cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Sosiologi
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
Arjuna Subject : -
Articles 76 Documents
Perilaku Sakral dan Profan Pada Upacara Adat Rebo Wekasan di Desa Suci Kabupaten Gresik 105120100111003, NADIA KARASUTA
Jurnal Mahasiswa Sosiologi Vol 1, No 1 (2015): Januari
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (59.071 KB)

Abstract

Penelitian ini mengkaji fenomena Rebo Wekasan di Desa Suci yang mengalami perubahan dari sakral ke profan. Pada awalnya upacara adat Rebo Kasan memiliki ritual yang sakral yaitu hadrah, Khotmil Qur’an, istighotsah, bersuci di sendang dan sholat malam. Dari tahun ke tahun Rebo Kasan semakin menonjolkan hiburannya seperti pasar Rebo Kasan, panggung hiburan dan komedi putar. Tujuan penelitian ini untuk menganalisa dan mendeskripsikan perubahan dari sakral ke profan pada Rebo Kasan. Manfaat dari penelitian ini untuk memberikan kontribusi pada dunia pengetahuan khususnya sosiologi ekonomi. Teori Strukturasi oleh Anthony Giddens menjadi alat analisis untuk mengetahui perubahan yang terjadi pada praktik sosial Rebo Kasan. Dilengkapi dengan konsep sakral profan dan ruang-waktu untuk melengkapi pemahaman perubahan pada Rebo Kasan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meggunakan metode kualitatif agar dapat menggambarkan dan mendiskripsikan berbagai macam kondisi realitas sosial dalam perubahan yang terjadi pada Rebo Kasan di Desa Suci. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa perubahan yang terjadi pada Rebo Kasan disebabkan adanya kepercayaan air di sendang yang dapat mengobati segala penyakit. Kepercayaan tersebut mengundang pengunjung dan pedagang datang ke Rebo Kasan. Akhirnya pemerintah Desa Suci sebagai dominasi menyadari banyak keuntungan yang didapat dari adanya Rebo Kasan. Sehingga para dominasi menambahkan acara hiburan pada satu ruang dan waktu dengan alibi melestarikan Rebo Kasan. Namun, hiburan Rebo Kasan kini justru lebih menonjol daripada ritualnya yang sakral. Kondisi tersebut memberi signifikasi pada masyarakat apabila Rebo Kasan tiba masyarakat sudah tidak ingin melaksanakan ritual namun ingin pergi bersenang-senang ke hiburan Rebo Kasan. Kata Kunci: Rebo Kasan, Perubahan Budaya, Sakral Profan.
Pertunjukan Seni Sandur (Studi Tentang Perubahan Tradisi Pertunjukan Seni Sandur Sebagai Bagian Dari Ritual Setelah Panen di Kabupaten Tuban) 105120107111014, IGA MAWARNI PRADITANINGTYAS
Jurnal Mahasiswa Sosiologi Vol 1, No 1 (2015): Januari
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (62.966 KB)

Abstract

Penelitian ini mengkaji permasalahan perubahan tradisi pertunjukan seni sandur sebagai bagian dari ritual setelah panen yang awalnya diwariskan secara turun temurun kemudian ditinggalkan dan tidak dipertahankan oleh masyarakat pendukungnya. Sejalan dengan berubahnya tradisi tersebut, pertunjukan seni sandur sebagai bentuk pelaksanaan tradisi juga ikut mengalami perubahan. Teori perubahan tradisi yang dikemukakan oleh Sztompka digunakan sebagai pisau analisis untuk mengetahui bagaimana bentuk perubahan dan penyebab perubahan tradisi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meggunakan metode kualitatif deskriptif agar dapat menggambarkan berbagai macam kondisi realitas sosial dalam perubahan tradisi pada pertunjukan seni sandur. Hasil dari penelitian ini adalah menunjukan bahwa perubahan terjadi ketika masyarakat mengalami perkembangan pola pikir yang menganggap bahwa tradisi bukan satu-satunya kegiatan yang harus dilakukan setelah panen. Bentuk perubahannya terjadi pada segi kualitatif yaitu perubahan secara tidak sadar telah mengabaikan gagasan, simbol, makna dan ajaran hidup dalam tradisi tersebut. Dari segi kuantitatif merujuk pada jumlah masyarakat pendukungnya yang semakin berkurang. Sedangkan penyebab perubahan berasal dari faktor internal yaitu munculnya kreativitas baru pemain sandur, serta dari faktor eksternal yang  disebabkan oleh munculnya kesenian atau hiburan baru yang beraneka ragam. Meskipun tradisi tersebut sudah ditinggalkan, akan tetapi sebagai pertunjukan seni masih tetap dipertahankan sampai saat ini. Sejalan dengan berubahnya tradisi, pertunjukan seni sandur juga mengalami perubahan dalam pelaksanaannya. Sandur berubah menjadi kesenian hiburan yang dapat ditukarkan dengan uang. Hal ini merupakan daya adaptif yang dilakukan para seniman untuk tetap mempertahankan keberadaan pertunjukan seni sandur.   Kata kunci: Tradisi, Perubahan Tradisi, Kesenian, Pertunjukan Seni Sandur.
Hubungan Agen dengan Struktur dalam Perubahan Sosial Kelurahan Gundih menjadi Kampung Gundih Berseri (Studi Kasus pada Kelurahan Gundih, Kecamatan Bubutan, Kota Surabaya) 105120100111011, M ALIF MAHARDIKA
Jurnal Mahasiswa Sosiologi Vol 1, No 2 (2015): Februari
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69.079 KB)

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi fenomena perubahan sosial yang terjadi di Kelurahan Gundih di mana perubahan tidak hanya merubah kondisi fisik lingkungan kelurahan, tetapi juga merubah pola hidup masyarakatnya yang semula kumuh menjadi sadar lingkungan. Perubahan tersebut terjadi melalui perencanaan dan peranan dari pihak-pihak yang menginginkan perubahan. Rumusan masalah meliputi: 1) siapa agen dan struktur dalam perubahan sosial Kelurahan Gundih menjadi Kampung Gundih Berseri, 2) bagaimana peran dari agen dan struktur dalam perubahan sosial, 3) bagaimana hubungan yang terjalin antara agen dengan struktur dalam perubahan sosial. Analisis dalam penelitian menggunakan teori strukturasi Anthony Giddens yang menjelaskan konsep agen dan struktur, ruang dan waktu, serta hubungan struktur dengan praktik sosial agen. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode studi kasus. Pengumpulan data menggunakan observasi, yakni mengamati kondisi lingkungan kelurahan dan berbagai praktik sosial agen serta masyarakat Gundih berkaitan dengan konteks penelitian, wawancara terhadap informan utama dan tambahan, serta mengumpulkan berbagai dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan terdapat tiga orang agen dari masyarakat Gundih yang mengawali perubahan dengan kesadaran diskursifnya. Peran yang dilakukannya dalam perubahan sosial adalah dengan sosialisasi, pemberian materi, berkompetisi dan berkoordinasi. Struktur yang ada berasal dari masyarakat Gundih beserta praktik sosialnya yang dilatarbelakangi kesadaran praktis dan diskursifnya serta peran Pemkot Surabaya dan kelurahan melalui kebijakan strukturalnya. Hubungan antara agen dengan struktur dalam perubahan terjadi melalui skema struktur dominasi (penguasaan agen terhadap struktur), berlanjut signifikansi (ajakan agen pada struktur), dan mencapai skema legitimasi (pembenaran atas upaya agen oleh struktur).   Kata Kunci: agen perubahan, struktur, peran agen dan struktur, hubungan agen dengan  struktur dalam perubahan sosial.  
Politik Uang dalam Pemilihan Kepala Desa (Studi Kasus di Desa Jatirejo Kecamatan Banyakan Kabupaten Kediri) 105120101111019, MOHAMAD AMANU
Jurnal Mahasiswa Sosiologi Vol 1, No 2 (2015): Februari
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (64.522 KB)

Abstract

Penelitian mengenai politik uang pada pemilihan kepala desa di Desa Jatirejo Kecamatan Banyakan Kabupaten Kediri. Peneliti memiliki beberapa tujuan yaitu pertamapeneliti ingin melihat dan menggambarkan bentuk-bentuk praktik politik uang dalam pemilihan kepala desa. Kedua peneliti ingin melihat kesadaranagen dan menghubungkannya dengan rasionalitas agen di dalam kontestasi pemilihan kepala desa. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Dalam melakukan pemilihan informan peneliti menggunakan teknik purposive dan snowball dengan menentukan informan berdasarkan kebutuhan data. Sedangkan data penelitian ini diperoleh melalui teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Teori strukturasi dari Anthony Giddens digunakan dalam penelitian ini sebagai alat analisis praktik politik uang dan kesadaranagen dalam kontastasi pemilihan kepala desa. Dari hasil penelitian ini dapat ditemukan bukti bahwa praktik politik uang dalam pemilihan kepala desa dilakukan oleh expert agen (kandidat calon kepala desa, tim sukses) dan lay agen yaitu pemilih selain tim sukses. Adapun cara yang dilakukan oleh agen dalam praktik politik uang yaitu melalui kegiatan kampanye. Sedangkan wujud dari politik uang sebagai sarana antara interaksi pada expertagen dan lay agen berupa uang tunai, barang dan pemberian janji-janji politik seperti pembangunan infrastruktur dan ziarah wali lima. Dalam melakukan tindakan praktik politik uang maupun partisipasi dalam kontestasi pemilihan kepala desa, setiap agenmemiliki motivasi yang berbeda-beda. Diantaranya yaitu motivasi atas penghargaan, motivasi atas aktualisasi diri dan motivasi atas kebutuhan sosial. Secara teoritis motivasi atas penghargaan dan aktualisasi diri termasuk dalam bentuk kesadaran diskursif, sedangkan motivasi atas kebutuhan sosial merupakan bentuk kesadaran praktis agen. Sehingga dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa setiap tindakan agen dalam kontestasi pemilihan kepala desa mecerminkan motif yang mengarah pada kepentingan-kepentingan individu ataupun kepentingan kelompok sebagai rasionalitas atas tindakan yang dilakukan. Kata Kunci : Expert agen, Lay agen, Tindakan, Sarana antara, Kesadaran Diskursif, Kesadaran Praktis.  
Hubungan Patron-Klien Dalam Pemberdayaan Mantan Anak Jalanan (Studi Kasus Jaringan Kemanusiaan Jawa Timur Malang) 0911210003, BADRUL FATIH MISEL MUALI
Jurnal Mahasiswa Sosiologi Vol 1, No 3 (2015): Maret
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (63.011 KB)

Abstract

Penelitian ini membahas hubungan Patron-Klien yang terjadi di Jaringan Kemanusiaan Jawa Timur (JKJT). Jaringan Kemanusiaan Jawa Timur merupakan sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang bergerak dalam ruang kemiskinan dan kemanusiaan. Fokus advokasi yang dilakukan JKJT adalah membantu permasalahan yang dihadapi oleh anak jalanan dan orang terlantar lainnya di Kota Malang. Diluar itu, JKJT juga melakukan pemberdayaan terhadap anak jalanan. Dalam pemberdayaan itu, JKJT membangun hubungan sosial yang mengarah kepada hubungan Patron-Klien. Dari hubungan ini, anak jalanan yang diberdayakan tidak lagi turun ke jalanan dan menjadi mantan anak jalanan. Penelitian ini menggunakan konsep hubungan Patron-Klien dari James Scott. Konsep tersebut menjelaskan tentang hubungan Patron-Klien terjadi karena ketidakberdayaan Klien terhadap dirinya sendiri. Bahwa dalam memenuhi kebutuhuhan ekonomi, Klien selalu berada dalam batas minimal hidupnya. Kebutuhan subsistensi sebagai kebutuhan dasar Klien, disisi lain, dimiliki oleh seorang Patron. Di luar itu, Patron juga memiliki kepentingan secara ekonomi terhadap kebutuhan pribadinya. Sehingga, hubungan yang dibangun diantara keduanya adalah hubungan timbal balik (resiprositas). Jenis penelitian ini adalah penelitian Kualitatif dengan metode Studi Kasus. Proses pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik pemilihan informan menggunakan Purposive. Teknik analisis data dengan menggunakan Penjodohan Pola. Serta keabsahan data dengan menggunakan Teknik Triangulasi Sumber. Hasil penelitian ini menggambarkan hubungan Patron Klien dalam pemberdayaan terbangun atas pemberian Patron (JKJT) kepada Klien (mantan anak jalanan) dalam bentuk hubungan sosial, ekonomi, dan jaringan. Hubungan timbal balik (resiprositas) Klien kepada Patronnya ditunjukkan dalam perilaku atas nilai-nilai sosial (kedisiplinan, kemandirian, kepatuhan, dan kepedulian dengan sesama) yang ditanamkan Patron. Jika pertukaran dalam hubungan timbal balik itu tidak seimbang, maka berdampak pada pemberian kepercayaan dan kedekatan Patron kepada Klien. Selain itu ketidakseimbangan ini berdampak pada pemberian punishment atau hukuman kepada Kliennya. Hal ini disebabkan oleh tidak mampunya Klien memberikan keinginan Patron berupa perilaku yang didasari oleh nilai-nilai sosial itu tadi. Kata Kunci: Patron-Klien, Pemberdayaan, Mantan Anak Jalanan, Jaringan Kemanusiaan Jawa Timur (JKJT)
Upaya Keluarga BMPI (Buruh Migran Perempuan Indonesia) dalam Menjaga Integrasi Keluarga di Desa Watulimo Kecamatan Watulimo Kabupaten Trenggalek 105120100111033, ARI MAYA SOPA
Jurnal Mahasiswa Sosiologi Vol 1, No 3 (2015): Maret
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (78.645 KB)

Abstract

Desa Watulimo merupakan salah satu kantong BMPI di Kabupaten Trenggalek.  Secara umum keluarga BMPI berisiko mengalami perceraian. Bersamaan dengan hal itu Desa Watulimo memiliki kontrol sosial untuk menjaga integrasi keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya keluarga BMPI dalam menjaga integrasi keluarga. Metode penelitian yang digunakan kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data kemudian dianalisis menggunakan voluntaristic theory of action dan teori sistem Parsons. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fungsi keluarga BMPI yang berisiko disfungsi dapat diminimalisir oleh upaya ayah. Misalnya upaya dalam menggantikan peran domestik  ibu. Ketika ibu menjadi BMPI, ayah adalah bagian inti dalam keluarga. Keluarga BMPI dalam menjaga integrasi keluarga diatur seperangkat nilai dan norma, khususnya yang menyangkut keluarga dan perceraian. Hal itu merupakan manifestasi bekerjanya syarat fungsi sistem keluarga latent pattern-maintenance, kemudian mempengaruhi syarat fungsi sistem yang lain yakni: goal, integration dan adaptation. Bekerjanya syarat fungsi sistem secara interdependensi, menopang sub sistem keluarga dalam menjaga integrasi keluarga.   Kata Kunci: keluarga, sistem keluarga, risiko perceraian, integrasi
GERAKAN SOSIAL TANGGAP BENCANA (Studi Kasus Pola Gerakan Sosial Kelompok SIBAT, MTB dan Tanggul Bencana GKJW di Desa Sitiarjo) 105120107111002, IMAM MAHMUDIN BADAWI
Jurnal Mahasiswa Sosiologi Vol 1, No 3 (2015): Maret
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (103.644 KB)

Abstract

Gerakan sosial kelompok masyarakat terbentuk dari kesadaran dan kepedulian terhadap bencana menjadi kajian penulis. Dalam kerangka teori, penulis menggunakan teori struktur mobilisasi sumberdaya dan proses framing pada gerakan sosial oleh John D McCarthy dan Mayer N. Zald. Struktur mobilisasi sumberdaya terdiri dari adanya tindakan kolektif dan peran kelompok dalam gerakan sosial. Proses framing melalui tiga tipe yaitu adanya kontradiksi budaya, aktivitas strategi dan pengkontesan. Metode yang digunakan adalah kualitatif eksplanasi dengan pendekatan studi kasus, serta teknik analisis data yang penulis gunakan adalah penjodohan pola. Hasil penelitian menunjukkan adanya sumberdaya kelompok masyarakat yang berkonsolidasi dengan saling membangun relasi kerjasama dan kesamaan idiologi yaitu sosial kemanusiaan. Gerakan sosial tanggap bencana di Desa Sitiarjo terbentuk dari adanya faktor pendukung berupa kesamaan keyakinan yang dilihat dari struktur masyarakat pada kesadaran masyarakat yang peduli terhadap bencana, dan dari aspek pengalaman. Dengan terbentuknya kelompok tanggap bencana tersebut dimobilisasi sebagai gerakan sosial tanggap bencana yang berkonsolidasi dalam penanggulangan bencana. Gerakan sosial tersebut yaitu SIBAT, MTB, dan Tanggul Bencana GKJW yang pada saat dan pasca bencana melakukan tindakan kolektif penanganan bencana banjir bandang. Temuan lainadanya kontradiksi budaya kebencanaan menjadi keluhan masyarakat dan hutan gundul menjadikan kelompok-kelompok tanggap bencana prihatin dan dengan adanya masalah tersebut kelompok-kelompok tanggap bencana terbingkai dalam satu-kesatuan gerakan sosial tanggap bencana melalui aktivitas strategi penanggulangan bencana dan media ruang sebagai alat untuk pengkontesan gerakan sosial tanggap bencana. Kata kunci : bencana, gerakan sosial, mobilisasi sumberdaya, strategi framing
Strukturasi Implementasi Kebijakan Disabilitas (Studi Kasus Kebijakan Pemberdayaan Penyandang Disabilitas di Kabupaten Sidoarjo) 105120103111004, DWINDA MAYRIZKA
Jurnal Mahasiswa Sosiologi Vol 1, No 4 (2015)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.462 KB)

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kesulitan dalam mendapatkan pekerjaan yang dialami oleh penyandang disabilitas. Karena kesulitan itu, maka banyak penyandang disabilitas yang menganggur sehingga berakibat juga pada rendahnya kesejahteraan mereka. Pemerintah Kabupaten Sidoarjo berkewajiban untuk melakukan pemberdayaan kepada para penyandang disabilitas, yang mana kegiatan ini didasarkan pada adanya kebijakan-kebijakan. Oleh karenanya, rumusan masalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah: 1) bagaimana implementasi kebijakan pemberdayaan penyandang disabilitas di Kabupaten Sidoarjo, dan 2) bagaimana kesadaran penyandang disabilitas setelah mengikuti kegiatan pelatihan keterampilan. Analisis dalam penelitian ini menggunakan teori strukturasi Anthony Giddens yang menjelaskan tentang hubungan antara struktur dengan praktik sosial agen serta konsep kesadaran. Hubungan antara struktur dan agen ini menggunakan analisis dimensi struktural (S-D-L). Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode penelitian studi kasus. Penelitian ini berlokasi di Kabupaten Sidoarjo karena banyaknya industri yang memperbesar peluang penyandang disabilitas bekerja di perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola dimensi struktural dari kebijakan tersebut adalah legitimasi-dominasi-signifikasi. Hasil penelitian lapang menunjukkan bahwa implementasi kebijakan pemberdayaan penyandang disabilitas di Kabupaten Sidoarjo belum berjalan maksimal. Dinas Sosial dan Tenaga Kerja menjalankan kebijakan pemberdayaan melalui program kegiatan pelatihan keterampilan, namun nyatanya tidak sepenuhnya terbukti mampu memberdayakan penyandang disabilitas. Kebijakan pemberdayaan berjalan timpang satu arah karena peran pemerintah yang lebih dominan mengatur masyarakat. Selain itu, pelatihan ini menimbulkan kesadaran praktis dan diskursif di diri peserta pelatihan sehingga mengindikasikan bahwa pelatihan keterampilan tersebut terbukti tidak sepenuhnya mampu memberdayakan penyandang disabilitas yang menjadi peserta pelatihan tersebut. Kata Kunci: dimensi struktural; kebijakan; kesadaran; pelatihan keterampilan
PERILAKU KONSUMTIF DAN BENTUK GAYA HIDUP (Studi Fenomenologi pada Anggota Komunitas Motor Bike of Kawasaki Riders Club (BKRC) Chapter Malang) 0811213044, GALIH IKA PRATIWI
Jurnal Mahasiswa Sosiologi Vol 1, No 5 (2015): MEI
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (58.559 KB)

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang pandangan dan pendapat informan mengenai aktivitas dan hobinya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisa perilaku konsumtif yang dilakukan oleh anggota komunitas motor BKRC Chapter Malang yang menunjukkan suatu gaya hidup. Penelitian ini menggunakan salah satu teori postmodern, yaitu teori masyarakat konsumsi Jean Paul Baudrillard untuk menganalisis perilaku konsumtif yang dilakukan oleh anggota komunitas motor BKRC Chapter Malang yang menunjukkan suatu gaya hidup. Baudrillard mengembangkan konsep mengenai masyarakat konsumsi menjadi tiga yaitu, nilai guna, nilai tanda, dan simulakra. Nilai guna merupakan fungsi dari suatu komoditas yang dikonsumsi. Nilai tanda merupakan suatu simbol yang melekat pada suatu komoditas tertentu. Simulakra merupakan ruang yang dihasilkan dari simulasi yang berisikan realitas-realitas semu. Oleh karena itu peneliti tertarik untuk menggali lebih dalam lagi mengenai kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh informan dalam menunjang hobinya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Teknik pengumpulan data dengan wawancara, observasi partisipan, dan studi pustaka. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bergesernya dari nilai guna ke nilai tanda menghasilakan suatu simulasi. Nilai guna dalam penelitian ini meliputi fungsi dari komoditas-komoditas yang digunakan oleh informan dalam menunjang hobi. Nilai tanda merupakan penanda yang melekat pada suatu komoditas yang digunakan oleh informan. Simulasi merupakan percobaan pergeseran makna dari nilai guna ke nilai tanda yang menghasilkan simulakra yang berisikan realitas semu. Sehingga kegiatan-kegiatan yang biasa dilakukan oleh informan dalam menunjang hobi sebagai riders dari motor keluaran Kawasaki tidak terlepas dari kegiatan konsumsi. Kata Kunci: BKRC Chapter Malang, Hobi, Konsumsi, dan Simulasi
HIPEREALITAS ONLINE SHOP DAN TINDAKAN KONSUMTIF MELALUI JEJARING SOSIAL ONLINE (Studi Aktivitas Belanja Online Mahasiswi Melalui Facebook) 105120101111005, MARIA PERISTIWATI
Jurnal Mahasiswa Sosiologi Vol 1, No 5 (2015): MEI
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.872 KB)

Abstract

Adanya kemajuan teknologi dan berkembangnya komunikasi memunculkan online shop pada jejaring sosial Facebook. Online shop seringkali menampilkan simulacra melalui foto barang-barang yang dijual yang menyebabkan munculnya suatu hiperrealitas. Dari hiperealitas yang muncul berperan dalam tindakan konsumtif mahasiswi, hal ini yang melatar belakangi penelitian ini. Permasalahan pada penelitian ini adalah bagaimana online shop fashion menampilkan simulacra dan hiperealitas, serta bagaimana hiperealitas berperan dalam tindakan konsumtif mahasiswi Universitas Brawijaya. Penelitian ini menggunanakan metode etnografi digital, dimana objeknya adalah para pemilik online shop fashion dan para konsumen dikalangan mahasiswi Universitas Brawijaya. Hasil penelitian ini menunjukkan Facebook dimanfaatkan untuk bisnis online seperti fashion. Online shop fashion ternyata mengubah hasil foto agar lebih menarik. Online shop juga membuat keterangan atau tag untuk menandai pengguna dijaringan pertemanannya. Tag merupakan bentuk hiperteks dan bersifat “clickable”, sehingga online shop dan jaringannya dapat saling terhubung. Foto yang ditampilkan juga merupakan salah satu hipermedia, sehingga banyak orang dapat mengakses. Kemudian online shop juga sering memberi caption pada foto dengan huruf menarik perhatian. Segala perubahan pada foto telah  menghasilkan simulacra. Dari simulacra menghasilkan hiperealitas dan berperan dalam tindakan konsumtif. Kata kunci: Online Shop Fashion, Simulacra, Hiperealitas, Tindakan Konsumtif