cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
eDimensi Arsitektur Petra
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
eDimensi Arsitektur Petra adalah jurnal mahasiswa Program Studi Teknik Arsitektur.
Arjuna Subject : -
Articles 1,542 Documents
Museum Satwa di Surabaya Juniver Junifer
eDimensi Arsitektur Petra Vol 2, No 2 (2014): Juli 2014
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 ABSTRAK - Proyek ini merupakan sebuah tempat di Kota Surabaya yang menyediakan informasi yang edukatif mengenai kehidupan satwa dari berbagai penjuru dunia. Selain informasi mengenai satwa, museum ini juga menawarkan adanya satwa awetan serta replika beberapa satwa yang dibuat sesuai dengan ukuran sebenarnya. Replika satwa dibuat sedemikian rupa untuk menggambarkan kehidupan dari satwa tersebut. Sedangkan satwa awetannya dipertunjukkan sedemikian rupa sehingga menjadi pusat perhatian dari museum ini. Selain itu, juga terdapat beberapa ruang penunjang seperti ruang museum outdoor, toko souvenir, cafe dan sebagainya.Museum Satwa di Surabaya bertujuan sebagai tempat wisata, di mana pengunjung dapat melihat-lihat beraneka ragam binatang awetan dan replika. Selain itu, museum satwa di sini juga berfungsi untuk menambah wawasan mengenai dunia satwa dari berbagai jenis wilayah di dunia dengan beberapa fasilitas penunjangnya. Fasilitas yang diberikan dalam museum ini mencakup sarana rekreasi yang bermanfaat bagi sektor pariwisata di kota Surabaya yang didukung dengan kualitas dan kuantitas yang baik dari benda-benda dalam museum serta didukung dengan wawasan luas tentang dunia fauna. Sasaran dari fasilitas ini adalah pelajar ynang melakukan studi wisata, wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara yang sedang berekreasi di Surabaya. Kata kunci - Satwa, awetan, musuem, Surabaya, wisata, edukasi 
MUSEUM TRAGEDI MEI 1998 DI JAKARTA Jessica Julianti
eDimensi Arsitektur Petra Vol 2, No 1 (2014): Februari 2014
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Museum Tragedi Mei 1998 di Jakarta ini merupakan sebuah fasilitas yang menceritakan tentang bagaimana mahasiswa dan masyarakat Indonesia berjuang bersama-sama untuk menuju sebuah perubahan yaitu Reformasi. Penceritaan museum ini dilakukan sesuai dengan alur waktu yaitu meliputi latar belakang kejadian, aksi mahasiswa, meletusnya tragedi Mei 1998, kerusakan dan korban hingga lahirnya Reformasi. Dikemas dalam sebuah bentukan dengan pendekatan semiotika intangible obscure, Museum Tragedi Mei 1998 mengajak pengunjung untuk mengenang kembali kejadian kelam dalam sejarah perjalanan bangsa Indonesia dimana demi sebuah perubahan terdapat harga yang harus dibayar. Menggunakan pendalaman sequence untuk membimbing pengunjung menikmati alur cerita kejadian Mei 1998 yang sebenarnya
PERPUSTAKAAN MULTIMEDIA DI SURABAYA Christian William Oentoro
eDimensi Arsitektur Petra Vol 4, No 2 (2016): Juli 2016
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perpustakaan merupakan fasilitas pusat informasi dan edukasi yang selalu berkembang. Dengan perkembangan zaman, maka media yang dapat diwadahi suatu perpustakaan juga berkembang. Namun perpustakaan seringkali dipandang masyarakat sebagai fasilitas yang bersifat kaku dan homogen, sehingga masyarakat kurang memiliki minat untuk bereksplorasi media. Perpustakaan juga jarang sekali difungsikan sebagai fasilitas yang dapat menampung komunitas sosial. Proyek Perpustakaan Multimedia di Surabaya ini mengangkat konsep perancangan berupa library as a hub yang terdiri dari social hub dan media hub, yaitu perpustakaan sabagai sebuah penghubung dari segi sosial dan juga media. Perpustakaan sebagai social hub diwujudkan dengan memberikan sociopetal space sebagai area komunitas dan juga blurring space sesuai dengan teritori privasi pengguna/pengunjung. Sedangkan media hub diwujudkan dari zonasi pembagian media-media yang bervariasi seperti koleksi buku dan digital. Pendekatan perancangan didasarkan pada perilaku pengguna yang memiliki preferensi pilihan media yang diminati dan area teritorial atau privasi yang berbeda-beda.
Fasilitas kebudayaan Suku Osing di Banyuwangi Pandya Praditya
eDimensi Arsitektur Petra Vol 2, No 2 (2014): Juli 2014
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 ABSTRAK Banyuwangi, kota wisata di ujung Timur pulau Jawa, memiliki kebudayaan suku Osing yang terancam punah apabila tidak dijaga dan dilestarikan. Salah satu upaya untuk menjaganya adalah dengan tersedianya sebuah fasilitas kebudayaan yang memadai kegiatan kebudayaan Suku Osing.Fasilitas Kebudayaan Suku Osing ini dirancang ditengah kota Banyuwangi dengan tujuan mengenalkan, mengem-bangkan, dan melestarikan kebudayaan Suku Osing.Pada Fasilitas ini pengunjung dapat menikmati berbagai hiburan yang interaktif dan edukatif. Di dalamnya terdapat berbagai fasilitas yang berupa Galeri Temporer dan Kontemporer, tempat pelatihan Tenun Abaca, tempat pelatihan Batik khas Osing, pelatihan Bahasa khas Osing hingga Teater terbuka dan tertutup untuk menikmati acara khas Suku Osing. Pendekatan yang digunakan dalam perancangan adalah pendekatan simbolik metaphor tangible dengan pendalam-an karakter ruang. Fasilitas ini merupakan sebuah karya arsitektur kontemporer yang menganut prinsip prinsip arsitektur osing dengan metode perancangan masa kini.Kata Kunci: Fasilitas Kebudayaan, Suku Osing, Banyuwangi
Grha Musik Klasik di Surabaya Lo Leonardo Agung Mulyono
eDimensi Arsitektur Petra Vol 2, No 2 (2014): Juli 2014
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 ABSTRAK Proyek ini merupakan sebuah fasilitas terpadu bagi pelajar dan pecinta musik klasik dengan menggabungkan tiga kegiatan dalam satu wadah yaitu belajar, berekreasi, dan menampilkan musik klasik. Dengan fasilitas pendukung berupa perpustakaan, galeri, dan ruang terbuka hijau untuk area berkumpul non-formal. Fasilitas ini terletak di daerah Surabaya Barat dengan akses strategis yaitu Lingkar Luar Surabaya Barat. Rumusan masalah dalam proyek ini adalah bagaimana mendesain sebuah fasilitas terpadu dengan memperhatikan fungsi masing - masing kegiatan, jadwal, hingga sistem struktur bangunan yang berbeda dalam tiap zona bangunan. Dengan adanya masalah tersebut, maka digunakan pendekatan fungsi sehingga hasil desain yang diinginkan dapat maksimal. Untuk pendalaman digunakan pendalaman akustik hal ini dikarenakan ruang - ruang yang ada sangat membutuhkan sistem tata suara yang baik.Kata Kunci: fasilitas, terpadu, klasik, fungsi, dan akustik  
Fasilitas Wisata Kesehatan di Pulau Gili Iyang, Madura Yulianita Setiawan
eDimensi Arsitektur Petra Vol 2, No 1 (2014): Februari 2014
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fasilitas Wisata Kesehatan di Pulau Gili Iyang, Madura” ini  merupakan fasilitas yang mewadahi rencana Pemerintah Kabupaten Sumenep untuk menjadikan Pulau Gili Iyang sebagai ikon Wisata Kesehatan dunia karena kadar oksigen yang tinggi di pulau ini. Fasilitas Wisata kesehatan ini ditujukan bagi para wisatawan yang membutuhkan terapi dengan oksigen, dan juga ditujukan bagi orang yang ingin memperoleh ketenangan, beristirahat sekaligus berwisata. Fasilitas yang disediakan antara lain spa, sauna, water aerobik, olahraga air, terapi oksigen hiperbarik, maupun wisata alam seperti memancing ikan,  menyelam di sekitar pulau dan menikmati pemandangan alam berupa karang, pepohonan, laut, pantai dan teluk- teluk.Mengingat Pulau Gili Iyang yang masih alami maka untuk mendesain fasilitas ini sekaligus mempertahankan kondisi pulau, digunakan pendekatan “Green Architecture” dengan konsep desain Healthy with Nature. Beberapa penerapan dalam desain antara lain pembukaan yang cukup, menggunakan material lokal yang sehat dan alami dan mengikuti kontur yang ada. Pendalaman karakter ruang dilakukan untuk memberikan detail desain dan menciptakan suasana ruang yang menunjang kenyamanan dan relaksasi.
Galeri Kerajinan Bambu di Malang Silvanus, Devi Calista
eDimensi Arsitektur Petra Vol 2, No 2 (2014): Juli 2014
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 ABSTRAKDi Kecamatan Pakis, Malang, Jawa Timur, bambu banyak dimanfaatkan sebagai bahan kerajinan dan konstruksi. Namun kerajinan yang diproduksi kurang memperhatikan kualitas dan bentuknya kurang beragam, begitu pula ruang untuk memamerkan dan tempat produksi kerajinan yang kurang layak sehingga tidak menarik minat pembeli, padahal kerajinan bambu berpotensi memiliki nilai jual tinggi. Di sisi lain, dalam bidang arsitektur, bambu dianggap sebagai bahan bangunan rakyat miskin dan desain bangunan hanya sebatas rumah, warung, dan gazebo, padahal bambu memiliki berbagai kelebihan yang bisa dikembangkan. Perancangan Galeri Kerajinan Bambu ini diharapkan dapat menjadi sebuah terobosan agar hasil dari kerajinan bambu yang ada di kecamatan Pakis dapat meningkat sehingga memiliki harga jual yang tinggi dan bangunan galeri sendiri dapat menjadi sebuah benda pamer yang menggunakan sifat dan kelebihan bambu itu sendiri. Perancangan juga tidak terlepas dari pemilihan lokasi yang berada di area perdagangan yang padat namun memiliki kelebihan berupa potensi view sungai dan hutan bambu. Sehingga bangunan dapat menjadi oasis di tengah kepadatan kawasan. Pendekatan desain adalah pendekatan bentuk dan struktur, dimana diawali dengan ide struktur daun bambu yang dapat menampilkan sifat fleksibel/lentur dari bambu. Kata Kunci: galeri, kerajinan bambu, bentuk, struktur, Malang 
Fasilitas Pelatihan dan Pagelaran Gamelan Di Surabaya Anthony, Michael -
eDimensi Arsitektur Petra Vol 1, No 2 (2013): Juli 2013
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Fasilitas Pelatihan dan Pagelaran Gamelan di Surabaya" ini merupakan fasilitas edukasi yang mewadahi kegiatan masyarakat sehubungan dengan pelestarian dan pelatihan gamelan di Surabaya. Hal itu didukung dengan besarnya minat anak muda terhadap musik di Surabaya.Fasilitas ini bertujuan untuk melestarikan dengan cara menyediakan tempat pertunjukan gamelan sekaligus mengajarkan gamelan kepada masyarakat secara langsung.Lokasi yang dipilih juga sangat strategis karena berdekatan dengan sekolah dan universitas, baik swasta dan negeri.Oleh karena itu, proyek yang terletak di Arif Rahman Hakim ini menggunakan pendekatan simbolik yang bertujuan agar menarik anak muda untuk mengenal lebih terhadap gamelan dan melestarikannya. Bangunan yang peka akan potensi lingkungan sekitar ini dicapai dengan orientasi yang menghadap ke jalan utama, Jl. Arif Rahman Hakim, agar mengundang pengunjung untuk mengenal gamelan. Pendalaman karakter ruang amphiteater dan teater pertunjukan gamelan dipilih untuk memaksimalkan potensi bangunan agar lebih mengundang pengunjung untuk datang
FASILITAS KEBUDAYAAN JAWA DI SURAKARTA Lia Margareta Shinata
eDimensi Arsitektur Petra Vol 4, No 2 (2016): Juli 2016
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebuah kompleks budaya yang direncanakan untuk mewadahi berbagai kegiatan yang berkaitan dengan kebudayaan jawa. Diharapkan menjadi sasaran wisata dan edukasi budaya di kota Surakarta. Fasilitas Kebudayaan Jawa di Surakarta ini ditujukan bagi masyarakat untuk kembali antusias dalam mempelajari dan memahami kebudayan jawaMayoritas Masyarakat yang  tinggal di kota Surakarta memiliki nilai – nilai budaya lokal yang sangat kental dan masih menganut kepercayaan pada alam. Untuk tetap mempertahankan kesan budaya jawa yang kental akan ajaran budaya lokal, sehingga pendekatan perancangan didasarkan pada arsitektur vernakular, konsep unity in harmony, dengan pendalaman karakter ruang luar. Berdasarkan pengguna dan aktivitasnya, terbagi atas satu massa utama berupa teater dan tujuh massa lainnya berupa pendukung. Dinding non - struktural, kolom expose, kisi-kisi jendela, atap joglo tumpuk beda ketinggian, dan area terbuka adalah upaya cross ventilation udara alami semaksimal mungkin.Penghawaan buatan (air conditioning) pada bangunan ini hanya digunakan pada ruang – ruang pada gedung teater, pada area fasilitas pendukung dan area publik menggunakan penghawaan alami. Berbagai pohon besar ditanam sebagai shading cahaya alami dan suplai oksigen. Material kaca dipadukan dengan kolom exposed dan kisi kisi udara menjadikan secara keseluruhan bangunan Kompleks Kebudayaan Jawa ini terkesan modern namun tetap bernuansa jawa. 
FASILITAS EDUKASI PANGAN DAN GIZI DI SURABAYA Melissa Siaoman
eDimensi Arsitektur Petra Vol 4, No 2 (2016): Juli 2016
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fasilitas Edukasi Pangan dan Gizi di Surabaya ini merupakan fasilitas yang dapat mengedukasi masyarakat tentang pola makan yang sehat dan benar. Karena tujuan utama dari fasilitas ini adalah untuk memperbaiki pola makan seseorang maka pendekatan yang digunakan adalah pendekatan perilaku. Dalam fasilitas ini, pengunjung nantinya akan diajak untuk belajar secara berurutan (sequence). Dimulai dari galeri informasi gizi, yang juga merupakan area penerima, dimana di dalamnya pengunjung bisa memperoleh segala informasi tentang pangan dan gizi, penyakit-penyakit yang perlu di waspadai, pola pangan harapan, dll. Kemudian pengunjung yang ingin mengetahui lebih tentang kondisi gizinya dapat menuju ke ruang konsultasi gizi. Ada pula perpustakaan yang terletak di sebelah ruang konsultasi gizi bagi pengunjung yang lebih suka mencari informasi secara mandiri. Di area tengah, sebagai penghubung antar masa, terdapat area terbuka yang digunakan untuk mengedukasi pengunjung tentang cara Kawasan Rumah Pangan Lestari. Selanjutnya bagi pengunjung yang ingin belajar lebih lanjut dalam proses pengolahan bahan makanan dapat menuju ke area pelatihan memasak, di sana juga terdapat atrium yang dalam jangka waktu tertentu seringkali digunakan untuk kegiatan demo masak, dsb. Kemudian yang terakhir, terdapat juga cafetaria dimana pengunjung dapat menikmati berbagai macam makanan sehat, serta toko di sebelah cafetaria yang menjual berbagai macam bahan makanan yang sehat.Pendalaman yang digunakan adalah pendalaman sistem spasial dari sequence yang ada. Dengan adanya Fasilitas Edukasi Pangan dan Gizi di Surabaya ini diharapkan dapat meningkatkan kesehatan masyarakat Surabaya.