cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Sosiologi
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
Arjuna Subject : -
Articles 76 Documents
RELASI KUASA DALAM PENGELOLAAN REMITAN TKI DI KECAMATAN JAMBON KABUPATEN PONOROGO (Studi Tentang Perubahan Pengelolaan Remitan TKI ke Sektor Jasa di Kecamatan Jambon Kabupaten Ponorogo) 105120100111039, Nurul Hidayatul Fitriyani
Jurnal Mahasiswa Sosiologi Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.179 KB)

Abstract

ABSTRACT Nurul Hidayatul Fitriyani. (2014). Department of Sociology. Faculty of Social and Politics Science. Brawijaya University. Management of Relation Authorization Changes of Remittance of Indonesian Migrant Workers in the Jambon, Ponorogo. Advisors: Iwan Nurhadi, S.Sos., M.Si and Andini Setya Karlina, M.A   The study discusses about the management of remittance changes of migrant worker in Jambon. It aims to comprehend and analyze the economic investment of relation authorization changes conducted by Indonesian Migrant Workers in Jambon into service sector which aims to change the remittance management. In the study, is used to know the management of relation authorization of remittance of Indonesian Migrant Workers in Jambon.  Without relation authorization, the management changes of remittance cannot be realized. It is needed some elements of knowledge and discourse to create relation authorization. The elements are crucial to be used in analyzing the management of relation changes of remittance into service sector.  In addition, the qualitative design through case study approach is used in this study. The result of the study shows that the changes of remittance investment management conducted by Indonesian Migrant Workers into service sector based on knowledge reproduction and discourse of before, during, and after becoming Indonesian Migrant Workers. The practice of power that any form of domination of government and NGO, as a discipline and control apparatus. Kind of Indonesian Migrant Workers discipline in Jambon looks by doing BIMTEK and socialization. Not only that, it’s able to reproduce the Indonesian Migran Workers knowledge after completion of the training organized by government,even the TKI is also given freedom to manage remittance into the desire effort according to the capacity of the knowlwdge; as fotocopy, travel, drawing room, printing office and etc. Keywords : Remittance, Indonesian Migrant Workers in Jambon, Knowledge, Power  and Discourse
REALITAS KEHIDUPAN SEHARI-HARI PENDERITA KUSTA DALAM LINGKUNGAN SOSIAL (Studi Fenomenologi Pada Penderita Kusta di Rumah Sakit Kusta Kediri) NIM.0911213071, Nur Istifadah
Jurnal Mahasiswa Sosiologi Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.653 KB)

Abstract

ABSTRAKSI Fenomena kusta merupakan sebuah fenomena yang tidak asing lagi. Penyakit kusta sudah dikenal sejak jaman kuno. Ceritanya pun dari masa ke masa tidak mengalami perubahan. Kehidupan penderita kusta masih diwarnai oleh perilaku-perilaku yang tidak menyenangkan. Dihujat, dicaci maki dan diasingkan dari lingkungan sosial adalah warisan yang akan diterima bagi siapa saja yang terkena penyakit kusta. Meskipun jaman sudah mengalami kemajuan, masyarakat masih mempersepsikan kusta disebabkan karena kutukan atau pun kusta penyakit yang dapat menurun. Fenomena tersebut menarik peneliti untuk meneliti realitas objektif dan realitas subjektif pada penderita kusta sebelum dan ketika berada dirumah sakit. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Peter L Berger dengan menggunakan metode penelitian kualitatif serta pendekatan fenomenologi. Sumber data didapat melalui wawancara, observasi, dokumentasi dan data sekunder. Hasil penelitian menunjukan bahwa realitas kehidupan sehari-hari penderita kusta pada masa sebelum dan ketika berada dirumah sakit mengalami transformasi. Objektifikasi yang didapat sebelum masuk rumah sakit adalah penyakit kusta adalah penyakit kutukan, menurun hal tersebut menyebabkan internalisasi dan eksternalisasi penderita kusta mengarah pada putus asa. Berbeda, saat dirumah sakit objektifikasi yang didapat adalah penyakit kusta dapat disembuhkan sehingga memberikan pengaruh positif pada internalisasi dan eksternalisasi penderita kusta yakni harapan hidup.   Kata kunci: Objektifikasi, Internalisasi, Eksternalisasi
Perempuan Pekerja dan Kesehatan (Studi Tentang Bentuk Kekerasan Simbolik Perempuan Pekerja di home industry) 105120101111004, ARIS SETIAWAN
Jurnal Mahasiswa Sosiologi Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKSI Penelitian ini berusaha menjelaskan dan mendeskripsikan bentuk kekerasan simbolik perempuan pekerja mbeji dalam home industry dengan menggali secara mendalam makna sakit dan sehat bagi perempuan pekerja mbeji.  Mbeji adalah salah satu proses produksi, dimana para pekerja menghadap mesin penghalus bahan yang akan digunakan untuk membuat manik-manik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk kekerasan simbolik yang dialami perempuan pekerja mbeji di home industry kerajinan kaca manik-manik di Desa Plumbon Gambang Kecamatan Gudo Kabupaten Jombang. fenomena ini menjadi menarik untuk diteliti disebabkan karena perempuan pekerja mbeji harus minum air bersoda saat mereka melakukan pekerjannya. Penelitian ini menggunakan teori Kekerasan simbolik oleh Pierre Bourdieu sebagai kerangka analisisnya. Kekerasan simbolik hadir karena adanya upaya dari pihak yang mendominasi untuk menyudutkan pihak yang didominasi. Menurut Bourdieu, kekerasan simbolik sebagian besar terjadi pada perempuan, hal ini disebabkan karena posisi perempuan dalam masyarakat selalu diletakkan pada posisi kedua setelah laki-laki. lebih jauh lagi, pihak yang terdominasi meyakini begitu saja tanpa mempertanyakan apa yang sudah terjadi kepada mereka, dan mereka menerima begitu saja apa yang sudah menimpa mereka. kekerasan simbolik bersifat lembut dan sangat abstrak sehingga para korbannya tidak menyadari kekerasan yang mereka alami. Demikian yang terjadi dalam home industry tersebut. para majikan dalam home indusry menerapkan sistem kerja borongan, namun bersifat terikat. Adapun metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Informan yang dipilih disesuaikan dengan kebutuhan data dan kedalaman informasi saat penelitian berlangsung. Analisis data menggunakan horisonalisation dengan mencari kedalaman suatu makna dari para informan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terjadi transformasi perubahan dari kekerasan simbolik menuju kekerasan fisik. Para majikan membuat pola hubungan kerja yang bersifat kekeluargaan dengan tujuan untuk mengikat para pekerjanya. Rasa kekeluargaan tersebut tidak tampak mana kala saat pekerja sakit, majikan tidak bertindak untuk membantu para pekerja. selain itu, majikan menghendaki para pekerja saat pekerja meminta pinjaman untuk memenuhi kebutuhan yang bersifat mendadak seperti untuk berobat. Selain itu, pekerja diwajibkan untuk menyelesaikan pekerjaannya saat pesanan sedang ramai. Dalam penelitian ini juga ditemukan adanya pemahaman terbalik dari para pekerja terhadap upaya ntuk menjaga kesehatan. Resiko kerja seperti batuk, sesak nafas, sakit mata, atau bahkan pilek dapat disembuhkan dengan minum air bersoda. selain itu debu kaca yang dihasilkan dari gesekan bahan baku tersebut juga dapat dilalurtkan dengan cara minum air bersoda. Namun, mereka tidak memahami bahaya yang disebabkan akibat terlalu sering minum air bersoda. Majikan tidak bertindak untuk menghentikan keadaan yang dialami pekerja tadi. Dalam hal ini pula dapat diambil kesimpulan, bahwa saat pesanan ramai, pekerja akan menambah resiko kerja dan bahaya bagi tubuh mereka, karena saat pesanan ramai mereka juga harus minum air bersoda selama dua kali dalam satu hari. Majikan sangat diuntungkan secara ekonomi dalam hal ini, tapi pekerja dirugikan terutama bagi kesehatan mereka baik jangka pendek ataupun jangka panjang. Kata Kunci: Perempuan pekerja mbeji, kekerasan simbolik, makna sakit dan sehat, home industry
Komunitas Tanoker Ledokombo: Pendorong Perubahan Sosial Pedesaan Melalui Pendekatan Budaya di Kecamatan Ledokombo, Kabupaten Jember, Jawa Timur Velayati, Sisillia
Jurnal Mahasiswa Sosiologi Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.71 KB)

Abstract

Penelitian ini membahas tentang komunitas belajar dan bermain Tanoker Ledokombo sebagai agen yang mendorong perubahan sosial pedesaan melalui pendekatan budaya di Kecamatan Ledokombo, Kabupaten Jember. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui proses transfer nilai budaya sebagai bentuk pendekatan budaya yang diberikan oleh Tanoker Ledokombo untuk diterapkan dalam kehidupan sosial anak-anak di wilayah tersebut serta mengetahui bentuk-bentuk perubahan individu dan perubahan kolektif yang terjadi pada masyarakatnya. Landasan teoritis dalam penelitian ini adalah teori strukturasi dengan berdasarkan pada asumsi Anthony Giddens tentang dualitas antara struktur dengan pelaku (agen); tiga gugus struktur, yaitu struktur dominasi, struktur signifikasi, dan struktur legitimasi; serta tiga tahapan kesadaran mencakup motivasi tidak sadar, kesadaran diskursif, dan kesadaran praktis. Sedangkan metode yang digunakan adalah penelitian etnografi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tanoker Ledokombo mendorong perubahan sosial pedesaan melalui pendekatan budaya dengan cara melaksanakan kegiatan pembimbingan dengan media permainan tradisional egrang sekaligus nyanyian diiringi alat musik yang kemudian dipertajam membahas tema-tema tertentu dalam kehidupan sehari-hari. Akhirnya, materi pembimbingan mengenai nilai-nilai budaya yang terdapat pada setiap medianya dapat menciptakan perubahan sosial pedesaan. Perubahan itu dimulai dari perubahan individu berupa perubahan kesadaran individu yang dapat nampak melalui pola pikir dan perilaku menuju kesadaran kolektif kearah perubahan kolektif berupa kerja sama dalam keluarga, antar masyarakat desa di dalam Kecamatan Ledokombo, dan antara masyarakat Kecamatan Ledokombo dengan masyarakat luar Kecamatan Ledokombo. Kata Kunci: Komunitas Belajar dan Bermain Tanoker Ledokombo, Pendekatan Budaya, Perubahan Sosial Pedesaan
POLA TATANAN LINGKUNGAN DAN PERUBAHAN TATA RUANG PADA PERMUKIMAN PEMULUNG KALISARI (Studi di Kelurahan Pandanwangi, Kecamatan Blimbing, Kota Malang) 0811213064, Titin Sugiarti
Jurnal Mahasiswa Sosiologi Vol 2, No 2 (2014): November
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.785 KB)

Abstract

Pertumbuhan penduduk dan migrasi desa-kota yang terus meningkat merupakan penyebab utama terciptanya pemukiman kumuh. Pertumbuhan sektor perekonomian pada sebuah kota memicu timbulnya arus urbanisasi yang akhirnya menimbulkan permasalahan pada sektor perumahan dan pemukiman. Berbagai faktor tentunya yang mendasari mereka melakukan perpindahan. Seperti halnya yang terjadi di komunitas pemulung Kalisari. Wilayahnya ada di bantaran sungai menjadikan permasalahan tersendiri. Perilaku yang kurang sehat, adanya kumpulan sampah hasil memulung di lingkungan dan banjir yang terkadang mendekati permukiman memperparah keadaan yang ada. Sungai menjadi tempat untuk mandi cuci, buang air besar juga pembuangan sampak domestik dari rumah tangga. Pola tatanan rumah warga permukiman yang tidak teratur dan jenis bangunan non permanen digunakan sebagi tempat tinggal. Ironisnya walaupun dengan kondisi  yang sedemikian rupa warga permukiman masih tetap bertahan dan tinggal di permukiman. Hal ini karena adanya serangkaian kegiatan dalam mengolah dan menciptakan hubungan timbal balik dengan lingkungan tempat tinggal. Dengan adanya hal itu, menyebabkan juga terjadinya perubahan-perubahan tata ruang pada lingkungannya. Maka perlu adanya penangan secara komprehenshif terhadap kehidupan komunitas pemulung Kalisari yang bertempat tinggal di kawasan bantaran sungai Kalisari. Kawasan ini merupakan daerah rawan bencana terutama bencana ekologis. Tujuan dalam penelitian ini yang pertama, memberikan gambaran dan menganalisis pola tatanan lingkungan hidup komunitas pemulung Kalisari dan menganalisis perubahan-perubahan dalam tata ruang yang berdampak terhadap komunitas pemulung di bantaran sungai Kalisari. Konsep push and pull teori menjelaskan tentang faktor yang mendorong dan juga menarik para migran dalam melakukan suatu perpindahan, digambarkan dalam faktor positif (+), faktor negatif (-), atau faktor netral (0). Teori sistem terbuka menjelaskan tentang hubungan timbal balik antara dua komponen lingkungan Ekosistem dengan Sistem Sosial, dan dalam proses hubungan timbal baliknya. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan studi kasus yaitu intrinsic case study dengan memfokuskan pada lingkungan hidup dan perubahan tata ruang. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dalam melakukan mobilitas faktor penarik adalah harapan dengan hidup di komunitas ini dapat memenuhi kebutuhan dan keinginannya. Sedangkan faktor pendorongnya antara lain kesempatan kerja yang terbatas jumlah dan jenisnya, sarana dan prasarana pendidikan yang kurang memadai, fasilitas perumahan dan kondisi lingkungan yang kurang baik. Motif utama yang mendorong perilaku mobilitas adalah motif ekonomi. Warga menciptakan kebersamaan dan kebutuhan bersama menjaga lingkungan, melalui pengorganisasian sistem sosial, pengetahuan yang dimilikinya. Sebagai sebuah sistem terbuka, permukiman komunitas pemulung Kalisari menerima input dari dan mengeluarkan output melalui energi, materi dan informasi ke subsistem sosial dan ekologi lainnya. Perubahan tata ruang di permukiman Kalisari terjadi secara bertahap, ditandai dengan adaya perubahan pola perilaku dalam mengelola sampah, perubahan tata perumahan warga yang dulunya saling berhimpitan dan padat sekarang telah ditata dan antar rumah sudah di beri jarak yang sesuai dan bangunannya sudah banyak yang menggunakan bangunan semi permanen. Selain hal itu juga ditunjukan dengan ada atau tidaknya kerusakan tanah, peralihan fungsi sungai, kualitas air yang menurun, dan limbah rumah tangga.
HIBRIDITAS DALAM PEMBENTUKAN BUDAYA PENGGEMAR (Studi Etnografi tentang Budaya Penggemar pada Fandom VIP Malang) 0811210032, Eka Putri Ayu Dita Kusuma
Jurnal Mahasiswa Sosiologi Vol 2, No 2 (2014): November
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (649.348 KB)

Abstract

Terpaan akan fenomena Hallyu Wave sudah mulai dirasakan di Indonesia. Masuknya drama-drama Korea dan juga musik K pop di beberapa stasiun televisi swasta menjadi buktinya. Kepopuleran musik K pop juga ditandai dengan merebaknya fansclub-fansclub atau yang biasa disebut dengan fandom turut mewarnainya. Jurnal ini akan memaparkan mengenai pembentukan budaya penggemar di dalam fandom yang bernama VIP yang bertempat di Kota Malang serta gejala hibriditas di dalamnya. Penelitian ini merupakan studi etnografi yang dianalisis dengan menggunakan konsep dari Henry Jenkins mengenai budaya penggemar untuk membantu menjelaskan proses pembentukan budaya penggemar, serta teori hibriditas dari Homi K. Bhabha untuk menganalisis bentuk hibriditas budaya penggemar. Budaya penggemar terbentuk melalui perilaku fandom antara lain fansite, fangath, fanproject, fancover, fanfic, fanart, fanchant, fancam/fanvid, dan fanwar, serta atribut fandom yang tampak pada crown, bias, dresscode, goodies, handbanner, crownstick, dan encore. Kemudian bentuk hibriditas ditunjukkan pada domain fanfic dan fancover.
PERILAKU SOSIAL REMAJA PEREMPUAN YANG MELAKUKAN DIET DI LINGKUNGAN RUMAH KONTRAKAN (Studi Kasus Di Rumah Kontrakan Jalan Watugong Nomer 35 Kelurahan Ketawanggede Kecamatan Lowokwaru Kota Malang) 0811213057, Renitya Dwiranty
Jurnal Mahasiswa Sosiologi Vol 2, No 2 (2014): November
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (379.735 KB)

Abstract

Penelitian ini membahas tentang perilaku sosial remaja perempuan yang melakukan diet di lingkungan rumah kontrakan jalan watugong nomer 35, Kelurahan Ketawanggede, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami dan menjelaskan tentang perilaku sosial remaja perempuan yang melakukan diet di dalam lingkungan tertentu. Penelitian ini menggunakan teori yang dikemukakan oleh Erving Goffman yaitu teori Dramaturgi menjelaskan bahwa interaksi sosial dimaknai sama dengan pertunjukan teater atau drama diatas panggung. Manusia adalah aktor yang berusaha untuk menggabungkan karakteristik personal dan tujuan kepada orang lain melalui “pertunjukan dramanya sendiri”. Dalam mencapai tujuan tersebut, menurut konsep dramaturgis manusia mengembangkan perilaku-perilaku yang mendukung setiap perannya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus deskriptif yang berupaya memahami dan menjelaskan tentang perilaku sosial remaja perempuan yang sedang melakukan diet di lingkungan rumah kontrakan jalan Watugong nomer 35 Hasil penelitian ini yang dapat dilihat dari kehidupan sehari-hari para remaja tersebut dengan perbedaan perilaku sosial sebagai Dramaturgi remaja perempuan yang melakukan diet dan remaja yang tidak melakukan diet di lingkungan rumah kontrakan jalan Watugong nomer 35.  Di panggung depan remaja (aktor) berupaya untuk menunjukan diet yang benar dan sempurna di depan teman-temannya. Dalam penampilan dan sikap dari remaja perempuan yang melakukan diet tersebut berbeda-beda sesuai dengan skenario yang mereka mainkan di atas panggung. Sedangkan di panggung belakang sebagai kehidupan remaja yang sebenarnya ada di belakang panggung, remaja (aktor) bebas melakukan kegiatan apa saja tanpa sepengetahuan teman-temannya.
KREATIVITAS GURU SD DAN KUASA KURIKULUM DALAM PENERAPAN KURIKULUM 2013 0911213009, Farah Trinindia Caesar
Jurnal Mahasiswa Sosiologi Vol 2, No 2 (2014): November
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.29 KB)

Abstract

Pendidikan adalah salah satu hal yang penting di dalam hidup masyarakat. Salah satu acuan pendidikan di Indonesia adalah kurikulum. Kurikulum 2013 adalah kurikulum terbaru yang dipakai oleh pemerintah. Akan tetapi, dengan bergantinya kurikulum, banyak kerepotan dalam pelaksanaannya di awal pemakaian kurikulum 2013. Dalam penelitian ini, peneliti memakai teori Bourdieu mengenai kuasa simbolik, serta memakai konsep dari Dr. Ralph J. Hallman mengenai guru kreatif. Dalam penelitian ini menggunakan studi deskriptif dengan metode campuran.   Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kreatifitas guru SD di kota malang terbilang tinggi, dengan rata-rata jawaban guru memilih tidak pernah sebanyak 1 persen, jarang sebanyak 32.6 persen, sering sebesar 36.1 persen, dan sangat sering sebesar 24.32 persen. Tetapi, di balik kreatifitas tersebut, terdapat kuasa dari kurikulum 2013 terhadap para guru. Kuasa tersebut bersifat simbolik, sehingga yang dikuasai tidak menyadarinya. Legitimasi yang diberikan pemerintah melalui UU dan peraturan, kurikulum yang telah lama dipakai sebagai pedoman pendidikan di Indonesia sehingga menjadi doxa, serta adanya dominasi dari kurikulum 2013 sehingga para guru harus memakainya sebagai pedoman dalam mengajar. Pada akhirnya guru harus kreatif agar dapat mengikuti aturan yang dimiliki oleh kurikulum 2013.
HUBUNGAN TINGKAT MODAL SOSIAL TERHADAP TINGKAT PENDAPATAN PELAKU UKM 0911213079, Taupan Muhamad Hapiz
Jurnal Mahasiswa Sosiologi Vol 3, No 2 (2014): Desember
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (416.534 KB)

Abstract

Keripik tempe merupakan icon oleh-oleh khas kota Malang. Sanan sebagai salah satu wilayah di Kota Malang, merupakan pusat dari home industry yang memproduksi keripik tempe. Dalam kegiatan usaha, pelaku usaha membutuhkan modal untuk menjalankan usahanya. Modal yang sering diperhatikan seringkali hanya tertuju pada modal finansial, sumberdaya alam, sumberdaya manusia dan kemampuan memanfaatkan teknologi. Kenyataannya, terdapat modal lain, yakni modal sosial, akan tetapi modal sosial ini sering kali diabaikan oleh para pelaku usaha. Faktual, untuk mengingkatkan produktifitas usaha dibutuhkan semua modal yang ada, termasuk modal sosial. Menjadi menarik apabila ada penelitian yang menganalisa tentang seberapa kuat hubungan modal sosial terhadap tingkat pendapatan pelaku UKM. Hal ini bertujuan, untuk mengukur, dan menguji serta mengetahui hasil perhitungan dari hubungan tingkat modal sosial terhadap tingkat pendapatan pelaku UKM. Berdasarkan hasil pengujian, menunjukkan bahwa ada korelasi yang positif dan signifikan antara variabel modal sosial dan variabel tingkat pendapatan dimana nilai koefisien korelasi (r hitung) Pearson Product Moment (0,475) dan nilai r tabel diketahui (0,316), sehingga nilai r hitung > r tabel yang artinya H1 diterima dan H0 ditolak. Hal ini berarti ada hubungan antara tingkat modal sosial terhadap tingkat pendapatan pelaku UKM.
Kemiskinan Masyarakat Petani (Studi Tentang Perubahan Kelembagaan Kepemilikan dan Penguasaan Lahan serta Hubungan Kerja Pada Masyarakat Dataran Tinggi Dusun Arjosari Desa Andonosari Kecamatan Tutur Kabupaten Pasuruan) 105120101111002, GHESILLA RESHA ROSITA
Jurnal Mahasiswa Sosiologi Vol 1, No 1 (2015): Januari
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69.317 KB)

Abstract

Penelitian ini membahas mengenai kemiskinan yang terjadi pada masyarakat petani di dataran tinggi, utamanya masyarakat petani apel dusun Arjosari. Kemiskinan dilihat dari terjadinya perubahan kepemilikan dan penguasaan lahan masyarakat petani. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis dan mendeskripsikan kondisi kelembagaan kepemilikan dan penguasaan lahan pada petani apel.Penelitian ini menggunakan teori yang dikemukakan oleh James C Scott untuk menganalisis serangkaian tindakan ekonomi yang dilakukan masyarakat petani. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus intrinsik. Teknik pengambilan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Pemilihan informan secara purposive, yaitu informan kunci, informan utama, dan informan tambahan.Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pada perkembangannya terjadi perubahan kepemilikan lahan melalui waris, penjualan lahan, serta penyewaan. Perubahan tersebut turut berdampak pada posisi tawar petani setempat yang beralih menjadi buruh tani. Dari kondisi yang demikian itu, kemiskinan tidak dapat dihindari lagi oleh sebagian besar masyarakat petani apel.Kata kunci : Kemiskinan, kelembagaan kepemilikan lahan, waris,