cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Sosiologi
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
Arjuna Subject : -
Articles 76 Documents
KONSUMSI TANDA PADA FASHION HIJAB (Deskripsi Konsumsi Fashion Hijab pada Anggota Hijab Beauty Community, Malang) 0610010011, Devi Anandita
Jurnal Mahasiswa Sosiologi Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (103.487 KB)

Abstract

ABSTRAK   Kehidupan manusia saat ini seakan tidak dapat terlepas dari gemerlap dunia fashion. Fashion memasuki setiap sendi kehidupan, termasuk spiritual. Hal ini tergambar pada semakin berkembangnya fashion hijab di Indonesia. Penelitian ini kemudian diadakan untuk menganalisis dan mendeskripsikan konsumsi atas hijab yang kini tengah berkembang berbaur dengan dunia fashion. Perkembangan fashion hijab memiliki banyak dampak positif bagi umat muslim di Indonesia, diantaranya semakin banyak muslimah yang berhijab dan juga mampu meningkatkan perdagangan dalam negeri. Namun dampak negatif konsumsi fashion tidak dapat dihindari. Muslimah semakin konsumtif dan memandang hijab adalah sebuah komoditas fashion yang mampu digunakan untuk menaikkan prestise, menunjukkan eksistensi ataupun mengukuhkan kelasnya sebagai muslimah mapan. Konsep fashion diyakini Baudrillard seperti sebuah proyek yang menggiring konsumen untuk memaksimalkan daya belinya demi menjadi manusia di baris depan kenikmatan (lihat Baudrillard, 1970:89). Melalui tanda yang ada pada komoditas hijab, mereka ingin memaksimalkan tampilannya untuk tampil lebih modis dan terlihat berbeda daripada muslimah lainny. Pada akhirnya mereka semakin kecanduan berbagai artefak fashion terbaru, lantas selalu mengupayakan untuk membelinya. Demikian menurut Baudrillard, apa yang dikonsumsi oleh masyarakat postmodern adalah konsumsi itu sendiri. Mereka yang menganut gaya hijab kontemporer kemudian mengkonsumsi hijab bukan lagi berdasar pada nilai guna ataupun nilai tukar, melainkan nilai tanda yang tersimpan dalam komoditas hijab. Kata kunci: fashion hijab, modis, konsumsi, nilai tanda, dan eksistensi.
MAKNA BUDAYA PADA JILBAB MODIS (Study Pada Anggota Hijab Style Community Malang) 0710010051, Anilatin Naira
Jurnal Mahasiswa Sosiologi Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.258 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini membahas tentang makna budaya pada jilbab yang terjadi pada anggota komunitas HSC Malang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis dan mendeskripsikan makna budaya pada jilbab yang dikenakan anggota komunitas HSC Malang. Manfaat dari penelitian ini adalah sebagai bahan kajian fenomenologi makna budaya pada jilbab yang terjadi pada anggota komunitas HSC Malang. Penelitian menggunakan teori budaya dan budaya populer dari Raymonds Williams yang akan menjelaskan apa makna budaya jilbab pada anggota komunitas HSC Malang. metode dalam penelitian ini ada kualitatif , tipe deskriptif dengan pendekatan fenomenologi. Peneliti menganalisis hasil wawancara langsung dengan subjek penelitian. Pengambilan data dalam penelitian ini adalah dengan observasi partisipan, dan wawancara mendalam. Penelitian ini mengambil empat informan penelitian. Hasil ini menunjukkan, dalam fenomena jilbab modis yang dimunculkan dari komunitas menjadikan fenomena ini menarik. Ketika anggota mulai memberikan gambaran mengenai pandangan mereka mengenai jilbab hingga bentuk jilbab mereka yang mengarah pada faktor yang lebih besar mempengaruhi perkembangan mereka berjilbab. Dalam budaya jilbab, keempat informan tersebut dipengaruhi perkembangan Intelektual, spiritual dan estetika. Perkembangan jilbab yang terjadi pada diri mereka mengalami perbedaan budaya. Jilbab menjadi sebuah budaya populer dan sering disebut sebagai jilbab modis ketika perkembangan jilbab yang dialami lebih dipengaruhi oleh faktor tren. Tren mampu merubah pemahaman jilbab dari syar’i menjadi jilbab yang nyaman digunakan muslimah. Hal ini dikarenakan tren dan fesyen menjadikan faktor utama agar mereka diterima dalam kehidupan bermasyarakat. Hal ini terjadi kepada ketiga informan dari anggota komunitas HSC Malang. Berbeda dengan infoman keempat yang tidak terpengaruh dengan tren dalam penggunaan jilbabnya. Pengetahuan agama dalam mengenakan jilbab merupakan faktor yang sangat mempengaruhi perubahan bentuk jilbab mereka. Salah satu informan, lebih mengarah pada budaya religi, karena ia menyadari dan memahami dengan baik makna jilbab sesuai dengan syari’at islam.   Kata Kunci:     Jilbab Modis, Makna Budaya, Intelektual, Spiritual, Estetika,                                  Budaya Populer dan Budaya Religi
SIMULASI MASYARAKAT JOGJA PADA PROGRAM ACARA “FILM TELEVISI (FTV) SURYA CITRA TELEVISI (SCTV)” NIM. 0911210047, Novi Andry A.
Jurnal Mahasiswa Sosiologi Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (532.094 KB)

Abstract

ABSTRAKSI Novi Andry A. (2014). Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Brawijaya, Malang: Simulasi Masyarakat Jogja pada Program Acara “Film Televisi Indonesia (FTV) SCTV”.   Penelitian ini membahas simulasi masyarakat Jogja pada tayangan FTV SCTV dengan realitas masyarakat Jogja di Malioboro dan Kraton. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk simulasi masyarakat Jogja pada tayangan FTV SCTV dengan realitas masyarakat Jogja di Malioboro dan Keraton. Manfaat dari penelitian ini sebagai bahan rujukan yang menganalisis kajian media massa dan informasi, kajian budaya (cultural studies) serta ilmu sosiologi pengetahuan lainnya. Penelitian menggunakan perpekstif dalam sosiologi terapan dalam bidang kajian media massa dan kajian budaya (cultural studies). Dimana dalam kaitannya dengan simulasi, peneliti melihat bagaimana bentuk simulasi masyarakat Jogja yang ditampilkan dalam tayangan FTV SCTV dengan realitas masyarakat Jogja yang sebenarnya, terutama yang tinggal di Malioboro dan Kraton. Oleh karena itu, peneliti ingin melihat dengan cara analisis semiotika sebagai metode dalam penelitian ini. Pendekatan analisis semiotika ini didasarkan pada analisis semiotika visual dengan cara melihat dan menganalisis bentuk tanda masyarakat Jogja yang ditayangkan di FTV SCTV dengan realitas masyarakat Jogja di Malioboro dan Kraton. Sebagai pengambilan data dan pendukung dalam penelitiannya, peneliti mengambil tiga subjek informan diantaranya informan utama, informan pendukung, dan informan tambahan yang berasal dari Kota Jogja yaitu yang tinggal di Malioboro dan Keraton. Kemudian dengan menambahkan datanya dengan mengambil dokumen pribadi (foto, audio dan video) dan rekaman dari Youtube. Hasil dari penelitian ini adalah penokohan masyarakat Jogja yang ditampilkan oleh FTV SCTV melalui FTV “Bibik Saingan Gue” dan FTV “Pernikahan Sandiwara” bahwa masyarakat Jogja tidak ditampilkan sesuai realitasnya. Penggambaran yang dibawakan FTV SCTV hanya menampilkan masyarakat Jogja yang masih berbicara dengan bahasa Jawa yang medok, masyarakat yang masih memakai kendaraan (sepeda ontel, becak, andong, dll), dan masyarakat yang masih memakai pakaian adat Jawa (lurik, sorjan, dan blangkon). Ketiga kriteria tersebut adalah penokohan masyarakat Jogja yang ditampilkan FTV hampir di setiap judul FTV yang memakai latar Jogja sebagai penayangannya. Kata kunci: Masyarakat Jogja, Simulasi, dan Semiotika.  
KONFLIK DAN KETIDAKEFEKTIFAN REKONSILIASI (Studi Kasus Konflik Penambangan Pasir Mekanik dan Rekonsiliasi Melalui Program Pengamanan Tanggul Sungai Brantas Berbasis Partisipatif di Desa Gebangbunder Kecamatan Plandaan Kabupaten Jombang dalam Perspektif Le NIM. 105120103111003, Anita Ayu Fatmaningtias
Jurnal Mahasiswa Sosiologi Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (467.732 KB)

Abstract

ABSTRAKSI Aktivitas penambangan pasir mekanik di Kabupaten Jombang menyebabkan konflik terjadi antara pemerintah dalam usaha penertiban pelanggaran Perda serta masyarakat DAS Brantas. Pemerintah Kabupaten Jombang bekerja sama dengan BBWS Brantas dan PJT I untuk aktivitas penambangan pasir melalui Program Pengamanan Tanggul Sungai Brantas Berbasis Partisipatif, penambang pasir dialihkan pekerjaannya. Permasalahannya yang muncul adalah aktivitas penambangan pasir mekanik di Desa Gebangbunder masih berlangsung. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika konflik penambangan pasir dan menganalisis faktor penyebab rekonsiliasi konflik melalui Program Pengamanan Tanggul Sungai Brantas yang berjalan tidak efektif di Desa Gebangbunder. Penelitian ini menggunakan teori konflik sosial dari Lewis Coser, mengunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Informan ditentukan dengan menggunakan teknik purposive. Sumber data diperoleh melalui wawancara, observasi, dokumentasi, rekaman arsip dan perangkat fisik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik penambangan pasir mekanik di Desa Gebangbunder mengalami dinamika, mulai dari pra konflik hingga mengalami situasi krisis dan mengalami deeskalasi dengan adanya Program Pengamanan Tanggul Sungai Brantas Berbasis Partisipatif sebagai katup penyelamat konflik. Implementasi dari program pemberdayaan yang digagas oleh Pemda Jombang, BBWS Brantas dan PJT I tidak berjalan efektif. Ketidakefektifan perumusan program, kuatnya solidaritas penambang pasir, kegagalan pemerintah dalam menjalankan program menjadi faktor penyebab ketidakefektifan Program Pengamanan Tanggul Sungai Brantas Berbasis Partisipatif.   Kata Kunci : Dinamika Konflik, Solidaritas, Rekonsiliasi
RESOLUSI KONFLIK ANTARA PENGUSAHA DAN PEKERJA DI PABRIK ROKOK (Studi Kasus Mengenai Demonstrasi Pekerja Akibat Pelanggaran Hak Normatif yang Dilakukan oleh Pengusaha di Pabrik Rokok Adi Bungsu Kota Malang) NIM. 105120100111021, Efi Asmi Suryani
Jurnal Mahasiswa Sosiologi Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (455.264 KB)

Abstract

ABSTRAKSI   Studi ini membahas resolusi konflik antara pengusaha dan pekerja di Pabrik Rokok Adi Bungsu Kota Malang. Penelitian ini penting untuk dikaji agar dapat memberikan manfaat baik akademis maupun praktis mengenai konflik di dunia industri, model resolusi konflik yang efektif, dan hubungan industrial yang terbangun pasca resolusi konflik. Penelitian ini menggunakan teori konflik Ralf Dahrendorf. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa konflik disebabkan oleh pengusaha yang berencana menurunkan THR dan menetapkan uang pesangon yang tidak sesuai dengan masa kerja pekerja borongan. Resolusi konflik yang ditempuh terkait konflik rencana penurunan THR dan konflik penetapan uang pesangon pekerja yang di-PHK dapat terselesaikan secara bipartit dengan menerapkan demokrasi industri. Kemudian hasil penelitian terkait hubungan industrial antara pekerja dan pemilik pabrik pasca resolusi konflik menunjukkan kondisi hubungan yang harmonis. Selain itu, pekerja dan pengusaha telah memperbaiki pola pengambilan keputusan sehingga berbagai kebijakan yang akan diterapkan di pabrik merupakan hasil dari musyawarah bersama. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa terdapat beberapa konflik laten di pabrik tersebut baik antara mandor dengan pekerja maupun antar pekerja kelas bawah pasca terjadinya beberapa konflik terbuka yang telah terselesaikan. Hal tersebut menunjukkan bahwa konflik tidak dapat dihindari karena konflik merupakan kenyataan sosial di suatu relasi dalam sistem.     Kata Kunci: konflik industri, hak normatif, pekerja dan pengusaha.          
POLA KOMUNIKASI IMPLEMENTASI CSR (Corporate Social Responsibility) BANK INDONESIA (Studi Evaluatif Implementasi CSR Bank Indonesia Surabaya dalam Tinjauan Rasionalitas Komunikatif Sebagai Upaya Mewujudkan Good Corporate Governance Pada Program Pemberdayaa NIM :105120107111004, Mila Hiswatus Sholihah
Jurnal Mahasiswa Sosiologi Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (331.417 KB)

Abstract

ABSTRAK Bank Indonesia merupakan salah satu lembaga negara independen di Indonesia yang telah menerapkan CSR (Corporate Social Responsibility). Salah satu kegiatan CSR yang digagas oleh Bank Indonesia terimplementasi pada program pemberdayaan usaha kecil dan mikro berbasis KSM (Kelompok Swadaya Masyarakat) di Kelurahan Jepara Kecamatan Bubutan Surabaya. Pada dasarnya implementasi program tersebut mempunyai tujuan yang sangat baik yaitu untuk mengatasi permasalahan ekonomi makro di Indonesia yang selama ini masih belum terselesaikan yaitu kemiskinan dan pengangguran. Namun, dalam praktik dan implementasinya program tersebut masih memiliki berbagai kendala dan hambatan salah satunya yaitu stagnan dana. Maka dari itu diperlukan suatu analisis kritis pada pola komunikasi pihak stakeholder yang terlibat dalam implementasi program tersebut dengan menggunakan teori tindakan rasionalitas komunikatif Jurgen Habermas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan menggunakan pendekatan studi evaluatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola komunikasi yang dibangun antara pihak Bank Indonesia dengan PKPU terkait penentuan program pemberdayaan tidak ada yang mendominasi. Walaupun pihak Bank Indonesia selaku pemberi dana CSR pada program tersebut, namun decision maker atau pembuat keputusan tetap berdasarkan pada persetujuan bersama. Penetapan program tersebut juga menunjukkan bahwa Bank Indonesia selaku lembaga negara independen telah melaksanakan konsep Good Corporate Governance. Hal ini berbeda terbalik dengan pola komunikasi antara pihak PKPU dengan anggota KSM, tidak adanya keterlibatan dan partisipasi anggota KSM dalam penentuan cicilan kredit di ranah ruang publik (public sphere) menyebabkan munculnya kredit macet. Maka dari itu diperlukan keterlibatan ataupun partisipasi anggota KSM melalui komunikasi dua arah yang reguler antara pihak BI, PKPU dan anggota KSM dalam penentuan cicilan kredit sebagai bentuk evaluasi program. Kata Kunci: Corporate Social Responsibility, Good Corporate Governance, public sphere, pemberdayaan, tindakan rasionalitas komunikatif dan konsensus.
DINAMIKA GERAKAN SOSIAL (Studi Peran Intelektual dalam Melakukan Gerakan Sosial dengan Masyarakat Sipil untuk Mendapatkan Pelayanan Listrik di Desa Mulyorejo Kecamatan Silo Kabupaten Jember) NIM : 105120107111020, Fathor Rosid
Jurnal Mahasiswa Sosiologi Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (147.448 KB)

Abstract

ABSTRAK   Penelitian ini mengkaji tentang dinamika gerakan sosial, khususnya peran intelektual dalam melakukan gerakan sosial dengan masyarakat sipil untuk mendapatkan pelayanan listrik di Desa Mulyorejo Kecamatan Silo Kabupaten Jember. Tujuan dari penelitian ini, pertama, untuk mengetahui peran intelektual organik dalam mengorganisir massa untuk pengajuan listrik. Kedua, untuk mengetahui peran intelektual organik dalam melakukan lobi politik dengan PLN sebagai instansi yang wajib memberikan pelayanan listrik. Adapun manfaat dari pelaksanaan penelitian ini, pertama, memberikan gambaran tentang pentingnya seorang intelektual organik bagi masyarakat sipil dalam melakukan gerakan sosial untuk mendapatkan pelayanan listrik dari PLN. Kedua, memberikan pembelajaran ideologis bagi masyarakat Mulyorejo dan intelektual agar melakukan gerakan sosial untuk memperjuangkan hak-hak masyarakat sipil sebagai respon atas tidak adanya pelayanan listrik dari PLN sebagai masyarakat politik. Penelitian ini menggunakan teori Gerakan Intelektual Organik yang dikemukakan oleh Antonio Gramsci. Intelektual organik harus bisa mengorganisir massa, memberikan kesadaran ideologis tentang hak dan kewajiban masyarakat sipil, serta mempunyai koneksi dengan masyarakat politik dalam upaya melakukan gerakan sosial. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara terbuka, observasi dan dokumentasi. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, didapatkan empat hasil penelitian, pertama, intelektual organik Mulyorejo dengan pendekatan ketokohan menjadi penggerak masyarakat untuk berkumpul membahas gerakan pengajuan listrik yang waktu itu masyarakat tidak tahu bagaimana mekanisme untuk mendaptkan listrik dari PLN. Namun, dalam menggerakkan massa tersebut intelektual tidak memberikan penyadaran ideologis kepada masyarakat tentang kewajiban PLN dan hak masyarakat untuk mendapatkan pelayanan listrik dikarenakan intelektual tidak punya pemahaman tentang itu. Kedua, intelektual organik mempunyai koneksi dengan PLN dan mampu melakukan lobi politik dengan pengajuan proposal ke PLN, sehingga berhasil mendapatkan pelayanan listrik. Ketiga, dalam gerakan, intelektual tidak memberikan kesadaran ideologis tentang hak dan kewajiban masyarakat soal kelistrikan karena ia juga tidak punya pemahaman soal itu.  Keempat, intelektual mempunyai kepentingan ekonomi di balik gerakannya dalam memperjuangkan hak pelayanan listrik masyarakat sipil Mulyorejo. Kata Kunci: Gerakan Sosial,  Intelektual Organik, Masyarakat Politik, Masyarakat Sipil,  Pelayanan Listrik
PRAKTIK SOSIAL DALAM ALOKASI DANA DESA UNTUK PROGRAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (Studi kasus di Desa Wonorejo Kecamatan Kedungjajang Kabupaten Lumajang) NIM 0911213059, Henariza Febriadmadja
Jurnal Mahasiswa Sosiologi Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (741.17 KB)

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini membahas tentang implementasi kebijakan alokasi dana desa (ADD) dengan sebuah praktik sosial dalam proses perencanaan dan pelaksanaan. Dengan tujuan menganalisis bentuk praktik sosial dalam perencanaan dan pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat yang dianggarkan melalui ADD, yang mana dana ADD 70% untuk program pemberdayaan dan 30% aparatur pemerintahan desa. Dalam penelitian ini bentuk perencanaan dan pelaksanaannya lebih didominasi agen yang menguasai struktur S-D-L.Penelitian ini menggunakan teori strukturasi Anthony Giddens yang mengagas agen dan struktur. Agen yang memiliki beberapa bentuk kesadaran agen yang meliputi motiv tak sadar, kesadaran diskursif dan kesadaran praktis. Giddens juga memaparkan definisi dari struktur, terbagi tiga proposisi yaitu: (1) Signifikasi; (2) Dominasi; dan (3) Legitimasi. Kemudian hubungan keduannya antara agen dan struktur membentuk keterulangan dalam lintas ruang dan waktu menjadi praktik sosial. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus.Hasil dari penelitian dimana signifikasi tanpa didasari dengan dominasi dan legitimasi maka siginifikasi itu menjadi hampa atau percuma, dalam permasalahan yang diangkat peneliti fungsi kepala desa yang secara otomatif memiliki S-D-L dan praktik sosial ini terbentuk dengan adanya kesadaran dari tiap-tiap agen terus-menerus dalam lintas ruang dan waktu. Ketika kepala desa membentuk suatu program maka, perangkat desa dan jajaran lainnya turut serta membantu karena sudah menjadi kewajiban dari warga ikut dalam kegiatan desa atau kepala desa.Pengelolaan anggaran yang memang anggaran tersebut merupakan anggaran khusus program pemberdayaan masyarakat yaitu Alokasi Dana Desa ADD. Sebesar 70% dana ADD untuk program pemberdayaan masyarakat dan 30% untuk aparatur pemerintahan desa. Dalam teori strukturasi Anthony Giddens, agen dan struktur harus saling berhubungan. Dimana agen melakukan sesuatu maka disitulah struktur mengatur jalannya sebuah kondisi masyarakat dengan pihak-pihak agenKata Kunci : Praktik sosial, agen dan struktur, kepala desa, alokasi dana desa (ADD), program pemberdayaan
Pemaknaan Uang Pinjaman (Studi Fenomenologis tentang Makna Uang Pinjaman bagi Debitur BPR Delta Malang di Kelurahan Sisir Kota Batu) NIM 105120101111022, Ririn Retno Wati
Jurnal Mahasiswa Sosiologi Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKSI Ririn Retno Wati. (2014). Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Brawijaya Malang. ‘Pemaknaan Uang Pinjaman (Studi Fenomenologis tentang Makna Uang Pinjaman bagi Debitur BPR Delta Malang di Kelurahan Sisir Kota Batu)’. Pembimbing: Anif Fatwa Chawa dan Andini Setya Karlina Penelitian ini dilatarbelakangi oleh semakin banyaknya program dan lembaga kredit yang bermunculan di masyarakat. Program tersebut berupa kegiatan-kegiatan kredit seperti dari bank, individu atau pun lembaga sosial di masyarakat. Dari semakin banyaknya program serta lembaga tersebut pada akhirnya memberikan dampak konsumtif pada penggunanya. Hal ini juga akan menimbulkan persepsi serta pemberian makna uang pinjaman di masyarakat. Masyarakat akan memberikan anggapan yang lain terhadap uang pinjaman.. Penelitian ini mencoba melihat lebih dalam tentang penggunaan uang pinjaman, dampak serta makna uang pinjaman oleh debitur BPR Delta Malang. Oleh karena itu, penelitian ini menggunakan teori interaksi Georg Simmel. Jenis penelitian yang digunakan yaitu kualitatif dengan pendekatan fenomenologi dan menggunakan teknik pengumpulan data melalui observasi dan wawancara mendalam dengan sembilan informan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa latar belakang para debitur berhutang yaitu adanya kebutuhan mendesak yang harus segera dipenuhi namun tidak adanya biaya. Sehingga mereka berhutang pada BPR. Dalam penggunaannya uang pinjaman tidak selalu untuk modal usaha namun juga untuk konsumsi. Dengan menggunakannya sebagai konsumsi para debitur beranggapan bahwa dapat meningkatkan status sosial mereka. Uang pinjaman juga dapat memberikan nilai beban dan kesenangan tersendiri, hal ini termasuk dalam segi emosi. Di sisi yang lain mudahnya akses meminjam uang di BPR menjadikan para debitur mempercayai dan kembali menggunakan uang pinjaman. Kata Kunci: Lembaga kredit, hutang, makna uang pinjaman, uang
PEMBERDAYAAN REMAJA TERLANTAR SEBAGAI UPAYA PEMBENTUKAN KEMANDIRIAN (Studi Evaluasi di Pelayanan Sosial Remaja Terlantar (PSRT) Blitar) NIM 105120100111020, Novita Rohmah
Jurnal Mahasiswa Sosiologi Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (341.077 KB)

Abstract

  ABSTRAKSI   Studi ini membahas mengenai pemberdayaan remaja terlantar yang dilaksanakan di PSRT Blitar. Penelitian ini penting untuk dikaji agar dapat memberikan manfaat, tidak hanya secara akademis tetapi juga praktis, mengenai pemberdayaan yang dilaksanakan untuk remaja terlantar. Penelitian ini menggunakan teori ACTORS Sarah Cook dan Steve Macaulay. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan studi evaluasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberdayaan yang dilaksaanakan oleh PSRT Blitar adalah berupa bimbingan fisik, sosial, mental, dan keterampilan kerja. Terdapat beberapa hambatan dalam proses pelaksanaan pemberdayaan dan itu berpengaruh terhadap output dari pemberdayaan. Hingga saat ini, pemberdayaan yang dilaksanakan untuk dapat membentuk kemandirian kerja remaja terlantar kurang berjalan dengan baik, hal tersebut terbukti dari jumlah kemandirian kerja alumni yang semakin menurun setiap angkatannya. Oleh karena itu, kemandirian kerja yang diharapkan dapat digunakan untuk menghapuskan stigma dari remaja terlantar juga masih jauh dari harapan. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa terdapat kekerasan fisik terhadap beberapa remaja terlantar yang dilakukan oleh pekerja sosial di PSRT Blitar. Di akhir laporan penelitian ini, peneliti mengajukan dua rekomendasi program, yaitu kartu kendali remaja terlantar dan paguyuban pekerja.   Kata Kunci: pemberdayaan, remaja terlantar, kekerasan fisik, dan rekomendasi program.