cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Sosiologi
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
Arjuna Subject : -
Articles 76 Documents
CARDING DAN MAHASISWA (Studi Kasus tentang Fenomena Carding di Kalangan Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Brawijaya Malang) 0710010048, SEPTIAN ADRI
Jurnal Mahasiswa Sosiologi Vol 1, No 5 (2015): MEI
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (47.434 KB)

Abstract

Penelitian ini membahas tentang pola jaringan sosial mahasiswa pelaku carding di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Brawijaya Malang. Para carder tersebut bekerja sama dalam melakukan carding yang kemudian membentuk modal sosial diantara mereka. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui modal sosial yang ada pada para carder, serta untuk mengetahui pola jaringan sosial mahasiswa sebagai pelaku carding. Penelitian ini menggunakan teori modal sosial dari Robert D. Putnam yang terbagi menjadi 3 unsur, yaitu norma, kepercayaan dan jaringan. Teori tersebut akan menjelaskan norma, kepercayaan dan jaringan yang ada pada para carder yang kemudian membentuk sebuah pola jaringan sosial. Metode dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengambilan data dalam penelitian ini adalah dengan observasi partisipan, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Penelitian ini mengambil empat narasumber penelitian. Kata Kunci: Mahasiswa, Carding, Pola Jaringan Sosial, FISIP UB
GERAKAN ANTI PEMBAKARAN TIMAH (Studi Kasus Gerakan Sosial pada Masyarakat Kecamatan Sekaran Kabupaten Lamongan dalam Menolak Aktivitas Pembakaran Timah) 0811210033, EKO CAHYO R A
Jurnal Mahasiswa Sosiologi Vol 2, No 1 (2015): Juni
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (292.681 KB)

Abstract

Lamongan memiliki permasalahan lingkungan yang cukup serius yaitu berupa pencemaran atau polusi udara yang diakibatkan oleh asap timah. Asap timah tersebut muncul akibat hasil pembakaran yang dilakukan oleh sekelompok pengusaha peleburan timah di Kecamatan Pucuk yang mana daerah tersebut berbatasan langsung dengan Kecamatan Sekaran. Hasil pembakaran berupa polusi asap timah sering mengarah ke Wilayah Sekaran yang dianggap mengganggu kesehatan dan kualitas udara di wilayah tersebut. Dari permasalahan ini muncul aktivitas masyarakat Sekaran berupa gerakan sosial yang tujuannya menolak aktivitas pembakaran timah tersebut. Peneliti menggunakan teori mobilisasi sumber daya yang digagas John D. McCarthy dan Mayer N. Zald untuk menganalisa dinamika gerakan sosial masyarakat Sekaran dalam menolak aktivitas pembakaran timah. Teori tersebut menekankan pentingnya organisasi gerakan sosial dan rasionalitas aktor dalam memobilisasi sumber daya yang tersedia. Penelitian ini menggunakan metode kualitiatif dengan pendekatan Studi kasus. Dengan menggunakan strudi kasus, peneliti berusaha memahami latar atau setting alamiah subjek yang menjadi kajian penelitian. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, organisasi gerakan, kepemimpinan, strategi dan ideologi memainkan peran penting dalam memobilisasi sumber daya serta mendistribusikan untuk kepentingan dan tujuan gerakan. Terdapat dua kelompok gerakan yang berkembang di Kecamatan Sekaran. Secara garis besar kelompok gerakan tersebut memobilisasi warga untuk melakukan tekanan kepada pemerintah agar mengatasi permasalah polusi asap timah. Kata Kunci : Gerakan Sosial, Mobilisasi Sumber Daya, Pembakaran Timah, Organisasi
STREET ART: REPRESENTASI IDENTITAS DAN KRITIK SOSIAL (Studi Kasus pada Generasi Baru Street Art Joy O Klan Kota Malang) 0911213058, GHOFUUR EKA FERIANTO
Jurnal Mahasiswa Sosiologi Vol 2, No 1 (2015): Juni
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (63.66 KB)

Abstract

Street art sering dilihat sebagai perilaku vandalisme, atau sekedar menunjukan eksistensi diri. Coretan dinding yang bersifat illegal dipandang sebagai perilaku menyimpang oleh masyarakat Kota dan bersinggungan dengan ranah kriminal. Seringkali mereka menggunakan bahasa asing berbentuk teks yang hanya diketahui maksudnya oleh kelompok yang sama, sehingga sulit untuk melacak siapa dibalik coretan tersebut. Pada tahun 2011, street art tersebar diseluruh dinding Kota Malang dan masih bernada sumbang. Coretan dinding ini menuliskan tentang nama kelompok Joy O Klan sebagai petanda generasi baru, yang sebelumnya di Kota Malang begitu sepi street art sejak tahun 2009. Perjuangan mereka dalam merepresentasikan identitas kelompok kepada masyarakat Kota Malang tercermin dari pergerakan tahun ke tahun. Hari ini, street art tampaknya sudah menyajikan karya artistik yang indah, dan sebagai alat kritik menanggapi permasalahaan perubahan sosial secara fisik pada Kota Malang. Kata kunci : Graffiti, Ruang Publik, Interaksi Visual dan Propaganda.  
HUBUNGAN ANTARA FANATISME DAN SOLIDARITAS SOSIAL DI KOMUNITAS ICI MORATTI REGIONAL MALANG 0811213018, TAUFIQ NAZHAR HABIBIE
Jurnal Mahasiswa Sosiologi Vol 2, No 1 (2015): Juni
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (369.656 KB)

Abstract

Penelitian ini mengkaji hubungan antara fanatisme dan solidaritas pada komunitas Inter Club Indonesia (ICI) Moratti regional Malang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan fanatisme dan solidaritas di dalam komunitas supporter Inter klub Indonesia (ICI) Moratti regional Malang. Teori yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan teori lima hierarki kehidupan milik Abraham Maslow dan teori Emilie Durkheim tentang solidaritas sosial. Fanatisme muncul dari kebutuhan cinta, sayang, dan kepemilikan, kebutuhan esteem dan kebutuhan aktualisasi diri. Studi tentang pengaruh fanatisme dalam pembentukan solidaritas sosial di dalam anggota Inter Klub Indonesia (ICI) Moratti regional Malang telah dilakukan pada bulan Februari hingga April 2014. Metode penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan sampling acakan yang sederhana (simple random sampling). Sebagai responden, sebanyak 146 dari anggota fans klub Inter Klub Indonesia (ICI) regional Malang telah dipilih. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah fanatisme meliputi tiga indikator yaitu simbolik, perasaan pembelaan dan membentuk komunitas, sedangkan variabel tergantung yang ingin diketahui adalah tingkat pembentukan solidaritas sosial meliputi tiga indikator yaitu membantu, perasaan senang dan persatuan/persaudaraan dan sharing. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hubungan antara fanatisme dan solidaritas dianalisis berdasarkan uji korelasi Spearman melalui perhitungan dengan rumus korelasi Spearman dengan bantuan SPSS 17.0 for windows sebesar 0,770. Sesuai dengan pedoman interpretasi terhadap koefisien korelasi yang menyatakan bahwa interval koefisien >0.75 - 0,99 sangat kuat, jadi dapat disimpulkan bahwa hubungan kedua variabel signifikan dan H1 sehingga ada hubungan antara pengaruh fanatisme dengan pembentukan solidaritas sosial di komunitas ICI Moratti regional Malang. Berdasarkan teori Abraham Maslow dan Emilie Durkheim bahwa pengaruh fanatisme sangat kuat dalam mempengaruhi solidaritas sosial di Komunitas Klub Indonesia (ICI) Moratti regional Malang sesuai dengan hasil uji korelasi Spearman.   Kata Kunci: fanatisme, solidaritas, Inter Klub Indonesia (ICI) Moratti, Malang
Tindakan Kolektif Perlawanan Pembuat Petasan Terhadap Aturan Hukum di Kampung Petasan Kabupaten Jombang 105120100111025, Isa Fatoni Hidayat
Jurnal Mahasiswa Sosiologi Vol 3, No 2 (2014): Desember
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian pada pembuat petasan ini didasari pada tindakan kolektif perlawanan mereka lakukan untuk tetap berusaha mempertahankan kegiatan tersebut.Dalam melihat kronologi kemunculan perlawanannya, ada dua poin yang terpenting yaitu pertama, akibat ingatan bersama pada masa pemerintahan Orde Baru.Pada masa pemerintahan ini, kegiatan membuat petasan sempat berhenti akibat sikap represi Negara.Kedua, adanya hubungan pola resiprositas diantara pembuat petasan dan masyarakat sekitar untuk saling membantu melakukan tindakan kolektif.                                                                                                                    Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis lebih dalam tindakan kolektif perlawanan pembuat petasan terhadap aturan hukum yang dijalankan aparat Negara.Dalam melihat kasus permasalahan ini, peneliti menggunakan telaah perspektif Scott tentang perlawanan masyarakat petani kelas bawah kepada elit petani.Analogi perlawanan inilah yang digunakan peneliti untuk menganalisis permasalahanyang terjadi lokasi penelitian.                                                     Berdasarkan penelitian yang sudah dilakukan, banyak ditemukan kesamaan bentuk perlawanan yang diteliti Scott dengan perlawanan yang dilakukan pembuat petasan.Cara-cara seperti upaya menghalang-halangi, sabotase, pemboikotan, dan upaya menghilangkan jejak, merupakan bentuk-bentuk perlawanan tersebut.                                                                                                          Akan tetapi, meskipun perlawanan ini banyak menggunakan model Scott, tidak berarti hanya sebatas perlawanan semacam ini yang dilakukan. Mereka juga melakukan upaya kolektif perlawanan terbuka terhadap kepolisian.Sehingga berangkat dari hasil penelitian ini, peneliti juga memiliki telaah kritis tersendiri terhadap perlawanan yang dinyatakan oleh Scott bersifat statis. Kondisi ini karena masyarakat yang bersifat dinamis, tentunya juga akan melakukan perlawanan secaraterbuka kalau tidak sesuai dengan tujuan bersama.
PRODUKSI RUANG HIDUP MASYARAKAT PESISIR DI WILAYAH LIGKAR TAMBANG (STUDI ETNOGRAFI DI DUSUN SUKOREJO, KABUPATEN MALANG) 0811213058, RIZQI SAMUDRA MUHAMMAD
Jurnal Mahasiswa Sosiologi Vol 2, No 1 (2015): Juni
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas mengenai kondisi masyarakat pesisir Pantai Wonogoro Dusun Sukorejo yang mengalami sebuah produksi ruang hidup dengan adanya eksploitasi pertambangan pasir besi yang dilakukan oleh Koperasi Tambang Indonesia III (KTI III) di wilayah hidup mereka. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana ruang hidup masyarakat pesisir Pantai Wonogoro diproduksi dengan adanya perubahan kewilayahanyang terjadi di Dusun Sukorejo sebagai daerah lingkar tambang Koperasi Tambang Indonesia III. Tujuan dari penelitian ini adalah memahami produksi ruang hidup masyarakat pesisir di masa lalu dan saat ini di wilayah lingkar tambang KTI III. Penelitian ini menggunakan kajian tentang produksi ruang Henri Lefebvre. Kajian Lefebvre tentang penciptaan ruang mutlak, abstrak dan diferensial digunakkan untuk mendeskripsikan kondisi masyarakat pesisir. Kajian tersebut digunakan dalam analisis produksi ruang antara representasional ruang dari pengetahuan lokal masyarakat pesisir dan representasi ruang lingkar tambang dari KTI III dengan adanya ekploitasi pertambangan pasir besi yang ada di wilayah pesisir Pantai Wonogoro. Metode Penelitian ini adalah etnografi. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, pengamatan dan studi pustaka. Hasil dari penelitian ini memperlihatkan bahwa kekuatan ekonomi yang dimiliki  KTI III mampu memberikkan representasi ruang baru di dalam ruang hidup masyarakat pesisir dengan berbagai representasi ruang. Hal ini memunculkan berbagai kesepakatan ekonomi antara masyarakat dan pihak KTI III. Namun representasi ruang baru yang dilakukan oleh KTI III dengan adanya wilayah lingkar tambang, tidak sepenuhnya dapat merubah representasional ruang yang dihasilkan dari warisan pengetahuan lokal nenek moyang masyarakat pesisir.   Kata Kunci : masyarakat pesisir, lingkar tambang, produksi ruang
POLA ASUH ANAK PADA KELUARGA MILITER 105120100111006, RIRIS DWI SETIANING
Jurnal Mahasiswa Sosiologi Vol 2, No 1 (2015): Juni
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menggali alasan mengapa keluarga militer memilih pola asuh yang diterapkan dalam keluarganya. Teori yang digunakan adalah teori dari Pierre Bourdieu mengenai Habitus dan Modal serta konsep dari Elizabeth B. Hurlock mengenai jenis pola asuh. Metode yang digunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Teknik pengambilan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Pemilihan informan dilakukan secara Purposive Sampling, yaitu dengan informan utama dan informan tambahan. Hasilnya menunjukkan bahwa jika di dalam keluarga militer di Batalyon menerapkan pola asuh demokratis ada modifikasi dengan pola asuh otoriter, pola asuh demokratis murni dan pola asuh demokratis ada modifikasi dengan pola asuh permisif. Pola asuh yang diterapkan dipengaruhi dari habitus dan modal yang dimiliki oleh orang tua. Habitus yang dimiliki dilihat dari pengalaman individu tersebut ketika masih tinggal dengan orang tuanya. Sedangkan modal yang dimiliki ada empat yang pertama yakni modal ekonomi berupa materi, kedua yakni modal budaya berupa latar belakang pendidikan, ketiga yakni modal sosial berupa teman dalam pergaulan, keempat yakni modal simbolik berupa pangkat jabatan. Dari keempat modal itu juga mempengaruhi kesempatan sosial anak. Kata Kunci: Pola Asuh, Habitus, Modal, Kesempatan Sosial
TAFSIR SOSIAL ATAS NYABIS (Kebiasaan Berkunjung ke Ulama Atau Dukun oleh Nelayan Desa Kedungrejo Kecamatan Muncar Kabupaten Banyuwangi) 105120100111038, MOHAMAD FAUSI
Jurnal Mahasiswa Sosiologi Vol 2, No 2 (2015): Juli
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas tentang fenomena nyabis, yakni kegiatan mengunjungi ulama maupun dukun yang dilakukan oleh nelayan tangkap di Desa Kedungrejo. Nelayan tangkap melakukan nyabis untuk keperluan-keperluan yang berkaitan dengan aktivitas kenelayanannya seperti keselamatan dan perolehan rejeki. Penelitian ini menggunakan teori yang dikemukakan oleh Peter Ludwig Berger dan Thomas Luckman mengenai konstruksi sosial untuk menganalisis fenomena nyabis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif-interpretatif dengan pendekatan fenomenologi. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi partisipan, wawancara terbuka, dan dokumentasi, dengan enam informan utama dan empat informan pendukung. Berdasarkan temuan di lapangan menunjukkan bahwa nyabis yang ada di kalangan nelayan Desa Kedungrejo adalah hasil konstruksi sosial melalui proses obyektivasi, dimana terjadi pelembagaan mengenai hal-hal yang berkaitan dengan nyabis. Munculnya kesadaran mengenai sosok ulama, perahu, dan laut yang kemudian memunculkan tindakan nyabis yang termanifestasi ke dalam berbagai kegiatan slametan, mengawinkan perahu, nudus, dan memasangi jimat yang dapat ditipifikasikan oleh nelayan lainnya. Proses internalisasi yang dialami oleh nelayan terjadi di wilayah tempat tinggal dimana orang tua, kyai, dan tetangga menjadi agennya. Sedangkan di wilayah tempat kerja, elit nelayan seperti pemilik perahu dan juraghan menjadi agennya. Selanjutnya terjadi proses eksternalisasi sebagai hasil dari internalisasi yang dialami oleh masing-masing nelayan. Bentuk eksternalisasi yang dilakukan oleh nelayan adalah melakukan nyabis dengan mendatangi ulama dengan tujuan mencari barokah atau dengan mendatangi dukun atau paranormal dengan tujuan mendapatkan rejeki.   Kata Kunci: Nelayan, Nyabis, Konstruksi sosial, Obyektivasi, Internalisasi, Eksternalisasi
DISKRIMINASI DAN ETIKA SUBSISTENSI ORANG DENGAN HIV/AIDS (ODHA) (Studi Fenomenologi ODHA Kelas Menengah ke Bawah di Kota Malang) 105120101111018, RINDAH AYU NARITA
Jurnal Mahasiswa Sosiologi Vol 2, No 2 (2015): Juli
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh stigma dan diskriminasi yang dilakukan oleh masyarakat terhadap ODHA. Salah satu lingkungan terjadinya stigma dan diskriminasi adalah lingkungan pekerjaan. Teori yang digunakan adalah teori habitus dari Pierre Bourdieu dan teori Etika Subsistensi dari James C. Scott. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Hasilnya menunjukkan bahwa stigma yang diterima oleh ODHA di lingkungan pekerjaannya adalah stigma berbahaya, lemah, dan buruk, sedangkan diskriminasi yang diterima yaitu berupa pemecatan. Setelah ODHA mendapatkan stigma dan diskriminasi tersebut, mereka melakukan improvisasi dengan mempertimbangkan modal-modal yang dimiliki (modal ekonomi, modal sosial, modal budaya, dan modal simbolik) untuk dapat mempertahankan hidup dan memenuhi kebutuhan sehari-harinya dengan cara etika subsistensi, yaitu ODHA kelas menengah ke bawah melakukan penghematan pengeluaran untuk makan dan memaksimalkan kemampuannya untuk mendapatkan penghasilan sendiri tanpa harus bergantung kepada orang lain. Selain itu, ODHA juga memaksimalkan jaringannya dengan cara meminta bantuan kepada keluarga, teman, dan juga pemerintah.   Kata Kunci: Stigma, Diskriminasi, Habitus, Modal, Etika Subsistensi.
NAHDLATUL ULAMA DAN NILAI AJARAN AHLUSSUNNAH WAL JAMA’AH (ASWAJA) SEBAGAI PEMBENTUK PILIHAN PENDIDIKAN MASYARAKAT (Studi Fenomenologi pada Masyarakat Dusun Arjosari, Desa Andonosari, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan) 105120101111023, KHOIRUL MAYA FATMAWATI
Jurnal Mahasiswa Sosiologi Vol 2, No 2 (2015): Juli
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masyarakat Dusun Arjosari yang mengaku menjadi pengikut Organisasi Nahdlatul Ulama (NU) dan penganut ajaran Ahlissunnah Wal Jama’ah (Aswaja) secara turun-temurun memilih pendidikan berbasis Islam. Pendidikan berbasis Islam yang dipilih berupa lembaga pendidikan Islam Formal maupun Non-formal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan bagaimana Organisasi NU dan nilai ajaran Aswaja  dalam membentuk pilihan pendidikan masyarakat Dusun Arjosari. Menggunakan metode fenomenologi dengan pemilihan informan menggunakan purpossive sampling, peneliti menetapkan orang tua yang menyekolahkan anaknya di lembaga pendidikan Islam, pendidik dari lembaga pendidikan Islam, serta anak yang bersekolah di lembaga pendidikan Islam sebagai informan. Teori Konstruksi Sosial dari Peter L. Berger, digunakan peneliti dalam menganalisa hasil penelitian dengan hasil melalui proses Objektivasi masyarakat mengetahui nilai-nilai ajaran Aswaja yang disampaikan secara terstruktur melalui lembaga pendidikan Islam formal dan nonformal yang dimiliki oleh Organisasi NU, kegiatan keagamaan juga menjadi media dalam penyampaian nilai-nilai Aswaja. Melalui proses Internaliasi masyarakat memberikan pemaknaan yang berbedamengenai organisasi NU dan nilai-nilai Aswaja. Hasil dari proses internalisasi membuat masyarakat Dusun Arjosari melakukan tindakan eksternalisasi yang berbeda dalam memilih lembaga pendidikan. Salah satu informan memilih lembaga pendidikan Islam yang berbeda dengan organisasi NUdannilai-nilaiAswaja yang selama ini diyakini. Akan tetapi, meskipun memiliki pemaknaan dan tindakan yang berbeda, masyarakat Dusun Arjosari memiliki kesamaan di dalam tujuannya dalam melakukan tindakan memilih lembaga pendidikan Islam, yaitu agar tercapainya kehidupan dunia dan akhiratseperti yang selama ini diajarkan oleh organisasi NU dan nilai-nilai Aswaja yang mereka anut. Kata Kunci : Agama, Organisasi NU, lembagapendidikan Islam, Konstruksi Sosial