cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
eDimensi Arsitektur Petra
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
eDimensi Arsitektur Petra adalah jurnal mahasiswa Program Studi Teknik Arsitektur.
Arjuna Subject : -
Articles 1,542 Documents
Fasilitas Retret Pemuda Kristen di Batu Michelle Mimosa Mimosa
eDimensi Arsitektur Petra Vol 3, No 2 (2015): Juli 2015
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fasilitas retret pemuda Kristen di Batu ini merupakan fasilitas retret bagi pemuda dan remaja Kristen di wilayah Jawa Timur. Hal ini dilatarbelakangi oleh kesadaran akan pentingnya perisai agama terutama bagi kaum muda untuk menangkal pengaruh negatif. Kegiatan retreat menjadi sarana pemuda untuk berdoa, meditasi, refleksi dan introspeksi diri apakah kehidupannya selama ini sesuai dengan tujuan Allah.Fasilitas yang disediakan meliputi kelas pengajaran, konsultasi, area refleksi dan sharing, auditorium, dan multifunction hall. Pendekatan desain metaphor intangible digunakan agar tema kehidupan Paulus dapat dikejawantahkan dalam desain bangunan, sehingga para pemuda Kristen dapat sejenak undur diri dari hiruk pikuk ketegangan kehidupan, dan menjalin relasi yang lebih intim dengan Tuhan dengan mengambil tema kehidupan Paulus Pendalaman karakter ruang dipilih agar dapat memberikan suasana ruang yang sesuai dengan fase kehidupan Paulus.
RUSUN NELAYAN DI KOTABARU, KALIMANTAN SELATAN Hendra Kesuma Kesuma
eDimensi Arsitektur Petra Vol 7, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rusun Nelayan di Kotabaru, Kalimantan Selatan merupakan permukiman vertikal yang dapat menjadi solusi bagi permasalahan permukiman yang kumuh di Kotabaru, Kalimantan Selatan. Permukiman vertikal ini memiliki fungsi sebagai hunian dan berbagai fasilitas penjemuran ikan yang dapat mendukung penghuni secara ekonomi. Pendekatan perilaku digunakan untuk mempelajari kebiasaan penghuni di dalam keluarga yang membentuk ruang hunian dan kebiasaan penghuni di dalam komunitas yang membentuk ruang luar dengan kebiasaan hidup penduduk nelayan eksisting, dengan konsep “ Bringing Back Our Experience” yang menyediakan hunian bagi mereka dengan kebiasaan penghuni sehari-hari. Pendalaman karakter ruang kemudian digunakan untuk menambahan aspek fleksibilitas ruangan, penghawaan alami, dan pemelihan material pada desain bangunan.Masalah utama pada bangunan ini adalah bagaimana menata kembali hunian yang ditempati dengan menyediakan kebutuhan zoning dan sirkulasi antar kegiatan yang dapat mempermudah dan membantu penghuni tanpa mengurangi atau menghilangkan kebiasaan mereka.
STADION DELTA SIDOARJO Kevin Kevin Kevin
eDimensi Arsitektur Petra Vol 7, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stadion Delta Sidoarjo merupakan perancangan kembali terhadap stadion yang sudah ada sebelumnya yang berada di lokasi yang sama, yaitu Komplek GOR Stadion Delta, Sidoarjo. Fokus utama perancangan kembali stadion bola ini adalah untuk memfasilitasi kegiatan olah raga Sepak Bola dan fasilitas pendukung dengan taraf internasional sesuai dengan syarat dan standar AFC. Peningkatan stadion tersebut ke taraf internasional dibuat karena di Sidoarjo telah sering digelar pertandingan sepak bola internasional. Selain itu karena kapasitas yang kurang memadai, maka kapasitas ditingkatkan menjadi 40.000 penonton. Fasilitas – fasilitas komersil seperti toko souvenir, toko waralaba, restauran dan pusat makanan, klinik kesehatan, disediakan selain untuk memfasilitasi kebutuhan penonton saat pertandingan, juga untuk melayani masyarakat umum, dengan mempertimbangkan lokasi stadion yang berada di dalam kota.Konsep utama dalam perancangan stadion bola ini mengambil citra Kota Sidoarjo dengan memadukan elemen struktur sebagai unsur utama bentang lebar. Pendekatan yang dilakukan adalah pendekatan simbolik (mimesis) dan struktur untuk menghasilkan bentuk bangunan yang menampilkan cri Kota Sidoarjo.
KAMPUNG VERTIKAL AGRO BENOWO KRAJAN Meliantha Marsha Maurilla
eDimensi Arsitektur Petra Vol 7, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan akan hunian yangtidak layak huni di perkampungan yangpadat penduduk dan berpenghasilanrendah menjadi sebuah keprihatinan padakota-kota besar. Seperti halnya yangterjadi di kawasan Benowo Krajan yangmerupakan salah satu area perkampunganpadat penduduk di Kota Surabaya.Sehingga, konsep kampung vertikal agroberpotensi menjadi sebuah solusi untukpenyelesaian masalah tersebut.Adapun beberapa fasilitas yangdisediakan dalam 8 lantai kampungvertikal agro ini meliputi unit hunianyang dilengkapi area agro per unitnya,area komunal dan ruang publik yangdilengkapi pula dengan area agrohidroponik dan konvensional, besertafasilitas umum dan penunjang lainnyaseperti area berjualan, ruang serbaguna,puskesmas, kantor dan balai RT/RW,area pengolahan biogas, dan lain –lainnya. Bangunan ini dirancangmenggunakan pendekatan perilakumanusia dan pendalam karakter ruangdengan harapan untuk menghasilkansuasana kesederhanaan daerahperkampungan yang dibalut denganteknologi dan konsep ramah lingkungan.
Fasilitas Eduwisata Lingkungan Hidup Kota Surabaya di Surabaya Dharma Wijaya Wijaya
eDimensi Arsitektur Petra Vol 5, No 2 (2017): Juli 2017
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fasilitas Eduwisata Lingkungan Hidup Kota Surabayamerupakan fasilitas publik yang bersifat rekreatif edukatifdengan tema mengangkat fenomena lingkungan hidup KotaSurabaya. Secara garis besar, fasilitas ini merupakan tatananmulti massa dengan bangunan utama yang berfungsisebagai Urban Nature Gallery dan Research Building sertabangunan pendukung berupa creative-hub, pasar danfasilitas kuliner. Fasilitas ini direncanakan di atas lahan eksTPA Keputih. Pilihan ini bertujuan menampilkan hubunganantara sejarah TPA dengan tema lingkungan hidup KotaSurabaya. Pendekatan desain arsitektur perilaku denganpendalaman karakter ruang digunakan selama prosesmendesain untuk menjawab permasalahan desain yangmemang fokus pada tujuan mengubah perilaku dan mindsetmanusia terhadap alam. Keberadaan fasilitas dengan desainbangunan yang bereksperiment dengan material dan dialogruang luar – dalam diharapkan tidak hanya berhasilmenyampaikan tema ,menjadi wadah ,dan merespon tapaksekitar ,namun juga dapat menjadi percontohan inovasisebagai sumbangsih bagi masa depan kota Surabaya.
Fasilitas Persemayaman Jenasah dan Krematoruim di Surabaya Ega Laksono Laksono
eDimensi Arsitektur Petra Vol 3, No 2 (2015): Juli 2015
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proyek ini merupakan sebuah fasilitas persemayaman dengan fasilitas pendukung berupa krematorium, restoran, serta penginapan, yang berfungsi untuk mendukung kelengkapan fasilitas Tempat Pemakaman Umum Keputih. Pada umumnya, tempat persemayaman jenazah memiliki tipologi yang menakutkan, suram, gelap, sunyi, dll. Dalam proyek ini akan mengaplikasikan pembalikan tipologi tersebut yang akhirnya menjadi suatu rumusan masalah dalam proyek ini adalah mendesain fasilitas persemayaman dengan fasilitas pendukung berupa krematorium yang tipologinya berbalik menjadi tidak menyeramkan, terang, dan memiliki unsur keceria’an. Untuk dapat menjawab rumusan masalah tersebut maka penulis menggunakan pendekatan transformasi suasana dari tipologi pada umumnya menjadi kebalikan dari tipologi tersebut yang akan diterapkan dalam bentuk arsitektur. Selain itu, dalam proyek ini terdapat hal baru yang sebelumnya belum pernah ada di Indonesia ini, yaitu pembawaan jenazah dengan konveyor guna mengurangi tenaga kerja yang otomatis alur dari sirkulasi jalur konveyor harus diatur sedemikian rupa supaya tidak mengganggu aktifitas lainnya dan tidak memperlihatkan hal-hal yang berhubungan dengan kematian pada saat melakukan aktivitas di luar kegiatan persemayaman untuk menghilangkan kesan menakutkan pada fasilitas, sehingga pendalaman yang digunakan adalah sistem sirkulasi jenazah yang diharapkan dapat menjawab rumusan masalah dalam proyek ini.
Rancang Sisip Co-working Space di Tunjungan Kav 9-21, Surabaya Michelle Christiena Budiyanto
eDimensi Arsitektur Petra Vol 7, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rancang Sisip Co-working Space di Tunjungan Kav 9-21 Surabaya merupakan sebuah tempat kerja yang didesain dengan konsep fluid, dimana konsep ini dipilih untuk membentuk ruang-ruang yang cair dan fleksibel sehingga ruang-ruang yang terbentuk bisa menimbulkan interaksi antar pengguna yang satu dengan pengguna yang lainnya. Site ini terletak di Jalan Tunjungan dan dipilih karena merupakan area pusat kota dan pusat perdagangan, sehingga diharapkan dengan adanya fasilitas tempat kerja ini, para pebisnis desain, pelaku start-up, serta masyarakat awam pun dapat terfasilitasi dalam bekerja. Site di Jalan Tunjungan Kav 9-21 dipilih karena kawasan tersebut merupakan kawasan yang bangunannya minim penggunaan dan merupakan kawasan cagar budaya. Kawasan tersebut dipilih dengan maksud untuk menghidupkan kembali kawasan Tunjungan yang sudah lama tidak digunakan, namun tetap mempertahankan bangunan eksisting yang merupakan bangunan cagar budaya.
Fasilitas Wisata, Edukasi, dan Konservasi Burung di Surabaya Tommy Aditya Kohar
eDimensi Arsitektur Petra Vol 3, No 2 (2015): Juli 2015
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proyek ini merupakan sebuah fasilitas wisata, edukasi dankonservasi mengenai satwa burung di Surabaya, tepatnyadidaerah pantai Kenjeran. Kota Surabaya merupakan salahsatu kota terbesar di pulau Jawa, dan sering didatangi olehwisatawan lokal maupun internasional. Banyaknyawisatawan merupakan potensi untuk meningkatkanpariwisata di Surabaya yang sudah mulai berkurang,khususnya wisata alam. Proyek tugas akhir ini merupakanfasilitas wisata alam yang menghadirkan pengalaman yangbelum pernah ada di Surabaya. Proyek ini terdiri darifasilitas restoran dan foodcourt, toko souvenir, kantorpengelola, fasilitas konservasi dan servis, gallery, café,aviary besar, aviary kecil, area burung darat, area burungair dan ruang terbuka yang bersebelahan langsung denganhutan bakau. Rumusan masalah pada proyek adalahmenciptakan sebuah bangunan yang dapat menanmpunginteraksi manusia dengan burung, tanpa membatasi ruanggerak burung. Untuk menjawab masalah tersebut makapenulis menggunakan pendekatan struktur bentang lebardan pendalaman struktur, untuk memberikan struktur yangkuat dalam mendesain proyek ini.
Vila Resor dan Kapel Pernikahan di Pantai Tanjung Papuma Jember Andre Sugianto Sugianto
eDimensi Arsitektur Petra Vol 3, No 2 (2015): Juli 2015
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertumbuhan dan perkembangan di sektor pariwisataIndonesia semakin meningkat pesat serta meluas di banyakkawasan di Indonesia. Perkembangan ini merupakan faktorutama yang turut menyumbang devisa bagi negara.Diperlukan adanya fasilitas yang mewadahi sektor pariwisatasehingga kebutuhan para wisatawan dapat terpenuhi. Proyektugas akhir ini merupakan penginapan untuk memenuhikebutuhuan para wisatawan Pantai Tanjung Papuma danfasilitas pernikahan untuk mewadahi kegiatan pernikahan.Desain bangunan dan kelengkapan fasilitas penunjang jugamenjadi daya tarik wisatawan untuk datang.Konsep perancangan proyek ini adalah memadukansuasana hutan dengan suasana pantai yang menjadi dayatarik utama dari kawasan ini. Untuk memecahakan masalahdesain tersebut pendekatan yang diambil adalah arsitekturyang berkelanjutan. Pendalaman yang dipilih adalah karakterruang untuk menggambarkan suasana ruang yangmendukung konsep perancangan.
Hotel Resor di Balikpapan Felix Sulistio Tjiang
eDimensi Arsitektur Petra Vol 7, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desain Hotel Resor ini didasari oleh pemikiran kondisi eksisting Pantai Manggar yang berperan besar bagi kota namun infrastrukturnya kurang memadai, dan komposisi penduduk kota yang sangat heterogen meliputi seluruh suku di Indonesia yang menyebabkan samar – samarnya identitas pada kota, sehingga masalah desain utama adalah bagaimana mendesain perancangan yang mempertahankan keberlanjutan alam, budaya, serta lingkungan sekitar Pantai Manggar. Pendekatan desain yang digunakan adalah pendekatan vernakular dengan menyuntikkan budaya suku Kalimantan yaitu Dayak. Kemudian, pendalaman karakter ruang dipilih untuk memberikan suasana “Dayak” di dalamnya.Keunikan proyek ini ada pada konsep tiap ruangnya yang menawarkan citra tradisional Dayak namun dibalut dengan kesan modern, dan menyajikannya dengan nilai kontemporer yang kuat. Desain hotel resor ini juga memberikan konsep Tropical Forest dengan beberapa jembatan penghubung antar massa dan di selimuti pepohonan namun tetap dapat merasakan pemandangan pantai secara maksimal pada setiap tempat, adanya air terjun buatan dengan kesan naturalnya, serta kolam buatan yang mencerminkan sebuah sungai yang dapat dilalui oleh wahana perahu didalamnya.

Page 100 of 155 | Total Record : 1542