Ansor, modal
KONFLIK INDUSTRI DALAM HUBUNGAN BURUH DAN PENGUSAHA (Studi Kasus Mekanisme Konflik Industri dalam Hubungan Buruh dan Pengusaha di Perusahaan “X”, Malang) NIM. 0911210043, Katon Baskoro
Jurnal Mahasiswa Sosiologi Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Studi ini membahas tentang konflik yang terjadi antara buruh dan pengusaha Perusahaan “X”, Malang. Konflik disebabkan oleh kontrol yang dilakukan oleh pihak perusahaan (pengusaha beserta manajemen) terhadap buruh yang dinilai terlalu memberatkan buruh. Penelitian ini membahas bagaimana mekanisme konflik yang diawali dengan distribusi wewenang dan kekuasaan hingga terbentuknya kelompok kepentingan antara pihak buruh dan pihak  Perusahaan “X”, Malang. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa mekanisme konflik terbentuk dari keterkaitan unsur yang muncul akibat distribusi wewenang dan kekuasaan. Implikasi tersebut menjadikan beberapa unsur saling terkait dan bekerja semenjak prakonflik hingga pasca konflik. Unsur yang muncul diantaranya hubungan kekuasaan antara pengusaha dan buruh kerah biru, dominasi yang digambarkan dengan perintah dan sanksi, keterpaksaan yang dialami oleh buruh kerah biru, bentuk kepentingan yang secara teoritis terdiri dari kepentingan manifes dan laten. Dalam mekanisme konflik, peneliti menemukan bahwa kepentingan manifes tidak hanya terbentuk melalui penyadaran, namun terbentuk pada saat buruh dengan kapasitasnya tidak memiliki kemampuan untuk mempertahankan diri sebagai kelompok tertindas. Penyelesian konflik dilakukan melalui compromise oleh pihak buruh dan pihak perusahaan. Pihak perusahaan diwakilkan oleh cucu dari pemilik perusahaan dan tidak memiliki posisi struktural dalam perusahaan. Hal ini dilakukan karena wakil perusahaan memiliki pandangan yang berbeda dengan pihak struktur perusahaan mengenai mekanisme penyelesaian konflik industri. Perbedaan pandangan ini ditunjukan dengan mekanisme penyelesaian konflik yang telah dilakukan. Pihak perusahaan menghendaki penyelesaian melalui Pengadilan Hubungan Industri, sedangkan wakil perusahaan menginginkan penyelesaian konflik secara bipartit sehingga konflik dapat segera terselesaikan.   Kata Kunci: konflik industri, buruh, pihak perusahaan, mekanisme konflik.
PERLAWANAN PEDAGANG PASAR BLIMBING (STUDI KASUS TENTANG STRATEGI PEDAGANG PASAR BLIMBING DALAM MENGUBAH ARAH KEBIJAKAN PEMBANGUNAN PASAR BLIMBING) 0911210024, Ahmad Fauzi
Jurnal Mahasiswa Sosiologi Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (476.624 KB)

Abstract

ABSTRAKKeinginan Pemkot Malang untuk membangun salah satu pasar tradisional di Kota Malang tidaklah mudah. Pasar Blimbing, pasar yang direncakan akan dibangun sejak tahun 2009 ini belum bisa dilaksanakan sampai sekarang. Pedagang Pasar Blimbing melakukan perlawanan terhadap kebijakan pembangunan pasar ini karena dianggap merugikan mereka. Penelitian ini menggunakan teori dari James C. Scott yang melahirkan pandangannya sendiri tentang patron-klien dan perlawanan. Teori ini digunakan sebagai pisau analisis utama dalam menjelaskan bagaimana perlawanan pedagang pasar Blimbing sebagai strategi mengubah arah kebijakan pembangunan Pasar Blimbing. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa kemacetan pembangunan Pasar Blimbing ini terjadi karena perbedaan pandangan antara pedagang Pasar Blimbing dengan Pemkot Malang dan PT.KIS tentang konsep pembangunan. Cara atau strategi yang digunakan oleh pedagang adalah dengan melakukan perlawanan. Pedagang melakukan perlawanan dengan berbagai cara seperti menggunakan haknya sebagai klien dari seoarang patron, membangun jaringan dengan Komnas HAM, Ombudsman, P otoda UB, MCW, untuk memperkuat daya tawarnya, demonstrasi untuk menyalurkan aspirasi dan mencari dukungan, argumentasi dan negoisasi terhadap dampak terburuk jika tetap melaksanankan pembangunan dengan konsep yang ditawarkan Pemkot Malang dan PT.KIS.Kata kunci : Pembangunan, Pasar tradisional, Perlawanan, Strategi.
Implementasi Program CSR (Corporate Social Responsibility) Studi pada PT. Semen Gresik, di Desa Tlogopatut, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik 0710010025, Tawang Kinanti
Jurnal Mahasiswa Sosiologi Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk Mendiskripsikan proses perencanaan program Corporate Social Responsbility PT. Semen Gresik dan Mengetahui implementasi CSR yang dijalankan PT. Semen Gresik di Desa Tlogopatut. Asumsi awal pada penelitian  ini  terangkum  pada rumusan permasalahan, yaitu: (1) Bagaimana proses dalam perencanaan program Corporate Social Responsbility PT. Semen Gresik di Desa Tlogopatut? (2) Bagaimana implementasi CSR yang dijalankan PT. Semen Gresik di Desa Tlogopatut? Penelitian ini menggunakan teori atau konsep yang dikemukakan oleh Elkington, yaitu Tripple Bottom Line, yang terdiri dari 3 unsur, yaitu profit, plannet, & people. Ketiga unsur tersebut memiliki keterkaitan satu sama lain, dengan bentuk hubungan timbal balik yang sinergis. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif   dengan  pendekatan studi kasus.  Jenis kualitatif dipilih dalam penelitian ini karena sifat penelitian yang menyeluruh dan deskriptif. Yakni, menggambarkan secara mendalam tentang situasi dan proses yang diteliti sehingga rumusan masalah yang ditentukan akan terjawab. Hasil  dari  penelitian  menunjukkan  bahwa  dalam membentuk program-programnya, CSR PT. Semen Gresik melibatkan stakeholders, yaitu masyarakat serta konsultan. Dimana program-program tersebut telah mewakili ketiga unsur Tripple Bottom Line. Namun demikian, dalam implementasinya lebih mengarah pada charity, serta belum benar-benar memiliki hubungan timbal balik antara satu dengan yang lainnya, sehingga belum tercipta hubungan yang sinergis.   Kata Kunci: Proses & perencanaan CSR, Implementasi CSR
Pilihan Rasional dan Modal Sosial Petani (Studi Kasus Penyewaan Lahan di Dusun Krajan Desa Pandan Sari Kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malang) NIM. 0911210038, Eko Hariyanto
Jurnal Mahasiswa Sosiologi Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKSI Eko Hariyanto. (2014). Jurusan Sosiologi. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Universitas Brawijaya, Malang. PILIHAN RASIONAL dan MODAL SOSIAL PETANI. (Studi Kasus penyewaan lahan di Dusun Krajan Desa Pandan Sari Kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malang). Pembimbing: Iwan Nurhadi, S.Sos., M.Si dan Nike Kusumawanti, S.Sos., M.A   Penelitian ini membahas tentang proses terbentuknya pilihan rasional dalam penyewaan lahan yang dilakukan oleh petani di Desa Pandan Sari. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan tindakan penyewaan lahan petani di Desa Pandan Sari dan motif atau faktor-faktor yang menjadi pendorong penyewaan lahan serta tujuan yang ingin dicapai melalui tindakan penyewaan lahan tersebut. Penelitian ini menggunakan teori pilihan rasional dari Coleman yang menjelaskan bahwa tindakan seseorang mempunyai tujuan yang ingin dicapai dan tindakan tersebut akan memanfaatkan sumber daya yang dia miliki. Ada 2 unsur utama dalam teori pilihan rasional Coleman yaitu aktor dan sumber daya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil dari penelitian ini adalah penyewaan lahan dilakukan oleh petani di Desa Pandan Sari karena beberapa hal yaitu:  pertama Lahan yang tidak tergarap karena pemilik lahan sibuk dengan pekerjaannya diluar petani. kedua Keterbatasan modal yang dimiliki oleh petani sehingga petani lebih memilih untuk menyewakan lahannya daripada harus menanggung kerugian yang lebih besar jika menggarapnya dan dengan menyewakan lahan tersebut petani juga bisa mendapatkan modal untuk bertani kembali. ketiga Penyewaan lahan dilakukan oleh petani untuk memenuhi kebutuhan dasar keluarganya seperti pendidikan dan kesehatan. Norma atau peraturan yang terbentuk dalam penyewaan lahan di Desa Pandan Sari yaitu berupa surat perjanjian yang ditanda tangani oleh pihak pemilik dan penyewa, selain itu penyewaan lahan di Desa Pandan Sari juga tidak ada kaitannya dengan perpindahan hak waris lahan. Kepercayaan bagi warga Desa Pandan Sari sangat penting karena kepercayaan ini sebagian besar dari mereka menyewakan lahannya tanpa memakai surat perjanjian hanya lewat perjanjian lisan saja. Modal sosial atau relasi yang terbentuk dalam praktik sewa-menyewa lahan di Desa Pandan Sari yaitu hubungan antara pihak pemilik lahan dan penyewa yang mempunyai kepentingan masing-masing dan melakukan transaksi untuk memenuhi kepentingannya tersebut. Modal sosial ada untuk mempermudah adanya transaksi sewa-menyewa lahan di Desa Pandan Sari.     Kata kunci: Aktor, Sumber Daya, Alternatif Pekerjaan, Alternatif Tanaman.
KORUPSI DALAM WACANA PERS LOKAL (Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough Terhadap Teks Berita Kasus Hambalang Tahun 2013 Pada Surat Kabar Malang Post) NIM: 0911213037, Alda Laseta Ayatullah
Jurnal Mahasiswa Sosiologi Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (381.172 KB)

Abstract

ABSTRAKSIPenelitian ini mencoba memberikan pandangan bagaimana pers lokal yakni Malang Post merepresentasikan isu-isu korupsi dalam bentuk berita, terutama terhadap kasus-kasus korupsi di tingkat nasional seperti kasus Hambalang dalam kurun waktu tahun 2013. Analisis wacana kritis kemudian digunakan sebagai pendekatan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui, menganalisis, dan menginterpretasikan wacana surat kabar Malang Post dalam merepresentasikan kasus Hambalang tahun 2013.Tipe analisis wacana kritis yang digunakan adalah perspektif Norman Fairclough yang dilakukan dengan tiga level analisis yaitu pertama, pada level mikro berupa analisis teks berita kasus Hambalang tahun 2013. Kedua, level meso berupa analisis praktik wacana yang terdiri dari produksi teks oleh Malang Post dan konsumsi teks oleh masyarakat sebagai pembaca. Ketiga, level makro berupa analisis praktik sosiokultural terdiri dari situasional, institusional, dan sosial yang terjadi ketika teks berita kasus Hambalang diproduksi. Selain itu, konsep bahasa dan kekuasaan perspektif Norman Fairclough juga digunakan sebagai kajian teoritis.Hasil analisis wacana kritis menunjukkan terdapat dua wacana yang merepresentasikan kasus Hambalang tahun 2013 pada surat kabar Malang Post, yaitu wacana hukum dan korupsi yang menggambarkan kasus Hambalang sebagai bentuk tindak pidana korupsi yang menuntut adanya penyelesaian hukum dan wacana politik dan kekuasaan yang menggambarkan konspirasi dan konflik kepentingan diantara elit politik yang terlibat dalam kasus tersebut. Pada level mikro, terlihat wacana dalam teks memiliki proyeksi ideologi yang mengunggulkan posisi pelaku korupsi terutama terhadap Anas Urbaningrum dan memarjinalkan peran KPK sebagai lembaga penegak hukum. Pada level meso, mengidentifikasikan bahwa wacana Malang Post sebagai pers lokal dalam mengkonstruksi kasus Hambalang merupakan hasil penafsiran kembali dari teks JPNN (Jawa Pos National Network) yang dikondisikan dengan selera masyarakat lokal. Pada level makro, situasi sosial, ekonomi, dan politik yang terjadi di Indonesia mempengaruhi perkembangan kasus Hambalang dalam wacana Malang Post. Malang Post sebagai pers lokal merupakan “pers partisan” yang melegitimasikan kepentingan pemilik media yang berorientasi pada kapitalisme dan politik.Kata kunci: Representasi, ideologi, hukum, politik, dan kepentingan.
PERAN KOPERASI WANITA DALAM PEMBERDAYAAN PEREMPUAN PEKERJA USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH (UMKM) (Studi Kualitatif Deskriptif Terhadap Perempuan Pekerja Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Anggota Koperasi Wanita Puspita Kencana Kelurahan Burengan Kota NIM. 0911213047, Dewi Amalia
Jurnal Mahasiswa Sosiologi Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.264 KB)

Abstract

ABSTRAKSaat ini berwirausaha menjadi pilihan perempuan untuk dapat bekerja membantu perekonomian keluarganya, namun untuk mendapatkan modal usaha menjadi kendala bagi mereka untuk memulai usaha. Koperasi Wanita Puspita Kencana Kelurahan Burengan menjadi pilihan perempuan pekerja UMKM untuk mendapatkan modal usaha. Selain mudah untuk bergabung menjadi anggota dan meminjam dana, koperasi yang dikelola oleh pemerintah Dinas Koperasi dan UMKM ini memberikan pembinaan dan pengawasan bagi anggota koperasi yang tujuannya untuk memberdayakan perempuan pekerja .Dalam penelitian ini yang ingin peneliti ketahui adalah bagaimana upaya Koperasi Wanita Puspita Kencana Kelurahan Burengan Kota Kediri dalam memberdayakan perempuan pekerja dan alasan perempuan pekerja tersebut memilih bergabung menjadi anggota Koperasi Wanita Puspita Kencana Kelurahan Burengan Kota Kediri.Untuk menjawab permasalahan tersebut di atas secara keseluruhan dan mendalam, maka penelitian ini menggunakan jenis penelitian Deskriptif Kualitatif. Dengan analisa menggunakan Teori Pilihan Rasional James S. Coleman karena tampak jelas dalam gagasan dasarnya bahwa tindakan perseorangan mengarah kepada suatu tujuan dan tujuan itu (dan juga tindakan) ditentukan oleh nilai atau pilihan (preferensi).Dari hasil penelitian ini ditemukan bahwa (1) atas kepercayaan yang diberikan oleh perempuan pekerja UMKM kepada Koperasi Wanita Puspita Kencana Kelurahan Burengan mendorong pemerintah mengupayakan pemberdayaan perempuan pekerja UMKM, Koperasi Wanita Puspita Kencana Kelurahan Burengan sebagai koperasi yang dikelola langsung oleh pemerintah dari Dinas Koperasi dan UMKM melakukan pembinaan dan pengawasan bagi anggota koperasi tersebut supaya sumber daya berupa dana modal yang diberikan bisa terealisasikan untuk berwirausaha. Hubungan relasi yang muncul antar anggota Koperasi dapat memperluas jaringan mereka untuk mengembangkan usahanya (2) Alasan perempuan pekerja memilih bergabung menjadi anggota Koperasi Wanita Puspita Kencana Kelurahan Burengan adalah karena koperasi Wanita Puspita Kencana Kelurahan Burengan dipercaya memiliki sumber daya yang dapat mereka manfaatkan untuk pengembangan usaha dan bila dibandingkan dengan meminjam dana melalui bank, melalui koperasi ini lebih mudah, selain tidak ada syarat untuk menjadi anggota koperasi, meminjam dana di Koperasi Wanita Puspita Kencana tidak menggunakan jaminan dan bunga ringan. Selain itu juga mendapat pembinaan langsung dari pemerintah Kota Kediri, sehingga bagi mereka yang baru memulai berwirausaha bisa mendapatkan banyak pengetahuan tentang perkoperasian dan kewirausahaan.Kata Kunci : Koperasi, Pemberdayaan, Pilihan Rasional, Modal Sosial, Usaha Mikro, Kecil dan MenengahDewi Amalia (2009). Department of Sociology, Faculty of Social and Political Sciences, University of Brawijaya. Role of Women Cooperative Puspita Kencana In Working Women Empowerment Micro, Small and Medium Enterprises. Darsono Wisadirana and Andini Setya Karlina.