cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil
ISSN : -     EISSN : 25982397     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil yang diterbitkan 2 kali dalam setahun pada bulan Februari dan Agustus. Jurnal ini pertama kali terbit pada bulan Agustus 2012. Tujuan dari penerbitan jurnal ini adalah sebagai wadah bagi mahasiswa untuk menyebarluaskan hasil penelitian bersama dengan dosen pembimbingnya dalam bidang keilmuan dan penerapan di bidang teknik sipil.
Arjuna Subject : -
Articles 899 Documents
PENGEMBANGAN ELEMEN BALOK TIMOSHENKO DISCRETE SHEAR GAP STANDAR DAN BERBASIS KRIGING UNTUK ANALISIS GETARAN BEBAS DAN TEKUK Nelvin Tanoyo; Tonny Christanto Gosaria; Wong Foek Tjong
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 6, No 2 (2017): AGUSTUS 2017
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (431.231 KB)

Abstract

Penyelesaian masalah perhitungan struktur umumnya menggunakan metode analitis, tetapi untuk analisis struktur yang rumit metode analitis menjadi tidak efektif lagi, sehingga metode numerik adalah solusi dari masalah tersebut, salah satu metode numerik yang paling populer adalah metode elemen hingga (MEH). Selain MEH standar terdapat juga MEH berbasis Kriging (MEH-K) dimana shape function yang digunakan adalah shape function Kriging. Dengan teknik discrete shear gap (DSG) fenomena shear locking yang terjadi pada balok Timoshenko telah berhasil dieliminasi untuk analisa statik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan suatu elemen balok Timoshenko standar maupun berbasis Kriging dengan teknik DSG untuk analisis getaran bebas dan analisis tekuk. Menggunakan program MatlabR2010a peneliti menambahkan matriks massa untuk analisis getaran bebas dan matriks kekakuan geometrik untuk analisis tekuk, ke dalam program analisis statik elemen balok Timoshenko dari peneliti sebelumnya baik untuk MEH standar maupun MEH-K. Dari penelitian ini, didapatkan bahwa pada elemen balok Timoshenko standar mapun berbasis Kriging menghasilkan hasil yang sangat akurat, baik untuk analisis getaran bebas maupun tekuk.
PEMBUATAN PROGRAM APLIKASI UNTUK PERHITUNGAN DAYA DUKUNG DAN PENURUNAN PONDASI TIANG DENGAN MENGGUNAKAN MATLAB Ryan Wijaya; Willy Sugiarto Chandra; Gogot Setiabudi; Pamuda Pudjisuryadi
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 4, No 2 (2015): AGUSTUS 2015
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.872 KB)

Abstract

Banyak perumusan yang dapat digunakan untuk perencanaan pondasi tiang. Perhitungan secara manual akan menghabiskan proses yang lama, panjang, serta peluang terjadinya kesalahan juga besar. Dengan meluasnya penggunaan komputer, pembuatan suatu program aplikasi komputer akan membantu perhitungan lebih cepat dan akurat. Dalam tugas akhir ini, sebuah program dibuat dengan menggunakan MATLAB yang dapat dimanfaatkan untuk membantu dalam perencanaan pondasi tiang. MATLAB dipilih karena telah tersedia untuk berbagai sistem operasi serta memiliki kemampuan fasilitas grafik yang cukup baik dan kemampuan graphical user interface yang membantu dalam pemrogaman. Pembahasan yang ditinjau dalam tugas akhir ini meliputi daya dukung pondasi tiang tunggal, efisiensi pondasi tiang kelompok (pile group), analisa gaya geser negatif (negative skin friction), dan penurunan pondasi tiang dengan beberapa rumus serta asumsi umum yang sering dipakai. Program ini telah dijalankan sekaligus diverifikasi dengan perhitungan manual. Setiap hasil dari program ini sama dengan hasil dari perhitungan manual dan proses pengoperasian program cukup cepat.
ANALISIS PENYEBAB DAN PERBANDINGAN FAKTOR-FAKTOR COST OVERRUNS TERHADAP HIGH RISE BUILDING DAN LOW RISE BUILDING DI SURABAYA Glory Avianto Cundoko; Kevin Valenthio; Sentosa Limanto
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 8, No 1 (2019): FEBRUARI 2019
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.68 KB)

Abstract

Pembangunan konstruksi gedung di Indonesia semakin pesat sejalan pemenuhan kebutuhan dasar manusia.. Salah satu permasalahan yang timbul pada pelaksanaan konstruksi gedung adalah terjadinya pembengkakan biaya. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi faktor-faktor penyebab terjadinya cost overrun, mengidentifikasi faktor utama penyebab terjadinya cost overrun dan mencari perbedaan pandangan antara proyek high rise building dan low rise building. Penelitian dilakukan dengan mengumpulkan data melalui kuesioner yang disebarkan kepada kontraktor yang ada di Surabaya. Melalui analisis deskriptif dengan mencari nilai rata-rata tertinggi menurut high rise building dan low rise building ditemukan beberapa hasil. Faktor dominan penyebab cost overrun pada proyek high rise building diantaranya adalah bencana alam, kualitas tenaga kerja, seringnya terjadi perubahan desain dengan, ketidak tepatan estimasi biaya. Faktor dominan penyebab cost overrun pada proyek low rise building diantaranya adalah bencana alam, pengendalian biaya di lapangan dan terlalu banyak pengulangan pekerjaan karena spek tidak sesuai, Kualitas tenaga kerja , produktifitas tenaga kerja dan pendanaan dari owner. Melalui analisis Independent-Sample T-Test ditemukan bahwa ada beberapa perbedaan pandangan antara high rise building dan low rise building perbedaan pandangan terjadi pada faktor ketidak tepatan estimasi biaya, seringnya terjadi perubahan desain, tingginya suku bunga pinjaman bank.
KRITISI DESAIN PSEUDO ELASTIS PADA BANGUNAN BERATURAN 6- DAN 10-LANTAI DENGAN DENAH PERSEGI DI WILAYAH 2 PETA GEMPA INDONESIA Yosepha Puteri T.; Yulietta D. W.; Ima Muljati G.; Benjamin Lumantarna
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (327.739 KB)

Abstract

Salah satu metode perencanaan struktur di daerah gempa adalah Pseudo Elastis. Struktur yang didesain dengan Pseudo Elastis harus menghasilkan pola keruntuhan Partial Side Sway Mechanism. Dalam pola ini, seluruh kolom diasumsikan menerima gaya geser dasar yang sama hingga terjadi sendi plastis pada kolom plastis. Setelah itu, kelebihan gaya geser yang terjadi akan dipikul oleh kolom elastis. Oleh karena itu, kolom elastis harus didesain lebih kuat daripada kolom plastis dengan memberi suatu Faktor Pengali (FP). Penelitian ini bertujuan mengkritisi apakah asumsi-asumsi tersebut sudah benar dan apakah mekanisme yang diharapkan dapat tercapai. Objek yang ditinjau berupa dua buah bangunan dengan struktur beton bertulang 6- dan 10-lantai di wilayah 2 peta gempa Indonesia. Masing-masing gedung memiliki 7 bentang pada arah-x dan -y, yang setiap bentangnya memiliki panjang 8 meter. Pada penelitian ini digunakan kriteria desain berupa konfigurasi kolom perimeter sebagai kolom elastis, dimensi kolom plastis dan elastis dibuat seragam, dan tidak menggunakan rasio tulangan minimum.Untuk mengevaluasi kinerja struktur, digunakan analisis dinamis Time History non-linear dengan gempa periode ulang 500 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asumsi yang digunakan dalam metode Pseudo Elastis kurang tepat.
HIGH DENSITY CONCRETE DENGAN MENGGUNAKAN BARIT SEBAGAI PENAHAN RADIASI Joshua Wijaya; Evan Filbert Sikomena; Gogot Setyo Budi; Hurijanto Koentjoro
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 7, No 1 (2018): FEBRUARI 2018
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (411.703 KB)

Abstract

Beton adalah material yang terbuat dari semen, pasir, batu pecah dan air yang menghasilkan densitas sekitar 2300 - 2500 kg/m3. Material ini tidak cocok digunakan sebagai penahan radiasi karena membutuhkan ketebalan yang besar sehingga dapat mengkonsumsi banyak ruang. Penelitian ini menyajikan pembelajaran tentang pengaruh batu barit sebagai agregat kasar dan halus sebagai perisai terhadap radiasi gamma. Pengujian dilakukan dengan menggunakan CS-137 sebagai radiasi gamma dengan energy 661.37 kV. Hasil percobaan menunjukan bahwa kemampuan penyerapan radiasi gamma beton dengan barit baik sebagai agregat kasar dan halus lebih baik daripada beton dengan menggunakan barit sebagai agregat basar dan beton normal (tanpa barit). Koefisien serapan beton mutu Fc’ 25 MPa dengan barit sebagai agregat kasar dan halus dan beton dengan barit sebagai agregat kasar masing-masing adalah 0.294 cm-1 dan 0.230 cm-1. Sedangkan koefisien serapan beton normal adalah 0.205 cm-1. Untuk beton mutu Fc’ 35 MPa yang lebih tinggi dengan barit sebagai agregat kasar dan halus dan beton barit sebagai agregat kasar masing-masing adalah 0.304 cm-1 dan 0.271 cm-1. Sedangkan koefisien serapan beton normal adalah 0.225 cm-1
PERENCANAAN ELEMEN STRUKTUR BAJA BERDASARKAN SNI 1729:2015 Fendy Phiegiarto; Julio Esra Tjanniadi; Hasan Santoso; Ima Muljati
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 4, No 2 (2015): AGUSTUS 2015
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (680.573 KB)

Abstract

Peraturan untuk perencanaan stuktur baja di Indonesia saat ini masih menggunakan SNI 03-1729-2002 yang cukup tertinggal dibanding mancanegara. Peraturan SNI yang terbaru telah dipublikasikan yaitu SNI 1729:2015 yang mengacu kepada AISC 2010. Pada SNI 1729:2015, terdapat metode desain yang baru yaitu Direct Analysis Method (DAM) sebagai alternatif dari Effective Length Method (ELM) yang telah digunakan selama ini. Dengan adanya SNI 1729:2015 yang akan digunakan sebagai peraturan di masa yang akan datang, maka dibutuhkan panduan desain sehingga masyarakat mudah untuk menerapkannya. Tujuan dari tugas akhir ini adalah membuat contoh-contoh perhitungan elemen yang menerima tarik, tekan, lentur, geser, kombinasi gaya dan torsi, sambungan, dan membandingkan penerapan Direct Analysis Method (DAM) dan Effective Length Method (ELM) pada struktur sederhana 2D secara LRFD berdasarkan SNI 1729:2015. Hasil dari penelitian ini dapat digunakan sebagai pedoman bagi perencana untuk mendesain suatu struktur baja berdasarkan SNI 1729:2015.
CAMPURAN TANAH LEMPUNG DAN FLY-ASH SEBAGAI PENGGANTI BENTONITE UNTUK INSTRUMENTASI TANAH James Fransisco Tandiary; David Halim; Johanes I. Suwono
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 5, No 2 (2016): AGUSTUS 2016
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (390.093 KB)

Abstract

Inclinometer adalah salah satu instrumentasi tanah yang dipasang di lubang bor untuk me-monitoring gerakan tanah akibat desakan dari suatu pembebanan. Sela antara Inclinometer dengan dinding lubang bor biasanya diisi dengan Grout Cement Bentonite. Penelitian ini bertujuan untuk menggantikan grout tersebut dengan campuran fly-ash pada tanah setempat. Campuran dicoba dengan beberapa persentase fly-ash pada tiga sample tanah yang diambil dari daerah Tandes, Margomulyo dan Pakuwon Indah. Hal yang dibandingkan dalam penelitian ini adalah besarnya modulus deformasi inisial Ei serta undrained shear strength campuran. Campuran dengan kadar 40% - 50% mendapatkan undrained shear strength yang menyamai standard dari Slope Indicator for Inclinometers.
FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI SAFETY PERFORMANCE PADA PROYEK KONSTRUKSI BANGUNAN TINGGI Kevin Wijaya; Tedjo Adi Prabowo; Herry Pintardi Candra; Soehendro Ratnawidjaja
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 8, No 2 (2019): AGUSTUS 2019
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (583.041 KB)

Abstract

Safety performance dapat menjadi indikasi seberapa baik usaha sebuah proyek konstruksi dalam melaksanakan program K3 dilapangan, serta dapat digunakan untuk mengevaluasi manajemen keselamatan kerja yang sebelumnya telah dijalankan. Namun kepedulian dalam usaha untuk meningkatkan safety performance sendiri masih belum mendapat pengutamaan. Penelitian ini akan mengamati lebih lanjut mengenai faktor-faktor yang mampu mempengaruhi safety performance pada pembangunan proyek konstruksi bangunan tinggi. Safety performance adalah hasil atau tingkat keberhasilan capaian keselamatan yang diproduksi oleh fungsi pekerjaan tertentu atau kegiatan – kegiatan pada suatu pekerjaan selama periode waktu tertentu. Faktor-faktor yang ditinjau adalah motivasi, peraturan dan regulasi, aspek finansial dan produktivitas, sumber daya dan perlatan, kondisi pekerjaan, budaya dan iklim keselamatan, sikap dan perilaku, pelajaran dari kecelakaan, organisasi, serta program keselamatan dan sistem manajemen. Teknik analisis yang digunakan yaitu uji mean, Anova dan t-test. Hasil analisis mean menunjukan bahwa faktor paling mempengaruhi menurut seluruh responden dan independent contractor adalah program keselamatan dan sistem manajemen dengan sub-faktor komunikasi dan informasi, sementara itu menurut main contractor adalah sikap dan perilaku dengan sub-faktor umpan balik pekerja terhadap keselamatan kerja, dilain sisi menurut konsultan pengawas adalah pelajaran dari kecelakaan dengan sub-faktor pengalaman kecelakaan kerja. Berikutnya, analisis Anova didapatkan ada banyak perbedaan pandangan antara main contractor, independent contractor, dan konsultan pengawas. Pada analisis t-test antara main contractor dan independent contractor umumnya terdapat perbedaan pandangan, kemudian t-test antara contractor dan konsultan pengawas umumnya terdapat persamaan pandangan.
STUDI KEAKURATAN ELEMEN CANGKANG BERBASIS KRIGING DALAM MENGANALISIS CANGKANG YANG TEBALNYA TIDAK KONSTAN Yosua Christabel; Wong Foek Tjong; Pamuda Pudjisuryadi
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (592.583 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji keakuratan elemen cangkang berbasis Kriging dalam menganalisis cangkang yang tebalnya tidak konstan. Elemen cangkang berbasis Kriging ini sebenarnya mempunyai kapasitas untuk membentuk elemen cangkang dengan tebal tidak konstan hanya belum diuji performanya. Permasalahan yang menjadi sarana uji adalah modifikasi ketebalan dari benchmark problems yang sudah ternama dalam dunia metode elemen hingga. Beberapa diantaranya adalah Cook’s Membrane Problem, Hemispherical Shell with 18 Degrees Cut-Off, dan lainnya. Tolok ukur dari pengujian ini adalah displacement. Semua benchmark problem tersebut disajikan melalui ABAQUS dengan menggunakan elemen 3 dimensi. Performa dari elemen cangkang berbasis Kriging secara umum menunjukkan hasil yang baik terhadap berbagai permasalahan tersebut mengingat asumsi dasarnya diturunkan dari elemen 3 dimensi. Penelitian ini diharapkan menjadi sebuah referensi dalam mengembangkan elemen cangkang berbasis Kriging dalam dunia metode elemen hingga secara umum serta khususnya teknik sipil.
PENGARUH PENAMBAHAN LARUTAN ASAM TERHADAP SETTING TIME DAN KUAT TEKAN GEOPOLIMER BERBAHAN DASAR FLY ASH TIPE C Jason Ghorman Herianto; Evelin Anastasia; Antoni Antoni; Djwantoro Hardjito
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 6, No 1 (2017): FEBRUARI 2017
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (498.988 KB)

Abstract

Perkembangan fly ash sebagai bahan pengganti semen saat ini sudah banyak digunakan khususnya pada beton geopolimer. Fly ash tipe C dengan kandungan CaO yang tinggi bila digunakan sebagai material dasar geopolimer dapat menyebabkan terjadinya flash setting atau pengerasan beton yang sangat cepat namun juga dapat meningkatkan kekuatan tekan pada beton geopolimer. Hal ini dapat menimbulkan masalah apabila digunakan sebagai bahan dasar beton geopolimer dalam skala yang besar yang memerlukan setting time yang cukup lama. Kandungan CaO dapat diindikasikan dengan nilai pH fly ash sehingga penelitian ini menggunakan larutan asam untuk menurunkan nilai pH awal dari fly ash. Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan bahwa penambahan larutan asam pada fly ash dapat menyebabkan pH awal fly ash berkurang namun initial setting time yang didapatkan justru bertambah cepat ± 40-60%. Initial setting time yang paling cepat dialami fly ash yang ditambahkan dengan larutan asam klorida (HCl). Selain itu, penggunaan larutan asam pada fly ash dapat menyebabkan kekuatan mortar geopolimer menurun. Dengan demikian, penggunaan larutan asam dapat menurunkan pH fly ash tetapi tidak dapat membuat setting time geopolimer berbahan dasar fly ash tipe C menjadi lebih lama.