cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
eDimensi Arsitektur Petra
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
eDimensi Arsitektur Petra adalah jurnal mahasiswa Program Studi Teknik Arsitektur.
Arjuna Subject : -
Articles 1,542 Documents
Fasilitas Arena Kuda Equestrian di Surabaya Steven Pintono Pintono
eDimensi Arsitektur Petra Vol 7, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fasilitas Arena Kuda Equestrian di Surabaya merupakan sebuah arena kuda yang berstandar internasional yang dirancang dengan menggunakan pendekatan sistem untuk menyelesaikan permasalahan desain yang ada. Fasilitas Arena Kuda Equestrian di Surabaya ini dirancang digunakan untuk menambah minat kegiatan olahraga berkuda serta meningkatkan prestasi dari masyarakat kota Surabaya, khususnya provinsi Jawa Timur.Beberapa jenis olahraga equestrian dilombakan oleh fasilitas ini antara lain, Dressage dan Show Jumping dengan asumsi jenis olahraga Cross Country diakomodasi di tempat lain di sekitar kota Surabaya. Desain Fasilitas arena kuda ini dilakukan dengan mengangkat permasalahan desain tentang banyaknya sirkulasi, standar ketentuan, fungsi antar massa yang saling berhubungan dan kenyamanan pengguna sehingga menjadi satu kesatuan yang dapat mengakomodasi kegiatan olahraga berkuda ini dengan baik. Arena kuda ini dilengkapi dengan fasilitas seperti kandang kuda, penginapan untuk atlit dan pawang kuda, area tribun, lapangan kompetisi, lapangan tertutup, klinik kuda, area penonton vip, fasilitas untuk atlet/pengujung, fasilitas untuk awak peliput dan media serta beberapa fasilitas lainnya.
Fasilitas Edukasi Ekonomi Kreatif dan Co-working Space di Surabaya Chefania Chefania Chefania
eDimensi Arsitektur Petra Vol 7, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini merupakan bagian proyek Tugas Akhir Karya Desain di Program Studi Arsitektur Universitas Kristen Petra. Fasilitas Edukasi Ekonomi Kreatif dan Co-working Space di Surabaya yang dirancang dengan pendekatan arsitektur perilaku ini merupakan sebuah fasilitas publik yang bertujuan untuk mengedukasi dan meningkatkan kreatifitas bagi para peminat ekonomi kreatif di Surabaya untuk berkarya. Desain fasilitas ini dilakukan dengan mengangkat permasalahan desain tentang kebutuhan fasilitas edukasi bagi ekonomi kreatif di Surabaya. Fasilitas ini memiliki fungsi utama yaitu galeri, retail khusus karya ekonomi kreatif, fasilitas edukasi, workshop, co-working space dan sebagainya. Penerapan konsep diambil dari perilaku pelaku ekonomi kreatif, sehingga dapat memberikan kesan dan suasana dalam ruang yang meningkatkan produktivitas dan dapat dirasakan pengunjung secara langsung.
Pusat Kebudayaan Nusa Tenggara Timur di Kupang Clara Angelina Kwesley
eDimensi Arsitektur Petra Vol 3, No 2 (2015): Juli 2015
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proyek ini merupakan sebuah pusat kebudayaan denganberbagai fasilitas budaya seperti gallery, perpustakaan,ruang pertunjukan indoor, ruang pertunjukan outdoor,restoran tradisional, dan lain-lain. Proyek ini diharapkanmenjadi ikon dari ibukota Nusa Tenggara Timur karenalokasi tapak yang berada di pusat ibukota Nusa TengaraTimur serta memiliki view yang baik. Rumusan masalahdalam proyek ini adalah bagaimana mendesain pusatkebudayaan yang dapat mencerminkan kekhasan dari NusaTenggara Timur. Untuk dapat menjawab rumusan masalahtersebut maka penulis menggunakan pendekatanvernakular. Nusa Tenggara Timur memiliki banyak ciri khas,salah satunya adalah rumah adat. Pola rumah adat inilahyang akan digali untuk memberi keunikan tersendiri bagiproyek ini. Pendalaman yang diambil adalah pendalamankaraketer ruang, yang mengatur bagaimana parapengunjung dapat merasakan kehadiran suasana budayaNTT dalam ruangan yang ada.
Museum Gempa dan Tsunami di Palu Clarissa Handoyo Anggresta
eDimensi Arsitektur Petra Vol 7, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jumlah bencana alam yang terjadi di Indonesiasemakin bertambah setiap tahunnya. Pada tahun 2018silam, terjadi pergerakan lempeng di daerah yangberbeda di Indonesia, menyebabkan beberapa kotamengalami gempa bumi dengan kekuatan yang besar.Salah satunya terjadi di Kota Palu, Sulawesi Tengah,yang juga merupakan salah satu kota dengan tingkatrawan bencana yang tinggi. Tidak hanya menimbulkangempa bumi, namun juga tsunami dan fenomenalikuifaksi yang sangat jarang terjadi juga menimpa KotaPalu.Museum Gempa dan Tsunami ini merupakan sebuahinstitusi dengan tujuan tidak hanya menceritakankronologi bencana kota Palu yang lalu, namun jugamenjadi sarana pembelajaran mengenai pengetahuankebencanaan dan mitigasi dasar (zona pra-bencana,zona gempa bumi, zona tsunami, zona likuifaksi, danzona pasca bencana), dan juga menjadi memorialkebencanaan (zona berduka) untuk masyarakat dapatberduka dan merefleksikan kejadian tersebut. Untukmemperdalam makna dari adanya museum ini, makadigunakan pendekatan desain simbolik semiotika danpendalaman desain sequence.
Rumah Kumpul Lansia di Bukit Darmo Surabaya Elizabeth Sachi Harefa
eDimensi Arsitektur Petra Vol 7, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rumah Kumpul Lansia di Surabaya merupakan daycarebagi lansia yang merupakan wadah untuk beraktivitas danbersosialisasi setiap tengah hari bagi lansia. Masa lansiaadalah dimana mereka tetap mampu produktif dan bahkanbanyak di antara mereka yang ingin memiliki kontribusi rutinkepada masyarakat, namun tentunya dengan beban fisikyang tidak seberat usia remaja dan dewasa. Oleh sebab itukepeduliaan dengan lansia setiap harinya harus menjadiperhatian. Dengan adanya daycare ini diharapkan paralansia memiliki tempat untuk bersosialisasi dan beraktivitassetiap harinya dan tidak merasa kesepian. Surabaya sebagaiibu kota Jawa Timur yang memiliki peringkat ke-3 sebagaipertumbuhan lansia terbesar di Indonesia (Pusat Data danInformasi Kementerian Kesehatan RI) belum memilikifasilitas daycare lansia. Daycare lansia ini memiliki 4 programkegiatan yang akan di penuhi biologis, psikologis, sosial,spiritual. Yang dapat melatih fisik dan mental lansia setiapharinya.Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan perilaku.Dengan menganalisa perilaku lansia yang akan diterapkanke dalam desain, sehingga desain dapat ramah terhadapperilaku dari lansia. Lalu, pendalaman karakter ruangdigunakan karena fungsi bangunan utama yaitu tempatberaktivitas bagi lansia, maka ruang harus didalami agarmembuat lansia merasa betah dan nyaman saat beraktivitassecara psikologis dan fisiologis nya.
Hotel Bisnis di Surabaya Stevson Sonny Widjaja
eDimensi Arsitektur Petra Vol 3, No 2 (2015): Juli 2015
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proyek ini merupakan sebuah hotel yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas yang mendukung kegiatan berbisnis seperti kantor sewa, ruang konvensi, bank, lounge dan resto, serta berbagai fasilitas hiburan seperti Fitness Centre , kolam renang, spa, pijat, karaoke,dan lain sebagainya, yang terutama ditujukan untuk para pelaku bisnis AEC ( Asean Economic Community ) yang sedang berkembang.Lokasi tapak proyek ini berada pada kawasan CBD ( Central Business District ) kaki Jembatan Suramadu yang memang diperuntukkan bagi pertumbuhan bisnis di Kota Surabaya , sehingga di sekitar site terdapat banyak pusat perdagangan dan perkantoran. Selain itu, karena berada dekat dengan pantai Kenjeran, di sekitar lokasi tapak terdapat bebagai macam pusat wisata pantai, wisata sejarah, wisata kuliner dan sebagainya.Rumusan masalah dari proyek ini adalah bagaimana menyediakan sebuah tempat penginapan yang dapat memenuhi kebutuhan berbisnis penginapnya, selain itu, bangunan dari proyek ini juga didesain untuk mejadi sebuah simbol atau penanda pada gerbang masuk Kota Surabaya dari Jembatan Suramadu. Oleh karena itu, pendekatan yang dipakai untuk mendesain bentukan bangunan ini adalah pendekatan simbolik, dan karena pendekatan simbolik menghasilkan sebuah bentukan yang tidak biasa, sehingga pendalaman struktur dipilih untuk menemukan solusi struktur bangunan.
Fasilitas Pembinaan Orang Muda Katolik Di Surabaya Rebecca Astrid Gunawan
eDimensi Arsitektur Petra Vol 3, No 2 (2015): Juli 2015
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proyek ini merupakan sebuah sarana edukasi danpembinaan bagi umat Katolik yang bergabung dalamkomunitas OMK (Orang Muda Katolik) lingkup KeuskupanGereja Katolik Surabaya. Fasilitas ini merupakan salah satutanggapan akan realitas yang ada dalam lingkup KomunitasOrang Muda Katolik, sekaligus sebagai solusi untukmenciptakan generasi muda Surabaya yang lebih baikkedepannya. Rumusan masalah yang terdapat dalamproyek ini adalah adanya 2 sektor yang berbeda yang ingindicapai dalam keberlangsungan aktivitas fasilitas. OrangMuda Katolik diharapkan bertumbuh tidak hanya dalamsektor sekuler/ keilmuan Katolitas, namun juga diharapkanbertumbuh dalam sektor spiritual (iman). Denganpermasalahan tersebut, pendekatan Arsitektur Perilakudengan pendalaman karakter ruang diharapkan dapatmenjawab rumusan masalah yang ada, secara khususdengan mempelajari perilaku Orang Muda Katolik sebagaidasar permasalahan yang timbul.
FASILITAS OLAHRAGA DI JOMBANG Tommy Yanuardi Gunawan
eDimensi Arsitektur Petra Vol 7, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesadaran akan pentingnya olahraga di Indonesia yang semakin lama semakin naik, serta prestasi Indonesia dalam bidang olahraga yang bisa diperhitungkan baik nasional dan internasional menuntut adanya sebuah fasilitas yang mewadahi kegiatan berolahraga. Kota Jombang dipilih sebagai lokasi perancangan Tugas Akhir merupakan kota yang cukup terkenal dalam olahraga terutama dalam bidang karate, tetapi masih memiliki sedikit fasilitas olahraga.Tujuan dari perancangan ini adalah menyediakan fasilitas yang bisa mewadahi kegiatan olahraga warga Jombang dengan menciptakan sirkulasi udara yang baik dalam bangunan melalui konsep penghawaan alami. Pendekatan yang digunakan merupakan pendekatan sirkulasi udara, sehingga dapat terbentuk fasilitas yang memanfaatkan ventilasi silang melalui fasad dan perbedaan tinggi bangunan.
Perpustakaan Anak di Surabaya Felicia Felicia Felicia
eDimensi Arsitektur Petra Vol 5, No 2 (2017): Juli 2017
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perpustakaan Anak di Surabaya merupakan sebuah fasilitas yang bersifat edukatif namun rekreatif sehingga anak dapat belajar, berekreasi, sekaligus bersosialisasi dengan sesamanya. Fasilitas ini diharapkan dapat memberikan ketertarikan tersendiri bagi anak-anak untuk dapat belajar dan mengumpulkan informasi sambil bermain tanpa merasakan kebosanan. Perpustakaan Anak di Surabaya didesain dan diprioritaskan bagi komunitas anak-anak khususnya usia 2-12 tahun yang akan dilengkapi fasilitas publik, yaitu kantin dan gedung serbaguna. Pendekatan perilaku anak usia 2-12 tahun digunakan sebagai dasar dalam perancangan desain dan akan didukung oleh pendalaman karakter ruang. Pendalaman karakter ruang diterapkan dengan penggunaan area warna-warna pastel, lantai parket kayu, skala ruang yang disesuaikan dengan kebutuhan anak, dan area membaca yang menarik. Dengan demikian, perpustakaan ini diharapkan dapat memberikan kenyamanan dan keamanan bagi anak.
Gereja Katolik Stasi St. Paulus di Lumajang Prisky Natalia Wijanto
eDimensi Arsitektur Petra Vol 3, No 2 (2015): Juli 2015
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proyek ini merupakan sebuah fasilitas tempat ibadahumat Katolik yang berada di bawah Keuskupan Malang danmerupakan pelayanan Romo Praja dan Suster Abdi Kristus.Selain sebuah Gereja Katolik, proyek ini juga dilengkapisebuah wisma pasturan, Gua Maria, ruang adorasi, balaiparoki, rumah makan organik, panti asuhan Regina Pacis,dan fasilitas budidaya seperti budidaya jamur, kolam ikangurame, ikan lele, dan kandang ayam, babi, kambing.Gereja Katolik Stasi St. Paulus terletak di Desa Kedungrejo,berdiri di sebuah lahan milik Keuskupan Malang yang masihsangat alami dengan sawah dan hutan yang mengelilingisite. Suasana alami dan natural inilah yang menjadi viewyang dimanfaatkan dalam proyek ini.Rumusan masalah dalam proyek ini adalah bagaimanamendesain sebuah Gereja yang fleksibel terhadap berbagaibentuk ibadah dan kebiasaan masyarakat setempat, sertabagaimana mendesain gereja yang low cost dan lowmaintenance. Untuk dapat menjawab rumusan masalahtersebut maka penulis menggunakan pendekatanvernakular. Ada dua hal yang diperhatikan, yakni kebiasaanmasyarakat setempat dan penggunaan material lokal.Sedangkan konsep yang digunakan adalah dari namaGereja ini sendiri yaitu St. Paulus sebagai preacher of thegentiles. Pendalaman yang digunakan yaitu karakter ruang,sehingga dapat menciptakan ruang gereja yang nyamandan aman bagi umat setempat.

Page 99 of 155 | Total Record : 1542