cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil
ISSN : -     EISSN : 25982397     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil yang diterbitkan 2 kali dalam setahun pada bulan Februari dan Agustus. Jurnal ini pertama kali terbit pada bulan Agustus 2012. Tujuan dari penerbitan jurnal ini adalah sebagai wadah bagi mahasiswa untuk menyebarluaskan hasil penelitian bersama dengan dosen pembimbingnya dalam bidang keilmuan dan penerapan di bidang teknik sipil.
Arjuna Subject : -
Articles 40 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2 (2016): AGUSTUS 2016" : 40 Documents clear
IMPLEMENTASI ELEMEN TETRAHEDRON LINEAR DAN KUADRATIK UNTUK ANALISIS TEGANGAN TIGA DIMENSI DENGAN MENGGUNAKAN PROGRAM MATLAB DAN GiD Bryan Linggo Satria; Levin Sergio Tanaya; Wong Foek Tjong
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 5, No 2 (2016): AGUSTUS 2016
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1328.527 KB)

Abstract

Metode elemen hingga (MEH) saat ini telah populer digunakan untuk memecahkan masalah-masalah yang sulit diselesaikan dengan metode analitik. Salah satu permasalahan yang sulit adalah objek tiga dimensi yang dapat ataupun tidak dapat dimodelkan dalam satu ataupun dua dimensi dimana permodelan tiga dimensi yang paling representatif. Dengan demikian dalam studi ini dibuat program untuk menyelesaikan permasalahan permodelan tiga dimensi dengan mengunakan elemen tetrahedron linier dan kuadratik. Analisis statik linier 3D solid diimplementasikan dalam program MATLAB, sedangkan pre-process dan post-process dengan program GiD. Keakuratan dan konvergensi MEH 3D solids ini diuji dengan menyelesaikan berbagai benchmark problems. Hasil-hasil pengujian menunjukkan bahwa MEH 3D solids mampu untuk mencapai hasil diharapkan dengan material isotropik maupun orthotropik. Penggunaan elemen kuadratik mampu mencapai hasil yang diharapkan lebih cepat dari elemen linier, sehingga penggunaan elemen kuadratik lebih efisien. Hasil yang didapat dengan elemen kuadratik cenderung konvergen di atas hasil referensi. Program yang dibuat diharapkan menjadi alternatif dalam analsis permodelan tiga dimensi.
STUDI HARGA SATUAN UPAH UNTUK PROYEK BANGUNAN TINGGI Michael Purnomo; Elvin Laynardo; Indriani Santoso; Budiman Proboyo
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 5, No 2 (2016): AGUSTUS 2016
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.209 KB)

Abstract

Pekerja adalah salah satu faktor penting dalam suatu proyek konstruksi khususnya pada bangunan tinggi, sehingga kesejahteraan pekerja konstruksi menjadi suatu hal yang perlu diperhatikan untuk keberhasilan proyek tersebut. Upah dalam bangunan tinggi dapat dibedakan menjadi 2, yaitu upah yang diberikan kontraktor kepada pekerja, dan upah dalam Rencana Anggaran Biaya yang ditawarkan kontraktor kepada pemilik bangunan tinggi. Upah pekerja yang terdapat pada Rencana Anggaran Biaya berasal dari pembentukan analisa harga satuan upah terlebih dahulu. Sedangkan perhitungan upah yang diberikan kontraktor kepada pekerja dapat dibedakan lagi menjadi 2, yaitu upah borongan kepada mandor dan upah harian kepada para tukang. Dengan data upah borongan, upah harian, Rencana Anggaran Biaya dan analisa harga satuan maka dapat menganalisa korelasi dari ketiga sistem perhitungan upah dalam suatu proyek bangunan tinggi. Fokus penelitian ini adalah perkerjaan struktur atas beton bertulang dan pekerjaan dinding. Berdasarkan perbandingan data harga satuan upah yang diperoleh dari proyek Tower Venetian didapatkan harga satuan upah seluruh pekerjaan pada Rencana Anggaran Biaya lebih besar dibandingkan harga satuan upah pada borongan mandor. Seluruh pekerjaan meliputi pekerjaan pengecoran, pembesian, pasangan bata ringan, plesteran dan acian. Sedangkan untuk proyek Gedung baru P1 dan P2 Universitas Kristen Petra, hampir seluruh harga satuan upah pekerjaan pada borongan mandor memiliki nominal yang lebih tinggi dibandingkan harga satuan upahpekerjaan pada Rencana Anggaran Biaya. Pekerjaan ini meliputi pekerjaan pengecoran, pembesian, wire mesh dan pasangan bata ringan. Untuk harga satuan upah pada Standar Nasional Indonesia 2008 memiliki nominal yang jauh lebih tinggi daripada harga satuan upah pada Rencana Anggaran Biaya dan borongan mandor pada kedua proyek.
MODEL GAYA KEPEMIMPINAN YANG MEMPENGARUHI KINERJA BAWAHAN Antoni Tanujaya; Tan Ollysia Tansil; Herry Pintardi Chandra
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 5, No 2 (2016): AGUSTUS 2016
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (908.626 KB)

Abstract

Gaya kepemimpinan dalam sebuah proyek konstruksi memegang peranan penting dalam mencapai tujuan proyek. Gaya kepememimpinan dan pengaruhnya terhadap bawahan berbeda-beda bagi setiap individu. Dalam penelitian ini, penulis membandingkan antara gaya kepemimpinan dan inovasi gaya kepemimpinan dalam mempengaruhi kinerja bawahan. Penulis menggunakan kuisioner dengan sistem skala likert untuk mengetahui seberapa besar pengaruh pengaruh setiap indikator dari gaya kepemimpinan, inovasi gaya kepemimpinan dan kinerja bawahan. Tujuannya adalah untuk menentukan faktor– faktor yang dapat mempengaruhi gaya kepemimpinan, menentukan faktor – faktor yang dapat mempengaruhi inovasi keterampilan kepemimpinan, menentukan faktor – faktor yang dapat mempengaruhi kinerja bawahan, serta membuat sebuah model gaya kepemimpinan yang mempengaruhi kinerja bawahan yang terdiri dari gaya kepemimpinan, inovasi keterampilan kepemimpinan, dan kinerja bawahan.
VARIASI KUAT KOKOH TANAH LEMPUNG EKSPANSIF AKIBAT PERUBAHAN MUSIM Vedi Wihono Susilo; David Christian; Daniel Tjandra; Paravita Sri Wulandari
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 5, No 2 (2016): AGUSTUS 2016
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (725.05 KB)

Abstract

Tanah lempung ekspansif yang tidak diperhitungkan dengan baik dapat mengakibatkan kerusakan pada struktur bangunan. Wetting dan drying, merupakan sebuah metode yang digunakan untuk mengetahui kondisi tanah pada saat musim hujan dan kemarau. Proses wetting dilakukan dengan cara tanah dibasahi untuk mencari beratnya sedangkan drying dilakukan dengan cara tanah dikeringkan pada ruangan tertutup untuk mencari beratnya. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh indeks plastisitas dan persentase fine aggregate terhadap perubahan kuat kokoh akibat wetting dan drying. Karakteristik tanah pada kondisi mula-mula dari lima lokasi di Surabaya Barat didapatkan dari pengujian di laboratorium UK Petra. Pada saat proses wetting, tanah dibasahi sampai berat tanah yang diinginkan, sedangkan pada proses drying tanah dibiarkan di ruangan sampai mencapai berat tanah yang diinginkan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa nilai indeks plastisitas yang semakin tinggi mengakibatkan range kuat kokoh yang kecil, dan persentase fine aggregate yang semakin tinggi mengakibatkan range kuat kokoh yang besar.
PENGARUH DRYING TERHADAP KUAT KOKOH TANAH LEMPUNG HALUS JENUH Michael Henry G; Joedy Harto P; Daniel Tjandra; Paravita Sri Wulandari
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 5, No 2 (2016): AGUSTUS 2016
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (525.832 KB)

Abstract

Kuat kokoh tanah berperan penting menopang suatu struktur bangunan. Tanah memiliki beragam jenis dengan karakteristiknya yang berbeda-beda. Hal ini menyebabkan perbedaan dalam menyalurkan beban struktur di atasnya. Pada tanah lempung, naik turunnya muka air tanah dapat membuat tanah mengalami perubahan kekuatan. Bila tidak diperhitungkan dengan baik dapat mengakibatkan kerusakan struktur pada bangunan. Pada penelitian ini digunakan sample tanah lempung jenuh dengan karakteristik yang berbeda dari lima lokasi yang berbeda baik di Surabaya bagian Timur maupun Selatan. Pengurangan air dilakukan dengan drying pada sample tanah di ruang terbuka sebesar 10%, 20%, 30%, 40%, dan 50% dari keadaan initial. Dari hasil pengujian di Laboratorium Mekanika Tanah Universitas Kristen Petra, didapatkan bahwa semakin besar nilai plasticity index (PI) tanah, maka perubahan kuat kokoh tanah semakin kecil, dan sebaliknya. Didapatkan juga bahwa semakin besar kadar fines aggregate, maka perubahan kuat kokoh tanah semakin besar, dan sebaliknya. Selain itu, perubahan kadar air pada tanah juga memberi dampak pada perubahan volume tanah.
PENGGUNAAN BOTTOM ASH SEBAGAI PENGGANTI AGREGAT HALUS PADA MORTAR HVFA Aldi Vincent Sulistio; Samuel Wahjudi; Djwantoro Hardjito; Antoni Antoni
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 5, No 2 (2016): AGUSTUS 2016
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (734.127 KB)

Abstract

Bottom ash adalah material limbah PLTU yang melimpah dan kurang dimanfaatkan. Terdapat potensi pemanfaatan bottom ash sebagai agregat halus dalam campuran beton. Dalam penelitian ini, bottom ash diberi treatment ayak dan tumbuk untuk digunakan sebagai pengganti pasir dalam campuran beton. Hal pertama yang dilakukan adalah pengujian karateristik fisik dan kimiawi dari bottom ash. Dilakukan pengujian water content, sieve analysis, fineness modulus, dan berat isi dari pasir dan bottom ash yang digunakan. Pengujian kuat tekan dan flowability pada mortar high volume fly ash (HVFA) menggunakan bottom ash sesudah diberi treatment dibandingkan dengan mortar HVFA yang menggunakan pasir. Pengujian tersebut dijadikan tolak ukur untuk mengevaluasi pengaruh penggantian bottom ash terhadap pasir. Dari penelitian ini, dapat dievaluasi bahwa perubahan kekuatan dan flowability dari mortar dengan 100% penggantian pasir dengan bottom ash bervariasi. Bottom ash yang diayak dengan halus memberikan penurunan kekuatan dan flowability terbanyak, sedangkan bottom ash yang ditumbuk memberikan hasil yang bertolak belakang.
ANALISIS TANTANGAN DAN MANFAAT BANGUNAN HIJAU Gregorius Kevin; Iwan Anggalimanto; Herry P. Chandra; Soehendro Ratnawidjaja
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 5, No 2 (2016): AGUSTUS 2016
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (506.484 KB)

Abstract

Konsep Bangunan Hijau atau Green Building muncul sebagai cara untuk mengurangi kerusakan lingkungan. Selain dapat mengurangi kerusakan lingkungan, Bangunan Hijau juga dapat memberikan manfaat dari segi finansial, pasar, industri serta dampak positif bagi pengguna gedung tersebut. Namun, penerapan konsep Bangunan Hijau dapat dikatakan tidaklah mudah, terdapat tantangan-tantangan dalam mewujudkan konsep Bangunan Hijau. Penelitian ini bertujuan mengetahui apa yang menjadi tantangan dalam mewujudkan Bangunan Hijau serta manfaat yang didapat. Penelitian ini dilakukan dengan cara menyebarkan kuesioner kepada kontraktor dan konsultan di Surabaya. Analisa data hasil kuesioner selanjutnya dianalisa menggunakan statistik deskirptif dan Analytical Hierarchy Process (AHP). Dari hasil analisa data, 3 manfaat utama dari Bangunan Hijau menurut pendapat responden adalah Bangunan Hijau dapat meningkatakn nilai asset gedung, menurukan biaya operasional gedung, dan meningkatkan kenyamanan dan kesehatan pengguna gedung. Sedangkan menurut pendapat responden, yang menjadi tantangan dalam mewujudkan Bangunan Hijau adalah kurangnya perhatian publik terhadap Bangunan Hijau, keraguan informasi tentang metode Bangunan Hijau, dan Risiko dan ketidakpastian dalam membangun Bangunan Hijau.
PENILAIAN INDIKATOR K3L PADA PENGGUNAAN TOWER CRANE Christian Adie Vernatha; Bryan Tanos; Ratna Setiawardani Alifen
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 5, No 2 (2016): AGUSTUS 2016
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (595.808 KB)

Abstract

Tower crane merupakan alat berat yang sangat bermanfaat dan mampu menggantikan peran manusia karena fungsinya untuk mengangkut dan memindahkan material baik vertikal maupun horizontal. Salah satu aspek yang sangat penting dan perlu diperhatikan dalam menggunakan tower crane adalah Keselamatan dan Kesehatan Kerja dan Lingkungan (K3L). Banyak peraturan yang mengatur tentang penggunaan tower crane khususnya mengenai K3L. Model pengukuran tingkat keselamatan dalam penggunaan tower crane yang telah dihasilkan (Kwan dan Anggrawan, 2014) merupakan aplikasi yang sangat membantu dalam penggunaan tower crane. Namun, model pengukuran tersebut perlu disertai indikator karena tanpa indikator apabila digunakan, model ini akan menghasilkan nilai akhir yang bias karena sifatnya yang subjektif. Untuk itu penelitian ini bertujuan untuk memperoleh apa saja indikator Keselamatan dan Kesehatan dan Lingkungan (K3L) pada penggunaan tower crane. Data dari penelitian ini diperoleh dari pengisian kuesioner dari para responden yang akan diolah untuk mendapatkan bobot dari masing-masing indikator. Hasil dari penelitian ini adalah indikator penilaian Keselamatan dan Kesehatan Kerja dan Lingkungan pada penggunaan tower crane yang akan disertakan ke dalam model pengukuran. Dari penelitian ini diperoleh indikator penelitian yang memiliki pengaruh yang berbeda terhadap tingkat K3L pada penggunaan tower crane.
APLIKASI PERHITUNGAN ALINYEMEN HORISONTAL DAN ALINYEMEN VERTIKAL Michael Antonie Prayogo; Rudy Setiawan
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 5, No 2 (2016): AGUSTUS 2016
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (879.205 KB)

Abstract

Beberapa kendala dalam perhitungan geometri jalan muncul saat melakukan perhitungan secara manual untuk mendapatkan kondisi geometri jalan yang diinginkan dari berbagai parameter. Salah satunya adalah kurang efisiennya waktu yang dibutuhkan dalam perhitungan. Parameter untuk alinyemen horisontal adalah radius (R) tikungan, kecepatan rencana (Vr), dan jenis tikungan, sedangkan untuk alinyemen vertikal terdapat parameter clearance atau ketinggian bebas diatas lengkung vertikal agar kendaaran bisa melewati lengkung tersebut.Dari semua parameter - parameter ini wakut yang dibutuhkan kurang efisien untuk bisa mendapatkan kondisi geometri jalan yang baik, aman dan sesuai dengan permintaan. Tujuan dari pembuatan aplikasi ini adalah mengurangi waktu yang dibutuhkan dalam perhitungan dengan menggunakan aplikasi Graphic User Interface pada program Matrix Laboratory (MATLAB) untuk mempermudah mendapatkan R,Vr dan jenis tikungan untuk alinyemen horisontal serta clearance untuk alinyemen vertikal berdasarkan RSNI T – 14 - 2004. Setelah dilakukan perbandingan antara perhitungan dari RSNI T – 14 2004 dengan aplikasi dari MATLAB tidak terdapat perbedaan yang signifikan.
PENGARUH PENAMBAHAN BORAKS DAN KALSIUM OKSIDA TERHADAP SETTING TIME DAN KUAT TEKAN MORTAR GEOPOLIMER BERBAHAN DASAR FLY ASH TIPE C Austin Purwantoro; Widya Suyanto; Antoni Antoni; Djwantoro Hardjito
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 5, No 2 (2016): AGUSTUS 2016
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.898 KB)

Abstract

Beton geopolimer merupakan beton yang berbahan dasar material yang kaya akan unsure alumina (Al) dan silica (Si). Salah satu material yang bisa digunakan adalah fly ash. Namun, penggunaan fly ash dengan tipe C bisa berakibat pada situasi flash set di mana beton mengeras dengan cepat. Mengatasi masalah ini, digunakan boraks sebagai bahan tambahan dalam larutan alkali agar memperlambat setting time dan juga menggunakan kalsium oksida (CaO) agar membantu peningkatan kuat tekan beton geopolimer. Dari hasil penelitian, menunjukkan bahwa penambahan boraks pada larutan alkali memberi pengaruh terhadap setting time. Penambahan boraks bisa memperlambat setting time sesuai dengan jumlah kadar boraks yang ditambahkan. Penambahan boraks cenderung menurunkan kuat tekan beton namun, bergantung pada karakteristik fly ash yang digunakan. Penggantian sebagian fly ash dengan kalsium oksida (CaO) memberi pengaruh peningkatan kuat tekan pada beton geopolimer.

Page 1 of 4 | Total Record : 40