Articles
1,542 Documents
MUSEUM REVOLUSI SOSIAL PADA MASA KEMERDEKAAN DI SURABAYA
Kevin Gunawan Gunawan
eDimensi Arsitektur Petra Vol 7, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Desain Museum Revolusi Sosial pada Masa Kemerdekaan di Surabaya ini didasari dari banyaknya cerita-cerita dan sejarah seputar Revolusi Sosial pada masa kemerdekaan Indonesia di Surabaya, yang masih belum banyak dikenal oleh masyarakat Surabaya. Maka dari itu, perlu adanya suatu wadah berupa museum yang dapat memberikan wawasan dan informasi secara objektif kepada masyarakat, tanpa adanya keberpihakan.Desain museum ini merupakan fasilitas wisata dan edukasi yang memperkenalkan peristiwa Revolusi Sosial pada tahun 1945-1947 berdasarkan sudut pandang para korban perang, baik korban yang selamat (penyintas), maupun dari sudut pandang korban yang tewas, dalam peristiwa yang disebut sebagai Revolusi Sosial. Keunikan desain museum ini yaitu, proyek ini mengambil konsep Dualisme di dalam sejarah kemerdekaan, antara sisi perjuangan rakyat untuk meraih kemerdekaan, yang merupakan sisi positif, serta sisi kelam dalam sejarah masa kemerderkaan. Konsep Dualisme direpresentasikan melalui pendekatan simbolik yang mencakup bentuk bangunan dan sirkulasi dalam bangunan, dilengkapi dengan pendalaman desain sekuens ruang.
FASILITAS INKUBASI INDUSTRI KREATIF DI SURABAYA
Raynald Octaviant Suryanto
eDimensi Arsitektur Petra Vol 7, No 2 (2019): Juli 2019
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Fasilitas Inkubasi dan Pengembangan IndustriKreatif merupakan sebuah fasilitas bagi para calonpemilik usaha atau start-up agar dapatmengembangkan bisnisnya. Fasilitas ini bertujuanuntuk mewadahi para pelaku bisnis industri kreatifdimulai dari proses inkubasi perancangan industrihingga proses pemasarannya. Fasilitas ini tidak hanyabermanfaat bagi para calon pelaku usaha di bidangindustri kreatif melainkan juga menjadi salah satu pusatkegiatan perekonomian di Surabaya. Pusatpemberlanjaan yang dibangun menjadi jembatan yangmenghubungkan interaksi para calon pelaku usahaindustri kreatif dengan masyarakat di Surabaya.Keunikan proyek ini ada pada karakter setiapruang inkubasi yang mampu menyesuaikan denganberbagai jenis kebutuhan industri kreatif. Dimulai dariruang perencanaan kerja, ruang workshop, hinggapersiapan pemasaran yang terintegritas bagi seluruhjenis industri kreatif. Selain itu berbagai jenis kebutuhanruangan sesuai dengan jenis industri kreatif yangberaneka ragam juga menjadi salah satu kebutuhanbangunan. Oleh sebab itu pendekatan sistem dilakukanuntuk mengatur hubungan antar ruang, karakteristikruang, alur sirkulasi, hingga struktur bangunan.
Rumah Retret Pemuda Kristen di Nusa Dua, Bali
Calvin Audy Alim
eDimensi Arsitektur Petra Vol 3, No 2 (2015): Juli 2015
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Proyek ini merupakan sebuah fasilitas rumah retret yang memberikan fasilitas untuk para pemuda lepas dari kegiatan sehari-hari mereka. Didukung dengan lokasi tapak yang berada didaerah tebing ± 12 m diatas permukaan laut yang menyebabkan banyaknya angin pada lokasi tapak yang menyebabkan tapak lebih sejuk, dan didukung dengan view ke arah laut dan hutan yang dapat dinikmati. Proyek ini terdiri dari fasilitas kapel, main hall, mini hall, cafe, gallery, library, ruang makan, lapangan basket, area outbound, penginapan dan lain-lain. Para pemuda cenderung memiliki jadwal yang padat serta adanya repetisi pada jadwal mereka setiap harinya yang dapat mengakibatkan munculnya stres, hal ini yang akan digali untuk memberikan sesuatu yang berbeda dari keseharian para pemuda pada proyek ini. Rumusan masalah dalam proyek ini adalah bagaimana menciptakan sarana akomodasi untuk kegiatan retret dan fasilitas penunjang yang menarik dan nyaman bagi para pemuda. Untuk dapat menjawab rumusan masalah tersebut maka menggunakan pendekatan vernakular dan pendalaman yang digunakan adalah sains bagian akustik untuk menambah kenyamanan, sehingga ketika ditinjau kembali dapat menjawab rumusan masalah dalam proyek ini.
Griya Lansia di Batu
Madeline Sondag Sondag
eDimensi Arsitektur Petra Vol 7, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Griya Lansia di Batu merupakan sebuah sarana hunian yang menyediakan berbagai kegiatan dan pelayanan bagi lansia yang ingin menikmati kenyamanan hidup dengan aktif dan mandiri dengan fasilitas-fasilitas yang sesuai dengan kebutuhan lansia.Perancangan Griya Lansia dilatarbelakangi oleh banyaknya lansia yang tidak terawat dengan baik karena perkembangan zaman modern yang membuat masayarakat menjadi lebih individual. Panti jompo belum menjadi pilihan masyarakat Indonesia untuk menitipkan orang tuanya karena kondisi panti jompo di Indonesia masih banyak yang belum layak huni.Tujuan utama dari perancangan Griya Lansia di Batu adalah menarik minat lansia untuk bergabung dalam panti jompo tanpa adanya paksaan. Untuk mewujudkan tujuan tersebut, digunakan pendekatan perilaku sehingga perilaku mewadahi kebutuhan lansia dalam desain bangunan. Pada Griya Lansia di Batu, lansia dapat bebas beraktivitas dan bersantai di area kebun, hobby, dan taman sambil menikmati keindahan pegunungan kota Batu. Fasad, karakter ruang, dan tatanan ruang didesain dengan memberikan suatu identitas untuk mewadahi aktivitas lansia yang memiliki penurunan kondisi psikologi, sosial maupun fisik.Griya Lansia dirancang dengan memasukkan keindahan alam pegunungan kota Batu ke dalam desain.
Panti Werdha Islam di Surabaya
Ima Niantiara Putri
eDimensi Arsitektur Petra Vol 7, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Panti Werdha Islam di Surabaya ini adalahfasilitas yang menampung dan merawat orang tua,berusia 60 tahun ke atas yang terlantar dan sebatangkara di Surabaya, secara sukarela dengan dasar nilaiIslam. Saat ini di Surabaya hanya terdapat 1 (satu)panti werdha gratis milik pemerintah dan 11 (sebelas)panti werdha berbayar yang mayoritas berbasiskannilai Kristiani, sedangkan lansia terlantar di Surabayamayoritas adalah kaum Muslim. Panti Werdha inimemiliki fasilitas hunian dan juga dilengkapi denganfasilitas hiburan, fasilitas kesehatan dan fasilitasspiritual yaitu Mushola dan Taman Manasik untukmenunjang kebutuhan lansia. Selain membantu paralansia dalam menjalani aktivitas sehari-hari, kondisipsikologis dan spiritual terutama ketenangan batinjuga menjadi perhatian dalam desain. Panti WerdhaIslam ini diharapkan dapat memberi manfaat bagilansia terlantar yaitu mendapatkan kebutuhan danperhatian yang tidak didapatkan dari keluarga,memberikan ketenangan batin bagi lansia terutamalansia Muslim dan mengembalikan rasa akan memilikiteman. Dengan berlokasi di Jalan Sutorejo Barat danberada di lingkungan permukiman, maka keberadaanfasilitas pendukung seperti ruang serbaguna dankafetaria memberikan kesempatan pada lansiapenghuni panti werdha untuk berinteraksi denganmasyarakat di luar panti serta dapat mengedukasimasyarakat untuk lebih menghargai orang tua mereka.Rumusan masalah desain fasilitas ini adalahbentuk tatanan ruang yang dapat memberikanketenangan batin dengan memperhatikan kondisi fisikdan psikologis lansia berdasarkan nilai Islam. PantiWerdha Islam ini memiliki konsep bahwa Islam tidakhanya berhubungan dengan Tuhan Allah saja tetapijuga dengan alam dan berinteraksi dengan sesamasehingga nilai Islam dirasakan dalam segala aspek baikdalam desain bangunan maupun program kegiatan.Pendekatan perilaku lansia mendasari seluruh desainterutama wayfinding, yaitu cara lansia menemukanjalan menuju tempat tujuan baik huniannya masingmasingmaupun Mushola untuk beribadah.
Fasilitas Wisata dan Edukasi Ikan Air Tawar di Banjarmasin
William Kurnain Kurnain
eDimensi Arsitektur Petra Vol 3, No 2 (2015): Juli 2015
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Proyek ini merupakan sebuah fasilitas wisata dan edukasi mengenai ikan air tawar di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Kota Banjarmasin terkenal karena memiliki banyak sungai, baik sungai besar maupun sungai kecil sehingga dijuluki sebagai "Kota Seribu Sungai". Sebagai kota yang sedang berkembang, pariwisata merupakan salah satu andalan kota Banjarmasin sebagai lokomotif pertumbuhan ekonomi kota. Proyek ini terdiri dari fasilitas utama berupa akuarium ikan konsumsi, akuarium ikan predator, kolam ikan hias, kolam sentuh (touch pool), dan akuarium utama (main tank). Rumusan masalah dalam proyek ini adalah merancang fasilitas dengan struktur yang mampu mewadahi akuarium dengan ukuran yang besar). Selain itu juga, dibutuhkan ruang lapang (tanpa halangan) agar pengunjung dapat menikmati akuarium dengan jarak pandang yang maksimal. Untuk dapat menjawab rumusan masalah tersebut maka penulis menggunakan pendekatan struktur bentang lebar.
Fasilitas Mobil Supercar di Surabaya
Aloisius Calvin Calvin
eDimensi Arsitektur Petra Vol 7, No 2 (2019): Juli 2019
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Tulisan ini merupakan bagian proyekTugas Akhir Karya Desain di Program StudiArsitektur Universitas Kristen Petra. FasilitasMobil Supercar Di Surabaya yang dirancangdengan pendekatan sistem arsitektur inimerupakan sebuah fasilitas publik yangbertujuan untuk memenuhi kebutuhan parapengguna/ penghobbi mobil supercar yang adadi Surabaya. Fasilitas ini memiliki fungsi utamayaitu Showroom yang menjual berbagai brandmobil supercar serta memiliki fasilitaspenunjang seperti café untuk tempatberkumpulnya para komunitas mobil supercardan fasilitas perawatan untuk service mobilsupercar. Ketiga bangunan ini memiliki konsepmewah sehingga pendalaman karakter ruangsangat dibutuhkan untuk menonjolkankemewahan pada setiap ruangan.
Fasilitas Relaksasi dan Kebugaran di Surabaya
Vennesia Suyanto
eDimensi Arsitektur Petra Vol 2, No 2 (2014): Juli 2014
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
ABSTRAK "Fasilitas Relaksasi dan Kebugaran di Surabaya" ini merupakan fasilitas yang mewadahi kebutuhan masyarakat Surabaya akan kebutuhan relaksasi dan kebugaran tubuh yang diakibatkan stres dalam hal perkerjaan maupun gaya hidup perkotaan. Fasilitas ini bertujuan untuk menyehatkan kembali masyarakat Surabaya secara pikiran maupun tubuh. Hiruk pikuk yang terjadi dalam kota Surabaya menjadi landasan dalam pemilihan pendekatan desain bangunan, yaitu pendekatan akustik dan bertujuan agar tercipta ketenangan secara maksimal di dalam bangunan sebagai penunjang kegiatan di dalamnya. Sedangkan untuk menunjang kegiatan relaksasi digunakan pendalaman kesan ruang yang berkonsep alam dengan cara menghadirkan alam buatan ke dalam bagian-bagian ruang.Kata kunci : Relaksasi, kebugaran, ketenangan , alam.
MUSEUM FESYEN DI SURABAYA
V. Clark Kenneth P P.
eDimensi Arsitektur Petra Vol 2, No 1 (2014): Februari 2014
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Musem Fesyen di Surabaya ini merupakan proyek milik swasta yang ingin memberikan pencerahan bagi masyarakat modern tentang sejarah fesyen dan apresiasi fesyen didalamnya, serta sebagai sarana edu-tainment yang menarik bagi semua kalangan di kota Surabaya. Fasilitas yang disediakan menggunakan pendekatan desain,yang dipakai adalah pendekatan history perjalanan fesyen yang di kategorikan dalam 4 kelompok besar. Konsep perancangan : “History of The Outer Beauty” dipakai sebagai dasar perancangan, bentukan, massa, dan jenismaterial. Sedangkan Konfigurasi massa ditentukan dengan memperhatikan lingkungan disekitarnya, sirkulasi antar massa ditonjolkan sebagai penghubung antar era satu dengan era yang lainnya. Pendalaman karakter Ruang dipilih untuk menunjukkan perbedaan suasana museum di zona medieval dan zona classical Europian.
Stasiun Intermoda Monorel dan Minibus di Joyoboyo
Sebastian Dwi Pangaribowo
eDimensi Arsitektur Petra Vol 2, No 2 (2014): Juli 2014
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
ABSTRAK Sebagai Ibu Kota Provinsi Jawa Timur, Surabaya memiliki kepadatan dan aktifitas yang tinggi sehingga menimbulkan permasalahan lalu lintas yang cukup parah. "Stasiun Intermoda Monorel dan Minibus di Joyoboyo" ini merupakan salah satu proyek yang mengakomodasi rencana pemerintah kota Surabaya untuk merealisasikan Angkutan Masal Cepat (AMC) dalam mengatasi permasalahan lalu lintas tersebut. Proyek ini terletak pada jantung kota Surabaya yaitu di daerah Wonokromo, yang sekarang merupakan Terminal Joyoboyo. Konsep yang diusung oleh bangunan ini adalah sistem sirkulasi yang efektif dan efisien. Bangunan ini menggunakan penghawaan utama pasif, dengan façade yang terbuka di keempat sisinya memungkinkan terjadinya ventilasi silang yang baik. Pendalaman struktur dipilih untuk menentukan sistem struktur yang paling efektif untuk bangunan ini. Sistem struktur bentang lebar flat-truss digunakan untuk menyangga selubung bangunan serta menggunakan baja IWF untuk struktur penyangga plat lantai.Kata Kunci: Stasiun, Intermoda, Monorel, Minibus, Surabaya.