cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil
ISSN : -     EISSN : 25982397     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil yang diterbitkan 2 kali dalam setahun pada bulan Februari dan Agustus. Jurnal ini pertama kali terbit pada bulan Agustus 2012. Tujuan dari penerbitan jurnal ini adalah sebagai wadah bagi mahasiswa untuk menyebarluaskan hasil penelitian bersama dengan dosen pembimbingnya dalam bidang keilmuan dan penerapan di bidang teknik sipil.
Arjuna Subject : -
Articles 899 Documents
MODEL FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB DAN DAMPAK KETERLAMBATAN PROYEK KONSTRUKSI DI SURABAYA . Desyllia; Fibbie Chendra; Herry Pintardi Chandra
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (467.002 KB)

Abstract

Keterlambatan proyek konstruksi dapat didefinisikan sebagai terlewatnya batas waktu penyelesaian proyek dari waktu yang telah ditentukan dalam kontrak, atau dari waktu yang disetujui oleh pihak-pihak yang terkait dalam penyelesaian suatu proyek. Keterlambatan proyek akan menyebabkan pembengkakan biaya serta hilangnya peluang untuk mengerjakan proyek yang lain. Oleh karena itu, perlu mengetahui faktor-faktor penyebab dan dampak keterlambatan proyek. Faktor penyebab keterlambatan proyek disebabkan oleh kontraktor, pemilik proyek, konsultan, dan faktor eksternal. Dampak keterlambatan proyek dapat diindikasi menggunakan indikator biaya, waktu, dan pembayaran yang terlambat. Metodologi penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif, dengan menggunakan sampel sebanyak 150 orang responden. Data kemudian dianalisis menggunakan uji validitas dan reliabilitas dengan Confirmatory Analysis Factor. Dari hasil pengujian, dapat diketahui bahwa dari keempat variabel yang digunakan untuk mengukur faktor-faktor penyebab keterlambatan proyek konstruksi di Surabaya, pihak Kontraktor adalah variabel yang memiliki pengaruh terbesar dengan nilai direct-effect sebesar 0,996. Dua variabel lainnya, yaitu pihak Konsultan dengan nilai direct-effect sebesar 0,043 dan Faktor Eksternal dengan nilai direct-effect sebesar 0,042 memiliki pengaruh yang positif kurang signifikan terhadap Keterlambatan Proyek. Sementara pihak Pemilik Proyek dengan nilai direct-effect sebesar -0,008 tidak memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap Keterlambatan Proyek.
PENELITIAN AWAL PEMANFAATAN FLY ASH DAN BOTTOM ASH PLTU SURALAYA DALAM PEMBUATAN BETON DI LINGKUNGAN PANTAI Kurniawati Ester Ghozali; Albertus Yonathan; Antoni Antoni; Djwantoro Hardjito
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 7, No 2 (2018): AGUSTUS 2018
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.498 KB)

Abstract

PLTU Suralaya merupakan salah satu pembangkit listrik tenaga uap terbesar di Indonesia. PLTU Suralaya ini menghasilkan limbah batu bara sebesar 1750 ton setiap harinya yang berupa fly ash dan bottom ash. Sama halnya dengan fly ash, bottom ash juga merupakan residu yang berasal dari proses pembakaran batu bara. Namun, pemanfaatan bottom ash di Indonesia masih sangat jarang. Hal ini dikarenakan bentuk partikelnya yang tidak teratur dan porous sehingga mengurangi workability beton segar. Dalam penelitian ini dilakukan pemanfaatkan fly ash dan bottom ash untuk pembuatan beton break water atau bangunan pemecah ombak. Struktur beton break water berfokus pada durabilitas, permeabitas dan berat volumenya bukan kekuatannya. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, didapatkan bahwa pemakaian fly ash PLTU Suralaya dapat meningkatkan kelecakan pada beton. Sehingga membantu melawan sifat bottom ash yang mengurangi kelecakan beton segar. Dengan memperhatikan gradasi ukuran bottom ash, mortar HVFA yang menggunakan bottom ash 100% sebagai agregat halus dapat mencapai kekuatan 36.6 MPa pada umur 28 hari dengan w/cm sebesar 0.35. Sedangkan beton yang menggunakan bottom ash sebagai pengganti agregat halus dapat mencapai kekuatan 24.8 MPa pada umur 28 hari. Durabilitas beton yang menggunakan fly ash dan bottom ash di dalam lingkungan sulfat juga menunjukkan performa yang cukup baik.
ANALISIS BANJIR DI DAS WAI RUHU DAN WAI BATU MERAH, AMBON Angel Rumihin; Ruslan Djajadi; Cilcia Kusumastuti
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (605.005 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengidentifikasi penyebab meluapnya air Sungai Wai Ruhu dan Wai Batu Merah di Kota Ambon ditinjau dari aspek hidrologi daerah aliran sungai, serta mengevaluasi kemampuan sistem drainase yang sudah ada dalam melayani kebutuhan di Kota Ambon. Data curah hujan harian, data tinggi muka air sungai, peta DAS, peta topografi, data kejadian banjir digunakan sebagai data sekunder dan primer penelitian ini. Metode analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis statistik data hidrologi, analisis intensitas hujan, analisis debit banjir rencana, analisis hidrograf banjir rencana, pemodelan dengan program HEC-RAS dan analisis kemampuan saluran drainase. Hasil analisis penelitian ini menunjukkan bahwabanjir terjadi di beberapa titik pada DAS Wai Ruhu akibat hujan dengan periode ulang 50 tahunan, dimana debit banjir maksimum yang terjadi berdasarkan hasil analisis adalah sebesar 237,31 m3/detik. Banjir juga terjadi di beberapa titik pada DAS Wai Batu Merah akibat hujan dengan periode ulang 50 tahunan, dimana debit banjir maksimum yang terjadi berdasarkan hasil analisis adalah sebesar 140,4 m3/detik, hal ini terjadi juga dikarenakan adanya pendangkalan sungai di titik-titik tertentu pada kedua sungai tersebut. Dengan debit yang besar pada kedua sungai tersebut mengakibatkan luapan pada sebagian besar daerah sungai, terutama di bagian hilir.
ANALISA PERBANDINGAN BIAYA ANTARA SISTEM PORTAL MENGGUNAKAN LANTAI KONVENSIONAL DAN LANTAI PRACETAK PADA RUKAN Andrian Tanjaya; Wegianto Patampang; Soehendro Ratnawidjaja; Herry Pintardi Chandra
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 7, No 1 (2018): FEBRUARI 2018
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (523.953 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perbedaan biaya antara sistem portal lantai pracetak dengan sistem portal lantai konvensional pada rukan. Lantai pracetak yang digunakan dalam penelitian ini adalah panel lantai beton ringan. Beton ringan adalah beton yang memiliki berat jenis lebih ringan dari pada beton pada umumnya. Pengujian ini dilakukan dengan mensimulasikan tiga model sistem portal rukan, yakni model A (bentang 4m), model B (bentang 5m) dan model C (bentang 6m). Dari hasil simulasi ini didapatkan perbedaan biaya antara sistem portal lantai konvensional dengan sistem portal lantai pracetak untuk model A, model B dan model C adalah 13,99%, 9,71% dan 8,01%. Perbandingan biaya tersebut meliputi biaya pelat, balok, dan kolom. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa biaya sistem portal lantai pracetak lebih murah dibandingkan sistem portal lantai konvensional
PROPORSI BIAYA TIAP SATUAN PEKERJAAN STRUKTUR BETON BERTULANG PROYEK KONSTRUKSI BANGUNAN TINGGI Jeremy August Tambayong; Budiman Proboyo; Indriani Santoso
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 5, No 1 (2016): FEBRUARI 2016
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (362.988 KB)

Abstract

Proses konstruksi sangat bergantung dengan berbagai macam aspek salah satunya adalah aspek biaya. Biaya sangat erat dan memegang peranan penting dalam kegiatan konstruksi. Apabila pelaku usaha tidak dapat merencanakan biaya – biaya dalam proses konstruksi maka sering kali kegiatan usaha tersebut mengalami pembengkakan pada biaya yang dapat menyebabkan kerugian yang cukup besar. Dari hasil penelitian, Bila melihat dari ketiga komponen biaya, yaitu biaya upah, bahan dan alat dapat disimpulkan rata-rata biaya struktur bawah terbesar dimiliki oleh biaya bahan (86.60%), lalu diikuti oleh biaya upah (12.16%) dan biaya alat (1.24%) pada Proyek A, sedangkan pada Proyek B komponen biaya terbesar dimiliki oleh biaya bahan (87.73%), lalu diikuti oleh biaya upah (9.41%) dan biaya alat (2.86%) dengan rata-rata kedua proyek untuk biaya bahan (87.16%), biaya upah (10.78%) dan biaya alat (2.05%). Sedangkan untuk biaya pekerjaan beton bertulang struktur atas terbesar dimiliki oleh biaya bahan (86.73%), lalu diikuti dengan biaya upah (11.98%) dan biaya alat (1.29%) untuk Proyek A, sedangkan pada Proyek B komponen biaya terbesar dimiliki oleh biaya bahan (83.32%), lalu diikuti dengan biaya upah (14.88%) dan biaya alat (1.80%).
KAPASITAS GESER DINDING STRUKTUR BETON BERTULANG DENGAN MEMPERHITUNGKAN PENGARUH RASIO TINGGI TERHADAP PANJANG DINDING Teresa Florina Abidin; Jimmy Chandra; Joko Purnomo
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 8, No 1 (2019): FEBRUARI 2019
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (826.562 KB)

Abstract

Dinding struktur beton bertulang merupakan salah satu elemen penting dalam bangunan tinggi dimana beban lateral seperti beban angin dan gempa lebih dominan. Namun cara perhitungan dinding struktur berdasarkan building codes seperti American Concrete Institute [ACI] 318M-14 (2015) dan Eurocode 8 (2005) masih bersifat empiris sehingga cenderung underestimate. Sementara, Chandra et al. (2018) telah mengajukan cara perhitungan yang lebih konsisten dan akurat dalam bebagai variasi mutu beton maupun rasio tulangan, tetapi masih belum memperhitungkan pengaruh faktor rasio tinggi terhadap panjang (hw/lw) dinding. Penelitian ini memodifikasi perumusan Chandra et al. (2018), dengan menggunakan suatu faktor yang didapatkan dari penelitian pada deep beams oleh Mau dan Hsu (1987). Hasil yang didapat dari 114 spesimen yang didapatkan dari literatur menunjukkan adanya konsistensi hasil yang lebih baik antara angka prediksi dengan kapasitas sesungguhnya berdasarkan percobaan. Cara perhitungan ini telah berhasil memasukkan pengaruh dari hw/lw dinding tanpa kehilangan akurasinya.
MODEL PEMILIHAN MODA ANTARA KENDARAAN PRIBADI DAN BUS KAMPUS Ronny Esha; Reza Aipassa; Rudy Setiawan
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 5, No 2 (2016): AGUSTUS 2016
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (432.17 KB)

Abstract

Peningkatan mahasiswa yang menggunakan kendaraan pribadi dipengaruhi oleh kurangnya ketersediaan angkutan umum dan perbaikan fasilitas parkir kendaraan pribadi oleh kampus. Upaya mengurangi dampak peningkatan kendaraan priadi akibat aktivitas mahasiswa adalah dengan mengoperasikan Bus Kampus. Penelitian ini memiliki beberapa tujuan, yakni : (1) Mengetahui implementasi rute Bus Kampus yang paling potensial untuk diterapkan; (2) Mengetahui tingkat kepentingan dan tingkat kepuasan fasilitas parkir di kampus; (3) Mengetahui harapan pada fasilitas layanan Bus Kampus; dan (4) Mengetahui seberapa besar pengaruh besaran tarif parkir dan atau waktu yang dibutuhkan untuk mendapatkan petak parkir, terhadap kesediaan mahasiswa beralih menggunakan bus kampus. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuisioner yang dilakukan di beberapa perguruan tinggi negeri dan swasta di Kota Surabaya, dengan total reponden 250 orang. Data yang telah terkumpul selanjutnya diolah dengan menggunakan SPSS. Berdasarkan survei yang telah dilakukan dapat diketahui terdapat 2 rute yang dianggap paling potensial dari 5 rute yakni Surabaya Selatan dan Surabaya Timur. Berdasarkan IPA diketahui ketersedian lahan parkir dan kemudahan mencari petak parkir, merupakan hal yang dianggap penting namun belum mencapai kepuasan yang diharapkan. Kebersihan Bus Kampus merupakan hal penting yang menjadi harapan mahasiswa untuk direalisasikan. Kesedian mahasiswa untuk beralih menggunakan Bus Kampus lebih sensitif akibat perubahan tarif parkir dibandingkan waktu mencari petak parkir.
STUDI LITERATUR PERBEDAAN ANGKA PRODUKTIVITAS DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEKERJAAN BETON BERTULANG DI INDONESIA DENGAN INDIA DAN SINGAPURA Steven Evadne Lyono; Joshua Benedicto Hindradjaja; Paulus Nugraha
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 8, No 2 (2019): AGUSTUS 2019
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (571.142 KB)

Abstract

Singapura adalah negara maju di bidang konstruksi daripada Indonesia. India adalah suatu negara berkembang dibidang konstruksi dengan populasi masyarakat lebih banyak daripada Indonesia. Sehingga, produktivitas yang ada di Indonesia perlu dibandingkan dengan produktivitas yang ada di Singapura dan di India untuk mengetahui sejauh mana perbedaan Indonesia dengan kedua negara tersebut dan mengetahui faktor-faktor penyebab perbedaan angka produktivitas tersebut. Metode penelitian yang dilakukan dengan studi literatur, mengumpulkan jurnal yang dipublikasikan secara nasional maupun internasional dan berhubungan dengan produktivitas pembesian, bekisting dan pengecoran. Serta 12 key items didapatkan dari paper dari the Singapore contractors association Ltd. Kemudian dari India didapat dari jurnal studi literatur yang dilakukan disana. Angka produktivitas pada pekerjaan pembesian di Indonesia 23.13 kg/manhour, tertinggal 56.78 kg/manhour dengan India dan 51.87 kg/manhour dengan Singapura. Pada pekerjaan bekisting angka produktivitas di Indonesia sebesar 1.04 m2/manhour, mengungguli india sebesar 0.05 m2/manhour, dan tertinggal oleh Singapura sebesar 1.19 m2/manhour. Angka produktivitas pada pekerjaan pengecoran di Indonesia sebesar 0.99 m3/manhour, tertinggal dari India sebessar 0.26 m3/manhour dan tertinggal dari singapura sebesar 0.87 m3/manhour. Faktor-faktor yang mempengaruhi angka produktivitas pekerja ada 3 yaitu dari internal proyek itu sendiri, kemudian antar proyek di Indonesia, dan antara Indonesia dengan India dan Singapura
STUDI KASUS PENERAPAN KONSERVASI AIR PADA PERUMAHAN PT X David Susanto; Ryan Ega Kahana; Herry Pintardi Chandra
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (166.461 KB)

Abstract

Perumahan menghasilkan limbah cair domestik yang pada umumnya langsung dibuang ke sungai tanpa diolah terlebih dahulu sehingga mengakibatkan pencemaran sungai. Dengan meningkatnya konsumsi air dan banyaknya pencemaran sungai maka akan terjadi kelangkaan air bersih. Diperlukan upaya konservasi air pada perumahan untuk menjaga sumber air agar tetap terlindungi. Saat ini perumahan PT. X telah menerapkan konservasi air melalui wastewater treatment. Pada penelitian ini akan diteliti tentang penerapan wastewater treatment dan upaya penerapan rainwater harvesting pada perumahan. Metode pengolahan data dilakukan dengan menggunakan analisa data deskriptif dari sumber data yang berasal dari observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan manfaat dari penerapan konservasi air wastewater treatment pada perumahan PT. X adalah kesiapan dari Peraturan Daerah Kota Surabaya No 7 Tahun 2009 dan Peraturan Daerah Kota Surabaya No 2 Tahun 2004, menciptakan lingkungan yang hijau, dan pengurangan polusi air. Sedangkan penerapan konservasi air rainwater harvesting menghasilkan kapasitas bak penampung untuk rumah tipe celinda, michelia dan senna sebesar 3 m3, 3.6 m3, 4,8 m3 dan waktu pengembalian investasi rainwater harvesting sebesar 10 tahun, 9 tahun, 8 tahun.
PENGARUH TINGKAT KEPUASAN HIDUP, MEDIA SOSIAL, HARGA DIRI, DAN MATERIALISME TERHADAP PERILAKU MAHASISWA BERKENDARA SENDIRIAN MENGGUNAKAN MOBIL KE KAMPUS Andrian Kosasih; Bemby Reksura; Rudy Setiawan
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 6, No 2 (2017): AGUSTUS 2017
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.728 KB)

Abstract

Salah satu masalah transportasi di daerah kampus adalah meningkatnya penggunaan mobil sehingga membuat daerah tersebut padat terutama mahasiswa yang berkendara sendirian. Beberapa faktor umum yang membuat seorang mahasiswa memilih berkendara sendirian adalah fleksibilitas, kecepatan, kenyamanan dan lain-lain. Diteliti juga faktor psikologis lain yang memengaruhi perilaku tersebut seperti kepuasan hidup, paparan dari media sosial, harga diri, dan materialisme. Responden penelitian ini sebanyak 477 yang terdiri dari mahasiswa yang berasal dari 7 kampus negeri dan swasta di Surabaya. Hasil dari analisis menunjukkan bahwa faktor yang paling memengaruhi perilaku mahasiswa berkendara sendirian menggunakan mobil ke kampus adalah materialisme